Anda di halaman 1dari 17

PERTANYAAN !

1. Berikan contoh kelebihan dan kekurangan dari kayu !


(oleh Minthania Maharani S.)
2. Bagaimana kualitas kayu yang paling bagus digunakan jika dilihat dari warna dan
mata hati kayu?
(oleh Sahrul Mubaraq)
3. Bisakah anda jelaskan jenis-jenis kayu yang digunakan dalam konstruksi
pembuatan kolom?
(oleh Muhammad Restu)
4. Bagaimana pendapat anda sebagai seorang arsitek bila terdapat studi kasus
mengenai kayu yang telah diolah buat material bangunan, tetapi tidak diketahui
jenisnya?
(oleh Fahri Awal)

JAWABAN

1. Kelebihan

Relatif mempunyai kekuatan yang tinggi, dan berat sendiri yang rendah
Memiliki daya tahan yang cukup tinggi terhadap pengaruh kimia dan listrik
Mudah dikerjakan
Relatif murah dan mudah didapatkan (di Indonesia)
Mudah diganti dalam waktu singkat
Kedap suara

Kekurangan

Kurang homogen dengan cacat-cacat alam seperti arah serat yang membentuk
penanmpang, spiral dan diagonal, mata kayu dan lain sebagainya. Homogenitas

18
(sifat keserbasamaan) artinya tiap-tiap bagian mempunyai sifat fisik yang sama
Daya muai dan susut yang besar
Kurang awet
Pada pembebanan jangka panjang, lendutan cukup besar
Mudah terserang jamur, serangga, cacing laut, dll
Mudah terbakar
2. Untuk menentukan kualitas kayu, kita tidak hanya bisa melihatnya dari segi warna
saja. Namun dari segi mutu kayu dan kekuatan dari kayu tersebut. Dengan melihat
dari segi tersebut, kita tentunya tahu bahwa kayu kelas I lebih kokoh dan lebih tahan
dari kayu kelas V. Sebagai contoh, kayu merbau walaupun warnanya coklat
kemerahan tetapi termasuk dalam kayu kelas I,II. Kayu merbau sendiri dapat
dijadikan sebagai alternatif pembanding dari kayu jati dan terbukti tahan terhadap
serangga.

3. Seperti yang kita ketahui bahwa materi pembelajaran kita saat ini masih dalam tahap
awal. Materi pembelajaran kita belum sampai pada konstruksi bangunan sehingga
untuk mengetahui jenis-jenis kayu yang biasa digunakan dalam konstruksi
pembuatan kolom, kami belum bisa mengidentifikasikannya. Mungkin nanti pada
materi-materi selanjutnya dari situlah kita bisa mengetahuinya yang lebih detail.

4. Untuk mengetahui jenis-jenis kayu kita bisa melihatnya dari sifat-sifat fisik, sifat-sifat
mekanik, maupun sifat-sifat kimia yang dimiliki dari kayu tersebut. Kita juga bisa
meminta seorang tukang kayu untuk membantu kita dalam mengidentifikasinnya.

19

BAB I

PENDAHULUAN

Kayu merupakan salah satu material konstruksi yang paling banyak tersedia di alam
dan paling sering digunakan oleh manusia. Kayu biasanya digunakan sebagai bahan
konstruksi untuk rumah tinggal, gedung, jembatan, bantalan kereta api, dan lain-lain.
Kayu selain mudah didapatkan, juga harganya relatif murah, memiliki kekuatan yang
tinggi, tahan terhadap pengaruh kimia dan listrik, serta mudah dikerjakan. Di samping
kelebihan tersebut, kayu juga memiliki kekurangan yakni kurang homogen dan awet,
lendutan cukup besar, mudah terserang serangga dan jamur, serta mudah terbakar.
Kayu berasal dari berbagai jenis pohon yang berbeda juga tentunya memiliki sifat yang
berbeda pula. Untuk itu dalam makalah ini akan membahas keseluruhan mengenai
kayu sebagai bahan bangunan, baik struktur maupun sifat.

