Anda di halaman 1dari 20

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

BAB 7

E-BUSINESS SYSTEMS

DISUSUN OLEH:

SUMIATI (041524253001)

FANITA ARTISARI (041524253003)

YUSTINA WAHYU DWIJAYANTI (041524253004)

YAYANG PANDE MAULANA (041524253009)

ARDINA ZAHRAH FAJARIA (041524253045)

PROGRAM STUDI MAGISTER AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS AIRLANGGA

2016
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI... i

E-BUSINESS SYSTEMS.. 1

BRIEF HISTORY OF THE INTERNET... 1


STRATEGIC E-BUSINESS OPPORTUNITIES (AND THREATS) ... 2
B2B APPLICATIONS.... 4
B2C APPLICATIONS.... 6
DOT-COM INTERMEDIARIES... 12
SPECIAL ISSUE: WHAT MAKES A GOOD WEB SITE FOR CONSUMERS. 15
SPECIAL ISSUE: WHAT MAKES A GOOD B2C SOCIAL MEDIA PLATFORM.. 16
SUMMARY.... 16

DAFTAR PUSTAKA

E-Business Systems_Maksi Malam Page i


E-BUSINES SYSTEMS

E-business systems adalah aplikasi yang dirancang untuk memperluas cakupan


organisasi, melewati batas organisasi sehingga dapat menjangkau pelanggan, pemasok dan
rekan bisnis lainnya. E-business systems memungkinkan pengiriman transaksi bisnis atau
informasi terkait lainnya antara pembeli dan penjual secara elektronik. Perusahaan yang
mengintegrasikan jaringan bisnis online dan off-line sebagai bagian strategi multichannel
disebut perusahaan bricks-and-clicks atau click-and-mortar.
Perkembangan commercial web browser pertengahan tahun 1990an menyebabkan
banyaknya pengembangan web sites untuk e-business. Manfaat yang akan diperoleh jika
melakukan bisnis via internet misal biaya masuk yang murah, kecepatan pengiriman
dokumen, kemampuan komunikasi multimedia serta semakin banyak rekan bisnis dan
pelanggan yang dapat dicapai melalui internet, juga mendorong pertumbuhan e-business
systems.

BRIEF HISTORY OF THE INTERNET


Internet awalnya digunakan oleh organisasi pemerintah AS dan sekelompok perusahaan
R&D di AS. Web browser komersial pertama yaitu Netscape Navigator yang dirilis tahun
1994 sebagai produk gratis mempercepat penyebaran penggunaan web nagivation yang
kemudian diikuti oleh Microsoft Internet Explorer browser, meningkatkan peluang bisnis
terhubung ke internet dimanapun serta mencapai pelanggan dan pemasok secara online. Web
(World wide web) adalah bagian dari internet, dengan kemampuan multimedia. Tidak ada satu
organisasipun yang memiliki internet. Tiap organisasi atau pengguna harus membayar
software dan hardware (untuk client dan server) serta akses jaringan. Teknologi web awalnya
dibuat untuk bertukar dokumen.
E-Business Technologies
Awalnya bisnis hanya memiliki alat untuk menciptakan tampilan web. Dokumen teks
dengan hyperlink dimuat dalam web server untuk berkomunikasi dengan berbagai
stakeholder. Lalu dikembangkan teknologi web untuk mendukung interaktivitas dengan
pengguna, diikuti dengan desain menarik pengunjung.
Penerapan cara yang aman untuk mengirimkan transaksi dan standar pemrosesan kartu
kredit meningkatkan pengembangan web site dengan kemampuan penjualan. Bank, dua
pemain utama kartu kredit (Visa dan mastercard) serta pemain utama di industri (Microsoft
dan Netscape) mengembangkan standar baru untuk mendukung transaksi business to
consumer (B2C) melalui web dan Secure Electronic Transaction (SET) versi pertama
diperkenalkan pada Juni 1997.
Penerapan kemampuan tanda tangan digital juga mendorong transaksi business to
business (B2B) yang aman via internet tahun 2000. Istilah web portal muncul yaitu situs yang
dirancang untuk menjadi titik akses awal atau gateway ke web site lainnya. Internet portal saat
ini tidak hanya mencakup mesin pencari tetapi juga berita, harga saham dan sumber informasi
lain dan hiburan. Banyak bisnis juga memiliki portal yang dirancang bagi karyawan untuk
memberikan akses terhadap web melalui intranet perusahaan, yang memfasilitasi
pengumpulan data karyawan untuk sistem penggajian dan personalia.

E-Business Systems_Maksi Malam Page 1


Beberapa bisnis juga menetapkan portal bagi rekan bisnis, yang diakses menggunakan
URL terpisah dari web site perusahaan, untuk memberikan akses terhadap informasi tertentu
(disebut extranet). Bersama dengan pengenalan web site publik dan extranet, perusahaan juga
perlu menyediakan jaringan online layanan pelanggan dan memastikan kehandalan dan
keamanan web site hosting.
Internet; jaringan yang meliputi seluruh dunia, sehingga dapat diakses oleh publik, yang
menggunakan TCP/IP protocol
Intranet; jaringan privat yang beroperasi dalam sebuah organisasi dan menerapkan TCP/IP
protocol untuk menyediakan informasi, aplikasi dan alat lain yang digunakan oleh
karyawan organisasi
Extranet; bagian dari intranet privat perusahaan yang dapat diakses via internet oleh
organisasi yang telah disetujui misal pelanggan atau pemasok
Web browser juga terus meningkatkan fungsinya dan kemudahan penggunaan telah
menjadi standard interface untuk mengakses tidak hanya teks dan gambar melainkan
multimedia (suara, gambar bergerak, video) dan tidak perlu melatih pengguna secara khusus.
Batasan terhadap pertumbuhan aplikasi B2C adalah kapasitas pipa saluran yang diakses
pengguna untuk jenis file dan media yang berbeda. Peningkatan penggunaan broadband
internet menyebabkan perusahaan mengubah isi web sitenya karena memungkinkan pipa
saluran komunikasi yang lebih besar dan download yang lebih cepat.
Meningkatnya penggunaan smartphone dengan koneksi wireless telah mendorong
perkembangan aplikasi e-business yang dirancang untuk smartphone yang disebut m-
commerce. Perusahaan memanfaatkan perkembangan ini dengan menyesuaikan isi yang
ditampilkan pada pelanggan berdasarkan lokasi geografis dan data demografis.
Standar teknologi untuk B2B e-business adalah XML (eXtensible Markup Language),
bahasa yang memfasilitasi pengiriman elemen data bisnis berkat kemampuan menambahkan
yang tepat. Sebelum komersialisasi internet, sebagian besar yang termasuk Fortune 1000 telah
menerapkan aplikasi electronic data interchange (EDI) menggunakan jaringan
telekomunikasi privat dari leased line atau value added network (VAN) yang disediakan pihak
ketiga. XML memungkinkan EDI yang lebih fleksibel dan murah karena memanfaatkan
internet sebagai jaringan komunikasi publik. Kurangnya keamanan online merupakan satu
batasan terbesar penyebaran sistem e-business berbasis internet.

Legal and Regulatory Environment


Beberapa isu terkait e-business adalah bagaimana pengenaan pajak penjualan produk
dan jasa yang dijual dengan website; perlindungan data konsumen yang diperoleh dengan
website. Banyak pihak mempertimbangkan perlunya kesepakatan internasional mengenai hal
ini namun terhambat oleh perbedaan kebijakan masing-masing negara terkait hak individu dan
perlindungan intellectual property.

