Anda di halaman 1dari 350

ANALISA STRUKTUR

DENGAN
MET ODE MATRIX

CETAKAN KETIGA

IR. F.X. SUPARTONO


IR. TEDDY BOEN

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS INDONESIA

PENERBIT UNIVERSITAS INDONESIA


IJiiQ (UI-PRESS)
Buku ini ditulis un tuk mengenang j asa para Guru dan Mahaguru y:mg per
nah mengajar dan mendidik kedua penulis, karena tanpa jasa mereka,
buku ini tidak akan mungkin ditulis.

i I
PRAKATA

Sejak kurang lebih 25 tahun yang lalu, Analisa struktur telah mengahrmi

revolusi dengan diperkenalkannya analisa cara matrix.


Sejak itu, telah banyak ditulis buku-bukli yang menyangkut Analisa struk
tur dengan cara matrix. Pacta mulanya buku-buku Analisa struktur adalah
problem dan structure oriented, tetapi pacta cara baru buku-buku tersebut
adalah method oriented.
Aljabar Matrix sangat berguna pada Analisa struktur karena memungkinkan
membuat perumusan pemecahannya sebagai satu seri operasi matrix yang
cocok untuk komputer digital.
Tetapi hal yang lebih penting lagi ialah dengan memakai cara matrix, segala
macam struktur dapat dianalisa dengan suatu pendekatan umum dan karena
sifat-sifat organisasi suatu matrix, pemakaian matrix juga menguntungkan
untuk perhitunganperhitungan dengan tangan.
Cara matrix juga memungkinkan penyajian persamaan-persamaan dalam
bentuk yang kompak, yang tentu saja sangat membantu untuk dapat
melihat operasi secara keseluruhan dan tidak terbenam dalam detail-detail
arithmatic.

metodologi Analisa struktur d e ngan cara matrix sudah harus diajarkan di


Pacta akhir-akhir ini banyak penulis menganggap bahwa konsep dan

Universitas sejak tingkat awal dan menggantikan cara-cara Analisa struktur


yang klasik.
Pada buku ini, masih ditempuh cara transisi, yaitu antara lain masih diper
kenalkan struktur s tatis tertentu dan statis tidak tertentu. Hal ini ctilakukan
agar mereka yang terbiasa dengan cara-cara klasik. masih dapat mengikuti
cara baru ini. Seperti diketahui, sesungguhnya pacta ana!isa struktur ctengan
-:ara matrix sulit dibedakan struktur statis tertentu dan st a ti s tidak tertentu.

Adapun urut-urutan penyajian adalah sebagai b eriku t :

dapat m engik u t i bab-bab selanjutnya dengan 13.ncar.


Bab I membahas tentang aljabar matrix sekedar untuk mengingatkan

memperkenalkan metocte-metocte matrix yang d ipaka i untuk


k embali . agar
Bab II

Bab III membahas Metode kekakuan dan dil engkap i dengan contoh soal.
analisa struktur:

Bab V
Bab IV membahas tentang cara mencari kekakuan elemen

Bab VI mem baha s tentang cara mencari gaya Nodal Ekivalen. yaitu untuk
membahas Metode Flexibilitas

struktur pacta mana pem bebanannya ti dak tepat pacta titik nodal.
nya.

ir. Sheila R.K. yang telah dengan tekun menyi apkan dan memeriksa konsep
Pacta kesempatan ini para penulis ingin mengucapk.an terima kasih kepada:

V
.mtuk Jiketik: :\f y. E .Ko m ariah yang t elah d engan sa bar dan t ekun menge
tik nasbh buku; p:.lf a juru gambar Sdr. I nd rawan N gadi. Sdr. Ab dul Azhar,
Sdr. Wa kldj o dan Sdr. Sa m idjo yang tel ah menyiapkan gambar- gambar: dan
Sd r. E ll y Tjahjo no ya ng t elah membac a ulang nask ah akhir.

buku !Jinnya y:mg sejenis, dapat menjadi a wal b agi perubahan d i bi dang
\1u d ah- mudaha n buku ya ng sangat sed erhana ini, bersama-sama denga n

A nalisa struktur di Indo nesia dari cara klasik ke cara ya ng modern. d emi
untu k g enerasi seka rang d an yang akan da tang.

Jak arta. Januari 1980

Penu lis .

VI
Keterangan : Untuk memudahkan. maka notasi-notasi tersebut di bawah
ditulis juga pacta rumus-rumus dan pasal-pasal yang bersang-,
kutan.

Bab 1 .

[ 1
I I
= Matrix.
= Determinan.
( A ]*T = Transpose Matrix [A].
[A] = Conjugate dari [A].
[A]+ = Adjoint dari [A].
[A] -1
a i j
= Invers dari [A].

bij
= El emen dari [A J.
= Elernen dari [ B J.
cij =
Elernen dari [ CJ.
dij = Elernen dari [DJ.
eij = Elemen dari [ E].
[I] = \Iatrix satuan.

Bab 2 .

{ D} =
Lcndutan pacta titik diskrit.
[ FJ = .\1atrix Fleksibilitas.

{ Q}
[K] = \1atrix Kekakuan Struktur.
= Gaya-gaya yang bekerja pacta titik diskrit.

Bab 3.

=
[A] Matrix Defonnasi.
[B 1 = Matrix Statis.
{.D} = Lendutan dititik diskrit.

{H}
{ d} = Deformasi dari elernen stmktur.
=
Gaya dalam elernen.
[KJ = Matrix Kekakuan Stmktur.

{Q} = Gaya luar yang bekerja dititik diskrit.


[ S] = Matrix kekokohan intern elernen.

Bab 4.

A
[A] = Matrixhubungan antara {Q2}dan{Q1}.
- Luas penampang elernen.

vii
[D}
Av
= L uas effektif terhadap geser.
Lcndutan dititik diskrit.
{Oj}
=

= Matrix lendutan dari elemen ke i terhadap sistim koordinatnya


sendiri.
= Matrix lendutan yang telah ditransfonnasikan ke sistim koordi
nat struktural.
= Matrix lendutan pada elemen ke i yang telah ditransfom1asikan
ke sistim koordinat struktural.

{Of} = Lendutan pada titik bebas.


:ob}
= Lcndutan diperletakan.
E =
Modulus Elastisitas dari bahan.
[F] = Matrix Fleksibiiitas.

I
G = Modulus Geser dari bahan.
=
Nlomen Inersia sumbu dari penampang.

Momen lnersia terhadap sumb u z.


[yy =
Momen lnersia terhadap sumbu y.

J
[zz
=

M atri x Kekakuan.
=
\-1omen [nersia polar dari penampang.
[K] =

[Kj] = Y1atrix Kekakuan dari elemen ke i terhadap sistim koordinat

\-l atri x Kekakuan yang te!ah ditransfonnasikan ke sistim


nya sendiri.
=

koordinat struktural.

kan ke sistim koordinat struktural.


= Matrix Kekakuan pada elemen ke i yang telah ditransfonnasi-

k
Panjang Eiemen.
= Koer!sien Kekakuan.

Momen Lcntur akibat gaya l u a r


=

Momen Lentur virtuil.


= .

Gaya nonnal yang timbul. dinyatakan sebagai fungsi x. sebagai


=

Gaya nonnal yang t i mb ul . dinyatakan sebagai fungsi x. sebagai


Jkibat dikerjakannya gaya luar Q.
=

akibat dikerjakannya gaya virtuil Q.


fQ
- '
=
Gaya luar yang bekerja dititik diskrit.
Matrix gaya diperletak an
{ Qf }
{Qb} = .

Matrix gaya dari demen ke i te rhadap sistim koordinatnya


=
Ma trix gaya pada titik bebas.
{Qj} =

Ylatrix gaya yang telah ditransfonnasikan ke sistim koordinat


sendiri.
(Q
sJ
1 =

Ylatrix gaya pada eiemen ke i yang telah ditransfonnasikan ke


, struktu ral.

sistim koord in at struktural.


=

[T ] = M a trix Transfonnasi.
TX =
Momen torsi akibat gaya luar.

viii
Pec ahan poisson dari bahan
tx = Momen tors1 virtuil.

Gaya Geser ak.ibat gaya luar.


\) = .

Gaya Geser virtuil.


Vx =

=
vx

Bab 5.

=
{D} Lendutan dititik diskrit.
{ D r 0} =
Matrix Lendut:m pada elemen-elemen konstruksi statis ter
tentu akibat bekerjanya gaya-gaya luar, dimana vektor len

{D
dutanJ<oresponsing dengan vektor gaya redundant.

r
tentu akibat bekerjanya gaya redundant, dimana vektor len
.,
=
J
'
Matrix Lendutan pada elemen-elemen konstruksi statis ter

':ct}
dutan koresponding dengan vektor gaya redundant.
=
Matrix Deformasi yang terjadi pacta elemen dititik diskrit.
[do} =
Matrix yang menyatakan deformasi pada elemen-elemen kons

[dI 1
truksi statis tertentu akibat bekerjanya gaya-gaya luar.
=
Matrix yang menyatakan deformasi pada elemen-elemen kons
truksi statis tertentu akibat bekerjanya gaya redundant.
[F] =
Matrix Fleksibilitas.
J
[ FO =
Matrix Fleksibilitas pacta e!emen-elemen konstruksi statis

y:mg koresponsing dengan vektor redundant.


tertentu, akibat bekerjanya gaya-gaya luar untuk lendutan

FI
}
l
t en t u akibat be ke rj a n y a gaya redundant untuk lendutan yang
=
Matrix Fleksibilitas pacta eiemen-elemen konstruksi sratis ter
.

\H }
koresponding dengan vektor redundant.

Matrix gaya dalam pacta eiemen-elemen konstruksi s t atis ter


=
Matrix gaya dalam elemen.
o]
[H
tentu, akibat bekerjanya gaya-gaya luar.
=

I ]
[H
tentu, akibat bekerjanya gaya redundant.
=
Matrix gaya dalam pada dernen-demen konstruksi statis ter

[M] =
Matrix Sifat bahan.
[P] ]
Matrix Statis pada konstruksi statis tertentu akibat bekerjanya
=
Matrix Statis.
O
(P
=

gaya-gaya luar.
(P1T =
Matrix Statis pacta konstruksi statis tertentu akibat bekerjanya

{ Q}
gaya redundant.

iR 1
=
Gaya luar yang bekerja dititik d is krit.
=
Matrix gaya redundant.
=
[ r] Matrix Kompatibiliti.
[*J =
enyatakan besaran virtuil.
r

Bab 6.

'H \
t 0
= Yl:atrix reaksi awal.
n J umlah elemen yang bertemu dititik-i.
=

[Qil = Beban ekivalen diti tik diskrit.


(QjO] = Beban luar yang memang bekerja pada titik diskrit.
[Qijl m = [QijJ yang sesuai dengan sistim koordinat lokal.

Matrix kekokohan intern elemen.


[Qijls = [Qijl yang sesuai dengan sistim koordinat stmktur.
[S1 =

X
DAFI'AR lSl

Ha1aman
Prakata .............. ...................... V
Notasi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . vii
Bab 1. Penda.huluan ............................... .

1. I. Introduksi.............. ...................
,

. .)

1.2. Pengertian Matrix secara Matematis ..............


1
. ..,.

1.2.1. Matrix ................................... . 4


1.2.:. Operasi Matrix ............................. . 8
1 .2.3. T rans pose d.:ui Matrix ........................ . 14
1.2.4. Matrix Simetris .............................. 14
1.1.5. Matrix Korr.plex ............................ . 15
1.2.6. Matrix Orthogonal. .......................... . 17
1.2.7. Determin ................................ . 17
1.2.8. Adjoin! dari Matrix .......................... . 20
1.2.9. Invers dari Matrix ........................... . 20
1 3
. . Pcnydes:lian susunan pnsamaan linier denga11 Mt:icde
:\latrix . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 33
..,
!.3.!. Pengcrtian Umurn ............................
,

.) .)

1.3.2. Cara penyeh:!>aian susunan persamaan 1inier ....... . 35


1.3.3. Mctode Matrix Invei ......................... 36
1.3 .4. fetode Cramer ............................. . 38
1. 3.5. Met ode Gauss Jordan ........................ . 40
1.3.6. Metode Elirninasi Gauss ........................ 43
1.3.7. vfetode Iterasi Gauss Seidel.................... .

Bb 2. Metode Matrix untuk Analisa Struktur . . . . . . ... . . . 51


2. I. Pengertian Urn urn . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 53
..., .., \-fetode Kekakuan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
.
54
2.3. Metode Fleksibilitas . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 55
2.4. Beberapa Contoh Perbandingan. . . . . . . . . . . . . . .. . . 56
Bab 3. Metode Kekakuan. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
.
63
3.1. Introduksi. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. 65
3.2. Derajat Ketidak tentuan K ine ma tis . . . . . . . . . . . . . . .
66
3.3. Dasar Perhitungan. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
.
69
3.4. Aplikasi. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. 76
3.4.1. Konstntksi Balok Menerus. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 76
3.4.2. Ko nstr uksi portal bidang t a n pa pergoyangan dimana
deformasi axial diabaikan . . .. . , . . . . . . . . . . . . . . . . 88
3.4.3. Konstruksi portal bidang dengan pergoyangan dimana
deformasi axial diabaikan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 103
3.4.4. Konstruksi rangka batang dngan titik hubung ngsel. \ 18

xi
Halaman

Bab 4. yfetode Superposisi Langsung . . . . . . . . . . . . . . . . . . . ! 41


-i-.1. Introduksi. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 143
4.2. 143
4.3. Matrix Kelcakuan Elemen Balok . . . . . . . . . . . . . . . . . 149
1etode Inversi untuk menurunkan Matrix Kekakuan .

4.4. Transformasi Vektor Linier. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 169

Batas. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 173
4.5 . Superposisi dari Ma trix Kekakuan Eleme n dan Syarat

4.6. A.plikasi pada Analisa Balok dan Portal Bidang . . . . . . 1 79


4. 6.1. K onstr uk si balok menerus. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1 79
4.6.2. Konstruks i portal bidang tanpa penyangga dimana

.J.. 7. :\plikasi pad a Analisa Konstruksi Grid . . . . . . . . . . . . 2 04


deformasi axial diabaikan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 185

4.8. Aplikasi pada Analisa Rangka Batang.... . . . . . . . . . 214


4.9. atrix Kekakuan Elemen non prismati s . . . . . . . . . . . 255
4.10 . Matrix Kekakuan Elemen melingkar . ... :. . . . . . . . . 265
Bab 5. Metode FleksibiJitas . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . ':287
5.1. Introduksi.................................. 289

.-\plikasi pada konstn1ksi statis tertentu. . . . . . . . . . . . .:n


5.2. Dasar Perhitungan.. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 289

5.4
5.3.
..\plikasi pada konstruksi statis tidak tertentu ....... 316
Bab 6.
o. i.
Gaya Nodal Ekivalen . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 335
Penggantian gaya-gaya pada demen menjadi gaya no-

6.2. Gaya Axial Ekivalen . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 340


dal ekivaien. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 337

n.3. Gaya Transversal Ekivalen......... . . . . . . . . . . . . . 341

Daftar Kepustakaan. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . }47


Index. . . . . . . . . . . . . . ...... . . . . . .. . . . .. . . .. . . 349

xii
!
I

1
PENDAHULUAN
1.1. INTRODUKSI
Perhitungan statis 'untuk struktur yang linear elastis dapat dilakukan

I
dengan metode Matrix.
Pacta umumnya struktur mempunyai sifat mechanis dan geometris
yang diidealisasikan sebagai :

1 . Material bertingkah laku secara linear dan elastis


2. Lendutan dari struktur dianggap sangat kecil sehingga analisa da-
pat dilakukan sebagai struktur yang belum dibebani.

Dengan berkembangnya komputer sebagai alat hitung elektronik


yang otomatis, maka metode matrix ini mulai disukai para teknisi
dalam analisa struktur, karena formulanya menjadi lebih sederhana
dan mudah, dibandingkan dengan metode analisa yJ.ng manual.
Banyak hal dapat dilakukan dalam analisa struktur sehubungan dengan
penggunaan komputer ini, antara lain :
1 . Analisa struktural, dalam arti kata menghitung gaya-gaya dalam
yang timbul pacta elemen-elemen struktur sebagai akibat bekerja
nya gaya luar pacta struktur, dan sekaligus menghitung besarnya
tegangan yang terjadi pacta penampang-penampang elemen sebagai
akibat timbulnya gaya dalam pacta elemen bersangkutan;
2. Perencanaan elemen struktur, sebagai hasil dari analisa yang telah
disebutkan di atas, sehingga dengan demikian tegangan elemen
dan lendutan struktur yang terjadi tidak melampaui tegimgan dan
lendutan yang diizinkan. Setelah selesai perencanaan ini, dapat
dilakukan penggam baran geometric dari struktur, sebagai hasil
dari analisa di atas, lengkap dengan ukuran dan karakteristik
bahan dari masing-masing elemen struktur;
3. Data processing dari hasil test pembebanan, yaitu processing
untuk mendapatkan tegangan dan lendutan sebagai hasil dari test
pembebanan yang dilakukan pacta struktur atau elemen struktur;
4. Perhitungan banyaknya bahan bangunan yang akan dipakai dan
perencanaan biaya;
5. Perencanaan time schedule.

Untuk keperluan analisa ini, ada tiga macam alat hitung dapat dipakai.
yaitu :
1 . kalkulator elektronik:

3. komputer berkapasitas besar.


2 . mini komputer;

Sebagai konsekwensi dari kecenderungan di atas, perlu dipelajari lebih

3
mend alam lagi teori m atrix d an hubunganny a d engan penggunaan
d alam analisa st ruktur ini, yang selanjutnya akan d ibahas secara men
d etail pad a pasal- pasal berikut ini.

1.2. PENGERTIAN MATRIX SECARA MATEMATIS


1.2.1. MATRIX
Bila mempunyai satu susun persamaan linear, misalnya :

2 X + 3 y + 2 Z = 0
X + y + 3 z = 0 ( 1 .1 )
- X + 2 y - z = 0
maka koef isien d ari persamaan linear ini d apat d ituliskan atau d ike
lompokkan d alam suatu cara penulisan y ang lain, yaitu d alam bentuk
jaj aran bilangan, sebagai d itulis di bawah ini :
2

[ ]
3 2
1 3 ( 1 .2)
- 2 - 1
J aj aran bilangan ( 1.2) d isebut matrix, yang d apat d ituliskan s ecara
umum:

a a a . . . . . . a . . . .. . . . a
11 12 13 lj ln
a a a . . . . . . a . . . . . . a
2n
.
21 22 23 2j
a a a . . . . . a . . . . . . . a
(1.3)
3j 3 ri
.
31 32 33
.
a a a . . . . a . . . . . . . a
ij in
.
i2 i3
.
i1

a a a . . . . . a . . . . . . a
nl1 JTI3 mj mn
.
m2
.

d i mana m, n ad alah bilangan bulat l .


Biasanya m enand ai suatu m atrix d ip akai tand a [ ] atau ( ), atau { }
untuk m atrix baris atau kolom.
Bilangan- bilangan aij d isebut elemen- elemen d ari m atrix, di m ana
i = 1. 2. 3 . . . . . . . m d an j = 1, 2, 3, . . . . . . n. B il angan m menun-
jukkan bany aknya baris. d an n ad alah banyakny a kolom; sed angkan
ked uanya menyatakan o rd e d ari m atrix.
De nga n d emikian d apat d ikatakan, m atrix d engan ord e m x n, ad alah

4
merupakan jajaran persegi dari elemen-elemen atas m buah baris dan tl
buah kolom. Kadang-kadang notasi yang dipakai untuk baris memakai
index di bawah, sedangkan untuk kolom memakai index di atas: misa1.
kan ai menyatakan elemen baris ke-i. ai menyatakan elemen kolom
ke j.
Sebenarnya matrix ini sudah sering dijumpai dalam kehidupan sehari
hari. Misalnya sering dibaca di surat-surat kabar pacta halaman olah
raga, suatu laporan hasil bertanding dari beberapa kesebelasan sepak
bola yang sedang berkompetisi untuk memperebutkan tempat teratas,
dalam susunan seperti di bawah ini :

nama main menang seri kalah nilai

A 3 2 0 4
0 3 ( 1 .4)
I
B ,.,
..

c 3 0 ,.,
2
D 2 0

Susunan bilangan ( 1 .4) di atas sebenarnya telah disusun dalam satu


bentuk matrix, yaitu :

3 2 0 4 kesebelasan A.
2 0 3 -E-- kesebelasan B.
3 0 2 2 kesebelasan c.
I
<tf---

2 0 kesebelasan D.
( 1 .5 )

T T r T T
Ol
c ..c
c CO CO m
c I...

E E
m (1) (1) CO
Vl c

Matrix di atas In! mempunyai empat baris dan Iima kolom. Empat
baris tersebut masing-masing menyatakan satu kesebelasan yang
ikut bertanding, sedangkan Iima kolom masing-masing menyatakan
keadaan "main'', "menang", "seri"'. "kalah ", ''nilai".

Karena matrix dapat memberikan suatu jalan yang cukup sederhana


dalam memecahkan berbagai macam persoalan, maka mempelajari
matrix menjadi su:.tu ha! yang mutlak penting dalam berbagai bidang
pekerjaan. Sebagai contoh, seorang sarjana teknik ingin mer ;ncanaka

5
satu b angunan besar seperti gedung bertingkat banyak, rangka batang,
jembatan g antung, atap berbentuk tembereng, dan lain sebagainya,
maka bila ia ingin menyelesaikan masalahnya tersebut dengan cara
yang lebih sederhana, haruslah langkah pertama dari perhitungan pe
rencanaannya ialah menyederhanakan masalahnya dan menyajikannya
dalam bentuk matrix.
Demikian pula di dunia perdagangan, sekarang tidak sedikit diantara
pengusaha yang menggunakan perhitungan matrix untuk memperhi
tungkan untung rugi suatu transaksi.
Karenanya tidaklah aneh bila sekarang disekolah-sekolah menengah,
sudah diaj arkan matrix, untuk memberikan dasar bagi analisa-analisa
yang akan harus dilakukan diperguruan tinggi.
Ada berbagai macam matrix :
1. Matrix bujur sangkar, bila m = n

[
2 3
5 6 ( 1. 6)
8 9

E1emen-elemen a11, a2 2 , a3 3 , ... .... . ann disebut elemen-


elemen diagonal utama.
2. Matrix baris, bila m = 1, yaitu hanya terdiri atas 1 baris saja.

[ 1 2 3 4 5 6 l ( 1 .7)
= 1,
.,
.) , Matrix kolom, bila n yaitu hanya terdiri atas kolom saj a.

1
2
3
4 (1 .8)
5
6

4. Matrix nol, bila aij = 0

u n
0 0
0 0 ( 1 .9)

0 0

Acta beberapa type dari matrix bujur sangkar, antara lain :


1. Upper Triangular matrix, ialah suatu matrix di mana semua elemen
di bawah diagonal utama sama dengan nol.

6
14 ln
a a a a . . . . . . a

0
ll ..
12 13
a 22. 2 3 24 2n
a a . . . . . . a

0 0
34 3 n
a a . . . . . . a
33.
0 0 0
(1.10)
a . . . . . . a
44 4n

0 0 0 0 . . . . . . a nn

,..,
'- Lower Triangular matrix, i a1ah suatu matrix di m ana semua ele-
men di atas diagonal utama sama dengan nol.

a 0 0 0 . . . . . . 0

0 0 0
ll
a
21
a . . . . . .

0 0
22
a a a . . . . . . (1.11)
0
3l 3 2 3 3.
a a a a . . . . . .
41 42 4 3 44

a a a a
. . . . . . a
ml ffi2 m3 ffi4 mn

[
3. Matrix Diagonal, ialah suatu matrix di mana semua elemennya
sama dengan nol kecuali elemen-elemen diagnonal utamanya.

] .. 0 0 0
0
0
0
. 2 ... 0
0
0
.3
0
.
0
0
.:. J ( 1. 12)

[ }
4. Matrix Skalar, ialah suatu matrix diagonaL di mana elemen diago
nalnya merupakan bilangan yang sama.

2 0 0 0
0 . '2.. 0 0
o o o
(1.13)
z...
0 0 0
. ' 2

5. Matrix Satuan (unit matrix), ialah suatu matrix skalar. di mana

elemen diagnonalnya ialah 1. Matrix satuan disebut juga matrix


identitas dan sering ditulis dengan notasi ( 11.

7
0 0 0
0 0 0
(1.14)
0 0 0

)
0 0 0

6. Band matrix, ialah suatu m atrix bujur sang ka r, di m ana e lemen


elemen y ang bukan no! ( nonz er o elements) di kelo mp okka n
meng elilingi diag onal u tarn anya, membentu k su atu j alu r elemen
diag onal .

a a 0 0 .......... 0 0
11 12
a a 0 0 ....... .. 0 0
21 22
0 0 .. . ......
3 3" 3 4
a a 0 0
(1.15)
....... . . 0
4 44
0 0 a a
3
. 0

0 0 0 0 ............. a n- 1 . n-1 a n- 1 . n

0 0 0 0 ....... . ... a n. n- 1 a n.n

1.2.2. OPERASI MATRIX


l . Kesamaan m atrix.
Du a m atri x [A ] dan [ B1 dikatakan sama. bila
U ij = bij ( 1.16)
dim ana
aij i al ah elemen dari matrix (A 1 :
b ij i alah el emen dari matrix [ B l .

[ ]
Contoh: 3
[A]
5 3

r2
l
3
[ B]
l
=

1 5 3

Jelas di si ni ba hwa dua matrix [Al dan [ B 1 tersebu t di atas haru s


m empu ny ai orde ya ng s ama .

8
2. Penjumlahan matrix.
Apabila [A] dan [ B] adalah dua matrix yang mempunyai orde
yang sama, maka kedua matrix tersebut dapat dijumlahkan meng
hasilkan suatu matrix [C ] = [A] + [B], dimana
(1. 17)
cjj = aij + bij

Cij ialah elemen dari matrix [C]:


ai j ialah elemen dari matrix [A] ;
b ij ialah elemen dari matrix [B].

Contoh:

[A] 3
5
2
[B]
5

[ ]
[C] [A] + [B]

2-1 3+2 1 +4
[C]
1 +2 5+5 3-3

[c J [ 3
5
10 0
5

l
Suatu penjumlahan matrix akan mempunyai sifat-sifat sebagai
berikut :
1. [A] + [B] = [B] + [A] (comm utatif)
-, [A] + [B] + [ C] = ([A] + [B]) + [ C] (associatif)
3 . Akan terdapat suatu matrix [X] sedemikian sehingga
[A] +[X] = [B]

3. Perkalian skalar.
Suatu matrix [A] dapat diperkalikan dengan sua tu skalar k.
menghasilkan suatu matrix [ D] = k [A], dimana
dij = k.ajj ( 1. 18)
dij menyatakan elemen dari matrix [DJ;
aij menyatakan elemen dari m atrix [A].

9
Contoh:

[ 1
2 3
[A]
5 3

k = - 3

[D] = k. (A]

-:
(D] =
r- l
6 - 9

- 3 -15

Suatu perka1ian skalar m atrix mempunyai sifat-sifat a ntara lain


( 1 ).
:

k ([A) + [B)) = k [A) + k [B);


(2). k ([A) + [B)) = ([A) +[B)) k :
dim an a k ada1ah ska1ar.

4. Perkalian matrix.
Suatu m atrix [A) denga n orde (m x p), dan m atrix [Bl dengan
orde (p x n), dapat diperka1ikan menghasi1kan suatu matrix baru
[E) [A]. [B) dengan elemen
=

(1.19)

p
atau eij = z ( 1 . 20)
k=l
ai k b kj

dim ana: ei j e1emen m atrix [E) '


"
au [A);
bij [B ] ;

.. . .. . . .
1, 2, 3,
=
1 , 2, 3, ., m:
n:
L .,
j =
. . . .. . . . ..

k =
2. 3. 0 p.

Matrix [E) hasil perkalian tersebut akan mempunyai or de (m x n)

[ : 1 : 12]
Contoh:

(l)
11 12
. a a

[B ]
21 22
[A) a a

21 22
31
a
3 2
a

10
[E] =
[A]. [B]

a a

[ I
11 12 b b
a 11 12
=
a
21 22 b b
21 22
3 3

l
a a
1 2

a ll. bll + a 1 2 b 2 1 a ll.b 12 + a ,z .b zz

a 2 1b 1 1 + a 2 2 b 2 1 a 2 1 b 1 2 + a 2 2 b 2 2

a
3 1
. bll +
"3 2 . 2 1
b a:l
1 . b l2 + 2. b 2 2 )

[ l)
H I
( 2) . 5 4
[A] =

2
[B] =
2
3

[E] =
[A]. [ B ]

[ :l H
4
= 2
3

[ 2 .4 + J. 2 + 5. J

l
2 . 3 + J ( - J) + 5 . 2

J. 3 + + 3.2 + 2 . J
=

3 ( -l ) + 2.2 1 .4

[]: ]
5
=

12

J adi teranglah dengan orde ( 2 x 3 )x (3 x 2) akan menghasilkan orde


(2 X 2).

II
(3). Kita ambil contoh matrix (1.5). di ha1aman 5.
Dari matrix tersebut, diambil satu matrix bagian yang menyata
k an keadaan "menang", "seri" dan "kalah", yaitu :

I
2 0 + Kesebe l asan A.

[P] =
0 +
11
B.
0 2 +
11
c.
0 +
11
D.

t t t
men ang se r i k a lah

Matrix [P] mempunyai orde (4 x 3)


Sekarang untuk tiap pertandingan akan diberi nilai sebagai beri
kut:
"menang" berni1ai 2
"seri" 1
"ka1ah" 0

{ }f-
Bila dinyatakan secara matrix :

2 men ng
[N] l +-se r 1
0 +- ka l ah

t
n i lai

Di sini matrix [N] mempunyai orde ( 3 x I).


Untuk mendapatkan jumlah nilai yang sebenarnya didapat oleh
masing-masing kesebelasan, maka keadaan ''menang-kalah" perlu
dikalikan dengan "nilai masing-masing pertandingan". yaitu secara
matrix :

[E] =
[P] [N]

di man a [E] ialah matrix yang menyatakan jumlah nilai dari ma


sing-masing kesebelasan.

12
[E] = [P]. [N]

A 2 r 2
B
0
0 I l +- menang

c ....

l j
-t-
= +- seri
0 2
..... 0
+- kalah
D
t t t t

-
Cl
c J:
ro - ro ro
c I...

E
C) Q) ro -

Vl .::(. c

1. 2 + 2.1 +

"1
0 .0
1 . 2 + 1 . 1 + 0 .0

1 . 2 + 0.1 + 2 . 0
0.2 + 1. 1 + 1. 0
l

l :::
r
<
4 1 +- A
B

lj
c
+-
I [E)
+-

+- D
t

n i la i
Di sini suatu m atrix [P] dengan orde (4 x 3), dikalikan dengan
l ), menghasilkan m atrix [E] de
ngan orde ( 4 x 1 ).
m atrix [N] dengan orde (3 x

:
( 1) . [A] ([B] + [Cl) = [A] [B] + [A] [C] (distributif pertam a)
Pacta perk alian matrix tadapat beberapa sifat penting, a ntara lain

dimana [A]. [B]. [C] adalah m atrix yang m emenuhi syarat


untuk penjumlahan dan perkali an m atrix.
(2). ([A] + [B]) [C] =[A] [Cl + [B] [Cl (distributif kedua)
(3). [A] ([B] [C]) =([A] [B]) [Cl ( associatif)
(4). Pacta umum nya [A] [B] :i:: ( B] [A] :
(5). [A] [B] = 0. belum tentu m engakibat kan [A] = 0 atau [8] = 0:
(6). [A] [B] =[A] [C]. belum tentu mengakibatkan [B] =[C].

13
Apabila [A] adalah suatu matrix dengan orde (m ) n). maka yang
1.2.3. TRANSPOSE DARI MATRIX

dinamaka11 transpose matrix [A] (dengan tanda (A] T) adalah matrix


bermde (n x 111 l dim:::ma baris dan kolom matrix [A] menj<ldi kolom
dan baris matrix [A] T.

[B ] = [A]T

IJ
(1.21)
b
Contoh
2
[A]
5

(1).
Beberapa ha! berhubungan dengan transpose dari matrix antara lain :

( [A]T)T = [A]
(2). (k.[A] )T = k. [A] T
(3 ). t [A] +
[B]l T= [A] T + [B] T
(4). ( [A]. [B]) T = [B] T. [A] T

1.2 .4. MATRIX SIMETRIS.

I. Suatu matrix [A] dikatakan simetris, bila

[A]T = [A]
atau

aJl ( 1.22)
ajj

[_
=

Contoh :

J
9 - 2
[A] "
9 2 7
2 7 3
[A] disebut matrix simetris karena [A] T = [A]
Suatu matrix dikatakan skew-simetris, bila memenuhi hubungan:
T [A]
[A] = -
f1.23J

14
Contoh

2
r 0
0

l
(A]
- 4

Perhatikan bilangan no! pacta elemen diagonalnya.

1.2.5. MATRIX KOMPLEX


I. Suatu matrix [A] disebut sebagai matrix komplex bila elemennya
terdiri dari bilangan-bilangan komplex.

[
Contoh

l
+ i 2 + 3i
[ A] =

2"

I di mana =
V-"1

II Bila suatu matrix komplex [AJ elemen-elemennya diganti dengan


conjugate dari masing-masing elemen tersebut, maka matrix yang
terjadi disebut sebagai
[A]*
conjugate dari matrix [A], dengan notasi

Contoh

[ ]
1 + 2 + 3i
(A]
2

[A]''"
[ - i 2

1 +
3i
l
2
)
di mana bil::mgan kompkx I - i merupakan conjugate dari bilang
m 1 + i dan demikian pula demen yang lain. Dengan demikian bila
:,atu matrix [A] semua demennya terdiri dari bilangan riiL maka
I A I* = [A] : sebaliknya bila semua elemennya terdiri dari bilangar.
imajiner. rnaka [A]*= -[Al.

3. Suatu matrix [A] disebut matrix hermitian bila memenuhi hu-


bungan :
([AI *l T = [AI 11.24;

15
di m ana
[A]* =
c onjugate dari [A]
( [A]*) T = tr anspose dari [A]*
[A) = matri x k omp le x bujur sangkar
Contoh:

[ l
2 +
[A]
2 - 3

[ l
2 -
[A]*
2 + 3

( [A]'-) T =
[ 2 - i
2 +
3
l = [A)

D alam ha! i ni . e le me n di agonal dari matri x he rmi ti an akan se lalu


te rdiri dari b ilangan-bilangan riil.
4. Suatu matri x [A) dise but matri x skew-hermitian, bila me me nuhi
hubun gan :
([A) *) T = - [A] ( 1.25)
D alam hal i ni e le me n di agonalnya akan te rdi ri dari bi langan nol
atau bi langan i m aji ne r.

