Anda di halaman 1dari 27

ILMU SOSIAL DASAR

TENTANG
WARGA NEGARA DAN NEGARA

KELOMPOK 6 :
1. PUTRI GUSFIA (1411222028)
2. NANDA GUSRIA PUTRI (1611222001)
3. RIZKI ANNISA (1611222009)
4. VONIA MELIZA D (1611221010)

ILMU GIZI
FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS ANDALAS

2017
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, Puji Syukurkami ucapkan kehadirat Allah SWT yang


telah memberikan nikmat rahmat dan karunianya kepada kami semua, hingga
kami dapat menyelesaikan makalah Ilmu Sosial Dasar kami yang berjudul
Warga Negara Dan Negara
Terlebih dahulu kami sebagai penulis memohon maaf, karena kami
menyadari bahwa makalah ini sangat jauh dari kesempurnaan, baik dari segi isi,
bahasan maupun tulisannya. Oleh karena itu segala kritik dan saran dari semua
pihak yang sifatnya membangun sangatlah kami harapkan untuk dijadikan
sebagai koreksi maupun acuan yang memberikan nilai tambah untuk
kedepannya.
Akhir kata, kami berharap semoga makalah ini menjadi pedoman yang
bermanfaat bagi kita agar dapat menambah pengetahuan.

Padang, 23 Februari 2017

Kelompok 6

1
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR................................................................................ i
DAFTAR ISI.............................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang......................................................................................
1
B. Rumusan Masalah.................................................................................
1
C. Tujuan Penulisan...................................................................................
1
BAB II PEMBAHASAN
A. Warga Negara........................................................................................
2
B. Negara...................................................................................................
6
C. Hubungan Warga Negara dengan Negara.............................................
17
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan...........................................................................................
18
B. Saran.....................................................................................................
18
DAFTAR PUSTAKA

2
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Negara merupakan alat dari masyarakat yang mempunyai kekuasaan
untuk mengatur hubungan manusia dalam masyarakat. Rakyat yang tinggal
disuatu Negara menjadi penduduk suatu Negara. Warga Negara memiliki
hubungan dengan negaranya. Kedudukannya sebagai warga Negara
menciptakan hubungan berup peranan, hak, kewajiban yang bersifat timbal
balik.
Warga Negara merupakan orang-orang yang secara resmi ikut menjadi
bagian dari penduduk dimana mereka menjadi salah satu unsure Negara.
Setiap warga Negara mempunyai hak dan kewajiban masing-masing yang
harus dilakukannya. Segala sesuatu tentang hak dan kewajiban tersebu sudah
diatur oleh Negara. Dan demi terwujudnya kesejahteraan setiap warga Negara
harus dapat menyeimbangkan antara hak dan kewajiban.
B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam makalah ini adalah :
1. Apa Pengertian Warga Negara?
2. Apa Pengertian Negara?
3. Bagaimana Hubungajn Warga Negara dengan Negara?

C. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini untuk menambah wawasan mengenai
warga negara dan negara.

1
BAB II
PEMBAHASAN

A. WARGA NEGARA
1. Pengertian Warga Negara
Warga Negara adalah sekumpulan orang yang tinggal dalam suatu
tempat yang memiliki nama tempat yang sudah diakui keberadaannya
oleh undang-undang yang berlaku.

Beberapa pengertian warga negara :

a. A.S. Hikam : Mendefinisikan bahwa warga negara merupakan terjemahan


dari citizenship yaitu anggota dari sebuah komunitas yang membentuk
negara itu sendiri. Istilah ini menurutnya lebih baik ketimbang istilah
kawula negara lebih berarti objek yang berarti orang- orang yang dimiliki
dan mengabdi kepada pemiliknya.
b. Koerniatmanto S : Mendefinisikan warga negara dengan anggota negara.
Sebagai anggota negara, seorang warga negara mempunyai kedudukan yang
khusus terhadap negaranya. Ia mempunyai hubungan hak dan kewajiban
yang bersifat timbal balik terhadap negaranya.
c. Roger F. Soltau : Negara adalah alat atau wewenang yang mengatur atau
mengendalikan persoalan bersama atas nama masyarakat.
d. Georg Jellinek : Negara merupakan organisasi kekuasaan dari kelompok
manusia yang telah berdiam di suatu wilayah tertentu.
e. Prof. R. Djokosoetono : Negara adalah suatu organisasi manusia atau
kumpulan manusia yang berada di bawah suatu pemerintahan yang sama.
f. Prof. Mr. Soenarko : Negara ialah organisasi manyarakat yang mempunyai
daerah tertentu, dimana kekuasaan negara berlaku sepenuhnya sebagai
sebuah kedaulatan.

Aristoteles : Negara adalah perpaduan beberapa keluarga mencakupi


beberapa desa, hingga pada akhirnya dapat berdiri sendiri sepenuhnya,
dengan tujuan kesenangan dan kehormatan bersama.

2
g. UU No. 62 Tahun 1958 : menyatakan bahwa negara republik Indonesia
adalah orang orang yang berdasarkan perundang undangan dan atau
perjanjian perjanjian dan atau peraturan peraturan yang berlaku sejak
proklamasi 17 agustus 1945 sudah menjadi warga negara republik Indonesia

Ketentuan Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 26 mengatur mengenai Warga


Negara :
1. Yang menjadi warga negara ialah orang-orang bangsa Indonesia asli dan
orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai
warga negara. Yang dimaksud "orang-orang bangsa Indonesia asli adalah
orang Indonesia yang menjadi Warga Negara Indonesia sejak kelahirannya
dan tidak pernah menerima kewarganegaraan lain atas kehendak sendiri."
2. Penduduk ialah warga negara Indonesia dan orang asing yang bertempat
tinggal di Indonesia.
3. Hal-hal mengenai warga negara dan penduduk diatur dengan undang-
undang.

