Anda di halaman 1dari 9

JAWABAN AKUNTANSI PEMERINTAHAN 2016

1. Karakteristik akun operasional/nominal dan akun riil dalam


akuntansi keuangan pemerintah dan contohnya:
A. Akun Operasional/Nominal
Adalah akun yang digunakan untuk mencatat sumber-sumber
penghasilan dan penyebab terjadinya beban-beban, dari satu
kesatuan ekonomi untuk menunjukkan suatu jumlah penghasilan
atau kerugian bersih pada satu periode tertentu.
Contohnya: pendapatan dan beban usaha.
B. Akun Riil
Adalah akun neraca yang sifatnya permanen. Artinya, tetap
berkelanjutan dari satu periode pembukuan ke periode pembukuan
berikutnya.
Contohnya: aset, kewajiban/utang, dan modal

Akun-akun neraca (akun riil), yaitu akun-akun yang pada akhir periode
akuntansi akan dilaporkan dalam neraca. Sifat dari akun riil adalah
permanen, yaitu akun-akun ini tetap ada selama entitas masih
berdiri. Saldo-saldo dari akun ini merupakan akumulasi dari saldo-
saldo pada periode-periode yang lalu. Termasuk dalam akun-akun
neraca ini adalan akun aset (harta), akun-akun kewajiban (utang), dan
akun-akun ekuitas dana (modal).

Akun-akun laporan realisasi anggaran (akun nominal), yaitu akun-akun


pada akhir periode akuntansi dilaporkan ke dalam perhitungan laporan
realisasi anggaran. Sifat dari akun nominal adalah tidak permanen,
yaitu pada akhir periode akuntansi saldo-saldo akun nominal ini
ditutup. Termasuk dalam akun nominal adalah akun-akun pendapatan,
akun-akun belanja, dan akun-akun pembiayaan.

2. teknik-teknik review dan contoh yang menggambarkan teknik


review yang dimaksud!
a. TEKNIK PENELUSURAN ANGKA
Dalam melaksanakan reviu, tim reviu perlu menelusuri angka-angka yang
disajikan dalam laporan keuangan ke buku atau catatan-catatan yang
digunakan untuk meyakini bahwa angka-angka tersebut benar.
b. PERMINTAAN KETERANGAN
Permintaan keterangan dilakukan jika dalam proses penelusuran angka
terdapat hal-hal yang perlu dikonfirmasikan kepada Pejabat
Pengelola Keuangan Daerah (PPKD) atau Kepala Satuan Kerja Perangkat

1 | Support by Ayun, Erna, Nanda Cantique


Daerah (SKPD). Dalam menentukan permintaan keterangan, tim reviu
dapat mempertimbangkan:
Sifat dan materialitas suatu pos;
Kemungkinan salah saji
Pengetahuan yang diperoleh selama persiapan reviu;

c. PROSEDUR ANALITIS
Prosedur Analitis dirancang untuk mengidentifikasi adanya hubungan
antar akun dan kejadian yang tidak biasa serta tidak sesuai Standar
Akutansi Pemerintahan (SAP). Analisis yang dilakukan adalah menilai
kewajaran saldo dan rincian laporan keuangan, kesesuaian dan
keterkaitan antar komponen laporan keuangan yang satu dengan
komponen lainnya.
Prosedur Analitis, antara lain:
Hubungan antara pertambahan Aktiva Tetap dalam Neraca
dengan Realisasi Belanja Modal dalam Laporan Realisasi Anggaran
(LRA);
Hubungan antara laporan/daftar aktiva tetap yang dibuat oleh
Bagian Akuntansi dengan Bagian Umum/Pengelola Barang/Aset;
Menganalisis laporan keuangan untuk menentukan apakah
laporan keuangan sesuai dengan SAP;
Memperoleh laporan dari Inspektorat/aparat pengawasan
intern pemerintah lain, jika ada yang telah melakukan audit
atau reviu atas laporan keuangan tahun sebelumnya. Hal ini
dilakukan untuk meyakini kesesuaian jumlah saldo awal pada
neraca.

3. Batasan-batasan yang membedakan antara kegiatan reviu


dengan kegiatan pemeriksaan:
1. Tujuan
Pemeriksaan keuangan yaitu untuk memberikan keyakinan yang
memadai apakah laporan keuangan telah disajikan secara wajar, dalam
semua hal yang material sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku
umum di Indonesia.
Reviu laporan keuangan adalah untuk memberikan keyakinan terbatas
bahwa laporan keuangan telah disusun berdasarkan sistem
pengendalian intern yang memadai dan disajikan sesuai dengan
standar akuntansi pemerintahan.
2. Pelaksanaannya
Pemeriksaan dilakukan oleh pemeriksa pada Badan Pemeriksa
Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI).
Reviu dilakukan secara internal, dalam hal ini oleh auditor pada Aparat
Pengawasan Intern Pemerintah (APIP)