Contoh
r
)
0 1 +

l-1 + i
[A) =

=ll l
0 - i
[A].
-
I 0

- I

l
( [A]*)T
0 -1
l - [A]
I
I =

)
I -
I 0

16
\. Suatu orthogonal t)ill.:
1.2.6. MATRIX ORTHOGONAL.
matrix bujur sangk ar [A] dise but m at rix
memenuhi hubung:m :

[A] [A] T ::: [A] T [A] =


[I] ( 1.26)
Jimana [ I] meny atak an mat rix satu an.

cos e

[- :J
si n
[A]
sin e cos

- sin

l
e

[
cos e
T
e
[A]
s in e cos
=

[ 1
0
T [I]
[A].[A] =

Su atu matrix komplex buju r sangkar [A] d ise but se bagai matrix
unitary bila memenu hi hu bungan :
T
[A] .((A],) ([A) ,':)T_[Aj
=
[I] (1 .27)
d im ana[I] menyatakan matrix sa tu an.

Contoh :
l
-
l +

V3 f3
[A]
l - l
=

-
-

f3 f3

Suatu matrix unitary de nga n ele men riil akan meru pak:m matrix
orthogonal.

Determinan dari sua tu matrix hu j u r sm,zb: [ .\ l. ditu!iktn :;eb2.gai


1.2.7. DETERMINAN.

17
a a a ..... .. a
ll 12 l 3 ln
a a a .... . .. a
21 22 23 2n

lA / 3 n (1.28)
=
a a a . .. .. .. a
3 3 2 33

a a a .. .. .. . a
nl n2 n 3
nn

Sebelum membahas tentang deterrninan lebih mendalam. akan diper

orde 2 x 2.
lihatkan dulu keadaan yang khusus, yaitu untuk matrix dengan

[A]
:J
Determinan [A] untuk orde 2 x 2 ini didefinisikan sebagai

I AI =
ad - be ( 1 . 2 9)

Contoh :

[: l
2
[A]
4

/AI l . 4 - 2. 3
4 - 6
= - 2.
Untuk matrix dengan orde lebih tinggi. sebelum dihitung determinan
nya, harus dikenal dulu minor dan cofactor dari elemen m atrix .
Minor dari satu elemen aij. dimana aij merupakan satu elemen dari
matrix bujur sangkar [A]. didefinisikan sebagai determi nan dari bagi
an matrix fA] cliluar baris ke-i dan kolom ke-j, yang cliberi notasi
Mij.

Contoh : 2 3 4 I
2 3 4
[A]
1, 5 6 7
7 6 5 4

18
3 4
5 6 7
6 5 4

Bila Mij diperkalikan dengan ( - I) + J. , maka akan menghasilkan


cofactor dari aij, yang diberi notasi Cij

ci
j = ( -- n i+j Mu (1.30)

Detenninan dari matrix [A] dengan orde n x n dapJt didefinisikan


sebagai

I AI a . c. + a. .c. + a. .c. + .
. . + a. . c .
il I l 12 12 I 3 I 3 1n 1n
atau : n
I (1 .3 1 )
k=l
Persamaan (1.3 1) ada1ah rumus untuk menghitung determinan dengan
expansi menurut baris ke-i.

Determinan dapat pula dihitung berdasarkan expansi menurut ko1om


ke j, sebagai berikut :

a . . C . + a .C + a ..C . + . . . + a .. C
:3 J 3 J nJ
=
lJ lJ nj
.
2j 2j
atau :
n
/A/ = I (1.32)
k=J

Beberapa ha! yang perlu diperhatikan berhubungan dengan perhitung


an detenninan ini antara lain :
( 1 ). Apabila dua baris atau dua kolom dari matrix [A] adalah sama.
maka /A/ 0
(2). Apabila (A] adalah matrix satuan. maka I A/
=

(3 ). Apabila satu kolom dari matrix [A] dijumlahkan dengan kolom


=

yang lain (atau kelipatan dari kolom yang lain), maka I A I tidak

(4 ). Apabila d ua kolom dari matrix [A] ditukar posisinya. maka I A I


berubah.

mengalami perubahan tanda.


( 5). Detenninan dari matrix [A] akan sama dengan detenninan
matrix transposenya.

19
1.2.8. ADJOINT DARI MATRIX
Adjoint dari sa tu matrix bujur sangkar [A], yang diberi notasi [A]+.
ialah satu matrix 'kngan orde yang sama. yang didapat Jen2:an meng
ganti elemen dari [A]T (transpose dari matrix [A] ) dengan cofactor
dari elemen yang bersangkutan.

a a a
l l 12 l 3

a a a
2 3
[A)
21 22
a a a
3 1 3 2 33
l

a a a

r
11 21 3 1

a a a
12 22 3 2
[A]T =

a a a
13 3 33
l 2

c c c
ll 21 3

[A]+ c c c
12 22 3 2
c c c
1 3 2 3 3 3

Telah diuraikan di atas penjumlahan dun perkalian dari matrix. Tapi


1.2.9. INVERS DARI MATRIX.

proses pembagian tidak dikenal pada operasi matrix. dan sebagai ana
loginya, digunakan invcrs dari matrix.
Apabila [A] dan [ B] adalah matrix bujur sangkar sehingga [A] .
[B] [ B l . fA] matrix satuan. maka [ B l disebut invers dari matrix
= =

[A l . Jan fA l adalah invers dari [ B l .

Contoh :
2
II
r
I
3 I
!
! 3 3
[A)
i
4
I
\
")
-
J

.20
[: )
6 - 2 - 3
[B] 0
0

[ [: 1
2 3 6 - 2 - 3
[A] . [B] = 3 3 I 0
2 l:. 0

0 0
[A] . [B] =

maka di katakan :
0
0 0
0

I [I]

[B] = [A] -1
atau : [A] = [B l - l
dimana [A] - 1 menyatakan inv er s dari matrix [A],
dan ( B] -1 menyatakan i nv er s dari m atrix [B] .
Ada beber ap a car a untu k mencar i i nv ers dari matrix, diantaranya
metode adjoint (adj oi nt method)
metode pemisahan ( m atrix p ar ti tioning)
metode Gauss -Jor dan ( Gauss - Jor dan method)
metode Cho1esky (Cho1 esky method)
Di bawah ini akan di bahas c ar a- car a ter sebut di atas satu per satu.

1. Metode Adjoint.

Metode i ni menyata ka n sa tu hu bu nga n dal am menghitung inver s


dari sa tu matrix bujur sangkar [A] sebagai :

[A] - I ( 1.34)

dimana[A] --1 =
i nver s dari matri x [A] :
[A]+ = adjoint dari matr ix [A 1 :
!A I =
deter mi nan dari m atri x [A 1 .

adjoint dari matri x bersangkutan Jengan Lkterminannya sendiri.


J adi. i nvers dari satu matri x [A], bisa di dapat Jengan mern bagi

21
Contoh:

3 3
[A] =
4 3
3 4

sebagai telah diuraikan pada pasal 1 .2.7.


Determinan matrix [A] dapat dicari berdasarkan perhitungan

4 3 3 3 3 3
A = - 1 + 1
3 4 3 4 4 3

= ( 16 - 9 ) - ( 12 - 9 ) + ( 9 12
=
1.

Selanjutnya dihitung cofactor dari elemen-elemen matrix [A] .

4 3 7
11
=
c =

3 4

3 1
12
=
c = -

4
1 3
c =
= -
1
3

3 3
21
c = = -
3
3 4

c
3
22 L,
=
=

c
3 0
2 3
=

3
') '")
"- -
3 3 = 3
c =
3 1 4
-

3 0
c =
3 2 3

3
c =
3 3'
4

A djoint dari matrix [A]

c c c
11 21 3 1

c c c
12 22 32
c c c
l 3 2 3 3 3' .

[ l
- 3 - 3
0

- I 0 I
-

I nvers da ri matrix [A]


+
[A] - I =
[A]
IAI

[-
- 3

J
- 3
= 0
- 1 0

d ima na I A \ = I

2. Metode pemisahan.
Sesua i dengan na ma dari metode ini, ma ka la ngka h perta ma yang
dila ku kan dala m proses menca ri invers matr ix ini iala h mela ku ka n
pemisa ha n (pa rt it ioning) terha dap mat rix bersa ng kuta n.

2J
: "1
Ambil satu m atr ix[A ] :

a 11 a 12
[A) =
a21 a 22 23
a3 1 a3 2 a3 3 )
Lakuk an pemisahan :

a 11 a 12 II a1 3
[A] = a21 a 2 2 II a3 2 (1 .3 5)
a3 1
-- - - -
a3 2 -t1 - --
a33

A tau dinyatakan dalam sub m atrix :

A1 1 1I A12
[A] -- - + ---
( 1 .3 6 )
A2 1 I A
I 22
\ I

dengan p enger tian :

A1 1

A 12 =
( 1 .3 7)

A2 1 a3 a3 2 ]
1
=

A a3 3
22
=

24
Bila dimisalkan [ A ] - 1 = [ F ]
maka akan terdapat hubungan :

[ F] . [ A ] :::: [I]

a tau
( l .3 8 )

Dengan mengexpansikan perkalian di atas akan didapat :

Fu Al l + Fl2 A2 1 =

F2 1 Al l + Fz z A2 1 0
( 1 .39)
Fl l A12 + F 12 Az z = 0

Fz 1 A12 + Fz z Az z =

Persamaan ( 1 .39), yang m erupakan hasil expansi dari persamaan


( 1 .3 8), merupakan persamaan linier dengan em pat " b esaran anu"
yaitu F 1 1 , F 1 2 , F 2 1 , F 2 2
Dengan menyelesaikan persamaan ( 1 .39), akan didapat hasil :

-1
Fu An + A u - l A 1 2 ( A z z - A z l A l l - 1 A 1 z ) - 1 Az 1 A 1 1 - 1

Frz = - A l l - 1 A 1 2 ( Az z - Az A l - 1 A -1
l l 1z)

Fz l = - ( A z z - A z 1 A l l - 1 A 1 2 ) - 1 Az 1 A l l - 1 ( l .40 )

F zz =
( Az z - Az 1 A u
-1
A12 )
-i

Persamaan ( 1 .40 ) dapat diuraikan menjadi suatu u ru tan yang sisti


matis. yai tu sebagai beriku t :

H i t ung
1
( 1) . Al l-

H i t ung
-1
(2) . An A1 2
-1
( 3) . H i t ung A2 1 Al l

(4 ) . H i tung { Has i 1 ( 3) } . A l 2

(S} . H i t ung A zz Has i I (4) }


{
15
-
l
( 6) . Hi F22 { Has i l (5 ) }
-

t un g =

( 7) . Hi t un g F2 l = - F zz . { Has i l ( 3) }

Has i l
(1 .4 1 )
( 8) . Hi t un g F12 = -{ (2) } F 22
( 9) . H i t un g F 1 2 {Has i l ( 3) }

( 10 ) . H i t un g Fl l = A l l - I - { H a s i I (9)}

Contoh :

[:
3
[A] 4

[
Lakukan p emisahan :

1

j_]_j I
3 3
[A ] = l

1
_

I 4
__

3
I

Melihat p ersamaan ( 1 .36) :

A
11
=

r\ :J
3
A
12
=

[l 3
}
A 3 ]
21
=

A 4
22
=

26
Sekarang akan dilakukan operasi seperti diuraikan. dalam persamaan ( 1 .4 1) ,

(_ ) (_ )
dengan urutan yang sama.
(1)

4
1
4
Au- = 4 3

(2) .
A1 1- l A 12
[_ 4
- J{ : }
{:}
( 3)
Az 1 A1 1 - I
[ I 3 ] ( _ - 3
J [ I 0 ]

(4 ) .
[ I 0 ] A1 2 = [ I 0 ] {:} [ 3 ]

(5 ) .
A [ 3 ] = [ 4 ] - [ 3 ] = [ 1 ]
22

F
-1
(6) . = [1] = [ 1
22

(7) . - [1 ] [ 1 0 ] = [ -1 0 ]

( 8) .

oj I
0 ]
o)
( 9) .

( 1 0) .

27
r
Jadi matrix ( F] y ang m erup akan invers dari m atrix [A] d ap at d i
susun dari hasil di atas sebagai beriku t :

F 11 i F 12

J
[F) j- - -
I
21 I 22
---

F F
I

7 - 3 1 - 3

[ F) = - 1 1 I o
l__
l
____

- l 0

D engan d emikian invers dari [A] ialah :

7 - 3

[ F) = - l

- l 0

3. Metode Gauss-Jordan.
Langkah-langkah pent ing yang perlu diam bil untuk mencari invers
d ari m atrix [ A ] dengan orde n x n secara garis besar adalah seba

( I ) . Am bi1 m at rix satuan [ I ] d engan orde n x n .


gai berikut :

(2). Dengan cara operasi baris, ubahlah m at rix [A ] menjadi m a


t rix satuan . dengan tahapan sebagai beriku t :
( a) . B agi1ah baris ke- 1 dengan a 1 1 sehingga a 1 1 sekarang
sam a dengan 1 .

28
(b). J u mlahkan baris ke-2 dengan baris ke- 1 y ang telah d iper
kalikan d engan ( - a 2 1 ) , sehingga a2 1 sekarang m e nj ad i
no!.
Ul angi langkah (b) untuk baris ke-3 , 4, 5, . . . . . , n .
Sekarang kolom ke- 1 m e njadi no! semu a kecuali a 1 1 = I
(c).

dengan m e m b uat a2 2 = I , dan a1 2 = 0 , a3 2 = 0 , a4 2 = 0 ,


( d ) . Ulangi langkah ( a) , ( b ) , (c) untuk baris ke-2 , dimulai

as 2 = 0 . . . ' a n 2 = 0
(e). Ulangi langkah ( d ) untuk baris ke-3 , 4, 5, . . . . . . , n.
( f). Proses selesai.

setelah proses selesai . m atrix [ I ] telah beru bah m enjadi


( 3 ) . Proses (2) sekaligus dilakukan pacta m atrix [ I ] , sehingga

matrix ( F] . Matrix ( F] i nilah invers dari m atrix [A]


( 4 ). Proses keseluruhan dapat d in yatakan se bagai :

. I
( 1 . 42)
ope ra s i ba r i s
[ A ] [ F ]

[
Contoh :
3
[ A] = 4
3

Sekarang ingin d icari [A] - 1 d engan nt etodc Gauss-J ordan .


No tasi H ik (p ) menyatakan penjumlahan pacta baris ke-i d e
ngan baris ke-k y ang sudah d iperkali kan d engan p . Jadi m isal
nya H2 1 ( 2 ) menyatakan baris ke-2 dij u m l ahkan dengan 2
kali baris ke- I .

(
iI
I
l1 \
l
l
3
4
3
3
3
4
0
0
0

0
l H, (- l)rl l
l ,...,__,
3

3
3
0
4
-1

0
0 G

J
T
A
T
2Q
l
1
l 3 I [ 3 I

]
3 0
I I

]
1 0 -3
I

)
4
(- 1 ) ( -3
3 1
H 0 0 I -1 H 0 0 I -1
I
1 1 -1 1 1 -1
12
0 0 0 0 0
I
0

-
..--.._.,;

[
0 0 7 -3

l
( -:3 )
H 13 0 0 -1

0 0 -1 0
--1'--
I I
F

[: J
- 3 - 3
J ad i [A ]-1 0
0

4.

Metode Cholesky.
D asar dari met ode Cholesky ini ialah terletak pada kenyataan
bahwa setiap matrix bujur sangkar dap at diubah sebagai p erkalian
dari sat u lower t ri angular matrix dengan satu upp er triangular
matrix. D engan demikian invers dari m atrix bujur sangkar tersebut
dap at diselesaikan dengan mencari i nvers dari masing-masing
triangular matrix , dan ini bukanlah suatu pekerjaan yang sukar.
D alam analisa struktur dengan metode matrix, akan selalu dijum
pai matrix yang simetris. Suatu mat rix simetris, akan selalu dap at
diubah menjadi p erkalian dua triangular matrix yang satu sama
lain merup akan m atrix t ranspose.
Bila ( A ] menyat akan suatu mat rix simetris. dan [ L ] menvatakan
suatu lower t riangular m atrix. maka :
[A] = [ L] . [ L] T
at au secara keseluruhan :

ll 12 . Q, Q, Q,
. 9,n 1
1 3
0
1n
0
11
0
1 21
a a a a
l (\ 3 1
l
I
Q, 9, X. 9,
.

21 22 2 n2
0
2n
0 0
3 21 22 22 2
n
a a a a
3
1v

X. 9, X. .Q, X.
1 2 3
0 0
3 1 3
0
3 1 33
=

n
a
3
a
3 33
a a
r'1 3 3" .

9,
n1 nz n nn
Q. x. X.
n1 n2 n 3 nn nn
0 0 0
3
a a a a

( 1 43)

30
i
-
1
-1 ;2

. . = i.
2
= a. . )
I I I I 1r
r=1
j-1
1 r . J. r
= .
l j
a. . -
... .
J i > j
r\-:: 1
. .
I untuk
JJ

= 0 i (j . ( 1 44)
ij
un tuk

Da r i pe r sama a n ( 1 . 4 3 ) :

1 T 1
[A ( ( [ L ] . [ L] ) - (1 . 4 5 )

( 1 . 46 )
( 1 l T l
[A = ( [L( ) [L(
Bi [U] .
1
la [L] - ( I 47)
1 T
ma ka [A ] - = [ F] = [U] . [ U ]
[ L ] . [ U] = [ I ]
( I . 48)
d i ma n a ( 1 . 49)

oj
a t a u seca ra kese l u r uhan
o
r
0 0 0 0

r:
( 0 0 0

u
11 1 1

0 0 0 0 0
i 0
o =i o
t

u u
21 22 21 22
0 0
3 3 3' .
0
3
,
3 1 3 33 1
I U

,)\ lo
, t
I :
I
2 2

i
u u . . .u
,)
9 t t
j 3 . 0 0 '

1
t nn l nn
I

n 3
l Un
n2 n2 n
n

.
\

( 1 50)
S e t e 1 a h d i j a ba r kan
.u u
11 ll ll
0
"' = =

1 .u1 1
u + t .u u
t2
0
21
n
A,

1 1 22 21 21 t
22

+ ,l + .c 3 1 u 1 1 + Q. 3 2 U 2 1
t u u u u
3 ll 3
0
3 3' 3 l 3 1
"'

3 3'
2 21

. . . . . .. . . ...
32
a t a u se ea ra umum

U. . n
I I "-
I I

r r . rJ
i-1
1
i. u .
r= l -
u . = - - un t uk i) j (I .51 )
IJ ..
I I
--
.

U I J = 0 un t u k i (j

m atrix [ F ] sesuai dengan persamaan ( 1 .48), y aitu :


Setelah didapat m a trix [ U ] , m aka m udahl ah untuk m enghitung

[F] = [ U] T [ U ]
d im ana m atrix [ F ] m erupakan invers dari m atrix [ A ] .

1.3. PENYELESAIAN SUSUNAN PERSAMAAN LINIER DENGAN


METODE MATRIX.

1.3 . 1 . PENGERTIAN UMUM.


Mengingat bahwa ban y a k p ro b le m a t i k dalam t e knik sipil y ang di

maka p e r l u l a h k i r a n y a u n t u k mempelaj ari j uga b agaim ana m en yele


ny at a k an d al am persamaan l i nier d engan sej u m lah " b il an ga n a n u " ,

sai kan persam aan l i n i e r terse b u t sec ara m at rix .

S e k arang akan d it u njukkan satu p er sam aan y ang sa ngat sed erhana.

3 X + 7 y = 12 ( 1 . 52)
Persamaan ( 1 . 5 2) d a p at d iny atakan secara m atrix sebagai :

[ 3 7 ] = [ I2 ] ( 1 . 53 )

D e m i kian pula p ad a d u a persam aan linier di bawah i n i :

3 X + 7 Y 12

2
=

( l . 54)
5 X Y 3
=

D apat d in y at a k an sec ara m at rix sebagai :

( I 55)
.

33
scara umum n buah persamaan linier dengan n buah "bilangan
anu" dapat dituliskan sebagai :

a + a + a + ...... + a b
11 1 12 2 : 3 "3 1n n 1
X X X X =

a + a + a + . . . . .. + a X b
21 1 22 2 2 2n n 2
X X X
3 '3
. .
=

a + a + a + ...... + a b
3 1 1 3 2 2 3 n n
X X X X
3 3 3 3
=

X b
nn n n
+ a + a + . . . . . . .+ a
n 3
a
n1 1 n2 2
X X X ( 1 56)
3
=

Persamaan ( 1 . 56) d ap at dinyatakan secara m atrix sebaai :

a a a X b
11 12
... .. a
1 3 ln 1 1
.

a a a X b
21 22
.. . .. a
2 3 2n 2 2
.

a a a X b
3 1
.. ... a
3 2 3 3' 3 n 3 3
.
=

X b
n1 n2 n nn n
a
n
a a a
3

( 1 57)

Persamaan et . 5 7) dap at disederhanakan sebagai :

[A] . xt { B} ( I 58)
.

D engan pengertian :

[A] ialah matrix bujur sangkar yang menunjukkan koefisien


p ersamaan linier dimaksud.
{X} ialah matrix kolom dari "bilangan anu" ;
{B } ialah matrix kolom dari "konstanta ".

Banyak typ dari matrix koefisien [ A ] . antara lain :

4
1. Matrix koefisien simetris :

2 0 0
1
Contoh : 3 X

2 -1 X 2
2
4 =

0 -1 5
3
X

i i i
A X B
Disini m at rix [A ] m erup akan m atrix y ang simetris, dim ana
aij = aj i

2. Matrix koefisien jalur (band coefficient matrix)

Contoh :

5 2 0 0 0 0 X 12
1
2 2 0 0 0 11
2
4 X

2 6 2 0 0 X 0
3
0 2 4 2 0 X 7
4
=

0 0 2 6 8 4 2 X 9
5

0 0 0 2 6 4 X 5
6

0 0 0 0 4 2 2 X 21
7

T i i
A X B

3. Matrix koefisien terpencar (spare coefficient matrix)


Pad a m atrix type ini ban yak elemennya yang meru p akan
bilangan no!.

1.3.2. CARA PENYELESAIAN SUSUNAN PERSAMAAN LINEAR


Banyak m e tode un tuk m en yelesaikan persamaan linier ini, y ang
secara garis besar dap at d ibagi atas dua kategori utam a.

35
I. METODE EKSAK ATAU METODE LANGSUNG.
Metode ini melipu ti seju mlah tertentu perhitungan aritm atik a .
yang proporsional dengan jumlah dari persamaan atau ' 'b ilangan
anu". Pada akhir dari perhitungan . akan didapat hasil yang e k
sak dari perhitungan tersebut di atas.
Beberapa metode pe nting yang term asuk d alam kategori ini
antara lain :
l. Metode i nversi matrix
., Metode Cramer atau me tode determinan
3. Metode Gauss-J ordan
4. Metode Eliminasi Gauss
5 . Metode Crout

7. Metode Cholesky ( khusus untuk matrix koefisien yang


6. Metode Doolittle

yang simetris)

II. METODE PENDEKATAN ATAU METODE ITERASI.


Metode i n i dimulai dengan suatu harga permulaan dari "b ilang
an anu", yang d il an ju tk an dengan koreksi dan penyempurnaan

putaran perhi tun gan .


pada harga-harga "bilangan anu " tersebut dalam beberapa

1.
Yang termasuk dalam kategori i n i antara lain :
Met ode G radien sekaw a n ( conjugat e gradient method)
.,M etode iterasi G:wss atau J acobi.
3. Metode iterasi G '-l uss-Sc i del
4. Metode relaxasi
Di bawah ini akan d ibahas beberapa dari m etodc yang telah
d isebutkan di atas.

Dari persamaan ( 1 .58) :


1.3 . 3. METODE INVERSI MATRIX.

[ A] . { X} = { B}
diperkalikan d e ngan [A] - !
(A ( 1 [A ] { X} = ( A ] - l {B}

[ I ] { X} = [ A f 1 {B}

{ X} = (A ] - l -{ B } (I . 5 9)

36
Contoh :

=
Dinyatakan secara m atrix :

l
[: { } {: }
3

-2 I
)
T
X B
i T
A

[A] = [: 3
1
==
-2
J
/AI 2 ( -2 ) - 3 . 3

-
- 13

(A ]-1 =
1
-=-13
[ l : -2

-3

2 3
n 13
=

3 2
n 13

{ s}
==t
r 71
4 /

{ x} =
[A ( 1 { B}

jJ
2 ]__ 7
X
n 13
= -

y 3 2
13 l3

26

I
X
= I3

y
13
l3

D engan demi kian didap at :


X = 2

y
1.3.4. METODE CRAMER
D ari persamaan ( 1 . 5 8) :
[A] { X} = { B}
.

D engan metode Cramer akan didap at :


I
( 1 . 60 )
D.
X .I = -
D
dim ana: Xi = menyatakan "bilangan anu" ke-i yang akan di cari
D 1 = menyatakan determinan dari matri x koefisi en yang
sudah diubah, yai tu dengan mengganti kolom ke-i
dengan kolom "konstanta" { B }
D = menyatakan determinan dari m atri x [A]
Contoh :
2 x + 3 y = 7

3 X 2 y = 4

Dinyatakan secara matri x :

[ : _: l { : } { : }
"T t i
A X B

38
[A]

{ B}

D I AI
2 (-2) - 3 . 3

= -13

r---,
I 7 I
I I
3
=
: I
I 4I
-2
L _-l

7 ( - 2) -
3 .4

=
- 26

,-- ,

02
I
2 1
I
7 I
I
I
I

, j
3 : 4 :
_ _

= 2 . 4 - 3. 7

= -13

Jadi menumt rum us pada persamaan ( 1 .60) :


D.
I
X .I =

39
maka :
D
X1 = .J.
D

- 26
-1 3
=

= 2

D

D

=
-1 3
-1 3

D engan demikian didapat hasi l :


X =

y =

1 . 3.5. METODE GAUSS-JORDAN .


Metode ini adalah mirip dengan metode Gauss-J ordan pada proses
men c ari invers dari mat rix .
Contoh :
(!) . 2 X + 3 y = 7

3 X 2 y = 4

[: _: l {:} {:}
atau

T T T
A X B
40
Untuk m emudahkan operasi, dilakukan penggabungan matrix [AJ
dan { B} .
2 3 7
(A B] =
3 -2 4

Sekarang dilakukan operasi baris pada m atrix d i atas ini.

3 7
2 3 7 2 2
; (- 3 )
H( )
21
H
l
C/?
3 -2 4 3 -2

'r
3 7 3 7
2
2 2 2 2
H ( - 13).
(./')

0 _ _!]_ _ .!J. 0
2 2

r - .,
3
2 I t-- x
I I
l 0 I

( - ...,. ) I
1
I I
2 I

! j I
I
H
12 I

(./') L-:_j
0

Dengan d emikian didapat hasil :

X = 2

y =

(2 ) . X + 3 y + 3 Z = -2

X + 4 y + 3 Z = 0

X + 3 y + 4 Z =
X -2
3 3

4 3 y = 0

4 z
3

T T T
A X B

3 3 -2

0
[A B) = 4 3

3 4

3 3 -2
(- 1 )
3 3 -2
(- 1 )
H 0 0 2 H
4 3 0 3 1
21
r--...:J
r--..._;

4 3 4
3

3 -8

1
3 3 -2 0
(-3) (-3)
H 0 0 2 H
0 0 2 1 3
12
0 0 3 r-......:J 0 0 L 3
j <---)

r-- - ,
-1 7 I
I I
I
0 0
I
I

I 2 I
I I
0
I
0

0 0 1 3 I
... _ _ - ..J

42
Dengan demikian didapat hasil :
X = -1 7
y = 2
z =
3

1.3.6. METODE ELIMINASI GAUSS.


Metode ini merupakan metode operasi baris juga untuk mencapai
suatu upper triangular matrix, untuk selanjutnya diselesaikan de
ngan cara eliminasi.
Misalnya kita punya satu susun persamaan linier seperti di bawah
ini :
a X + a X + a
11 1
X
12 2
( 1 . 61 )
1 3 '3 1
=
b

a X + a X
22 2
( 1 . 62 )
2 3 '3 2
=
b

a X =
b ( 1 . 63 )
33 3 3

Bila dinyatakan secara m atrix :

a a a
11 12 13 1 1
:>'; b

a a
22 2 2
0 X =
b
23
0 0 a X b
33 3 3

i T T
A X B
dim ana matrix [ A ] merupakan sa tu upper triangular m atrix.
Dari persamaan ( 1 .63) :
x =
b I a
3 33 33

Subsitusikan hasil ini ke persamaan ( 1 .62) :

X
2
= X
3 ) I a 22

43
Untuk uatu sistim persamaan linier dengan n buah "bilangan anu",
akan didapat rumus umum :
x = b I a nn
n n
x.
I
L: a .I J. :X.J. ) I a .1 .1
I
=
(b. -

un t uk = n - s ampa i den gan 1 .

j + 1 s amp a i den ga n n . ( 1 . 6 4)

Uraian di atas ini ialah merupakan dasar pemikiran dari metode


eliminasi Gauss ini yang sebelumnya tentu saja harus didahului
dengan suatu operasi baris untuk mencapai satu matrix segitiga
atas (upper triangular m atrix).

( 1 ). X + 3 y + 3 Z = - 2
Contoh :

X + 4 y + 3 z = 0

X + 3 y + 4 z =

X
3 3
r 1 r 1 -z

'[: J r r
4 3 =

3 4

i i T
A X B

3 3 -2

[ A B ] = 4 3 0

3 4

3 3 -2 (- 1 ) 3 3 -2
H
4 3 0 3 1 0 0 2
,.. - .,
( - 1 ) ('..)

21 !L- -3-..J:
H
3 4 0 0

44
Dari hasil di atas :
z =
3
Kebet u l a n p u l a seca ra l an gs u n g d i da pa t
y 2
Bila harga dari y dan z disubsitusikan ke baris pertama :
X + 3 y + 3 z =
-2

X + 3 (2 ) + 3 (3) =
-2

X = -17
Jadi : . X -1 7

y 2
z =
3

3 y
(2 ) .
4 X + + z = 13

X + 2 y + 3 z =
14

3 X + 2 y + 5 z =
22

4 3 X 13

2 3 y = 14

3 2 5 z 22

Dengan menukar p osisi baris 1 dan 2. akan dida p at :

2 3 X 14

4 3 y =
13

2. 3 2 5 z 22

2
T T T
3
_ ..,
A X B
__
\
..

45
2 3 14

[ A B ] 4 3 13

3 2 5 22

2 3 14 (-4 ) 2 3 14
Hzl

4 3 13 ( - 3) 0 -5 - 1 1 -43

3 1
H
3 2 5 22 0 -4 -4 -2

1J
2

I
3 14 2 3 14
11 43 l l 43
4)
5
0
H (
(- 1 /5)
H 5 5 5
2 3 2
(__../'") 0 -4 -20 24 72
-4 0
5
0
l 5
,..--...._;

2 3 14
11 43
H
( 5 /2 4 ) 0
5 5
3
0 0 3

Subsitusikan ke baris 2 :
11 z
43
y + _ =
5 5
.

11
y +s . 3 = .il
5

y = 2

D ari operasi matrix di atas didapat :

z = 3
-+6
Subsitusikan ke baris I :

X + 2 y + 3 Z =
14
X + 2.2 + 3. 3 14
X

J adi didapat hasil :

X =

y =
2

z =
3

Lih at satu
1 .3 . 7 . METODE ITERASI GAUSS-SEIDEL.
susun persamaan linier seperti dituliskan dalam perset
maan ( 1 .56) :
X + X + X + .. .. ...... + X
ll 1
a
l
a
l
a . a =
b
12 2 3 "3 ln n
X + X + X + ........ ... +
l
a a a
21 22 2 a x =
b
2 3 "3 2n n
a X + a X +
2
X + .. ......... + a X
1 3 n n
a b
3
=

3 2 2 33 3 3

a x + + +
n l
a x
n2 2
a x + a x - b
n 3 "3 .
nn n n

P ade p1insi p nya persamaan di atas diubah bentuknya menjadi

X
- a X - a X . ..... - al X )
a
=
b -
1 1 12 2 1 3 "3 n n
11

X X X X ...... - a X
l 3 3 24 4
=
b - a - a - a
2 a 2 21 2 2n n
22

X =
b - a x - a x - a x - a x
3 a 3 3 1 1 3 2 2 3 4 4 3 n n
33

X
n 3 3
=
b - a x - a x - a x
n a n n1 1 n2 2
nn

( 1 . 65)
47
Langkah pertama ctimulai ctengan menganggap x2 = x 3 = x4 =
. . . .= xn = 0 , ctan ctengan subsitusi ke persamaan ( 1 .65), akan
ctictapat :
x b I a
l l 11
=

Basil ctari x 1 tersebut ctisubsitusikan kembali untuk mencari x 2 pada


persamaan ( 1 . 65), ctimana x 3 , x4 , . . , xn masih sama ctengan nol,
akan ctictapat
b - a x
a
X
2 2 21 1
22

Demikian seterusnya sampai ctictapat harga xn , ctan selesailah suctah


perhitungan pacta putaran pertama.
Hasil ctari putaran pertama ctisubsitusikan kembali pacta persamaan
( 1 . 65 ) menghasilkan perhitungan putaran kectua, ketiga . . . . . . . . . ,
ctan seterusnya, sehingga akhirnya ctihentikan setelah ternyata hasil
ctari putaran terakhir sama atau hampir sama ctengan hasil dari
putaran sebelumnya.

Contoh :
5 X + 4 y + 3 z =
12
4 X + 7 y + 4 z =
15

3 X + 4 y + 4 z =
11
Susunan persamaan cti atas bisa ctiubah :
X = - 0,8 y 0,6 z + 2,4
- 0 , 57 X 0 , 57 z + 2,14
y
z - 0 , 75 X + 2 ' 75
y

Putaran I : y = 0
z 0 (J )

menghasilkan , X = 2, 4

X 2,4
z 0 (2 )

menghasilkan y =
-0 , 57 . 2 , 4 + 2 , 1 4 = 0 , 722

48
X = 2 ,4

y = 0 ' 722 (3)

menghasilkan z = 0 , 228

Putaran l i :
y = 0 , 722
z = 0 , 228 (1 )

menghasilkan x = l , 685 6

X = 1 , 685 6

z = 0 , 228 (2 )

menghasilkan y = 1 , 05

X = l , 685 6

y = I , 05 (3)

menghasilkan z = 0 , 43

Pu taran Ill :

Diulangi langkah yang sama.