BAB II

ISI

I. Pengertian Kayu
Kayu adalah bagian batang atau cabang serta ranting tumbuhan yang
mengeras karena mengalami lignifikasi (pengayuan). Kayu merupakan hasil hutan
dari sumber kekayaan alam, merupakan bahan mentah yang mudah diproses untuk
dijadikan barang sesuai dengan kemajuan teknologi. Kayu memiliki beberapa sifat
sekaligus, yang tidak dapat ditiru oleh bahan-bahan lain. Pengetian kayu disini ialah
sesuatu bahan, yang diperoleh dari hasil pemungutan pohon-pohon di hutan, yang
merupakan bagian dari pohon tersebut, setelah diperhitungkan bagian-bagian mana
yang lebih banyak dapat dimanfaatkan untuk sesuatu tujuan penggunaan. Baik
berbentuk kayu pertukangan, kayu industri maupun kayu bakar. Penyebab
terbentuknya kayu adalah akibat akumulasi selulosa dan lignin pada dinding sel
berbagai jaringan di batang.
Secara umum komponen kayu terdiri dari :
Selulosa
Merupakan bahan kristalin untuk membangun dinding-dinding sel. Bahan dasar
selulosa ialah glukosa, gula bermartabat enam dengan rumus C 6H12O6. Molekul-
molekul glukosa disambung menjadi molekul-molekul besar, panjang dan bentuk
rantai dalam susunan menjadi selulosa.
Hemiselulosa
Hemiselulosa sangat dekat asosiasinya dengan selulosa dalam dinding sel. Lima
gula netral, yaitu heksosa-heksosa glukosa, manosa, galaktosa dan pentosa-
pentosa xilosa dan arabinosa merupakan konstituen utama poliosa. Sejumlah

2
poliosa mengandung senyawa tambahan asam uronat. Rantai molekulnya jauh
lebih pendek bila dibandingkan dengan selulosa, dan dalam beberapa senyawa
mempunyai rantai-cabang. Kandungan poliosa dalam kayu keras lebih besar
daripada dalam kayu lunak dan komposisi gulanya berbeda.
Lignin
Merupakan komponen makromolekul kayu ketiga. Struktur molekul lignin sangat
berbeda bila dibandingkan dengan polisakarida karena terdiri atas sistem
aromatik yang tersusun atas unit-unit fenilpropana. Dalam kayu lunak kandungan
lignin lebih banyak bila dibandingkan dalam kayu keras dan juga terdapat
beberapa perbedaan struktur lignin dalam kayu lunak dan dalam kayu keras.
Dari segi morfologi, lignin merupakan senyawa amorf yang terdapat dalam
lamela tengah majemuk maupun dalam dinding sekunder. Selama
perkembangan sel, lignin dimasukkan sebagai komponen terakhir didalam
dinding sel, menembus diantara fibril-fibril sehingga memperkuat dinding sel.
Zat ekstraktif
Umumnya adalah zat yang mudah larut dalam pelarut seperti: eter, alcohol,
bensin dan air. Banyaknya kira-kira 3-8% dari berat kayu kering. Termasuk di
dalamnya minyak-minyakan, resin, lilin, lemak, tanin, gula, pati dan zat warna.
Abu
Di samping persenyawaan-persenyawaan organik di dalam kayu masih ada
beberapa zat organik, yang disebut bagian-bagian abu (mineral pembentuk abu
yang tertinggal setelah lignin dan selulosa habis terbakar). Kadar zat ini
bervariasi antara 0,2-1% dari berat kayu.

II. Bagian-Bagian Kayu


Susunan kayu apabila dilihat dari penampang secara melintang adalah sebagai
berikut.