2 | Support by Ayun, Erna, Nanda Cantique


4. Tujuan dan sasaran pengeolaan kas:
A. Tujuan
- Menentukan jumlah dan alokasi dana untuk keperluan
pelaksanaan kegiatan operasional pemerintahan dan kegiatan
investasi.
- Mendapatkan sumber dana yang paling efisien untuk membiayai
kegiatankegiatan pemerintahan.
- Meminimalisasi kas menganggur
- Mempercepat penyetoran penerimaan negara
- Melakukan pembayaran atas pengeluaran negara secara tepat
waktu

B. Sasaran
- Manajemen Likuiditas
Artinya adalah bahwa pengelolaan kas ini mengharapkan bahwa
pemerintah bisa mengatur sedemikian rupa tentang penggunaan
likuiditas yang dimiliki secara efektif dan efisien.
- Minimalisasi Kas Menganggur
Dengan pengelolaan kas, diharapkan pemerintah bisa belajar dari
pengalaman dalam penggunaan uang negara. Bagaimana tingkat
penyerapan anggaran yang factual, sehingga pemerintah bisa
meningkatkan kualitas perencanaan dan penganggaran menjadi
lebih baik. Dengan begitu, maka secara otomatis dana menganggur
pun akan berkurang dengan sendirinya.
- Mengurangi biaya transaksi keuangan pemerintah
Maksud dari menerapkan TSA (Treasury Single Account) adalah
untuk mengurangi biaya akibat pemeliharaan rekening-rekening
yang dimiliki oleh pemerintah. Dengan 1 rekening saja, maka
pemerintah bisa menghemat biaya sampai ratusan milyar rupiah.

5. penyajian BMN/D yang dikategorikan sebagai asset lancar dan


asset tetap dalam laporan keuangan pemerintah berdasarkan
SAP!
a. Aset Lancar
Aset diklasifikasikan sebagai aset lancar jika:
Diharapkan segera untuk direalisasikan, dipakai, atau dimiliki untuk
dijual dalam waktu 12 (dua belas) bulan sejak tanggal pelaporan, atau
berupa kas dan setara kas.
Aset lancar meliputi:
kas dan setara kas, investasi jangka pendek, piutang, dan persediaan.

b. Aset tetap

3 | Support by Ayun, Erna, Nanda Cantique


adalah aset berwujud yang mempunyai masa manfaat lebih dari dua
belas bulan untuk digunakan dalam kegiatan pemerintah atau
dimanfaatkan oleh masyarakat umum. Aset tetap terdiri dari:
a) Tanah
b) Peralatan dan mesin
c) Gedung dan bangunan
d) Jalan, irigasi, dan jaringan
e) Aset tetap lainnya

PENGUNGKAPAN ASET TETAP


Laporan keuangan harus mengungkapkan untuk masing-masing jenis aset
tetap sebagai berikut: (a) Dasar penilaian yang digunakan untuk
menentukan nilai tercatat (carrying amount); (b) Rekonsiliasi jumlah
tercatat pada awal dan akhir periode yang menunjukkan: (1)
Penambahan; (2) Pelepasan; (3) Akumulasi penyusutan dan perubahan
nilai, jika ada; (4) Mutasi aset tetap lainnya.
PENGUKURAN ASET TETAP
Aset tetap dinilai dengan biaya perolehan. Apabila penilaian aset tetap
dengan menggunakan biaya perolehan tidak memungkinkan maka nilai
aset tetap didasarkan pada nilai wajar pada saat perolehan
Pelepasan Aktiva Tetap
PELEPASAN AKTIVA TETAP
Aktiva tetap yang sudah lama dimiliki perusahaan seringkali berkurang
produktivitasnya karena selalu digunakan, atau karena telah keluar
teknologi yang lebih maju, maka perusahaan tidak memakai aktiva tetap
yang dimiliki sebelumnya. Aktiva yang tidak terpakai lagi dapat dibuang,
dijual, atau ditukar dengan aktiva tetap lain.

7. Informasi yang terdapat di dalam laporan kinerja instansi


pemerintah:
A. Uraian singkat organisasi;
B. Rencana dan target kinerja yang ditetapkan;
C. Pengukuran kinerja;
D. Evaluasi dan analisis kinerja untuk setiap sasaran strategis atau hasil
program/kegiatan dan kondisi terakhir yang seharusnya terwujud.
Analisis ini juga mencakup atas efisiensi penggunaan sumber daya.

