Anda di halaman 1dari 40

MEMBRAN, SALURAN, DAN TRANSPOR Rully Adi Nugroho

CAPAIAN PEMBELAJARAN
Di akhir kuliah mahasiswa mampu:
mendeskripsikan struktur membran sel
menjelaskan dasar molekuler membran sel
menyebutkan tipe-tipe protein membran
mendeskripsikan transportasi molekul melewati membran sel
PENGANTAR
- Permukaan sel
berperan sebagai
penghalang difusi
Membrane
bilayer
bebas dari cat ke
dalam sel dari fluida
ekstraseluler

- Perilaku osmotik sel

Carl Wilhelm von Ngeli


(Swiss, 1817)
STRUKTUR DAN ORGANISASI MEMBRAN
Sel dikelilingi oleh membran plasma.
Membran sel terdiri dari lipida lapis ganda
dengan protein globuler yang menancap di
lapisan ganda.
Pada permukaan eksternal, gugus karbohidrat
bergabung dengan lipida membentuk
glikolipida, dan dengan protein membentuk
glikoprotein. Fungsi ini sebagai penanda
identititas sel.
STRUKTUR DAN ORGANISASI MEMBRAN
Pada tahun 1972, S. Singer dan G. Nicolson mengusulkan Model Mosaik
Fluida dari struktur membran
STRUKTUR DAN ORGANISASI MEMBRAN
Tiga tipe primer lipida pada membran sel:
Fosfogliserida, dicirikan dengan tulangpunggung (backbone) gliserol
Sfingolipida, tulangpunggung terbuat dari basa sfingosin
Sterol, mis. kolesterol, non polar dan sedikit larut dalam air
STRUKTUR DAN ORGANISASI MEMBRAN
Pada fosfogliserida, 2 gugus OH dari gliserol dihubungkan dengan
asam-asam lemak. OH ketiga berkaitan dengan gugus fosfat yang
berhubungan dengan gugus atom polar yang lain.
Gugus fosfat dan polar adalah hidrofilik (kepala polar), sedangkan
rantai hidrokarbon dari 2 asam lemak adalah hidrofobik (ekor
nonpolar).
STRUKTUR DAN ORGANISASI MEMBRAN

Choline

Phosphate

Glycerol

Fatty acids

Hydrophilic
head

Hydrophobic
tails

Structural formula Space-filling model Phospholipid symbol


STRUKTUR DAN ORGANISASI MEMBRAN
Gliserol
Dua asam lemak
Gugus fosfat

Kepala Air fluida ekstraseluler


hidrofilik

Ekor
hidrofobik
STRUKTUR DAN ORGANISASI MEMBRAN
Pada fosfolipida lapis ganda
Terutama 2 lapis fosfolipida; ekor nonpolar menghadap ke dalam dan
kepala polar menghadap keluar
Mengandung kolesterol pada sel hewan
Lentur, memungkinkan protein bergerak dalam lapis ganda
STRUKTUR DAN ORGANISASI MEMBRAN

Polar
hydro-philic
heads

Nonpolar
hydro-phobic
tails

Polar
hydro-philic
heads
STRUKTUR DAN ORGANISASI MEMBRAN:
FLUIDITAS MEMBRAN
Molekul-molekul membran berada dengan interaksi hidrofobik yang relatif
lemah.
Sebagian besar lipida dan beberapa protein melintas secara lateral pada
bidang membran, tetapi jarang bolak-balik (flip-flop) dari satu lapis
fosfolipida ke lapis yang lain.
Fluiditas membran dipengaruhi oleh temperatur. Jika temperatur sejuk,
membran berubah dari keadaan lentur ke padat karena fosfolipida lebih
berdekatan.
Fluiditas membran juga dipengaruhi oleh komponennya. Membran yang
kaya asam lemak tidak jenuh lebih lentur dibandingkan dengan yang
didominasi oleh asam lemak jenuh karena belitan pada ekor asam lemak
tidak jenuh pada lokasi ikatan ganda mencegah pengepakan yang ketat.
STRUKTUR DAN ORGANISASI MEMBRAN:
FLUIDITAS MEMBRAN