A. Kulit
Terdapat pada bagian terluar, tediri dari:
- Kulit bagian luar yang mati, mempunyai ketebalan yang bervariasi menurut
jenis pohon.
- Kulit bagian dalam yang bersifat hidup dan tipis.
B. Kambium
Merupakan jaringan yang lapisannya tipis dan bening, melingkari kayu, kea rah
luar membentuk kulit baru menggantikan kulit lama yang telah rusak dan ke arah
dalam membentuk kayu yang baru.
C. Kayu gubal
Bagian kayu yang masih muda terdiri dari sel-sel yang masih hidup, terletak di
sebelah dalam cambium dan berfungsi sebagai penyalur cairan dan tempat
penimbunan zat-zat makanan. Kayu gubal biasanya berwarna terang.
D. Kayu teras
Terdiri dari sel-sel yang dibentuk dari perubahan-perubahan sel hidup pada
lingkaran kayu gubal bagian dalam, disebabkan terhentinya fungsisebagai
penyalur cairan dan lain-lain proses kehidupan.
E. Hati
Merupakan bagian kayu yang terletak pada pusat lingkaran tahun (tidak mutlak

4
pada pusat bontos). Hati berasal dari kayu awal, yaitu bagian kayu yang pertama
kali dibentuk oleh kambium.
F. Lingkaran tahun
Batas antara kayu yang terbentuk pada permulaan dan pada akhir suatu musim.
Melalui lingkaran-lingkaran tahun ini dapat diketahui umur pohon.
G. Jari-jari
Dari luar ke dalam berpusat pada sumbu batang, berfungsi sebagai tempat
saluran bahan makanan yang mudah diproses di daun guna pertumbuhan
pohon.

III. Sifat-Sifat Kayu


1. Sifat Umum Kayu
ada beberapa sifat yang umum terdapat pada semua kayu yaitu:
a. Semua batang pohon mempunyai pengaturan vertikal dan sifat simetri radial.
b. Kayu tesusun dari sel-sel yang memiliki tipe bermacam-macam dan susunan
dinding selnya terdiri dari senyawa-senyawa kimia berupa selulosa (unsure
karbohidrat) serta berupa lignin (non-karbohidrat).
c. Semua kayu bersifat anisotropic, yaitu memperllihatkan sifat-sifat yang
berlainan jika diuji menurut tiga arah utamanya (longitudinal, tangensial dan
radial). Hal ini disebabkan oleh struktur dan orientasi selulosa dalam dinding
sel, bentuk memanjang sel-sel kayu dan pengaturan sel terhadap sumbu
vertikal dan horisontal pada batang pohon.
d. Kayu merupakan suatu bahan yang bersifat higroskopik, yaitu dapat
kehilangan atau bertambah kelembabannya akibat perubahan kelembaban
dan suhu udara di sekitarnya.
e. Kayu dapat diserang makhluk hidup perusak kayu, dapat juga terbakar,
terutama jika kayu keadaannya kering.

5
2. SIFAT HYGROKOPIS
a. Kadar Lengas
Sel yang mengandung air sebagian disebut air bebas (free water) yang
mengisi ruangan sel dan sebagian lain disebut air ikat (imbibet water).
Hubungan kadar lengas kayu dan lembab udara: (dari diagram) besarnya
kadar lengas kayu berubah banyak karena penambahan lembab udara
apabula temperatur tetap. Dan sebaliknya kadar lengas kayu berubah tidak
banyak karena perubahan temperatur dengan lembab udara yang tetap
(konstan).
b. Kembang Susut
Kayu akan mengembang bila kadar lengasnya bertambah dan akan
menyusut bila kadar lengasnya berkurang. Besarnya kembang susut tidak
sama ke dalam berbagi arah.

3. Sifat Mekanik

a. Hubungan arah serat dan arah gaya


kayu leih kuat mendukung gaya tarik sejajar arah serat menurut arah
serat.
menurut serat kayu, lebih kuat mendukung tarikan dari pada desakan.
kayu lebih kuat mendukung gaya geser arah serat dari pada menurut
arah serat.
b. Diagram Tekanan Lentur
Perbedaan besar antara daya dukung terhadap gaya desak dan gaya tarik
menyebabkan sifat istimewa dari pada balok kayu. Dari diagram diperoleh
bahwa, retakan timbul terlebih dahulu dibagian yang terdesak. Karena retak
itu maka garis netral semakin kebawah dan akhirnya timbullah retak dibagian
yang tertarik dan balok mulai patah. Maka gaya dukung kayu terhadap
6
lenturan akan lebih besar dari pada terhadap desakan tetapi lebih kecil
daripada terhadap tarikan.
c. Pengaruh Dari Angka Rapat
karena kekuatan kayu sebanding dengan banyaknya zat kayu yang di
kandungnya, maka semakin berat kayu, jadi angka rapatnya besar, semakin
kuatlah kayu itu.
d. Pengaruh kadar lengas kayu
kadar lengas kayu besar pengaruhnya terhadap kekeuatan kayu, terutama
daya dukungnya terhadap tegangan desak sejajar arah serat dan tegak lurus
arah serat.
e. Pengaruh Cara dan lamanya pembebanan kayu dapat dibebani dengan
beberapa cara, yaitu :
pembebanan kejut
dalam jangka pendek
dalam jangka waktu sedang
dalam jangka panjang
f. Pengaruh Penyimpangan arah serat
g. Arah Gaya dan Arah Serat
h. Pengaruh Mata kayu dan cacat lainnya
i. Sifat Kolom atau Batang desak

