Anda di halaman 1dari 42

STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL

PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI

RSU MITRA SEHAT

Jl. Wates Km. 9 Yogyakarta


Telp. (0274) 6498555, 6498556, 8383031
Fax. (0274) 6498555

Sumber : Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit 2011


DAFTAR ISI

NO NO DOKUMEN STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL


MEMBERSIHKAN KAMAR PASIEN SETELAH PASIEN
1 PPI/01/2015
PULANG
2 PPI/02/2015 KEBERSIHAN TANGAN

3 PPI/03/2015 PEMAKAIAN APD DI RUANG ISOLASI

4 PPI/04/2015 MELEPAS APD DI RUANG ISOLASI

5 PPI/05/2015 PENGGUNAAN ALAT PERLINDUNGAN DIRI (APD)


PEMERIKSAAN KESEHATAN KHUSUS BAGI KARYAWAN
6 PPI/06/2015
DI RSU MITRA SEHAT
PENEMPATAN PASIEN DENGAN PENYAKIT PASIEN
7 PPI/07/2015
MENULAR / SUSPEK
8 PPI/08/2015 ETIKA BATUK

9 PPI/09/2015 MENYUNTIK AMAN

10 PPI/10/2015 SURVEILANS INFEKSI RUMAH SAKIT


PENATALAKSANAAN TERTUSUK JARUM / BENDA
11 PPI/11/2015
TAJAM
PENGAMBILAN SPESIMEN PADA PASIEN DENGAN
12 PPI/12/2015
INFEKSI AKIBAT PEMASANGAN INFUS PADA CVL
PENGADAAN BAHAN DAN ALAT YANG MELIBATKAN
13 PPI/13/2015
TIM PPI
14 - PEMILIHAN APD YANG RASIONAL

Sumber : Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit 2011


RSU MITRA SEHAT MEMBERSIHKAN KAMAR PASIEN
SETELAH PASIEN PULANG
No. Dokumen No. Revisi Halaman
PPI/01/2015 - 1/1
Standar Prosedur Tanggal Mulai Berlaku Ditetapkan,
Operasional Direktur RSU Mitra Sehat

01/08/2015

dr. H. Sugiyanto
1. Definisi Kamar pasien adalah ruangan yang digunakan untuk pasien selama
rawat inap
2. Ruang Lingkup Standar Prosedur Operasional ini berlaku di RSU MITRA SEHAT
3. Tujuan Membersihkan seluruh ruangan kamar dari kotoran / kuman penyakit
4. Alat dan Bahan 1. Lap bersih
2. Desinfektan (alkohol 70% / clorin 0,05%)
3. Sarunngg tangan
4. Baskom bersih berisi clorin 0,5%
5. Prosedur 1. Linen digulung, bagian kotor berada dibagian dalam dan
masukkan ke dalam wadah tertutup
2. Bersihkan seluruh bagian tempat tidur dan meja dengan kain
yang telah diberi desinfektan
3. Bersihkan tembok dari muntahan / noda jika ada dengan kain
yang telah diberi desinfektan
4. Rendam kain dan linen yang sudah dipakai pada larutan clorin
0,5%
5. Lepas sarung tangan dan cuci tangan
6. Kebijakan Surat Keputusan Direktur
7. Unit Terkait Bangsal perawatan

Sumber : Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit 2011


RSU MITRA SEHAT
KEBERSIHAN TANGAN

No. Dokumen No. Revisi Halaman


PPI/02/2015 1 1/6
Standar Prosedur Tanggal Mulai Berlaku Ditetapkan,
Operasional Direktur RSU Mitra Sehat

01/08/2015

dr. H. Sugiyanto
1. Definisi Kebersihan Tangan adalah proses pembersihan kotoran dan
mikroorganisme pada tangan yang di dapat melalui kontak dengan
pasien, petugas kesehatan lain dan permukaan lingkungan (flora
transien) dengan menggunakan sabun/antiseptik dibawah air mengalir
atau menggunakan hand rub berbasis alkohol.
1. Pembersihan Tangan dengan Cairan Antiseptik (Handrub)
adalah Mencuci tangan dengan menggunakan cairan antiseptik yg
berbahan dasar alkohol gel di seluruh permukaan tangan untuk
meminimalkan pertumbuhan mikroorganisme tanpa menggunakan
air dan handuk (pada tangan yang bersih).
2. Pembersihan Tangan dengan Sabun Antiseptik / Cairan /
Larutan dan Air Mengalir (Handwash) adalah Mencuci tangan
dengan air mengalir dengan menggunakan sabun / cairan
antiseptik yg bertujuan membersihkan tangan dari transien
mikroorganisme di tangan (pada tangan yang kotor).
3. Pembersihan Tangan Bedah (Surgical Handwash) pada
tindakan operasi adalah :
a. Proses menghilangkan atau menghancurkan mikroorganisme
transien dan mikroorganisme yang tinggal di lapisan kulit
yang lebih dalam serta di dalam folikel rambut yang tidak
dapat di hilangkan seluruhnya (flora residen).
b. Membersihkan tangan dengan menggunakan sikat dan sabun
di bawah air mengalir dengan prosedur tertentu agar tangan
dan lengan bagian bawah bebas dari mikroorganisme
2. Ruang Lingkup Standar Prosedur Operasional ini berlaku di RSU MITRA SEHAT
3. Tujuan 1. Meminimalkan atau menghilangkan mikroorganisme.
2. Mencegah tansmisi mikroorganisme dari petugas ke pasien dari
pasien ke petugas, dari pasien ke pasien serta lingkungan sekitar
pasien.
3. Tindakan utama untuk pencegahan dan pengendalian infeksi.
4. Alat dan Bahan 1. Hand rub (antiseptik berbasis alkohol)
2. Sabun Antiseptik
3. Handuk steril sekali pakai / tissue
4. Air mengalir

Sumber : Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit 2011


Sumber : Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit 2011
RSU MITRA SEHAT
KEBERSIHAN TANGAN

No. Dokumen No. Revisi Halaman


PPI/02/2015 1 2/6
Standar Prosedur Tanggal Mulai Berlaku Ditetapkan,
Operasional Direktur RSU Mitra Sehat

01/08/2015

dr. H. Sugiyanto
5. Prosedur A. Pembersihan Tangan dengan sabun dan air ( Handwash )
Langkah langkah :
1. Buka perhiasan yang digunakan, basahi tangan dengan air
mengalir
2. Tuangkan sabun ke telapak tangan 3 5 cc
3. Ratakan dengan kedua telapak tangan
4. Gosok punggung dan sela-sela jari jari tangan kiri dengan
tangan kanan dan sebaliknya
5. Gosok kedua telapak tangan dan sela-sela jari
6. Jari-jari sisi dalam kedua tangan saling mengunci dan saling
digosokkan
7. Gosok ibu jari kiri dengan gerakan berputar dalam genggaman
tangan kanan dan lakukan sebaliknya
8. Gosok telapak tangan kiri dengan memutar ujung jari-jari
kanan dan sebaliknya
9. Bilas kedua tangan dengan air mengalir
10. Keringkan kedua tangan dengan tissue sekali pakai
11. Gunakan bekas tissue tersebut untuk menutup kran air
12. Sekarang tangan sudah aman (Prosedur dilakukan 40 60
detik)

B. Pembersihan Tangan dengan Cairan Antiseptik ( Handrub )


Langkah langkah :
1. Tuangkan larutan antiseptik bebasis alkohol ke telapak tangan
sebanyak 3 - 5 cc
2. Gosok kedua telapak tangan hingga merata
3. Gosok punggung dan sela-sela jari tangan kiri dengan tangan
kanan dan sebaliknya
4. Gosok kedua telapak tangan dan sela-sela jari
5. Jari-jari sisi dalam dari kedua tangan saling mengunci dan
saling digosokkan
6. Gosok ibu jari kiri dengan gerakan berputar dalam genggaman
tangan kanan dan lakukan sebaliknya
7. Gosok telapak tangan kiri dengan memutar ujung jari-jari