Pelaksaan selanjutnya dari pasal 26 UUD 1945 diatur dalam UU no 62 tahun 1958
tentang kewarganegaraan RI yang pasal 1 nya menyebutkan Warga Negara RI
ialah :
a. Orang-orang yang berdasarkan perundang-undangan dan/atau perjanjian-
perjanjian dan/atau peraturan-peraturan yang berlaku sejak proklamasi 17
agustus 1945 sudah warga Negara republic Indonesia
b. Orang yang pada waktu lahirnya mempunyai hubungan hokum kekeluargaan
dengan ayah nya, seorang warga Negara RI, dengan pengertian bahwa
kewarganegaraan karna RI tersebut dimulai sejak adanya hubungan hokum
kekeluargaan ini diadakan sebelum orang itu berumur 18 tahun atau sebelum
ia kawin pada usia dibawah umur 18 tahun
c. Anak yang lahir dalam 300 hari setelah ayahnya meninggal dunia, apabila
ayah itu pda waktu meninggal dunia warga Negara RI
d. Orang yang pada waktu lahirnya ibunya warga Negara RI, apabila ia pada
waktu itu tidak mempunyai hubungan hokum kekeluargaan dengan ayahnya
e. Orang yang pada waktu lahirnya ibunya warga Negara RI, jika ayahnya tidak
mempunyai kewarganegaraan atau selama tidak diketahui kewarganegaraan
ayahnya

3
f. Orang yang lahir dalam wilayah RI selama tidak diketahui kedua orang tua
nya
g. Orang yang lahir di dalam wilayah RI jika kedua orang tuanya tidak
mempunyai kewarganegaraan atau selama kewarganegaraan kedua orang tua
nya tidak diketahui
h. Orang yang lahir di dalam wilayah RI yang pada waktu lahirnya tidak
mendapat kewarganegaraan ayah atau ibunya dan selama iya tidak mendapat
kewarganegaraan ayah atau ibunya itu
i. Orang yang memperoleh kewarganegaraan RI menurut aturan UU ini.

Selanjutnya di dalam penjelasan umum UU no 62 tahun 1958 ini dikatakan


bahwa kewarga negaraan RI:
a. Karena kelahiran
b. Karena pengangkatan
c. Karena dikabukalkan permohonan
d. Karena kewarganegaraan
e. Karena atau sebagai akibat dari perkawinan
f. Karena turut ayah atau ibunya
g. Karena pernyataan
Seorang yang diakui sebagai warga negara haruslah ditentukan berdasarkan
ketentuan yang telah disepakati dalam negara tersebut. Ketentuan itu menjadi asas
atau pedoman untuk menentukan status kewarganegaraan seseorang. Setiap
negara mempunyai kebebasan dan kewenangan untuk menetukan asas
kewarganegaraan seseorang.

Dalam menerapkan asas kewarganegaraan itu, dikenal dengan dua pedoman,


yaitu asas kewarganegaraan berdasarkan kelahiran dan asas kewarganegaraan
berdasarkan perkawinan. Asas kewarganegaraan berdasarkan kelahiran ada dua
asas yaitu : ius soli (tempat kelahiran), ius sanguinis(keturunan). Sedangkan
berdasarkan perkawinan ada dua asas, yaitu : asas kepastian hukum dan asas
persamaan derajat.

1. Asas kewarganegaraan berdasarkan kelahiran

a. Asas Ius Soli (tempat kelahiran)

4
Istilah ini diambil dari bahsa Latin, yakni ius berarti hukum, pedomaan atau
dalil,Soli berasal dari kata solum berarti negeri, tanah atau dareah. Asas yang
menyatakan bahwa kewarganegaraan seseorang ditentukan dari tempat dimana
orang tersebut lahir. Sebagai contoh, jika sebuah negara menganut asas ius soli,
maka seorang yang dilahirkan di negara tersebut mendapat hak sebagai warga
negara.

b. Asas Ius Sanguinis (keturunan)

Sanguinis berasal dari kata sanguis yang artinya darah. Asas ini menyatakan
bahwa kewarganegaraan seseorang ditentukan berdasarkan keturunan dari orang
tersebut. Contohnya, jika sebuah negara menganut asas ius sanguinis, maka
seseorang yang dari orang tua yang memiliki kewarganegaraan suatu negara
misalkan saja Indonesia, maka anak tersebut berhak mendapat status
kewarganegaraan orang tuanya, yakni warga negara Indonesia.

2. Asas kewarganegaraan berdasarkan perkawinan

a. Asas persamaan hukum

Asas ini didasarkan pada pandangan bahwa suami istri adalah suatu ikatan yang
tidak terpecah sebagai inti dari masyarakat. Dalam menyelenggarakan kehidupan
bersama, suami istri perlu mencerminkan suatu kesatuan yang bulat termasuk
dalam masalah kewarganegaraan. Berdasarkan asas ini diusahakan status
kewarganegaraan suami dan istri adalah sama dan satu.

b. Asas persamaan derajat

Asas ini berasumsi bahwa suatu perkawinan tidak menyebabkan perubahan status
kewarganegaraan suami atau istri. Keduanya memiliki hak yang sama untuk
menentukan sendiri kewarganegaraan. Jadi, mereka dapat berbeda
kewarganegaraan seperti halnya sebelum berkeluarga.

1. Unsur darah keturunan (Ius Sanguinis)

5
Kewarganegaraan dari orang tua yang menurunkannya menentukan
kewarganegaraan seseorang, artinya kalau anak dilahirkan dari orang tua yang
berwarganegara Indonesia, ia dengan sendirinya juga warga negara Indonesia.

Prinsip ini adalah prinsip asli yang telah berlaku sejak dahulu, yang diantaranya
terbukti dalam system kesukuan, dimana anak dari anggota sesuatu suku dengan
sendirinya dianggap sebagai anggota suku itu. Sekarang prinsip ini berlaku
diantaranya di Inggris, Amerika, Perancis, Jepang, dan juga Indonesia.

2. Unsur daerah tempat kelahiran (ius soli)

Daerah tempat seseorang dilahirkan menentukan kewarganegaraan. Misalnya,


kalau orang dilahirkan di dalam daerah hukum Indonesia, ia dengan sendirinya
menjadi warga negara Indonesia. Terkecuali anggota-anggota korps diplomatik
dan anggota tentara asing yang masih dalam ikatan dinas. Prinsip ini berlaku juga
di Amerika, Inggris, Perancis, dan juga Indonesia. Tetapi di jepang, prinsipius soli
ini tidak berlaku. Karena seseorang yang tidak dapat membuktikan bahwa orang
tuanya berkebangsaan Jepang, ia tidak dapat diakui sebagai warga negara Jepang.

