Anda di halaman 1dari 6

KHUTBAH JUM`AT SYARAT AMAL DITERIMA Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah Taala atas segala karunia,
hidayah dan berjuta kenikmatan tak terhingga yang telah Dia anugerahkan
kepada kita semua.

Shalawat dan salam semoga selalu tercurahkan ke haribaan baginda


Rasulullah , beserta para keluarga, sahabat, dan semua orang
yang mengikutnya hingga Hari Kemudian.

Selanjutnya marilah kita meningkatkan takwa kita kepada Allah


dengan sebenar-benar takwa, yakni dengan menjalankan segala
perintahNya dan menjauhi segala laranganNya.

Maasyiral muslimin rahimani wa rahimakumullah,

Kita telah mengetahui, bahwa Allah memerintahkan kepada kita untuk


beribadah kepadaNya. Setelah itu Allah akan membalas pahala amal ibadah,
sesuai dengan tingkatannya. Namun, kita perlu menyadari, bahwa amal
ibadah kita, tidak semua akan diterima. Allah telah menetapkan persyaratan-
persyaratan yang harus dipenuhi. Jika amal seseorang telah memenuhi
pesyaratan itu, berarti amalnya akan diterima Allah, dan jika kurang, maka
akan ditolak. Sebagai seorang muslim yang menghendaki agar amal
ibadahnya diterima dan mendapatkan ganjaran dari Allah, maka kita harus
berusaha semaksimal untuk mengetahui dan selanjutnya memenuhi
persyaratan itu. Sebab, apalah artinya amal banyak, namun tidak
mendatangkan keridhaan Allah. Bahkan justru sebaliknya, menyebabkan
murka Allah. Sia-sialah kita dalam beramal, kalau pada akhirnya akan ditolak
dan dikembalikan kepada kita.

Dalam Al Quran Surat Al Furqan, Allah telah berfirman,


Artinya : Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami
jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan. (QS Al Furqan:23)

Ibnu Katsir Rahimahullah menjelaskan, ini merupakan kejadian pada


hari kiamat. Yaitu pada saat amal-amal dihisab oleh Allah SWT . Melalui ayat
ini Allah memberitahukan, bahwasanya amalan-amalan orang kafir dan Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada bentuk rupa dan harta kalian,
musyrik tidak menghasilkan apa-apa, berapapun banyaknya. Karena amalan- akan tetapi Allah melihat kepada hati dan amal-amal kalian. (HR Muslim).
amalan mereka itu tidak memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan Allah
Maasyiral muslimin rahimani wa rahimakumullah,
SWT .
Masalah keikhlasan ini berkait dengan hati. Dan masalah hati tidak
Maasyiral muslimin rahimani wa rahimakumullah,
bisa dipisahkan dengan niat. Perkara ini terkadang banyak diremehkan oleh
Amal ibadah akan diterima Allah, jika memenuhi dua syarat. manusia, sehingga merasa tidak perlu lagi mengoreksi hati. Tidakkah kita
Pertama, ikhlas. Artinya, beribadah hanya kepadaNya saja dan karena Allah mengetahui, bahwa masalah ini dianggap besar oleh para ulama salaf?
SWT. Rasulullah bersabda, Tengoklah yang dikatakan oleh Sufyan Tsauri,Tidaklah aku mengobati
sesuatu yang lebih berat daripada niatku. Karena dia berbolak-balik.