Sumber : Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit 2011


kanan dan sebaliknya
8. Sekarang tangan sudah aman (Prosedur dilakukan 20 30
detik)

RSU MITRA SEHAT


KEBERSIHAN TANGAN

No. Dokumen No. Revisi Halaman


PPI/02/2015 1 3/6
Standar Prosedur Tanggal Mulai Berlaku Ditetapkan,
Operasional Direktur RSU Mitra Sehat

01/08/2015

dr. H. Sugiyanto
5. Prosedur C. Cara Pembersihan Tangan Bedah ( Surgical Handwash )
Langkah langkah :
1. Buka semua perhiasan yang digunakan, termasuk cincin,
gelang dan jam tangan
2. Basahi tangan dengan air mengalir.
3. Gunakan cairan antiseptik
4. Cuci tangan dan lengan bawah secara menyeluruh dan bilas
dengan air mengalir
5. Gunakan sekali lagi cairan antiseptik, sebarkan ke seluruh
permukaan tangan dan lengan bawah
6. Mulai dengan tangan, gunakan pembersih kuku untuk
membersihkan daerah bawah kuku kedua tangan
7. Bersihkan kuku secara menyeluruh, kemudian jari- jari, sela-
sela jari, telapak tangan dan punggung tangan
8. Cuci tiap jari seakan akan mempunyai empat sisi
9. Berikutnya scrub daerah pergelangan tangan pada tiap tangan
10. Setelah seluruh pergelangan tangan telah di scrub, bagian
lengan bawah juga di scrub, pastikan gerakan dari bawah
lengan menuju siku
11. Ulangi pada lengan satunya, dari lengan bawah menuju siku
12. Bilas tangan dan lengan bawah secara menyeluruh, pastikan
tangan di tahan lebih tinggi dari siku
13. Biarkan sisa air menetes melalui siku
14. Keringkan dengan handuk steril
15. Sekarang tangan sudah aman (Prosedur dilakukan 2 5
menit)

Sumber : Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit 2011


RSU MITRA SEHAT
KEBERSIHAN TANGAN

No. Dokumen No. Revisi Halaman


PPI/02/2015 1 4/6
Standar Prosedur Tanggal Mulai Berlaku Ditetapkan,
Operasional Direktur RSU Mitra Sehat

01/08/2015

dr. H. Sugiyanto

5 SAAT MELAKUKAN PRAKTEK KEBERSIHAN TANGAN


1. Sebelum kontak dengan pasien
2. Sebelum tindakan aseptik
3. Setelah terkena cairan tubuh pasien beresiko
4. Setelah kontak dengan pasien
5. Setelah kontak dengan lingkungan sekitar pasien

Sumber : Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit 2011


RSU MITRA SEHAT
KEBERSIHAN TANGAN

No. Dokumen No. Revisi Halaman


PPI/02/2015 1 5/6
Standar Prosedur Tanggal Mulai Berlaku Ditetapkan,
Operasional Direktur RSU Mitra Sehat

01/08/2015

dr. H. Sugiyanto
Melakukan Kebersihan Tangan Dengan Menggunakan Handrub

6. Kebijakan 1. Prosedur pembersihan tangan dengan antiseptik harus di lakukan


oleh semua petugas kesehatan, keluarga, pengunjung yang
berhubungan langsung dengan pasien atau lingkungan pasien
2. Prosedur pembersihan tangan dengan antiseptik dilakukan sebelum
kontak dengan pasien, sebelum melakukan tindakan aseptik,
Sumber : Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit 2011
sesudah terpajan dengan cairan tubuh pasien yang berisiko,
sesudah kontak dengan pasien dan sesudah kontak dengan area
sekitar pasien.
3. Setiap ruangan harus tersedia fasilitas :
a. Wastafel dengan air yang mengalir dengan kran
bergagang panjang
b. Sabun atau cairan antiseptik mengandung
chlorhexidine 2% dan 4 % untuk pembersihan tangan operasi
c. Cairan Handrub.
d. Pengering tangan (tissue/paper, towel/handuk satu kali
pakai)
e. Gambar prosedur pembersihan tangan terlihat di
semua fasilitas

RSU MITRA SEHAT


KEBERSIHAN TANGAN

No. Dokumen No. Revisi Halaman


PPI/02/2015 1 6/6
Standar Prosedur Tanggal Mulai Berlaku Ditetapkan,
Operasional Direktur

01/08/2015

dr. H. Sugiyanto
7. Unit Terkait 1. Seluruh unit kerja
2. Unit Rawat Jalan
3. Unit Rawat Inap
4. Unit Gawat Darurat
5. Unit Kamar Operasi
6. Unit Farmasi
7. Unit Laboratorium
8. Unit Gizi
9. Unit Kesling & Nosokomial
10. Unit Laundry
11. Unit Tekhnik

Sumber : Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit 2011


Sumber : Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit 2011
RSU MITRA SEHAT
PEMAKAIAN APD DI RUANG ISOLASI

No. Dokumen No. Revisi Halaman


PPI/03/2015 - 1/1
Standar Prosedur Tanggal Mulai Berlaku Ditetapkan,
Operasional Direktur RSU Mitra Sehat

01/08/2015

dr. H. Sugiyanto
1. Definisi Alat perlindungan diri yang mencakup sarung tangan, masker, alat
pelindung mata (pelindung wajah dan kacamata), topi, gaun, dan
pelindung lainnya
2. Ruang Lingkup Standar Prosedur Operasional ini berlaku di RSU MITRA SEHAT
3. Tujuan Melindungi kulit dan selaput lendir petugas dari resiko pajanan darah,
semua jenis cairan tubuh, sekret, ekskreta, kulit yang tidak utuh dan
selaput lendir pasien
4. Alat dan Bahan 1. Sarung tangan
2. Masker
3. Baju kerja / gaun / apron
4. Sepatu karet / bot
5. Topi
6. Prosedur 1. Cuci tangan dengan menggunakan 6 langkah cuci tangan
2. Kenakan baju kerja sebagai lapisan pertama pakaian pelindung
3. Kenakan pelindung kaki
4. Kenakan sepasang sarung tangan pertama
5. Kenakan gaun luar
6. Kenakan celemek plastik
7. Kenakan masker
8. Kenakan penutup kepala
9. Kenakan pelindung mata
7. Kebijakan Surat Keputusan Direktur
8. Unit Terkait Bangsal Isolasi

Sumber : Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit 2011


RSU MITRA SEHAT
MELEPAS APD DI RUANG ISOLASI

No. Dokumen No. Revisi Halaman


PPI/04/2015 - 1/1
Standar Prosedur Tanggal Mulai Berlaku Ditetapkan,
Operasional Direktur RSU Mitra Sehat

01/08/2015

dr. H. Sugiyanto
1. Definisi Alat perlindungan diri yang mencakup sarung tangan, masker, alat
pelindung mata (pelindung wajah dan kacamata), topi, gaun, dan
pelindung lainnya
2. Ruang Lingkup Standar Prosedur Operasional ini berlaku di RSU MITRA SEHAT
3. Tujuan Melindungi kulit dan selaput lendir petugas dari resiko pajanan darah,
semua jenis cairan tubuh, sekret, ekskreta, kulit yang tidak utuh dan
selaput lendir pasien
4. Alat dan Bahan 1. Sarung tangan
2. Masker
3. Baju kerja / gaun / apron
4. Sepatu karet / bot
5. Topi
5. Prosedur 1. Desinfeksi sepasang sarung tangan bagian luar
2. Desinfeksi celemek dan pelindung kaki
3. Lepaskan sepasang sarung tangan bagian luar
4. Lepaskan celemek
5. Lepaskan gaun bagian luar
6. Desinfeksi tangan yang mengenakan sarung tangan
7. Lepaskan pelindung mata
8. Lepaskan penutup kepala
9. Lepaskan masker
10. Lepaskan pelindung kaki
11. Lepaskan sepasang sarung tangan bagian dalam
12. Cuci tangan dengan sabun dan air bersih
6. Kebijakan Surat Keputusan Direktur
7. Unit Terkait Bangsal Isolasi

