Anda di halaman 1dari 54

MENGINDERA LINGKUNGAN

(SENSING THE ENVIRONMENT)

Rully Adi Nugroho


Pengantar

Organ indera merupakan satu-satunya saluran


komunikasi dari dunia luar ke sistem saraf.
Nothing is in the mind that does not pass
through the senses Aristotle

Penangkapan indera (sensory reception) dimulai


dengan organ yang terdiri dari sel-sel reseptor
(receptor cells) yang terspesialisasi untuk
merespon macam rangsangan tertentu.
Pengantar

Organ indera terletak di beberapa lokasi di


permukaan dan di dalam tubuh, dan merupakan
tahap pertama dalam pengumpulan informasi
indera.

Neuron yang membawa informasi dari perifer ke


sistem saraf pusat disebut neuron aferen.
Neuron yang membawa informasi keluar dari
sistem saraf pusat disebut neuron eferen.
Pengantar

Tipe rangsangan memiliki ciri-ciri yang


membedakannya antara satu dengan yang
lainnya.

Ciri-ciri yang mengkarakterisasikan rangsangan


disebut sifat (qualities).
Pengantar

Kategori indera tradisional penglihatan,


pendengaran, peraba, perasa, dan pencium
adalah subyektif dan tidak lengkap.

Kategori ini tidak memasukkan beberapa tipe


indera interoceptive (internal) yang tidak kita
disadari, seperti propioreceptor (reseptor posisi
pada otot dan tulang sendi) dan reseptor indera
tertentu yang memonitor orientasi, kondisi
khemis dan thermal dalam organisme.
Pengantar

Sistem reseptor internal ini memainkan peranan


penting dalam memberikan informasi ke otak
tentang keadaan tubuh dan posisinya di
ruangan, tetapi biasanya kita tidak sadar dengan
sinyal ini.
Pengantar

Beberapa spesies hewan menggunakan


modalitas indera (sensory modalities - tipe
informasi indera yang dapat kita bedakan) yang
tidak dijumpai pada manusia.
Beberapa ular mampu mendeteksi energi panas
Weakly electric fish menggunakan sinyal elektrik
frekuensi rendah untuk berkomunikasi
Beberapa hewan mampu mengindera bidang
magnetik bumi dan menggunakannya untuk navigasi
Pengantar

Reseptor diklasifikasikan menjadi kemoreseptor,


mekanoreseptor, fotoreseptor, termoreseptor,
dan elektroreseptor.

Nama reseptor didasarkan atas bentuk energi


yang paling sensitif: khemis, mekanik, elektrik,
suhu dan cahaya.

Selama evolusi, sistem indera berkembang dari


unit reseptor tunggal, independen menjadi organ
indera kompleks, seperti mata vertebrata.
Ciri-ciri umum resepsi indera:
Ciri-ciri sel reseptor

Proses indera dimulai dari sel reseptor,


tepatnya, membran terspesialisasi dari sel.

Dua ciri umum dijumpai pada sel reseptor


indera:
Tiap sel reseptor sangat selektif untuk bentuk-bentuk
energi khusus.

Reseptor sangat sensitif terhadap rangsangan yang


diseleksi karena sel dapat dapat mengamplifikasi
sinyal yang diterima.
Ciri-ciri umum resepsi indera:
Ciri-ciri sel reseptor

Bentuk energi (e.g. cahaya, suara, tekanan


mekanik, dll.) yang mana reseptor indera paling
sensitif disebut modalitas indera (sensory
modality).

Sel reseptor dikatakan mentransduksi (tranduce)


input indera, karena sel mengubah energi
rangsangan menjadi energi impuls saraf.
Ciri-ciri umum resepsi indera:
Ciri-ciri sel reseptor

Sel reseptor indera selektif karena membrannya


atau struktur yang berasosiasi dengan
membran merespon secara berbeda terhadap
tipe energi yang berbeda.
Energi eksternal, misalnya cahaya, dapat mengenai
anatomi eksternal; tetapi pada mamalia, hanya mata
dan kelenjar pineal (kelenjar kecil pada otak) yang
mengandung sel indera yang dapat mentransduksi
foton menjadi energi saraf.
Ciri-ciri umum resepsi indera:
Ciri-ciri sel reseptor

Seringkali, transduksi tergantung pada suatu


perubahan konformasi molekul reseptor tertentu,
yang umumnya berupa protein.
Membran sel fotoreseptor mengandung pigmen visual
berupa molekul protein yang disebut opsins.
Molekul pigmen fungsional, rhodopsin, terdiri dari
opsin dan molekul organik yang mengabsorbsi
cahaya.
Ciri-ciri umum resepsi indera:
Ciri-ciri sel reseptor