STRATEGIC E-BUSINESS OPPORTUNITIES (AND THREATS)


Kerangka pra-Internet untuk menilai peluang strategis perusahaan dan ancaman adalah
model kekuatan kompetitif yang digagas oleh Michael E. Porter. Seperti dapat dilihat pada
Gambar 7.4, terdapat lima model kekuatan kompetitif yaitu pemasok perusahaan, pelanggan,
pendatang baru pasar (produk yang sama / jasa), produk pengganti yang berada di pasar, dan
pesaing perusahaan dalam waktu yang sama industri. Porter menggunakan model kekuatan

E-Business Systems_Maksi Malam Page 2


kompetitif ini untuk membuat prediksi tentang peluang komersial dan ancaman terhadap
industri dari perspektif perusahaan bata-dan-mortir tradisional. Ada tiga peluang utama e-
bisnis untuk perusahaan tradisional yang diidentifikasi, antara lain:
1. Pengadaan persediaan melalui Internet dapat meningkatkan daya perusahaan atas para
pemasoknya
2. Ukuran pasar potensial dapat sangat diperluas (karena jangkauan nasional dan global
Internet)
3. Saluran distribusi antara perusahaan tradisional dan pelanggan dapat dihilangkan.
Pertama dan ketiga peluang di sini mengacu pada potensi untuk memotong sebuah
perusahaan yang tradisional antara produsen (atau penyedia layanan) dan pelanggan untuk
produk (atau jasa). Sebagai contoh, sebuah perusahaan penerbangan yang digunakan, sangat
bergantung pada agen-agen perjalanan untuk menjual dan mencetak tiket pesawat; hari ini,
perusahaan penerbangan dapat melewati saluran ini dengan menjual tiket langsung ke
pelanggan melalui Web dan menyimpan biaya transaksi sekali dibayarkan kepada agen
perjalanan (travel) atau perwakilan layanan pelanggan mereka sendiri.

Namun, dalam artikel yang sama Porter juga mengidentifikasi sejumlah besar
ancaman e-bisnis untuk perusahaan tradisional, sebagai berikut:
1. Ada kompetisi yang lebih besar berdasarkan harga karena internet membuat lebih sulit
untuk menjaga produk atau penawaran layanan secara eksklusif
2. Pelebaran pasar geografis menyebabkan peningkatan jumlah pesaing
3. Internet mengurangi atau menghilangkan beberapa hambatan tradisional, seperti kebutuhan
untuk tenaga penjualan di-orang
4. Pelanggan memiliki daya tawar lebih karena mereka dapat melihat harga untuk produk
yang sama atau mirip dengan hanya melihat situs web dan dapat dengan mudah beralih
ke pesaing
Ancaman pertama dan keempat menunjukkan bahwa jauh lebih sulit untuk bersaing
berdasarkan diferensiasi produk atau perusahaan jasa seperti kualitas yang terlihat, layanan
kepada pelanggan, atau nilai unik lainnya yang dirasakan oleh pelanggan karena informasi
yang tersedia di Internet publik.
Inovasi situs Web terbaru telah menjadi bagian dari apa yang disebut sebagai
kemampuan Web 2.0, termasuk perangkat lunak jaringan sosial untuk berbagi di seluruh
pengguna Web individu dan komunitas virtual informasi. Selain dot-com platform media
sosial untuk berbagi informasi (misalnya, MySpace, Facebook, YouTube, dan Linked-In),

E-Business Systems_Maksi Malam Page 3


bisnis juga telah mulai memanfaatkan media sosial sebagai saluran pelanggan baru. Untuk
memahami pentingnya kedua fungsionalitas aplikasi e-bisnis dan inovasi bisnis mereka
mendukung, pada bagian selanjutnya kita fokus pada contoh perusahaan tradisional yang telah
berevolusi B2B dan B2C kemampuan mereka, serta perusahaan dot-com yang telah menjadi
nasional dan merek global.

B2B APPLICATIONS
Aplikasi B2B (Business to Business) yang memanfaatkan internet tidak terlihat oleh
publik dengan cara yang sama seperti situs Web untuk aplikasi-aplikasi B2C (Business to
Cunsumer). Sebelum Internet, banyak perusahaan besar memiliki sistem EDI eksklusif untuk
transmisi elektronik dari dokumen standar yang digunakan dalam jaringan pribadi. Bagi
banyak perusahaan kecil, pemakaian sistem EDI di masa lalu belum layak secara ekonomis,
dan untuk perusahaan-perusahaan kecil ini, Internet menciptakan peluang baru yaitu B2B.
Beberapa manfaat dicapai dengan aplikasi B2B melalui internet adalah sama seperti
yang sebelumnya dicapai oleh perusahaan-perusahaan besar dengan aplikasi EDI. Misalnya,
aplikasi B2B melalui internet dapat:
Mengurangi waktu siklus untuk melakukan bisnis dengan pelanggan dan pemasok
Mengurangi biaya melakukan bisnis dengan penanganan transaksi otomatis dan
penghapusan dokumen kertas, dan
Meningkatkan koordinasi lintas mitra bisnis.
Mayoritas transaksi B2B adalah untuk pengadaan online produk dari pemasok,
pemenuhan pesanan dari pelanggan, dan pelacakan pesanan. Penghematan biaya berkurang
dan meningkatkan waktu siklus juga merupakan hasil yang di dapat dari pasar online
(pertukaran) bagi pembeli untuk membeli barang dari beberapa pemasok, dan sebaliknya.
Gambar 7.6 adalah contoh dari tampilan online yang penawar bisa melihat selama lelang
sebelum disetujui untuk berpartisipasi.

Pesaing juga telah berusaha untuk berkolaborasi dalam pengembangan pertukaran


online. Misalnya, Covisint (diucapkan coh-viz-int) pada awalnya didirikan oleh tiga
perusahaan otomotif di Amerika Serikat menjadi pertukaran online yang independen untuk
sumber, lelang, dan kolaborasi lainnya. Namun, Covisint menghadapi hambatan besar untuk
operasional dan berbagi informasi di antara mobil besar karena undang-undang anti-trust di
AS. Perusahaan ini kemudian dijual kepada dua perusahaan yang berbeda.
Seperti ditunjukkan dalam Gambar 7.7, jika jumlah pembeli dalam industri spesifik
kecil, pembeli akan memiliki banyak "kekuatan pembeli"; ini menjelaskan mengapa

E-Business Systems_Maksi Malam Page 4


perusahaan mobil awalnya mencoba untuk berinvestasi dalam pertukaran baru bagi
perusahaan otomotif daripada membayar perantara independen untuk layanan online yang
mereka bisa mendanai sendiri. Demikian pula, jika jumlah penjual industri kecil, penjual akan
lebih cenderung mengandalkan kekuatan kompetitif mereka sendiri sebagai pemasok
strategis, atau bersatu, daripada membayar perantara independen untuk layanan online.
Namun, dalam industri di mana ada banyak pembeli dan penjual, perusahaan yang berfungsi
sebagai perantara online lebih mungkin untuk memiliki model bisnis yang berkelanjutan.
Pengadaan online komoditas MRO (materials, repair, and operations) dapat menghasilkan
penghematan biaya yang signifikan bagi perusahaan klien, meskipun produk komoditas
biasanya memiliki margin keuntungan yang sangat rendah.