3. Unsur pewarganegaraan (Naturalisasi)

Walaupun tidak dapat memenuhi prinsip ius soli ataupun ius sanguinis, orang
dapat juga memperoleh kewarganrgaraan dengan jalan pewarganegaraan atau
naturalisasi. Syarat-syarat dan prosedur menurut kebutuhan yang dibawakan oleh
kondisi dan situasi negara masing-masing.

2. Hak Warga Negera

1. Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak (Pasal 27 ayat 2 UUD 1945)
Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak
bagi kemanusian

2. Hak membela negara (Pasal 27 ayat 3 UUD 1945)


Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan
Negara
3. Hak mengeluarkan pendapat (Pasal 28 UUD 1945)

6
kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkang pikiran baik dengan
tulisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan Undang-Undang
4. Hak kemerdekaan untuk bebes memeluk agama (Pasal 29 ayat 2 UUD 1945)
Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk
agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agama dan
kepercaannya itu
5. Hak ikut serta dalam pertahanan dan keamanan negara (Pasal 30 ayat 1 UUD
1945
tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan
dan keamanan Negara
6. Hak untuk medapatkan pendidikan (Pasal 31 ayat 1 UUD 1945)
setiap warga negara berhak mendapat pendidikan
7. Hak untuk mengembangkan dan memajukan kebudayaan nasional (Pasal 32
ayat 1 UUD 1945)
Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban
dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan
mengembangkan nilai-nilai budayanya
8. Hak ekonomi atau hak untuk mendapatkan kesejahteraan sosial (Pasal 33
UUD 1945) ,Hak mendapat jaminan keadilan sosial (Pasal 34 UUD 1945)

3. Kewajiban Warga Negara

1. Kewajiban mentaati hukum dan pemerintahan (Pasal 27 ayat 1 UUD 1945)


segala warga negara bersamaan kedudukannya didalam hukum dan
pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan
tidak ada kecualinya
2. Kewajiban membela negara (Pasal 27 ayat 3 UUD 1945)
Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan
Negara
3. Kewajiban dalam upaya pertahanan negara (Pasal 30 ayat 1 UUD 1945
tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan
dan keamanan Negara
4. Setiap warga negara wajib membayar pajak dan retribusi yang telah
ditetapkan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
5. Setiap warga negara wajib mentaati serta menjunjung tinggi dasar Negara

B. NEGARA
1. Pengertian Negara

7
Secara literal istilah Negara merupakan terjemahan dari kata-kata asing,
yakni State(bahasa Inggris), staat(bahasa Belanda dan Jerman), etat(bahasa
Prancis), kata asing tersebut diambil dari kata latin status atau stratum, yang
berarti keadaan yang tegak dan tetap atau sesuatu yang memiliki sifat-sifat yang
tegak dan tetap.
Secara terminologi, Negara diartikan dengan organisasi tertinggi diaantara
satu kelompok masyarakat yang mempunyai cita-cita untuk bersatu, hidup dalam
daerah tertentu dan mempunyai pemerintah yang berdaulat.
Pengertian Negara menurut Ahli:
1. John Locke dan Rousseau, negara merupakan suatu badan atau organisasi hasil
dari perjanjian masyarakat.
2. Max Weber, negara adalah sebuah masyarakat yang memiliki monopoli dalam
penggunaan kekerasan fisik secara sah dalam wilayah tertentu.
3. Mac Iver, sebuah negara harus memiliki tiga unsur poko, yaitu wilayah, rakyat,
dan pemerintahan.
4. Roger F.Soleau, negara adalah alat atau dalam kata lain wewenang yang
mengendalikan dan mengatur persoalan-persoalan yang bersifat bersama atas
nama masyarakat.
5. Prof. Mr. Soenarko, Negara adalah organisasi masyarakat yang mempunyai
daerah tertentu dimana kekuasaan negara berlaku sepenuhnya sebagai suatu
kedaulatan, sedangkan Prof. Miriam Budiardjo memberikan pengertian
Negara adalah organisasi dalam suatu wilayah dapat memaksakan
kekuasaannya secara sah terhadap semua golongankekuasaan lainnya dan
yang dapat menetapkan tujuan-tujuan dari kehidupan bersama itu. Jadi
Negara adalah sekumpulan orang yang menempati wilayah tertentu dan
diorganisasi oleh pemerintah negara yang sah, yang umumnya mempunyai
kedaulatan (keluar dan ke dalam).
Pengertian negara dapat ditinjau dari empat sudut yaitu
1. Negara sebagai organisasi kekuasaan
Negara adalah alat masyarakat yang mempunyai kekuasaan untuk mengatur
hubungan antara manusia dalam masyarakat tersebut. Pengertian ini dikemukakan
oleh Logemann dan Harold J. Laski. Logemann menyatakan bahwa negara adalah
organisasi kekuasaan yang bertujuan mengatur masyarakatnya dengan
kekuasaannya itu. Negara sebagai organisasi kekuasaan pada hakekatnya

8
merupakan suatu tata kerja sama untuk membuat suatu kelompok manusia berbuat
atau bersikap sesuai dengan kehendak negara itu.
2. Negara sebagai organisasi politik
Negara adalah asosiasi yang berfungsi memelihara ketertiban dalam
masyarakat berdasarkan sistem hukum yang diselenggarakan oleh suatu
pemerintah yang diberi kekuasaan memaksa. Dari sudut organisasi politik, negara
merupakan integrasi dari kekuasaan politik atau merupakan organisasi pokok dari
kekuasaan politik. Sebagai organisasi politik negara Bidang Tata Negara berfungsi
sebagai alat dari masyarakat yang mempunyai kekuasaan untuk mengatur
hubungan antar manusia dan sekaligus menertibkan serta mengendalikan gejala
gejala kekuasaan yang muncul dalam masyarakat. Pandangan tersebut nampak
dalam pendapat Roger H. Soltou dan Robert M Mac Iver. Dalam bukunya The
Modern State, Robert M Mac Iver menyatakan : Negara ialah persekutuan
manusia (asosiasi) yang menyelenggarakan penertiban suatu masyarakat dalam
suatu wilayah berdasarkan sistem hukum yang diselenggarakan oleh pemerintah
yang dilengkapi kekuasaan memaksa. Menurut RM Mac Iver, walaupun negara
merupakan persekutuan manusia, akan tetapi mempunyai ciri khas yang dapat
digunakan untuk membedakan antara negara dengan persekutuan manusia yang
lainnya. Ciri khas tersebut adalah : kedualatan dan keanggotaan negara bersifat
mengikat dan memaksa.
3. Negara sebagai organisasi kesusilaan
Negara merupakan penjelmaan dari keseluruhan individu. Menurut Friedrich
Hegel : Negara adalah suatu organisasi kesusilaan yang timbul sebagai sintesa
antara kemerdekaan universal dengan kemerdekaan individu. Negara adalah
organisme dimana setiap individu menjelmakan dirinya, karena merupakan
penjelmaan seluruh individu maka negara memiliki kekuasaan tertinggi sehingga
tidak ada kekuasaan lain yang lebih tinggi dari negara. Berdasarkan pemikirannya,
Hegel tidak menyetujui adanya : Pemisahan kekuasaan karena pemisahan
kekuasaan akan menyebabkan lenyapnya negara. Pemilihan umum karena negara
bukan merupakan penjelmaan kehendak mayoritas rakyat secara perseorangan
melainkan kehendak kesusilaan. Dengan memperhatikan pendapat Hegel tersebut,
maka ditinjau dari organisasi kesusilaan, negara dipandang sebagai organisasi

