Anda di halaman 1dari 14

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Satuan Pendidikan : SMP


Mata Pelajaran : MATEMATIKA
Kelas / Semester : VIII / 1 (Ganjil)

Alokasi Waktu : 2 40 menit (1 pertemuan)

A. Kompetensi Inti
1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang
dianutnya
2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin,
tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan
pergaulan dan keberadaannya
3. Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual,
konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata
4. Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret
(menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak
(menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang
dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori

B. Kompetensi Dasar
3.5 Menyajikan fungsi dalam berbagai bentuk relasi, pasangan berurut, rumus fungsi,
tabel, grafik, dan diagram

C. Indikator
3.5.1 Menjelaskan dengan kata-kata dan menyatakan permasalahan sehari-hari yang
berkaitan dengan relasi dan fungsi
3.5.2 Menyatakan suatu fungsi dengan notasi
3.5.3 Mengenal domain, kodomain, dan range
3.5.4 Menghitung nilai fungsi
3.5.5 Menentukan rumus fungsi
D. Tujuan Pembelajaran
Setelah proses pembelajaran siswa diharapkan dapat:
1. Menjelaskan dengan kata-kata dan menyatakan masalah sehari-hari yang berkaitan
dengan relasi dan fungsi
2. Menyatakan suatu fungsi dengan notasi
3. Mengenal domain, kodomain, dan range
4. Menghitung nilai fungsi
5. Menentukan rumus fungsi

E. Materi Pembelajaran
Terlampir

F. Strategi Pembelajaran
Pendekatan Pembelajaran : Konstruktivisme
Metode Pembelajaran : Ceramah, Diskusi Kelompok, Tanya Jawab, Penugasan
Individu

G. Karakter yang akan Dibangun


a. Religius
b. Rasa Ingin Tahu
c. Disiplin
d. Tanggung Jawab
e. Menghargai Orang Lain

H. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran


Alokasi
Kegiatan Deskripsi
Waktu
Pendahuluan 1. Siswa menjawab salam guru. Siswa dan guru berdoa 15 menit
bersama sebelum pembelajaran dimulai;
2. Siswa mencermati penjelasan guru tentang tujuan
dan hasil belajar yang akan dicapai;
3. Guru memberikan apersepsi kepada siswa;
4. Siswa memperhatikan penjelasan guru tentang
langkah-langkah pembelajaran yang akan ditempuh,
yang meliputi: ceramah, diskusi kelompok, tanya
jawab, dan penugasan kelompok;
Inti 1. Guru menjelaskan tentang konsep materi relasi dan 55
fungsi, menyatakan fungsi dengan notasi, menit
memahami konsep domain kodomain dan range,
menentukan nilai suatu fungsi, dan menentukan
rumus suatu fungsi;
2. Guru memberikan contoh soal mengenai materi
yang telah disampaikan;
3. Guru membagi siswa menjadi 4 kelompok, masing-
masing kelompok terdiri dari 3 siswa yang
kemampuannya heterogen;
4. Guru membagikan game edukatif pada siswa berupa
software mengenai materi relasi dan fungsi;
5. Guru memberikan aturan permainan (satu game
edukatif terdiri dari empat level, siswa harus
menyelesaikan semua level tersebut dalam waktu 30
menit);
6. Setelah waktu berakhir, guru kemudian menunjuk
masing-masing kelompok untuk mempresentasikan
game edukatif dengan ketentuan setiap kelompok
mempresentasikan 1 level;
7. Guru bersama-sama dengan siswa mengevaluasi
hasil presentasi masing-masing kelompok;
Penutup 1. Siswa dan guru merangkum isi 10
pembelajaran yang meliputi konsep menit
materi relasi dan fungsi, menyatakan
fungsi dengan notasi, memahami konsep
domain kodomain dan range,
menentukan nilai suatu fungsi, dan
menentukan rumus suatu fungsi;
2. Siswa melakukan refleksi atas
pelaksanaan pembelajaran;

I. Alat dan Sumber Belajar


1. Alat/Bahan :
White Board, Laptop, LCD, Board marker, software game edukatif.
2. Sumber Belajar :
a. Buku Matematika SMP Jilid 2A Erlangga
b. Buku Mandiri Matematika SMP Kelas VIII
Lampiran