Putaran VII X = 0 , 99 y
=
1 , 06 z = 0 , 95

Putaran VI I [ X = 0 , 98 y
=
1 , 04 z = 0 , 97

I I 1
Putaran IX X = 0 , 99 y ::; 1 , 03 z = 0 , 98

Iterasi dihentikan.

49
Dari hasil iterasi di atas didapat hasil :
X 0 , 99

y 1 , 03
z 0 , 98

50
2
METODE MATRIX UNTUK ANALISA
STRUKTUR
2.1. PENGERTIAN UMUM

Metode Matrix adal ah suatu p emikiran b aru pada analisa struktur,


yang berk e m bang b ersam aan d engan m akin popu lern y a penggunaarr
komputer o tomatis u n tuk operasi-operasi perhitungan aritm atika.
Di dalam ilmu Mekanika T e knik, konstruksi y ang paEng sederhana
adalah k o nstru ksi statis terte n tu. Namu n p ada kebanyakan perenca
naan te knis y ang nyata, konstru ksi y ang dij um p ai akan m empakan
struktur-struktur y ang cukup komplex. A n alisa suatu k onstruksi y ang
statis tertentu m e m ang akan dapat segera diselesaikan dengan hanya
m e nggunakan beberapa persamaan kesetim bangan. Misalnya kalau
ingin me nghitung gaya-gaya batang pada suatu rangka batang y ang
statis tertentu baik external m au p u n internal, m aka cukup m e m per
gunakan persam aan-persam aan kesetim bangan u n tuk m en y elesaikan
nya, tanpa p erlu m enghirauk a n d e form asi yang terjadi pada konstruksi
tersebut. Penyelesaian k o nstruksi y ang demikian ini hanya sering
dij u mpai pada persoalan teoritis y ang ada dibuku . Tidak demikian
halnya dengan konstruksi-konstruksi statis tak tentu, terlebih lagi
yang cukup komplex. Suatu konstruksi nyata y ang ada, p acta umum
nya akan terdiri dari banyak bagian y ang kom plex. Geom e tri dari
elem e n-elem e n individu, atau struktur secara keseluruhan, sering k al i
tidak uniform d a n tid ak teratur. K onstruksi-konstmksi demikian
sudah tidak mungkin lagi diselesaikan hanya d engan m e m akai persa
m aan-persam aan kese timbanga n , sehingga dengan demikian perlu dise
derhanakan, diidealisir, dengan harapan agar dapat diselesaikan b e rda
sarkan analisa m atem atik y ang sederhana, yaitu sedapat m ungkin
d al am hubungan persam aan-persamaan y an g linier. A n alisa stmktur
d engan m e tode m atrix telah m em berikan kemungkinan-kemu ngkinan
bagi proses idealisasi ini. Seperti diketahui, suatu hal yang utama
y ang berhubungan dengan p roses dari perencanaan struktur ialah
menganalisa apa akibat dari pembebanan gaya-gaya pada konstruksi
yang ditinjau. Tingkah laku dari konstru ksi ini pada umumnya b erhu
b u ngan sangat erat d e ngan p eru bahan stress dan strain y ang terjadi
padanya. R esultante stress ini b isa dalam b e n tu k gaya dalam, yaitu
momen lentur, gaya lintang, gaya norm a l . m om e n torsi, se dangkan
strain bisa me nyatakan d e fo rm asi yang terjadi p ada konstruksi.
Dalam me nganalisa perubahan ben tuk ini. perhatian akan lebih baik
dipusatkan pada lendutan linier a tau anguler yang terj adi pada titik
titik diskrit ( titik- titik putus ) dari konstruksi. Dengan demikian yang
perlu u ntuk dianalisa mula pertama ialah sifat dan tingkah laku dari
elemen-elemennya bila dibebani oleh gaya-gaya. Di sini bisa didapat
kan keu ntungan bahwa hasil analisa satu elemen, dapat dip akai u n tu k
elemen-elemen lain yang sejenis. Kemudian digabu ngkan sifa t-sifat

53
dari elemen itu dalam satu model matematik dari konstruksi. dan
mt:nyatakannya dalam suatu kondisi yang tergabung, di m ana dalam
hal ini syarat kompatibiliti dari segi geometrik konstruksi harus
sudah dipenuhi. Di samping itu, syarat kesetimbangan statis hams juga
terpenuhi, baik dipandang dari segi seluruh konstruksi maupun untuk
masing-masing elemen. Setiap elemen dari konstruksi harus berada
dalam kesetimbangan sebagai akibat dari semua gaya yang bekerja
padanya, baik itu beban-beban luar. atau gaya reaksi, maupun juga
gaya-gaya yang datang dari elemen-elemen tetangganya.
Bila proses ini sudah diselesaikan, maka tingkah laku dari konstruksi
keselumhan yang disebabkan oleh bekerjanya gaya-gaya luar akan
bisa ditentukan.

Dengan demikian dapat disimpulkan di sini, bahwa hal yang utama


dalam analisa struktur untuk menentukan baik itu deformasi ataupun
stress yang terjadi pada strutur, ialah sampai se jauh mana sudah
diketahui sifat karakteristik hubungan gaya dan deformasi dari ele
emen-elemen struktur, dan memaksakan terpenuhinya semua syarat
komp atibiliti dan kesetimbangan.
Jadi. tiga hal mendasari analisa ini. yaitu:

\. kesetimbangan
1
hubungan stress dan strain, atau gaya dalam dan deformasi
3. kompatibiliti, atau kontinuitas dari deformasi.

Dalam analisa matrix ini, dikenal dua c ara, yaitu :


1. metode kekakuan (stiffness method, atau displacement method)
2. metode f1eksibilitas (flexibility method, a tau force method).
Kedua metode ini masing-masing akan diuraikan lebih lanjut pada
pasal di bawah ini.

2.2. METODE KEKAKUAN


Dengan metode kekakuan ini sebenarnya dicari hubungan gaya dengan
lendutan. atau dinyatakan secan1 matematis :

{Q} [K]. {D} (2.1)

{Q} menyatakan gaya-gaya yang timbul pada titik-titik diskrit akibat


diberikannya lendutan {D} pada titik-titik tersebut.
Tentu saja gaya {Q } adalah gaya yang koresponding dengan lendutan
{ D}. Sedangkan [ K] menyatakan kekakuan dari struktur.
'vletode kekakuan ini juga disebut metode lendtltan (displacement
method L karena analisa dimulai dengan "Jendutan ''. sehingga dt:ngan

54
demikian uru tan kerjanya secara garis besar adalah sebagai berikut :
1 . kompatib iliti; yaitu mencari hubungan an tara deform asi dengan
lendutan. atau secara t egasnya mencari d e form asi apa y ang t erj adi
'
pada elemen-elemen dititik-t i t i k ct i skrit akibat diberikannya len
dutan pada struktur dititik-titik tersebu t;
.., persam aan hub ungan stress dan strai n . yaitu mencari hubungan
mengenai gaya-gaya dalam yang timb ul sebagai a ki b at adanya de
formasi pacta eleme n-elemen struktur terse but;
3. keset i m b angan: langkah terakhir y ang m e n ya takan hubu ngan gay a
luar d i titik diskrit dengan gaya-gaya d alam . atau m e ncari b erapa
besar gaya luar diuj u ng elem e n yang tepat diim b angi oleh gaya
gay a dalam elemen d ititik-titik diskrit.
Dengan m e nggabung ketiga langkah ini, akan didapatkan hubu ngan
gaya dan lendutan sebagai dinyatakan oleh p ersam aan (2.1 ).
Perlu kiranya ditam bahkan di sini. karena m e t o de kekakuan ini anali
sany a dimulai dengan lendutan, kem udian mencari hubungan p acta
gaya-gaya yang tim bul dititik-titik diskrit, m aka akan sangat me ng
untungkan untuk m e m akai m e tode ini menganalisa suatu konstruksi
dim ana ketidak-ten tuan kin e m a tisnya (yang b erhubungan erat dengan
deraj a t kebebasan atau degree of free dom ) adalah lebih kecil bila di
ban dingkan dengan ketidak tentuan statisny a. Dengan dem ikian,
konstru ksi-konstruksi statis tak tentu yang sering dijum p ai pada
umumnya. akan lebih me ngu n tu ngkan b ila dianalisa dengan metode
kek akuan ini . kare n a umumnya konstruksi-konstruksi ini mempunyai
derajat ketidak-tentuan statis yang besar.

2.3. METODE FLEKSffiiLITAS.


Prinsip dari m e tode fleksibiltias ini adalah ke balikan dari m et ode
kekakuan.
Dengan m e t od e ini dicari hubungan lendutan dan gaya, a tau din y a
takan secara m atem atis :

{D} = [F]. {Q} (2.2)

{ D} m e nyataka n knd u tan d it i ti k d is krit yang korespo nding dengan


gaya { Q}. [ F ] men y atakan fleksibilitas d ari struk tur.
\lle tode tleks i b ilitas i n i juga dise b u t sebagai metode gay a (fo
rce
method ) karen a anal isa dirnulai dengan ''gaya. yai t u gaya-ga ya diti
tik
dis krit. Ini ad alah kebalikan dari m e tode kekakuan . sehingga u rutan
kerja analisa secara garis besar dalah sebagai b e rikut :
I. kese t i m bangan : yaitu berdasa rkan prinsip kese t im bangan menghi

tung gaya d alarn y ang timbul pada elemen -e lemen struktur a kihat

55
..

bekerjanya gaya-gaya luar dititik-titik diskrit; atau dengan kata


lain dicari hubungan gaya dalam dan gaya luar:

,., persamaan hubungan strain dan stress; yaitu mencari hubungan


mengenai deforrnasi yang terjadi pada elemen akibat adanya gaya
gaya dalam tersebut:

3. kompatibiliti: yaitu mencari hubungan antara lendutan yang ter


jadi pada struktur dititik-titik diskrit, ctengan deformasi yang
timbul pacta elemen-clemen struktur, dimana antara lendutan ctan
deform!si harus memenuhi syarat kompatibiliti. Di sini ctituntut
kontinuitas dari cteforrnasi yang terjacti pacta elemen-elemen
struktur.

Dari tiga langkah ini, akan dictapat suatu hubungan seperti yang ctinya
takan oleh persamaan (2.2).

Sebagaimana uraian pacta pasal sebelumnya, perlu kiranya ditam bah


kan di sini. bahwa karena metode ini dimulai dengan analisa kesetim
bangan gaya untuk mencari gaya dalam sebagai akibat bekerj:mya
gaya-gaya luar. maka metode f!eksibilitas ini akan lebih sesuai bila
digunakan untuk menganalisa konstruksi dengan derajat ketictak-tentu
an statis yang keciL atau konstruksi-konstruksi yang statis tertentu.
Hanya sayangnya konstruksi semacam ini tictak banyak ctijumpai pada
perencanaan struktur yang nyata.

2.4. BEBERAPA CONTOH PERBANDINGAN

Di h1wah !ni diberikan beberapa contoh alternatif analisa dengan


metocte fleksibilitas dan metocte kekakuan.

56
A
(1)

l I t 1 J. ; ; ! I rnl_B
'
i

I metode fleksibilitas
1 metode k ekakuan

I (force method) (displacement method)

k etidak-tentu -
I 1
an statis
I
ketidak-tentu
an k inemat is
-
I
I
1

I
'

t- . - -- -1 -0 ------ - -fT-< ) :-Q--


_il _l_<-:-:--:
s::ruktur

- :-:-:- - ----+1-----, ..-t


I '
-,.
j
- .L-J
- -.._-
-._ ; -
--
h .-

a
pertama

1
q4 1 2
D =
NI Q =
- IT qi

Langkah
K.D
kedua

+ --
4EJ
K =

Kompatibi1iti
D + FQ = 0

-
3
'B'
Q = qi

Q+KD = 0
Kese t i mbangan
ot3

=
D 1i8ET

i..i-'1-i!_t_:j'
Hasi 1 anal i sa
4iJ>r
ij
.
-
or' /
_,., .

i
I
L.BEI
q
mendapatkan besar gaya mendapatkan oesa r 1 en

diujung elemen dutan diujung elemen

57
(2 )

1
t
2 .

! tode fl eks i i 1 metode kekakuan


1
me

1.
b 1 i tas
1 (force method)
' :--;tu:-11- (displacement method)
l, I
_

I statis -t
I
I

I
entuan
1
--
1!
.II
i : 3 --
:: :
I L hl fr----l I
Struktur dasar _..

- Langkah pertaf!\3 '!:2it x-=-


1

Q
:} (ttr;
lH I H d1 v l
=
q.4
-
1
3
=' I
50'+
0 1
El QA Q8c=Tiq(2.) 2

I
1, = _!_ q. .2
48
1
QsA = Q c
2
- w ot

1

Q (.DB C /
=

I I

D
'-"----- - tFQ
._L_a_n__k_a_h_k_e_d _u_
a __._____ _--:----- --

','iS --;\
j
, \
I
g tQ
.

i o"t:
.-- ..I'
QBc - DC'/
..-- -w "' . ,
,,
,._-
__
, I

/ Q = KAADA

I
--- os
.e3 - -
+ KAsDs
F =
'48EI
II
I
I

Q'sA = KsADA+KssDs
I
!I
Q' se = KssDs + Ksc De
Q'c = Kc8Ds+ Kcc De
1'
I KAA=Kss=Kcc=
I
I
=
BE I
..!..
I
2
2E I
KAs=KsA=Ksc=Kcs=
-'-
2

4E I
k

58
]
Kompa t i b i 1 i ti D + FQ =
0

Q - qt

0 ,1> I
,.,,
\LJ

Q + Q' = 0 (3)
C c

I Da ri (1). (2) dan (3)

384 El


I
t'J:..Ll.Ll
- -

Has i I ana 1 i sa

UJ J
JF___ ___.:::''21..

q
8 L

mendapatkan besar g mendapatkan besar 1endut

ya dititik diskrit an dititik diskrit

59
(3)

UJlUJ.lt
q

J
A t l! H t B

x--'2::___--7
_!_i _!_i
2

'

I metode fleks i b i 1 i tas


(force method)
met ode kekakuan
(displacement method)


I
I

ke t idak tentuan

I
3 I
stat is

1 kwdek

ti:"
I Langkah pertama

- --- ---T
I
Laogkah ked"'

D' F AAQA+F ABQB+FA CQC


A
D' FBAQA+FBBQB+FBCQC KBB.DB
B QsA
D' F CAQA+FCBQB+F CCQC KBB. 0 B
c Qsc
F AA

KBB ==
3fT 2
1
i .!.
=-
FBA = _i_ 2
F AB l6E!

- ;:: =+-
FAC
=

. CA 6EI

FBB
= 1iEET
.2.2
F +
BC F CB "i6fl
t
Fee 3IT

60
DA + D'A =
---:----- -,---
Kompa t i b i I i t i 0 tJ)

DB + D'B = 0 (2)

DC + D'c = 0 (3)

Oar i (I)' ( 2 ) dan (3):

=
QA
1
+
2
1iE" qi

QB
= -
1
qi
2

<le
1 2
=- 1jg" qt

Kese t i mbangan
QBA + QBA + QBC + Q8c=o

DB = 0

Has i 1 ana1isa

( L2
=r-___,> v ..
... __ __......->::zs:
DB 0
..... ___ .....

i-Bq .(..
I

l..q!. 2
48

I
rnendapatkan besar g mendapatkan be sa r 1endu_!

va-gaya d it i t ik dis- an d it it ik diskrit


I
krit
I
I

61
hd1 apal<ah sebenarnya m erode kekakuan itu ')
.
M ula mula d iadakan ''ke kangan-ke kangan . . sehingga struk tur tidak
-

dapat bergerak pada waktu dibebani.


Ha! tersebut menjam in tercapain ya kondisi kom patibiliti, tetapi gaya
gaya dalam tidak seimbang, karena diperlukan gaya-gaya luar untuk
m encegah perpindahan-perpindahan .
Selanjutnya "kekangan-kekangan" dihilangkan, satu demi satu. untuk
mempertahankan kondisi kom patibiliti dan mengem balikan kondisi
keseim bangan stru kt ur tersebut.
Ha! ini dilakukan dengan memecahkan satu susun persamaan-persama
an keseimbangan.
Hal-hal yang tidak diketahui adalah lendutan dari struktur.
Tidak diperlukan "j udgement yang sulit" untuk m enentukan bagai
mana stmktur harus dipoto ng-potong.
Untuk struktur-struktur yang besar dan komplex. m etode ini lebih
mengun tungkan. dengan alasan-alasan :
Dengan cara ini, pekerj aan dapat dikurangi m enjadi suatu rutin
yaitu me nyatakan struktur dan sistim pembebanannya.
Kemaj uan kom puter-komputer pada akhir-akhir ini sangat besar
dan b iaya pemakaian kom p uter m aki n hari m akin rendah.
Dan apakah pula s e b c narn y a metode t1eksibilitas itu ?
Perhitungan dimulai dengan mengambil suatu sistim gaya luar dan
gaya dalam yan g berada dalam kesetimbangan.
Sda n j ut nya sistirn tersebut disesuaikan agar benda tetap dalam kcse
tirnban g an dan kondisi kompatibiliti tercapai.
Struktur statis tak tertentu harus d ijadikan stati s tcrtentu Jengan
jal::m rnem oton g- m o tong s truk t ur ters ebu t .
" "

Selanjutnya gaya-gaya d a n lendu tan pada potongan p oton gan ter


" - "

se but disesuaikan (kondisi kompatibiliti) satu derni satu. sehingga


bentuk asli struktur dapat dipulihkan.
Hal-hal yang t idak dike tahui adalah gaya-gaya yang diperlukan untuk
m en g gab u ng kan struktur menjadi u tuh kem bali.
Untuk dapat memakai metode fle ksib ili ta s ini diperlukan Engineering
Skilluntuk mcrancang suatu pemecallan yang effisien.

62
3
METODE KEKAKUAN
3.1. INTRODUKSI

Metode kekakuan iaiah suatu cara untuk analisa stru ktur, dimarra
J abm p roses peru m u sa n dari analisanya, diambil lenJutan diti tik-titik
diskrit seb agai besaran "anu" yang hendak dicari .

Metode kekakuan i n i sebenarnya b u ka n meru pakan cara analisa y ang


bam . karena sebenarnya m e t ode ini sudah dikenal sejak tahun 1880.
Tapi m e m an g m e t ode i n i baru menjadi berkem bang p csat dan disu kai
orang pada w ak t u akh:r-akhir ini, yait u seiring denga n kemaj ua n pesa t
d ari penggunaan komputer elektronik otomatis. yang ternyata sangat
m e m udahk::m op erasi-operasi m atematiknya.

B erhubung dengan hakekat dari m etode kekakuan ini, maka analisa


stru k t u r akan selalu dim ulai denga n m em berikan pada struktur ber
sangkutan beberapa besaran "anu" yang dalam ha! i ni ialah mempakan
lendutan pada titik diskrit sebagai besaran yang hams dicari. Sesuai
dengan tahapan-tahapan yan g telah disinggung pada p asal 2.2, m aka
dalam p roses analisa terse b u t akan mengenal beberapa matrix yang
penting sebagai beri k u t :

(I) Matrix deform asi [A), suatu m a t rix yang m e n y atakan hubungan

=
kom p at i b iliti, atau hubungan de form asi dan lend u ta n :
{d} [ A ] {D} ( 3 .1)
dim ana { d} m e n yatakan deformasi dari elemen stru k t u r
[ A ] adalah matrix deformasi
{ D} menyatakan lendutan Ji t i t i k Jis krit .

(2) Mat rix ke kokohan intern e!e m e n [ S), suatu m at rix yang meme
nuhi Hukum Hooke. dalam m ana dinyat a kan hubungan antara
gaya dalam dan deformasi
{H } = [S] {d} ( 3.2)
dimana { H} menyatakan gay a dalam elemen
[S] adalah matrix keko kohan inte rn elemen
{d} menyatakan defonn asi clemen .

(3 l Mat rix statis [ B I. s u a t u matrix yang menyatakan kese t i m bangan .


antara gaya luar dan gaya dalam :
{ Q} = [ B ] {H} U .3)
Jim ana {Q} menyatakan gaya l u a r yang be ke!ja d i t i t i k diskrit
[ B ] adalah m a t rix statis
{H} me nyatakan gava dalam elemen

65
r

Bila ketiga m atrix cti atas cti gabungkan, maka akan ctictapat hubungan

=
{ Q} = [B) {H}
{Q} [ B J ( [S] {d} ) ( 3 .4)
{Q} [B] [S] ( [A] {d} (3 .5)
{Q} [B] [S] [A] {D} (3 .6)
{Q} = lK} fD} (3 .7).

l:'ersamaan (3. 7) men1pak:m pcrsamaan inti d::ri m e t ode kekakuan ini ,

dim ana [ K J adalall rnatrix k:kakuan struktur, dengan pcngertian :


-1
.

[ K] = l:J; [A] (3 .8)


,' :di salah satu tujuan ter1ninal yang penting H.i2.lan1 proses an<llisa ini
ialah dapc.t menurunkcln mauix kekakuan struktur [ K] menurut pc!
samaan (3.8).
Selanjutnya :1k:.m mt:ciah dicapai tuj u an akhir. y:.itu malisa lendutan
dan gaya dalam elemen.

j DERAJAT KETIDAK-TENTUAN KINEMATIS


Sebagaimana telah dijelaskan pada pasal 3.1. maka anaiisa akan dimu
iai dengan menglmbil1enclutan dititik-titik diskrit sebagai sasar::J.n yang
harus d ih itu ng.
Untuk mengetahui dimma hams dip as ang besaran lendutan yang
" "

:J.kan dicari tersebur, maka harus diketahui dahulu berapa derajat ke


ci-:lak-tentuan kinematis atau istiiah lainnya de.::ajat kebebasan (Jegree
o f freedom) dari struktur.
Derajat ketid ak-tentuan kinematis ialah suatu besaran y:mg menyata
an j uml ah komponen bebas d ari lendutan dititik diskrit yang mung
kin terjadi yang b erhubungan dengan diberikannya suatu pem bebanan
pacta struktur.
Pacta struktur dua dimensi ( bidang) dengan titik hubung kaku, pada
umumnya akan timbul lendutan translasi (linier) d an rotasi (anguler)
d it i ti k-ti tik d iskri t .
Lendutan translasi selalu dapat d in yatakan oleh dua komponen yang
saling tegak lums, sedangkan len dutan rotasi dinyatakan oleh satu
komponen anguler.
Dengan demikian pacta satu titik pertemuan secara lengkap akan ada
tiga kom ponen lendutan.
Untuk struktur tiga d im ensi (ruang) d engan titik hubung kaku . pada
umum nya secara lengkap akan ada enam buah komponen d ititik bebas
dari lendutan yai tu tiga m e nyatakan lendutan translasi, dan tiga iain
nya lendutan rotasi.
Pada bangunan rangka batang d engan sam bungan engsel. m aka kompo
nen rotasi dengan sendirinya tid ak acta.

66
Suatu struktur d engan derajat ketidak-tentuan kin e m atis sam a dengan
nol juga disebut kine m atis tertentu .

Di bawah ini dlberikan beberapa m acam struktur bidang y ang akan


ditunjukkan berapa deraj a t ketidak-tentuan kinem atisnya.

1
----

Derajat ketidak-tentuan j
Kompor.en bcoa da;i


lendutan dititik
kineatrs
pe.rtemuan
r.v==
1
!' (a) ;...,------4
I
I
0
'5I

I (b)
I

I 2
I ......::...

i
I
Il(c)


2
1
---
_,

67
Koonen bebas da r i
Derajat ketidak-tentuan
lendutan dititik
ki nemat is
pertemuan

(d) 6

(e) 3 dengan mengabaikan


defonmasi axial da
ri elemen.

Gam bar 3. 1 Derajat ket idak-tentuan k inematis dari st ruktur di tunjuk


kan oleh ha nya knya ve ktor lendutan ymg mungk i n
terjadi dititik bebas. dimana arah vek tor pada gam bar
menunjukkan arah ve ktor yang positip .

68
3.3. DASAR PERHITUNGAN.
Dalam pasal ini. akan dijelaskan secara mende tail um t-umtan analisa
dari suatu konstruksi bidang ( dua dimensi) dengan m endasarkan p ada
metode kekakuan.
Sekarang d ilihat sat u konstruksi seperti ditu nj ukkan gam bar 3 .2. (a).
Sdanjutnya akan diikuti umtan dari proses analisanya.

111:, l /"" r
r--J*u'w'ut*------l------ ----\_r------- - ----_Jt
.
.

( a ) konstmksi statis tak tentu


dengan pembebanan gaya-gaya

(b) deraj at ketidak-tentuan


kinematis : 3

Subsitusi harga x3 dan x ke persamaan ( 1 .61) :

X b - a X - a X ) I a

'
12 2

I
3 3

I
11

EI 1 El2 EI3

'
z
t, \2 \3
--...- -

(d l stmktur dasar yang mefupakan


stmktur y ang dikekang.
1 e) d iberikan D1 = 1 satuan

( D dib e rikan D2 = 1 s atuan

(g) diberikan D3 = l satuan

(h) dia gram H-d. dim ana ( H}


merupak an
reaksi elemen yang dikebng terhadap
diberikannya deformasi { d}

1j) d iagram kesetimbangan.

Cambtr 3.:. -\rniisa balok d i atas beberapa perletakan.

70
Kon st mksi ini ial ah b al ok menems d i atas empat perle takan . sat u
je p it d an t iga sen d i. merup ak an sua t u k onstruksi denga n deraja t
ke t idak-ten tu an k inematis se besar 3 (gam bar 4.2.b ).
Langkah pert am a ial ah menyel id ik i k om p at i b i 1itas d ari struk t ur,
dengan jalan mem berik an berturu t -turut len d u tan 01 = 1. 02 = 1
dan 03 = 1 (gam b ar 3.2.e. 3.2.f dan 3.2.g).

Mu d ah d apat kita l ih at , bah wa :

dz d3 = ol

atau d isusun se cara s istim atis :

Bil a d in yata kan dalam h u b u ngan m atrix :

(3. 9 )

-
1
{ d} = (A] {D} (3. 10)

0 0 0 +- dl
1 0 0 +
dz
1 0 0 +
d3
[A] = 0 0
+-
d4
0 0 +
ds
(3. 1 1)
0 0 + d6
t t t
D1=1 D2= D 3=1
J

d e ngan m e l ih at t i ap - qap elem e n seb agai b agian y a ng d isk rit . se perti


Langkah k e d ua ial ah m e ny e 1id iki h ub unga n gaya d a 1am dan d e form a si

p a cta gam b ar 3. 2. h .
Da ri s ifat e last is d ari eleme n, d idapatkan h ub ungan :

Hlll HzL1
d1 - 6
1 1
EI 1 E l1
--

3 (3.12)

Hzll
1
Hl ll
dz = -
1
6 EI 1 EI 1
--+
3

d im ana d m e ny at ak a n d e form asi yang t e rjadi d i uj ung elem e n.


H m e ny atak an gay a d al am y ang ada' d iuj ung elem e n. dal am
ha! ini m om e n l e nt ur .
Se be narny a p ers. ( 3.12) ini sud ah b u k a n h a ! y ang a si ng l agi. k a re na
sudah sering d ij u m p a i d al am analisa s t rukt ur d e ngan me t od e p e rp ut a r
an sud u t ( sl ope d e t1e ct ion m e t h od l.
Bil a pers. (3.12) d iinv e rskan. akan d id apat :

4 EI 2 El 1
dl + dz
1
Hl Ll Ll

2 El 1 4 EI 1
Hz = dl +
L1
dz
Ll
( 3. 13)

.,,.,
t_
Analogi dengan pers. (3.13) akan didapatkan hubungan:

4 E12 2 El2
H3 = d3 + d4 (3. 1 4)
Lz Lz

2 El2 4 E12
H4 = d3 + d4
Lz Lz

4 EI 3 2 El3
=
dan Hs ds +
L3
d6
L3
(3 . 15)
2 EI 3 4 EI 3
Hs = ds + d6
L3 L3

Bila hubungan ini dinyatakan d alarn be ntuk matrix .

4 El 2
_L_l_
1 E l1
H1 __l _ 0 0 0 0 dl
L

4 E1
_L_l_
2
_
E11 1
H2 _L_1 0 0 0 0 d2

4 E1 2 E12
2

"""[2 L2
H3 0 0 0 0 d3

2 El2 4 E1
2

L2 L2
H4 0 0 0 0 d4

2 EI 3
_
4 EI 3
Hs 0 0 0 0 _ _3 __3_ ds
L L

2 EI 3 4 EI 3
H6 0 0 0 Cl d6
L3 L3
\

a tau
{ H} =
[ s] id} ( 3. 1 6 )
dimana matrix [ S! mcrupabn band matrix :

73
0 0 0 0

0 0 0 0

0 0 0 0

[ s] 0 0 0 0

4 El3 2 EI 3
0 0 0 0
L3 L3

2 El3 4 El3
0 0 0 0

L3 L3

t t t _..
t .._

dEi= I
I

d3=1 d4 = 1 ds=l
I

dl=l d..,=]
(3.1 7 )

Jadi sebenarnya ilLttrix lSl ialah suatu matrix yang menyatakan


berapa bcsar glYt Lbbm {H}yang timbul diujung demen bila dititik
titik tersebut clibcrikan satu satuan deformasi t dt.
Langkah ketiga, menyelidiki tentang kesetimbangan gaya luar dan
gaya dalam.
Melihat gambar 3 .2. !i):
.

Ql =
H, + H3
Q2 =
H4 + Hs (3. 1 8)
Q_, =
Hf>
Bila Jinyatakan secara m atrix :

0 0 0 0

0 0 0
0 0 0 0 0 (3. 19)

74
a tau
{ Q} = [ B ] {H} (3 . 20)

dimana,
0 0 0 0
= 0 0 0 1 0
[B]
0 0 0 0 0 1

(3. 2 1 )

Satu tuj u an term in a L ialah m e n d apatkan h u bu ngan :


{Q} = [ K] {D} (3 . 2 2 )
d im ana m e nurut persamaa n (3.8) dapat d inyatakan :

[ K] = [ B ] [S] [A] (3 . 2 3 )
Un tuk mendapatkan lendutan. m ak a persam aan (3.22) dapat d iin vers
kan se bagai :
{D} = [Kr 1 {Q} (3 .24)
d im an a { Q} men y atak an gay a-g aya luar yang bekerja d it it ik -t itik d is
krit, { D} m e n y at a k an 1en du t an dit it ik bersangk u ta n yang koresp on
d ing dengan gaya{Q}.
D ari persum aan (3. 1 1 ) d an ( 3.2 1 ) . t crn yat a d ida p at kan :

[ B] = [A] T (3.25)
Persam aan (3 .25) ini da pa t dibuktikan d engan pri n s ip kerja virtu il .

-------------------------
Q ;':

(a) gay a luar virtui1

----------0--
(b) len d u t an aktuil

Cambar 3 .3. Konstruksi balok rne neru s pada mana di k erj ak an


gaya virtuil .

75
Misal nya pada k onstruk si yang scdang di b ahas tersebut d i kerjakan
gaya virtuil Q* (g am ba r 3.3.al sehi ngga tim bul gaya dalam H* pada
elemennya. maka dari p rinsip ke rj a v irtuil akan didap atkan hubungan
( dinyataka n dalam p erkalian matrix l :


T =
,_
T
{Q'} {D } {H'} {d } (3.26)

D engan melih at :

{d} = [ A ] {D} (3.27)


''' ,,
dan {Q } =
[ B ] {H } (3.28 )

T T T
atau {Q'''} = {H'''} [ B ] (3.29)
m aka p ersamaan (3.26) b isa d itulis kan :
.... T
D} = {H"} [ A ] {D}
T T {
{H>':} [B] (3.30)
Bila disederh anakan. akan m emberikan :

[B ] T = [A] (3.3 I )
atau [ B] = [A] T (3.32)

=
D engan dem i kian persamaan (3.23) akan b isa d ituliskan :

[K) [A ] T [S] [A) (3.33)


Deng an d em ikian persam aan (3.8) telah diperm udah k an. yaitu untu k
menuru n kan ma trix ke kakuan f K ], cukup hanya m enurun kan d u a
matrix pembentuknya, yaitu matrix deformasi [ A ] dan matrix ke
kokohan intern elemen [ S] .

Untuk mengh i tung g ay a dal am, d igunakan hu bunga n :

{H} = [ S ] [ A ] {D}
{H} = [ S ] {d} (3.34)
atau (3.35)
dim ana {D} ialah matrix l endutan d i ti t i k d is kri t yang d iperoleh dari
p e rhitungan b e rdasarkan p e rsam aan (3. .24).

3.4. APLIKASI

3.4.1. KONSTRUKSI B.A LOK MENERUS

Sebniurnya akan dib..?rikan beberapa contoh pemakaian metode


keLtkuan ini pada analisa struktur.
Contoh 3.1
Di bawah ini akan dibahas secant singkat analisa dengan metode
kekakuan untuk konstruksi dengan derajat ketidak-tentuan kinema
tis tingkat I.

76
A
J nnn:Fnfnn*n*H"ti'**HH
er=

r600 kg/m I

C
/' 10 M 1 8 M '
I I

(a) konstruksi yang akan diana1 isa.

------1--t
( b ) struktur dasar yang dikekang.

t)C
- 5 000
)(l)C
... 5 000 - 3200
\( I
)\j;
... 3200

( c) momen primer (fixed-end moment).


1 2
Momen primer ; -
12 .600.6 = -5000 kg.m

- T2 .600.4

t-
1 2

----tl
MBC =
-M =
-3200 kg.m

(0
CB

1
:CS.
--
--i----7-

I
(d) derajat ketidak-tentuan kinematis : 1
Q 1, 1800 kgm

(e) gaya 1uar ekiva1en dititik diskrit yang koresponding


dengan 1 endutan D 1. Ql 5000 - 3 200 [kg. m].
=

(f) dib erikan D1 = 1 satuan

77
(g) d i ag ram H- d

(h) d i ag ram keset i mbangan.

Gamba r 3. 4 Balok ata s tiga tump uan .