Potensi manfaat lain dari sistem B2B melalui internet ditingkatkan berbagi informasi
dengan pemasok dan pelanggan tentang transaksi supply-chain melalui extranet. Aplikasi B2B
untuk akses ke informasi supply-chain pelanggan biasanya akan digunakan dengan hanya
beberapa mitra bisnis yang dipilih dengan yang hubungan yang kuat memiliki manfaat besar.
Banyak jenis aplikasi rantai pasokan dirancang untuk meningkatkan sebelum investasi sistem
perusahaan, terutama sistem ERP dengan modul SCM.
Aplikasi B2B diperkirakan akan terus tumbuh karena lebih banyak perusahaan di
seluruh dunia menerapkan standar ERP untuk lebih banyak lokasi dan mengembangkan portal
extranet untuk berbagi dengan mitra bisnis utama informasi. Pertumbuhan aplikasi e-bisnis ini
juga berarti bahwa keterampilan yang sama sekali baru yang dibutuhkan untuk auditor bisnis.

E-Business Systems_Maksi Malam Page 5


B2C APPLICATIONS
Pertumbuhan e-bisnis B2C (Business to Customer) di seluruh dunia tergantung pada
jumlah konsumen potensial yang memiliki akses internet. Seperti dapat dilihat pada Gambar
7.8, jumlah pengguna internet di seluruh dunia telah tumbuh secara terus-menerus. Pada akhir
2009, Amerika Utara masih memiliki persentase tertinggi dalam pengguna Internet oleh
penduduk (74%), tetapi penduduk Amerika Utara hanya sekitar 5% dari populasi dunia. Pada
tahun 2009, jumlah sebenarnya pengguna internet sudah jauh lebih besar pada dua benua lain:
Eropa dan Asia. Meskipun di Afrika khususnya, masih dalam masa pertumbuhan untuk
penerobosan internet, tingkat penggunaan internet pada tahun 2000-2009 di benua dengan
negara-negara kurang berkembang benar-benar luar biasa.

Manfaat potensial untuk aplikasi B2C untuk penjual yang relatif jelas, seperti yang
dirangkum dalam Gambar 7.9. Namun, manfaat aktual dari B2C yang dicapai untuk penjual
juga tergantung pada pasar di mana penjual bersaing (baik industri dan negara), apakah
perusahaan secara tradisional dijual langsung kepada konsumen akhir (baik oleh katalog atau
toko ritel), dan karakteristik dari produk atau jasa. Misalnya, produk yang dapat didigitalkan
(seperti musik dan film) dan jasa berdasarkan informasi yang dikumpulkan dapat
didistribusikan langsung kepada pelanggan menggunakan saluran online.
Pasar internasional juga telah menjadi semakin populer untuk penjualan B2C oleh
perusahaan AS karena biaya masuk yang lebih rendah dan nilai baru melemah dari mata uang

E-Business Systems_Maksi Malam Page 6


AS. Hambatan tradisional untuk ritel internasional termasuk pajak penjualan, bea atas barang
impor, biaya pengiriman, serta hambatan bahasa dan budaya, tetapi manfaat sekarang lebih
besar daripada biaya untuk banyak perusahaan. Namun, lebih mudah untuk melakukan
perdagangan dengan beberapa negara daripada yang lain karena kebijakan nasional tentang
aliran data lintas batas dan lain-lain yang dapat mendukung perusahaan dalam negeri.
Selanjutnya kita menggambarkan bagaimana enam perusahaan telah berkembang
penggunaannya Internet untuk aplikasi B2C, antara lain sebagai berikut:
1. Dua retailers dot-com yang telah outcompeted toko berbasis pada penjual (Amazon.com,
Netflix)
2. Dua retailers katalog tradisional yang menjadi innovator awal B2C dengan situs Web yang
memungkinkan pengguna untuk memesan produk-produk yang dapat disesuaikan (Dell,
Lands 'End)
3. Dua retailers toko tradisional yang telah berhasil mengintegrasikan sistem berbasis toko-
dan online mereka untuk melayani pelanggan tetap yang menggunakan kedua saluran
(Staples, Tesco)
Dari inovator B2C ini, kita dapat menarik beberapa kesimpulan tentang aplikasi desain
e-bisnis yang efektif. Pada akhir bab ini, kami juga menjelaskan apa yang membuat B2C situs
Web yang baik dari perspektif konsumen.

Two Dot-Com Retailers


Amazon.com adalah seorang pelopor dot-com yang dimulai sebagai penjual buku
secara online pada tahun 1995. Di bawah pendirinya Jeff Bezos, Amazon.com telah mampu
mempengaruhi publik karena berhasil sebagai "penggerak pertama" ritel yang menjual secara
online dengan cepat, merk" itu sendiri sebagai perusahaan dot-com terpercaya yang
memberikan pengalaman belanja online ramah pelanggan.
Dinamakan karena sungai Amazon adalah sungai terbesar didunia yang
melambangkan ukuran yang besar dan juga karena nama ini di awali dengan huruf A yang
muncul di awal urutan alfabet. Amazon.com diluncurkan sebagai toko online secara murni
pada tahun 1994 dengan slogan "Earths Biggest Bookstore." Awalnya Amazon.com hanya
sebagai ancaman bagi penjual buku superstore tradisional atau konvensional (misalnya,
Borders, Barnes & Noble), pada pertengahan 1999 Amazon telah berkembang dengan
meningkatkan fitur-fitur baru seperti Ebook, DVD, Mp3, Tv, Peralatan rumah dan masih
banyak lagi.
Sekalipun toko retail tradisional "bigbox", seperti Walmart, Target, dan Sears telah
menjadi pesaing baru. Agustus 2003 Amazon.com telah menjadi toko online "department
store" dengan pengunjung terbanyak, dan pada akhir tahun 2003, perusahaan akhirnya
melaporkan keuntungan tahun fiskal pertama. Pada tahun 2008, Amazon.com dilaporkan
menjadi situs online shopping paling populer di seluruh dunia, meskipun tidak berhasil
menembus pasar Cina.

Amazon.com telah lama dikenal sebagai pusat perbelanjaan online superior yang
berpengalaman untuk para konsumen, termasuk yang dipatenkan "one-click" metode
perbelanjaan online dan kemampuan personalisasi yang memberikan rekomendasi pembelian
berdasarkan keingnan pelanggan sendiri serta orang-orang oleh pelanggan online lainnya.
Pada tahun 2001, Amazon.com menerima penilaian (skor) kepuasan tertinggi dari pelanggan