Sel reseptor dapat menerima sinyal yang sangat


lemah dari bentuk energi yang diseleksi dan
mentransduksi sinyal ini menjadi sinyal saraf
yang mengandung energi yang lebih besar
karena sel reseptor mengandung mesin
intraseluler yang mengamplifikasi sinyal lemah.
Ciri-ciri umum resepsi indera:
Ciri-ciri sel reseptor

Tahap akhir dari seluruh sel reseptor adalah


terbukanya (atau tertutupnya) saluran ion, yang
mengubah jumlah arus ion yang melewati
membran sel dan memodifikasi jumlah AP yang
dihasilkan oleh sel reseptor.
Ciri-ciri umum resepsi indera:
Ciri-ciri sel reseptor

Gb.1. Reseptor indera terspesialisasi


untuk merespon hanya rangsangan
tertentu
Ciri-ciri umum resepsi indera: Mekanisme
umum dan molekul transduksi indera

Semua sistem transduksi indera melakukan


operasi dasar yang sama: deteksi, amplifikasi
dan transmisi.

Bukti akhir-akhir ini mengindikasikan bahwa


pada vertebrata reseptor tiga indera
penglihatan, pencium dan mungkin, perasa
manis dan pahit pada membran sel terdapat
protein reseptor dengan motif struktural yang
mirip.
Ciri-ciri umum resepsi indera: Mekanisme
umum dan molekul transduksi indera

tranducin

(cGMP)
(phosphodiesterase)

Gb.2. Mekanisme molekuler resepsi indera pada reseptor visual


mirip dengan mekanisme molekuler transmisi pada sinaps.
Ciri-ciri umum resepsi indera:
Dari transduksi ke keluaran saraf

Gb.3. Beberapa
tahap
menghubungkan
rangsangan dengan
produksi AP dalam
jalur indera.
Ciri-ciri umum resepsi indera:
Dari transduksi ke keluaran saraf

Gb.3. Sinyal sensoris dibawa ke


sistem syaraf pusat oleh
potensial aksi.
a. Invertebrate sensory neurons
b. Vertebrate touch receptor
c. Mamalian auditory & visual systems
Ciri-ciri umum resepsi indera:
Dari transduksi ke keluaran saraf

Jika informasi indera disebarkan melalui jarak


yang jauh ke sistem saraf pusat (CNS),
informasi yang terkandung dalam potensial
reseptor harus dikonversi menjadi AP.
Ciri-ciri umum resepsi indera:
Dari transduksi ke keluaran saraf

Konversi terjadi melalui cara:


Pada beberapa reseptor, potensial reseptor yang
terdepolarisasi menyebar secara elektronik dari
tempat awalnya di zona reseptor ke spike-initiating
zone di membran akson.
Sona reseptor dapat merupakan bagian dari neuron
yang sama yang membawa AP ke CNS.
Pada waktu potensial reseptor tersebar ke membran
yang terangsang secara elektronik tanpa intervensi
sinaps dan secara langsung memodulasi
dihasilkannya AP pada spike-initiating zone, ini
seringkali disebut potensial dinamo (generator
potential).
Ciri-ciri umum resepsi indera:
Dari transduksi ke keluaran saraf
Pada sistem indera yang lain, reseptor dan unsur
yang menghantarkan dipisahkan oleh sinaps khemis.
Di sini, potensial reseptor yang terdepolarisasi atau
hiperpolarisasi menyebar secara elektronik dari
daerah indera dari sel reseptor ke bagian presinaptik
sel yang sama, memodulasi pelepasan
neurotransmitter.
Transmiter menghasilkan potensial pascasinaptik
pada neuron kedua, disebut neuron ordo dua,
memodulasi frekuensi AP pada neuron pascasinaptik.
Sel yang memiliki membran reseptor disebut neuron
indera primer.
Akson yang membawa AP ke CNS disebut serat
indera, serat aferen atau neuron indera.
Ciri-ciri umum resepsi indera:
Penyandian intensitas rangsangan

AP individu yang berasal dari organ indera yang


berbeda tidak dapat dibedakan satu dengan
yang lainnya.