9
yang berhak mengatur tata tertib dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara,
sementara manusia sebagai penghuninya tidak dapat berbuat semaunya sendiri.
4. Negara sebagai integrasi antara pemerintah dan rakyat
Negara sebagai kesatuan bangsa, individu dianggap sebagai bagian integral negara
yang memiliki kedudukan dan fungsi untuk menjalankan negara. Menurut Prof.
Soepomo, ada 3 teori tentang pengertian negara:
a. Teori Perseorangan (Individualistik)
Negara adalah merupakan sauatu masyarakat hukum yang disusun berdasarkan
perjanjian antar individu yang menjadi anggota masyarakat. Kegiatan negara
diarahkan untuk mewujudkan kepentingan dan kebebasan pribadi. Penganjur teori
ini antara lain : Thomas Hobbes, John Locke, Jean Jacques Rousseau, Herbert
Spencer, Harold J Laski.
b. Teori Golongan (Kelas)
Negara adalah merupakan alat dari suatu golongan (kelas) yang mempunyai
kedudukan ekonomi yang paling kuat untuk menindas golongan lain yang
kedudukan ekonominya lebih lemah. Teori golongan diajarkan oleh : Karl Marx,
Frederich Engels, Lenin
c. Teori Intergralistik (Persatuan)
Negara adalah susunan masyarakat yang integral, yang erat antara semua
golongan, semua bagian dari seluruh anggota masyarakat merupakan persatuan
masyarakat yang organis. Negara integralistik merupakan negara yang hendak
mengatasi paham perseorangan dan paham golongan dan negara mengutamakan
kepentingan umum sebagai satu kesatuan. Teori persatuan diajarkan oleh :
Bendictus de Spinosa, F. Hegel, Adam Muller
2. Sifat-Sifat Negara
Negara mempunyai sifat-sifat khusus yang merupakan manifestasi dari kedaulatan
yang dimilikinya dan yang hanya terdapat pada negara saja dan tidak terdapat
pada asosiasi atau organisasi lainnya. Umumnya dianggap bahwa setiap Negara
mempunyai sifat memaksa, sifat monopoli dan sifat mencakup semua
a. Negara itu bersifat memaksa : agar peraturan perundang-undangan ditaati oleh
setiap masyarakatnya dalam hal ini negara bersifat memaksa. dalam masyarakat
yang homogen sifat paksaan negara sangat minim, sedangkan pada negara-negara
yang masih baru atau masyarakatnya belum homogen maka sifat paksaan ini
sangat terasa agar tercapainya tujuan yang selaras demi tercapainya masyarakat
yang dicita-citakan.

10
b. Negara memiliki hak monopoli: negara berhak menetapkan tujuan bangsanya
secara monopolistis oleh karena itu bila ada aliran politik tertentu, maka aliran
politik tersebut tidak akan dibiarkan hidup karena bertentangan dengan tujuan
bangsa yang telah ditetapkan.
c. Negara mencakup semuany a: aturan-aturan perundang-undangan itu menjangkau
seluruh masyarakatnya, oleh karena itu masyarakat didalamsuatu negara harus
mengikuti aturan-aturan yang ada pada negara tersebut. seperti contohya semua
warga negara wajib untuk membayar pajak
3. Unsur Pembentuk Negara
a. Rakyat
Rakyat adalah semua orang mendiami wilayah suatu negara. Rakyat adalah
unsur yang terpenting dalam negara karena rakyat yang mendirikan dan
membentuk suatu negara. Rakyat terdiri atas penduduk dan bukan penduduk.
b. Wilayah
Wilayah merupakan tempat tinggal rakyat di suatu negara dan merupakan
tempat menyelenggarakan pemerintahan yang sah. Wilayah suatu negara terdiri
atas daratan, lautan, dan udara. Wilayah suatu negara berbatasan dengan wilayah
negara lainnya. Batas-batas wilayah negara dapat berupa bentang alam contohnya
sungai, danau, pegunungan, lembah, laut; batas buatan contohnya pagar tembok,
pagar kawat berduri, patok; batas menurut ilmu pasti berdasarkan garis lintang,
garis bujur.
c. Pemerintahan yang Sah
Pemerintahan yang sah dan berdaulat adalah pemerintahan yang dibentuk
oleh rakyat dan mempunyai kekuasaan tertinggi. Pemerintahan yang sah juga
dihormati dan ditaati oleh seluruh rakyat serta pemerintahan negara lain.
d. Pengakuan dari Negara Lain
Negara yang baru merdeka memerlukan pengakuan dari negara lain karena
menyangkut keberadaan suatu negara. Apabila negara merdeka tidak diakui oleh
negara lain maka negara tersebut akan sulit untuk menjalin hubungan dengan
negara lain. Pengakuan dari negara yang lain ada yang bersifat defacto dan ada
yang bersifat dejure.
1. Pengakuan defacto, artinya pengakuan tentang kenyataan adanya suatu negara
merdeka. Pengakuan seperti ini belum bersifat resmi.
2. pengakuan dejure, artinya pengakuan secara resmi berdasarkan hukum oleh
negara lain sehingga terjadi hubungan ekonomi, sosial, budaya, dan diplomatik.