E-Business Systems_Maksi Malam Page 7


sebagai perusahaan jasa (online atau offline) oleh pelanggan Amerika yang berpartisipasi
dalam survei.
Keberhasilan awal Amazon.com sebagai toko buku retail dengan nama dot-com di
tahun 1990-an juga telah dikaitkan dengan akses awal untuk infrastruktur distribusi besar
pertama yang dibangun oleh perusahaan lain. Misalnya, ketika retail online (dot-com) lainnya
gagal untuk mengirimkan pembelian di hari besar pada akhir tahun 1999, Amazon.com
mampu memenuhi 99 persen dari pesanan dalam waktu untuk liburan Natal. Ketika
perusahaan memperluas penawaran toko online di tahun-tahun berikutnya, ia juga harus
banyak berinvestasi pada fasilitas distribusi tambahan untuk menangani produk yang
digunakan sebagai pemenuhan persediaan perusahaan sendiri (termasuk elektronik).
Saat ini Amazon.com sebagai yang terdaftar di Fortune 500 dengan pendapatan $ 24.5
pada tahun 2009 dan laba bersih sekitar $ 1 miliar, selain itu Amazon.com terus berinovasi.
Sebagai contoh, memperkenalkan pembaca e-book pertama (Kindle) pada tahun 2007 dan
mulai menjual e-book dengan harga dari $ 25-$27 dan dalam bentuk hard copy dengan harga
$ 9,99.
Pada tahun 2009, perusahaan mensponsori program pilot di Universitas Princeton dan
universitas lain dengan memberikan fasilitas Kindle DX yang lebih besar, digunakan untuk
buku teks. Pada tahun 2010, keluarlah Kindle DX (software E-book) sebagai tonggak utama
perusahaan Amazon.com. Meskipun fakta bahwa Amazon dan pesaing lainnya masih
menggunakan software yang dipatenkan: Selama kuartal 2 tahun 2010 Amazon memiliki
penjualan e-book lebih tinggi dari penjualan buku hard copy. Salah satu hambatan untuk
adopsi standar industri e-book (disebut ePub) adalah bahwa penjual e-book tergantung pada
perjanjian penerbit untuk hak digital, dan perangkat lunak berkepemilikan mereka termasuk
kemampuan manajemen hak digital. Menanggapi pengenalan Apple iPad, Amazon
menciptakan aplikasi e-reader download untuk iPad, karena juga telah dilakukan untuk
iPhone, Blackberry, perangkat yang menggunakan platform Android Google, dan lain-lain.
Netflix (www.netflix.com) Netflix didirikan pada tahun 1998 tak lama setelah format
DVD telah menjadi standar baru untuk penyewaan video dan penjualan. Di bawah pendiri dan
CEO saat ini, Reed Hastings, perusahaan menggunakan biaya flat rate pada bisnis sewa film
online dengan sekitar 1.000 judul film. Pengertian Flat Rate adalah tarif atau perhitungan
biaya akses internet yang tidak bergantung pada waktu akses internet atau jumlah data yang
diambil. Pada tahun 2006, Netflix dilaporkan memiliki 6,3 juta pelanggan (peningkatan 50
persen dari tahun sebelumnya), pendapatan tahunan hampir $ 1 miliar dengan keuntungan
hampir $ 100 juta, dan inventarisasi lebih dari 75.000 judul film (dan Program TV), termasuk
koleksi yang luas pada dokumenter dan sulit untuk menemukan film independen. Pada tahun
2009, perusahaan memiliki pendapatan $1.67 billion.
Situs Web perusahaan (lihat Gambar 7.10) memiliki skema warna merah tebal yang
mempromosikan logo merek sederhana. informasi film disediakan dengan gambar dan teks,
dan situs yang dimiliki mudah digunakan, rupanya canggih dalam pencarian dan memiliki
kemampuan menyortir. Pelanggan membuat daftar pesanan (antrian) DVD untuk disewa
berisikan daftar pesanan yang telah dicantumkan. Pelanggan dapat memilih dari beberapa
rencana berlangganan bulanan dengan harga yang berbeda dan bervariasi dalam jumlah film
yang pelanggan dapat miliki dalam kepemilikan mereka pada waktu yang sama. Pada tahun
2007, sekitar 1,5 juta DVD sedang dikirimkan setiap hari ke kotak surat pelanggan yang lebih
dari 40 pusat distribusi di 29 negara yang berbeda, menggunakan Layanan AS Pos. Pelanggan

E-Business Systems_Maksi Malam Page 8


mengembalikan video ke Netflix dengan mengirim email ke alamat yang sama sebelumnya
yang telah ditujukan pada saat penyewaan tanpa ada perubahan email.
Mirip dengan ulasan pelanggan Amazon.com, anggota dapat membuat "Daftar
Teman," dengan siapa mereka berbagi antrian film mereka, dan memberikan peringkat film
yang dapat dilihat oleh anggota lain. Enam puluh persen pelanggan dilaporkan memilih
penyewaan mereka berdasarkan rekomendasi film yang disediakan oleh situs Web, yang
menggunakan algoritma (mirip dengan Amazon.com) yang memperhitungkan masa judul
sewa oleh pelanggan dan rekomendasi oleh anggota lain yang memiliki selera serupa.
Anggota juga dapat mendaftar untuk pemberitahuan e-mail (yaitu, informasiyang diterbitkan
oleh media, update perpustakaan video, ulasan media) dan RSS feed untuk akun dan rilis
informasi video.
Dibandingkan dengan beberapa dot-com lainnya dari tahun 1990-an, Netflix memiliki
modal usaha kurang untuk mendukung pertumbuhan awal. Namun, juga manfaat dari berada
di ceruk industri yang relatif baru (penyewaan film) di mana pesaing toko ritel terbesar lambat
untuk mengembangkan kemampuan multi channel. Pada bulan Januari 2007, Netflix mulai
meluncurkan layanan distribusi film digital melalui Internet menggunakan teknologi video
streaming eksklusif untuk komputer pribadi pelanggan, Mac, dan TV melalui aliansi dengan
perusahaan hardware, termasuk LG. visi jangka panjang perusahaan adalah untuk akhirnya
dapat memberikan film-film lama dan baru-baru dirilis ke layar, termasuk pada ponsel yang
tersambung ke Internet.

Two Traditional Catalog Retailers


DELL (www.dell.com) dalam industri PC, Dell Corporation (dahulu Dell Computer
Corporation) adalah salah satu yang pertama untuk membangun kemampuan konfigurasi PC
berbasis kebutuhan pelanggan. keuntungan penggerak awal adalah karena model bisnis yang
sudah ada: Tidak seperti pesaing yang diproduksi PC untuk saluran distribusi, Dell memiliki
(make to order) perakitan model yang menerima perintah dari saluran ritel langsung ke
pelanggan sendiri, menggunakan call center, fax, dan perintah. Diluncurkan pada Juli 1996,
situs Web Dell memanfaatkan aplikasi perangkat lunak dan pengalaman dari representasi
layanan pelanggan sendiri untuk menciptakan "self-service" aplikasi Web yang efektif yang
memungkinkan pelanggan online membuat pesanan PC sesuai kemauan dan kebutuhan
mereka sendiri. Pelanggan dapat melakukan percobaan dengan konfigurasi komputer yang
berbeda menggunakan "papan pilihan" kemampuan yang menunjukkan kepada mereka
perbedaan harga untuk komponen dan menghitung total harga sebelum menyelesaikan
pesanan mereka. Pelanggan mengirimkan pesanan PC mereka melalui situs Web, dan data
pesanan dijabarkan ke dalam desain, komponen yang diperintahkan, dan kemudian sumber
daya yang tepat secara elektronik dijadwalkan untuk memenuhi order langsung dari Dell.
Untuk penjualan ritel dalam melayani pelanggan bisnis, staf penjualan Dell bekerja
dengan manajer pengadaan spec PC untuk memilih sejumlah kecil konfigurasi PC dengan
harga sebelum negosiasi sesuai standar infrastruktur perusahaan dan kebutuhan karyawan.
Hanya pilihan ini ditampilkan ketika karyawan perusahaan mengakses halaman web yang
aman (Premier Pages) disesuaikan untuk perusahaan mereka. Konfigurasi biasanya juga
mencakup paket perangkat lunak aplikasi preloaded, kadang-kadang dengan gambar spesifik
perusahaan.
Hingga akhir tahun 2002, Dell adalah nomor satu di pangsa pasar untuk PC desktop
dan juga nomor satu toko komputer online. Namun, pada pertengahan 2006 Dell telah