Sumber : Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit 2011


RSU MITRA SEHAT
PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD)

No. Dokumen No. Revisi Halaman


PPI/05/2015 1 1/4
Standar Prosedur Tanggal Mulai Berlaku Ditetapkan,
Operasional Direktur RSU Mitra Sehat

01/08/2015

dr. H. Sugiyanto
1. Definisi Alat Pelindung Diri ( APD ) adalah Alat yang digunakan sebagai
teknik pencegahan mikroorganisme patogen dari seseorang ke orang
lain yang disebut carrier. Barrier yang umum digunakan masker,
kacamata pelindung, gaun, apron, sarung tangan, penutup kepala,
pelindung kaki
2. Ruang Lingkup Standar Prosedur Operasional ini berlaku di RSU MITRA SEHAT
3. Tujuan Melindungi tenaga kesehatan, pasien, keluarga pengunjung dan
lingkungan dari kemungkinan transmisi material infeksius
4. Alat dan Bahan 1. Sarung tangan
2. Masker
3. Baju kerja / gaun / apron
4. Sepatu karet / bot
5. Topi
5. Prosedur A. Masker N95
Langkah langkah :
1. Genggam respirator dengan satu tangan, posisikan sisi depan
bagian hidung pada ujung jari jari, biarkan tali pengikat
menjuntai bebas di bawah tangan anda
2. Posisikan respirator di bawah dagu dan sisi untuk hidung
berada di atas
3. Tariklah tali pengikat respirator yang atas dan posisikan tali
agak tinggi di belakang kepala di atas telinga.Tarik tali
pengikat respirator yang bawah dan posisikan tali di bawah
telinga.
4. Letakkan jari jari kedua tangan anda di atas bagian hidung
yang terbuat dari logam.Tekan sisi logam tersebut ( gunakan
dua jari dari masing masing tangan ) mengikuti bentuk
hidung. Jangan menekan respirator dengan satu tangan karena
dapat mengakibatkan respirator bekerja kurang efektif
5. Tutup bagian depan respirator dengan kedua tangan dan hati
hati agar posisi respirator tidak berubah

Sumber : Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit 2011


RSU MITRA SEHAT
PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD)

No. Dokumen No. Revisi Halaman


PPI/05/2015 1 2/4
Standar Prosedur Tanggal Mulai Berlaku Ditetapkan,
Operasional Direktur RSU Mitra Sehat

01/08/2015

dr. H. Sugiyanto
5. Prosedur B. Pemakaian Sarung Tangan
Langkah langkah Pemasangan :
1. Buka pembungkus sarung tangan dengan hati hati, pilih
yang sesuai ukuran
2. Jika harus mempertahankan prinsip prinsip steril
hindarkan sarung tangan terkontaminasi obyek tidak steril
3. Jari telunjuk dan ibu jari non dominan membuka lipatan
sarung tangan bagian atas dan masukkan tangan non
dominan dengan posisi telentang, masukkan jari secara
pelan pelan.
4. Untuk memakai sarung tangan sebelah kiri gunakan empat
jari tangan dominan, masukkan dalam lipatan sarung tangan
( bagian luar ), segera masukkan tangan non dominan secara
perlahan - lahan

Langkah langkah Melepaskan:


1. Ingatlah bahwa bagian luar sarung tangan telah
terkontaminasi
2. Pegang bagian luar sarung tangan dengan sarung tangan
lainnya, lepaskan
3. Pegang sarung tangan yang telah di lepas dengan
menggunakan tangan yang masih memakai sarung tangan
4. Selipkan jari tangan yang sudah tidak memakai sarung
tangan di bawah sarung tangan yang belum di lepas di
pergelangan tangan
5. Lepaskan sarung tangan di atas sarung tangan pertama
6. Buang sarung tangan di tempat limbah infeksius
7. Cuci tangan sesuai prosedur.

C. Masker Biasa
Langkah langkah pemasangan :
1. Eratkan tali atau karet elastis pada bagian tengah kepala dan
leher
2. Paskan klip hidung dari logam fleksibel pada batang hidung

Sumber : Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit 2011


3. Paskan dengan erat pada wajah dan di bawah dagu sehingga
melekat dengan baik
4. Periksa ulang pengepasan masker

RSU MITRA SEHAT


PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD)

No. Dokumen No. Revisi Halaman


PPI/05/2015 1 3/4
Standar Prosedur Tanggal Mulai Berlaku Ditetapkan,
Operasional Direktur RSU Mitra Sehat

01/08/2015

dr. H. Sugiyanto
5. Prosedur Langkah langkah melepaskan
1. Jangan di sentuh bagian depan masker karena telah
terkontaminasi
2. Lepaskan tali bagian bawah dan kemudian tali atau karet
bagian atas
3. Buang ke tempat limbah infeksius

D. Pemakaian Kaca Mata Pelindung. Pasang pada wajah


dan mata dan sesuaikan agar pas. Langkah langkah
melepaskan :
1. Bagian luar kacamata atau pelindung wajah telah
terkontaminasi
2. Saat melepasnya, pegang karet atau gagang kacamata
3. Letakkan di wadah yang telah di sediakan untuk dip roses
ulang atau dalam tempat limbah infeksius

E. Pemakaian Gaun / Apron


Langkah langkah Pemasangan:
1. Tutupi badan sepenuhnya dari leher hingga lutut, lengan
hingga bagian pergelangan tangan dan selubungkan ke
belakang punggung
2. Ikat di bagian belakang leher dan pinggang

Langkah langkah melepaskan :


1. Bagian depan gaun dan lengan gaun pelindung telah
terkontaminasi
2. Lepas tali
3. Tarik dari leher dan bahu dengan memegang bagian dalam
gaun pelindung saja
4. Balik gaun pelindung

Sumber : Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit 2011


5. Lipat atau gulung menjadi gulungan dan letakkan di wadah
yang telah di sediakan untuk diproses ulang atau buang di
tempat limbah infeksius

Sumber : Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit 2011


RSU MITRA SEHAT
PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD)

No. Dokumen No. Revisi Halaman


PPI/05/2015 1 4/4
Standar Prosedur Tanggal Mulai Berlaku Ditetapkan,
Operasional Direktur RSU Mitra Sehat

01/08/2015

dr. H. Sugiyanto
5. Prosedur F. Pemakaian penutup kepala
Langkah langkah :
1. Pakailah pelindung kepala sesuai ukuran sehingga menutup
semua rambut
2. Lepaskan pelindung kepala dan langsung di buang ke
tempat sampah

G. Pemakaian pelindung kaki


Langkah langkah :
1. Gunakan sepatu karet atau plastik yang menutupi seluruh
ujung dan telapak kaki bisa di gunakan sepatu boot dari
bahan kulit
2. Sepatu harus selalu bersih
3. Harus selalu di gunakan di dalam kamar operasi dan tidak
boleh di pakai keluar, tidak di anjurkan memkai sandal,
sepatu terbuka dan telanjang kaki
6. Kebijakan 1. Setiap petugas RSU MITRA SEHAT yang melaksanakan tugas di
tempat yang beresiko dan membahayakan dirinya selama bekerja
harus menggunakan alat pelindung diri secara benar, dan di saat
melepaskan alat pelindung diri juga harus benar karena sudah
terkontaminasi sehingga tidak menyebarkan mikroorganisme ke
tempat lain
2. Setiap ruangan harus menyediakan : Masker, Kacamata
pelindung, Gaun/apron, Sarung tangan, Penutup kepala, dan
Pelindung kaki
7. Unit Terkait 1. Unit rawat jalan
2. Unit rawat inap
3. Unit gawat darurat
4. Unit kamar operasi dan TSSU
5. Unit farmasi
6. Unit Laboratorium
7. Unit gizi
8. Unit kesling & nosokomial
9. Unit laundry