11
4. Asal Mula Terjadinya Negara
a. Asal Mula Terjadinya Negara Secara Faktual/Kenyataan

Secara faktual adalah cara mengetahui asal mula terjadinya negara berdasarkan
dari fakta nyata yang diketahui menurut sejarah lahirnya suatu negara. Dalam
terjadinya suatu negara digolongkan dalam berbagai istilah antara lain sebagai
berikut. :

1. Pendudukan ( Occopatie )
Terjadi ketkasuatu wilayah yang tidak bertuan dan belum dikuasai kemudian
diduduki dan dikuasai oleh suku / kelompok tertentu. Contoh: Liberia yang
diduduki oleh kaum Negro yang dimerdekakan pada tahun 1847.
2. Proklamasi ( Proclamation )
Suatu wilayah yang diduduki oleh bangsa lain mengadakan perjuangan sehingga
berhasil merebut wilayahnya dan menyatakan kemerdekaan. Contohnya:
Indonesia pada 17 Agustus 1945 mampu merdeka lepas dari penjajahan Jepang
dan Belanda.
3. Penarikan ( Accesie )
Mulanya suatu wilayah terbentuk akibat naiknya lumpur sungai atau timbul dari
dasar laut (delta). Wilayah tersebut kemudian dihuni oleh sekelompok orang
hingga akhirnya membentuk negara. Contoh: Negara Mesir terbentuk dari delta
sungai Nil.
4. Penyerahan ( Cessie )
Terjadi ketika suatu wilayah diserahkan pada negara lain atas dasar perjanjian
tertentu. Contoh: Wilayah Sleewijk diserahkan oleh Austria pada Prussia
(Jerman).
5. Pencaplokan / Penguasaan ( Anexatie )
Suatu negara berdiri di suatu wilayah yang dikuasai ( dicaplok ) oleh bangsa lain
tanpa reaksi berarti. Contoh: negara Israel ketika dibentuk tahun 1948 banyak
mencaplok daerah Palestina, Suriah, Yordania dan Mesir.
6. Pemisahan ( Separatise )
Suatu wilayah yang memisahkan diri dari negara yang semula menguasainya
kemudian menyatakan kemerdekaan. Contoh: Belgia memisahkan diri dari
Belanda dan menyatakan merdeka.
7. Peleburan ( Fusi )

12
Terjadi ketika negara negara kecil yang mendiami suatu wilayah mengadakan
perjanjian untuk melebur menjadi satu negara baru. Contoh: terbentuknya federasi
kerajaan Jerman tahun 1871.
8. Pembentukan baru
Wilayah negara yang berdiri di wilayah negara yang sudah pecah. Contoh: Uni
Soviet pecah kemudian muncul negara negara baru.Asal Mula Terjadinya
Negara| Sejarah terbentuknya negara dimulai dari asal usul dan juga berbagai
teori-teori terbentuknya negara dari berbagai pendapat ahli. Setiap negara
mengalami pengalam yang berbeda dari terjadinya hingga diakui oleh negara lain.
Ada beberapa cara untuk mengetahui asal mula terjadinya suatu negara yang
terbagi dalam beberapa pandangan-pandangan dalam asal mula terjadinya negara
seperti secara faktual, secara teoritis, dan berdasarkan proses pertumbuhan.

b. AsalMula Terjadinya Negara Secara Teori teoritis

a. teori ketuhanan
dasar pemikiran teori ini adalah suatu kepercayaan bahwa segala sesuatu yang ada
atau terjadi di alam semesta ini adalah semuanya kehendak Tuhan, demikian pula
negara terjadi karena kehendak Tuhan. Sisa-sisa perlambang theokratis Nampak
dalam kalimat yang tercantum di berbagai Undang-Undang Dasar Negara, seperti
..Atas berkat Rahmat Allah Yang Maha Kuasa atau By the grace of Good.
Teori ini dipelopori oleh Agustinus, Friedrich Julius Stahl, Kraneburg
b. Teori Kekuasaan
Menurut teori ini negara terbentuk karena adanya kekuasaan, sedangkan
kekuasaan berasal dari mereka-mereka yang paling kuat dan berkuasa, sehingga
dengan demikian negara terjadi karena adanya orang yang memiliki
kekuatan/kekuasaan menaklukan yang lemah.
c. Teori Perjanjian Masyarakat
Menurut teori ini negara terbentuk karena sekelompok manusia yang semula
masing-masing hidup sendiri-sendiri mengadakan perjanjian untuk membentuk
organisasi yang dapat menyelenggarakan kepentingan bersama. Teori ini
didasarkan pada suatu paham kehidupan manusia dipisahkan dalam dua zaman
yaitu pra negara(jaman alamiah) dan negara.. Teori ini dipelopori oleh Thomas
Hobbes
d. Teori Hukum Alam

13
Menurut teori ini, terbentuknya negara dan hokum dengan memandang manusia
sebelum ada masyarakat hidup sendiri-sendiri. Pemikiran pada masa Plato dan
Aistoteles

5. Bentuk Negara
Disebut bentuk negara jika hubungan suatu negara ke dalam (dengan daerah-
daerahya)maupun keluar (dengan negara lain) ikatannya merupakan suatu negara.
Sedang bentuk kenegaraan ialah jika hubungan ke dalam maupun keluarnya,
ikatannya bukan merupakan suatu negara. Dalam terori modern sekarang ini,
bentuk negara ada dua, yaitu:
Negara kesatuan
Adalah suatu negara yang merdeka dan berdaulat, dimana kekuasaan untuk
mengurus seluruh pemerintahan dalam negara itu berada pada Pusat.
Ada dua macam bentuk Negara Kesatuan, yaitu:
Negara kesatuan dengan sistem sentralisasi. Di dalam sistem ini, segala sesuatu
dalam negara langsung diatur dan diurus Pemerintah Pusat. Dengan kata lain
Pemerintah Pusat memegang seluruh kekuasaan dan negara.
Keuntungan:
a. Adanya peraturan yang sama di seluruh negara.
b. Penghasilan daerah dapat digunakan untuk keperluan seluruh negara.
Kerugian:
a. Menumpuknya pekerjaan di pemerintah pusat.
b. Terlambatnya putusan-putusan dari pusat.
c. Keputusan sering tidak cocok dengan keadaan daerah.
d. Rakyat kurang mendapat kesempatan untuk turut serta dan bertanggung jawab
terhadap daerah.
Negara kesatuan dengan sistem desentralisasi. Di dalam sistem ini, daerah diberi
kewenangan untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri.
Negara Serikat(negara Federasi)
adalah negara yang terjadi dari penggabungan beberapa negara yang semula
berdiri sendiri sebagai negara yang merdeka, berdaulat, ke dalam suatu ikatan
kerjasama yang efektif untuk melaksanakan urusan secara bersama. Berikut
perbedaan antara Negara Kesatuan yang Desentralisasi dan Negara Serikat:
NO PEMBEDA NEGARA KESATUAN YANG NEGARA SERIKAT