1. Pengertian Relasi dan Fungsi


Relasi
Setiap anggota keluarga memiliki selera makan yang berbeda-beda. Sehingga terjadilah
suatu hubungan antara masing-masing anggota keluarga tersebut dengan jenis makanan
yang disukainya. Hubungan antara masing-masing anggota keluarga dengan jenis
makanan kesukaannya tersebut menunjukkan adanya hubungan antara anggota suatu
himpunan dengan anggota himpunan yang lain. Dalam matematika, konsep hubungan
tersebut dinamakan relasi

Relasi dari himpunan A ke himpunan B adalah aturan yang memasangan anggota


himpunan A dan anggota himpunan B dengan aturan tertentu
Terdapat tiga cara menyatakan relasi, yaitu:
1. Dengan Himpunan Pasangan Berurutan
2. Dengan Diagram Panah
3. Dengan Diagram Cartesius

1. Himpunan Pasangan Berurutan


Contoh:

Misalkan A adalah himpunan nama 5 orang siswa kelas X, dan B adalah

himpunan makanan yang disediakan oleh rumah makan Mathein. Langkah pertama
untuk membuat pasangan berurutan adalah daftarkan masing-masing anggota himpunan
A dan anggota himpunan B , yaitu:
A={Aris , Bari , Cecep , Darla , Fira }

B={soto , rawon, gulai , nasi goreng , sate , sop }

Langkah kedua yaitu pasangkan anggota himpunan A dan anggota himpunan B

dengan aturan relasi: makanan kesukaannya dalam bentuk (x, y) dengan

x anggota himpunan A dan y anggota himpunan B . Relasi dari himpunan A ke

himpunan B kita nyatakan dengan himpunan pasangan berurutan sebagai berikut:



RB = A {( Aris, rawon ) , ( Aris , sop ) , ( Bari, soto ) , ( Bari , rawon ) , ( Bari, gulai ) ,

( Cecep , sate ) ,(Cecep , nasi goreng) ,( Fira , sate) }

2. DiagramHimpunan
Panah yang anggotanya semua pasangan berurutan (x , y )

dinamakan himpunan pasangan berurutan

Gambar di samping menunjukkan bentuk cara menyatakan


relasi dengan diagram panah

Langkah-langkah cara menyatakan relasi dengan diagram panah:


Membuat dua lingkaran atau ellips (bisa juga bangun lainnya, misalnya: persegi
panjang)

untuk meletakkan anggota himpunan A dan anggota himpunan B

x adalah anggota himpunan A yang diletakkan pada lingkaran A dan y adalah


Dengan demikian langkah membuat diagram panah relasi makanan kesukaannya dari
himpunan A ke himpunan B atau ditulis R : A B adalah:
anggota himpunan B yang diletakkan pada lingkaran B

Dengan
x demikian
dan y langkah membuat
dihubungkan diagram
dengan panah relasi makanan kesukaannya dari
anak panah

himpunan A ke himpunan B atau ditulis R : A B adalah:

3. Diagram Cartesius
Pada diagram cartesius diperlukan dua salib sumbu yaitu; sumbu mendatar
(horizontal) dan sumbu tegak (vertikal) yang berpotongan tegak lurus.
x adalah anggota himpunan A , diletakkan pada sumbu mendatar

y adalah anggota himpunan B , diletakkan pada sumbu tegak

Pemasangan x y ditandai dengan sebuah noktah yang koordinatnya ditulis

sebagai pasangan berurutan ( x , y )


Sebagai contoh, pada diagram panah berikut ini, maka diagram cartesiusnya dapat di
lihat di samping kanannya.