Sumber : Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit 2011


RSU MITRA SEHAT PEMERIKSAAN KESEHATAN KHUSUS
BAGI KARYAWAN DI RSU MITRA SEHAT
No. Dokumen No. Revisi Halaman
PPI/06/2015 - 1/2
Standar Prosedur Tanggal Mulai Berlaku Ditetapkan,
Operasional Direktur RSU Mitra Sehat

01/08/2015

dr. H. Sugiyanto
1. Definisi Pemeriksaan kesehatan khusus bagi karyawan/ personel adalah
pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh dokter secara khusus
terhadap karyawan/ personel tertentu karena ada indikasi khusus/
bekerja ditempat berisiko.
2. Ruang Lingkup Standar Prosedur Operasional ini berlaku di RSU MITRA SEHAT
3. Tujuan Untuk mengetahui/ menilai adanya pengaruh dari pekerjaan tertentu
terhadap karyawan/ personel atau golongan karyawan/ personel
tetentu yang berisiko.
4. Alat dan Bahan -
5. Prosedur 1. Pemeriksaan kesehatan khusus dilakukan terhadap :
a. Karyawan / personel yang telah mengalami kecelakaan atau
penyakit yang memerlukan perawatan yang lebih dari 2 (dua)
minggu.
b. Karyawan/ personel yang diduga mendapat gangguan
kesehatan maupun bekerja dilingkup pekerjaan yang
berisiko.
2. Pemeriksaan Kesehatan Khusus dilakukan di Unit Rikkes RSU
MITRA SEHAT atas permintaan Dep/Bag/Unit yang membutuhkan
sesuai dengan rekomendasi hasil pemeriksaan berkala/rutin.
3. Pemeriksaan penunjang rikkes khusus meliputi photo thorax,
HbsAg, faeces dan LFT (Liver Fungsi Test).
4. Departemen/instalasi/bag/unit/kasi/kaur membuat program
secara terencana pemeriksaan khusus bagi karyawan/ personel
setiap tahun.
5. Pelaksaanaan rikkes khusus dikoordinasikan dengan Yanmed
bersama-sama dengan Kepala Unit Terkait.

Sumber : Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit 2011


RSU MITRA SEHAT PEMERIKSAAN KESEHATAN KHUSUS
BAGI KARYAWAN DI RSU MITRA SEHAT
No. Dokumen No. Revisi Halaman
PPI/06/2015 - 2/2
Standar Prosedur Tanggal Mulai Berlaku Ditetapkan,
Operasional Direktur RSU Mitra Sehat

01/08/2015

dr. H. Sugiyanto
6. Kebijakan 1. Undang - Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan
Kerja
2. Undang - Undang Republik Indonesia Nomor 36 tahun 2009
tentang Kesehatan
3. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1087 / Menkes / SK /
VIII / 2010 tentang Standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja di
Rumah Sakit.
7. Unit Terkait Internal :
Kadep Penyakit Dalam, THT, Radiologi, Unit Tehnik, Unit Jangsus
RSU MITRA SEHAT.
Eksternal :
1. Depnaker.
2. Depkes.

Sumber : Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit 2011


RSU MITRA SEHAT PENEMPATAN PASIEN
DENGAN PENYAKIT MENULAR ATAU SUSPEK
No. Dokumen No. Revisi Halaman
PPI/07/2015 - 1/1
Standar Prosedur Tanggal Mulai Berlaku Ditetapkan,
Operasional Direktur RSU Mitra Sehat

01/08/2015

dr. H. Sugiyanto
1. Definisi Penempatan pasien dengan penyakit menular atau suspek adalah
menempatkan pasien dalam satu ruangan tersendiri (jika tidak
tersedia) kelompokkan kasus yang telah dikonfirmasi secara terpisah
di dalam ruangan atau bangsal dengan beberapa tempat tidur dari
kasus yang belum dikonfirmasi atau sedang didiagnosis (kohorting).
Bila ditempatkan dalam satu ruangan, jarak antara tempat tidur harus
lebih dari dua meter dan diantara tempat tidur harus ditempatkan
penghalang fisik seperti tirai atau sekat.
2. Ruang Lingkup Standar Prosedur Operasional ini berlaku di RSU MITRA SEHAT
3. Tujuan Menghindari penularan penyakit melalui kontak langsung, droplet,
airborne, dan vehicle.
4. Alat dan Bahan -
5. Prosedur 1. Tempatkan pasien di ruangan terpisah bila terdapat kontaminasi
luas terhadap lingkungan (misalnya luka lebar dengan cairan
keluar, diare, perdarahan masif)
2. Kamar terpisah dengan pintu tertutup, diwaspadai transmisi
melalui udara ke kontak / sumber luka (misalnya luka dengan
infeksi kuman gram positif)
3. Kamar terpisah atau kohorting, ventilasi dibuang keluar dengan
exhoust ke area yang tidak dilalui orang (misalnya kasus TBC)
4. Kamar terpisah dengan udara terkunci bila diwaspadai transmisi
airborne luas (misalnya kasus varicella)
5. Kamar terpisah bila pasien kurang mampu menjaga kebersihan
(anak, gangguan mental)
6. Bila kamar terpisah tidak memungkinkan untuk difasilitasi,
gunakan sistem kohorting.
7. Kasus dilaporkan keruangan dengan telpon sebelumnya
6. Kebijakan Setiap pasien dengan penyakit menular atau suspek harus dilakukan
penempatan secara terpisah atau kohorting.
7. Unit Terkait 1. Unit Rawat Inap
2. Unit Rawat Jalan
3. Unit Gawat Darurat

Sumber : Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit 2011


RSU MITRA SEHAT
ETIKA BATUK

No. Dokumen No. Revisi Halaman


PPI/08/2015 - 1/2
Standar Prosedur Tanggal Mulai Berlaku Ditetapkan,
Operasional Direktur RSU Mitra Sehat

01/08/2015

dr. H. Sugiyanto
1. Definisi Batuk adalah Mekanisme pertahanan tubuh di saluran pernafasan dan
merupakan gejala suatu penyakit atau reaksi tubuh terhadap iritasi di
tenggorokan karena adanya lendir, makanan,debu, asap dan
sebagainya
Etika adalah Suatu norma atau aturan yang berlaku pada masyarakat
Etika batuk adalah Cara penting untuk mengendalikan penyebaran
infeksi di sumbernya
2. Ruang Lingkup Standar Prosedur Operasional ini berlaku di RSU MITRA SEHAT
3. Tujuan 1. Agar tidak menularkan kepada orang sekitar
2. Mencegah terjadinya penyebaran virus di udara dan
lingkungan sekitarnya
4. Alat dan Bahan -
5. Prosedur Semua pasien, pengunjung, dan petugas kesehatan harus di anjurkan
untuk selalu mematuhi etika batuk dan kebersihan pernapasan untuk
mencegah sekresi pernapasan, yaitu dengan cara :
1. Tutup hidung dan mulut anda dengan menggunakan tissue / sapu
tangan atau lengan dalam baju
2. Segera buang tissue yang sudah di pakai ke dalam tempat
sampah
3. Cuci tangan dengan menggunakan air bersih dan sabun atau
pencuci tangan berbasis alkohol sesuai prosedur
4. Gunakan selalu masker bedah bila anda sedang batuk
5. Tindakan penting ini harus selalu di lakukan untuk
mengendalikan sumber infeksi potensial

Sumber : Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit 2011


RSU MITRA SEHAT
ETIKA BATUK

No. Dokumen No. Revisi Halaman


PPI/08/2015 - 2/2
Standar Prosedur Tanggal Mulai Berlaku Ditetapkan,
Operasional Direktur RSU Mitra Sehat