Itulah pandangan ulama salaf dalam masalah hati. Masalah hati sangat
mereka perhatikan ketika beramal. Sehingga dalam sejarah perjalanan hidup
mereka, kita mendapati berbagai macam usaha yang mereka lakukan untuk
menjaganya, dan menutup pintu masuk syetan yang hendak
Sesungguhnya Allah tidak menerima satu amalan, kecuali amalan membelokkannya. Ingatlah, syetan merupakan musuh orang-orang beriman.
yang diikhlaskan untukNya dan untuk mencari wajahNya. (HR An Nasai). Dia tidak akan pernah tinggal diam. Dia akan selalu berusaha dengan segala
cara untuk menggoda manusia, sehingga rusaklah amal.
Rasulullah SAW juga bersabda,
Maasyiral muslimin rahimani wa rahimakumullah,

Syarat kedua agar diterimanya amal seseorang, ialah ittiba. Artinya,


amal ibadah itu harus sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. Beliaulah
Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya utusan Allah yang diperintahkan untuk menyampaikan risalahNya. Sebagai
utusanNya, beliau merupakan manusia yang paling mengetahui tentang
Dalam hadits yang lain,
risalahNya. Dan semuanya sudah disampaikan oleh beliau. Maka sudah
seharusnya kaum muslimin mengikuti beliau. Allah SWT. berfirman,
Katakanlah,Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa
niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha diantara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS Ali Imran:31). Pengampun. (QS Al Mulk:2)

Maksud kalimat ahsanu amalan, ialah yang paling ikhlas dan paling
benar amalnya. Orang-orang bertanya,Wahai, Abu Ali. Apa yang dimaksud
dengan yang paling ikhlas dan paling benar amalnya? Beliau
menjawab,Sesungguhnya amal itu, jika dikerjakan ikhlas karena Allah akan
Maasyiral muslimin rahimani wa rahimakumullah,
tetapi tidak sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW , maka tidak akan
diterima Allah SWT.
Demikian itulah dua syarat yang disimpulkan oleh para ulama dari
banyak dalil, baik dari Al Quran maupun Sunnah Rasulullah SAW. Kedua
Demikian juga jika amal itu benar sesuai dengan yang ajarkan
syarat inilah yang akan menentukan amal kita diterima ataukah ditolak. Jika
Rasulullah SAW , akan tetapi tidak ikhlas, maka tidak diterima Allah sampai
salah satunya tidak terpenuhi, maka tidak akan diterima. Jika persyaratan
amal tersebut memenuhi dua syarat, yaitu ikhlas dan benar sesuai dengan
yang tidak terpenuhi itu syarat yang pertama, maka si pelaku bisa terjerembab
yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.
ke dalam lembah kesyirikan. Sedangkan jika yang tidak terpenuhi itu syarat
yang kedua, maka si pelaku masuk ke dalam perbuatan bidah yang sesat. Maasyiral muslimin rahimani wa rahimakumullah,

Maasyiral muslimin rahimani wa rahimakumullah, Amalan-amalan yang telah memenuhi kedua syarat tersebut,
dinamakan dengan amal shalih. Allah telah menjelaskan dalam firmanNya,
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan,Seseorang tidak akan
mungkin bisa merealisasikan iyyaka nabudu (maksudnya peribadatan kepada
Allah), kecuali dengan dua dasar. Yaitu ikhlas dan mutabaah (mengikuti
Rasulullah SAW ). Fudhail Bin Iyadh rahimahullah , menjelaskan makna
ayat:

Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Rabbnya, maka


hendaklah ia mengerjakan amal yang shalih dan janganlah ia
mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Rabb-nya. (QS Al
Kahfi:110).
Juga dalam firmanNya, semua amal-amal mereka, pembicaraan, pemberian, pelarangan, kecintaan
serta kebencian mereka, semuanya karena Allah SWT . Muamalah mereka
lahir-batin ikhlas karena Allah semata. Demikian juga amal-amal serta
ibadah-ibadah mereka, sesuai dengan perintah Allah, sesuai dengan apa yang
dicintai dan diridhaiNya. Inilah amalan yang akan diterima Allah SWT . Dan
untuk tujuan ini jualah Allah menguji hambanya dengan kematian dan
kehidupan.
(Tidak demikian) dan bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri
kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi
Maasyiral muslimin rahimani wa rahimakumullah,
Rabb-nya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula)
mereka bersedih hati. (QS Al Baqarah:112). Itulah golongan pertama yang disebutkan oleh Ibnul Qayyim
Rahimahullah, sebuah golongan yang benar dalam beramal dan akan
Maasyiral muslimin rahimani wa rahimakumullah,
mendapatkan balasan baik daari Allah. Semoga Allah menjadikan kita
termasuk golongan yang pertama ini.
Sebagai seorang muslim, kita harus berusaha untuk mewujudkan
kedua persyaratan tersebut ketika beramal. Rasanya sulit bagi kita untuk
Kemudian beliau menyebutkan tiga golongan lainnya yang
mewujudkannya, kecuali dengan senantiasa belajar dan belajar lagi. Dan
menyimpang yaitu,
alhamdulillah, pada saat ini kita tidak terlalu kesulitan mempelajari agama
kita. Berbagai media telah dimanfaatkan oleh para dai untuk membantu kita Orang yang tidak ikhlas dan juga tidak mengikuti tuntunan. Mereka ini
dalam memahami ajaran Rasulullah SAW. Kemudian bagaimanakah kita seperti orang-orang yang mencari nama dengan melakukan perbuatan-
sekarang. Maukah kita mempelajari agama ini untuk memperbaiki amaliah perbuatan yang disyariatkan. Mereka inilah sejelek-jelek makhluk dan
kita ataukah tidak? makhluk yang paling dimurkai.

Maasyiral muslimin rahimani wa rahimakumullah Orang yang beramal ikhlas karena Allah, tetapi tidak sesuai dengan
tuntunan Rasulullah SAW . Seperti ahli ibadah yang tidak tahu apa-apa,
Sebagaimana, telah di jelaskan tentang dua syarat diterimanya suatu
atau siapa saja yang beribadah kepada Allah dengan cara yang tidak
amal. Maka dalam kesempatan ini juga ingin kami sampaikan pembagian
pernah disyariatkan Allah SWT.
manusia berdasarkan kedua syarat tersebut.
Orang yang beramal sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW, akan tetapi
Salah seorang ulama besar Ibnul Qayyim Al Jauzi Rahimahullah
berkata : Berdasarkan kedua syarat yang agung ini, manusia terbagi menjadi tidak ikhlas karena Allah. Misalnya seseorang beramal mengikuti
empat golongan. tuntunan Rasul agar mendapatkan pujian, berjihad agar disebut sebagai
pemberani, berhaji agar dipanggil haji dan lain-lain. Secara dhahir
Golongan pertama yaitu : -Ahlul ikhlas dan muttabaah (orang yang kelihatannya amal shalih, padahal sesungguhnya bukan amal shalih.
ikhlas dan mengikuti). Merekalah ahlu iyyaka nabudu yang hakiki. Sehingga (Hujajul Qawiyyah hlm. 13).
Maasyiral muslimin rahimani wa rahimakumullah,

Setelah mengetahui empat golongan manusia tadi, maka marilah kita


mawas diri, masuk ke dalam golongan manakah kita ini? Barangsiapa yang
memiliki ciri-ciri golongan pertama, yaitu ikhlas dalam beramal dan
mengikuti sunnah Rasulullah SAW , maka hendaklah ia bersyukur kepada
Allah atas karuniaNya tersebut, serta berdoa kepada Allah agar senantiasa
diberikan kekuatan untuk istiqamah. Dan agar ditetapkan pendiriannya tetap
berada di atas agama yang benar ini. Sebaliknya barangsiapa yang mendapati
pada dirinya ciri-ciri golongan kedua dan seterusnya, maka hendaklah segera
bertaubat kepada Allah dengan sebenar-benar taubat, sambil senantiasa
berdoa agar mendapat taufiq dan hidayahNya.

Demikianlah khutbah yang bisa kami sampaikan. Semoga bermanfaat


bagi kita. Yang benar semuanya dari Allah, dan yang salah semuanya dari diri
saya dan syetan.