Lateral movement Flip-flop


(~107 times per second) (~ once per month)
STRUKTUR DAN ORGANISASI MEMBRAN:
KOMPONEN MEMBRAN: KOLESTEROL STEROID
Diapit oleh molekul fosfolipida pada membran plasma sel hewan.
Pada temperatur hangat (~37C), kolesterol menahan gerakan fosfolipida
dan mereduksi fluiditas.
Pada temperatur sejuk, kolesterol memelihara fluiditas degan mencegah
pengepakan yang ketat.
Kolesterol berperan sebagai penyangga temperatur bagi membran,
menahan perubahan fluiditas membran jika temperatur berubah.
STRUKTUR DAN ORGANISASI MEMBRAN:
KOMPONEN MEMBRAN: KARBOHIDRAT MEMBRAN
Berinteraksi dengan molekul permukaan dari sel lain, memfasilitasi
pengenalan sel-sel.
Pengenalan sel-sel merupakan kemampuan sel membedakan satu tipe sel
tetangga dengan lainnya.
STRUKTUR DAN ORGANISASI MEMBRAN:
KOMPONEN MEMBRAN: PROTEIN MEMBRAN
Membran merupakan kolase protein yang berbeda yang tertanam di
matriks fluida dari lipida lapis ganda.
Protein perifer merupakan tambahan yang berikatan longgar dengan
permukaan membran.
Protein integral mempenetrasi inti hidrofobik dari lipida lapis ganda.
Banyak berupa protein transmembran, mencakup membran.
STRUKTUR DAN ORGANISASI MEMBRAN:
KOMPONEN MEMBRAN: PROTEIN MEMBRAN
Fibers of extracellular
matrix (ECM) EXTRACELLULAR
SIDE
Glycoprotein N-terminus

Carbohydrate

Glycolipid

Microfilaments C-terminus
of cytoskeleton Cholesterol Peripheral Integral
CYTOPLASMIC
protein protein a Helix SIDE
FUNGSI MEMBRAN SEL
Meregulasi aliran senyawa ke dalam dan ke luar sel dan antarorganel sel
dan sitosol
Mendeteksi pembawa pesan khemis yang sampai di permukaan
Menghubungkan sel yang berdekatan melalui pertemuan (junction)
membran
Menancapkan sel ke matriks ekstraseluler
FUNGSI UTAMA PROTEIN MEMBRAN
1. Transpor. (Kiri) Protein yang terbentang pada membran menyediakan saluran
hidrofilik melintasi membran yang selektif untuk zat terlarut tertentu. (Kanan) ATP
Protein transportasi lain mengangkut substansi dari satu sisi ke sisi lain dengan
mengubah bentuk. Beberapa protein menghidrolisis ATP sebagai sumber energi Enzymes

untuk memompa zat melintasi membrane secara aktif


2. Aktivitas enzimatik. Protein pada membran merupakan enzim dengan sisi
aktifnya terpapar zat dalam larutan yang berdekatan. Pada beberapa kasus,
beberapa enzim dalam membran merupakan suatu tim yang melakukan jalur
metabolisme secara berurutan
Signal