Kekuatan Kayu

Keteguhan
Kelas Berat Jenis Keteguhan Lentur
Tekan
kayu
Kering Udara Mutlak (Kg/cm) Mutlak (Kg/cm)
I 0,90 1100 650
II 0,90-0,60 1100-725 650-425
III 0,60-0,40 725-500 425-300
IV 0,40-0,30 500-360 300-215
V < 0,30 < 360 < 215

IV. Jenis-Jenis Kayu


a. Kayu Jati
Kayu jati sering dianggap sebagai kayu dengan serat dan tekstur paling indah.
Karakteristiknya yang stabil, kuat dan tahan lama membuat kayu ini menjadi
pilihan utama sebagai material bahan bangunan. Termasuk kayu dengan Kelas
Awet I, II dan Kelas Kuat I, II. Kayu jati juga terbukti tahan terhadap jamur, rayap
dan serangga lainnya karena kandungan minyak di dalam kayu itu sendiri. Tidak
ada kayu lain yang memberikan kualitas dan penampilan sebanding dengan
kayu jati.
b. Kayu Merbau

Kayu Merbau termasuk salah satu jenis kayu yang cukup keras dan stabil
sebagai alternatif pembanding dengan kayu jati. Merbau juga terbukti tahan
terhadap serangga. Warna kayu merbau coklat kemerahan dan kadang disertai
adanya highlight kuning. Merbau memiliki tekstur serat garis terputus putus.
Pohon merbau termasuk pohon hutan hujan tropis. Termasuk kayu dengan Kelas
Awet I, II dan Kelas Kuat I, II. Merbau juga terbukti tahan terhadap serangga.
Warna kayu merbau coklat kemerahan dan kadang disertai adanya highlight
kuning. Kayu merbau biasanya difinishing dengan melamin warna gelap / tua.
Merbau memiliki tekstur serat garis terputus putus. Pohon merbau termasuk
pohon hutan hujan tropis. Pohon Merbau tumbuh subur di Indonesia,

8
terutama di pulau Irian / Papua. Kayu merbau kami berasal dari Irian / Papua.
c. Kayu Bengkire
Kayu Bangkirai termasuk jenis kayu yang cukup awet dan kuat. Termasuk kayu
dengan Kelas Awet I, II, III dan Kelas Kuat I, II. Sifat kerasnya juga disertai
tingkat kegetasan yang tinggi sehingga mudah muncul retak rambut
dipermukaan. Selain itu, pada kayu bangkirai sering dijumpai adanya pinhole.
Umumnya retak rambut dan pin hole ini dapat ditutupi dengan wood filler. Secara
struktural, pin hole ini tidak mengurangi kekuatan kayu bangkirai itu sendiri.
Karena kuatnya, kayu ini sering digunakan untuk material konstruksi berat
seperti atap kayu. Kayu bangkirai termasuk jenis kayu yang tahan terhadap
cuaca sehingga sering menjadi pilihan bahan material untuk di luar bangunan /
eksterior seperti lis plank, outdoor flooring / decking, dll. Pohon Bangkirai banyak
ditemukan di hutan hujan tropis di pulau Kalimantan. Kayu berwarna kuning dan
kadang agak kecoklatan, oleh karena itulah disebut yellow balau.