01/08/2015

dr. H. Sugiyanto
6. Kebijakan Seluruh petugas di RSU MITRA SEHAT yaitu dokter, perawat,
petugas kebersihan (House Keeping), mahasiswa, petugas gizi dan
pengunjung/masyarakat sekitar harus mendapatkan sosialisasi dan
melaksanakan prosedur cara batuk yang aman ( Etika batuk ) sesuai
SOP
7. Unit Terkait 1. Instalasi Rawat Inap
2. Instalasi Rawat Jalan
3. Instalasi Gawat Darurat
4. Instalasi Kamar Operasi
5. Sub Instal Watsif
6. Hemodialisa
7. Unit gizi

Sumber : Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit 2011


RSU MITRA SEHAT
MENYUNTIK AMAN

No. Dokumen No. Revisi Halaman


PPI/09/2015 - 1/2
Standar Prosedur Tanggal Mulai Berlaku Ditetapkan,
Operasional Direktur RSU Mitra Sehat

01/08/2015

dr. H. Sugiyanto
1. Definisi Praktek Menyuntik Aman adalah suatu tindakan insersi yang
dilakukan oleh dokter atau perawat kepada pasien dengan menjaga
keamanan pasien dan dokter atau perawat yang melakukan insersi
2. Ruang Lingkup Standar Prosedur Operasional ini berlaku di RSU MITRA SEHAT
3. Tujuan 1. Untuk mencegah kontamkinasi pada peralatan injeksi dan terapi
2. Untuk melindungi dokter atau perawat dalam melakukan insersi
agar tidak terjadi kecelakaan kerja
3. Untuk mencegah dan mengendalikan infeksi di rumah sakit
dengan meningkatkan kewaspadaan standar.
4. Alat dan Bahan 1. Sarung tangan
2. Masker
3. Bak Instrumen
4. Spuit Single-Use
5. Alcohol Swab
6. Savety Box
7. Benar Label
5. Prosedur 1. Lakukan kebersihan tangan
2. Gunakan APD sesuai indikasi (sarung tangan sekali pakai yang
tidak steril)
3. Lakukan desinfeksi pada area insersi
4. Pakai jarum yang steril, sekali pakai pada tiap suntikan untuk
mencegah kontaminasi pada peralatan dan terapi
5. Bila memungkinkan sekali pakai vial walaupun multidose
6. Tidak diperbolehkan menggunakan jarum atau spuit yang dipakai
ulang untuk mengambil obat dalam vial multidose karena dapat
menimbulkan kontaminasi mikroba yang dapat menyebar saat
obat dipakai untuk pasien lain
7. Lakukan prinsip pemberian obat dengan 7 benar
8. Lakukan insersi sesuai petunjuk pemberian (IM, IV, SC, IC)
9. Lakukan desinfeksi pada area setelah insersi
10. Tidak melakukan recaping dengan kedua tangan
11. Lakukan recaping dengan tehnik one hand (satu tangan)
12. Buang spuit injeksi kedalam safety box oleh dokter atau perawat
yang melakukan insersi
13. Lepas APD
14. Lakukan Kebersihan tangan
15. Lakukan pencatatan dokumentasi pada lembar daftar pemberian

Sumber : Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit 2011


terapi

RSU MITRA SEHAT


MENYUNTIK AMAN

No. Dokumen No. Revisi Halaman


PPI/09/2015 - 2/2
Standar Prosedur Tanggal Mulai Berlaku Ditetapkan,
Operasional Direktur RSU Mitra Sehat

01/08/2015

dr. H. Sugiyanto
6. Kebijakan Praktek menyuntik aman harus dilakukan oleh dokter dan perawat
yang mempunyai kompetensi
7. Unit Terkait 1. Unit Gawat Darurat
2. Unit Rawat Inap
3. Unit Rawat Jalan
4. Unit Kamar Operasi
5. High Care Unit

Sumber : Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit 2011


RSU MITRA SEHAT
SURVEILANS INFEKSI RUMAH SAKIT

No. Dokumen No. Revisi Halaman


PPI/10/2015 - 1/4
Standar Prosedur Tanggal Mulai Berlaku Ditetapkan,
Operasional Direktur RSU Mitra Sehat

01/08/2015

dr. H. Sugiyanto
1. Definisi 1. Surveilans Infeksi Rumah Sakit adalah suatu kegiatan
pengamatan yang sistematis, aktif, berkelanjutan, dan terus
menerus terhadap suatu kejadian penyebaran penyakit pada suatu
populasi tertentu, serta hal hal yang mempengaruhi terjadinya
infeksi tersebut.
2. Surveilans Infeksi Aliran Darah Primer (IADP) adalah
pengumpulan data kejadian infeksi aliran darah akibat
penggunaan alat intravaskuler secara sistematik, analisis dan
interpretasi yang terus menerus untuk digunakan dalam
perencanaan penerapan dan evaluasi suatu tindakan yang
berhubungan dengan kesehatan yang didesiminasikan secara
berkala kepada pihak-pihak yang memerlukan.
3. Surveilans Infeksi Saluran Kemih (ISK) adalah pengumpulan
data kejadian infeksi saluran kemih akibat penggunaan alat
dower kateter atau tindakan aseptik lain melalui saluran kemih
secara sistematik, analisis dan interpretasi yang terus menerus
untuk digunakan dalam perencanaan penerapan dan evaluasi
suatu tindakan yang berhubungan dengan kesehatan yang di
desiminasikan secara berkala kepada pihak-pihak yang
memerlukan.
4. Surveilans Infeksi Luka Operasi (ILO) adalah pengumpulan
data kejadian infeksi akibat tindakan pembedahan yang dapat
mengenai :
a. Superfisial (Superficial Incicional Site) : ILO yang terjadi 30
hari setelah pembedahan, dan hanya mengenai kulit dan
jaringan sub kutan.
b. Profunda ( Deep Incicional) : ILO yang terjadi 30 hari
setelah tindakan pembedahan bila tidak ada implan atau
infeksi terjadi dalam satu tahun bila ada pemasangan implan,
mengenai jaringan lunak dalam dari tempat insisi (faskia dan
otot).
c. Organ/rongga : ILO yang terjadi 30 hari pasca bedah tanpa
implan atau 1 tahun pasca bedah apabila terdapat implan,
mengenai semua organ yang dimanipulasi selama operasi

Sumber : Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit 2011


kecuali jaringan lunak superficial dan dalam.
2. Ruang Lingkup Standar Prosedur Operasional ini berlaku di RSU MITRA SEHAT

Sumber : Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit 2011


RSU MITRA SEHAT
SURVEILANS INFEKSI RUMAH SAKIT

No. Dokumen No. Revisi Halaman


PPI/10/2015 - 2/4
Standar Prosedur Tanggal Mulai Berlaku Ditetapkan,
Operasional Direktur RSU Mitra Sehat

01/08/2015

dr. H. Sugiyanto
3. Tujuan 1. Mengetahui data dasar infeksi rumah sakit
2. Pemantauan masalah dan pola infeksi
3. Kewaspadaan dini dalam mengidentifikasi kejadian luar biasa
(outbreak) dan cara penanggulangannya
4. Mendapatkan informasi epidemiologi sebagai dasar tindakan
pencegahan dan pengendalian infeksi untuk menurunkan insiden
dan risiko.
5. Mengetahui pola kuman di RS
4. Alat dan Bahan 1. Formulir Surveilans
2. Alat tulis (pensil, pulpen)
5. Prosedur A. Surveilans IADP
Langkah langkah :
1.Siapkan formulir surveilans dan alat tulis yang akan di
gunakan untuk mendata pasien yang akan di survei
2.Tentukan ruangan yang akan disurvei
3.Catat nama, nomor medik, diagnosa penyakit dan identitas
lain dari pasien yang akan di survei dalam formulir
surveilans
4.Catat tanggal di lakukan tindakan serta lama tindakan
5.Observasi tempat dan lokasi insersi Intra Vaskular
6.Observasi adanya tanda tanda infeksi yang meliputi adanya
pembengkakan, kemerahan, panas area insersi, dan adanya
rasa nyeri.
7.Apabila ditemukan adanya tanda tanda infeksi tersebut
segera lakukan pemeriksaan kultur (darah atau ujung kateter
infus)
8.Apabila hasil kultur positif dilaporkan ulang ke IPCO untuk
menentukan adanya IADP.
9.Dokumentasikan kejadian IADP yang ditemukan ke formulir
surveilans yang diletakkan dalam Status Pasien, Formulir
Harian, dan Formulir Bulanan Surveilans Infeksi Rumah
Sakit.

