Anda di halaman 1dari 7

TUGAS I

DEFINISI GEOMEKANIKA

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Geomekanika


Semester IV Pada Program studi Pertambangan Fakultas Teknik
Universitas Islam Bandung Tahun Akademik 2016/2017

Disusun oleh :
Ahmad Franderi
(10070113106)
Kelas C

PROGRAM STUDI PERTAMBANGAN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG
2017 M / 1438 H

DEFINISI GEOMEKANIKA

A. Pengertian Geomekanika
Geomekanika adalah bagian dari ilmu mekanika yang mempelajari
tentang kerak bumi dan proses berkembang di dalamnya. Sebagai akibat dari
berbagai efek fisik alami. Konsolidasi adalah contohnya.
Konsolidasi adalah proses pengecilan volume secara perlahan-lahan
pada tanah jenuh sempurna dengan permeabilitas rendah. Proses ini
berlangsung terus sampai menyebabkan adanya kelebihan tekanan air pori yang
disebabkan oleh adanya kenaikan tegangan total yang telah benar-benar hilang.
Kasus yang paling sederhana adalah konsolidasi satu dimensi, dimana adanya
kondisi regangan lateral nol mutlak. Proses ini dapat diamati dengan
pemasangan alat piezimeter. Piezemeter adalah alat yang digunakan untuk
mencatat perubahan tekanan air pori beserta waktunya.
Proses pemuaian (swelling), adalah bertambahnya volume tanah secara
perlahan-lahan dan terus menerus akibatnya tekanan air pori menjadi berlebih
hingga berubah menjadi negatif, dimana pengertian swealing berlawanan
dengan konsolidasi. Pengaplikasiannya adalah pada pembuatan terowongan.
Geoteknik merupakan perangkat lunak (ilmu) untuk kepentingan manusia dalam
mencapai keberhasilan pembangunan fisik infrastruktur melalui penyediaan
bangunan (termasuk prasarana transportasi/jalan) yang kuat dan aman dari
ancaman kerusakan. Ruang lingkup kajian dalam geoteknik berhubungan
dengan studi : batuan dan/atau tanah sebagai material bangunan (construction
material), massa batuan (rock mass) yang langsung berkaitan dengan tubuh
bangunan, massa batuan yang tidak langsung berkaitan dengan tubuh bangunan
tetapi sebagai penyusun bangunan alami di lingkungan sekitarnya, misalnya
gunung, lereng, tebing, maupun dataran limbah banjir yang luas, sehingga dapat
saja memendam atau berpotensi ancaman bagi keselamatan bangunan tersebut.
Aspek manfaat dari kajian tersebut :
1. Sebagai material bangunan dan atau tanah digunakan untuk mengisi atau
menyusun bangunan. Beberapa contoh berikut diantaranya : Batu untuk
menyusun mansory, beton, dan sebagainya. Tanah untuk menyusun
tanggul, landasan jalan raya, dan lainnya.
2. Sebagai massa batuan yang terkait langsung dengan bangunan. Batuan