4 | Support by Ayun, Erna, Nanda Cantique


JAWABAN AKUNTANSI PEMERINTAHAN 2015

1. Ruang lingkup review atas Laporan Keuangan Daerah dan


teknik-teknik review yang digunakan:
Berdasarkan PP NOMOR 4 TH 2008:
Ruang lingkup review atas laporan keuangan pemerintah daerah
meliputi penilaian terbatas terhadap keandalan sistem pengendalian
intern dan kesesuaian dengan standar akuntansi pemerintahan.
Dimana Laporan keuangan pemerintah daerah terdiri atas:
a. Laporan Realisasi Anggaran;
b. Neraca;
c. Laporan Arus Kas; dan
d. Catatan atas Laporan Keuangan.
Sedangkan teknik-teknik review yang digunakan antara lain:
a. Penelusuran angka-angka dalam laporan keuangan
Dalam melaksanakan reviu, aparat pengawasan intern perlu
menelusuri angka-angka yang disajikan dalam laporan keuangan ke
buku atau catatan-catatan yang digunakan untuk meyakini bahwa
angka-angka tersebut benar.
b. Permintaan keterangan
Permintaan keterangan yang dilakukan dalam reviu atas laporan
keuangan tergantung pada pertimbangan aparat pengawasan
intern.
c. Prosedur analitik
Prosedur analitik dilakukan pada akhir reviu. Prosedur analitik
dirancang untuk mengidentifikasi adanya hubungan antar pos dan
hal-hal yang kelihatannya tidak biasa.

2. keyakinan terbatas dalam LKPD!

Prosedur penelusuran angka-angka, permintaan keterangan dan analitis


yang harus menjadi dasar memadai bagi inspektorat untuk member
keyakinan terbatas atas laporan keuangan bahwa tidak ada modifikasi
material yang harus dilakukan atas laporan keuangan agar laporan
keuangan tersebut disajikan berdasarkan Sistem Pengendalian Intern
(SPI) yang memadai dan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan
(SAP).

5 | Support by Ayun, Erna, Nanda Cantique


Keyakinan terbatas yang dimaksud dalam pengertian di atas adalah
karena dalam reviu tidak dilakukan pengujian atas kebenaran substansi
dokumen sumber.
Tujuan reviu memberikan keyakinan terbatas yaitu mengenai akurasi,
keandalan, keabsahan informasi yang disajikan dalam Laporan Keuangan,
bahwa laporan keuangan telah disusun berdasarkan sistem pengendalian
intern yang memadai dan disajikan sesuai dengan standar akuntansi
pemerintahan.

4. Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencapai


tujuan pengelolaan kas:
a. Ramalan arus kas dan saldo kas yang akurat dan tepat pada
waktunya untuk mengeliminasi kebutuhan (atau untuk
meminimalisasi biaya) akan pinjaman jangka pendek.
b. Proses penagihan piutang yang efisien dari titik penerimaan
sampai ketempat di mana dana yang diperoleh dapat digunakan
atau diinvestasikan.
c. Perencanaan pengeluaran yang akurat untuk memastikan bahwa
semua kewajiban dibayar tepat waktu, tetapi bukan berarti sebelum
jatuh tempo.
d. Efisiensi dan responsivitas yang lebih tinggi dalam proses
manajemen kas dan penyediaan kas untuk menunjang layanan
pemerintah.
e. Manajemen posisi-posisi risiko yang terkonsolidasi
f. Integrasi manajemen kas dengan manajemen hutang

idle cash adalah :


Meminimalisasi kas menganggur (idle cash).
Setiap rupiah yang dimiliki oleh negara harus dipergunakan sebaik
mungkin. Pemerintah selaku pengelola uang negara selayaknya
menciptakan suatu system yang dapat meminimalkan terjadinya
kas menganggur. Hingga saat ini masih banyak uang negara yang
menganggur. Bagi negara, hal ini jelas tidak produktif. Uang
tersebut tidak memberikan return yang memadai bahkan sebaliknya
menimbulkan cost yang tinggi. Melalui penciptaan manajemen kas
yang baik, dana yang tidak memberikan return maksimal tersebut
dapat diinvestasikan dan dikelola secara profesional sehingga
memberikan keuntungan bagi negara.

5. Sumber sumber penerimaan uang daerah :

A. Pendapatan Asli Daerah (PAD)

6 | Support by Ayun, Erna, Nanda Cantique


Pendapatan Asli Daerah (PAD) adalah pendapatan yang diperoleh
daerah yang dipungut berdasarkan peraturan daerah sesuai dengan
peraturan perundang - undangan.
Pendapatan asli daerah bersumber dari : 1) Pajak daerah;2)
Retribusi daerah;3) Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang
dipisahkan; 4) Lain - lain PAD yang sah.
B. Dana Perimbangan
Dana perimbangan adalah dana yang bersumber dari APBN yang di
alokasikan kepada daerah untuk membiayai kebutuhan daerah.
Dana perimbangan meliputi :
1) Dana bagi hasil pajak / bagi hasil bukan pajak;
2) Dana Alokasi Umum (DAU), yang digunakan untuk mengatasi
kepentingan antardaerah agar terjadi pemerataan kemampuan
keuangan antardaerah;
3) Dana Alokasi Khusus (DAK), yang digunakan sebagai
pembiayaan kebutuhan khusus daerah.
C. Pinjaman Daerah
Pinjaman Daerah adalah semua transaksi yang
mengakibatkan Daerah menerima sejumlah uang atau menerima
manfaat yang bernilai uang dari pihak lain sehinggaDaerah tersebut
dibebani kewajiban untuk membayar kembali.