Fungsi
Perhatikan relasi yang dinyatakan dengan diagram panah di bawah ini:

Pada relasi di samping mempunyai ciri:


o Anggota himpunan A , yaitu: Aris, Bari, Cecep,

Darla dan Fira, semuanya memesan dan masing-


masing hanya memesan satu jenis makanan. Dengan

kata lain semua anggota himpunan A memesan

makanan dan tidak ada yang memesan lebih dari


satu.
Fungsi/pemetaan dari himpunan o A Secara matematikaB dikatakan
ke himpunan bahwa:
adalah relasi setiap anggota
yang

A
himpunan A B
memasangkan setiap anggota himpunan dengan tepatdipasangkan
satu anggotadengan anggota
himpunan

himpunan B dan pemasangannya adalah tepat

satu.
2. Domain, Kodomain, dan Range

Fungsi f dari himpuan A ke himpunan B dinotasikan dengan f : A B

Himpunan A disebut daerah asal atau domain

Himpunan B disebut daerah kawan/lawan atau kodomain

Himpunan bagian dari B yang anggotanya dipasangkan dengan anggota himpunan

A disebut daerah hasil atau range

Suatu fungsi f : A B dinyatakan dengan diagram panah sebagai berikut:

Domain fungsi f adalah D f ={ a , b , c , d , e }

Kodomain fungsi f adalah K f ={ w , x , y , z }

Range fungsi f adalah Rf = { w , x , z }

Contoh :
Tentukan domain, kodomain dan range dari diagram panah berikut:

Domain= { Aris , Bari , Cecep , Darla , Fira }

Kodomain = { Soto , Rawon ,Gulai , Sate , Sop , Nasgor }

Range= { Rawon , Gulai, Sate , Nasgor }

Banyak fungsi yang mungkin antara dua himpunan


Jika kita mempunyai himpunan A= { a , b } dan himpunan B={ 1,2 } , dengan

n( A)=2 dan n(B)=2 . Berapa banyakkah fungsi yang mungkin dari himpunan

A ke himpunan B tersebut?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut kita buat diagram panah untuk semua fungsi yang

mungkin dari himpunan A ke himpunan B sebagai berikut:

Ternyata jika n( A)=2dan n (B)=2 , maka ada 4 fungsi yang mungkin dari

himpunan A ke himpunan B .

Sehingga dapat disimpulkan jika n( A)=m dan n(B)=n , maka banyaknya fungsi

m
dari himpunan A ke himpunan B adalah n

Korespondensi satu-satu

Diagram panah berikut memperlihatkan terjadinya fungsi dua arah yaitu f : AB

dan f : B A

Fungsi f yang demikian disebut fungsi satu-satu atau korespondensi satu-satu

Dua hal penting mengenai korespondensi satu-satu adalah:


1. Banyak anggota dua himpunan yang berkorespondensi satu-satu adalah sama
2. Merupakan fungsi dua arah
Contohnya:
a. Negara dan ibukotanya. Setiap negara hanya mempunyai satu ibukota, begitu juga
jika suatu kota disebut sebagai ibukota maka kota tersebut hanya menajdi ibukota satu
negara. Jadi terdapat korespondensi satu-satu antara negara dan ibukotanya.
b. Alat indera. Kita mempunyai lima alat indera yang disebut panca indera. Alat indera
tersebut memiliki fungsi masing-masing. Jadi terdapat korespondensi satu-satu antara
alat indera dan fungsinya.
A dan B berkorespondensi satu-satu jika setiap anggota A dipasangkan

dengan tepat satu anggota B dan sebaliknya setiap anggota B dipasangkan

dengan tepat satu anggota A .

A dan B dapat berkorespondensi satu-satu jika n( A)=n(B).

Contoh korespondensi satu-satu : rumah dan nomor rumah dalam suatu perumahan,
nomor punggung dan nama pemain dalam suatu tim, siswa dan nomor absen dalam
satu kelas.

- Jika kodomain (f )=daerah hasil (f ) , maka fungsi f dinamakan fungsi pada

- Jika peta f pada x 1 dan x 2 yaitu f ( x1 ) , f ( x 2 ) berbeda untuk setiap

x 1 dan x 2 berbeda, maka fungsi satu-satu

Jika peta f hanya memuat satu anggota (hanya memiliki anggota tunggal), maka

fungsi f dinamakan fungsi konstan.

3. Menentukan Nilai Fungsi dan Rumus Fungsi


Perlu Dipahami

- Untuk melambangkan fungsi kita gunakan huruf kecil, seperti: f , g,h .

Sehingga kita sebut fungsi f , fungsi g , fungsi h .

- Fungsi f dari himpunan A ke himpunan B kita notasikan dengan

f : AB atau f : x y dengan x A dan yB .