14
DESENTRALISASI
Asal usul Ada negara kesatuan dahulu Ada negara bagian terlebih dahulu
baru kemudian dibentuk baru membentuk negara serikat.
daerah otonom.
Kewenangan Hanya ada satu pembuat UUD Ada 2 pembuat UUD yaitu
membuat yaitu Pemerintah Pusat Pemerintah Federal dan
UUD Pemerintah Negara Bagian.
Sehingga ada 2 UUD yang
berlaku.
Sumber Pemerintah Pusat yang Pemerintah Negara Bagian yang
wewenang didistribusikan kepada didistribusikan pada pemerintah
daerah otonom. Feedral.

Sedangkan bentuk kenegaraan yang kita kenal dewasa ini adalah sebagai berikut:
Negara Dominion
Benntuk ini negara khusus hany terdapat dalam lingkungan ketatanegaraan
Kerajaan Inggris. Negara Dominion semua adalah jajahan Inggris, tetapi setelah
merdeka tetap mengakui Raja Inggris sebagai rajanya. Negara-negara dominion
tergabung dalam suatu gabungan yang bernama The British ommon wealth of
Nations.
Negara Uni
Adalah gabungan dari dua atau beberapa negara yang mempunyai seorang Kepala
Negara. Ada dua Negara Uni, yaitu:
a. Uni Riil, ialah apabila dua atau beberapa negara berdasarkan suatu perjanjian,
mengadakan suatu alat pemerintahan untuk menyelenggarakan kepentingan
bersama.
b. Uni personal, ialah apabila dua atau beberapa negara secara kebetulan mempunyai
seorang Kepala Negara yang sama.
Negara Protektorat
Adalah suatu negara yang berada di bawah perlindungan negara lain.
Perlindungan ini umumnya adalah turut campurnya negara pelindung dalam
urusan Luar Negeri.
6. Proses Pertumbuhan Negara

1. Secara Primer

15
Terjadinya secara primer (Primaires Wording) dimulai dari masyarakat hukum
yang paling sederhana kemudian berkembang secara bertahap ke tingkat yang
lebih maju.

Fase-fase pertumbuhan secara primer:

a. Fase Kelompok/Suku (Genootschaf)


Awal kehidupan manusia dimulai dari keluarga. kemudian terus berkembang
menjadi kelompok-kelompok masyarakat hokum tertentu/suku.
b. Fase Kerajaan (Rijk)
Kepala suku yang semula berkuasa di masyarakat hukumnya kemudian
mengadakan ekspansi(perluasaan kekuasaan) dengan menaklukan negara lain. Hal
ini mengakibatkan berubahnya fungsi kepala suku dari primus interparest menjadi
seorang raja.
c. Fase Negara Nasional (Staat)
Pada fase ini kesadaran bernegara masyarakat telah muncul. Akan tetapi, raja yang
memerintah menjalankan kekuasaannya secara absolute dengan system
pemerintahan terpusat ditangan raja.
d. Fase demokrasi (Democratishe Natie)
Fase ini terbentuk atas dasar kesadaran akan adanya kedaulatan ditangan rakyat.

2. Secara Sekunder

Secara sekunder, adalah pertumbuhan negara yang dihubungkan dengan Negara


yang sudah ada sebelumnya, hanya karena sebab-sebab tertentu seperti :

a. Revolusi
Revolusi adalah perubahan social dan kebudayaan yang berlangsung secara cepat
dan menyangkut dasar atau pokok-pokok kehidupan masyarakat. Didalam
revolusi, perubahan yang terjadi dapat direncanakan atau tanpa direncanakan
terlebih dahulu dan dapat dijalankan tanpa kekerasan atau melalui kekerasan.
Ukuran suatu kecepatan suatu perubahan sebenarnya relative karena revolusi pun
dapat memakan waktu lama. Misalnya revolusi industry di inggris yang memakan
watu puluhan tahun.
b. Interventasi
Interventasi adalah sebuah istilah dalam dunia politik dimana ada negara yang
mencampuri urusan negara lainnya yang jelas bukan urusannya. Ada\pun define

16
intervensi adalah campur tangan yang berlebihan dalam urusan politik,
ekonomi,social, dan budaya. Sehingga negara yang melakukan intervensi sering
dibenci oleh negara lain
c. Penaklukan
Suatu daerah belum ada yang menguasai tapi kemudian diduduki oleh suatu
bangsa. Contoh Liberia diduduki oleh budak-budak negro yang dimerdekakan
tahun 1847.

7. Tujuan Negara

Tujuan negara secara umum adalah menyelenggarakan kesejahteraan dan


kebahagiaan rakyatnya. Tujuan negara merupakan pedoman dalam menyusun dan
mengendalikan alat perlengkapan negara serta mengatur kehidupan rakyatnya.
Tujuan dari tiap-tiap negara dipengaruhi oleh tempat, sejarah pembentukan, dan
pengaruh dari penguasa negara yang bersangkutan. Dengan mengetahui tujuan
negara, kita juga dapat mengetahui sifat organisasi negara dan legitimasi
kekuasaan negara tersebut.

Beberapa pendapat mengenai tujuan negara dari ahli kenegaraan sebagai berikut:

1) Menciptakan keadaan agar rakyat dapat mencapai keinginan-keinginannya secara


maksimal.
2) Memajukan kesusilaan manusia sebagai individu dan sebagai makhluk sosial.
3) Mencapai penghidupan dan kehidupan yang aman dan tenteram dengan taat
kepada Tuhan. Pemimpin negara dalam menjalankan kekuasaannya berdasarkan
kekuasaan Tuhan.
4) Mengusahakan terselenggaranya ketertiban, keamanan, dan ketenteraman agar
tercapai tujuan negara yang tertinggi, yaitu kemakmuran bersama.
5) Memelihara dan menjamin terlaksananya hak-hak asasi manusia. Kekuasaan
penguasa dibatasi oleh hak-hak asasi manusia.