d. Kayu Kamper

kayu kamper telah lama menjadi alternatif bahan bangunan yang harganya lebih
terjangkau. Meskipun tidak setahan lama kayu jati dan sekuat bangkirai, kamper
memiliki serat kayu yang halus dan indah sehingga sering menjadi pilihan bahan
membuat pintu panil dan jendela. Karena tidak segetas bangkirai, retak rambut
jarang ditemui. Karena tidak sekeras bangkirai, kecenderungan berubah bentuk
juga besar, sehingga, tidak disarankan untuk pintu dan jendela dengan desain

9
terlalu lebar dan tinggi. Termasuk kayu dengan Kelas Awet II, III dan Kelas Kuat
II, I. Pohon kamper banyak ditemui di hutan hujan tropis di kalimantan.
Samarinda adalah daerah yang terkenal menghasilkan kamper dengan serat
lebih halus dibandingkan daerah lain di Kalimantan.
e. Kayu Kelapa
Kayu kelapa adalah salah satu sumber kayu alternatif baru yang berasal dari
perkebunan kelapa yang sudah tidak menghasilkan lagi (berumur 60 tahun
keatas) sehingga harus ditebang untuk diganti dengan bibit pohon yang baru.
Sebenarnya pohon kelapa termasuk jenis palem. Semua bagian dari pohon
kelapa adalah serat /fiber yaitu berbentuk garis pendek-pendek. Anda tidak akan
menemukan alur serat lurus dan serat mahkota pada kayu kelapa karena semua
bagiannya adalah fiber. Tidak juga ditemukan mata kayu karena pohon kelapa
tidak ada ranting/ cabang. Pohon kelapa tumbuh subur di sepanjang pantai
Indonesia. Namun, yang paling terkenal dengan warnanya yang coklat gelap
adalah dari Sulawesi. Pohon kelapa di jawa umumnya berwarna terang.
f. Kayu Meranti

Kayu meranti merah termasuk jenis kayu keras, warnanya merah muda tua
hingga merah muda pucat, namun tidak sepucat meranti putih. selain bertekstur
tidak terlalu halus, kayu meranti juga tidak begitu tahan terhadap cuaca,
sehingga tidak dianjurkan untuk dipakai di luar ruangan. Termasuk kayu dengan
Kelas Awet III, IV dan Kelas Kuat II, IV. Pohon meranti banyak ditemui di hutan di
pulau Kalimantan.

10
g. Kayu Karet

Kayu Karet, dan oleh dunia internasional disebut Rubber wood pada awalnya
hanya tumbuh di daerah Amzon, Brazil. Kemudian pada akhir abad 18 mulai
dilakukan penanaman di daerah India namun tidak berhasil. Lalu dibawa hingga
ke Singapura dan negara-negara Asia Tenggara lainnya termasuk tanah Jawa.
h. Kayu Gelam
Kayu gelam sering digunakan pada bagian perumahan, perahu,
Kayu bakar, pagar, atau tiang tiang sementara. Kayu gelam dengan diameter
kecil umumnya dikenal dan dipakai sebagai steger pada konstruksi beton,
sedangkan yang berdiameter besar biasa dipakai untuk cerucuk pada pekerjaan
sungai dan jembatan. Kayu ini juga dapat dibuat arang atau arang aktif untuk
bahan penyerap.
i. Kayu Ulin

Kayu ini banyak digunakan untuk bahan bangunan rumah, kantor, gedung, serta
bangunan lainnya. Berdasarkan catatan, kayu ulin merupakan salah satu jenis
kayu hutan tropika basah yang tumbuh secara alami di wilayah Sumatera Bagian