Modalitas rangsangan tidak disandikan oleh


karakter dari AP individu, tetapi tergantung dari
daerah anatomi pada otak tempat informasi
dikirimkan.
Ciri-ciri umum resepsi indera:
Penyandian intensitas rangsangan

Karena AP adalah fenomena all-or-none, satu-


satunya cara bagaimana informasi yang dibawa
di sepanjang serat saraf tunggal dapat
disandikan, selain oleh kekhususan hubungan
anatomi, adalah dengan jumlah dan waktu
impuls.
Frekuensi impuls yang tinggi biasanya
merepresentasikan rangsangan yang kuat, dan
frekuensi yang tereduksi dari impuls yang sedang
berjalan mereduksi kekuatan rangsangan.
Ciri-ciri umum resepsi indera:
Penyandian intensitas rangsangan

Jika intensitas rangsangan meningkat, arus


reseptor meningkat, dan dihasilkan depolarisasi
yang lebih besar (atau, dalam beberapa kasus,
hiperpolarisasi).
Ciri-ciri umum resepsi indera:
Hubungan masukan keluaran

Sistem indera yang ideal mampu


menterjemahkan rangsangan dari seluruh
intensitas menjadi sinyal yang berguna.

Tetapi, sistem indera biologis sebenarnya hanya


dapat menyandi intensitas rangsangan dengan
rentang yang terbatas.
Ciri-ciri umum resepsi indera:
Hubungan masukan keluaran

Rentang intensitas rangsangan dimana reseptor


dapat menyandi intensitas yang lebih besar
dengan menghasilkan lebih banyak AP pada
frekuensi yang lebih tinggi disebut dengan
rentang dinamik (dynamic range).

Tiga faktor utama yang mengatur respon


maksimum di mana sel reseptor dapat
menghasilkan rangsangan yang kuat:
Ciri-ciri umum resepsi indera:
Hubungan masukan keluaran

Ada ambang atas arus reseptor yang dapat mengalir


sebagai respon terhadap rangsangan yang kuat
karena jumlah saluran arus reseptor terbatas.

Ada ambang atas amplitudo potensial reseptor,


karena tidak dapat melampaui potensial balik
(reversal potential) arus reseptor.

Ada ambang atas frekuensi AP yang dibawa di


sepanjang akson, karena menurunnya rangsangan
(refractoriness) menentukan waktu minimum antar
penyebaran AP di sepanjang akson.
Ciri-ciri umum resepsi indera:
Hubungan masukan keluaran

Gb.4. Respon pada reseptor indera adalah proporsional dengan


logaritma intensitas rangsangan.
Ciri-ciri umum resepsi indera: Mekanisme
umum dan molekul transduksi indera
Indera khemis: Rasa dan bau

Sel kemoreseptor (chemoreceptor) terdiri dari


reseptor gustatory (perasa), yang mendeteksi
ion dan molekul terlarut, dan reseptor olfactory
(pencium), yang mendeteksi molekul yang ada
di udara.

Dikotomi ini dengan cepat gugur. Mengapa?

Dengan definisi ini, organisme akuatik tidak


memiliki reseptor pencium; semua sensasi
khemis adalah rasa.
Indera khemis: Rasa dan bau

Reseptor rasa dan reseptor pencium bekerja


secara berbeda satu dengan lainnya.

Bau dapat dianggap sebagai khemoresepsi


sinyal dari sumber yang jauh dan rasa sebagai
khemoresepsi sinyal dari materi yang langsung
kontak dengan struktur reseptif.
Indera khemis: Rasa dan bau

Sensitivitas sistem indera khemis dapat sangat


luar biasa.

Sensitivitas antena kemoreseptor ngengat ulat


sutera (Bombyx mori) jantan terhadap
bombykol, feromon betina penarik lawan jenis.

Jantan merespon satu molekul per 1017 molekul


udara, dan sangat spesifik, hanya merespon
bombikol dan beberapa senyawa kimia yang
analog.
Indera khemis: Rasa dan bau

Gb.5. Respon khemoreseptor kontak lalat rumah dapat dicatat


secara ekstraseluler.
Indera khemis: Rasa dan bau

Gb.6. Organ khemoindera biasanya


terdiri dari sel reseptor yang dikelilingi
oleh struktur pendukung.
Indera khemis: Rasa dan bau
asin & asam

asam & pahit

phospholipase C

adenylate cyclase

Gb.7. Tiap rasa ditransduksikan oleh mekanisme yang berbeda.


Indera khemis: Rasa dan bau

Gb.8. Organ-organ pencium pada vertebrata.


Mekanoresepsi (Mechanoreception)

Mekanoreseptor (mechanoreceptor) yang paling


sederhana secara morfologi berupa ujung saraf
yang tidak terdiferensiasi yang dijumpai di
jaringan ikat kulit.