Melih at gam bar 3.4 (t), d engan mudah akan didapatkan :

+- dl
0
+-
[ A) = 1 dz
+-
d3
+- d4
0

t
D1=1

Da ri gamb a r 3. 4 . (g)

4 El 2 El +-
-- - 0 0 Hl
10 0

2 El 4 El +-
[S] 0 0 Hz
10 10
4 El 2 El +-
0 0 -8
-
tr H3

2 El 4 El
--g-
+- H4
0 0
....
0
I t t ; t
d l=l d 2= 1 d 3= 1 d 4=1

78
J
( 0,4 0 ,2 0 0 I
"
I

l
[S] =

/
Ef 0 ,2 0,4 0
0 0 0 ,5 25
0 0 0 ,2 5 0,5

Dar i persamaan (3. 3 3)

[ K ] = [ A ] [ S] [ A ]
T

oJj
0,4 0 ,2 0 0

0 ,2 0 ,4 0 El
I 0 0 0 ,5
0 0 0,25 0,5 0

{ } 0
0,2 0 ,4 0, 5 0 , 25 EI

[K] = 0,9 E l

[K (l l
0 , 9 El

De ngan m engubah gaya q m e njadi g<.ya t it ik e kivalen d iujung elemen


(gam bar 3.4.c dan e) d a n d e ngan m el ihat p ersam aan (3.24):

{D} =
[K] - l {Q} n-_


\
'i
{ D 1} =
[ O, EI
] { 1 800} ,/ -

200 0
D1 =

El

Dari persamaan (J. 3 5)

{ H} =
[S] [ A ] { D}

79
r

/
0,4 0,2 0 0 0
2000
{H} 0 ,2 0,4 0 0 El
El
0 0 0,5 0,25
0 0 0,25 0,5 0

0,2
0,4 . 2000
0,5
0,25

Hl 4ob
Hz =
800
H3 100 0
H4 500

Hl =
400 kg.m
= 800 kg. m
Hz

H3 100 0 kg . m
500 k g . m

AIV
H4

')\.' L.OO
)(:&)E
800 1000
Gambar 3.5 D i s t ribusi gaya dal am.

H asi l yang d i t u nju k ka n oleh gambar 3.5 ialah me n y a t a ka n besarny a


mome n l e n t ur ( d al am h a! i n i sebagai m omen bat a n g. bukan se bagai
mome n t i tik) yang J idist ribu s i k a n ke batang <.'lemen AB dan BC
ses u a i d e ngan k e ka k u an m asing-masing. J adi gay a dalam { H} y ang d i
dapat dari hasi l perh i tungan ini bu kan meru pakan momen le n t u r
yang sebe n arn y a bekerja.
Momcn l e n t u r yang sebe n arnya be ketja bisa d iperoleh d e n ga n men gu
rangi gay a d alam { H} dengan m omen p rimer e lemen s t ru kt ur .

80
Dengan melihat juga gambar 3.4. (c). akan didapatkan :

r+--4oo
I l I
- r -500 1 + 5400 kg.m

I! I
I
I

Boo - I
i
-"-5000 -4200 kg.m
l
I
+
\
: + ooo 3200 -t-4200 kg.m

L -i- _SOG_j
1 - I -

I
,"'' I +3200 ; -2700 kg.rn
!._ ____,.!
=
c
t
"
,-. more n p r : me r

:tcr:. .. :Jkan mon1('1l 1_,ltang, bukan


tl (_)"
!) \...!tt..l...:
'11 '1

n1on1t..\ll titik.
C:onroh 3.2. :
Scblg:.>i contoh kedu! arin dibah:; ltllU konstruksi kinem<:tis te:
entu seprti pada gambar 3.6. (a).

-----; 8
1 a :: xx;.. kg

Af!_
1:::
.:;,.

:4. -------=--------'' '- --

-
--

El C f:
------- ---
6tvi 4M
-+-- --------------
' I
--------

{a) konstruksi yang akan di:malisa ckngan


beban gaya Q.

(b) struktur dasar yang dikekang

;po,
1
\.......?. 02
.

f:
;4 c

'cl dcraicit kt'tidCk-rcntu:lll kincm,;lis

:o ..I
i
I
- .,.._

! d) diberi kan D 1 = l sa tu an

81
I
( e ) J iberikan o = 1 satu an

(t) diagram H-d

1 g ) d ia gram kesetim ba ngan


Gam bar 3.6 B<il o k atas dua tum puan.

Lang kah p ertam a yang d ilakukan ialah m enganggap konstruk s i i n i ter


diri atas Jua elem e n d is k rit. AC eLm CB (gam bar 3.6. b).
Titik C sebaga i titik d is krit m em p unyai dua d eraj at kebe basan . y aitu
translasi d an rotasi.
Mel i h at gam bar 3.6, akan didapatkan hubungan-h u bungan sebaga i
beri kut :

r:
1 +
6
0 dl

[A] =
1 +
d2
6
1
4
+ d3

1
4
0 + d4

t t
01 =1 02 = 1

82
4 2
6 6
0 0

[ s]
2 4
6 6
El 0 0
4 2
4 4
0 0

2 4
4 4
0 0

2 I
0 0 l
3 3
I 2 2
El 0 0
3 3
0 0 3
2

0 0 I 4
2
2 3 4
Selanjutnya dihitung matrix kekakuan [ K ] :dr.L, Ji;flrtr i

=
T
[ K) [ A) [ S) [ A)
2 1 1
- 6
0 0 0
3 3
2
- 6
1 1 1 1 1 1
- 6 - 6 4 4
0 0 El
3 3
1
4
0 0 0 0
2
1
4
0 0 0
2

1
- 6
0
'

- 6 - 6
1 1 3 3 1
=
- 6 8 8 El
1 2 l
3 3 2 4
1
4
0

83
f
---- ------

r 0 ,2 4 3 0 1
0 , 2083
I 0,208 3 1,6667 J
fK] =
El

"!
!(
I
, 'I" I'-
-o,2os3
[ K]
' ',boo;
1

I
=

0.36 1 7 El
! -0,208 3 0,2430
/
i I
"

{D} [KJ
- 1
{ Q}
( .,
I
(
-
I
'

I
I i 6 66 7 ?o
-0 . uu5 i 000
D}
'

I
!
{ =
I
0 ' 361 7 E I i
-0 , 2 0 83 0 ,2430 i 0
.... ) "-
(
I 46 07,85 l
l
I
I
'
575
El
J'
9

Selanju tnya akan bisa dihitung gaya dalam


{ H} =
( s ] [A ] { D }
( "' 1 L
0 0 L 6
1 0

1
I
3 3

f
1 2 I 1 46 07.8 5
6
0 0
I
El l -
3 3 E l

0 0 1 I
I
575,89
I
I" I
2 4 I El

/
' -'"\
0 ,, 0
4
"
I
)

\
/


- 3 .
/

.. - 6 9 7 '8 2
.,
;- I
"7

b ) El
<
I 57 , s
d
3 ::;

3 l
8 2 )
/

84
r

l
H1 9 60
Hz 1 1 52
H3 -1 1 52

H4 -14 4 0

.
/'-- :J ../
j'
9 60 i152 1152 ll.L.O

. -------"6--'- M_:__ ___ __


L. M
.,.______2-- -------

Gambar 3 . 7 D istri b usi gaya dalam.

M aka didapatkan h asil anal isa :

MA = 960 kg.m
MB = - 1440 kg.m
M eA = - M c B = 1 1 5 2 kg.m
B ila dibandingkan hasil ini dengan rumus yang sudah d i ke ta h u i :
MA 1000.6 .4 2 = 9 6 0 kg.m
[02
= -- 1000 .624 = - 1440 kg.m

[02
Tcrnyata hasilnya sama.

Contoh 3 .3 . :
Pada contoh soal yang selanjutnya ini. akan dipcrlihatkan bagaimana

A t.
1 1000

proses analisa bila konstruksi pada contoh 3.2 dikombinasibn dengan

kg
suatu pcrletakan elastis dititik C.

1
----------------------- ---------------
, B
E

6M

(a) konstruksi yang akan dianalisa. dengan sa tu


perletakan elastis dimana k = 0.5 El

85
V

1' o,
(b) derajat ketidak-tentuan kinematis : 2

l
(c) diberikan D1 = 1 satuan
Q:- -1000

I
-

o,
---+--

(d) gaya ekivakn dititik diskrit yang koresponding


clengan lendutan D 1 Q: -1CXX)- k 01

( 1.') penyederhanaan dari gambar (d).


Gambar 3.8. konstruksi balok menerus atas perletakan dastis.
86
Persoalan pada contoh soal ini sebenarnya sama dengan contoh 3.2,
karena mempunyai elemen batang yang sama dengan derajat kebebas
an yang sama pula. Maka proses analisa tidak akan mendetail dibahas

]
lagi di sini, dan langsung akan mendapatkan matrix kekakuan :

[
0 , 2430 0 , 2 08 3
[ K] El
0 , 2083 1 , 66 6 7

1 ' 66 6 7 - 0 , 2 08 3
)
-1 =
1
[K
0 , 3 61 7 E I
- 0 , 20 8 3 0 , 2430

Proses selanjutnya akan terlihat adanya perbedaan dengan analisa con


toh soal yang lalu, yaitu dalam menetapkan vektor gaya yang bekerja,
yang disamping ditentukan oleh gaya luar yang diketahui Q = 1 000 kg,
juga dipengamhi oleh gaya pegas kD 1 .

1
{D} =
[ K) - {Q}

r - 0 , 208 3 l r ( - 1 000 )l

{ :}
1 , 66 6 7 kD
J I
- l

=
1
I I
0 , 24 30 J
0' 3 6 1 7 E l
l j
i I
l - 0,208 3
I
0 i

'

1
Dl . 1 , 66 6 7 ( - 10 0 0 - kD 1)
0 , 3 6 1 7 El

Dl =
1 ,6 6 6 7
( - 10 0 0 - 0, 5E I . D 1 )
0 , 3 6 17 E l

4 6 08 - 2 , 3 0 4 D1
Dl El

4 608
El

-1394, 7/E I

87
Dz = :
0 ,36 7 E l
(-0 , 2083) ( - 1 00 0 + 0 , 5.E I . 1 394 , 7/E I )
..

D2 = 1 74 , 3/EI .
Berd a sa rkan ba sil l en d ut a n D 1 dan D2 yang d idapat, b isa d ibitu n g
gaya d al am yang t im b u l p a d a el em en struktu r.

{HJ
I
- 6
1
3
I 2
- 6
=
El - 1 394 , 7/E I
3
3
8
1 74 , 3/E I

l 3
8

HlHz
2

290 , 5
348 , 7
H3 -384 , 7
H4 -435 , 9

Dengan d em ik ia n d idapatkan basil a nal isa :


MA = 290 .5 kg .n 1
\'leA 348. 7 kg.m
YlcB = - 348.7 k g. m
MB = -435 .9 kg.m
3.4.2. KONSTRUKSI PORTAL B IDANG TANPA PERGOYANGAN PADA
MANA DEFORMASI AXIAL D IABAIKAN
Da lam pasal ini akan d ib ahas an al isa Jari k on stru k si p ortal b id a ng.
Dik etah u i d ua macam kon st ru k si p ortal b id ang. yaitu p ortal tanp a p er
goya ngan dan p ortal Jenga n p erg oyanga n , sep erti d itunj u kkan ol eh
gam b ar 3.9 . I

(a ) p ortal tanpa p ergoyangan .


88
i

'
i
.
-' rI
. . (

,///

( b ) portal menerus tanpa pergoyangan.

,_
-------., \

(c) port a l d engan pergoyangan .

Gam bar 3 .9 ko nstruksi portal dengan tit i k hubung kaku.

Co nto h 3 . 4 :
Dalam pasal i n i akan d icoba d i bahas analisa portal bidang tanpa per
goyangan. d im ana defom1asi axial dari ekm c n-elemcnnya J iabaikan.

89
q : 300 KG/ M '

B c
l l l J _l l.LI.! J. J .l f! Jl L
.

2 El

600 1<& 600XG

El El
3. 00

A D
/. -///h w

(a) portal b idang yang akan dianalisa. dengan bentuk


konstruksi dan sisti.m pem b e banan yang sim etris. ...

(b) struktur d asar yaz1g dikek:mg.

Momen primer :
2
M = -
60 0 . 3 . 2 =
- 2 8 8'f kg . :n
5
A B 2

60 0 . 3 . 2
2
=

2
M +4 3 2 k g . m
5
B A
..

2
Ma c =
-

Mc s = iz x 300 x 5 = - 6 2 5 kg . m

MCD - M64 = - 4 3Z k g . m

= - A B
= + 2 88 k g . m
MD C
625

288

1 c) Momen primer.

----------
\

\

(d) Derajat ketidak-tentuan kinematis : 2

(e) Gaya ekivalen dititik diskrit yang koresponding dengarr


lendutan D.

Q1 = 432-625 =- 193 kg.m


Q2 = 625 -432 = 193 kg.m

91
( f) Di berikan D 1 = 1 satuan

.
'

( g ) D iberikan D 2 == l satuan

-\ 1
\..
__ ) H,
( h ) D iagram H-d

( i ) Di agram kesetim bangan.


Cam bar 3 . 1 0 Portal simetris.
Dengan m em p erh atikan gam bar 3 . 1 0 akan didapatkan :

+-
0 0 dl
+-
0 dz
= +-
[A ] 0 d3
0 +- d4
+-
0 ds
+-
0 0 d6
t t
D 1= 1 D 2= 1

4 2
l
I
0 0 0 0
5 5
2 4
0 0 0 0
5 5
4(2) 2(2)
[S] =
El 0 0 0 0
5 5
0 0 2 (2) 4(2)
0 0
5 -5-
4 2
5 5
0 0 0 0

0 0 0 0 2
5
4
5 j
r 2 0 0 0 0

1
1

2 0 0 0 0 2
2 El
I
I
= --
0 0 4 2 0 0 3

i 0
5 I
0 2 4 0 0 4

I
I
I
i
0 0 0 0 ,.,
L
I
I
5

I,
I 0 0 0 0 2 5
\ )

2 3 4 5 6

Me1 i h a t pe r s a '!la a n ( 3 . 33 )
T
[ K] =
[A] [ S ] [A]
93
[ K] = -5- [ ]
2E 1
6

2
2

Dengan m engubah gaya-gaya luar menjadi gaya ekivalen terpusat di


ujung elemen atau dititik-titik diskrit (gambar 3 . 1 0 . c dan e ) . J :111
dengan melihat persamaan ( 3 . 4 ) :

5 1 r
{ Q}

1{ }
1
{ D} =
[ K] -

{: }
6 -2 -1 93

{- 1 544 l
= -

I -2
2E I 36-4
l
6 1 93
)
I

..
=
5
64ET 1 544

I

{ (
)

8TI5 l
96
1 -

D2 j i
o,

l )
965 I

SE I
I
l

94
J ad i putaran sudut d ititik B dan C ialah sebesar :

Dl 02 =
96 5
- SIT
-

Dari persamaan (3 . 3 5 ) :

[ S] [ A ] { D }

r
=
{ H}

2 0 0 0 0 0 0
2 0 0 0 0 0
2E I 96 5
= -
0 0 4 2 0 0 0 - 8E I
5
0 0 2 4 0 0 0 1

l
965
0 0 0 0 2 1 0 + BIT

0 0 0 0 2 0 0

0
2 0
=
19 3
4 2 -
-4-
2 4
1 93
0 2 T
0

Hl - 48 , 2 5
H2 - 96 , 5
H3 = - 96 , 5
H4 96 , 5
Hs 96 , 5
H5 48 , 2 5

\1 elihat momen p rim ern y a pada gambar 3. 1 0 (c). m a k a akan d id ap a t :

95
r I

l J I =
, - - - -, , - - -,

I
- 48 , 2 5 239 , 75
I
2 88
= - 5 28 , 5
= I - kg . m
1
I l

I
96 , 5 43 2
I
- I + I kg . m
I
I 96 , 5 - 1 - 625 I 528 , 5 kg . m
I
I
96 , 5 1 + 625 1 -5 28 , 5 kg . m

:
I
I
MC D = l
96 , 5 - 1 - 432 I = 528 , 5 kg . m
288 I
I
= I 48 2 5 I - 2 39 , 7 5
L
MD + kg . m
_ _:_ _ j L _ _:_ _ _j

t t
H + momen p r i me r .
Contoh 3 . 5 :
Sekara ng akan dibahas an alisa portal pada gamba r 3. 1 1 di
bawah ini :
400KG = 6001< G / M '

ot2_E_IEC -+-
I

2. 00
El
. 5.00
2.00

5 . 00 5 .00


( al Portal yang akan dianalisa.
D
-
' ',,-,----------------------i
t-.;
c

1 h l S t ru k t u r Jasar yang d i kt? kang.


Momen 8 r i me r 400 . 2 800
: ME D = kg . m

- ] 600 r:: 2 -- - 1 2 50 IKg m


ME F - M FE - 1 2 "' .

= - +z. 60 0 . 5 2 =
- 1 2 50 kg . m

- g 1 000 . 4
1
= =
- 500 kg . m
BOO( :'"1250 1250 1250 1 251(
\

DC
I
'

soo

I
.I
7ml
(c) Momen primer.
( 02
r-=o ,
'

\ I
\.

' R.'

l
(d) Derajat ketidak-tentuan kinematis : 2
( defonnasi axial diabaikan ).

/ // /

l e ) Gaya e kivalen Q dititik diskrit yang koresponding


dengan lendutan D .
V

( [) Diberikan D = 1 satuan
1

(g ) Diberikan D 2 = 1 satuan

(h) Diagram H-d

G ambar 3. 1 1 Portal menerus tanpa pergoyangan.

Dengan memperhatikan gambar 3 . 1 1 . dapat mulai dihitung matrix


[ A ] dan [ S ] .

98
+
0 0 d1
+
' 0 d2
0 + d3
[A] = 0 + d4
0' + d5
+
0 0 d6
0 +

I
d7
+
0 0 ) ds
t t
D 1= 1 D 2= 1

4 2
0 0 0 0 0 0
5 5
2 4
0 0 0. 0 0 0
5 5
I 4 ( 2) 2 ( 2)
0 0 0 0 0 0
I 5 -5-
El 2 (2) 4 (2 )
[S ] 0 0 0 0 0 0
5 -5-
4 2
I 0 0 0 0 4 4 ,
0 0
2 4
4 4
0 0 0 0 0 0
4 (2 ) 2 ( 2)
0 0 0 0 0 0
-5- -5-
2 (2 ) 4 ( 2)
0 0 0 0 0 0
5 -5 -

'1
4
(
8 0 0 0 0 0 0 '")
4 8 0 0 0 0 0 0 "-

0 0 16 8 0 0 0 0 3
El 0 0 8 16 0 0 0 0 4
= , T 0 0 0 0 10 5 0 0 II 5

Jj
0 0 0 0 5 10 0 5
0 0 0 0 0 0 16 7
0 0 0 0 0 0 8 8

2 3 4 5 5 7 8

99
Matrix kekakuan struktur dapat dihitung berdasarkan persamaan :
[ K l = [ A ] T [S] [ A l

l J
8 4 0 0 0 0 0 0
I
4 8 0 0 0 0 0 0
0 t .o o o o o
(
Ei
=

10 0 0 16 8 0 0 0 0 0
0 0 0 1 0 0

I
I j
0 0 8 16 0 0 0 0 0

0 0 0 0 10 5
0 0 0 0 5 10 o

J l
0 0 0 0 0 0 16 8 0

)
0 0 0 0 0 0 8 16 0 0
\

l
0
l

8 16 8 0 0 0
0 8 16 10 5 0
0 0
I
j
0 1 I

l
o
l
0

[K} TO
El
4
[
:::
)

=
42
-1 10 1
[ K] ET X 9 44 -8

5
2 36 E l

Sckarang dihitung lendutan dan gaya-gaya dalam.

{ D } = ( K] - l { Q }

1 00
'

{ D 21} _
5
236 El

- 7 450

- 4200
}
01 =
-37250/236 El

02 = -21000/236 El

{H} = [S] [A] {D}

r
4 0 0 0 0 0 0 0 0

8 0 0 0 0 0 0 0

=-
El
I
I
a
o
0

0
16 8

8 16
0
0
0
0 0
0 0

0 0
0

f 37250
236EI

II
10 21000
0 0 0 0 10 5 0 0 0
236EI
o 0 0 0 5 10 0 0 0 0 \

0 0 0 0 0 16 8

l 0 0 0 0 0 8 16
l 0
,

- 236
3 72 5
ll
2100
0
- 236
0 /
I .
. . !'
16

101
- 63 , 1 4
- 1 26 , 2 7
- 3 2 3 , 73
=
{H} - 26 8 , 6 4
- 88 , 9 8
- 44 , 49 ... ...."'

- 1 4 2 , 38
- 71 ' 19

D engan m em perh at ikan momen primer d ari elemen-elemen struktur.


m ak a akan didapatkan :

M = r-= 4; - f - - -l kg . m
l t
I
A j I

,1 - 1 26 , 2 7 0
I
kg . m
I
I 1

I I I
I I I
M = 0 - + 800 I kg . m
I
ED
M F l -323 ,73 l - 1 2 50 1 9 2 6 , 2 7 kg . m
E
I !
I I
I
= I - 26 8 , 64 - + 1 2 50 - 1 5 1 8 , 64 k g . m
MF
!
E
I
MF
B
= I - 88 , 98 -
I
- 500 4 1 1 , 02 kg . m
I
I
1 -
I
MF = l - 1 42 , 38 - 1 2 5o 1 1 0 7 , 62 k g . m
C
j
! i

I
l
l
M - 4 4 , 49 + 500 - 5 44 , 49 kg . m
B
I
i - 71 , 1 9
l ]
I
+ 1 2 50
.
- 1 32 1 , 1 9 k g . m
MC I - I
L _ _ _ _ _ _ _ _ _j

t t
H mome n pr i me r .
Sekaran J i t i njau apaka h keset i m batTgan d i t i t i k- ti t ik p e r te m u a n ter
penuhi :

\t E =
\l t: A + \t E D + M E F

= 1 6 . .2 7 800 + 9 6 . .2 7
= 0 1 memen uhi ).

\1 F = \1 F E + :VI F B + M Fc
- 1 5 1 .64 + 4 ) 1 .0 + 1 1 0 7 .6
= 0 ( I11 L'Il1 C ll llh i ).

1 02
3.4 .3. KONSTRUKSI PORTAL BIDANG DENGAN PERGOYANGAN
DIMANA DEFORMASI AXIAL DIABAIKAN.
Setelah pada pasal y ang l al u d ibahas analisa portal tanpa pergoy angan
m aka pada pasal 3 . 4 . 3 ini akan d icoba menganalisa konstruksi po rtal
de ngan pergoyangan . dim ana d e f01m asi ax ial m asih d iabaikan.
Contoh 3 . 6 . :
D i b awah i n i d iberik an satu c o ntoh analisa portal sederhana dengan
pergoyangan m endatar,

1CDO kg
c D
___ ;__----'---L-----, ---
&'X> kg 2 El l.OO kg

El El

A B
_,._____
ZM I
_..
2M
l

( a) Portal yang a kan dianalisa.

tC:H----------:',\:1D
!'
J,
1

1
( b ) Stru k t u r dasa r yang d ike kang.

500 / ' i)
'. .
I
_.-/

Momen o r i me r
M e = - M D = 8' 1000 . 4
1

,=
A o C
500 kg . m

I c ) Momen p rimer.

1 03
( d ) Ocraj a t k e t id a k- tentuan kinem atis : 3

-\,..,..
01 ,.. Q -z :: - 5 00

1
( g) Gaya e kivalen Q d ititik diskri t y an g
kores p onding den an l e n d u t a n D .
t satuan 1 sat uan

o,

( f) O i berikan 0 1 = l satuan
0"2 d3 -

l
i

fgl D i b e rikan 0 , = I a t u a n .

1 04
'

( h ) Diberikan 0 3 = I satuan

dt., "",""" H L.

------' 5 "' .
.--d
s
\

( i l D iagram H-d
G a m bar 3 . 1 2 P o rt a l d e ngan pergoy mga n .

D c n gan rn e rn pe rhat i kan gtm bar 3 . 1 2 . sel;mj u t n ya d it u r u n ka n [ A ] d a n [ S] .

(
I
- dl
I
I
I

4
I
I 0 0

I +-
d2
4
0

[A] 0 0 I +- d3
d t.;
!
0 0 +-

ds
1 +-

4
0

1
d5
4
0 0 +-

" )

"'I
I

D 3= 1

1 05
4 2
4 4
0 0 0 0

2 4
4 1f
0 0 0 0

2 ( 2)
[ S]
4 (2)

El 0 0 0 0
-4-
2 ( 2) 4 ( 2)

0 0 0 0
-4-
4 2
1f 1f
0 0 0 0

2 4
4 1f
0 0 0 0

2 0 0 0 0
2 0 0 0 0 2

=
El
-
0 0 4 2 0 0 3

2
0 0 2 4 0 0 4

0 0 0 0 2 5

0 0 0 0 2 6

2 3 4 5 6

Selanj u t n y a b is a d ih i t u ng m at r i x k e k a k u a n s t ru k t u r [ K ] .

[K] = [A] T [S] [ A]

l
(
I 2 0 0 0 o j 4
0 ol
(
I

I
I
'

I
! 1
4
I 4
l 2 0 0 0 0 o

I
1 1
4 4 4
1
0 0
I
I
I

I
El I
o 0 4 2 0 0 0 o
- 2 I 0
j I
0 0 o I
0 0 2 4 0 0 0 0

l 0 0 0 0
I 0 0 0 0
1
4
0

jI
2
I

I o 0 0 0 2
I

l
1
4
0 o

1 06
1
4
0 0

1
4
0
3 3
4
3
4 4
3
4
0 0
0 0
El
2 4 2 0 0
2 0 0
2 4 2

J
0 0 l
4
0

l
4
0

4
3
4
3 3
4

[ K]
El 3
4
= - 6 2
2
3
4
2 6

3 3 3
El
r
=
3. 24 8

3 8 24

rl
\I

I
512 - 48 - 48
1
I
1 8 -15
1248
-15
= - - 48
[K ] - El
63

)
- 48 63
\

1
- 48
!
[ K(
512 -48
1 - 48 -15
63
- 15
1 56 E l
-48 63

SL te Lth [ K ] Ja n f K ] l d ih i t u n g.
m aka besar k n d u t a n d a n g ay a-
g: y a d a Ll m e k a n d a p a t U l' ngm m u d a h d i t e n r u k a n .
1
{D} [ K) - {Q }
'

(
D 5 12 - 48 -
1+ 8 1 0 0 0 'l

?
\ U )
"
- 43 63 - I - 500
! 56 t. l
5
i'
' c1 -
48 - l
5 ;) 3 1... 5 0 0 Ii
\, /

1 07
\
5 1 2000

- 8 7000
t
?
- 9000 J
D1 = 3282 , 05/E I

02 - 5 5 7 , 69 /E I

03 =
=

- 5 7 , 69/E I

{H } = ( S ] [A] { 0 }

2 0

{ 1
l
0 0 0 0
1i 0


2 0 0 0 ] 2 82 , 0 5 / E I
1
0 4 0

{H} = 2
El - 5 5 7 , 69/E t
0 0 4 2 0 0 0 0
0 0 2 4 0 0 0 0
- 5 7 , 69/E t
J

J
0 0 0 2 1 0
1
4
0
1
0 0 0 0 2
4
0

it l
1
o

1
, 4 2 0 I
2 r ]282 . 05 1

4

j
o

2 - 5 5 7 , 69
1
I o

: j.
2
I
4

I 4 :
I
3 I
-
I
5 7 . 69

r1 5
9 1
92
l
6 73 . 0 7 2

{H} < - 1 1 73 , 07 3

1 - 673 , 0 7 4

I 1 1 73 . 07 s
l 1 20 1 . 92 5

1 08
- r- -1
D engan memperhatikan momen primer dari elcmen-cle men st ru k -
tur, m aka akan didapatkan :

MA
=
r 9 5 9-;-1I
I
kg . m

,o7 1 1 I
MC A I I
=
6 73 o kg . m

MC D
1 - 1 1 73 ,07 l I
- I
I.
I
= - 673 ,07
l -673 ,07 I
=
- 500 kg . m

J I
M DC
! I
= + 500 - 1 1 7 3 , 0 7 kg . m
I 1 1 73 ,07
=

I
l
I

i I
M DB
l
= l 0 kg . m

Ll 20 1 , 9_j I
I
I
L _o_ .J
2 I
MB kg . m
=

+
_ _

+
H momen p r i me r
Contoh 3 . 7 :
D i bawah ini akan d icoba m enganalisa satu portal sederhana dengan
pergoyangan satu arah y aitu m endatar yang dikombi nasik an dengan

4c
pegas. dengan konstanta pegas k.
B e ban-beban dan ukuran konstruksi diam bil sama dengan con toh
3 .6.

C
2000 k g k
D

;
_ ;.______...____
. +_,___/\ /

I
6 00 k g 2 EI !.00 kg

El El

A 8

.
c_o_2
(a) Portal yang a k an di a na li sa d i kom binasikan dengan
perletakan dastis de ngan konstanta pegas k = 1 E l .

_____ ----
____

3
/. //. '

! h ) Deraj a t k e t id a k- t e n t uan k i n L' m a t is : 3

1 01./
-o, _ o,

\ --... a ,

( c) Gay a e kivalen Q1 dan gay a pegas k. D 1 y an g timbul


akibat diberikan lend utan D1 pacta konstruksi portal
d iatas.

---- ----,-
o 1 - k . O, O -z

.#

( d ) Gaya ( Q 1 - kD 1 ) yang koresponding dengan lendu tan


D 1 , serta gaya Q 2 dan 03 yang korespond ing den ga n
iendutan D dan D3 .
Gamh:tr 3 . 1 3 Portal denga n kom binasi peg:.1s.
Persoalan kl k:.!ku<ln struktur pacta contoh so al ini adalah sam a d engan
L'O ll tOh 3 . 6 .
J ad i p roses rne nghitung b' kakuan [ K ] ad:1lah sama Jen'gan con toh

l
k rse b u t . (
I 3 3
l
I j

24 3
E! !

8
J

[ K]
I
I


3 8 24
j
I 512
I'

i
"\
- 48 - 48
I

[ K} -
1

I!
1 r- 1'
- 8 '
- !
"J ) )
) 0 c:. i
- 48 - l
)
:) ' _;
'J
"
1 10
[ K) -
1
{D} = {Q}

Dl 51 2 - 48 -48 1 00 0 -

l
k. D 1
Dz = 1 56 E I
- 48 63 -15 - 5 00
03 - 48 -15 63 500

5 1 2000 - 5 1 2 k . D 1
l
J
= - 3 70 0 0 48 k.D1
1 ?6 E t
+

- 9'JOO + 48 k.D1

D1 =
1
1 56 E l ( 5 1 20 0 0 - 5 1 2 k . D 1 }

Un tuk k = 4 E
I
I

D 1 = 3 2 82 , 0 5 / E I - 0 , 8 2 0 5 D 1
1 , 82 0 5 D1 = 3 2 8 2 , 0 5/ E I

Dt = 1 80 2 , 8 2 / E I kD 1 = 4 5 0 , 7 0 kg .

Dz =
l
1 56 E l
( - 8 7 000 + 4 8 . * E l . 1 80 2 , 82/E I )

Dz = - 4 1 9 , 0 1 /E I

03 =
1
1 56 E l
( - 9 000 + 4 8 . E l . 1 80 2 , 8 2 /E ! )

DJ = 80 , 9 8 6 / E I

{H } = [ S J [A] { D }

:l
3
4
3
4
2

l
(

t
2
i 1 80 2 , 8 2 / E I
I
El 0 4
= -

2 - 4 1 9 , 0 1 /E !
0 2 4

3 80 , '3 8 6 / E l )
4
0 2

3
.,.- 0
4

1 1 1
466,55
2-757,57,0404
-257,04
2

57,0 4 J
7716,55
{ H}
3
4
5

f42 5766, 04s5 l


Dengan m emperhatikan m omen primer dari elemen-elcmen struktur.
maka akan didapatkan :

-- -

,
"A I
kg . m

- 7 04 -500 I -257, 04
I
I
I

! 75 , l -
MC A I I
I I
I

-I 257,04 l +500 -757, 04


kg . m

I
l
M
' 'c D
!

= 757
=
kg . m

I
l
MD C
=
I I I = kg . m

l I
I I
l
MD B , Olf I I,
kg . m
I !
= LJ
I

L _j
l
kg . m
' s __

t
H momen p r i me r
Contoh 3 . 8. :
C arnbar 3. 1 4 menur.j ukkan satu port<J l yang dapat bergoyang p ada
Jrah m e ndatar. d imana saiu kaki n ya B D m iring, d engan sudut kemi"
ringan o.

t k
.l[)O gc
roo 9
k
D
l. OOkg
'
---+--
600 kg E 2 El

3M

El

B
lM

L
'
2M 2M L. M
-

1M

(a) Port al y a n g ak<tn dianalisa.

l J:
c "
D
'

8
A

Pe s
( b ) S tru k t u r clasar yang d i ke kang.
400 o
5 00 / D


c ' 500 ,-----t 400 t.. >-
' '

6 00 ---4 Pr- c . ., c;nn V ( (J' 1


_ \..1\.J _- "u
u
=
1 /\ ..; u

'"'
soo

Po : SOO tx sOO =
8 33, 33

( e ) Gay a Q d i t i t i k d i s kri t y ang koresp o n d i n g denga n


lendutan D. l 13
i 0, I
--+--...J..___..._

o,- 1,
-d ,
I
I I

I fJ Pembahan bent u k yang terjadi p ada portal bila diberi


kan lendutan D 1

'
!
'-......--'
. 4 H1

( g ) D iagram H-d .

G am b ar 3 . 1 4 Portal d e ngan kaki m iring.