11
Selatan dan Kalimantan. Jenis ini dikenal dengan nama daerah ulin, bulian,
bulian rambai, onglen, belian, tabulin dan telian. Pohon ulin termasuk jenis pohon
besar yang tingginya dapat mencapai 50 m dengan diameter samapi 120 cm,
tumbuh pada dataran rendah sampai ketinggian 400 m. Kayu Ulin berwarna
gelap dan tahan terhadap air laut. Kayu ulin banyak digunakan sebagai
konstruksi bangunan berupa tiang bangunan, sirap (atap kayu), papan
lantai,kosen, bahan untuk banguan jembatan, bantalan kereta api dan kegunaan
lain yang memerlukan sifat-sifat khusus awet dan kuat. Kayu ulin termasuk kayu
kelas kuat I dan Kelas Awet I.
j. Kayu Akasia
Kayu Akasia (acacia mangium), mempunyai berat jenis rata-rata 0,75 berarti
pori-pori dan seratnya cukup rapat sehingga daya serap airnya kecil. Kelas
awetnya II, yang berarti mampu bertahan sampai 20 tahun keatas, bila diolah
dengan baik. Kelas kuatnya II-I, yang berarti mampu menahan lentur diatas 1100
kg/cm2 dan mengantisipasi kuat desak diatas 650 kg/cm2. Berdasarkan sifat
kembang susut kayu yang kecil, daya retaknya rendah, kekerasannya sedang
dan bertekstur agak kasar serta berserat lurus berpadu, maka kayu ini
mempunyai sifat pengerjaan mudah, sehingga banyak diminati untuk digunakan
sebagai bahan konstruksi maupun bahan meibel-furnitur.

V. Kerusakan dan Cacat Pada Kayu


Yang dimaksud kerusakan kayu adalah menurunnya kekuatan kayu akibat
adanya/terjadinya reta-retak, pecah-pecah, belah, pelapukan karena cuaca,
serangan serangga atau jamur; juga menurunnya mutu kayu akibat terjadinya

12
perubahan warna, berubahnya nilai dekoratif. Hal ini dapat diakibatkan oleh ulah
manusia yang kurang cermat dalam mengelola kayu, misalnya :
pememliharaan hutan yang kurang baik
cara penebangan pohon yang salah,
pembagian kayu yang keliru,
cara menggergaji yang keliru, dan
pengeringan kayu yang tidak sesuai.

1. Faktor-Faktor Perusak Kayu


Menurut asalnya dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu:
a. Secara alam dari pohon itu sendiri selama proses tumbuh
b. Yang berasal dari luar

Faktor perusak yang datang dari luar dibagi menjadi dua macam, yaitu:

a. Oleh makhluk hidup (biologis)


b. Oleh non-makhluk hidup
Penyebab makhluk hidup terdiri dari:

- Jenis serangga (aneka macam)


- Jenis binatang laut (aneka macam)
- Jenis Jamur

Faktor non-makhluk hidup terdiri dari:

Faktor fisik, ialah keadaan atau sifat alam yang mampu merusak komponen kayu
sehingga umur pakainya menjadi pendek. Yang termasuk factor fisik antara lain:
suhu dan kelembaban udara, panas matahari, api, udara, dan air. Semua yang
termasuk faktor fisik itu mempercepat kerusakan kayu bila terjadi penyimpangan.

13

Misalnya bila kayu tersebut terus-menerus kena panas maka kayu akan cepat
rusak.

Faktor mekanik, terdiri atas proses kerja alam atau akibat tindakan manusia.
Yang termasukfaktor mekanik antara lain: pukulan, gesekan, tarikan, tekanan, dan
lain sebagainya. Faktor mekanik berhubungan erat sekali dengan tujuan pemakaian.

Faktor kimia, juga mempunyai pengaruh besar terhadap umur pakai kayu. Faktor
ini bekerja mempengaruhi unsure kimia yang membentuk komponen seperti
selulosa, lignin dan hemiselulosa. Unsur kimia perusak kayu antara lain: pengaruh
garam, pengaruh asam dan basa.

2. Cacat Mata Kayu


Mata kayu merupakan lembaga atau bagian cabang yang berada di dalam kayu.
Mata kayu dapat dibedakan :
Mata kayu sehat : mata kayu yang tidak busuk, berpenampang keras, tumbuh
kukuh dan rapat pada kayu, berwarna sama atau lebih gelap dibandingkan
dengan kayu sekitarnya.
Mata keyu lepas : mata kayu yang tidak tumbuh rapat pada kayu, biasanya
pada proses pengerjaan, mata kayu ini akan lepas dan tidak ada gejala
busuk.
Mata kayu busuk : mata kayu yang menunjukkan tanda-tanda pembusukan
dan bagian-bagian kayunya lunak atau lapuk, berlainan dengan bagian-
bagian kayu sekitarnya.
3. Pecah dan Belah
Penyebab terjadinya cacat pecah dan belah, diantaranya :
Ketidakseimbangan arah penyusutan pada waktu kayu menjadi kering.
Tekanan di dala tubuh kayu yang kemudian terlepas padawaktu kayu
ditebang.