Pada beberapa mekanoreseptor dijumpai


struktur tambahan yang fungsinya mentransfer
secara efisien energi mekanik ke sel reseptor.
Mekanoresepsi (Mechanoreception)

Gb.9. Mekanoreseptor mirip rambut keluar dari eksoskeleton


beberapa insekta.
Mekanoresepsi (Mechanoreception)

Gb.10. Sistem indera di bagian


lateral ikan dan amfibi didasarkan
atas sel-sel rambut.
Mekanoresepsi (Mechanoreception)

Gb.11. Organ
pendengaran
manusia dan
organ
equilibrium
terletak di
telinga.
Mekanoresepsi (Mechanoreception)

Rangsangan bekerja di reseptor mekanik


dengan meregang/longgar (stretch) atau distorsi
membran permukaan.

Peregangan membran reseptor sedikit


memperbesar saluran ion selektif yang berisi air
(water-filled ion-selective channels) pada
membran.
Elektroresepsi (Electroreception)

Sel rambut yang terletak di sisik beberapa ikan


telah kehilangan silianya dan menjadi
termodifikasi untuk mendeteksi arus elektris di
air.

Sumber arus ini berupa organ elektris yang


dijumpai pada ikan elektris lemah (weak electric
fishes) (seperti Mormyrids) atau arus yang
berasal dari jaringan aktif hewan lain di
sekitarnya.
Elektroresepsi (Electroreception)

Pada ikan elektris lemah (lawan dari ikan


elektris kuat (strong electric fishes, seperti belut
elektris), denyut (pulses) elektris dihasilkan oleh
otot atau jaringan saraf pada satu ujung dari
tubuh masuk kembali ke tubuh, melalui lubang-
lubang pada epitelium.
Elektroresepsi (Electroreception)

Gb.12. Sel elektroreseptor merupakan sel rambut khusus yang


terletak di sepanjang lateral beberapa spesies ikan.
Elektroresepsi (Electroreception)
Elektroresepsi (Electroreception)

Gb.13. Elektroresepsi memungkinkan ikan elektrik mengenali


dan menentukan lokasi obyek di lingkungannya.
Termoresepsi (Thermoreception)

Temperatur merupakan peubah lingkungan


yang penting, dan beberapa organisme
memperoleh informasi indera tentang
temperatur dari aksi ujung saraf khusus, atau
termoreseptor, pada kulit.

Membran reseptor terdiri dari ujung serat saraf


indera bercabang, dan ujung kelihatannya untuk
mendeteksi perubahan temperatur jaringan.
Termoresepsi (Thermoreception)

Gb.14. Lubang muka rattlesnake


berisi termoreseptor yang sangat
sensitif.
Fotoresepsi (Photoreception)

Pada waktu foton mengenai molekul pigmen


fotosensitif dari fotoreseptor, sel menghasilkan
AP, baik dengan sendirinya (pada fotoreseptor
invertebrata) atau dengan syaraf ordo lebih
tinggi (pada fotoreseptor vertebrata) saat sinyal
dibawa ke CNS.
Fotoresepsi (Photoreception)

Cahaya memiliki panjang gelombang antara 10-8


cm dan 10-2 cm.
Hanya bagian 400 nm 740 nm yang terlihat
oleh manusia, di bawah rentang ini adalah UV
dan di atasnya adalah IR, yang keduanya tidak
terlihat oleh manusia dan mamalia lainnya.
Fotoresepsi (Photooreception)

fosfodiesterase

Gb.15. Saat cahaya diabsorbsi oleh retina, sejumlah reaksi


menyebabkan saluran Na+ yang membawa arus gelap tertutup.
Keterbatasan resepsi indera

Agar berguna, reseptor indera harus sangat


sensitif terhadap rangsangan dari lingkungan
dan harus menyandi informasi dengan
ketepatan yang sempurna.

Tidak ada reseptor yang memenuhi syarat di


atas, karena ciri-ciri fisik rangsangan dan
reseptor; semua reseptor merepresentasikan
kompromi dalam bagaimana menerima dan
menyandi informasi indera.
Keterbatasan resepsi indera

Ketepatan resepsi indera dibatasi oleh besar


relatif sinyal dan gangguan latar (background
noise).
Rasio sinyal-dengan-gangguan membatasi
berjalannya seluruh sistem yang menerima dan
menghantarkan informasi.

Kerja dan sensitivitas sistem indera dibatasi oleh


bentuk energi yang mengatur (tune) reseptor.