Tujuan negara juga dapat ditinjau dari beberapa teori atau ajaran sebagai berikut :

1) Teori negara kesejahteraan. Menurut teori ini, tujuan negara adalah mewujudkan
kesejahteraan warga negaranya. Teori ini dikemukakan oleh Kranenburg.

17
2) Teori perdamaian dunia. Teori ini dikemukakan oleh ahli kenegaraan Italia, Dante
Alleghieri. Tujuan negara adalah mencapai perdamaian dunia sehingga perlu
dibentuk satu negara di bawah satu imperium.
3) Teori kedaulatan hukum. Menurut teori ini, negara bertujuan menyelenggarakan
ketertiban hukum, dengan berdasarkan dan berpedoman pada hukum. Hanya
hukumlah yang berkuasa di dalam negara. Dalam negara hukum hak-hak warga
negara dijamin sepenuhnya oleh negara. Sebaliknya, warga negara berkewajiban
mematuhi seluruh peraturan yang ada dalam negara yang bersangkutan. Teori ini
dikemukakan oleh Krabbe.
4) Teori kekuasaan negara. Menurut teori ini, tujuan negara adalah berusaha
mengumpulkan kekuasaan yang sebesar-besarnya. Teori ini dikemukakan oleh
Lord Shang Yang, seorang ahli filsafat politik Cina.
5) Teori jaminan atas hak dan kebebasan. Menurut teori ini, tujuan negara adalah
membentuk dan mempertahankan hukum supaya hak dan kemerdekaan warga
negara terpelihara. Peranan negara hanya sebagai penjaga ketertiban hukum dan
pelindung hak serta kebebasan warganya. Penganut teori ini adalah Immanuel
Kant, seorang filsuf dari Jerman.

Tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) terdapat dalam


Pembukaan Undang Undang Dasar 1945 alinea keempat yaitu Kemudian
daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah Negara Indonesia yang
melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan
untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan
ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian
abadi, dan keadilan sosial .

Dari rumusan tersebut, tersirat adanya tujuan nasional/Negara yang ingin dicapai
sekaligus merupakan tugas yang harus dilaksanakan oleh Negara, yaitu:

a. Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia;


b. Memajukan kesejahteraan umum;
c. Mencerdaskan kehidupan bangsa;
d. Ikut serta melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian
abadi, dan keadilan social.Warga Negara adalah orang-orang yang secara resmi

18
ikut menjadi bagian dari penduduk yang dimana mereka menjadi salah satu unsur
negara

8. Fungsi Negara

Secara umum Fungsi Negara mencakup 4 hal berikut ini:

1. Fungsi Melaksanakan Ketertiban dan Keamanan


Terlaksananya program-program pembangunan secara lancar membutuhkan
stabilitas negara yang kondusif. Karena itulah, Negara harus selalu menjaga
ketertiban dan keamanan negaranya. Dengan adanya ketertiban dan keamanan
diharapkan bisa mencegah terjadinya pertikaian dan bentrokan-bentrokan yang
dapat terjadi antar sesama warga dalam kehidupan sehari-hari. Karena negara
merupakan stabilisator bagi masyarakat maka untuk mewujudkan ketertiban dan
keamanan harus menciptakan hukum. Walaupun demikian, Negara dalam
melaksanakan penertiban, harus tetap berdasarkan peraturan yang tercantum
dalam perundang-undangan.
2. Fungsi Kemakmuran dan Kesejahteraan
Tujuan dari pembentukan sebuah negara adalah untuk menciptakan kemakmuran
dan kesejahteraan rakyat. Karena itulah fungsi negara yaitu untuk berusaha
dengan baik agar tercipta kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. Untuk
mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan bisa diusahakan menciptakan sistem
perekonomian yang baik dan juga pembangunan di segala bidang. Tetapi tidak
berarti pembangunan sepenuhnya menjadi tanggung jawab negara akan tetapi juga
membutuhkan dukungan dari rakyat.
3. Fungsi Pertahanan
Demi kelangsungan hidup bangsa dan negara, fungsi pertahanan negara sangatlah
penting. Bertahan atau tidaknya suatu bangsa dan negara dapat ditentukan dengan
adanya pertahanan negara. Fungsi pertahanan negara ada hubungannya dengan
ketahanan sebuah negara dari serangan negara lain. Karena itulah dibutuhkan
personil keamanan yang tangguh, terlatih dan juga alat-alat pertahanan negara.
4. Fungsi Menegakkan Keadilan
Selanjutnya fungsi negara yaitu keadilan. Keadilan harus ditegakkan untuk semua
warga negara tanpa membeda-bedakan. Karena itulah untuk menjamin keadilan
setiap warga negara dibentuklah badan-badan peradilan negara. Usaha yang bisa

19
dilakukan oleh badan-badan peradilan yaitu memberikan keputusan yang adil
sesuai hukum yang berlaku. Jika keadilan dalam negara ditegakkan maka
kehidupan masyarakat akan menjadi nyaman dan tentram. Tetap,i jika dalam suatu
negara tidak ditegakkan keadilan maka akan muncul masalah dalam mayarakat
yang dapat mengganggu ketentraman negara.
fungsi negara menurut beberapa ahli:
1. Fungsi Negara menurut R.M Mac Iver
Menurut pendapat R.M. Mac Iver Fungsi Negara meliputi:
a. Fungsi pelaksanaan pengembangan Negara dan konservasi dengan alat
perlengkapan negara dengan tujuan untuk dinikmati generasi mendatang.
Misalnya konservasi hutan, danau, sungai, dan pengembangan industri serta hasil
pertanian.
b. Fungsi pemeliharaan ketertiban dikisaran batas-batas wilayah negara yang
tujuannya memberikan perlindungan terhadap warga negara yang lemah.
2. Fungsi Negara menurut John Locke
Menurut John Loocke fungsi negara itu terdiri atas 3 bagian yaitu:
a. Fungsi Legislatif (Fungsi membuat undang-undang)
b. Fungsi Eksekutif (Fungsi membuat peraturan dan pengendali)
c. Fungsi Federatif (Fungsi urusan luar negeri, perang dan damai)
3. Fungsi Negara menurut Van Vollenhoven
Menurut Van Vollenhoven, Fungsi negara terdiri dari 4 hal yang dikenal dengan
sebutan catur praja. Berikut ini adalah 4 Fungsi Negara tersebut:
a. Fungsi Negara bestuur (menyelenggarakan pemerintahan).
b. Fungsi Negara rechtsprak (mengadili).
c. Fungsi Negara regeling (membuat peraturan).
d. Fungsi Negara politie (ketertiban dan keamanan).
4. Fungsi Negara menurut Montesquieu
Fungsi negara menurut Montesquieu terdiri dari 3 tugas pokok yang disebut "Trias
Politika " yaitu:
a. Fungsi Legislatif (Fungsi membuat undang-undang)
b. Fungsi Eksekutif (Fungsi pelaksanaan undang-undang)
c. Fungsi Yudikatif (Fungsi pengawasan dan pengadilan)
5. Fungsi Negara menurut Lloyd Vernon Ballard
Dalam tinjauan sosiologis, Lloyd Vernon Ballard mengemukakan bahwa Fungsi
Negara dikelompokkan dalam empat fungsi yaitu
a. Fungsi Social control adalah mengkoordinir, menyesuaikan dan
mendamaikan tiap kumpulan/ kelompok yang saling berselisih. Misalnya
menyelenggarakan keadilan sosial.