Sumber : Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit 2011


RSU MITRA SEHAT
SURVEILANS INFEKSI RUMAH SAKIT

No. Dokumen No. Revisi Halaman


PPI/10/2015 - 3/4
Standar Prosedur Tanggal Mulai Berlaku Ditetapkan,
Operasional Direktur RSU Mitra Sehat

01/08/2015

dr. H. Sugiyanto
5. Prosedur B. Surveilans ISK
Langkah langkah :
1. Siapkan formulir surveilans, alat tulis yang akan di gunakan
untuk mendata pasien yang akan di survei
2. Tentukan ruangan yang akan disurvei
3. Catat nama, nomor medik, diagnosa penyakit dan identitas
lain dari pasien yang akan di survei dalam formulir surveilans
4. Catat tanggal di lakukan tindakan serta lama tindakan
5. Observasi tempat dan lokasi pemasangan dower kateter atau
tindakan aseptik lain
6. Observasi adanya tanda tanda infeksi yang meliputi
peningkatan suhu badan > 38C, anyang anyangan,
polakisuri, disuri, atau nyeri suprapubik, catat dan laporkan
pada IPCO untuk menetapkan apakah benar terjadi infeksi
saluran kemih.
7. Apabila ditemukan tanda tanda infeksi tersebut segera
lakukan pemeriksaan kultur urine dari selang kateter.
8. Apabila hasil kultur positif dilaporkan ulang ke IPCO untuk
menentukan adanya ISK.
9. Dokumentasikan kejadian IADP yang ditemukan ke formulir
surveilans yang diletakkan dalam Status Pasien, Formulir
Harian, dan Formulir Bulanan Surveilans Infeksi Rumah
Sakit.

C. Surveilans ILO
Langkah langkah :
1. Siapkan formulir surveilans, alat tulis yang akan digunakan
untuk mendata pasien yang akan di survei
2. Tentukan ruangan yang akan disurvei
3. Catat nama, nomor medik, diagnosa penyakit dan identitas
lain dari pasien yang akan di survei dalam formulir
surveilans
4. Catat tanggal di lakukan tindakan serta lama tindakan

Sumber : Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit 2011


Sumber : Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit 2011
RSU MITRA SEHAT
SURVEILANS INFEKSI RUMAH SAKIT

No. Dokumen No. Revisi Halaman


PPI/10/2015 - 4/4
Standar Prosedur Tanggal Mulai Berlaku Ditetapkan,
Operasional Direktur RSU Mitra Sehat

01/08/2015

dr. H. Sugiyanto
5. Prosedur 5. Observasi adanya tanda tanda infeksi yang meliputi :
a. Superfisial : adanya nyeri / tenderness, bengkak lokal,
kemerahan atau panas, keluarnya cairan purulen dari
area insisi
b. Deep Insisional (insisional dalam) : keluarnya cairan
purulen dari jaringan lunak dalam dan bukan dari organ,
ditemukan abses, adanya peningkatan suhu tubuh >38
C, atau nyeri/ tenderness
c. Organ/rongga : adanya cairan purulen melalui stab
wound pada organ/ rongga dan abses
6.Apabila ditemukan tanda tanda infeksi tersebut segera
lakukan pemeriksaan kultur luka operasi dengan teknik
aseptik
7.Apabila hasil kultur positif dilaporkan ulang ke IPCO untuk
menentukan adanya ILO
8.Dokumentasikan kejadian ILO yang ditemukan ke formulir
surveilans yang diletakkan dalam Status Pasien, Formulir
Harian, dan Formulir Bulanan Surveilans Infeksi Rumah
Sakit
6. Kebijakan 1. Surveilans infeksi rumah sakit dilaksanakan oleh IPCN purna
waktu dan IPCLN di setiap ruang perawatan atau ruangan lain
yang berisiko terhadap terjadinya infeksi dirumah sakit.
2. Surveilans dilakukan pada pasien yang dirawat atau mendapat
tindakan yang berisiko terjadinya infeksi rumah sakit.
3. Perlu dibentuk koordinator surveilans sesuai jenis dan parameter
infeksi (IADP, ISK, VAP dan HAP, serta ILO).
4. Dalam pelaksanaan surveilans ditentukan : what (jenis infeksi
rumah sakit), when (kapan terjadinya infeksi), where (tempat unit
perawatan), dan who (umur, jenis kelamin dan faktor resiko lain).
7. Unit Terkait 1. Unit Rawat Inap
2. Unit Rawat Jalan
3. Unit Gawat Darurat
4. Unit kamar Operasi

Sumber : Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit 2011


RSU MITRA SEHAT PENATALAKSANAAN TERTUSUK JARUM
ATAU BENDA TAJAM
No. Dokumen No. Revisi Halaman
PPI/11/2015 - 1/3
Standar Prosedur Tanggal Mulai Berlaku Ditetapkan,
Operasional Direktur RSU Mitra SEhat

01/08/2015

dr. H. Sugiyanto
1. Definisi Penatalaksanaan tertusuk jarum dan benda tajam adalah salah
satu upaya pencegahan dan pengendalian infeksi terhadap petugas
yang tertusuk benda yang memiliki sudut tajam atau runcing yang
menusuk, memotong, melukai kulit seperti jarum suntik, jarum jahit
bedah, pisau, skalpel, gunting, atau benang kawat.
2. Ruang Lingkup Standar Prosedur Operasional ini berlaku di RSU MITRA SEHAT
3. Tujuan Melindungi petugas kesehatan, mahasiswa, petugas kebersihan,
pengunjung dari perlukaan dan tertular penyakit seperti hepatitis B,
hepatitis C dan HIV
4. Alat dan Bahan 1. Sabun antiseptik
2. Air mengalir
3. NaCl
5. Prosedur Prosedur penatalaksanaan tersuk jarum bekas pakai dan benda
tajam:
1. Pertolongan Pertama
a. Jangan panik.
b. Penatalaksanaan lokasi terpapar :
1) Segera cuci bagian yang terpapar dengan sabun
antiseptik dan air mengalir
2) Bilas dengan air bila terpapar pada daerah membran
mukosa
3) Bilas dengan air atau cairan NaCl bila terpapar pada
daerah mata

2. Penanganan Lanjutan :
a. Bila terjadi di luar jam kerja segera ke Instalasi Gawat
Darurat (IGD) untuk penatalaksanaan selanjutnya
b. Bila terjadi di dalam jam kerja segera ke Poliklinik Penyakit
Dalam dengan membawa surat konsul dari dokter ruangan
unit kerja

3. Laporan dan Pendokumentasian:


a. Laporan meliputi: Hari, tanggal, jam, dimana, bagaimana
kejadian, bagian mana yang terkena, penyebab, jenis sumber
(darah, urine, faeces) dan jumlah sumber yang mencemari

Sumber : Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit 2011


(banyak/sedikit)
b. Tentukan status pasien sebagai sumber jarum dan benda
tajam ( pasien dengan riwayat sakit apa )