E-Business Systems_Maksi Malam Page 9


kehilangan posisi pangsa pasarnya karena Hewlett-Packard atau yang lebih dikenal sebagai
merk HP (yang telah bergabung dengan Compaq Computer beberapa tahun sebelumnya). HP
adalah spesialis dalam memproduksi dan mengembangkan perangkat keras jaringan,
penyimpanan data, dan perancangan perangkat lunak. Perusahaan DELL memiliki Model
supply-chain yang sangat efisien dan pendekatan ritel penjualan langsung masih utuh, tapi
kemudian pesaingnya juga mampu bersaing secara online maupun melalui saluran distribusi
tradisional mereka. Pada bulan Januari 2007, Michael Dell kembali sebagai CEO, dan
beberapa bulan kemudian perusahaan mengumumkan bahwa mereka telah menandatangani
perjanjian dengan toko Walmart di Amerika Utara untuk mengembangkan saluran penjualan
lain. Pengumuman ini jelas mengisyaratkan bahwa model katalog build-to-order yang
pendirinya telah memanfaatkan untuk penjualan B2C di masa lalu dianggap menguntungkan
untuk bersaing dengan saluran distribusi toko untuk penjualan model PC low-end untuk
konsumen individu. Build-to-order merupakan model perusahaan dalam menjual produknya
dengan cara menyesuaikan permintaan pelanggan secara private, sedangkan low end untuk
PC kelompok rendahan baik dari spesifikasi maupun maupun harga. Pada tahun 2010, pangsa
pasar B2C masih tertinggal oleh HP, dan perusahaan melaporkan peningkatan fokus pada
penjualan untuk pelanggan bisnis serta meningkatkan posisi pasar sebagai penyedia layanan
teknis di sektor kesehatan karena layanan TI baru akuisisi (Perot sistem).
LANDS END (www.landsend.com) didirikan pada tahun 1963 pertama sebagai retail
peralatan berlayar, kemudian pakaian dan perabot rumah. LANDS END
(www.landsend.com) memasarkan produknya secara tradisional melalui katalog. Pada bulan
Oktober 2001, Lands 'End juga merupakan penggerak awal dalam menawarkan penjualan
online dari pakaian adat. Pelanggan menjawab beberapa pertanyaan tentang preferensi fit dan
tipe tubuh, dan dapat "mencoba" item dan pakaian menggunakan model 3-D melalui situs
Web-nya. Inovasi produk yang disesuaikan dimungkinkan oleh aliansi dengan pola dasar
Solutions, Inc (ASI), kecil start-up, didirikan oleh seorang manajer Levi Strauss Amerika
Utara sebelumnya. Levi telah melakukan eksperimen dengan pesanan online pakaian yang
disesuaikan oleh selera pelanggan tetapi, tidak seperti Lands 'End, dimana Lands End lebih
memilih penjualan produk secara tradisional melalui distributor daripada langsung ke
pelanggan. Algoritma ASI terjemahkan pengukuran pelanggan menjadi pola untuk memotong
kain untuk produk tertentu, yang kemudian secara elektronik disampaikan kepada produsen
untuk dilakukan proses produksi sesuai pola yang dibuat dalam pembuatan pakaian adat.
Selain itu, Lands End awal investasi IT termasuk software untuk melacak pesanan kustom
karena mereka akan mengirim melewati manufaktur yang berlokasi di lepas pantai.
Lands 'End dimulai dengan perintah kustom untuk sejumlah kecil produk. Pada tahun
2003, penjualan situs Web-nya dari celana kustom dan jins menyumbang 40 persen dari
penjualan untuk lini produk mereka. Perusahaan memperhatikan tempat yang mencerminkan
aturan pelayanan pengembalian yang murah hati untuk pesanan kustom, dan pelanggan yang
mengalami ketidak sesuaian sehingga didorong untuk "coba lagi" dengan memberikan
informasi tambahan. Perusahaan terus menggunakan pelanggan sebagai umpan balik untuk
meningkatkan algoritma perangkat lunak dengan ASI. Namun, pada tahun 2007 beberapa
pesaing (termasuk Levi) yang menawarkan opsi kustomisasi sendiri dan janji-janji yang sama
dengan adanya pengembalian uang, serta jaminan kepuasan pelanggan.
Lands 'End diakuisisi oleh retail Sears berbasis AS pada tahun 2002. Awalnya, situs
Web publik tidak memiliki hubungan istimewa dengan siapapun, kecuali untuk daftar Lands'
End "toko" dalam toko Sears di lokasi AS yang dipilih. Setelah beberapa tahun, kedua

E-Business Systems_Maksi Malam Page 10


perusahaan 'sistem yang terintegrasi sehingga pelanggan bisa kembali membeli pakaian dar
Lands' End secara online ke toko Sears.

Two Traditional Store Retailers


STAPLES (www.staples.com) Staples mulai sebagai retail superstore produk kantor
pada tahun 1986. Awalnya, perusahaan berfokus pada bisnis dan rumah kantor pasar kecil,
tapi pada akhir 1990-an itu telah dibuat situs Web yang terpisah untuk mendukung pengadaan
persediaan dan peralatan oleh Fortune 1000 perusahaan, ukuran perusahaan kelas mengenah
dan usaha kecil, serta divisi katalog, dan 1.100 toko di enam kabupaten.
Dimulai pada tahun 1998 diluncurkan dari divisi online, strategi Staples adalah untuk
menyelaraskan online dan divisi off-line dalam mengambil keuntungan dari infrastruktur yang
ada untuk pemenuhan pesanan toko dan katalog penjualan ritel. Integrasi multichannel awal
juga tidak diragukan lagi dipupuk oleh peristiwa eksternal lainnya: Rencananya untuk IPO
(IPO) dari saham pelacakan untuk unit online ditinggalkan karena krisis dot-com di tahun
2000. Hingga akhir tahun 2006, Staples adalah perusahaan terbesar yang menghasilkan
produk kantor dunia; tahun 2010 penjualan sebesar $23 miliar yang dihasilkan dari situs Web
publik, situs extranet, katalog, dan toko di 27 negara.
TESCO (www.tesco.com) Berkantor pusat di Inggris, Tesco mulai berdiri sebagai
supermarket (swalayan) pada tahun 1956. Ketika itu mulai meningkatkan kapabilitasnya
sebagai pengirim grosir kebutuhan makanan (kelontong) secara online pada empat dekade,
kemudian telah berkembang menjadi item non kelontong; superstore ritel khas memiliki 50
persen dari ruang rak yang dikhususkan untuk barang non kelontong.
Oleh karena berbelanja biasanya melibatkan banyak pembelian berulang, pelanggan
bisa mulai pesanan mereka dengan membuat daftar belanja online untuk diperiksa kembali,
serta membuat daftar "My Favourites" dari display tersebut harus mencakup semua item,
kemudian baru dibeli. Konsumen bisa memesan menggunakan komputer mobile dan telepon
seluler (dengan protokol WAP) pada awal 2001. orderan yang diambil dari rak-rak toko oleh
petugas terlatih menggunakan troli dengan scanner komputer. Jika barcode produk dipindai
tidak dapat ditemukan pada item permintaan, peringatan akan terdengar sehingga koreksi
dapat dibuat. Karyawan juga memeriksa tanggal kadaluarsa produk dan kesegarannyz, serta
mencatat preferensi konsumen, seperti bagaimana pisang hijau yang ideal. Di dalam toko dan
pembelian online memiliki harga yang sama, dan jika konsumen telah membuat pembelian di
toko menggunakan kartu klub Tesco, pembelian di toko yang terintegrasi dengan daftar
belanja online.
Pelanggan Tesco meminta pengiriman hari atau waktu yang telah ditentukan dengan
pengetahuan tentang tarif flat yang akan dikenakan, atau tarif premium untuk kombinasi hari /
waktu tertentu. Pada saat pengiriman ke rumah, substitusi telah dibuat karena item out-of-
stock, mereka akan ditandai dengan jelas sehingga pelanggan bisa menolak mereka pada saat
pengiriman di luar waktu perjanjian.