Dengan m e m p erhatikan gam ba r 3 . 1 4 dan rn e m perhat i kan bahwa de


fo rm asi <l k i b a t Jiberikan nya l e n d u t a n D dan D , Jdalah sama cle n gan
r
c ont oh-c o n t oll yang l alu . m e1k a akan clapat d i t ur u n kan m a t r i x [ A l dan
[S] .
'

.... d 1
r \
0
"
0 J r 0
14

1
0 .... d 2 0
4 4

i
[A ] 0 .,_ -
d3 0
n 3
I
-, - --
!
.... 0 4 J
n
-
5 I
J 0
? 5 os

5
' -
8 0 <- d 6 0 IJ
-. ) 3
t cl' t
DJ=! :J 2 I D3= l

l I

2
4
0 0 0 0

J
4
4 4
0 0 0 0

4 ( 2) 2 ( 2)
[s] 0 0
Ll Ll 0 0

2 ( 2) 4 ( 2)
0 0
Ll Ll 0 0

4 2
5
0 0 0 0
5
2 4
0 0 0 0
5 5

10 5 0 0 0 0 1

5 10 0 0 0 0 2

El 0 0 20 10 0 0 3
= TO 0 0 10 20 0 0 4

0 0 0 0 8 4 1 5

8j
I
0 0 0 0 4 6

2 3 4 5 6
Se l a n j u t n y a
T

sl f * l
[ K} [A ] [S) [A)

10 5 o

l
0 0 0 0

I _;_
j
1+ 1+ - 3 - 3 3 3
l I l I I
5 10 0 0 0 0 I 0
I
Lf

l
El
0 20 1 0
= 0 1 1 o o o -1
10 0 0 0 - J 0
o o o 1 1 0 3

0 1 0 20
- 1
0 0 c o
5

J
0 0 0 0 8 4 0

0 0 0 0 4 8 J 3 0 1

1 15
,.-

t
4
0 0
1
4
0
15 15 1
4 4 - 3
-10 -10 4 4 0

::
El
-
1
5 10 20 10 0 0 0
10 3
1
3
0 0 10 20 8 4 0
1
0 0
3

1 1 , 20 8 -6 , 25 -6
El
[ K ] = TO -6 , 25 30 10
-6 10 28

740 1 15 1 17'5
1 15 2 7 7 ' 82 - 74 , 58
6 8 70 , 1 7
1 17,5 - 7 4 , 58 297 ' 1 8

1 , 077 0 . 1 67 0 ' 1 71
1
0 , 1 67 0 , 40 4 -0 , 1 09
El
0 , 1 71 -0 , 1 09 0 , 43 3

0 ' 1 67
0 , 404
0' 1 71
- 0 ' 1 09
r333.34
l -1 00

- 0 ' 1 09 0 , 433 500

I 16
= [ S ] [A]

1
{H } {D}
I
10 5 0 0 0 0 0 0
1i
1

r
5 10 0 0 0 0 1 0
1i


4 2 7 . 82 3 / E
= a
E1 1 I 0
0 0 20 10 0 0
- 3
1 - 38 , 92 1 /E I 1

l lj
0 0 10 20 0 0 0 1
- 3
1 284 , 1 5 2 / E
0 0 0 0 8 4 0 1
3
0 0 0 0 4 8 1
3
0 0

15 0
4 5
15 10 0 4 2 7 , 82 3/ E I
4
= a
EI
-10 20 10 - 3 8 , 9 2 1 /E I
-10 10 20
4 2 8 4 , 1 52/E I

1
0 8

4 0 4

1 40 , 9 7 3

r
121 ,513 2

=
{H } - 22 1 , 5 1 4 3

1 0 1 . 560 4

3 9 8 , 45 1 ::J

2 3 4 , 790 5

r -- -l
r i4o.9DII
Momen a kh i r

= 1 40 , 9 7 3 k g . m

l'I I , 5 1 3 kg . m
M
A I
= I f 2 J , ) f )\ 12I
I
MC

-
A
i
I I
1
MC = 400 kg . m

!
=
: - 4oo I
E

'
MC = ! -22 1 , 5 1 4 - - 5 00 == 2 78 , 48 7 kg . m
D
i
I
MD = 1 0 I , 560j - +5 0 0 = - 3 9 8 , 4 4 0 k g , ,1]

'
l

I
C
= 398 , 45 1 1
'
MO 398 . 4S l kg . m
B
_:_7 9 0 j
'
M = 2 8 4 , 7 90 k g . m
B L_ - - - -1

H "lomen p r i ne r
3.4.4. KONSTRUKSI RANGKA BATANG DENGAN TITIK HUBUNG
ENGSEL.

Pada pas al-pasal y ang lalu. telah dibahas a nalisa struktur dengan sam
bu ngan kaku dimana d c form asi normal m asih diabaikan.
Sekar:.mg akan dapat d ianalisa konstruksi rangka batang yang j us t ru
dianggap hanya m e ngalami d e fo rm asi normal (axiall saja.
Sebenarnya p roses analisa adalah sama dengan yang telah dilakukan
pad a p asal-pasal yang lal u . hanya berbeda pad a cara m em beri kan
vektor lendutan d i m ana hanya ada vcktor lendutan translasi saj a .
dan p a d a m at ri x S yang menyatakan hubungan gaya dalam clan
d eform asi. baik gaya d alam m aupun d e form asi yang t im bul hanyal ah
bersifat axial saj a.

OOOKG
Sekarang lihat contoh d i b aw ah i n i .

Contoh 3 .9 :
A
AE
J C AE
B

AE : I . 50
AE

2 . 00
""'--?> 2 00 0
2 . 00
KG
( a) Rangka batang y ang akan dianalisa .
.f/
',
1
-.__./

lbl S t ru kt ur dasar y ang d i kekang.

o, LD-2
5

D3 r D L.

Ic) Deraj at ketidak-tentuan ki ncmatis : 4

i18
Q r = - 1000

( d ) V e k t o r gaya luar yang kores p o n ding d e n ga n


l e n d u ta n D .

( e ) Diberikan D 1 = 1 satuan

( f) D iberi kan D2 = sa tuan

i g ) D iberibn D 3 = 1 atuan

I h 1 D i beri kan D = 1 s a t u an
1 19
,
- --

( i ) Diagram H -d
Gambar 3 . 1 5 K onstruksi rangka batang.

Memperhatikan gam bar 3 . 1 5 . akan dengan m udah dapat ditentukan


m a trix [Al . yaitu matrix y ang m en ya takan hubungan deform asi dan
lendutan.
Dari gambar 3 . 1 5 . e , un tuk D 1 = I
dl = 0
d2 = 0
d3 = I
d4 = 0
d5 = 0

Dari gam bar 3 . 1 5 . f. u n tuk D2 = I

-
dl = 0
d = l
d3 = 0
d4 =
0
d5 = 0
Dari gam bar 3 . I S . g. un tuk D 3 = I
dl 0=

-
J .., = 0
I
-I -
=
d ,'

- 1. -
= ' -
d4 Sin a = .) / )
LL = Sin a = 3/5
Dari gam bar 3 . 1 5 . h . untuk D 4 =

c , =
0
d, =
0
d3 =
0
d4 = Cos
I. a = 4 5
d, =- l. Cos a= -4 5

! 20
J alii mauix [ A ]

+
0 0 0 0 dl

+
0 -1 0 0 d2

[A ] = 0 -1 0 +
d3

3 4 +
0 0 d4
5 5
3 4 +
0 0 ds

)
5 5

t t ....
I t

D1=l Dz = l D3= l D4 = l

Sesuai dengan apa yang telah d isinggung d i bagian depan pada pasal
ini. maka elemen-elemen pada konstruksi rangka batang ini hanya
menderi t a deformasi axial saja. yang dengan d em i ki a n hanya m cn im
bulkan gaya dalam norm al saj a. K arena d isini mem b ahas konstruksi
yang elastis, m aka hukum Hooke akan berlaku karenanya.

I AE
L
I :.
lI d
'I H

Gam bar 3. 1 6 Batang y ang menderita gaya norm al H


dan mengalam i deformasi ax ial d .

Melihat gam bar 3. 1 6 ,

U.36 l

Dengan d e m i k ia n :

AE d U . 3 7)
L
H =
.

J i m an a A E mc nyatakan kckakuan a x i al J a ri bata n g pada gam b ar.


L

Dcngan m e l ihat persam aan 1 3 .3 7 l . m ak a jelas dapat d i k e ta h u i bahwa


m atriX f S ] a k an terdiri J a ri clC !ll L'Il-C!em e n ke kakuan ax ial. y a i t ll

12!
A E
1 1
L
0 0 0 0 1I
+
H1

I
1 A2E
2 +
0 0 0 0 H2
L
2
A E.3
[S]
3
0 0 0 0 + H3
L
3
A 4E 4
+
0 0 0 0 H4
L4

I 0 0 0 0
A E5
S + Hs

l
L
s
...
f ' t t t
d l= l d 2= 1 d 3= 1 d 4= 1 d 5= 1
Dengan d e m ik ian sekarang sudah dapat d ihitung m atrix k ekakuan
[ K ] , yaitu :
[ K ] = [ A] T [ S ] [A ]

l
r l I
l
0 0 0 0 0 0 0
2

I
I

l2

II
0 0 0
0 0 0 0 0 -1 0 0 I

-1 0 0 0
I
0 -1 - l - 0 0 3. 0 0
3
I 0 (AE ) 0 -
1 0
5 5

l
I
3

\I
=

I
4 4
0 0 0 3. 0 I 0 0
3
5
4
-
5
0 0 0
5 5 5
) II
J l
I I

3 4
0 0 0 0 3. 0 -- - -
5
0
5 5
l
I

l
2 0 0
0 0 0 0 0
3
0 -1 0 0
0 0 0
2 2
AE -1 0
1 0
2 6 - 6
25 0 0
3 4
25 5 5

JI
0 0
3
8 3 4
0 0
25 5 5
0 0 0
5

I
I

)
1 .2 2
2 2
0 0
3 3
[ K] = AE 0 0 0
2 3 58 0
0
3 3 75
64
0 0 0
1 25

l
Untuk m e nghi t u n g [ K J -- 1 , d igunakan m e tode partitioning.

2
0 : - 0

[ K]
1 : 0

}
= - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

-
Af
i
o I o
3 375
I 64
0
1 25

(i)

1 r- 1 1
(
2

J l
0

J
=
3
-
3
2
0 0 0 0
l

(i i )

1 :23
(i i i)

{ Ha s i 1 ( i i i ) } . K12 = (l 1
-0

[!
l :
( j V)

K2 2 - { H a s i 1 ( j V ) } 0

( 36
m
I

0
(v )

Bi 1a di t e n t uk a n

[ F] [ K] - 1

d i ma n a

1 :' 4
maka
-1
F zz = {Has i 1 ( v) }

36
1 25 0

1 25 (Vj )
64
0

F2 1 - F22 { Ha s i 1 ( i i i ) }

3b
1 25
0 -1 0

3b
1 25 0
0 0

3b
1 25 0
= (Vj j )
0 0

F 1 2 = - { Has i 1 ( i i ) } Fzz

- r
36
1 25

l
-1 0 0
=

1 25
64
0 0 0

r 1 25
I
!
I
i
.., 6
)
0
II
I
!
I
(V j j i )

I 0 0 I
I l
\ /

r 1 25
6 1

l
0 0
F12 { Has i 1 ( i i i )
-

0 0 0

1 25
r 1 25
l
- 36 ( i X)

J
0

"
=

0 0
I'

{ Ha s i 1 ( j X )
-1
Fll = Kl l - }

[ ] [ - 36
l
1 25
0
=
0

[m
l
36
0

l
1
l
I 25
3679 o
36
O

[F) = l
AE 1
__ l--------1-------- - -

J
I 25 i 1 25
- o I - o
I
I
36 I 36
I 1 25
64"
o o o
l
! I
I

U n t u k m ng:h itung lenduta n . tetap d ipakai p e rsam aan ( 3 . 24 ) :

{D} = [ K] - 1 { Q }

1 26

11
(
\

36
I
1 25

I
I

Dl 0 0 - 1 000

Dz 0 0 0

D3 = AE1 3b 36
1 25 1 25
0 0 0

0 1 25
l 64) l
I D4 0 0 2000

- 49 7 2 ' 2 2
=
1
-
0
AE
- 3 4 7 2 , 22
3906 , 2 5

Selanj u tnya :

{H } = {D }

1 r\
[S] [A ]

1
2
0 0 - 4972 , 2 2
1
2
0 o 1 o

2
= 3
0
2
3
0 - 3 472 , 22

6 8
0 0
25 25
- __ 8
3 906 , 2 5

\
0 0
)
25 25

r l
I
= - 1 000
1 208 3 , 3 3
i -4 1 6 , 67 '
)

_., ,
1_
Jadi :

Gaya batang nomor H1 0


=

R2 0
=

3 H3 = 1 000 kg ( te kan)
H4 = 20 8 3 , 3 3 kg
-

4 ( tarik)
5 H5 4 1 6 67 kg
=- , ( te kan)

Con toh 3 . 1 0

_...__

I
?,M
I
-----
1
GM GM

t g Cl = 3 / 4
(a) Rangka b atang yang akan d ianalisa (dengan luas p enam pang
batang dalam c m 2 ) .

CD

k ) D eraj a t k e t idak-tentuan kinem atis : 5

1 28
' o, 1

I ct5 . ,

/.
- - -
j '
.\ _ 1__
. -
\
I \
\

\\

( d ) D i b eri k an D 1 = 1 s a tuan

( e ) Diberi kan D2 = 1 satuan

( f) Dibcrikan D3 = I satuan

( g ) Di bcri kan D4 -= s a tuan

1 29
---- --- ---

Ds

( i ) D i agram H-d

Gambar 3 . I 7 . Konstruksi rangka b atang statis t erte n t u .

Mem perhatikan gam bar 3 . 1 7 . a k a n didapat matrix ddorm asi [ A] .


Perl u d iperhati kan d isi n i . karen a perletakan sebelah kanan dalah
p e rl e takan g:eser. m ak a perlu diletakkan satu vektor Iendutan D
d isini (gam bar 3 . 1 7 c ) . sehi ngga deraj at ke t idak-t e n tuan ki n em atisnya
m e njadi 5 ( i im a ).

Dari gam bar 3 . 1 7 . d . un tuk D 1 = L


J, = 0.8
dl = 0
d3 = 0
d4 = 0.8
J5 =

Dari gam bar 3 . 1 7 . e . u n tuk D = I.


J, 0.6
ct 0
d} = 0
d4 = 0_6
d = 0

1 30
D ari gambar 3 . 1 7 . f, u n t u k D = 1.
ct , = 0
d2 = 0 , 3 8 5
d3 =
0.385
d4 = 0
d =
-1
:;
Dari gam bar 3 . 1 7 g, u n t u k 04 = 1.
dl = 0
d,., = 0 9 3
d3 = - 0.923
d4 = 0
d =
0
s

Gam bar 3 . I 7. h untuk D5 . = 1.


ct , = 0
d2 = 0
d3 =
0,923
d4 = 0.6
ds = 0

Jadi m atrix [ A ] :

0,8 +
0,6 0 0 0 dl
+
0 0 0 , 38 5 0 , 923 0 d2
[A] 0 0 0 , 38 5 - 0 , 923 0 , 923 + d3
0,8 -0 , 6 0 0 0,6 + d4
+
0 -1 0 0 ds
t + ... ...
t I I

r
D 1=l 0 2= 1 0 3= 1 0 4= 1 O s= l

M atrix [ S ] terd iri dari elem e n-el emen kekakuan axiaL yaitu :

1
AlEl
0 0 0 0
L2
A 2E 2
o
I 0 0 0

[ S] = 0 0 0
L3
A4E4
0 0 0 0
L4
AsE s
0 0 0 0
Ls

I}I
li
r
,
il
I
25 E
2 . l 000 0 0 0 0
0 65 E 0 0 0 2
4 . 6so
[s ] 0 0 65 E 0 0 3
4 . 65 0
0 0 0 65 E 0 4
4 . 65 0
0 0 0 0 55 E 5
6 . 550
2 3 4 5

( 025 0
50
0
0
0
0
0
0
E
(S] = 2 0 00 0 0 50 0 0
0 0 0 25 0
0 0 0 0 33 , 33

[ K]

r
Ma t r i x kekakuan
T

r
(K] =
[A] [s ] [A] ',

o.B 0 0 0,8 I 25 0 0 0 0
0,6 0 0 -0 , 6 0 0 50 0 0 0
I
E

l l
0 0 , 385 0 , 385 0 - j 0 0 50 0 0
I
2000
0 ,923 -0 ,923 0 o o 0 0 25 0
0 0 , 92 3 0 , 6 0 0 0 0 0 33 , 33

( 0 l
I
0,8 0,6 0 0
I 0 0 0 , 38 5 0 ,923 0
I
I 0 0 0 , 385 - 0 , 92 3 0 ,923
I o , 8 -0 , 6 0 0 0,6
l l 0 -1 0 0

1 3 .2
20 0 0 20 33 , 33 0,8 0,6 0 0 0

15 0 0 -1 5 0 0 0 0 , 385 0 ,923 0
E
0 1 9 , 25 1 9 ,25 0 -33 . 33 0 0 0 , 38 5 - 0 , 9 2 3 0 , 9 2 3
2000
46 ' 1 5 - 4 6 ' 1 5 0 0 0 , 8 -0 , 6 0 0 0,6

0 0 46 . 1 5 15 0 0 - I 0 0
/

( K) =
E
2000
r 65 , 33

-33 , 33
18
0

0
- 33 , 33

48. 1 5
0

0
12

-9
1 7 .77

0 0 0 as. 19 - 4 2 , 60

12 -9 1 7 . 7 7 - 4 2 , 60 51 '6
\..

[ K] -
1 "1' r 0 , 086 3

-0 ,0544

0 , 0 999
-0 , 0544
0 . 1 02 9

-0 ' 0726

0 , 04 7 3
s yme t r I s
0 ' 1 4 36

-0 . 0726 0 , 0 59 1

l -0 . 1 088 0 , 09 4 7 -0 , 1 452 0 , 09 4 7 0 ' 1 89 1

1 72 , 6

- 1 08 , 8 205 , 8 s yme t r i s
I 2 87 , 2
1 99 , 8 - 1 45 , 2
E
- 1 08 , 8 94 , 6 - 1 45 , 2 1 18.2

l
-21 7,6 1 8 9 , il - 29 0 , 4 I 89 , 4 3 78 , 2
/

Lendutan vang t e r j ad i
-I
ID\ = [K] I Q}

133
r
------ -- - -

+
- 1 72 , 6 Dl
+
+ 1 08 , 8 D2
1 00 0 0 +
{D } - 1 99 , 3 D3
E
+
+ 1 08 , 8 D4
+2 1 7 , 6 .... D
s

Se 1 a n j u t n y a

{H} [S] [A] { D }

(
\ -
20 15 0 0 0 - 1 72 , 6

;::- v
"
0 1 9 ,25 46 ' 1 5 0 1 08 , 8
= --
I 0 0 1 9 , 25 -46 ' 1 5 46 ' 1 5 - 1 99 , 8
1 00 0 0

I -15
2000 E
20 0 0 15 1 08 , 8

33 . 33

l
0 - 33 , 3 3 0 0 217,6
\,

- 9 1 00

t
5874 , 8 2
3
H} 5874 , 8

J
4
- 9 1 00
5
4533

J a d i d i d a o a t g a y a - g ay a b a t a n g

Hl - 9 1 00 k g ( t eka n )

H2 =
5874 , 8 kg ( t a r i k)

H3 5874 , 8 kg ( t a r i k)

H4 - 9 1 00 kg ( t e ka n )

Hs 4533 kg ( t a r i k )

1 34
Contoh 3 . 1 1

A.-4-----+--____. B ( a ) rangka batang yang akan d ianalisa,


A E konstan

3 000 kg.

D:J I-..J.(S)s,;...4-.-- -- --71(,--- 0 b I d c r.>j a tkc ti dak- t e n tu a n ki n em a-

(0
02 D2 t i s : 3 ( m e n gi ngat adanya keadaan
sime tris pada rangka batang ini)

r ..:Q: 3 -:
Q3 ?---+---+.c; 0
I' l
,
Q 2 f0Oz -=
\c) v c kt or gay a luar y ang korespon-
0 d i ng d e nga n w kt o r l e n d u t a n

1 35
( d ) diberikan l e n d u ta n se besar
\
'/ I satu an
\
\ I
\ I

1
\ I
I
I = 1 sat u an
I

- 0.8 ( e ) d i berikan l e n d u ta n D se besar


l s a t u an

0. 8

I \
I \
\

( f) d iberikan kndutan D:1 se besar


1 sa tuan
I
I
I

H
03 = 1 satu:m

Gam bar 3 . 1 8 anal isa rangk a batan g s ta t is tak t e n tu t i n gkat J .

1 36
d ,
Sesuai dengan tahapan yang tebh dijelaskan dibagian depan, m ak a
d i bawah i n i akan ditumn kan bert urut-turut matrix ( A ] , ( S ] d a n ( K ] .

0
0 ,8

0,8
- 0,6

- 0,6
l
of--- d
2

0,8 - 0,8 - 0,6 f-- d


[A]
3

0,8 - 0 ,8 - 0 ,6 d
4

0 0 - 2 E--- d
5

0 0 d

t
J. 6
I

Ar E
I

D,
I
D D
" 2 3

/
5

..) 0
AE /
c

I AE/
i
[S]
I
5

I AE
I
I
5

I
I

I
AE /
I 0
I 6
I

l
AE I
I
8

(K] [A
]T :sJ [AJ
(
38 1 - I

I
256 j 92

AE - 256 5 ', _?
I
I

I
0
1 00 0

-
)
1 92 0 95 4 , 6

J3.7
{ Q}
==
[ K] { D}
[ K ( { Q}
1
{ D} ==

4 , 66 5 2 , 333 0 , 93 3

-1 1 2 , 333 3'1 14 0 , 467


[ K] = -

AE

0 , 933 0 , 467 1 , 2 38 J

D Q
1 1

D
-1
2
==
[ K] Q
2

D Q
3 3

I
I

4 , 66 5 2 , 333 0 , 9 33 3 000

=
1 2 , 333 3'1 14 0 , 46 7 0
AE

0 ,933 0 , 46 7 1 , 2 38 0
r

'
i
D
l I
1 3 995

l
D
1 6 999

'
2
.A.E

D 2799
3

Jad i D 1 3 995 I AE ( -1-

D 6 999 I AE ( +
2

1 38
D 2 799 I AE D k i r i a ra h -+
3
=
3
D kanan a ra h +

Untuk rangka batang d engan deraj at k e tidak-tentuan kinem atis yang


besar, m ak a cara analisa de ngan m e tode ke kakuan ini menj adi tidak
p raktis lagi.
Untuk itu dapat d ipakai cara analisa y:mg lai n , an tara lain :
m e tode kekakuan dengan cara superposisi l angsung ;
- m e tode f1eksibilitas.
Kedu:1 c :.;.ra tcrsebut bert u m t-tuntt akan dibah as dalam bab-bab
bcrikut ini.

1 39
4
METODE SUPERPOSISI LANGSUNG
4 . 1 . INTRODUKSI

D alam bab yang lalu. telah dicoba menganalisa stru k t u r dengan m e


tode matrix, dalam hal ini metode kekakuan y ang u ru tan kerjanya
mem enuhi t iga p rinsip u tama :
kontinuitas dari deform asi ( kompatibiliti)
hubungan gaya d alam dan d efom1asi elem en
kesetim bangan gaya luar dan gaya dalam.

Selanjutnya akan d ip erlihatkan cara u n t uk m enyederhanakan p roses


an alisa di atas yaitu dengan menu ru n kan suatu matrix kekakuan stan
cl a r d ari satu elemen struktur. yang dapat d ipakai sec ara u m u m .
A d a beberapa cara y a n g d ikenal u nt u k m e n urunkan matrix ke kakuan
elem en, antara lain :
metode unit lendutan
teorema cas tigliano ( pertama)
metode i nversi.

Cara yang pertama. adalah suatu mctode langsung. yaitu secara tang
sung m e nghitung gaya-gaya yang t im b ul clititik-t i t i k d iskri t bila pada
satu t itik d i an taranya d i berikan lendutan sc besar satu satuan (u nit len
du tan) clan titik yang lain sedemi kian rupa akan clip egang t ega k pad a
tem patnya. Seg$1 b isa d i d apat hubungan gaya dengan lencl u tan
yang b isa d isaj i kan d alam bentuk matrix .
..

Cara yang kedua adalah berdasarkan penggunaan langsung tcorem a


C as t i g l i ano p e rt am a . y a i t u d engan cara m enyatakan persam aa n s t ra i n
e n ergy sebagai fu n gs i d ari lendu tan. u n t u k kemu dian pe r sa m a a n ter
sebut d i-diferensiir terhadap len dutan yang bersangk u t an .
Hasil bagi d i fe re n s i <:>.l i n i akan m ;:mberikan gay a-gay a y a n g t i m b u l di
titik d iskri t scbagai fu n gsi d a ri l e n d u t a n .
De ngan c a n i n i a k a n bi c,a d iperolch hubungan gaya d en ga n k n d u rJn .
C a ra yang k c tiga. a k a n d i ura ib n lcbih m e n d e t a i l d i bawah i ni .

4 . 2 . METODE INVERSI UNTUK MENURUNKAN MATRIX K


Tinjaulah satu s u s u n ga va cl a n k nd u t a n y a ng k o r c s p o n d i n g "<l t i ! s<. m a
lai n . yang m c m L n u h i suatu h u b u ngan s e p e rt i d i t u nj u k k a n o l c l1 pcr

=
samaan (3 . " l
{ Q} [ K] { D }
yang m an a b i l a d ila k u k a n partisi. d a p a t d i hasilkan h u b u n g:J n m a t ri x
cbagai bcrik u t :

1 43
(4. 1 )

dimana { Ql } dan { D 1 } , { Q2 } dan { D 2 } , m asing-m asing adalah merupa


kan him punan beberapa gaya dan lendutan yang koresponding satu
sama lai n . dan m atrix f K] ialah matrix kekakuan yang m enghubung
kan m atrix { Q } dan { D } , yaitu :

[ K] = [---f----]
K2 1 I
I
I
K2 2
(4. 2 )

D idasari oleh persamaan (4. l ), maka akan dapat diturunkan matrix


kekakuan [ K ] . dengan menggunakan m etode i nversi.

\{engingat pada partisi yang telah d i b uat sesuai dengan persamaan


< 4 . 1 ), maka proses menurunkan m atrix [ K ] secara garis besar dapat
dibagi dalam e m p at tahap utama.

TA HAP l A!n bil D t = Dt , D2 =0


Qari p rinsip t1eksibilitas. d ituru n kan m a trix t1eksibili
J:a F 1 l Karena { Ql } dan { D
1} adalah susunan gay a
Jan lendutan dititik d iskrit yang koresponding satu
sama lain, m aka akan dapat dengan m udah d i t u run kan
hubungan :

{ Dl } = [F1 1 ) { Q1 } (4. 3 )

dimana matrix [ F 1 1 ] mem pun yai elemcn y ang m eru


pakan koetisien tleksibil itas. yaitu suatu koet1sien yang
m e nyatakan berapa harga lendutan {01} b ila d i ke rja
kan gaya { Q1 } sebesar satu satuan dit itik-t i t i k diskri t .

l n vers d ari persamaan 1 4. 3 ) dapat d inyatakan sebagai :

{Ql } = ! Ft l ! - I {D l} 1 4 .4 )
Dari persamaan < 4 . 1 1 :

{Ql } [Kl l] {Dl } (4.5 )


lF1 1 I - 1
=

m aka lK! l J = 1 4 .6 )

T..\ HAP 1 1 L ih at kcsetim banga n gaya-gaya :.tn tara { Q 1 } dan { Q2 }.


Berdasarkun p rinsip k esc t im banga n ga:a-ga y a . t kan
h is:1 t.l idtpatkan suatu hubungan :

1 44
{ Q2 } - [A ] {Ql } = 0 (4 . 7 )
a tau { Q2 } = {Q }
1
[A ] (4.8 )
d im ana [ A ]
m e ru p akan m at rix yang m e n yatakan
hubungan antara { Q2 } dan {Ql } .
Subst i tu sikan persam aan ( 4 . 5 ) k e dalam persam aan
(4.8) :

{ Q2 } = [ A ) [ K l l ] { D l } (4 . 9 )
Dari p ersam aan ( 4 . 1 ) :

{ Q2 } = [ K 2 1 J { D l } 1 4. 1 0)
maka [ K2 1 l = [ A I [ K 1 1 l (4. 1 I )

TA HAP I l l : Dari t e o re m a resipro k , a ka n d idapat :


T
[ K 1 2 l = [K2 1 l ( 4 . 1 2)

TA HAP I V Am bil D 1 -= 0. D2 = D2 .
Sama d e n ga n p roses yang d i te m p uh p ad a t a h a p I . d i
turu n bn 1 n atrix f1 e k s i b i l i tas [ F 2 2 1 . y a n g m e m e n u h i
h u b u ngan :
{ D2 } [ F 2 2 ] { Q2 } (4. 1 3 )

a t au ( 2. 1 4 )
{ Q2 } = [ F2 2 ] - 1 { D 2 }
Dari p ersam aan ( 4 . 1 ) :

{ Q2 } = [K22 ] { D2 } ( 4. 1 5 I

. t -.
m aka t ( 4. 1 6 I

Dengan d e m i k i a n selesailah s u d a h p roses m e n u ru n k an m a t ri x f K ] se


suai d e ngan p ersam aan ( 4 . 2 ).
U n t u k m c n u nj a ng penje lasan yang t e l ah d iu ra ik an di a t as . a k a n cli per
l i h a tk an s a t u c o n roh yang a m a t sede rhana d i bawah i n i .

CD
0., - o,

C a m bar 4 . 1 F k m e n pcgas d e ngan d u a v e k t o r ax ial d i uj u n g


,' k m e n .
Pegas d e ngan K c) e fisien k e ka k u a n k l gam bar 4 . ! 1 m e m p u n v a i d u a v e k
tor g a p k nd u t a n y a ng axial d i uj u ng n y a . ;. a i t u v e k t o r I ( 1 d a n 0 1 )
Q
d a n v e k t o r 2 1 02 d a n D 2 ).

S e k 1rang a k a n d i coha u n t u k m e n u ru n ka n m a t rix. k e k a k u an n y:1 . se


h i n gga m e m e n u h i h u b u n gan cperti d i t u nj u k k a n p ersam aan t 4 . ! )

1 45
Sebagai m a n a tclah d iuraikan d i atas. p roses m e n urun kan m atrix [ K )
d i b agi a t as e m p a t tahap.

TAHAP I D ari Hukum Hooke :


01 = k . D1
liidapat

TAHAP ! I M elihat kesc t i m b an ga n gaya 0 1 d a n 0 2


0 1 + 02 = 0
02 = - 0 1
M e l i hat pacta p ersam aan ( 4 . 8 ) :
02 = A 01
a kan jelas bahwa :
A = - I
M e l ih a t p ad a persamaan ( 4 . 1 1 ) :
K 1 A . K1 1
K 1 = - l. k
Jadi K = - k

TAHAP I I I Dari teorema resip rok :


K l = [ K l ]T
li i d apat

T AHAP I V : D ar i Hukum Hooke :


0 = k. D
akan d idapat p u l a :
K, , = k

De ngan d e m ikian sdcsailah proses secara kLseluru h a n . dan d id a p a t


m atrix [ K j .

[K]
[ _: : J -

yang b il a d im asukka n pada persam aan ( 4 . 1 ) akan m e n gh asilkan su atu


hubungan

146
yang sesuai ctengan keactaan pegas pacta gam bar 4 . 1 .

Melihat p roses yang telah ct iuraikan ct i a tas, m ak a u n tu k m e t o ct e inver


si ini. telebih ctulu harus ct icari m atrix t1eksibilitas [ F ] . sua tu 1m trix
yang men y at a k an hub ungan lenctutan-gaya.
U ntuk me ncari berapa harga lenctutan yang terj a ct i aki bat bekerjanya
gaya-gaya. b isa ct ipakai prinsip kerj a virtu il .

Acta ctua b e n t u k u m um u n t u k m e nyatakan kerj a virtuil e x te rn al


ctan kerj a virtuil komplimenter ex ternaL y aitu
oW E = Q . o D (4. 1 7)

oW E = oQ. D
d an
(4. 1 8 )

Persam aan ( 4 . 1 7 ) menyatakan kerj a virtu il e x t ernal sebagai akibat


d iberikannya suatu lendutan virtuil o D pacta gaya riil Q: sectangkan
persam aan ( 4 . 1 8 ) m e n y a takan kerja v irt u il kom plim e n ter sebagai
akibat diberikan suatu lendutan riil D pacta gaya virtuil o Q .
Dalam hal m e n cari h u b u ngan l e n d u tan ct a n gaya. kita akan m e m akai
p rinsip k e rj a virtuil k o m p l i m e n t e r sebagai ctasar perhitungan.
D ari p rinsip kerj a ctan en crgi , m aka kerj a v ir t u il e x ternal harus sam a
de ngan kcrj a v i rt u il inte rnal. y a i t u :

(4. 1 9 )

d im an a 6 W E m c n y a t a k a n kcrj a v i r tu il e x ternal. <S W I m c n y at a k " n


kerj a virt u il i n ternal.

1 d i h a t p ada p c rs a m a a n ( 4 . 1 8 ) . m a k a p crsam aan ( 4 . J l) ) b i sa j u ga d i


nyat:tkan sebagai :

( 4 . 20 )

Se bagaim ana dike tahui, gaya i n t e rn al m d i p u t i gaya nom1 al . gayJ


gescr. gaya rnomen l e n t u r d ,tn gaya momcn t o rs i . Masi ng-m asing gay:1
i n te rnal b isa m el a k u k a n k c rj a . yang b c r t u ru t- t u ru t akan d in y a takan
oleh p c rsamaan ( 4 . 2 1 l :

1 47
(4 . 2 l . a)

(4 . 2 I . b)

( 4 . 2 1 .c )

f4 . 2 l . d )

nx gay a nonn a l y a n g t im bul din yatakan se bagai fu n gs i x . seba


gai a k i b a t d ikerj ak a n n y a gaya v i rt u il o Q .
Nx = gay a n o rm al yang tim bul. d i n y atakan sebagai fu n gs i x .
s e b agai a k i b a t d i k e rj a k a n n y :.t gay a l ua r Q .
vx = gaya geser virt u il
Vx = gay a geser akibat gaya luar.
mx = momen l e n t u r v irtuil.
Mx = momen lentur a ki b a t gaya l uar.
tx = rn o m e n t orsi v i rt u i l .
Tx = m o m e n t orsi a k i b a t gJy a luar.
L panjang elem e n .
A luas pe n am p an g elem e n .
Av = luas effe k t i f terhadap geser.
mom e n in ersia sum b u d ari penam pang.
J m o m e n in ers i a polar d a ri p e n am pang.
E m o d u l us dastisitas d a ri b a h a n .
G modu lus geser d a ri b a h a n .

Den gm J e m i kian b il a d ituliskan ec ara l e n gkap :

6Q . D =
6W 1 ( n o rma l ) + oW 1 ( g e s e r ) + 5W 1 ( l e n t u r ) +

1 48
a t au
L n . 1 L V .V L m .M
oQ. o
X X X X X X
= f dx + f dx + f dx +
0 EA 0 GAv 0 El

L t .T (4 . 2 3 )
X X
f dx
0 GJ

Am b il o Q = 1 , m a k a p ersam aan (4 . 2 3 ) akan m e njadi :

L n .N L V .V L m .M L t .T
X X X X X X X
dx + f dx + f
X
D =
f dx + f dx
0 EA 0 GAv 0 El 0 GJ
(4 . 2 4 )

Persamaan (4 . 2 4 ) i n i a k a n m enjadi dasar dalam m e n ghitung lenduta n


u n tuk menur u n ka n m atrix fleksibili t a s [ F ] p a d a p asal-pasal selanju tnya.

4 . 3 . MATRIX KEKAKUAN ELEMEN BALOK

... ..
9

L:x
12

G am bar 4 . 2 . Elemen balok denga n v e k t or-v c k t o r gaya-len


d utan d i uj ung elem e n .

L ihat dem e n b al o k l u m s pada gam bar 4 . 2 . denga n v e k t o r-ve k t o r gaya


dan lendutan yang sesuai pada u i u ng elemen . Arah positip vekt or
vektor terse b u t d i n y atakan oleh arah tanda anak p a n ah vektor ber
sangkutan.