- Penulisan lain dari notasi f : x y yaitu f ( x )= y yang disebut sebagai

rumus fungsi f .
- Menentukan nilai fungsi yang dinotasikan dengan f : x y atau

dirumuskan dengan f ( x )= y adalah menentukan nilai y atau f (x) jika nilai

x diberikan.

Perhaatikan diagram panah berikut ini:

Pada diagram panah di atas, tampak bahwa:


2 1 , dibaca 2 dikurangi satu menjadi 1 atau 2 satu lebihnya dari 1

3 2 , dibaca 3 dikurangi satu menjadi 2 atau 3 satu lebihnya dari 2

4 3 , dibaca 4 dikurangi satu menjadi 3 atau 4 satu lebihnya dari 3

5 4 , dibaca 5 dikurangi satu menjadi 4 atau 5 satu lebihnya dari 4

Secara umum

Bila kita mengambil sebarang anggota K , misal x, maka kawannya di L

adalah ( x1) . Dengan demikian, bila dinotasikan dengan diagram panah menjadi

x (x1)

dibaca x dikurangi 1 menjadi ( x1 ) .

Jika relasi satu lebihnya dari dinotasikan sebagai relasi f , maka f memetakan

x ke ( x1 ) . Selanjutnya relasi f dituliskan sebagai

f : x ( x 1)
Apabila relasi f ini merupakan fungsi, maka ( x1 ) menyatakan peta dari x

dan peta x oleh f dinotasikan sebagai f ( x ) .

Notasi f ( x )=( x1 ) dikenal juga sebagai aturan fungsi, rumus fungsi, atau persamaan

fungsi. Akan tetapi, notasi tersebut sering hanya dibaca fungsi f .

Bila kita notasikan f ( x )= y maka rumus fungsi f ( x )=( x1 ) menjadi y=x1.

Persamaan y=x1 lebih dikenal sebagai persamaan fungsi.

Pada persamaan tersebut x disebut variabel bebas, sedangkan y adalah variabel

tak bebas dari fungsi.

Contoh

Suatu fungsi f dinotasikan dengan f : x 3 x+ 6

a. Tulis rumus fungsi f

2
b. Tentukan nilai dari f (2 ) , f ( 0 ) , f (a2) dan f 3 ()
Penyelesaian

a. Notasi fungsi f adalah f : x 3 x+ 6

Rumus fungsi f adalah f ( x )=3 x +6

b. f (2 )=3 (2 )+ 6=6+ 6=0

f ( 0 )=3 ( 0 ) +6=0+6=6

f ( a2 )=3 ( a2 ) +6=3 a6+6=3 a

f ( 23 )=3( 23 )+ 6=2+6=8
Menentukan bentuk fungsi jika nilai dan data fungsi diketahui
Contoh 1
3 x+2
Fungsi f dirumuskan dengan f ( x )= 2
Jika f ( a )=5, berapakah nilai a ?

Penyelesaian
3 x+2
f ( x )=
2

3 a+2
f ( a )= =5
2

3 a+2=10

3 a=102

12
a= =4
3

Jadi nilai a adalah 4

Contoh 2

Fungsi f dirumuskan dengan f ( x )=3 px

Jika f ( 4 )=11, tentukan p dan rumus fungsi f

Penyelesaian
f ( x )=3 px

f ( 4 )=34 p=11

4 p=113

8
p= =2
4

Rumus fungsi f adalah f ( x )=3(2 ) x

f ( x )=3+2 x

Contoh 3
Fungsi f dirumuskan dengan f ( x )= px+ q dengan p dan q bilangan Real.

Jika diketahui f ( 2 )=7 dan f (1 )=1, tentukan nilai p dan q serta tulis

rumus fungsi f tersebut.

Penyelesaian
f ( x )= px+ q

f ( 2 )=2 p+q=7 (i)

f (1 )=1 p+ q=1 (ii)

Kita eliminasi persamaan (i) dan (ii)

f ( 2 )=2 p+q=7

f (1 )=1 p+ q=1

3 p+ 0=6

6
p= =2
3

Substitusikan p=2 pada persamaan (i)

Sehingga diperoleh,
2 (2 )+ q=7

4 +q=7

q=74=3

Jadi nilai p=2 dan q=3

Rumus fungsi f adalah f ( x )=2 x+ 3