berfungsi sebagai landasan atau fundasi ataupun tumpuan bangunan,
misalnya : Massa batuan sebagai tumpuan bendungan, baik dibawah
maupun di kiri-kanan tubuh bendungan yangbersangkutan (right and/or
left abutment). Selanjutnya, sebagai massa batuan, batuanpun berfungsi
sebagai media tempat bangunan dibuat, sehingga batuan berfungsi
sebagai penyusun bangunan tersebut termasuk sebagai lingkungan
bangunan yang bersangkutan, contoh : Terowongan yang dibuat
menembus massa batuan.
3. Sebagai massa batuan penyusun bangunan alami di lingkungan
bangunan, misalnya lereng rawan longsor, lembah rawan banjir dan
sebagainya mekanika batuan merupakan ilmu teoritis dan terapan
tentang perilaku mekanik batuan, berkaitan dengan respons batuan atas
medan gaya dari lingkungan sekitarnya (Deere, D.V., dalam Stagg &
Zienkiewicz, 1968)
Mekanika batuan mempelajari :
1) Mekanisme deformasi kristal-kristal mineral yang mengalami tekanan
tinggi pada temperatur tinggi;
2) Perilaku triaksial batuan di laboratorium;
3) Stabilitas dinding terowongan, bahkan;
4) Mekanisme pergerakan-pergerakan kerak bumi sendiri, dalam hal ini jelas
geologi berperan, antara lain material-material yang terlibat :
masa batuan yang keberadaannya tidak terlepas dari lingkungan
geologi atau dihasilkan dari lingkungan geologi;
karakter fisiknya, yang merupakan fungsi dari cara terjadinya dan dari
semua proses yang terlibat;
stabilitas dinding terowongan, bahkan;
sejarah geologi pada lokasi kejadian.
Mekanika tanah adalah cabang dari ilmu geoteknik dalam ilmu teknik sipil,
istilah mekanika tanah diberikan oleh Karl Von Terzaghi melalui bukunya
Erdbaumechanik auf bodenphysikalicher Grundlage (Mekanika Tanah berdasar
pada Sifat-Sifat Dasar Fisik Tanah), pada tahun 1952, Buku ini membahas
prinsip-prinsip dasar dari ilmu mekanika tanah modern, dan menjadi dasar studi-
studi lanjutan ilmu ini, sehingga Terzaghi disebut sebagai Bapak Mekanika
Tanah. Ilmu mekanika tanah digunakan atau di aplikasikan pada berbagai
pekerjaan penting antara lain: Pekerjaan perkerasan jalan raya. Pekerjaan galian
dan timbunan tanah. Perencanaan pondasi gedung. Perencanaan bangunan
dibawah tanah misalnya trowongan. Perencanaan galian tanah. Perencanaan
bendungan. Perencanaan bangunan penahan tanah longsor. Pekerjaan pondasi
bangunan seperti gedung bertingkat tinggi. Tes Tanah Beberapa jenis tes yang
sering dilakukan untuk mengetahui jenis dan kualitas tanah antara lain Tes sondir
tanah Tes plastis Tes CBR Tanah Tes Pembebanan Tes kuat tekan tanah.