Selanju tnya harus dituru n ka n kekakuan dari demen bal o k ini. Sesuai
dc ngan penjdasan pada pasal sebel u m n y a . digunakan prinsip kerj a
v i r t u i l . y a n g dalam b e ntuk umumnya sesuai d e n gan a p a y a n g te lah
d id apat p ada persamaan (4 . 2 4 ) , sebagai b e ri k u t :

1 49
r
I

=
Ln N L v V L m M L t T
X X d X X d X X d
0 f x + f x + f x + f dx
o EA o GAv o El o GJ
dalam hubungan m e nuru n ka n m a trix kekakuan K dari eleme n b alok
ini, b e b erap a asumsi akan d iam b il . a n t ara lain :
eleme n d ianggap homogin sem p urna
elem e n d ianggap elastis.
U n tu k mempermudah p roses m enurunkan m at rix ke k akuan K , d iada
kan p artisi vektor gaya dan l e n d u ta n , sebagai berikut :

I
I
I
Ql I 01
I
I
02 Kl l K1 2
I Kl 3 K1 02
I 4
t4;
I
I 06
-----
I I I
- - - - - r - - - - - - r - - - - -- - r - - - - - -
I I I
Q7 I I I 07
I I I
I
Q K 2 1 I K 2 2 II
I
K2 3 K2 Ds
s I I 4
I I
Ql 2 I I D12
-- ---
- - - - - I I
- - - - - , - - - - - - , - - - - - - -
I -----
r
- -
(4 . 2 5 )
I I
Q4 I
I
I 04
I
Q3 K3 1 K32 I K3 3 K3 D3
I 4
I
Q 5 I Ds
I
- ----r---- - - r - - - - - - - r -- - -- -- -- - - -
I I
I I
Ql o I I 01o
I I
I I
Q9 K4 1 I K4 2 I K34 K4 4 Dg ,
Ql l On

l
Se karang d i ti njau :

1
Ql
o
,
J
Q2 [K l l 02 ( 4 . 26 )

Q6 DE j

o,

Q. 1 +- - -
I
-r- -

----4 X

G am bar 4 . 3 . balok l u ru s y ang t e r k e n a g a y a n o rm a l .

1 50
L3 )
Oz Q z (-
=
+
L (4 . 3 0 )
GAv 3 E I zz
L 1 ( - Qz . x )
06 =
f dx
0
E I zz

2 E i zz (4.3 1 )

Melihat akibat b ekerj anya gaya 06 :

(4 .3 2 )
0
E l zz 2E l zz
l
L . Q5 Q5. L
06 f dx = --

0 E l 72 (4.33)
E l zz

B ila dinyatakan hubungan d i a tas secara m atrix, akan d idapat :

1 r Ql l
L 0 0
EA
L L3 L2
0 - +
3 E 1 22 2E i n Qz

J
GAv (4.34)

L2 L
0
2 E 1 22 E l zz Q3
'

M elihat

L3 L2 \
I Qz
L
- +
3 E 1 22 2 E l zz
II
GAv

L2 L I

I Q6
J .L
2 E l zz E I zz

akan didapat :
r_
L

{ : }-
I
EI zz

I
2
L
2E l zz
l

I r
j
2
l
f ) (
I L


02

Qz E n ZE I LZ

= 2
II
I

I
L L 2 I
+ 3
J
I
I L L L

l
Q6 I GAvE I zz I Z ( E i zz ) 2 I
ZE l zz GAv .,. 3 E l zz D fi__
I
I I,
I
J l_ )

Qz = ---...--
---
-
L" 1 2Ein
-- +
L
2
Q6 1 Z ( E i zz ) 2 GAvL 2 1 2 ( E i zz )


r
I
, ;, ,;:, q o,i
(4 . 3 5 )
__ L_"' _ o { J + 7. )
'
l
I -
L2 L
=-+ -
L3
j / l 6
J
I D
1 2 ( E Lzz ) 2 E izz ::.Av 3 E l zz

J ad i :
l Z E 1 2z
"22

6E !-zz

4 ;. 'r i E i zz
,( s 4 . 36 )
I ... I
L

!53
r
1 2 E 122
d im an a <1-z 2
GAv L

D ari persam aan (4 . 2 8 ) d an ( 4 . 3 6 ) ak an d idapat :

kl l 0
0
0

l
EA
0 0
L

=
1 2 E l zz 6 E I zz
[Kl l
) 0
( 1 + z ) L
2 (4.3 7 )

0
' ) L2
( 1 + q;-z (1 + <t7. ) L

U n t u k m e ndapat k an [K2 1 ] . sekarang dili h at pada kesetim b angan


gay a-gay a 01 , 0:::. , 0 6 dengan gay a-gay a 0 7 . Os . Q 1 2 .

IQ = 0 =
X Ql + Q7 0

IQ 0 =
y
Q2 + Q e 0

=
(4.3 8 )
IQ 0 =
z - Q6 + Qz . L Q12 0

Da r i pe rs amaan ( 4 . 3 8 )

Q7 =
-Q l

= -Q z
Qe
(4 . 3 9 )
Q l2 = L . Qz -
Q6

Bila dinyatakan dalam ben tuk m at rix :

1 54
0

-1 ( 4 .40 )

L
atau :

( 4.4 I l

dimana :

r -1 0 0

l
(4.42)
[A) -1 0

L -1

Dari persam aan (4 . 2 6 ) & ( 4 . 4 1 ) :

( 4 .43 )

tap i

(4 . 4 4 )

maka (4 . 4 5 )

-1

-1
0

0
EA
L 0

1 2E I zz
0
6 E I zz l I

( 1 + z ) L 3 ( 1 + z ) L2
0 0

6E Izz ( 11 + z ) E I zz
L -1
j
0 0
( l + z ) L 2 ( 1 + z ) L

1 55
0 0
EA
L
1 2 E I zz 6 E i zz
= 0
[ K2 1 J
( 1 + z) L3 ( 1 + z ) L2 ( 4.46 )
1> 1>

l
( 4 + 1> ) E l

J
6 E I zz z zz
0
( 1 + z) L2 ( 1 + cp z ) L
1>
Berdasarkan t eore m a resi p rok :

[ K 1 2 J = [ K2 1 J T (4.47)

Selanj u tnya analogy dengan persamaan ( 4 . 3 7 ) :

r EAL 0 0

I 0
1 2 E I zz 6E I z z
( 1 + 1> z ) L 2
[K2 2 J
z) L
=
3
I (1 + cl> (4.48)

l
i
6E I zz (4 + z ) E I zz
0
1>

( 1 + <!> z) L 2 (1 + z)
)
1> L

1 1 ] , [ K 1 2 l , [K 2 1 ]
M a k a selesailah sudah p roses m enu ru nkan [ K
clan [ K 2 2 l

G ,nn b a r 4 . 6 bal o k l urus yang terkena m omen torsi.

Dari p e rsamaan ( 4 . .2 5 ) :

( 4.49 )

1 56
M elihat gam bar 4.6 :
L t x . Tx
D4 = ! dx
0
GJ

L 1 . Q4
= ! -- d x
o
GJ

(4 . 5 0 )
GJ

GJ (4 . 5 1 )
L

De ngan p roses yang sam a seperti p roses m enunm kan persam aan
( 4 . 2 9 ) sampai d e ngan persamaan (4.3 5 ) . a kan d id apat :
1 2E I
k33 =
) L3
y
(1 + <P

6E I yy
k3s = ks3
+ <D y ) L
2 (4 . 5 2 )
(1

y
(4 + <P ) E l yy
kss
cp y ) L
(1 +
J im ana :
1 2E I
y
<P V

GA L
2
V

Dari persam aan ( 4 . 5 1 ) Jan ( 4 . 5 2 ) :

( 4 . 53 )

I Analogy d engan persamaan ( 4 . 4 5 ) :

( 4 . 54 )

1 57
r -
d imana :

1
0 0
(4. 5 5 )
[A] -I 0

J
-l -I
'
J ad i :

II

I
GJ
0 0 I
L II
1 2E I II
I
y 6E I yy
y (4 . 5 6 )
( 1 + q,y ) l 3
[ K4 3 ] =
0 2
I (I 4l y ) L
I
+
I

I
6E I yy ( 2 - <P y ) E I yy
0 2
(I + cl>y ) l ( I + cl>y ) L )
Dari teorema resiprok :
T (4 . 5 7 )
[ K3 4] =
[ K4 3 ]
Akhirny a analogy dengan persamaan ( 4 .48) :
(
I GJ
0 0
L

l 2E I yy 6E I yy

q,y) L .
0 ?
. (4. 5 8 )
(r +

J
6E I yy (4 + <P) E I yy
0

l ( I + ) L
2
( l + <P) l

Dcngan m e lihat bahwa :


[K1 3] [o ]
[K1 4] =
[0 ]
[ K2 3 ] =
[o J
[ K2 4 ]
[K3 d =

[K32] =

[ K4 1 J
[ K4 2 J [0 ]
1 58
maka akan d idapat m atrix kekakuan K untuk dcmen babk seperti
gam bar 4. 2 . sebagai berikut :

r
:k l kl. 12
I
7
:k 2 k2 . 1 2 0
I
7 0
:k 6

.I
7 k r, . 1 2
I
k 72 k75 77 k1a k1. 12 0 0
I
ka 1 ka 2 k a G :ka1 kss k s . 12
:
k l2 - l k 1 2 - 2 k l 2 . 6 k l 2 . 7k ! 2 - B k l 2 1 I
------- ---- : -
- - - - - - - - - - - - - - - - - -
[K] -- - - - - - - - - - - - - + ----- -----------

1 k ..

I
' k4 3 k ., s : k4 . 1 0 k 4 9 k4 . 1 1
I
0 0 k 34 k33 k 3 s : k 3 . 1 0 k 39 k3. 1 1
I

k s4 ks3 k s s : ks . I o k ss
I I
ks. 1 1
-- ------------- --- - - - - - - - - - - - f - - - - - - - - - - - - -- - f ---------- ------

: : k104 kro3 k 1 o s ! k 1 o 1o k 1 o 9 kl0 - 1 1


I I
0 : o k g ., k9 3 k9 s : ks 1 o k g g k g . u
I
k 1 14 k 1 1 3 k ! ls: k 1 1 1o k 1 19 k1 1 - 1 1

(4 0 0)

Sdelah d iadakan penyusunan kem bali. m atrix K dapat d in yatakan


sebagai berikut :

(
I
r
kll

0 k22

I 0 0 k33

0 0 0 k., ..

0 0 ks3 kss s i me t r i

[K] 0 k62 0 0 0 k66

k7J 0 0 D 0 D kn

0 k a2 0 0 0 ksG c kss

0 D kg 3 0 k9 5 0 D 0 k ss

I
0 0 D k 10
.4 0 0 0 Q 0 k 1o. 10

0 0 k1 . ' 0 k 1 1.5 0 0 0 k ns 0 I
kl\11 I
0 J.J

I
I l

l
0 kl 0 0 0 k 1 26 0 " 1 2-B 0 0 0 k t 2 12
I

I

1 59
.
(;)'
2 4 5 6 7 a 9 10 11 12
0
EA
L
1 2E lzz
2
0
( l + ) L3
1 2 E i yy
0 0
( I + <I>y ) L 3 s i me t r l s
4 GJ
0 0 0
L
6E i yy ( 4 + <1>y ) E I yy
5 0
0 0
( 1 + <1> ) L 2 ( l +<t>y ) L
6E 1 zz
6
y ( 4+ <!>
z) E I zz
( l +<t> ) L
0 L 0 0 0
( 1 + <1>z ) 2 z
(K] 7 EA EA
L 0 0 0 0 0
L
l ZE I 6E I zz I ZE I zz
8 0
zz 0 0 0 0
( l +<l> z ) L 3 ( l +<t> z ) L 2 ( I + <1> z) L 3
1 2E I 6E I I ZE I yy
9 0 0 yy 0 yy 0 0 0
( 1 +<1> y ) L 3 ( I HY ) L 2 ( I +<t> ) L 3
y
10 GJ GJ
0 0 0 0 0 0 0 0
- L L
6E I ( 2 - <I> y ) E I yy 6 E I yy ( 4+ <!> ) E I yy
11 0 0 YY 0
( I +<I> y ) L 2 ( I +<!> y ) L
0 0 0
2
0
( I +<!> y) L
y) L
6E I z z ( I + <!> ( 4 + <t> z) E I z z
( 2 - 'P z ) E I z z 6EI zz
l <l> z) L
12 0 0 0 0 0 0 0
(+
0
( 1 + <1> ) L 2 ( I +<!> ) L 2
( IH )
z L
(4 . 6 1 )
Untuk balok-balo k panjang. d im ana u kuran panjang dan u kuran pe
nam p ang balok m em punyai perbandingan yang cukup besar. maka
harga cp menj adi cukup kecil dan bisa d iabaikan. sehingga dengan
demikian persamaan (4.6 1 ) menjadi lebih sederhana sebagai beri k u t :

2 3 b 8 9 10 11 12
EA
L'
1 2El z:z
2 _ L_
3
_
0

I ZE I
YY
_ _3_
0 0 L
s i me t r i s
GJ
0 0 0
L'
4E ' vv

- -r
6 E 1yy
0 0 {) --

L
6E i zz 4E l z z


6 0 0 0 0
L

7 EA EA
[K] 0 0 0 0 0
L L'
1 2E i 6E 1 z z 1 2E i z z
8
zz
0 - 3_ 0 0 0 - _L_2_ _L_
_ L_ 3_

I ZE I 6E I 1 2[ 1
_ __ Y O __rj_
Y_ 0
yy
0 0 0 0 _L_3_
3 2
L L

l0 GJ GJ
0 0 0 0 0 0 0 0
L L
6E i 2E i y 6E l 4E i y
yy

:r
yy y y
0 -- 0 - 0 0 0 -0- 0 --
2 L
L L L
4E I


zz
6E i 2E I 6E !
zz zz zz
0 0 0 0 - 0 0 0
L L
{4 6 2 )
.

d i mana :
L panjang balok
i\ l u as penam pang balok
=
ly m o m e n in ersia te rhadap s u m bu y
y
l zz =
m o m e n inersia terhadap sumbu z

J m o m e n i nersia polar
E =
modulus elastisi tas b ahan
=
G modulus geser bahan.

161
d an

( 1 + \.) )
E 14 . A 3 l
2
G

.
J i m a n 1.1 u = p e c a h a n p oi sson d a ri b ah a n .

B i l a el e m c n y a n g d i ti n.i au i t u tid a k secma ste r e o s k o p is m cl ain kaJ'


sccara b i d a n g s aj a . m ak a v e k t o r-V L' k t or l e n d u t a n dan g a y a adalah
s e p e r t i t erl i h a t p a d a gam h a r 4 . 1 .

:
B c r d a s a rk a n p e rsam a an (4.62 ), m a k a m a t ri x k c k a k u a n c k m e nn y a
d apat d i n y a t a k a n sl.:'bag:ai b erik u t

EA
L

0
1 2E I
L3 s i me t r i s

[ K)
6E I 4E I
7
0
-L-

- EA EA ( 4 . 64 )
T
0 0
L

- 1 2E I - 6E i --
1 2E I
?
0 0
3
L
6E l 2E l - 6E I 4E I
7 ?
0 0

.=1
L L

-6Jb
3 +-
_
....,f
_
2__--
-
-.
+
1 :::.=---=-
-- -- . ==--.-==--
-- 4.

G ambar 4 . 7 el e m e n balok l u ru s d itinjau secara b i d a n g .

Persam aan ( 4 . 64 ) sebagai k e k a k u a n elem en d alam b i d a n g. ju g<l d a p at


d iturunkan d e n ga n c ara yang l a i n dari yang telah d iuraikan d i atas.
y a i t u c ara m e n c ari d efo rm asi elem en t id a k m e n ggun a k an p rinsip kerj a
virtuil kom plem e n tcr.
M el i h at gam bar 4. 7, pada t i t ik d iskrit l d an 2 pada elem e n . m asing
m asing diberik an tiga vektor gaya l e n du t a n y an g m ewakili gay a len
d u t a n n orm al ( ax i al ) , geser d a n lcntur.

Lihat gam bar 4 . 8 . Yektor 1 dan 4 m erupakan vektor gaya len d u t a n


p a d a a r a h axial ( n orm al ) .

1 62
Q ,- D,
...

Gambar 4.8 elemen balok lurus dengan vcktor g.aya kn


dutan pada arah axial.

Menurut hukum Hookl. bila pad: titik diskrit 1 dikcriakan gayJ


nonnal 01 maka akan teriadi peruhahan bcntuk axial D1. dimana

Ql. L. (4.6:\)
01 =

EA
-

Dari persamaan (4.65) akan didapat

EA (4.66)
Ql = L . D 1

Mclihat kesetimbangan gaya 01 dan 0 4 :

Q1 + Q4 = 0
Q4 = - Ql
(4.67)

Analogy dengan prose s penurunan d i atas. m aka pada titik diskrit


2 akan didapat :

(4.68)
EA

Dari per samaan (4.68) :

EA
Q4 = L" . o4 (4.69)

Melihat kesetim bangan gay a 01 dan 04 :


EA
Ql = - L . D; ( 4. 70 I

Bila persam aan (4.66), t-+.67). (4.69). (4.70) disusun secant m atrix.
akan mcnghasilkan hubungan :

(4. 71)

163
Sekarang akan d il anj u t kan dengan p roses menu nm kan kekak u an len
tur dan geser.

G am bar 4 . 9 elemen balok lurus dengan vektor gaya lendutan


geser dan lentur.

Gambar 4 . 9 menunj ukkan elem e n balok l u rus de ngan vektor gaya


len d u ta n geser dan lentur.

B ila pada titik diskrit 1 dikerjakan gaya momen Q3 , dan d iam b il


Q6 = 0 ( gamb a r 4 . 1 0 ) , m aka berdasarkan prinsip kesetim banga n .
akan d idapat dengan m udah :
Q
3 (4. 7 2 )
5
= - Q = - \/
L
Q
2
Q,
-
--- --- --
Q 3

( I
t .!._ --- - - - - - - - --- -.....
......
\_1
.....

1
2
.., _
Qs
Gambar 4 . 1 0 pada elemen d ikerjakan gaya momen Q3

Peru b ahan b e n t u k ( anguler ) y ang terj ad i d i titik d iskrit d :m 2


dcngan s end irinya adalah se b a gai akibat gaya m omen Q3 dan g<' Y a
geser Q2 .

Akibat gaya momen :

Q3 . L ( 4. 7 )
3

( 4 . 74 )

.-\ k i b a t gaya geser :

11 1 1
D 3 = 06 (4. 75 )
G . Av

1 64
D engan d e m i ki a n didapat perubahan bentuk to tal :

Q3 L + Q3
D 3 = 3ET
(4. 76)
GAvL

Q 3 . L Q3
D 5 = + GAvL
-
(4. 77)
Analogy dengan p roses d i atas, bila diberikan gay a m om e n 06 dan
0,
d iarn bil Q3 = m ak a akan didapat :

Qo L + Q 5
D 3 = '6Ei GAv L (4.78)

Q6 L Q5
Do = 3fT + GAvL

(4. 79)
Dengan m enggabungkan persam aan (4. 76)
(4.78), a kan d idapat :
dan

D 3 = (3fT 1 ) l..L 3 + ( 6 LE I + GAvL


L + G Avl " 1
- )Q (4 80 ) 0

D e ngan m enggabungkan persamaan ( 4. 77) dan ( 4. 79), akan d id apat :


L + ( 3fT
) Q6
D5 = GAvL Q 3 GAvL
L
( - ffi +
1 ) 1
(4 8 1 )

l 1r Q 3
+

B i l a d i nya t a kan s e ca ra mat r i x


6 I + Gvl
( 4.82 )
GA vl j
L 1 I
}ET +
) l_ )
, Qo

l
B ila p ersamaan ( 4.82 ) d iinversibn a k a n d id ap a t :
Q3 l (_L_I _GAvL 1

J f
GAvL
1_ + L - __1
6E l
r
JE

t;; L 1 L 1
I

Qo \ GAvL j l D o j
( 4. 8 3 )

I
)
6fT - GAvL 3E I +
Dg

1 65
dimana

L L 1
3EI ("'i'2ET +
GAvL)

L L 1
(1 .Gi_!_
GAvL)
+
El 12EI L

(4.84)

Persamaan (4.84) dapat disederhanakan:


2
L (4.85)
?;; == 2 2
(l + <P )
12E 1

Jengan pengertian 12EI


q, ==
GAvL2 (4.86)

Melihat kesetimbangan pads elemen. Jidapat gaya geser 0, Jan Os :

(4.87)

Dari persamaan (4.83) dan (4.87):

+
L
--
( 4.88)
2EI

(4.89)

Bila dinyJtakan secara matrix :

(4.90)

2EI 2EI

Selanjutnya akan ditinjau akibar Jari adanya lcndutan v er t i kal pada


demen.

166
Gam bar 4. 1 1 m e n u nj u kkan terj ad in y a lendutan D pada elemen
Q2

L , I ,G, E.

Gambar 4. 1 1 p ad a elemen balok l u rus t c rj ad i lendutan v e rt i kal


d i t i t i k dis k ri t .
A kibat terj ad in y a lendutan 0: i n i . akan t im bul 03 d a n 06 d im an a

(4.9 1 )
S u bsitusi persam aan (4 . 9 1 ) k c pcrsam aan (4.83) :
'Z ( 3IT
L L 02
+ GET)
l
Q3 =
L

1
Q6 = '2" ( 6 E I + 3ff)
L L 02
L
Bila d isederhanakan :

(4.92)

'Z
1 1 D2 (4.93)
Q6 = . 2E I
Oaii persam aan ( 4 . 8 7 ) :
D2
-
1
Q2 = ,..
El L

D2
Qs =
-

c; El L
(4.94 )
\
A nalogy d cngan p roses d i atas. a k an d idapat :
.
Ds
2E I

D5
2E I .

Ds
El L

i b7
= "Z
Ds
l l
Qs . ET L
(4.9 5 )

Menyusun kembali hasil-hasil di atas secara matrix akan didapat

l
l EA EA D

I
Ql
l - --c 1

I
I
I
1

I
Qz D2 I
t;E ! l 2 C f I L I

I
I I
I

r
I .
-::' 6E I
i
l 1 )

I l ' i . L I
Q - 03
13ET + GAvl)

l
3 2 t: E I Avl ZC: 1 -
EA EA
Q .. 04 iI

I
- --c l

I
I I
I l l

I
Qs - - - Ds
I
'
CE l L Z c;E I t:E I L 2 .:;E I

--2 I
I
I
I
.

l
L l )
J
l l L 1 I
Q - - 06
6 2 c;E I 6 I GAvl ) HE I "2 3 1 ...
/

( 4 .96 )

dim ana

dengan pengcrtian
GAvL z

Dengan demikian sudah dapat di turunkan matrix kekakuan elemen


dalam b idang, yang bila d isederhanakan kem b ali dengan m em asu k kan
harga-harg:J. 1:; d an q, akan d id a pat :

EA EA
- -
0 0 a 0
L L
l 2E I SE ! 1 2E I 5E J
?
0 0
L 3 ( l + :!> ) L ( H ) L2 { 1 ) L '"' ( i + ? )
eE l 4+ E l DE i 2. - tl
( K] 0 - 0
L
2
( I + q, )
l + ., l 2
!) L
L ll+
- 'C.l-. EA
0 0 '
- c 0
L

I ZE ! S t: i 1 2 : oE i
?
0 0
;__ ( l + P) L
- ( I+ ) L3 ( 1 + ) L - { 1 + 1> )
' -.
SE I 2- - El c. ::.. t !..: .4..
; El
J --
, ..,
J
J - 1>
?

'- \. ! '"!"'
! .... , 1 L L
L (I+ ;)
'

14.97 J

1 68
Untuk harga <P yang cukup kecil atau diam bil <P = 0,
m a k a akan dida
patkan satu m a t ri x ke kakuan elemen yang sam a dengan seb agai ter
tulis dal am p ersam aan (4.64).

4.4. TRA.lSFORMASI VEKTOR LINIER


Pada pasal 4 . 3 telah d i t u m n kan matrix ke kakuan dari sat u elem en
balok lums.
Tapi umumnya, suatu konstmksi , adalah t erdiri dari banyak elemen
yang dihubungkan satu sam a lain. m enjadi sat u kesatuan stru k tur.
Elemen-elem e n t e rsebu t . tentu saj a tidak sem u anya mendatar. ada
yang tegak. ada pula yang rn iring, sehin gga dengan demikian m a
t rix ke kak uan seperti persamaan ( 4 .6 2 ) dan ( 4 . 6 4 ) perlu d i t ransfor
m asikan secura linier ( dalam hal ini diput a r) agar supaya sesuai d engan
posisi elemen yang b e rsangk u t a n . Hal i n i adal ah berdasarkan untuk
satu stru ktur. akan dipak ai satu sal i b sumbu bersam a . agar nanti b isa
d isuperp osisikan atas dasar satu basis koordinat yang s am a.
Sebagai akibat dari pe ngam b il an satu salib sum bu koordinat ini ialah .
sum bu elem en tidak selalu beri m p i t dc ngan suJ11 b u koordinat sehingga
diperlukan adanya suatu t ransfo rm asi linier u n tu k menyesuaikan .
Se karang lihat gam bar 4 . 1 :2 d i bawah ini :

y
w

G am b a r 4 . 1 :2 d u a s ist im saiib sumbu Cartesius. x y z dan


vwz, dim ana sumbu z tegak l u m s bidang
gam b :.. r

D i sini terlihat adanya d u a sistim salib sum bu Cartesius. x y z clan vwz ,


d im a n a sum bu z u n t u k kedua sis t im terse b u t beri m p i t . yaitu kduar
b id ang kcrt as ini s ccara rcgak l u nts ( tidak t ergam bar disi n i J .
Satt vektor a pada gam L,r 4 . 1 :2 m isalkan d a p a t d i tu lis d alam sis tim
sum b u koordinat xyz se baga i :

1 4. 9 8 )

1 69
d a n da l am s i s t i m koo r d i n a t vwz s eb a ga i

(4. 99)

Sekarang a k a n d ip erlih1 tkan bagaim ana h u b u ngan an tara sistim yang


satu d e n gan yang lain.
Tinjau rotasi sumbu y ke s u m b u vw d i m an a sum bu z sebagai s u m b u
putar, dcngan sudut rotasi sebesar a .
Dalam h a l i n i . hubunga n sistim
yang satu terhadap yang lain dapat d i t uliskan d al am hubunga n m atrix
sebagai berikut :

(4. 1 00 )

a tau '
L
13
L
V 12

w L
22
L
23
(4. 10 1 )
L 3 L
z 2 33

dim ana
L
12 L l 3

L
[L ] L :5
(4. 1 02)

dan d e ngan dem i k ia n

I- u. x + L L
--
+ l 3. z
V = 1:2" y
w = L2 l . X + L22 Y +
L
23 . z (4. 103 )
'
L3 L
L3 X + 2. V + 3 3.
z
1
=
z

Yf e lihat gam b a r 4 . 1 .2 . a bn J i d a p a t h u b u ngan :

v = x Cos a + y Sin ex

w = x (- S i na ) + Y. Cos a (4. 104 )


z =
z

1 70
Dengan demikian. d engan m engingat persam aan (4. 1 03) akan didap a t :
Ll l =
Cos a
L1 = Sina
2
L 0
l3

L2 = -
S i na
1
L 22 = C o sa
L 23 0
I
0
(4. 1 05)
L..
31
L 32 = 0
L =
3 3
a t au

Sin a 0
Cos a
(4. 1 06)
[L ] -
Sin a C os a 0
0 0

Untuk suatu t i t ik p e rt e m uan dengan enam dcrajat ke bebasa n . m aka


m at ri x t ransform asi yang sesuai untuk t it i k terse b u t menjadi :

[T ]

dimana [ L ] d inyatakan oleh persamaan


:J ( 4. 1 06 ) .
(4. 1 07 )

Untuk suatu balo k l u rus deng:an dua belas deraj a t kcbe basan seperti
pada gamba r 4 . 2 . m aka m a t ri x tra nsform asi yang scsuai untuk balok
te rsebut dapat dituliskan sebag:ai :

r L 0 0 0
l (4. 1 08)

l
0 L 0 0

J
I
I
[T ] I

0 L 0
0 0 L

l71
dimana [ L] d in y a t a k a n o l e h persam aan ( 4 . 1 06 ).

A n al ogy d e ngan urutan p e rh i t u ngan seperti d i atas, m ak a u n t u k balok


l u rus y a n g hanya cti l i h a t ctalam d u a ct i m e nsi ( h a n y a p acta satu b ict a n g
sep e r t i m isaln y a pacta s u a t u k o n s t ru ks i r a n g k a b at a n g d a t a r ) , m a k a
m a t ri x transfo rm asi u n t u k b al o k terse b u t dari s i s t i m koorct i n a t x y k e
sis tim k o o rct i n at vw ct apat d i tuliskan sebagai :

(4. 1 09 )
[T ]

r
l
d i m ana

Cos a Sin

I- a
( 4. 1 1 0 )

j
[L] =

Sin a Cos a
l
S e k arang a k a n d i p e l aj a r i 1 e b ih l anju t h u b u n ga n m a trix t ra n sform asi
[T] d e n ga n m atrix k e k a k u a n [K] dalam h u b u n ga n n y a m e n t ra n s for
masikan m a t ri x k e k a k u a n e l e m e n [ Kj ] ke sua tu m atrix k e kakuan
s t ru k t u ra l d e ngan sistim k o o rd in a t y a n g d ip a k a i oleh stru k t u r secara
keseluruhan.

B il a d i am bil :

{Q. } m e n y a t a ka n m at ri x gaya d a ri e l e m e n ke i t e rh ad a p sist i m koor


I
d i n a t n y a s e n d iri

[ K. ]
I
m e n ya t a k a n m a t ri x k e k a ku a n d ari e l e m e n ke i terhad a p '; i s t im
kocrd i na t n y a send iri

{0. } m e n ya t a k a n m a t ri x k n d u ta n d a r i elemen ke i krhadap sistim


I
koord in a t n y a s e n d i r i

{ Qs} m e n y a t a k a n m at ri;.;: :_r : ! y: d a ri d e m e n ke i y an g tdah d itransfor


masikan ke s i s t i m k oord i n at s t ru k t ur a 1

[K ]
s
m e n y t t a k a n m a t r i x kekakuan d ari e l e m e n ke y m g t e l a h d i-
t ra n s fo rm as i kan ke sis t im koord i n a t s t ru k t u ra l

{D } m e n y a t ak a n m a t ri x l e n d u t a n d a r i l'lem e n ke y a n g telah d i-
s
t ra n s t'o rm asikan k e -;is L i tn l-- o . , rd i na t "> t ru k t ural

maka J a ri h u b u n ga n gaya-le n d u t a n a kan d idapatkan b '- t ln; n g c r,


h u bu ngan Ji b a w a h i ni :

{Q. }
I
[ K .I l t, D. }
I
( 4. 1 1 1 )

(4. 1 1 2 )

1 72
'L- ::ruk Japat m e n t ransform asi k a n m atrix kekakuan elemen ( l o k al l
ic e sistim s t ru k t u ra l ( global). m aka h u bungan m atri x t erseb u t d i o p e ra
sikan sebagai b erik u t :
(4. 1 1 3 )
{Q, } = [T ] { Q }
I 5
[T] { D } (4. 1 1 4 )
5

S u b s t it usikan p e rsam aan (4. 1 1 3 ) d a n ( 4 . 1 1 4 ) ke p e rsam aa n ( 4 . 1 1 1 ) :

(4. 1 1 5 )
[T ] { Q }
5
=
[ K . ] [T ] { D 5 }
I

[T ] - l [T ] { 5 } 1 16 )
1
Q = [T ] - [ 1\ ] [ T ] { D s } (4.
i

{ Q5 } = (T ] - 1 ( K . ] [T ] { D } (4. 1 1 7 )
I 5

Mengi ngat s i fa t orthogc ;;. a l d ari suatu m a t ri x transfo rm ;.;si dL1ldr.a

(4. 1 1 8 )

maka p e rsa m a a n ( 4 . 1 1 7 ) a k a n d a p at d i t u l iskan :

T
{ Q5 } = [T] [ K . ) [T ] { D 5 } (4. 1 1 9 )
I

Menginga t p e rsam aan ( 4 . 1 1 2). m ak a :


T (4. 1 20)
(K ] = [T] ( K . ] (T ]
S I

dimana [T] adalah m at rix" t ra nsfo rm as i d e n ga n orde yang sesu ai


dengan [ K j ] dan [ K 5 j .

Se telah sem u a d e m e n d i t ra n s form asikan seh i ngga m c m p u n y a i basis


sumhu koord i n a t yan g sam a ( sistim koord i n a t st ruk t u ral ). rn a k a
m udahlah u n tu k selanj u t n y a m c ns u p erposisikan m a t rix - m a rrix tc cse
b u t m e nj a d i s a t u m a t ri x kc kakuan s t ru k t u r yang l e n gka p .

4 . 5 . SUPERPOSISI DARI MATRIX KEKAKUAN ELEMEN DAN SYA


RAT BATAS

Pada pasal 4 A telah d iuraikan s u a t u m atrix k e k a k u a n e lem e n yang


telah d it ra n s formasikan ke sistim koordinat s t ru k t u r sehingga m e m e
n u h i h u b u ngan m e n u ru t persam aan ( 4 . 1 1 2 ) :

1 73
{Q } . = [K ] . {D } . (4 . 1 2 1 )
S I S I S I

d im ana { Q5 } i menyatakan matrix gaya pada elemen kc i yang telah


d itransfonn asikan ke sistim koordinat struktura 1
[ K5 J i mcnyatakan mat rix ke kakuan pada alemen k e i yang
telah ditransfo nn asikan ke sistim koordinat stmktural
{ D5 } i m en yatakan matrix lendutan pada elemen ke i yang
telah d itrans fonn asikan ke sistim koord inat struktural

Da1am p roses menghitung ke kakuan elemen , sebagai telah d iuraikan


didepan. syarat kesetim bangannya sudah d ipenuhi. j uga karakteristik
bahan atau sifat bahan sudah d im asukkan dalam perhitungan. Jadi
masalahnya sekarang bagaim ana membuat terpenuhinya syarat kon
tinuitas dari defonnasi yang terjadi pacta elemen ditinjau dari kese
luru han stmktur.
Untuk memenuhi syarat kontinuitas dari defo nn asi atau syarat
kompatibiliti ini, elem en-elemen harus disatukan menjadi struktur
kesatuan yang sebenamya. Ini akan dapat d ipenuhi dcngan m ensuper
posisikan vektor-vektor dari tiap elem e n y ang sesuai .
5

2
8

3
A 9 7
B
( a ) Sua tu stru kt u r sederhana dengan se m bi1an vektor gay a J t c u
lendutan
2

><
( b l T i njauan pad a tiap demcn dari struk tur pada ( a ) t erhadap sis
tim koordinatnya se n d i ri .
c

X z

( c) Sudut yang d ibuat oleh m asing-masing elemen d e nga n sistim


koord inat stmktur.