Tantangan ritel online lainnya yang dihadapi Tesco sama dengan yang dihadapi oleh
pesain lainnya dan perusahaan (termasuk Staples): (1) pembentukan insentif penjualan
sehingga manajer dari 300 toko tradisional tidak akan dikenakan sanksi karena saluran
penjualan online dan (2) investasi di fasilitas tambahan untuk hasil akomodasi dan pengiriman
pesanan online. Kedua isu awalnya ditangani dengan menggunakan toko biasa untuk
memenuhi pesanan secara online, meskipun menghindari investasi di gudang besar juga
menyebabkan peningkatan risiko di dalam toko untuk barang yang tidak terjual dan (karena

E-Business Systems_Maksi Malam Page 11


troli) dan penyimpanan udara cukup sebelum pengiriman. Tesco berkembang kemampuan
dengan multichannel, mulai pemenuhan pesanan secara online di supermarket terbesar dan
akhirnya dibangun fasilitas hanya untuk mendukung penjualan dot-com (Enders dan Jelassi,
2009). Pada 2009, Tesco dilaporkan menjadi salah satu dari hanya empat yang berhasil
pengecer multi channel kelontong di dunia, bersama dengan Auchan dan Carrefour di
Perancis dan Sainsbury di Inggris.

DOT-COM INTERMEDIARIES
Pada pertengahan 1990-an, terdapat sebuah keyakinan bahwa Internet akan memiliki
efek disintermediasi pada perantara tradisional, seperti pedagang besar yang mendistribusikan
barang untuk pengecer. Artinya, perusahaan yang menjadi perantara antara perusahaan yang
menciptakan produk atau jasa dan pembeli mereka dianggap tidak lagi layak secara ekonomi.
Sebaliknya, produsen atau perusahaan jasa akan mengadopsi direct-to-consumer strategi
mereka sendiri penjualan. Sebagaimana dibahas sebelumnya, ini tentu menjadi kenyataan bagi
agen perjalanan yang perantara perusahaan maskapai penerbangan untuk layanan pelanggan
lainnya ticketing dan jasa lainnya.
Secara umum, perantara yang sukses harus mampu menarik basis pengguna yang
cukup besar yang akan menghasilkan pendapatan untuk membayar layanan unik yang
menawarkan kepada pembeli, penjual, dan / atau pencari online. Model perantara yang telah
berhasil meliputi berikut ini:
Lelang untuk barang bekas atau baru dimana pembeli dan / atau penjual membayar biaya
karena perantara dapat menarik penonton yang diinginkan
Sebuah situs yang telah dikumpulkan informasi tentang produk yang sama atau jasa dari
beberapa penjual dimana pembeli dan / atau penjual membayar biaya untuk mengurangi
sendiri pencarian informasi atau pemasaran biaya
Dot-com intermediaries berfungsi sebagai portal telah muncul untuk membantu
pengguna menemukan situs Web dan untuk menawarkan layanan Internet-spesifik lainnya.
Misalnya, pengguna internet diperlukan situs Web untuk membantu mereka link ke situs lain
yang mereka tidak tahu URL atau bahkan tidak tahu sumber situs web tertentu ada:
Pencarian Webtool berbasis user-provided text yang bernilai pengiklanan karena
pengiklanan mereka dapat ditarget untuk pengguna yang masuk kata pencarian spesifik
Tiga contoh dot-com diuraikan dalam bagian ini memberikan satu atau lebih jenis
layanan online:
eBay, (www.ebay.com), pelopor dalam C2C e-bisnis yang salah satu yang pertama
perusahaan dot-com untuk mencapai profitabilitas berdasarkan biaya kecil dibayar untuk
daftar lelang dan penjualan; hari ini ia memiliki jangkauan global dan juga B2C dan B2B
intermediaries.
Google (www.google.com), dot-com dengan algoritma pencarian superior Web yang saat
ini mendukung lebih dari setengah dari pencarian internet yang disampaikan setiap hari di
seluruh dunia; hari ini di banyak bisnis yang berhubungan dengan IT, termasuk layanan
pemetaan, sistem operasi untuk ponsel, dan penyimpanan data untuk catatan kesehatan
individu.
Facebook (www.facebook.com), sebuah jejaring sosial dot-com yang tumbuh dari sebuah
perangkat lunak untuk menghubungkan mahasiswa pada tahun 2004 ke situs menarik lebih
dari 500 juta pengguna di seluruh dunia pada tahun 2010.