3. Transduksi sinyal. Protein membran memiliki tempat pengikatan dengan bentuk


spesifik sesuai dengan bentuk pembawa pesan kimia, mis. hormon. Pembawa
pesan eksternal (sinyal) menyebabkan perubahan konformasi dalam protein
(reseptor) yang menyampaikan pesan ke bagian dalam sel
Receptor
FUNGSI UTAMA PROTEIN MEMBRAN
4. Pengenalan sel-sel. Beberapa glikoprotein berfungsi sebagai penanda Glyco-
protein
identifikasi yang secara khusus dikenali oleh sel lain
5. Sambungan antarseluler. Protein membran dari sel-sel yang
berdekatan saling berkaitan dalam berbagai jenis pertemuan (junction),
seperti gap junction atau tight junction
6. Pelekatan ke sitoskeleton dan matriks ekstraselular (ECM).
Mikrofilamen atau unsur lain dari sitoskeleton berikatan dengan protein
membran, fungsi yang membantu mempertahankan bentuk sel dan
menstabilkan lokasi protein membran tertentu. Protein yang melekat
pada ECM dapat mengkoordinasikan perubahan ekstraseluler dan
intraseluler
PERMEABILITAS LIPIDA LAPIS GANDA
Faktor-faktor permeabilitas:
Kelarutan dalam lipida
Ukuran
Muatan
Keberadaan saluran dan pembawa (transporter)
PERMEABILITAS LIPIDA LAPIS GANDA
Molekul hidrofobik larut dalam lipida dan dapat melewati membran
dengan cepat
Molekul polar tidak melewati membran dengan cepat
Protein transpor memungkinkan senyawa hidrofilik melewati membran
PROSES TRANSPOR PASIF
3 tipe difusi yang melibatkan pergerakan materi
melewati membran semipermeabel
Dialisis/ difusi selektif zat terlarut
Materi larut lipida
Molekul kecil yang dapat melewati lubang
membran tanpa bantuan
Difusi terfasilitasi, senyawa memerlukan protein
pembawa untuk transpor pasif
Osmosis difusi sederhana dari air
Lower Higher
concentration concentration Same concentration
of solute (sugar) of sugar of sugar

OSMOSIS

Selectively
Water molecules
permeable mem-
cluster around
brane: sugar mole-
sugar molecules
cules cannot pass
through pores, but
water molecules can

More free water


Fewer free water
molecules (higher
molecules (lower
concentration)
concentration)

Osmosis

Water moves from an area of higher
free water concentration to an area
of lower free water concentration
TEKANAN OSMOTIK
Tekanan osmotik suatu larutan merupakan tekanan yang diperlukan untuk
menjaganya setimbang (equilibrium) dengan H2O murni
Semakin tinggi konsentrasi zat terlarut dalam suatu larutan, semakin tinggi
tekanan osmotiknya
Tonisitas merupakan kemampuan suatu larutan menyebabkan suatu sel
mendapatkan atau kehilangan air berdasarkan konsentrasi zat terlarut
TONISITAS
Isotonik: jika [zat terlarut] 2 larutan sama
Hipertonik: jika [zat terlarut] suatu larutan lebih tinggi, dan [pelarut] lebih rendah
Hipotonik: jika [zat terlarut] suatu larutan lebih rendah, dan [pelarut] lebih tinggi

Hypotonic solution Isotonic solution Hypertonic solution

H2O H2O H2O H2O

Lysed Normal Shriveled


KESETIMBANGAN AIR DALAM SEL BERDINDING
Sel tumbuhan. Sel tumbuhan adalah turgid (kokoh) dan umumnya paling sehat
dalam lingkungan hipotonik, di mana penyerapan air diseimbangkan dengan
dinding elastis yang mendorong balik pada sel.

H2O H2O H2O H2O

Turgid (normal) Flaccid Plasmolyzed


TRANSPOR AKTIF
Menggunakan energi (dari ATP) untuk menggerakkan senyawa melawan
kecenderungan alaminya, mis. meningkatkan gradien konsentrasi
Memerlukan penggunaan protein pembawa (protein transpor yang secara
fisik berikatan dengan senyawa yang akan ditransportasi)
2 tipe:
Pemompaan membran (transpor aktif dimediasi protein)
Transpor berpasangan (cotransport)
PEMOMPAAN MEMBRAN
Protein pembawa menggunakan energi dari ATP untuk menggerakkan
senyawa melewati membran, meningkatkan gradien konsentrasinya
PEMOMPAAN NATRIUM-KALIUM [Na+] high
[K+] low
1. Cytoplasmic Na+ binds Na+ Na+

to the sodium-potassium Na+ 2. Na+ binding stimulates


Na+
pump.
EXTRACELLULAR
FLUID Na+
phosphorylation by ATP.
[Na+] low P ATP
Na+
CYTOPLASM [K+] high ADP

Na+
Na+

Na+ 3. Phosphorylation causes the


6. K+ is released and Na+
sites are receptive again; protein to change its conformation,
the cycle repeats. K+ expelling Na+ to the outside.
K+ P