14

Kesalahan dalam teknik penebangan atau menimpa benda-benda keras.


4. Pecah Busur dan Pecah Gelang
Pecah busur adalah pecah yang mengikuti arah lingkaran tumbuh, bentuknya
kurang dari setengah lingkaran. Sedangkan pecah gelang adalah klanjutan dari
pecah busur yang kedua ujungnya bertemu membentuk lingkaran penuh atau
lebih dari setengah lingkaran.
5. Hati Rapuh
Hati adalah pusat lingkaran tumbuh kayu bulat. Cacat hati rapuh merupakan
tanda khas yang umum dimiliki kayu daun lebar yang umum tumbuh didaerah
tropis, seperti : meranti. Bagian kayu yang rapuh ummnya menunjukkan tanda-
tanda berkurangnya kekerasan dan kepadatan namun hati rapuh yang dimaksud
tidak menunjukkan tanda-tanda pembusukan yang nyata. Cacat hati rapuh
mengurangi kekuatan terhadap kayu. Cacat ini akan menyulitkan proses
pembuatan finir secara rotary (pengupasan) karena tidak adanya kekuatan dari
sumbu mesin untuk mencengkram dolok tersebut.
15
KESIMPULAN

Kayu merupakan bahan bangunan memiliki banyak kelebihan untuk digunakan


material dan konstruksi bangunan karena mudah ditemukan dan mudah dibentuk
sesuai keperluan.
Kayu memiliki kuat tarik dan kuat lentur serta kekuatannya yang lain yang cukup baik
untuk digunakan sebagai bahan bangunan.
Kayu memiliki beberapa jenis sambungan yang dapat diterapkan untuk kayu sebagai
bahan konstruksi bangunan.
Kayu memiliki sifat yang berbeda disebabkan dari berbagai jenis pohon. Kerusakan
pada kayu ada yang disebabkan oleh makhluk hidup dan adapula dari non-makhluk
hidup.

16
DAFTAR PUSTAKA

Dumanauw, J.F. 1990. Mengenal Kayu. Penerbit Kanisius. Yogyakarta


Duljapar, Khaeruddin. 1996. Pengawetan Kayu. PT Penebar Swadaya. Jakarta
https://www.google.co.id/url?
sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=6&cad=rja&uact=8&ved=0CEMQFjAF&u
rl=http%3A%2F%2Ffile.upi.edu%2FDirektori%2FFPTK%2FJUR._PEND.TEKNIK_SIPIL
%2F195306261981011-E._KOSASIH_DANASASMITA
%2FSK11.pdf&ei=ZegNVIv1N43l8AWg0oJg&usg=AFQjCNHRCIi3jpE5jQiySGis93YjxVL
3Nw&bvm=bv.74894050,d.dGc

https://www.google.co.id/url?
sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=4&cad=rja&uact=8&ved=0CDUQFjAD&u
rl=http%3A%2F%2Frepository.usu.ac.id%2Fbitstream
%2F123456789%2F18823%2F3%2FChapter
%2520II.pdf&ei=ZegNVIv1N43l8AWg0oJg&usg=AFQjCNFzy7-
frVs2w2MuqiETgKrzRPBHog&bvm=bv.74894050,d.dGc

https://www.google.co.id/url?
sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=14&cad=rja&uact=8&ved=0CDUQFjADO
Ao&url=http%3A%2F%2Fliliks.staff.gunadarma.ac.id%2FDownloads%2Ffiles
%2F13277%2FPengetahuan%2BDasar
%2BKayu.pdf&ei=SewNVPbBEIXY8gWHyoA4&usg=AFQjCNG89fRhhNA-QZ2gLPi-
2Q8pzQDROw&bvm=bv.74894050,bs.1,d.dGc

17