B. Aplikasi Geomekanika dalam Dunia Pertambangan


Dalam dunia pertambangan kita sering mengenal istilah-istilah seperti
Triaxial, sondir, konsolidasi dan lain-lain, itu semua merupakan istilah-istilah
dalam geomekanika atau yang biasa disebut mekanika tanah dan mekanika
batuan.
Geomekanika merupakan suatu cabang dari ilmu teknik, salah satunya
teknik sipil, tetapi karena didalamnya terdapat bahasan mengenai permasalahan
tentang kekuatan tanah yang salah satunya berkaitan dalam pembuatan sistem
jenjang/tangga (Benches) maupun lereng dalam tambang, oleh karena itu maka
geomekanika dimasukkan dan digolongkan dalam dunia pertambangan.
Pembuatan sistem jenjang/tangga (Benches) pada tambang memerlukan
suatu pakar/ahli dalam bidang-bidangnya, seperti geoteknik, geomekanika dan
lain-lain.
Dalam pembuatan sistem jenjang pada tambang, hendaknya kita
memperhatikan aspek-aspek atau pertimbangan teknis seperti :
1. Menentukan Ultimate Pit Slope (UPS).
2. Ultimate pit slope merupakan suatu kemiringan umum pada akhir operasi
penambangan yang tidak menyebabkan kelongsoran atau jenjang masih dalam
keadaan stabil. Untuk menentukan Ultimate Pit Slope (UPS) ada beberapa hal
yang harus diperhatikan yaitu:
a. Stripping ratio yang diperbolehkan;
b. Sifat fisik dan mekanik batuan;
c. Struktur Geologi;
d. Jumlah air dalam di dalam batuan.
3. Ukuran atau batas maksimum suatu kedalaman tambang pada akhir
operasi.
4. Dimensi jenjang/bench.
Tata cara pebongkaran ataupun suatu penggalian mempengaruhi ukuran
jenjang. Dimensi jenjang juga sangat tergantung pada produksi yang diinginkan
dan alat-alat yang digunakan. Dalam suatu dimensi jenjang harus mampu
menjamin kelancaran aktivitas alat mekanis dan faktor keamanan. Dimensi
jenjang ini meliputi tinggi, lebar, dan panjang jenjang. Tinggi jenjang maksimum
yang stabil, kemiringannya tergantung pada jenis batuan yang ditambang.
Ketinggian jenjang yang aman ditetapkan dengan mempertimbangkan
keselamatan pekerja dan peralatan. Ketinggian jenjang berhubungan erat
dengan kesetabilan permukaan yang aman adalah apabila alat-alat yang
berioperasi dan pekerja dalam kondisi tidak aman, dimana tempat yang enjadi
landasan terdapat kemungkinan akan runtuh/longsor. Biasanya besar hasil
produksi yang dihasilkan dengan jenjang tunggal sangat terbatas dan ditentukan
oleh kapasitas alat, Selain itu juga ditentukan oleh luas permukaan kerja. Dalam
suatu penambangan dengan jenjang bertingkat umumnya digunakan untuk
menambang bahan galian yang kompak dan endapan bijih tebal yang sanggup
ditambang jika menggunakan cara penambangan dengan jenjang tunggal. Jenis
batuannya harus kuat dan keras agar dapat mendukung beban yang ada
diatasnya. Kemiringan lereng dapat dibuat lebih vertikal jika daya dukung batuan
besar. Pit slope bervariasi antara 30 - 60. Dari horizontal. Hal ini dimaksud agar
mendapatkan perolehan bijih yang lebih banyak lagi. Kestabilan jenjang perlu
dijaga terutama untuk mempertinggi faktor keamanan. Untuk menghindari
kecelakaan, beberapa cara dapat dilakukan yaitu dengan pembersihan bongkah-
bongkah batu yang menempel pada dinding jenjang, mengetahui daerah
kritis,pengeringan, dan memonitor pergerakan dan pergeseran.
5. Pemilihan dalam suatu sistem penirisan yang tergantung kondisi air tanah
dan curah hujan daerah penambangan.
6. Kondisi geometrik jalan
Pada point ini, kondisi geometrik jalan biasanya terdiri dari beberapa
parameter antara lain lebar jalan, kemiringan jalan, jumlah lajur, jari-jari belokan,
super elevasi, cross slope dan jarak terdekat yang dapat dilalui oleh alat angkut.
7. Pemilihan peralatan mekanis yang meliputi:
1. Pemilihan suatu alat dengan jumlah dan type yang sesuai.
2. Koordinasi kerja alat-alat yang digunakan.
8. Kondisi geografi dan geologi
Topografi
Topografi suatu daerah sangat berpengaruh terhadap sistem
penambanganyang digunakan. Dari faktor topografi ini,dapat
ditentukan cara penggalian, tempat penimbunan overburden,
penentuan jenis alat, jalur-jalur jalan yang dipergunakan,dan
sistem penirisan tambang.
Struktur geologi
Struktur geologi ini terdiri atas lipatan, patahan, rekahan,
perlapisan dan gerakan-gerakan tektonis.
Penyebaran batuan
Kondisi air tanah terutama bila disertai oleh stratifikasi dan
rekahan. Adanya air dalam massa ini akan menimbulkan
tegangan air pori.

DAFTAR PUSTAKA
Braja, M.Das, 1995, Mekanika Tanah (Prinsip-Prinsip Rekayasa
Geoteknis), edisi I, Penerbit Erlangga, Jakarta, Indonesia.
Craig, R.F Budi Susilo. 1989, Mekanika Tanah, Penerbit Erlangga, Jakarta,
Indonesia.
Endarto, Khalifah. 2015. Sifat Fisik dan Mekanik Batuan. http://martapura-
miner.blogspot.co.id/2015/02/diktat-mekanika-batuan-bab-iiisifat_55.ht
ml/. Diakses pada tanggal 22 Februari 2017 pukul 20.52 WIB.