K+

5. Loss of the phosphate K+ 4. Extracellular K+ binds to the


restores the proteins K+ protein, triggering release of the
K+
original conformation. Phosphate group.
Pi P
Pi
TRANSPOR BERPASANGAN
2 tahap:
Protein pembawa menggunakan ATP untuk menggerakkan senyawa
melewati membran melawan gradien konsentrasi. Cadangan energi.
Protein transpor berpasangan memungkinkan senyawa bergerak
menurunkan gradien konsentrasi menggunakan cadangan energi untuk
menggerakkan senyawa kedua untuk meningkatkan gradien konsentrasi
TRANSPOR BERPASANGAN
TRANSPOR UKURAN BESAR
Memungkinkan partikel-partikel kecil, atau kelompok molekul masuk atau
keluar sel tanpa melewati membran
2 mekanisme transpor ukuran besar: endositosis dan eksositosis
ENDOSITOSIS
Membran plasma menyelubungi partikel kecil atau fluida, kemudian
menutup dengan sendirinya membentuk vesikula atau vakuola yang masuk
ke sel:
Fagositosis
Pinositosis
Endositosis yang dimediasi oleh reseptor
TIGA TIPE ENDOSITOSIS
FAGOSITOSIS
CYTOPLASM 1 m
Dalam fagositosis, sel menelan Pseudopodium
partikel dengan pseudopodia yang Pseudopodium
membungkus di sekitarnya dan of amoeba

mengemasnya dalam kantung Food or


berselubung membran yang cukup other particle Bacterium

besar yang diklasifikasikan sebagai Food


vacuole Food vacuole
vakuola. Partikel dicerna setelah An amoeba engulfing a bacterium via
vakuola fusi dengan lisosom yang phagocytosis (TEM).

mengandung enzim hidrolitik


TIGA TIPE ENDOSITOSIS
PINOCITOSIS
0.5 m
Dalam pinositosis, sel menelan Plasma
membrane Pinocytosis vesicles
droplet fluida ekstraseluler ke dalam forming (arrows) in
a cell lining a small
vesikula-vesikula yang kecil sekali. blood vessel (TEM).

Bukan fluida yang dibutuhkan oleh sel,


tetapi molekul terlarut dalam droplet. Vesicle
Oleh karena sembarang dan semua
zat terlarut masuk ke dalam sel,
pinositosis tidak spesifik dalam
senyawa yang ditranspor.
PROSES FAGOSITOSIS
ENDOSITOSIS DIMEDIASI RESEPTOR
Coat protein
Receptor Coated
vesicle
Endositosis yang dimediasi reseptor memungkinkan sel
memperoleh kuantitas besar senyawa tertentu, meskipun
senyawa itu tidak sangat terkonsentrasi di fluida
ekstraseluler. Protein dengan sisi reseptor spesifik Coated
tertancap pada membran dan terpapar fluida pit
ekstraseluler. Protein reseptor biasanya mengelompok di
Ligand
daerah membran yang disebut cekungan berjaket (coated
pits), yang sisi sitoplasmanya mengandung lapisan protein Coat
A coated pit
protein
jaket. Senyawa ekstraseluler (ligan) berikatan dengan and a
reseptor ini. Pada waktu ikatan terjadi, cekungan berjaket coated
vesicle
membentuk vesikula yang berisi molekul ligan. formed
during
Catatan: ada relatif banyak molekul yang berikatan receptor-
(ungu) di dalam vesikula, molekul lain (hujau) juga ada. Plasma mediated
Setelah materi yang dicerna ini dilepaskan dari vesikula, membrane endocytosis
(TEMs).
reseptor didaurulang ke membran plasma oleh vesikula 0.25 m
yang sama.
EKSOSITOSIS
Lawan dari endositosis
Selama proses ini, membran vesikula fusi dengan membran plasma dan
isinya dilepaskan ke luar sel
SELESAI
Volume telur bulu babi (sea urchin) konstan dalam larutan NaCl yang relatif
isosmotik terhadap air laut, tetapi mengembang dalam larutan CaCl2 yang
relatif isosmotik terhadap air laut. Mengapa?