7
9
3
( d ) Elem e n-elem e n d e ngan b asis koordinat struktur se t e l ah d il a k u
k : l n t ra n s form asi sesuai dengan g a m b ar ( a ) .

C a m bar 4. 1 3 S t ru k t u r y a n g terdiri d ari d u a elem e n b a t a n g l u ru s .


a t as dua p e rl e t akan s e n d i .
Melihat pada gam b ar 4. 1 3 (h).
m aka d e ng: a n m u dah dapat d ih i tu '1 :_!
m at rix ke kaku a n e l e m e n - ele m e n A C d a n CB. demi kian pula rn e n
transfo nn as i k a n n y a kl' s i s t i m koord i n a t struktur de n g a n sudut ro
tasi a ( G a m bar 4. 1 3 .c. 4. 1 3.d).
Melih at pada gam bar 4. 1 3.d.
vektor-vek t o r 4. 5.
6 be rsa m a- sa ma
di punyai oleh e l e m a n AC eLm CB. y a i tu pada t i ti k C. Sesuai dengan
p rinsip kom patibil i ti atau kontin uitas dari defo rmasi pada elemen
struk t u r yang terjadi dititik C m a ka kom ponen vektor 6 d <J ri 4. 5.
ke kakuan e l e m e n b a t zmg AC harus disuperposisikan dengan kom ponen
vektor 4.
5 . 6 d a ri k e bkuan elemen batang C B .

1 75
Untuk jelasnya dapat ct ilihat tabel d i b aw ah ini :

Stru ktur kes eluruhan


ACB

Eleme n AC CB

6
Ve ktor bebas p a u a elemen
I . -') 3. 4. 5 . 6 I. ,
- 3. 4. 5.
ba tang mul a-mula

Vektor bebas p acta elemen


hatang setelah t ransfo nn asi
I. ,
- 3. 1 4. 5.
61 14 . 5. 6.1 7. 8. 9


1 . 2 . 3 . 1 4. 5 . 6 . 1 7 . 8 . 9
Vcktor b e b as pacta s t ru k t ur
keseluruh an

Tabel 4 . 1 Urutan superposisi v e kt or bebas pacta e l e m e n


stru k t u r.

Dengan p roses superposisi ini, aka:-: J ict ap at kan suatu m a t rix ke kakuan
stru k t u r ctengan orcte 9 x 9 s esu ai d engan jumlah ve ktor bebas pada
struktur AC B .
2 3 4 5 6 7 8 9

2
3
4
K = 5
AC B
6
7
8
9

Dengan berhasil ct itur un kannya m a t rix kekakuan struktur K A.C B


berarti sudah dekat pada penyelesa i:.m perhitungan . yaitu selanjutnya
dcngan mengoperasikan m at ri x pada p ersam aan :

1 76
{ Qs} [Ks] {Ds (4 1 2 3 )
.

}
a tau

{ Ds } [Ks]-
1 (4 .1 2 4 )
{Qs }
atau secara 1engkap :
'

1
01 Ql
02 Q2
03

l.
Qj
04 Q4
1 (4.125)
Os [Ks]- Qs
06 Q6
07 Q7
Os Qg
0'3 Q9
" 'S )5
Proses operasi matrix selanj utnya untuk mencari gaya-g:.ya d;.;bm
dapat dilakukan berdasarkan persamaan-persamaan di bawah ini .

{O;} [T] {05} (4.126J

dan ( 4. 1 2 7)
dimana : { 05} menyatakan matrix 1endutan str uktura1 yang dida
pat dar i persamaan (4.124)
[T] menyatakan matrix transfomwsi

{0 i } menyatakan matrix lendutan 1oka1 pada e1emen


sesuai dengan sistim koordinat 1oka1

[K i] menyatakan matrix kekakuan e1emcn dalam sistim


1oka1

{ Qi} menyatakan matrix gay a yang beker ja pada UJung


clemcn dalam sistim 1oka1

Untuk mcmpersingkat proses matrix. sering dilakukan pengelompokan


Jalam matrix-matrix yang bcrsangkutan pada persamaan (4.124).
Ha1 ini adalah disebabkan lendutan diperletakan umumnya sama de
ngan nol. 01eh karenanya akan sangat menguntungkan bila vektor
ve ktor lend u tan pad a persamaan ( 4. 122) dan ( 4. 1 23) disusun kem ba1i.
sedemikian schingga dapat dike1ompokkan menjadi dua bagian. yaitu
vektor 1endutan pada titik bebas { Df} dan vektor 1endutan diner!e
takan yang harganya sama dengan no!. {Db}.

177
{ D} (4. 1 2 8 )

d i m ana : { Df } m e n yatakan lendutan pacta t i t i k b ebas


{ Db } m e nyatakan lendutan diperletakan , yang harganya
sama de ngan nol.

A nalogi denga n persam aan ( 4 . 1 2 8 ). d isusun kembali m a trix ke kakuan


dan m atrix gaya y ang k oresp onding dengan dan { Of }
y aitu : { Db } ,
(
'
\

+
K ff I Kfb
I
\
( 4. 1 29 )
[K) =

Kb f
- - - - - -

Kbb
- - - - - -

{ ---- }

dan { Q} = (4. 1 30)

Dengan dem ikian p ersamaan (4 . 1 24) akan dapat ditulis kan seb agai :

(4. 1 3 1 )

Persam aan ( 4 . 1 3 1 ) i n i b isa d ie kspansikan m e nj a d i :

[ Kf f ] { Of } + [ Kf b ] { Db} (4. 1 3 2 )

[ Kb f ] { D f } + [ Kbb ] { Db } (4. 1 3 3 )

M e ngingat

Maka persam aan (4 . 1 3 2 ) dapat d isederh anakan m e njadi :

!4. 1 34)
[ K f f ) { Df }
atau
{ Of} [ Kff ) - 1 { Q f } 14. 1 3 5 )

d im ana { Qf } m enyatakan gaya-gaya luar yang bekerj a pad a titik


be bas.

1 78
Dari persam aan ( 4. I 33 ) , akan d ih asilkan b esaran reaksi :
=
(4 . 1 36)
R e aksi yang d idapat dari persamaan (4. 1 36)
ini belum merupakan
reaksi sebenarnya, tetapi m asih harus d ikurangi dengan gaya-gaya yang
langsung d it e ri m a oleh perle takan se bagai gaya aksi , un tuk mendapat
kan rcaksi y ang sebenarnya.

4.6. APLIKASI PADA ANALISA BALOK DAN PORTAL B IDANG

4.6 . 1. KONSTRUKSI BALOK MENERUS

D i bawah ini akan d i b ahas suatu co ntoh a n alisa de ngan m e tode super
posisi untuk kon stru ksi balok m c nerus yang scclerh ana.

Con toh 4. 1 :

( a ) konstruk si yang akan cl ianalisa.

i
1 *
f
;;r

::r/\ +
( b ) s truktur dasar.

I)C )C]
1 "' (

_ sooo .. 5000
...... 1
,
- 3200

.. 3200
( c ) m omen p rimer

1 3000 3000 t t 2 L. OO 2 L. 00 t
( d ) reaksi perletakan elcm en pad a t injauan atas dua pcrle
takan.

1 79
y

)A
l -
--------e ;)B )c X
(e) vektor ga ya lendutan di titik dis krit yang sesuai dengan
koordinat struktur.

(f) vektor gaya lendutan pacta elemen batang AB dan BC


yang sesuai dengan sistim koordinat lokaL yang dalam
hal ini ju ga sesuai dengan sistim koorindat struktur.

(g) g:aya luar sesuai vektor bcbas (hanya ditinjau satu gaya
sesuai dengan deraja t kebebasan struktur)

Gam bar 4.14. konstr uksi balok menerus a tas tiga perletakan yang
dianalisa dengan metode superposisi kekakuan
demcn.

Melihat g:ambar 4. I 4 CO. dengan mudah bisa didapatkan kckakuan dari


masing-masing ekmen AB dan BC

( 't
12E I 6E I l2EI 6E I.

0 L
2
-0
6EI 4EI 6EI 2EI

L - L

[ KAB] I

12EI 6EI 12EI 6EI

-0 - 0 l
2

6EI 2EI 6EI 4EI

L -T L
' /

180
1
2 3 4

- :
12 6 -
12
2 2
1 03 10 1 03 1

2 6 4 6 2
-

= EI
2 2
10 10 10 10

3 12
-
6 12
-
6
I 2 2
J o3 10 1 03 1o

J
4 6 2 6
-
2 2
1o 10 10
'

2 3 4

,012 , 06 -,012 , 06

=EI
2 - , 06 ,2
, 06 ,4

3 -,012 - , 06 ,01 2 - , 06

4 , 06 ,2 - , 06 '4

4 5 6
7

3
3 1 2.
83 82
6 12 6

83 82

82
4 6 4 6 2
2
{ Ks c
3
li
8 8
El
5
- 83 - 82
12 6 12

83
6
2
8

- 82
6
6 2

82
6 4

8 8

18!
,02 3 ,09375 - ,02 3 - , 09375
3 4 5 6

El
:r ' 0 9375 ,5 - ,09375 ,2 5
, 0 9375
5 - , 02 3 - ,09375 , 02 3
::::

6 I

l
' 0 9375 , 25 - , 0 9375 ,5
J
S " ka ra n g d a p :1 t d isu perposisikan K AB d a n K BC m e njadi sua t u m a t rix
kekakuan s t m k t u r :

1 2 3 4 5 6

, r1-.2- -6- --=-- .;: 0


',.
i

2 1 ! 06 - ' 06 2
- ,o6 ) --:o307S lI - , 02 3 --,o9375 !
'
'

1 .3cl75) 1- ,09375 ,2 5 j
'4

Ks
3 l - ,o12

Lo6 . 2_4
= EI
4

1- ,02 3 I - ,09375 , 02 3 , 09375 1


_ __

I 937 I
- 9375
0

I . - -_j J
I I
I ,012 ,023 T ,4 +

L a n g k a h sda n i u t ny a m c ng::1d a k a n pengel o m )1okan d c n g:a n m ern pcrh a r i


k a n s v a rat b a t as :

1 8:
'

4
,
1 , 06
4

.;
Q

-1, -, 0--
i
I
l

, 06
2

,2
_ - -- -- -
1 2 , 06 - , 0 1 2 0
3 5

, 0 3 0 75 - , 09 3 75
- -
6

, 25

0
I
2 ,2 I , o6 ,4 - . o6 0 0

[ !
i
, 0 30 7 5 - , 0 1 2 - , 0 6 , 0 35 - , 02 3 , 09 37 5

1
j
I

5 , 09 3 75 1

J
0 0 - , 02 3 , 02 3 , 09 3 7 5

6 ,25 l 0 0 ' 09 3 7 5 - ' 09 3 75 ,5


I

Melihat persam aan (4 . 1 34 ) :

{ 1 800 } =
E I (0 , 9 ] . { D f }

= IT [ o , 9 ]
1 -1
{ Df} . { 1 80 0 }

-
2 00 0
_E_I_
D ari persamaan (4. 1 :2 7) :

{Q. } = [K. ) {D. }


I I I

lJ n tu k batang A B :

1 83
r 0.012 0,06 -0,012 0,06 l 0

0
0,06 0, 4 -0,06 0,2
El
1 0

l
-0,0(
=

-0,06 0,012
-0,012

0,06 0,2 -0,06 0,4


2000 j
El
'

[KBc
J I

1 ( l
'

0. 02 3

0,09375
0,09375

0,5
-0,023

-0,09375
0,09375

0,25
I
I
0
2000
El
l
El
-0,0 9 0,023 0,09375 1; 0 I

I
-0,02 3 '

i
i

0,25 -0 '093 75 0,5 i 0


IJ,09375
I

) \ /

rQ31 r 187.5

Q,
,
I
I
I

r" 1000

I Qs -187,5

i I 500
i Qs I
' )gc )
!84
Untuk mendapatkan besar momen Ientur yang sebenarny' bekerja
pada elemen struktur. harga yng didap<.i pada mJtrix gaya {Q}, perlu
dikurangi dengan momen primer dari gambar (4. 14 . c). Demikian
pula dalam menghitung reaksi perletabn, harga yang didapat pada
matrix saya {Q} p er! u dijumlahkan dengan reaksi perletakan demen
pada gambar (4.14. d).

I
---,
+ 400 I
I
r----
i - 5000
1 -=tiOO-kgm .1
I I I I
I I
I
+ Boo I I + 5coo I 1 - 42oo kgm. I
I I

m II
! I
l I
I
M. ,..
I
I +i ooo
I I - 3200 l + 4200 kg .
bt...

kgm.
I

i
I
+ 500 I ... 32CS ! - 2700 j
I I
L __ _J I...-- - --I
.... ..
L ___ _J
t
,)'.
I

I
Q mome n primer rnomen sebena rnya

----
r
I
- - -- --,
I ]
1 +120 I + 300
I
+3120 kg . I

-!20 + 300n I
I lI +2880 kSJ.
lI
I I
+ 24oo I I
I +2587 .5 kg.
I
=

L:_240
I
D -187,5
I I +2212,5 kg. I
" ,..1... I
+

L
! i
I
- -----.;.
I ___

r T T
Q reaks i per I e reaksi perletakan

takan e I emen e1emen yang sebe-

pada keadaan narnya

struktur dasar

4.6.2. KONSTRUKSI PORTAL BIDANG TANPA PERGOYANGAN DI


MANA DEFORMASI AXIAL DIABAIKAN.

Dalam pasal ini. akan dibahas analisa portal bidang tanpa pergoyang
an. dimana Jeformasi l'>;d dari elcmen-ekmcnnya diabaikan.
Contoh 4.2. :

600\cg GOOkg

El El

3
'

A 0

--
!
+-
(a) portal bidang yang akan dianalisa. dengan bentuk konstruksi
dan sistim pembebanan yang simetris.

A
:0"7/ '77/
( b l struktur dasar.

-288, . ./-----.288
A 1 r '\ 0

( c) mome n pr i me r .
186
B c
(---
--
388,8 b'j) 75ot 388,8
-

388,8 388,8

A 2)1,2 211,2
- - D
+
hso 7SOI
I

(d) reaksi perleta kan elemen pada ttnjauan atas dua perietak.an .
yang kemudian dikombinasikan untuk selumh struktur.
b
5
s;-_.--------------c
' 7
6

11
.
z
2
A 0 10

3 12
(e) vektor gaya-lendutan dititik diskr'it yang sesuai dcngan koor
dinat struktur.

:;;J
2

_,J
5
. '

, *;e- --
---- --
-- -6- -_ .-,4--4
-- ..

5
i_ A;:-'-
B 3r 1 c
6 '1

0/y----5
, ..

( n vektor gaya-lcnduian pada dcmcn batang masing-ma:,ing


sesuai dengan sistim koordinat lokal.

187
/s c ..
G 5

7 9 8

G c 7

2
n

0 10
12

( g ) vektor gay a-lendutan p ada elemen batang m asing-m asing


..
sesuai denga n sistim koordinat stru ktur (global).

( h) ga y a luar
s es ua i vektor be bas ( h a nya dit i nj au dua ay a sesuai
de ngan dcraj clt kebehasan struktur l.

1 88
B .._
asc = 0
___:_____:_______
_ _ C

0
0
CD"27

I
o

(i) sudut transfom1asi hatang elemen.

Gamhar 4.15 portal simetris.

\1elihat gamhar 4.15 ( n. dengan mudah hisa didapatkan kekakuan


dari masing-masing clcmen AB. BC dan CD :

1
EA EA
0 0 0 0
L L

12EI 6EI 12EI 6EI


0 0
7
[KAB 6EI 4EI 6EI 2EI
J I 0 0
L L.. L

EA EA
0 0 0 0
L L

12EI 6EI 12EI - 6EI


0 0
7 7
6EI 2EI 6EI 4EI
0
L
0
L
I
' )
189
I
0 I

I
0 0 0 0 0

12 6 12 b
2 0 0
m 25 m 25

6 4 - 6 2.
0 0
25 5 25 5
EI 0 0
4 0 0 0 0

12 6 12 6
0 0
m 25 m 25

6 4
6
6 2
0 -
0 25 5
25 5

cos a sin a 0

-s i n a cos a 0 0

0 0

TA
a a
B s in 0
cos

0 -s i n a cos a 0

0 0
)

0 0

-l 0 0 0

0 .; f)

f) 0

0 -I 0 0

0 0
\'

1 90
Me l i h a t pe r s a rna a n ( 4 . 1 20 )

__ _ _ _ _ _ _A__ _ _ __ _ --.,. / - - - - -- - - -A- - -- - - - - -- - r- - - -- ----""--- - - -- - - - ........,_


I

0 -1 0 0 0 0 0 0 0 0 0

12 6
-
12 6
25
0 0 0 0 0 -1 0 0 0
1 25 25 - 1 25
'

5
6 L1 -
6 2
25
0 0 0 0 0 0
5 25

0 -1 0 0 0 0 0 0 0 El 0 0

- 6
0 12 12 - 6
0 0 0 0 0 -1 0 0
- -1 2 5 25 1 25 25

6 2 -
6 4
25 5 25 5
0 0 0 0 0 0
\Q
12 6 12 6
0 0
-
1 25 25 0 1 25 25 0

0 0 0 0 0 0 -1 0 0 0

5 25 5
6 4 6 2
0 0 - 0 0
[ KAB ] s = E l 25
6
0 12
1 25
6
25
0 - 11 22 5 25 0 0

0 0 0 0 0 0 0 - 1 0 0

2s 5
6 2 6 4 0 0
0 0 -
25 5

25 I
)
12 0 6 12 6 I
0
1 25 25 - 1 25
2 0 0 0 0 0 0

g 5 25 5
3 6 0 4 6
0
2
= EI
1,(\,'/ I -- . .
,/ l

g g
12 6 12 0
6
1 25 0
4
1 25
0 0 0 0 0 0 \
I
5

6
4
j
6 2 6
6 0
25 5 25 5

2 3 4 5 6

1 92
Selanjutnya diturunkan kekakuan elemen BC :

2
[KBC] i [KAB] i
\

0 0

0 0 0

0 0
TB
C
=

0 0

0 0 0

0 0

T [T
[KBC]s [TBC] [KBC] i B C]
=

4 0 0 0 0 0 0

5 24 12 24 12
0 0
125 25 125 2s

6 12 8 12 4
0 0
125 5 2s 5

El
7 0 0 0 0 0 0

8 24 12 24 12
0 0
- 125 2s m 25

9
ol 12
2s
. 4,
5
0 -
12
25
8
5
/

4 5 6 7 8 9

Akhirnya Jiturunkan kckakuan ckrncn CD.

[KCD] i [KAB]i
=

193
r
'
0 -1 0

0 0 0

0 0

\D
=

0 -1 0

0 0 0

0 0
' /

[T T (T
[K CD]s CD] (KCD] i C D]

7 12 6 12 6
0 - 0
125 E 125 E

8
0 0 0 0 0 0

9 6 4 6 2
0 0
2s 5 2s 5
=
El
10 12 6 12 6
- 0 -
0
125 2s 125 --g

1 1
0 0 0 o 0 0

6 2 6 4

l J
12
0 0
2s 5 25 5

7 8 9 10 11 12

Sekarang bisa disuperposisikan [KAsl s [Kscl s dan


[KcDI s karena
ketiga matrix kekakuan elemcn ini sudah sama-sama menganu
t satu
sistim ko ordinat struktur yang sama, yang didapat dengan
cara trans-
formasi linier.

194
--/

r----------- - --- --- -


I2 6 12 '6
1 m
o -zs -m o -zs I
I I
I o o o o o ol 0 0
I I
I I
1_ 6 0 4 0 I
1 E 5 2s 5
_1
4
1- :5 o 5 ; ; - --
-o 15;-o --o--- -o-l
I I I
I
5 : 0
I
0 0 I 0
125
_ 0
12 -
24
m
12 I
25 I
0
I _
i 6 2 I 6 12 121 12 I
6
-L -='--- - "_:--,;-- - 4 -,----,,

(K] E I s "
o o olm o 25,-m o zs l
I
7

I l
I24 121 24 12 I
0 0 0 0 0
-
0 I
25 m m -
1 6 1 TI
_
8

iI 12 4 I 6
0
1
12 12
.J 2
-

I
L-----51T--25---6- 5
- I

E 51-25 E
I

10
: m o -25 m
12 o 6
-251
I I
11 0 0 lo o o o o o l
I I
I 6 2 6 I
12
I 25
5 25 5 I
L ______________ __j
'

2 4 5 6 7 8 9 10 ll 12
Selanjutnya dilakukan partisi (pengelompokan) pada vektor dititik
bebas dan diperletakan.

6 9 1 2 3 4 5 7 8 10 11 12
. /

I
6 I
I
9 I
I
I

2
1
I

3
[K] =

4 ------- -j- - ---- - ----

5
7
8
10
11
12

6 9 1 2 3 4 5 7 8 10 11 12

r
6
5 5 i K
fb
9
..!1IJ... :I
5 5
I I

'
l--Kbf---- ---- :b-----
6 9

j ::1
6 12EI 4EI
5 5

9 4EI 12EI
5 5
l )
(
3

3. 3 -
-1

196
! :: ) =
3 EI

l-: )
=
5
32E I
[ -77
2

772

-
965
8EI 1
l 965
SET

Dengan demikian sudah dapat diketahui bahwa lendutan rotasi dititik


8 dan C adalah sebesar :
9 65
-BET
Setelah lendutan dititik bebas diketahui. maka dapat dicari gaya-gaya
dalam pada tiap-tiap demen. dengan o perasi matrix berdc:sarka11 per
samaan

{Q.} = [K.] . {0.}


I I I

dengan pengertian {Di} iahh matrix lendutan yang telah ditransfor


masikan kembali ke sistim koordinat elemen.

Untuk batang AB :

D2

Ds

s
197
r, -T 0
0

0 0
0

0 0 0

0 0 0

I 0 -1 0 0 0

l 0 0 l- "SIT
965

r:
(
:1
0

I 0

:J
0
El

l 9:5
II
I

l II .
D
s

Ds
)1 - SET
)

II
l
(
0 0 0 0 0 0

I
I

,I
12 6
0

6
m 25 o

25 4

I
0 - 6 2
5 25 25
I
0 0 0 0 0
rI

I
12 6
0
m - g o

1-
!
!
I

JET )
2 6 4 /
0 96 5
l
5 - 25 5

1 98
l
Q (
0

I
;

I
Q I

I - 28,95
2
I

Q - 48,25
:;

Q 0
4

Q 28,95

'l; i - 96,5
l ;
h8

Untuk batang BC :

'

l
01 0
1

1
02 02


03
[T B

1 CJ
I

04 04

I Os Ds

I D6 0 I
l !
6
)
I

(
r: 1
0 0 o
I
I
m
0 0 o
I
1
I o 0
I _ 965

0 0 I 0
,.

l .:5 J
0 0

l
0

0 0
BEl

199
1
D 0 1
,

02 0

965
- BET
. :

o.,
I 0

l
Os 0

D5
J 965
BET
J
BC

r
0 0 0 0 0 0 0
Ql

24 12 24 12
0 0 0
Q2 m 25 -m 25

12 8 12 4 965
-

0 0
Q3 m 5 -25 5 - BIT
"'f.l
0 0 0 0 0 I) 0
Q4

24 12 24 12
0 0 0

l
Qs -m 25 m -25
-

12 4 12 8 965
0., 0 0
0 25 5 -25 5 BIT
BC

Q 0

1
'

Q 0
2

Q3
I l
}
- ')6,5

Q 0
4

0
Qs

Q, :36. 5
0 JBC

200
71
Untuk batang C D :

D 1 D

D2 Ds

D3 D '9
= [T
CD]
D4 D 10

l
Ds Du

D6 D 12

0 -1 0 0

0 0 0 0

0 0
965
3ET

0 0 0
=

-1

0 0 0 0

0 0 0

r
D1 0

D2 0

DJ
96 5
BET

D4 0

Ds 0

06 0

i
201
0 0 0 0 0 0

0
12 6
0 --
12 6
0
125 25 1 25 25

6 4 6 2 65'
0 0
25 5 - 25 25 BEl
= El

0 0 0 0 0 0 0

6 12 6
0 0
25 125 - 25

2 6
0 - E 0
5 5
CD

0
r Ql

II Q2
28,95

I
I
9 6,5
s
'0
Q4

Q
I 2 8,95 r
I
I -
;) I i
I

I
I
I
I

l

Q ) I
8' 25 jI

0

CD

02
Untuk mendapatkn gaya dalam m om en lentur yang sebenamy a be
kerja pada elemen stmktur, harga yang didapat pad a m atrix gay a { Q} ,
m asih perlu dikurangi dengan momen primer d ari gam bar 4 . 1 5 . ( c ) .
Demikian p u l a dalam menghitung reaksi perletakan , harga yang
didapat pada matrix gaya { Q} m asih perlu dijumlahkan de ngan reaksi
perle takan elemen pada gam bar 4 . 1 5 . (d).

r 48 2 5 l - 1 -=a8l
, I
= =

;
2 3 9 ' 75 kgm .
I
I

1 - 96 . 5 - I
I
= 4 32 - 528 , 5 kg m .

1 - 625
I
- 96 , 5 = 5 28 , 5 kg m .
I
I
96 , 5 I 625 - 528 , 5 k gm .
=

I
I
1 - 4 32
=
96 , 5 5 28 , 5 kgm.
I
I
t_ _ 2 8
I I
I
I 48 , 2 5 = - 2 39 ' 75 kgm .
1-- - - _ _ _j _j

i t
Q momen p r i me r mome n a k h i r
r1 -- --l
- 28 , 9 5 +
I --
2 1 1-
,21 : 1-82---
=- , 25 k-g
.
I
(+-)
I lI i I 1
1

I
I kg . I ( t )
I I
I
I
750
I
0 + 750

I
28 , 9 5 +
I
I 21 1 ,2 \ = i 1 82 , 25 kg .
I
I

0 - 750 I_ 750 kg . (t)


-
1
=
+ I

--
L _ _ .J L_ _ _ _ _ _ j

t t
'
_ _ _j

Q re a k s i pe r - re a k s i pe r l e ta ka n
1 e ta ka n s e y a n g s eben a rnya
s ua i g amba r
4 . 1 5 . (d)

.2 0 3
4.7. APLIKASI PADA ANALISA KONSTRUKSI GRID.

Di bawah ini akan dicoba m enganalisa suatu konstruksi grid.

Contoh 4. 3 . :

( a ) konstruksi grid yang akan d ianalisa. E l konstan


Ys

12

,,

t:: v
z

Xs
( b ) vektor lendutan d it i t ik d is krit. sesuai d Lngan sistim koord i nat
X. y. Z.

.204
. I

, "' B

( c ) vektor gay a Iuar y ang koresponding dengan vektor lendutan


d ititik d iskrit
Gam bar 4 . 1 6 :.m alisu kons tn1ksi grid dengan beban terbagi merata

Gam bar 4 . 1 6 . (a) menunjukkan saw konstmksi grid y ang akan


dianalisa. Pada konstruksi grid. melihat vektor-vektor lendutan yang
d itunjukkan p ada gam bar 4. 1 6 . ( b ). sebenamya akan terdapat dua
jcnis momen bekerja p ada k.onstmksi ini. yaitu mmnen len tu r dan
momen torsi. M isalnya vektor nomor 4 adalah menunjukkan suatu
Iendu tan rotasi lentur pada batang ADC. nam u n untuk batang B D ia
menyatakan suatu lendutan rotasi torsi.

Pada contoh soal ini. untuk m udahnya pengamh torsi d iabaikan , jadi
hanya mem p erhitungkan pengamh m omen len tu r d an gaya lin tang.

Untu k mcm perlancar proses perhitungan. akan dibuat tabel-tabel


dibawah ini.

Ti t i k X y

A 10 0
B 0 10
c 10 20
D lO 10

Ta be l 4.2. koord i nat t i t i k d i sk r i t


a ra h u ru t a n
ba t a n g panj a ng cos a sin a
vek tor

l A -+ 0 10 0 1
2 0 -r B 10 - 1 0
3 0 -+ C 10 0 1

T a be 1 4 . 3 . da ta t i a p e 1 emen

I ! Q
I
!
I My
1 1!
I Qz
I
i ! Mx diti tik M'{ di ti ti k di ti t ik 'x d i t i t i k di ti tik
I
d i t i t ik
I
b a t ang
ke I , UJ ung uj ung ke 1 1
I
I

I
ke

II
I
uj ung UJ ung ke u J ung ke I ! UJ Ung ke

I
I

I I I
I 0 I 0
I
0 0
I
I
0 0
I
z 0 I 0 0 0 I 0 0

I
!

I
I

I
3 - 5000 0 - -
3000 5000 0 3000
i

Tabe l 4 . 4 . beban ek i va 1 en pada t i t i k d i sk r i t

A n g ka -angka pada t a be 1 4 . 4 . d i dapa t d a r i :

2 =
i - 12
T2 q
l 2 =
1
M = . 6000 . . 1 0 - 5 000 kgm.
X

t
T2 q
=
1 2 =
M + 5 000 kgm .
X l l +

1
Qz I
-
:::
2
=
q . 600 . 1 0 3 000 k g .
2

2 q = - 3000 kg .
=
T
[ Ks ] [T] [ K .I ] [ T ]

GJ GJ
0 0 0 0
L L
4E I 6E I 2E I 6E I

0 0
L L

1 2E I 6E I 1 2E I
-7
6E I
J
0 0 - --
2 2
[K ]
T L L
5
=
[ T] GJ GJ
[T ]
0 0 0 0
L L
2E I 6E I 4E I 6E I

0 - -- 0
L 2 L
L
1 2E I 6E I 1 2E I
J
6E I
J
0 0
2
L

dimana [ T ] adalah matrix transformasi sesuai persamaan ( 4 . 1 07).

K arena pada contoh soal ini peng:ruh t orsi d ia baikan. m aka dengan
menghilangkan baris dan kolom Jari komponen ve ktor torsi. matrix
kekakuan t iap elemen grid sebagai beri ku t :

2 3 4 5 6

4 6 2 6
TO
0
0
1 00 TO I 00

0 0 0 2
0 0 0

6 12 6 12 3
0 0 - 1 00 0
(K ]
l OO 1 00 0 1 00
El
1 s
2 6 4 6
0 0 4
10 1 00 TO l OO

0 0 0 0 0 0 5

6 12 6 12 6
- 1 00 0 - 0
1 00 0 l OO 1 000

207
vekto r n o m o r 2 dan 5
P:1da m atr ix kekak u an elemen 1 d i a ta s i n i .
:1d alah kom poncn t orsi. j ad i sam a (k ngan nol.

,, 5 0 7 8 9

l
r I
4
0 0 0 0 0 0
I
I


0 2 6 5
TO
4
TO
0 l OO 0 2 00
!

6
I

II
;'
0
12 6 1
0 2
0 l OO 1 o o o l OO 1 00 0
[K L Ei
2 :;,
0 0 0 0 0 0 7

2 6 4 6 8

l:
TO
i
0

J
TO 1 00 1 00

-
6
- -
12 6 12 9
0 1 000
l OO 1 000 l OO

5 6 10 11 12
4

l
4 6 2
10
0 - 61 00 4

TO
0 l OO

0 5
0 0 0 0 0

6 12 6 12 6
0 0 1 000
1 00 1 00 0 l OO
[ K3 ] s =
El
2 6 4 6 10
TO
0 0
l OO 10 l OO

0 0 0 0 0 0 11

12 12
6
- 1 00 ' 0 - 1 000 - 6l 00 0
1 000
12

208
Setelah d ituru n kan m a trix ke kakuan ele m e n , p roses dilanju tkan
dengan su perp osisi untu k mem bentu k m atrix ke kakuan struktur.

- [o
la
0

UJ -

N 0 N 0 N
0 0 0 '-D 0 0 0 0 '-D 0

0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

0 0
0 0 0 0 0
0 0 0 N 0 '-D 0 0 0 ..;)"" 0 '-D
I

0 N 0 N
0 0 0 0 '-D 0 \.0 0 0 0
I

0 0
0 0 0 0
0 0 0 0 N '-D 0 ..;)"" \.0 0 0 0
I

" 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

0 N 0 \.0 0 N 0 N
lO '-D 0 0 '-D "'"' 0 \.0 \.0 0

0 0
0 0 C) 0
lJ') 0 0 0 0 ..;)"" '-D 0 N \.0 0 0 0
I

0 0 0
0 0 0 0 0
.:t N 0 \.0 00 0 0 0 0 0 N 0 \.0
I

0 N 0 N
'-D 0 '-D 0 0 0 0 0 0 0

N 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

0 0
0 0 0 0
..;)"" 0 \.0 N 0 \.0 0 0 0 0 0 0
I
\.

.:::- !f) lO " CO en 0 N


C")

(/)
::::

2 09
Sebnjutnya d ilakukan pemisahan antara vektor dititik bebas dan
d iperletakan .
4 5 6 2 3 7 8 ':J 10 ll 12

u (I 800 0 0 I
I, - ------- +[ ----- ---- - - -- 1
I
I
I
5 0 400 60 I K t- ,o
I
I

6 0 60 36

2 II i I El
[K ]
I I
1 000
I
s
3 : I
I I

'
II I
7

Kb f Kb b
I
I

I
8

J
10

1 1

12

-1 { Qf}
[ K ff j
f _!_Q_ I
I s
0 I
0 I
I

I
i
!
10 1 00 II
T8

l: J
3 I
I
j
- TB
l OO 1 000
27

2 10
Ii - soo o
(
1
'I

{ Qf }

jl : 3 00
1
rI D

10
-g-
0 0 - 5000

D- -
i
1 10 1 00
TB
0 0
I
l
El 3 -

o,
-
1 00 - --
1 00 0
Tb
0 27 - 3000

f
6250 I
= -

El
+ 1 6666 , 7
- 111111 '1 II
)

D - 6250 I El (0)
4

D
5
+ 1 6666 , 7 I El
( V>)
D - 111111,1 I EI ( )
6

Akhirnya b isa d ihitung reaksi perletakan.