20
b. Fungsi Social conservation adalah pentingnya memelihara nilai-nilai sosial
untuk ketertiban politik dan sosial. Misalnya: Menegaskan tata tertib intern
melalui cara menyelesaikan konflik yang terjadi antara sesama warga
negara.
c. Fungsi Social improvement adalah Perluasan segi kehidupan seluruh
kelompok. Fungsi Social improvement ini meliputi pengadaan penelitian
ilmiah, memajukan kesenian dan perluasan pendidikan.
d. Fungsi Social amelioration dari situasi kelompok yang dirugikan. Fungsi
Social amelioration ini meliputi pemeliharaan orang cacat dan
pemberantasan kemiskinan.
6. Fungsi Negara menurut M.H. Lipman dan G.A. Jacobsen
Menurut M.H. Lipman dan G.A. Jacobsen , Fungsi Negara sekurang-kurangnya
ada 3 yaitu:
a. Fungsi Negara Jasa : adalah Semua kegiatan yang dapat saja tidak berjalan
jika tidak dijalankan negara. Contohnya: pembangunan jembatan dan
pembangunan jalan.
b. Fungsi Negara Esensial : adalah fungsi yang wajib dimiliki negara untuk
kelanjutan negara. Fungsi esensial terdiri dari: pemeliharaan pengadilan,
kepolisian, angkatan perang, pemungutan pajak dan hubungan luar negeri.
c. Fungsi Negara Perniagaan: adalah fungsi yang penyelenggaraanya negara
untuk mendapatkan keuntungan. Contohnya: BUMN.
7. Fungsi Negara menurut Prof. Miriam Budiardjo

Fungsi Negara menurut Prof. Miriam Budiardjo, pada umumnya negara


mempunyai fungsi berikut ini:
a.Fungsi Negara Melaksanakan Ketertiban : Dalam hal ini, fungsi negara
adalah sebagai stabilisator. Supaya tujuan bersama bisa tercapati maka
ketertiban perlu ditegakkan guna mencegah terjadinya bentrok antar sesama
warga masyarakat. Negara mempunyai kekuasaan dalam mengatur
hubungan antar manusia yang berada di wilayah negara tersebut supaya
dapat tertib dan aman. Di dalam menegakkan ketertiban negara
menggunakan acuan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
b. Fungsi Negara Mengusahakan Kemakmuran dan Kesejahteraan
Rakyatnya: Dalam hal ini negara mempunyai kewajiban yaitu untuk

21
mensejahterakan dan memakmurkan rakyatnya. Fungsi ini sangat penting
terutama bagi negara-negara yang masih baru atau sedang berkembang.
c.Fungsi Negara Melaksanakan pertahanan: Untuk mencegah, menanggulangi
dan menjaga dari berbagai ancaman, gangguan dan tantangan maka Negara
wajib mempunyai personil pertahanan dan peralatan pertahanan.
d. Fungsi Negara Menegakkan keadilan : Keadilan merupakan hak setiap
orang, oleh karena itu setiap orang harus mendapatkan keadilan dan
terhindar dari tindakan sewenang-wenang baik yang dilakukan orang lain
maupun oleh negara. Dalam menjalankan fungsi ini, negara menggunakan
badan atau lembaga peradilan yang ada di negara tersebut.

C. HUBUNGAN WARGA NEGARA DENGAN NEGARA


Hubungan negara dengan warga negara sangat erat kaitannya karena dalam
hal ini dianggap negara terbentuk karena adanya masyarakat. Dan Sebuah negara
tidak mungkin berkembang, apalagi menjadi negara maju apabila warga
negaranya pasif. Begitu juga warga negara dari sebuah negara, tidak mungkin
dapat hidup sejahtera di negara yang kacau.
Hubungan antara negara dan warga negara identik dengan adanya hak dan
kewajiban, antara warga negara dengan negaranya ataupun sebaliknya. Negara
memiliki kewajiban untuk memberikan keamanan, kesejahteraan, perlindungan
terhadap warga negaranya serta memiliki hak untuk dipatuhi dan dihormati.
Sebaliknya warga negara wajib membela negara dan berhak mendapatkan
perlindungan dari negara.

BAB III

22
PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa Negara merupakan alat
dari masyarakat yang mempunyai kekuasaan untuk mengatur hubungan manusia
dalam masyarakat. Sifat-sifat Negara terdiri dari sifat memaksa, sifat monopoli,
sifat mencakup semua. Negara terdiri dari bentuk negara kesatuan, serikat,
dominan, uni, dan protektorat.
Warga Negara adalah orang-orang yang secara resmi ikut menjadi bagian
dari penduduk dimana mereka menjadi salah satu unsure Negara. Warga Negara
dan Negara saling bekaitan terlihat dari sejarah terbentuknya suatu Negara,Hukum
Negara harus di patuhi karena hokum Negara bersifat mutlak

B. Saran
Berdasarkan pembahasan dalam makalah ini maka disarankan kepada
pembaca untuk dapat memahami dan mengkaji lebih dalam mengenai hal-hal
yang berkaitan dengan negara dan warganegara.

DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi,abu dkk.2009.ilmu social dasar.Jakarta: PT.rineka cipta.

23
24