E-Business Systems_Maksi Malam Page 12


eBay (www.ebay.com) eBay telah berhasil sebagai perantara yang menyatukan
pembeli dan penjual individu dari seluruh dunia yang mungkin tidak menemukan satu sama
lain. Diluncurkan pada tahun 1995, perusahaan telah menangkap sekitar 80 persen dari pasar
lelang online pada tahun 2000, dengan lebih dari $ 5 miliar dalam penjualan barang dagangan
dari 250 juta lelang dan peserta global. Selama tahun 2007, itu dihasilkan sekitar $
77000000000 dalam perdagangan. Namun, pada tahun 2008 eBay kehilangan peringkatnya
sebagai situs belanja paling populer untuk Amazon dan pangsa pasar global beresiko karena
pesaing domestik di luar Amerika Serikat yang telah disalin model bisnis untuk menangkap
pangsa pasar yang lebih besar di negara mereka.
Transfer sebenarnya dari dibeli baik terjadi antara pembeli dan penjual, tapi eBay
memelihara data tentang transaksi dan melacak penjualan untuk penjual dan pembelian untuk
pembeli. Sejak menjaga kepercayaan dari pembeli dan penjual adalah kunci untuk
kelangsungan hidupnya, salah satu taktik awal eBay untuk self policing adalah untuk
mendorong pembeli untuk menilai penjual mereka, dan sebaliknya. Perusahaan juga
menawarkan cakupan asuransi untuk barang-barang dari jenis dan nilai tertentu dan
memfasilitasi proses untuk menyelesaikan sengketa antara pembeli dan penjual. Pada tahun
2009, presiden bisnis lelang eBay, CEO Meg Whitman, menyerahkan kendali ke John
Donahue setelah satu dekade sukses pertumbuhan global.
GOOGLE (www.google.com) Google didirikan pada tahun 1998 oleh dua mahasiswa
pascasarjana Universitas Stanford di usia dua puluhan yang menempatkan studi mereka
ditahan untuk mengembangkan kemampuan pencarian Web dengan hasil yang lebih relevan
daripada layanan pemain dominan pada waktu itu (Yahoo!) : algoritma PageRank, di mana
halaman yang terhubung ke halaman lain diberi bobot lebih tinggi dengan asumsi bahwa
mereka cenderung lebih berguna. Nama perusahaan adalah plesetan dari kata googol: angka 1
yang diikuti oleh seratus nol. Dalam waktu dua tahun, itu kesembilan situs Web AS dalam hal
pengunjung unik bulanan (24,5 juta) tanpa uang yang dihabiskan untuk pemasaran.
Perusahaan juga telah dikenal di masa lalu sebagai dot-com dengan nilai-nilai perusahaan
yang khas, dengan slogan "Jangan jahat" dan cita-cita demokrasi lain yang terkait dengan
ilmu komputer dan teknik profesional pada umumnya dan awal inovator Silicon Valley.
pendekatannya untuk penawaran umum perdana (IPO) pada pertengahan tahun 2004
diperkuat desakan pendirinya 'bahwa itu adalah sebuah perusahaan dari orang-orang, seperti
harga IPO awal ditentukan dengan lelang Belanda daripada bankir investasi. Meskipun
pendapatan awalnya perusahaan hanya didasarkan pada penjualan perangkat lunak mesin
pencari untuk entitas lain, perusahaan mengubah model bisnis untuk menangkap pendapatan
iklan. Pada awalnya, perusahaan membayar untuk dicatatkan berdasarkan kata kunci. Dengan
Maret 2003, Google telah meluncurkan layanan iklan bertarget di iklan yang diposting
berdasarkan "kontekstual" hasil pencarian, dan pada 2007 perusahaan pendapatan iklan online
adalah lebih dari $16 milyar, yang lebih dari 50 persen dari pasar iklan internet (lihat kotak
berjudul "Bagaimana leverage Search Engine"). Tahun 2007 pengumuman dan pembelian
kemudian berhasil DoubleClick dihasilkan masalah privasi individu, sebagai perusahaan yang
sudah memiliki akses ke data agregat pada jutaan pencarian Web individu, dan DoubleClick
memiliki layanan iklan yang ditargetkan. Pada pertengahan 2010, itu mengejar akuisisi
perusahaan software game, seperti pengiklan mulai berinvestasi dolar pemasaran yang lebih
dalam permainan yang bisa mempengaruhi gamer tentang produk untuk membeli. Pada bulan
Juli 2010, Google memiliki izin untuk mengoperasikan daratan situs Cina itu dimulai pada
tahun 2006 (Google.cn) baru di perjanjian kompromi dengan pemerintah Cina

E-Business Systems_Maksi Malam Page 13


FACEBOOK (www.facebook.com) Didirikan pada tahun 2004 oleh CEO Mark
Zuckerberg, Facebook melampaui pelopor situs jejaring sosial MySpace dengan lebih dari
500 juta pengguna pada pertengahan tahun 2010. Seperti MySpace, pengguna Facebook
membuat profil dan bergabung dengan jaringan berdasarkan preferensi pribadi, daerah, atau
afiliasi lainnya untuk messaging, berbagi informasi, berbagi foto, dan sekarang bahkan
bermain game online bersama. Awalnya hanya terbuka bagi mahasiswa, kategori pengguna
lebih tua dari 34 telah menjadi yang paling cepat berkembang demografi seperti ini anggota
yang lebih tua menemukan situs nyaman untuk menyalakan kembali persahabatan dan
afiliasi. Situs ini juga memiliki keberadaan global: Pada akhir tahun 2007, telah mendapatkan
lebih banyak pengunjung non-US dari MySpace, dan pada tahun 2010, sekitar 70 persen
pengguna Facebook berada di luar Amerika Serikat (Fletcher, 2010). Pendiri Facebook tegas
percaya bahwa orang-orang ingin tetap terhubung dengan teman-teman dan ingin berbagi
lebih banyak informasi dengan mereka dari waktu ke waktu. Model jejaring sosial aslinya
adalah bahwa pengguna memasukkan informasi pribadi, gratis, yang hanya berbagi dengan
orang-orang bahwa pengguna telah berwenang untuk melihatnya. Model bisnis bergantung
pada asumsi bahwa teman-teman satu juga cenderung ingin melihat film yang sama, membeli
produk yang sama, atau memiliki pengalaman online yang sama. Misalnya, tombol Facebook
Like dapat diklik ketika mengunjungi situs Web lain, dan teman-teman pengguna dapat
belajar tentang rekomendasi ini dari profil pengguna, sebuah update status yang disebut, atau
mungkin di situs Web lain itu sendiri (dengan pengguna nama dan foto yang ditampilkan).
Meskipun situs-situs seperti Google menerima pendapatan dari layanan iklan berdasarkan
kata pencarian yang dimasukkan oleh individu, Facebook dapat menawarkan pengiklan target
pemasaran berdasarkan pengguna karakteristik aktual atau web surfing, serta akses ke
jaringan yang pengguna dari teman-teman.
Tantangan utama bahwa pemilik Facebook telah terus-menerus dihadapi adalah
bagaimana untuk memiliki perusahaan yang menguntungkan tanpa melanggar kepercayaan
yang pengguna telah ditempatkan di perusahaan untuk menjaga privasi informasi pribadi
mereka (Swisher dan Mossberg, 2010). Platform Facebook dapat digunakan oleh pengembang
lain untuk membuat aplikasi seperti game, review berbagi, dan feed berita yang kemudian
diintegrasikan ke dalam situs-untuk profil individu tersebut. Beberapa aplikasi ini
mendapatkan akses ke data pribadi individu, dan perusahaan telah memiliki beberapa salah
langkah seperti yang telah dibuat perubahan pengaturan privasi situs tanpa opt-in persetujuan
pengguna.

SPECIAL ISSUE: WHAT MAKES A GOOD WEB SITE FOR CONSUMERS


Desain situs web merupakan faktor penting untuk pengalaman awal online pengguna.
Untuk perusahaan dengan aplikasi e-bisnis untuk konsumen, baik sebagai penjual atau
perantara, situs Web perusahaan adalah perusahaan. Selain perusahaan operasi yang handal
dan berkualitas tinggi layanan pelanggan dan eksekusi, fungsional dan karakteristik estetika
situs Web sendiri tentu saja sangat penting untuk dot-com serta batu bata dan klik perusahaan.
Sebuah kerangka yang berguna untuk memikirkan desain situs Web dari perspektif
antarmuka manusia-komputer adalah model 7Cs dikembangkan oleh pemasaran pendidik
Rayport dan Jaworski (2004):