=
I:, 2
200
0
0
0
- 60
0
Q3 60 0 - 12

f-
Q7

l-
0 0 0 6250 I El

Q
El
0 200 60 1 000 1 66 66 , 7 I E l
8

Q 0 - 60 1 1 1 1 1 1 ,1 I EI
9
- 12
Q 200 0 60
10

Q 0 0 0

J
11

Q - 60 0 - 12
12
/

- 54 1 6 , 7 1

0 2

958 , 3 3

0 7

- 3 3 3 3-, 3 8

333 , 3 9

79 1 6 , 7 10

0 11

1 708 , 3 12

212
Untuk m cndap atkan reaksi yang sebenarnya, { Qb} m asih harus diku
rangi dengan gaya luar yang bekerj a langsung pacta perletakan (tabel 4 .4 ).

t - - - --, ----j
I - 54 ' 7 I I
16 - 0 - 54 1 6 , 7 kgm .
I

I
I
I

I I
I I
0 0 0

I I
I
I I
I
1 958 , 3 1 0 =
958 , 3 k gm .

I
I
iI I I
I
I
0 o 0

l l
I
I
I
3333 , 3 l 0 =
- 3333 , 3 kgm .

l I I
I
=

I
I
I
333 , 3 o 333 , 3 kgm .

I I I I - 1 29 1 6 , 7
I
791 6 ' 7 500 0 = kgm .

I I I
I
o I 0 I = 0
I I
I
I
I t_:oo
+- - - - ---L
1 70 8 ' 3 4 708 , 3 kgm .

i i
{ Qb } gay a luar yang langsung
bekerja pada perletakan
sebagai gaya aksi

2!3
4.8. APLIKASI P ADA ANALISA RA...GKABATANG.

Gambar 4 . 1 7 . elemen nngka


batang d engan
dua v e k tor be
b:.ls d i m asing
m asing uj ung
c!emen.

Gam b a r 4 . 1 7 . m e nunjukbn satu clemen rangka batang yang m e rupa


k a n b atang l u rus d engan p a njang L dan ke kakuan batang AE, dengan
dua vektor b e b as pada tiap t i t ik uj ungn y 3 . Sesuai d engan sifa t dari
rangka batang, m ak a d ianggap elemen batangnya t id a k akan mende
rita b e kerj an y a gaya momcn a t au l i n tang, m el ainkan hanya m e ndcrita
beke rj an y a gay a norm al saja .

.\1elihat pada m a trix kekakuan elemen yang telah d iturun kan pada
pasal 4 . 3 . d engan melakukan penyesuaian berhubung sifat elemen
batang dari konstruksi rangka batang seperti yang t elah d isebut kan
di a tas. maka d engan mudah dapat di turu n ka n m atrix kekakuan de
men batang Jari konstruksi rangka batang sebagai berikut :

r
I
AE AE
L L
1 0 0

2 0 0 0 0
[ K .' ) =
( 4 . 1 3 71
AE AE
L
3 0 0
L

4 0 0
0 0

2 3

2 14
Seperti juga [ nda persoalan analisa portal. tid:1k se rn u a cler0. e n bat;.mg
mempunyai sistim kordinat lokal yang berim pit J e n g:m sis :m koordi
n<!t s t m k t ur. O!eh karenanya diperiukan ad :.mya t ransfonn asi melalui
o perasi d a ri suatu m atrix t ransfo rm asi . Matrix transfonnasi ini pada
hakekatnya sam a dengan m atrix t ransfonn <!si yang d i tur.jukkur. oleh
persam aan ( 4 . 1 09 ) dan (4 . 1 1 0 ). J :J d i m:Jtrix t:ansfonnasi untuk ele
men batang p ada konstruksi rangka batan[! datar d a p at d i tu liskan :

l 2 3 4

cos CL sin a 0 0

2
- sin CL cos CL 0 0 (4. 1 3 8 )
T
0 0 c os CL sin CL
3

4 0 0 - sin CL cos CL

Dengan Li em ikian sesuai d cngan persamaan ( 4 . 1 :20) d apat Li i turu n kan


m atrix k e k a ku:.m clcmen batang yang mengikuti sistim koordinat
stru ktur :

[K ] = (T]
T
[K. ] [T]
S I

l
COS CL - sin CL 0 -1 0
0
sin CL COS CL 0 0 0 0
=
AE
L

J
[Ks ]
COS CL - s i n CL -1 0 0
0
sin CL COS CL 0 0 0 0

( COS CL sin CL
0
- sin CL COS CL

COS CL sin CL
0
- sin CL COS CL

:2 1 5
r
2 2
cos a. cos a. s i na. - cos a. - cos a.s i na.

. 2 . 2
cosa.s i n a. s 1 n a. - cos a.s i n a. - s 1 n a.

2 2
- cos a. - cos a. s i n a. co s a. cos a.s i na.

. 2 . 2
- cos a. s i na. - s 1 n a. cos a. s i n a. s 1 n a.
\
(4. 1 3 9 )
Sekarang m arilah lihat cont oh-con toh soal dibawah ini :
Con tofi 4 . 4 . :

J
2000 .l<G

T
C ----;.- 3000 KG

Q)
I
AE
/ 6. 00

k 2. 50
l
(a). rangka batang yang akan dianalisa.
4

( b ) . vektor gaya lendu tan d i t i t i k diskri t yang sesuai d e ngan koordi


n a t struktur.

16
(c). vcktor gaya len duran pada elemen batang m asing-masing se
suai dengan sistim koo rd i n a t l o k a l.

t
4 4

6
5
2
3 i
------ 5

( d). ve ktor gaya lendutan pada demen batang m asing-masing


sesuai d engan sistim koord inat global s t ru k t u r.

( e ) . vektor gay a luar yang he kerja p ad a titik d iskrit. sesuai dengan


sistim koord inat stru ktur.

( f) . sudut t ransfo m1 asi elemen batang.
Gam bar 4 . 1 8 . A nalisa ra ngka batang.

Melihat gam bar 4 . 1 8 . ( c ) . ( d ) dan ( f) . k e kakuan d ari m asing-m asing


elem e n A C . C B dan AB. de ngan m ud ah dapat d i t urun k an :

tg a 1
12
Untuk b a tang A C :
5

co s a l = 5
13

s i n al 12
T3

cos a cos a s i n a - cos a - cosas i na


2 2

cos a s i n a sin a cos as i na sin a


2 - -
2
AE
AC ] s
[K
- cos a - cos as i n a cos a co s a s i na
L 2
- cos a s i n a -
sin a
2 cos as i n a sin a
2

I
I
1

I
o , 1 4 7S 0 , 35 50 - 0 ' 1 4 79 - 0 , 3550

0 , 852 1 - 0 , 852 1 I

I
0 , 3550 - 0 , 3550
2 AE
- -

J
6 ,5
3 0 , 1 4 79 0 , 3 5 50 0 ' 1 4 79 0 , 35 5 0

-
4 0 , 3550 - 0 , 852 1 0 , 3550 0 , 85 2 1

2 3 4

18
12
U n tu k batang C B : tg a 2 -

cos a 2 .L
13

12
TI
s i n a2 -

3 0 ' 1 4 79 - 0 , 3550 - 0 , 1 4 79 0 , 35 5 0

0 , 3550 0 , 852 1 0 , 35 5 0 - 0 , 85 2 1
6,5
: K,.. J
4 AE
=

\,., B s
5 0 , 1 4 79 + 0 , 3550 0 ' 1 4 79 - 0 , 3550

6 0 , 35 5 0 - 0 , 852 1 - 0 , 35 5 0 0 , 85 2 1

3 4 5 6

Untuk b atang A B : cos a 3 -

sin a 0
3 =

0 -1 0

AE
0 0 0 0
5
[K ] "'

AB s
-1 0 0

0 0 0 0

rl - 1 3 l
I ,3 0 -I '3 0

2 AE 0 0 0 0
6,5

J
5 0 1 '3 0

6 0 0 0

2 5 5

S c kara n g a k an d isu p e rposis i ka n K


[ Ac l [ K c B l clan [ K A B I . u n t u k

111 l' n d a p a t k a n s a t u m at ri x k c k a k u a n s t ru k t ur .

219
I
I
<'

I
! , 447 9 0 , 3550 -0 ' ] 11 79 - 0 , 35 50 -! '3 0

2 0 , 3 550 0 , 85 2 1 -0 , 35 50 - 0 , 8 52 1 0 0 I
I

3 - 0 , 1 4 73 - 0 , 3550 0 , 29 58 0 - 0 ' 1 4 79 0 , 3 5 50
AE I

II
[K] b,5
-0 , 3 5 5 0 -0 , 8 5 2 1 0 I , 7042 0 , 35 5 0 - 0 , 85 2 1

I
I

)
- I , 4 4 79
-I ,3 0 o , 1 u 79 0 , 3 5 50 - 0 , 3 5 50
I
0 0 0 0 3 5 50
, -0 , 3 5 2 1 -0 , 3550 0 , 852 1

2 ,. 6

Selanj u t n y a dilakukan partisi pada vektor dititik bebas d an ve kt or


cl ipcrl e takan .

r-
....

4
- --- -- ' --- - - - - - - - ,

K f '
[K]

l b
I .
b
2
5 )
5
2 5 6
4

l I 0 . 2 9 58 ( I

r---r
!


;j

l
3
'

I
Q_

I
D

I
0
I

Q4 1
r
1
3
AE K fb
!
I 04 '
4 b,5 I
0 I ' 70 4 2
I .
- - - - - - - - - - - - - L --

! II
j'
l

Jj
I i D
I Q::, Kb Kb .
't f .o I ::>
\ ) ' \

1l
4

f AE I
Q 3 o . o455 0
I o.

AE I :
3
I

4l
I
Q 0 0 , 2 622
I
) )

220
'\

!
( - J
0

j
}
0 , 0 1 1 93 i
0 , 0455

2 1 , 98

0
0

3 ,814
1! 3 000

- 20 0 0

D 6 5 94 0
3 JlE
=

762 8
- AE"

Dengan demikian sudah dapat dike tahui bahwa lendutan yang terjad i
dititik C ialah sebesar :
D 6 5 940
( )
3 =
AE -+

04 = AE"
7628
( -t )
Setelah lendutan dititik b ebas diketahuL gaya-gaya dalam pacta t iap
elemen dapat dicari, dengan operasi m atrix berdasarkan persamaan :

{Q . } = [K, ] {o . }
I I I

d imana { D j } ialah m atrix lendutan yang telah d itransformasikan kem


bali dari sistim koordinat struktur ke sistim koordinat lokal.

Untuk batang AC :

Dl Dl

02 02
= [T ]
s
AC
S

D D
4 4
s
cos al s i n al 0 0 01

- s i n al cos a l 0 0 02
=

0 0 cos al sin al 03

0 0 - s i n al co s al 04
s

T3
5 12
T3
0 0 0

- n T3
12 5 0 0 0

TI TI
5 12 6 5940
0 0
AE

- n T3
12 5 7628
0 0 - t\E

D 0
1

D 0
2 -

D
1 8 32 0
3 AE

D 6 3 802
4
AE

l
(J D1
. l

Q 02
2 =
[K C) i
A
Q
3
0:3

Q4 04

AC

,., ,., ,.,


.(.. .(.. i..
0 -1 0 ( 0
1 I

0 0 0 0 0
2

b,5
=
AE
1 8 3 20
3 -1 0 0 AE

6 3 80 2
4 0 0 0 0 AE
1 2 3 4

Q - 281 8
1

0
2
Q
=

l:
281 8

0
.

AC

Dengan dem i kian d id apatkan bahwa gaya batang pada batang A C ialah
sebesar 2 8 1 8 kg. bersifat tarik.

Untuk batang CB :

1
0]

Oz 04
=
CB J
[T

Ds

04 06
J s

223
r
T3 T3

I
5 12 0 0 40
-

T3 T3
12 5 0 0 7628
- ll:E
=

n - T3
0 0 5 12 0

T3 T3
0 0 12 5 0

r o, 3 240 3
AE
579 3 4
AE
02
=

D3 0
04 0

2
'

r r
,
o
Ql

r
Q2

1
=
[ KC B ] i
Os D3

Q4 04
"
CB

0 -1 0 ( 3A240E 3
579 3 4
AE
0 0 0 0
AE
b,5
=

-1 0 0 0
0 0 0 0 0
224
Ql 498 5

Q2
0
=

- 4985

Q4 0

CB
D engan demikian didap atkan bahwa gaya batang pada batang C B ialah
sebesar 4985 kg. bersifat tekan.

Untuk batang AB :

o 0
0
1 1

02
0 0
2 =
=

q
03 0

04 0 0
4
s

Jadi : Ql 0

Q2 0
=

Q4 0
AB

Dengan d em i kian batang AB t id ak m e n derita bekeJjanya ga y a . a t a u


dengan k a t a l a i n g a y a batang AB ialah no!.

Selanj u tnya u n tuk me nghi tung reaksi perle takan. bisa digunakan
p e rsamaan :
r 1 l
Q 1 - 0 ' 1 4 79 0 , 3550
l

r
2

AE
- 0 , 3 55 0 - 0 , 852 1

b,5
I Q i


2 =

l j
5 I
l J
- 0 ' 1 4 79 0 , 35 5 0 I o
I I I
Q 5 I
,

Q
0
-
0 , 3550 - 0 , 852 1
j l
4

l
3

(_ 0 ' 1 4 79 - 0 , 3550
I

AE
I- 0 , 3550 - 0 , 852 1
65940
AE
b,5
=

76 2 8
- 0 ' 1 4 79 0 , 3 55 0
AE

0 , 3550 - 0 , 8 52 1

(
i
Q r - 1 08 3

j
l

Q2 - 26 0 !

Q -191 7
I 5

l Q
6
+460 1
)
Demikianlah sud a h dapat d ihitung reaksi perle takan di A d an B.

= 1 08 3 kg . ( +

( )
RA H
RA V 260 1 kg .
(
=

)
...

=
1 91 7 kg . +

(
R BH
Rs v = 460 1 kg . t )

Rcaksi y a n g d id apat J a ri b asil operasi m a t ri x i ni s u d ah merupakan


n:aksi p e rl e t a kan yang: se benar n y a . kare n a m em ang: t idak a d a reaksi
lang:s u n g y ang d i terim a perletakan d ari gaya luar.
Sekarang tkan dicoba u n tu k meneliti kese t i m bangan yang teriadi
d i titik C d a n kese t im bangan seluruh struktur.
Untuk kesetim bangan d it i t i k C, p erhatikan gam bar 4. 1 9 .

G am bar 4. 1 9 .
Penggam baran gay a luar dan gay a
dalam d it itik C .

I H = 3000 - 281 8 T3
5 4 98 5
. . T3
5 "' 0

I V = 2000 + 281 8 .
12 -
T3 4 98 5 . T3
12 :0: 0

Tcrnyata setim bang.

Untuk kese tim bangan seluru h struk tur. perhatikan gam bar 4 . 2 0 .

t2000
3000
G am bar 4 . 2 0 .
Penggam baran gaya aksi dan reaksi
p acla rangka batang.

1083 +--le----*

J2601
I H = 3000 - 1 083 1 9 1 7 "' 0
L V = 2000 2601
+ 4601 :0:
0

Ternyata juga setim bang.

., ., _
__ ,
r

C on toh 4 . 5 .

A B
(a) rangka batang yang akan di-
4 analisa, AE konstan

3000 kg
3 3

-+=::...._+--+- 5 (b) vektor lendutan dititik diskrit


yang sesuai dengan koordinat
struktur

Gz

f--+-.L-_:,;,.-Q s = O ( c l vektor gaya luar yang beke rj a


pacta titik d iskrit. yang kores
ponding dengan ve ktor lendutan
kg .
'K

( d ) sudut t ransformasi d an tlap-tiap eleme n .

Gam b ar 4 . 2 1 . analisa rangka batang s tatis tidak t e rt e n tu dalam


t ingkat 1 .

Pada contoh 4 . 5 ini, a k an dicoba m e n gh itung l en dutan dititik A , B , C


dengan m e t o d e superposisi langsung.

Melihat gam bar 4 . 2 1 . (b) dan ( d ) . akan dapat dengan m udah diturun
kan m at rix kekakuan elemen sesuai dengan rumus.

B atang 1

tg 4
3
Ct

4
5
sin a =

3
5
cos a

2 29
25 25
L -
25
9 12 12
-

25

12 16 12 16 2
25 25
AE
25 25
[K )
l s
-
5
25 25 25
9 12 9 12 3
25

25
12 16 12 16 4
25 25 25

2 3 4

0 , 0 72 0 , 0 96 - 0 , 0 72 - 0 , 096

0 , 096 2
AE
0 , I 28 - 0 , 096 - 0 , I 28

3
- 0 , 0 72 - 0 , 096 0 , 0 72 0 , 096

- 0 , 096 - 0 , I 28 0 , 096 0 , I 28 4

2 3 4
Batang 2 :
a = 2 70
sin a = - I

cos a = 0

0 0 0 0

[K AE 0 2
2 ]s
0 -
I
8
0 0 0 0 7

0 - I 0 6

2 7 8

230
r
'

f 0 0 0 0
0 0 ' 1 25 0 - 0 ' 1 25 2
=
AE
0 0 0 0 ,?

-
0 0 ' 1 25 0 0 ' 1 25 8

2 7 8

Batang 3 :
= 4
3
tg 0:

4
sin 0: =

5
3
5
cos 0:
=

_L
2s
9 12 _
12
25 25 25

12 16 12 16
2s
2
25 25 25
[K ] = -
AE
3 s 5
_ _L 12 9 12 5
25 25 25 25

12 16 12 16 6
2s E
25 25
j
2 5 6

0 , 0 72 - 0 , 0 96 - 0 ' 072 0 , 09 6
- 0 , 096 0 , 1 28 0 , 096 - 0 , 1 28 2
AE
5
=

- 0 , 0 72 0 , 09 6 0 , 0 72 - 0 , 096
0 , 096 -
0 , 1 28 - 0 , 096 0 ' 1 28 6

2 5 6

23 1
Batang 4 :
ex = 00
s i n ex = 0
cos ex =

0 -
1 0 3

0 0 0 0 4

AE
[K ] = r
5
4 s
-
1 0 0

0 0 0 0 6

3 4 5 6

0 ' 1 67 0 - 0 , 1 67 0 3

0 0 0 0 4
= AE

0 0 , 1 67 0 5

0 0 0 6

3 4 5 6

2 3 :2
Batang 5 :

3
4
tg a =
-

-
4
5
sin a =

3
5
cos a =

0 , 0 72 - 0 , 096 - 0 ' 0 72 0 , 09 6 3

- 0 , 096 0 , 1 28 0 , 096 - 0 . 1 28
[K 5 ] == AE
s
- 0 , 0 72 0 , 096 0 , 072 - 0 , 096 7

0 , 0 96 - 0 ' 1 28 - 0 , 096 0 ' 1 28 8

3 4 7 8
Batang 6 :

3
:::
4
tg a

4
sin a
=

5
3
5
cos a =

0 , 0 72 0 , 0 96 - 0 , 072 - 0 , 096 5

0 , 096 0 , 1 28 - 0 , 09 6 - 0 ' 1 28 6
[ K6 ] = AE
s
- 0 , 0 72 - 0 , 096 0 , 0 72 0 , 0 96 7

- 0 , 096 0 ,. 1 2 8 0 , 096 0 ' 1 28 8

5 6 7 8

233
IJ
w ;;>;"' Vl
+:>. f\0 (0
(0
::::3 -

'0
(0
>-; ;;>;"'

'0 (0

2
lf ..... . ;;>;"'

2 3 5 6 7 u
?l

::::3
(0
0 ' 1 44 0 - Q , 0 72 - 0 , 0 96 - 0 , 0 72 0 , 0 96 0 0 (D'
3
(0
0 0 ' 38 1 - 0 , 096 - 0 ' 1 28 0 , 09 6 - 0' 1 28 0 - 0 ' 1 25 2 ::::3
0..
- 0 ' 0 72 - 0 , 0 96 0 ,31 1 0 - 0 ' 1 67 0 - 0 , 0 72 0 , 09 6 3 Q;
;:.:
'0

-
0 , 09 6 0' 1 28 0 0 , 2 56 0 0 0 , 096 0 , 1 28
[ K 5]
4 "'

AE ::::3
- 0 ' 0 72 0 , 0 96 - 0 ' 1 67 0 0'31 1 0 - 0 , 0 72 - 0 , 096 V>
(0
5
3
c
0 , 096 0 , 1 28 0 0 0 0 , 256 0 , 09 6 0 , I 28 6
::::3
'<
3"
0 0 - 0 , 0 72 0 , 0 96 - 0 ' 0 72 0 , 096 0 ' J ll 4 0 7
Vl
(1)
UCI
(1)
0 - 0 , I 25 0 , 09 6 - 0 ' 1 28 0 , 096 - 0 ' 1 28 0 0 ' 38 1 8 >-;

0..

'0
;:.:

5
-

;:.:
"'
c I
r
Ii

Langkah sel a nj u t n ya ialah melakukan par tisi Jtan pengelom pokan .


yaitu d ibagi a tas bagian vektor dititik b e bas dan vektor diperletakan.

Melihat syarat batas :

D 0
1

=
D 0
2

D
7
=
0

3 4 5 6 8 1 2 7

Q
3
0,31 1 0 -0 , 1 67 0 0 , 0 96 t
l
l
I D
3 l 3

l
Q 0 0 , 256 0 0 - 0 ' 1 28 D 4

I
4 I 4

D 5
5
- 0 ' 1 67 0 0'31 1 0 - 0 , 096
5
Q Kfb

\
0 0 0 0 , 2 56 - 0 , 1 2 8
6
Q D 6
AE
i
I
6

I
J
Q 0 , 0 9 6 -0 ' 1 2 8 - 0 , 096 - 0 ' 1 2 8 0 , 38 1 D 8
8 I 8

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Q l D

I
1

I
Q K
bf
K
bb
D 2
2 2
I

l
I

7)
Q D
7
7

Matrix [ K rrl m asih cl apat d isederhanakan de ngan suatu t r:msform asi.


m engingat adanya keadaan k h usus pacta rangka batang ini :

235
=

Jadi sekarang akan diadakan suatu transformasi dengan mengambil


suatu pemisalan :
D = D =
-
u
3 5 3
D = D = u
4 6 4
D = u
8 8
atau dinyatakan secara matrix :

D
3
D u
4 3
= u
D [Z]
5 4

D u
6 8
D
8

D .1 0 0
3
D 0 1 0 u
4 3

D =
0 0 u
5 '+

l<
D 0 r 0 u
8

J
0 0

dimana matrix transformasi :

r
0 0

0 0

=
[Z] - 1 0 0

0 0

0 0

236
l
1
i M engingat sifat dari suatu transfonnasi matrix seperti yang telah
dijelaskan daiam pasal 4.4 . . m ak a bisa didapatkan m a trix ke kakuan
relatif terhadap basis{ U } , y aitu m atrix [ K ff] u :

=
[ Kf f ] u [ Z ] T [ Kf f ] [ Z ]

2 3

0 , 95 6 0 0 , 1 92

[ Kf f ] u =
AE 0 0, 51 2 0 , 2 56 2

0 , 192 - 0 , 25 6 0 , 38 1 3

Matrix gaya luar yang sesuai dengan vektor bebas { Qf } :

'

p,
0

=
0

l ::
0

- 3 900

Matrix { Q -= } perlu ditransfonnasikan juga kesuatu mang berdim ensi 3


I
sehingga sesuai dengan matrix { U} .

{Q } [z ]T {Q }
f
=

f u
0

0 - 1 0 0 0

=
0 0 0 0

0 0 0 0 0

- 3 00 0

237
0

Mengingat hubungan :
= {U
[ Kf f ] u
{Q } }
f u

{U =
- l
. { Q f} u
} [ Kf f ] u

1 , 2 3 8 - 0 , 467 - 0 , 933
J-1 1
AE
{ Kf f u = - - 0 , 467 3,1 14 2 , 33 3
- 0 , 933 2 , 333 4 ,657

r
u 1 , 2 38 - 0 , 467 - 0 , 933 0
3

1
u AE
3, 1 14 2 , 333 0
4
= - - 0 , 467
u 0, 933 2, 333 4 , 657 - 3000
" 8

279 9
- 6 999
- 1 3971
Sekarang lakukan lagi transform asi kem bali dari m atrix { U} ke m atrix
{ D}
melalui matrix t ransformasi { Z} .
1
D 0 0
3

D
4 0 0 2 799

1
AE
D =
- 1 0 0 - 699 9
5

l
D 0 0 - 1 3971
6

D 0 0
8

( D 2 799
3

D - 6999
4

l
AE
D = - 2 799
5

D - 6 999
6

D - 1 3971
8

r; = 2 79 9 I AE ( -+ )
3

D - 6999 I AE ( .} )
4

D =
- 2 79 9 I A E ( +
5

D =
- 6999 I A.E ( +
6

D - 1 3 7 9 1 I AE ( + )
8

239
l
Untuk konstm ksi rangka batang mang ( tiga dimensl), proses analisa
secara garis besar adalah sam a dengan proses analisa pada rangka b a
tang datar.
Hanya t erdapat beberapa perbedaan yaitu :
Ada 3 vektor bebas d ititik diskrit pada ujung elemen . m asing
m asing sesuai dengan arah sum bu x. y dan z (lihat gam bar 4 . 2 2 ).

L
Matri x transformasi tiga dim ensi.

f
/
1

=;; f
!=:=E.=======/
Gam b ar d . 2 2 .
4 vektor b ebas pada alemen b atang d ari
s a u konstruksi rangka batang ruang.
3 6

z
r"
Dibawah ini akan ditumnkan m atrix transformasi dari eleme n dalam
sistim koordinat Cartesius tiga dim ensi.

Y.'

Gam b ar 4 . 2 3 .
z
elemen batang OA dengan arah { a , b , c}

Gam bar 4 . 2 3 . men unjukkan satu elem en batang OA dengan koefisien


arah { a , b , c} relatif terhadap basis OX { I , 0 , 0} , OY { 0 , I , 0} dan
OZ { 0 , 0 , I }

2 40
r
'

Sekarang bila akan dicari hubungan antara sistim koordinat XYZ


dengan sistim koordinat lokal elemen OA, yaitu sistim koordinat
X'Y'Z', dim ana sum bu X' berimpit dengan sum bu batang OA, sumbu
Y' terletak pada bidang diagonal yang melalui sumbu Y , dan sum bu Z'
terletak pada bidang XOZ. Dengan demikian sudah dapat dipastikan
sumbu X' mempunyai koefisien arah sebagai

X1 . = { a , b , c} (4. 1 40 )

Karena sumbu Z ' terletak pada bidang XOZ, m aka koefisien arah sum
bu Z' dapat dituliskan

=
Z' {Z' 0, z'} .
1' 3 (4. 1 4 1 )

Berhubung sumbu X ' ..L Z '

mak a : {X'} {Z '} =


0 (4. 1 42) -

{ a , b , c} { z I , 0 , Z '} = 0 (4. 1 43 )
1 3 .

a Z' + c Z' =
0
1 3

= -
Z' Z' c a (4. 1 44 )
1 3

Dengan demikian koefisien arah snm bu Z ' dapat dinyatakan sebagai :

Z' { -c , o , a} (4 . 1 4 5 )

Jadi, sekarang su d ah didapat koefisien arah dari sum bu X ' dan Z '.
Untuk men dapatkan v e ktor arah satuan yang panjangnya satu . maka
koefisien arah d iatas masih harus ct i b a ?i dengan panjang vektor m asing
m asing.

= {. I }
J ad i koe fisien arah sumbu X' dinyat akan seb agai

X'
a b
a 2 + b 2 + c 2 V a 2 + b2 + c 2 V a 2 + b2 + c 2
_ ,-;:===== ,-;:=== c== (4. 1 46 )
v

24 1
dan koefisien arah sumbu Z dinyatakan sebag:ai

Z' = {- J
-;=c===;;:.
+
a2 c2
0 14. 1 47)

Sumbu Y' ialah satu sumbu yang ...L X ' d a n Z ' sehingga dapat
dinyatakan sebag:ai
{Y'} {Z' } X {X'} 14. 1 48 )

-V;:(
================= 1
I 2 2

I 1-J;::(
be a + c
=========== = ==::-
2 c 2 ) ( 2 + 2 + 2) ...
a + a b c 2 2 2
a + c ) ( a + b 2 . c2 )

c a c
0

J J
a

J
a b c
2 2 J 2 2 2 2
2 2 2
a + b +c
2
a +b +c a +b +c a +b 2+c 2

ab

J ( a 2 +c 2 ) (a 2 + b 2 +c 2 )

Jadi koefisien arah sumbu Y' dapat dinyatakan sebagai

:: }
2 + 2
a c
J( 2 2 ) 2 2 2 )
a +c (a +b +c ... ,. .
.
.b

(4. 1 49 )

Dengan demikian matrix transfonnasi [N] dapat dituliskan sebagai


242
r

[N)

r: (4. 1 5 0 )

J a 2 +b 2 +c 2 J a 2 +b 2 +c 2
c

J a 2 + b 2 +c 2
a b

J( a 2 + c 2 ) (a 2+b 2 + c2 )
2 2

J( a 2 +c 2 ) ( a 2+b 2 +c 2 ) J( a 2+ c2 ) ( a 2 +b 2 +c 2 )
ab a +c be
a ta u [ N )

c a

r:r::z J7::2
0

a a (4 . 1 5 1 )

Bila pada ken yataannya nanti t ernyata b ahwa titik 0 mempunyai


koordinat (Xo , Y 0 . Z 0 ) d a n titik A m e m punyai koordinat ( X 3 , Y a
Z a) . seperti ditunjukkan p ada gam bar 4 . 2 4 , m aka dapat d ilakuk an
eliminasi p ada fak t or a. b d an c pada persam aan {4 . 1 5 1 ) dengan
fak t or-faktor X0, Y 0 , Z 0 dan X3, Y 3, Z 3 sebagai b e1ikut :

b .. Ya Yo
-
(4. 1 5 2 )

r
x'

- x

z' e l e me n b a t a n g OA
den g a n a ra h

/
z
{ X a - Xo , Y a - Y0
, Z a - Zo }

243
Dengan demikian m atrix kekakuan elemen satu rangka batang ruang
setelah ditransformasikan dalam sistim koordinat struktur dapat
dituliskan sebagai dinyatakan oleh persamaan (4 . 1 20 ) :

=
T
[ Ks ] [T] [ Kj ] [T ]

[: : ]
d i ma na
[T) =
(4. 1 5 3 )

1 2 3 4 5 6

-
AE AE
L L
1 0 0 0 0

2 0 0 0 0 0 0

;; 0 0 0 0 0 0
= ( 4. 1 54 )
dan [K] .I
AE AE
L
4 0 0 0 0
L

5 0 0 0 0 0 0

6
l 0 0 0 0 0 0

Bila persamaan (4 . 1 5 1 ) kemudian disubsitusikan kedalam persamaan


(4. 1 5 3 ) untuk selanjutnya ke persamaan (4. 1 20 ) , akan menghasilkan
m atrix kekakuan elemen yang sesuai dengan sistim koordinat struktur.

r
2 2
a ab ae -a -ab - ae

2 2
ab b be -ab -b - be

2 2
[ K]
ae be e -ae -be -e

J a 2+ b 2 +e 2
AE/L
s
=

2 2
-a -ab -ae a ab ae

2 2
-ab -b -be ab b be

)
2 2
-ae - be -e ae be e

244
a
2
ab ae -a
2
-ae
I
-ab

2 2
ab b be -ab -b - be

2 2
ae be e -ae - be -e
a tau [ K] s
2 2
-a -ab -ae a ab ae

2 2
-ab -b - be ab b be

2 2
-ae -be -e ae be e

(4. 1 5 5 )
dim ana sebagai dinyatakan dalam persamaan ( 4 . 1 5 2 ) :

X. X .I
J
a =

J
b Y. Y.
I

J
e =
z. z.
I
+
(4. 1 56 )

J
2 2 2
L = a b + e

dimana titik i d an j mcrup akan titik uj ung elemen rangka batang ruang
seperti ditunjukkan gam bar 4 . 2 5 .

X
y

z
3
Gambar 4 . 2 5 . satu elemen rangka batang
ruang d e ngan vektor bebas yang sesuai dc
ngan sistim koord inat stmktur X. Y. Z.

.:!45
Selanjutnya akan dipelaj ari contoh soal d ibawah ini.
Contoh 4.6 :
E

3 000 kg (sejajar batang D C )

1 a) konst ru ksi rangka b atang ruang


yang a kan d ianalisa .
ABCD m eru pakan b ujur sangkar,
3
A E ' = E 'C = E'D = E ' B = m .
EE' = 4m . A E k o nsta n .

--
--- -- y
( b ) vektor lend utan d i titik d iskri t ,
B
yang sesuai dengan sistim koor
lL.
d inat struktur x. y , z .
E

X
,..
0

Q 1 3 = 3 000 k g ( sejajar batang DC)

( c i v e k t or gaya luar yang kores


pond ing Jcngan v c kt o r lendu ran.

G am b ar 4 . 2 6 . kons truksi rangka batang ruang.


'
Dalam contoh soal di atas inL akan dicoba m enganalisa satu rangka
batang ruang yang sederhana.

Cntuk m e mudahkan p rcses p erhitungan, dibuat b eberapa tabel di


bawah ini.

Ti tik X y z

A 0 0 3V2
B 3i2 0 3 1/2
c 3'12 0 0
D 0 0 0
E 1n
2
4 #2
2

Tabe l 4 . 5 . Tabel koordinat

i Ba tang
I
a rah v e k t o r ai Df Cf
keka k uan pan j an g (L] L L L
i
ax i a l

r .. I

I' vZ
1
0 , 3Vz 0 ,8 0 3
!- ,
I A E AE 5

I
- I
2 B E AE 5 -0 , 3Vz 0,8 - 0 . 3 Vz

3 J -0 , 3V2 o,8 0 , 3 Vz

..
AE

I
c E

I
I
I
I I 0 , 3 V2 0,8
! 0 , 3 Vz
4 D E AE 5
i

Tabel 4 .6 . Tabel data tiap batang.

I Ti t ik Qx Qy Qz

I 0

II
A 0 0
I
I
B 0 0 0
c 0 0 G
D 0 0 0

E 300 0 0 0

Tabcl 4 . 7 . Tabel gaya luar yang bekcrja dititik d iskri t .

247
r

Berdasarkan data-data pada tabel di atas, dapat diturunkan m atrix


kekakuan dari elemen-elemen konstruksi, sesuai dengan rumus yang
telah diberikan.

. :>
,-

I
2 3 1 3 l lt

I

(
, 18 , 2 4Vl - '18 -'18 - , 24Vl 18
I

" "'
I , 24Vz
- , 24 Vl

I
2 , 64 - , 24 Vz - , 64

l-: ""'
- , 2 4Vz ,18 ,18 , 24 V2 - , 18
I
-,18 AE
[K ) I - 5
1 5 l 3 I - 18 - , 24Vz ,18 '18 , 2 4Vz ,18

l lt - , 64 , 24V2 , 24Vz , 64 - , 24Vz

15 ,18 , 24Vz -'18 -'18 - , 24Vz '18

.
.. 5 6 1 3 l lt 15