RSU MITRA SEHAT PENATALAKSANAAN TERTUSUK JARUM


ATAU BENDA TAJAM
No. Dokumen No. Revisi Halaman
PPI/11/2015 - 2/3
Standar Prosedur Tanggal Mulai Berlaku Ditetapkan,
Operasional Direktur RSU Mitra SEhat

01/08/2015

dr. H. Sugiyanto
5. Prosedur c. Tentukan status petugas yang terpapar : Apakah menderita
hepatitis B, apakah pernah mendapatkan imunisasi Hepatitis
B, apakah sedang hamil/menyusui
d. Jika tidak diketahui sumber paparannya. Petugas yang
terpapar diperiksa status HIV, HBV, HCV
e. Bila status pasien bebas HIV, HBV, HCV dan bukan dalam
masa inkubasi tidak perlu tindakan khusus untuk petugas,
tetapi bila diragukan dapat dilakukan konseling
f. Pemberian Propilaksis Pasca Pajanan :
1) Pasca Pajanan HIV :
a) Apabila Status pasien HIV harus diberikan Prolaksis
Pasca Pajanan berupa obat ARV 4 jam setelah
paparan , maksimal 48 -72 jam diberikan selama 28
hari
b) Tes HIV diulang setelah 6 minggu, 3 bulan, dan 6
bulan.
2) Pasca Pajanan Hepatitis B
a) Jika pernah vaksinasi periksa anti HBs
(1) Anti HBs (+), titer 10, lakukan Booster
(2) Anti HBs (+), Titer 10, lakukan observasi
b) Jika belum pernah vaksinasi maka :
(1) Segera vaksinasi sesuai standar
(2) Cek HBsAg bulan ke 1, bulan ke 3, bulan ke 6
(3) Jika HbsAg (+), rujuk ke Gastrohepatologi
Penyakit Dalam untuk penanganan lebih lanjut
3) Evaluasi pencemaran berdasarkan mode, rute, beratnya
yang terpapar :
a) Cairan resiko tinggi yang perlu diwaspadai dan dapat
menimbulkan pencemaran adalah darah, cairan
sperma, sekret vagina, cairan cerebro spinal
b) Cairan tubuh yang tidak menimbulkan pencemaran :
urine, sputum non purulen, ingus, air mata keringat,

Sumber : Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit 2011


faeses

Sumber : Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit 2011


RSU MITRA SEHAT PENATALAKSANAAN TERTUSUK JARUM
ATAU BENDA TAJAM
No. Dokumen No. Revisi Halaman
PPI/11/2015 - 3/3
Standar Prosedur Tanggal Mulai Berlaku Ditetapkan,
Operasional Direktur RSU Mitra SEhat

01/08/2015

dr. H. Sugiyanto
5. Prosedur c) Evaluasi yang terpapar pasien terinfeksi hepatitis B
dan HIV, yang perlu di follow up, dengan indikasi :
(1) Tertusuk jarum
(2) Terpapar cairan tubuh pada mukosa
(3) Terpapar pada kulit yang tidak utuh/bekas luka
(4) Tepapar serangga yang bekas menggigit pasien
dengan kasus HIV,hepatitis B

Laporan kejadian di lakukan oleh unit kerja tempat terjadinya


kecelakaan kepada K3RS dan Komite PPIRS
6. Kebijakan Setiap petugas kesehatan yaitu dokter, perawat, petugas kebersihan
(House Keeping), mahasiswa, dan pengunjung bila terjadi kecelakaan
tertusuk jarum bekas pakai dan benda tajam wajib dilaporkan dan
penanganannya harus sesuai prosedur yang sudah di tetapkan
7. Unit Terkait 1. Unit Gawat Darurat
2. Unit Rawat Inap
3. Unit Rawat Jalan
4. Unit Kamar Operasi
5. High Care Unit
6. Cleaning Service

Sumber : Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit 2011


RSU MITRA SEHAT PENGAMBILAN SPESIMEN PADA DUGAAN INFEKSI
AKIBAT PEMASANGAN INFUS PADA CVL
No. Dokumen No. Revisi Halaman
PPI/12/2015 - 1/2
Standar Prosedur Tanggal Mulai Berlaku Ditetapkan,
Operasional Direktur RSU Mitra Sehat

01/08/2015

dr. H. Sugiyanto
1. Definisi Infeksi luka infus pada pasien terpasang CVL adalah Infeksi yang
terjadi pada tempat pemasangan infus dan timbul tanda- tanda radang
seperti : bengkak (tumor), kemerahan (rubor), panas setempat (calor),
dan rasa nyeri (dolor)

Pengambilan Specimen Pada dugaan pasien infeksi akibat


pemasangan infus Pada CVL adalah pengambilan specimen yang
dilakukan pada pasien yang terpasang infus via CVL dengan
mengambil sampel darah dan ujung kateter infus CVL untuk
diperiksakan di laboratorium.
2. Ruang Lingkup Standar Prosedur Operasional ini berlaku di RSU MITRA SEHAT
3. Tujuan Untuk mendapatkan bahan spesimen darah dan potongan ujung
kateter pada pasien dengan infeksi aliran darah yang di duga berasal
dari infeksi luka infus pasien terpasang CVL
4. Alat dan Bahan Persiapan Alat :
Sampel darah : Sampel ujung kateter infus :
1. Alkohol 70%
2. Kapas
3. Sarung tangan steril
4. Spuit 5 cc
5. Media biakan darah
6. Untuk sample ujung kateter infus di gunakan media
7. Transport ( stuart )
8. Plester
9. Bengkok
5. Prosedur A. Prosedur Pengambilan spesimen darah
1. Isi formulir permintaan pemeriksaan
2. Cuci tangan sesuai prosedur
3. Beri tahu pasien
4. Pilih dan kaji kondisi vena, pastikan vena yang di pilih tidak
rusak
5. Pasang pengalas di bawah area vena yang di pilih
6. Pakai sarung tangan
7. Bersihkan area penusukan dengan alkohol 70% dengan area

Sumber : Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit 2011


melingkar dari dalam keluar
8. Desinfeksi dengan menggunakan larutan povidone iodine 10
% atau chlorhexidine
9. Diamkan selama 2 menit

RSU MITRA SEHAT PENGAMBILAN SPESIMEN PADA DUGAAN INFEKSI


AKIBAT PEMASANGAN INFUS PADA CVL
No. Dokumen No. Revisi Halaman
PPI/12/2015 - 1/2
Standar Prosedur Tanggal Mulai Berlaku Ditetapkan,
Operasional Direktur RSU Mitra Sehat

01/08/2015

dr. H. Sugiyanto
5. Prosedur 10. Bersihkan daerah tersebut dengan alkohol 70%, biarkan
sampai kering ( tidak boleh di tiup )
11. Lakukan pengambilan darah dengan mempertahankan
kesterilan area penusukan
12. Buka penutup botol media dan lakukan desinfeksi pada
bagian karet yang akan ditusuk
13. Masukkan darah ke botol media biakan dengan
mempertahankan tehnik aseptik
14. Segera campur darah yang ada di dalam botol media tersebut
dengan cara membolak balikkan
15. Tulis nama, ruangan, tanggal dan jam pengambilan pada
botol media
16. Lepaskan sarung tangan
17. Lakukan cuci tangan sesuai dengan SOP
18. Segera kirim ke laboratorium

B. Prosedur Pengambilan Spesimen ujung kateter infus :


( di lakukan oleh 2 orang )
1. Isi formulir permintaan pemeriksaan
2. Cuci tangan sesuai prosedur
3. Beritahukan pasien
4. Pakai sarung tangan
5. Hentikan aliran infus
6. Bersihkan area penusukan infus dengan alkohol 70% dengan
arah melingkar dari dalam keluar
7. Diamkan sampai kering
8. Lakukan penarikan kateter infus, petugas kedua melakukan
penekanan daerah penusukan infus dengan menggunakan
kapas alkohol, kemudian di tekan dengan plester