E-Business Systems_Maksi Malam Page 14


Context Tata letak situs dan desain, yang meliputi fungsi dan estetika penampilan, atau
keduanya
Content Penggunaan teks, gambar, suara, dan video yang sesuai untuk bisnis
Commerce Kemampuan situs untuk melakukan transaksi komersial
Customization Kemampuan situs untuk menyesuaikan diri dengan pengguna tertentu
atau kemampuan yang memungkinkan pengguna untuk personalisasi situs untuk diri
mereka sendiri
Community Cara bahwa situs tersebut memungkinkan perasaan keanggotaan dan
kepentingan bersama dengan pengguna lain dari situs
Communication Ketersediaan situs-to-pengguna dan user-to-situs komunikasi, termasuk
asynchronous (e-mail), real-time video, saluran telepon
Connection Penanganan dari Web link ke situs-seperti eksternal lainnya sebagai jendela
terpisah
Atribut kunci lain dari sebuah situs Web yang baik terkait dengan karakteristik
lingkungan operasional kedua sisi klien dan server Web samping serta jaringan yang diakses.
masalah teknis umum yang perlu diantisipasi termasuk download penundaan, masalah
pencarian, serta kelemahan keamanan (Straub, 2004). Toleransi pengguna untuk
mendownload kali juga akan menjadi fungsi dari tujuan pengguna dan apakah mereka
terhubung ke kecepatan tinggi yang sesuai line broadband untuk tugas. Meskipun
keterlambatan waktu download dan menampilkan layar tentu saja dapat berada di sisi server,
sisi klien, dan / atau menjadi fungsi dari infrastruktur jaringan antara klien dan server,
pengguna biasanya tidak akan tahu sumber mereka frustasi menunggu waktu.
Misalnya, pengguna ponsel biasa dapat menggunakan perangkat untuk jangka waktu
yang lebih singkat dan dalam konteks yang sangat berbeda. Sebuah metode pembayaran yang
aman yang menuntut perhatian kognitif minimal dari pengguna ponsel yang dibutuhkan, serta
proses checkout kental cocok untuk layar kecil (Lee dan Benbasat, 2003). Mengingat
ketergantungan luas pada telepon selular di negara-negara kurang berkembang tanpa akses
broadband, memahami perbedaan desain potensi tidak hanya aplikasi mobile tetapi juga
aplikasi yang menargetkan bangsa dan budaya yang berbeda juga perlu meningkatkan
perhatian.

SPECIAL ISSUE: WHAT MAKES A GOOD B2C SOCIAL MEDIA PLATFORM


Pada tahun-tahun awal dari fenomena dot-com media sosial, fokus pada jaringan
interpersonal berita alam berbagi sosial, foto, dan informasi pribadi lainnya atau pengalaman
dan mendukung komunikasi tepat waktu di seluruh jaringan orang virtual. Pada tahun 2010,
layanan berita serta organisasi nirlaba telah memeluk media baru, termasuk organisasi politik.
Kedua perusahaan besar dan kecil juga sudah mulai memanfaatkan platform media sosial
masyarakat sebagai saluran baru untuk menarik pelanggan saat ini atau masa depan. Menurut
2009 survei McKinsey akhir dari eksekutif di seluruh dunia, 56 persen dari organisasi yang
menggunakan 2.0 aplikasi untuk berkomunikasi dengan pelanggan Web, dan lebih dari 64
persen menggunakan jenis aplikasi internal (Bughin dan Miller, 2009).

E-Business Systems_Maksi Malam Page 15


Di antara Fortune 500 perusahaan, Facebook dan Twitter telah menjadi platform yang
paling populer untuk terlibat dengan lingkungan pelanggan virtual (Culnan dan McHugh,
2009). Meskipun perusahaan kecil dan besar tidak selalu menemukan bahwa nilai
menghalalkan cara, kegiatan usaha utama adalah untuk branding, penjualan, layanan
pelanggan dan dukungan, dan kegiatan pengembangan produk. situs Web perusahaan dan ritel
memiliki link ke dan dari halaman mereka sendiri media sosial dan / atau link langsung
dengan platform media sosial umum.
Beberapa kriteria yang digunakan konsumen untuk mengevaluasi sebuah situs media
sosial juga penting untuk bisnis yang berusaha untuk memanfaatkan ini jaringan online: (1)
memberikan pengguna kontrol atas pengaturan privasi mereka sehingga mereka dapat
mengontrol siapa yang melihat data pribadi mereka dan (2) transparansi bisnis. Bisnis yang
memilih untuk memanfaatkan konten gratis atau membayar pemilik platform untuk iklan yang
ditargetkan untuk para penggunanya perlu diingat nilai-nilai dan harapan para anggota
komunitas online. Banyak perusahaan telah melaporkan bahwa waktu dan usaha yang
dihabiskan untuk pemasaran media sosial lebih besar dari yang diharapkan. Namun demikian,
perusahaan juga perlu waspada untuk blog oleh pelanggan yang tidak senang atau pemegang
saham, serta Tweets oleh penipu.
Hubungan dengan pidatonya bisa dilihat secara keseluruhan di YouTube, dan mereka
yang menonton upacara pelantikannya online di CNN bisa menggunakan Facebook Connect
untuk chatting dengan pemirsa lainnya secara real time. Mantan presiden AS Ronald Reagan
mungkin masih dianggap "komunikator besar" di depan kamera, tapi Presiden Obama telah
membawa keterampilan kampanye ke era digital.

SUMMARY
Lingkungan hukum dan peraturan yang Amerika Serikat awalnya berbentuk lanskap e-
bisnis, tetapi sektor swasta adalah sumber teknologi dan inovasi bisnis. Bertahan pelopor dot-
com yang startups di pertengahan 1990-an tidak hanya mengembangkan kemampuan
teknologi yang unggul tetapi juga terus berkembang model bisnis mereka untuk menanggapi
pesaing nasional dan global. Pada saat yang sama, perusahaan tradisional telah berinvestasi
dalam aplikasi e-bisnis yang memanfaatkan Internet sebagai saluran baru untuk komunikasi
dan bangunan yang ada dan hubungan baru dengan mitra bisnis dan konsumen akhir.
Meskipun bursa B2B online yang dimiliki oleh perusahaan independen, atau
konsorsium, telah terbukti sulit untuk mempertahankan kecuali kedua pembeli dan penjual
pasar yang terfragmentasi, perusahaan telah berinvestasi di perangkat lunak untuk pengadaan
online bahan langsung dan tidak langsung, dengan atau tanpa dukungan penyedia layanan
khusus. Jenis lain dari aplikasi B2B yang memanfaatkan investasi rantai pasokan software
perusahaan juga menghasilkan manfaat besar dalam efisiensi biaya, peningkatan siklus waktu
respon, dan kolaborasi yang lebih erat dengan mitra bisnis yang dipilih, serta jangkauan
global.
Meskipun pengecer dot-com pada tahun 1990 awalnya memiliki keuntungan lebih dari
perusahaan tradisional dalam mengembangkan kemampuan efektif B2C, katalog tradisional
dan toko pengecer dalam banyak kasus telah mendapatkan keuntungan lebih dari pesaing
dengan hanya saluran online. Jenis kemampuan multi channel, bagaimanapun, memerlukan
mengintegrasikan sistem yang mendukung secara online dan saluran off-line. Baik batu bata
dan klik dan pengecer dot-com telah berkembang model bisnis mereka serta online mereka

E-Business Systems_Maksi Malam Page 16


dan kemampuan distribusi di belakang layar. Selain itu, perantara dot-com telah terus muncul,
dan kisah sukses terbaru adalah perusahaan yang telah memanfaatkan platform jejaring sosial.
Hari ini kita memiliki pemahaman yang relatif baik dari apa yang membuat aplikasi e-bisnis
yang dirancang untuk pengguna desktop dan laptop, serta untuk perangkat genggam. Namun,
masih banyak yang harus dipelajari tentang bersaing di era digital di negara-negara di benua
lain selain Amerika Utara dan Eropa.

E-Business Systems_Maksi Malam Page 17


DAFTAR PUSTAKA

Brown, Carol V, Daniel Dehayes W, Jeffery A Hoffer, E. Wainright Martin, William C


Perkins. Managing Information Technology. 2012. Prentice Hall. U.S.A.