D. Lain-Lain Pendapatan Lain lain yang sah.


Lain-lain pendapatan bertujuan memberi peluang kepada daerah
untuk memperoleh pendapatan selain pendapatan dari PAD, dana
perimbangan, dan pinjaman daerah.
Pendapatan daerah yang sah diperoleh dari :
1. Hibah;
2. Dana darurat;
3. Dana bagi hasil pajak dan provinsi;
4. Dana penyesuaian dan otonomi khusus;
5. Bantuan keuangan dari provinsi.

Penggunaan uang daerah :


Belanja daerah disusun untuk mendanai pelaksanaan urusan Pemerintah
Daerah yang menjadi kewenangan Pemerintah.

Kebijakan belanja dipilah dalam belanja langsung dan tidak langsung,


sebagaimana uraian sebagai berikut :

a). Kebijakan Belanja Tidak Langsung


Penganggaran belanja tidak langsung dengan memperhatikan hal-hal
sebagai berikut:
Belanja Pegawai,
Belanja Bunga,
Belanja Hibah
Belanja Bantuan Sosial,
Belanja Bagi Hasil, dll.

7 | Support by Ayun, Erna, Nanda Cantique


b). Kebijakan Belanja Langsung
Penganggaran belanja langsung untuk membiayai jenis-jenis kegiatan
sebagai berikut:
1). Memantapkan pembangunan infrastruktur yang mendukung
pembangunan daerah, antara lain melalui:
Peningkatan jalan dan jembatan ruas kabupaten.
Pembangunan infrastruktur keciptakaryaan, tata ruang dan
kebersihan.
Peningkatan infrastruktur pengairan.
2). Memantapkan pembangunan di bidang pendidikan, bidang kesehatan,
bidang ekonomi dan pelestarian sumberdaya alam dan lain-lain.
3). Memantapkan upaya tata kelola pemerintahan

6. Siklus pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah:


Penilaian
Penilaian BMN/D proses penaksiran nilai BMN/D oleh penilai internal
dan/atau eksternal yang ditunjuk dalam rangka penyusunan neraca
pemerintah pusat/daerah, pemanfaatan, dan pemindahtangan BMN/D.
Penghapusan
Penghapusan BMN/D meliputi penghapusan dari pencatatan/daftar
BMN/D pengguna barang dan penghapusan dari daftar BMN/D yang ada
di pengelola barang.
Pemindahtanganan
Pemindahtanganan untuk Tanah dan Bangunan dilakukan oleh
Pengelola Barang sedangkan untuk sebagian tanah dan bangunan serta
selain tanah dan bangunan dilakukan oleh pengguna barang setelah
mendpat persetujuan dari pengelola barang.
Penatausahaan
Penatusahaan merupakan kegiatan pengadministrasian yang meliputi
pembukuan, inventarisasi, dan pelaporan.
Pengawasan dan pengendalian
dilakukan oleh pengguna barang dengan melakukan pemantauan dan
penertiban terhadap penggunaan, pemanfaatan, pemindahtanganan,
penatausahaan, pemeliharaan, dan pengamanan BMN/D yang berada
dalam kekuasaannya.

8. lembaga-lembaga pengawasan fungsional yang ada di


lingkungan organisasi pemerintah pusat maupun daerah!
Badan Pengawasan Keuangan dan pembangunan (BPKP)
Adalah Lembaga pemerintah nonkementerian Indonesia yang
melaksanakan tugas pemerintahan di bidang pengawasan keuangan dan
pembangunan yang berupa Audit, Konsultasi, Asistensi, Evaluasi,
Pemberantasan KKN serta Pendidikan dan Pelatihan Pengawasan sesuai
dengan peraturan yang berlaku.
Inspektorat Jenderal Departemen

8 | Support by Ayun, Erna, Nanda Cantique


untuk membantu menteri dalam pengawasan umum atas segala aspek
pelaksanaan tugas yang menjadi tanggung jawab menteri.
Inspektorat Utama/Inspektorat Lembaga Pemerintah Non Departemen
(LPND) /Kementerian
Lembaga Pengawasan Daerah atau Bawasda Provinsi/Kabupaten/Kota

NOMOR 3 DAN 7 SAMA DENGAN 2016

9 | Support by Ayun, Erna, Nanda Cantique