Sumber : Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit 2011


9. Dengan menggunakan gunting steril, petugas pertama
melakukan pengguntingan ujung kateter infus. Sedangkan
petugas kedua membuka media transport, menerima
potongan ujung kateter tersebut dan menutup kembali
10. Tuliskan nama, ruangan, tanggal dan jam pengambilan pada
botol media
11. Lepaskan sarung tangan
12. Cuci tangan sesuai SPO
13. Segera kirim ke laboratorium

RSU MITRA SEHAT PENGAMBILAN SPESIMEN PADA DUGAAN INFEKSI


AKIBAT PEMASANGAN INFUS PADA CVL
No. Dokumen No. Revisi Halaman
PPI/12/2015 - 1/2
Standar Prosedur Tanggal Mulai Berlaku Ditetapkan,
Operasional Direktur RSU Mitra Sehat

01/08/2015

dr. H. Sugiyanto
6. Kebijakan Setiap pasien yang di duga infeksi akibat pemasangan CVL harus
dilakukan pemeriksaan specimen pada kateter infus
7. Unit Terkait 1. Unit Gawat Darurat
2. Unit Rawat Inap
3. Unit Rawat Jalan
4. Unit Laboratorium

Sumber : Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit 2011


RSU MITRA SEHAT PENGADAAN BAHAN DAN ALAT
YANG MELIBATKAN TIM PPI
No. Dokumen No. Revisi Halaman
PPI/13/2015 - 1/2
Standar Prosedur Tanggal Mulai Berlaku Ditetapkan,
Operasional Direktur RSU Mitra Sehat

01/08/2015

dr. H. Sugiyanto
1. Definisi Perencanaan pengadaan kebutuhan bahan dan alat kesehatan yang
melibatkan TIM PPIRS adalah kegiatan menyusun rencana anggaran
biaya dan persyaratan teknis pengadaan kebutuhan barang ( cairan
cuci tangan, APD, tisyu, tempat sampah, hup cutter, cairan antiseptik
pencucian alat, dan fasilitas penunjang lain ) untuk operasional
kegiatan di seluruh unit pelayanan
2. Ruang Lingkup Standar Prosedur Operasional ini berlaku di RSU MITRA SEHAT
3. Tujuan Terpenuhinya kebutuhan operasional di Unit Pelayanan sesuai dengan
standar yang berlaku dalam upaya mencegah dan mengendalikan
infeksi di rumah sakit
4. Alat dan Bahan -
5. Prosedur 1. Setiap Instalasi / ruangan bersama Tim PPIRS merencanakan
kebutuhan rutin sarana dan alat kesehatan selama 1 tahun
anggaran
2. Pihak rekanan yang ditunjuk oleh Bagian Pengadaan melakukan
uji kelayakan / uji klinis dengan Tim PPIRS untuk mendapatkan
rekomendasi
3. Tim PPIRS memberikan rekomendasi hasil Uji Kelayakan yang
telah dilakukan / uji coba kepada Bagian Pengadaan apakah layak
atau tidak layak untuk digunakan di instalasi pelayanan.
4. Rencana kebutuhan dari institusi pelayanan di ajukan ke bagian
Pengadaan untuk di teruskan ke pimpinan
5. Setelah disetujui oleh pimpinan, bagian pengadaan melakukan
pembelanjaan kebutuhan
6. Alat kesehatan yang sudah ada di lakukan penyimpanan di gudang
material
7. Tim PPIRS kemudian melakukan pengecekan di gudang sambil
menunggu perintah pengeluaran material ( PPM )
8. Setelah PPM dikeluarkan, maka bagian gudang akan
mendistribusikan ke instalasi / ruangan yang membutuhkan
9. Dalam kurun waktu 6 s.d. 1 tahun Tim PPIRS melakukan evaluasi
ulang untuk melihat apakah kualitas bahan dan barang tersebut
masih baik.
10. Apabila masih memenuhi persyaratan, pengadaan akan

Sumber : Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit 2011


dilanjutkan penggunaannya.
6. Kebijakan Setiap pengajuan dan pendistribusian bahan dan alat kesehatan yang
berkaitan dengan PPI dikelola dan dilaksanakan oleh Tim PPIRS

RSU MITRA SEHAT PENGADAAN BAHAN DAN ALAT


YANG MELIBATKAN TIM PPI
No. Dokumen No. Revisi Halaman
PPI/13/2015 - 2/2
Standar Prosedur Tanggal Mulai Berlaku Ditetapkan,
Operasional Direktur RSU Mitra Sehat

01/08/2015

dr. H. Sugiyanto
7. Unit Terkait 1. Unit Rawat Inap
2. Unit Rawat Jalan
3. Unit Kamar Operasi
4. Unit Gawat Darurat
5. Unit Farmasi
6. Tim PPIRS
7. Rendal ada Bekkes
8. Unit Gudang Material ( Gudmat )

Sumber : Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit 2011


PEMILIHAN APD YANG RASIONAL

Kacamata /
Gaun /
Jenis Tindakan Sarung Tangan Masker Penutup Topi
Masker
Wajah
Memandikan pasien Tidak, kecuali Tidak Tidak Tidak Tidak
kulit tidak utuh
Vulva / Penis Hygiene Ya Tidak Tidak Tidak Tidak
Menolong BAB Ya Ya Tidak Tidak Tidak
Menolong BAK Ya Tidak Tidak Tidak Tidak
Oral Hygiene Ya Tidak Tidak Tidak Tidak
Mengambil darah arteri Ya Ya Tidak Tidak Tidak
Mengambil darah vena Ya Tidak Tidak Tidak Tidak
Perawatan luka mayor Ya / Steril Ya Tidak Tidak Tidak
Perawatan luka minor Ya Tidak Tidak Tidak Tidak
Perawatan luka infeksius Ya / Steril Ya Tidak Tidak Tidak
Mengukur TTV Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak
Melakukan penyuntikan Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak
Pemasangan CVC Line Ya / Steril Ya Ya Ya Ya
Intubasi Ya Ya Tidak Tidak Tidak
Memasang infuse Ya Tidak Tidak Tidak Tidak
Memasang Dawer Catheter Ya / Steril Tidak Tidak Tidak Tidak
Membersihkan ruang Ya (sarung Ya Ya Ya Tidak
perawatan tangan RT)
Membersihkan peralatan Ya (Sarung Ya Ya Ya Tidak
habis pakai tangan RT)
Transportasi pasien Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak
Melakukan EKG Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak
Mengganti infus Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak
Memasang infus Ya Ya Ya Ya Ya
kemoterapi
Memasang transfusi darah Ya Tidak Tidak Tidak Tidak
dll
Memberikan diit per oral Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak
Memberikan diit per NGT Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak
Mengambil spesimen kultur Ya / Steril Tidak Tidak Tidak Tidak
Melakukan fisioterapi Ya pada kulit Tidak Tidak Tidak Tidak
yang tidak utuh
Melakukan terapi wicara Ya Tidak Tidak Tidak Tidak
Melakukan px radiologi Ya bila Tidak Tidak Tidak Tidak
(foto) mengatur posisi
pada pasien
yang mengalami
perdarahan
Mengantar spesiemen ke Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak
lab

Sumber : Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit 2011


PEMILIHAN APD YANG RASIONAL

Kacamata /
Gaun /
Jenis Tindakan Sarung Tangan Masker Penutup Topi
Masker
Wajah
Mengganti linen tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak
terkontaminasi
Mengganti linen Ya Tidak Tidak Tidak Tidak
terkontaminasi
Memasang NGT Ya Ya Tidak Tidak Tidak
Memasang mayo tube Ya Tidak Tidak Tidak Tidak
Memberi tetes mata Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak
Irigasi mata Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak
Mengganti tampon mata / Ya Tidak Tidak Tidak Tidak
protese

Sumber : Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit 2011