Anda di halaman 1dari 13

UNIT DAN DIMENSI

DIMENSI : Konsep dasar untuk pengukuran seperti panjang,


waktu, massa, suhu, dsb.
UNIT : Alat untuk mengekspresikan dimensi;
seperti : ft, cm, (untuk panjang)
jam, dt (untuk waktu)
(catatan : untuk penambahan dan pengurangan ® dimensi harus sama)

KONVERSI penyeragaman unit


Contoh :
1. Konversikan kecepatan pesawat dari ft/dt ke mil/jam. Diketahui
kecepatan pesawat 2 x kecepatan suara (2 x 1100 ft/dt)
Jawab :

1100ft 1 mil 60 dt 60 menit


2× × × × = 1500 mil/ jam
dt 5280 ft 1 menit 1 jam

2. Konversikan 400 in3/hari ® cm3/menit


Jawab :

400 in 3 2.54 cm 3 1 hari 1 jam


hari
× ( in
×) ×
24 jam 60 menit
= 4.56 cm3 /menit

Sistem Unit yang paling Umum Digunakan :


1. SI (Sistem Internasional) ® MKS
Unit Dasar ® meter, kg, second
Turunan ® Gaya = kg.m/dt2 » Newton
Energi = kg.m2/dt2 » N.m = Joule
Tenaga = kg.m2/dt3 » Joule/dt = Watt
2. CGS
Unit Dasar ® cm, gram, second
Turunan ® dyne, erg
3. English Absolute System ® FPS
Unit Dasar ® foot, lb, second
Turunan ® poundal, ft.poundal
4. British Engineering
Unit Dasar ® foot, second, slug
Turunan ® pound weight, Btu
5. American Engineering
Unit Dasar ® foot, second, lbm
Turunan ® lbf, Btu
1
Faktor Konversi gc
® untuk mengubah lbm menjadi lbf pada
American Engineering System.
Hukum Newton ® F = c.m.a
1
c=
Pada American Engineering System ® gc
(lbm )(ft )
gc = 32 .174 2
dimana ( dt )(lb f )
Bila g = gc, maka lbm = lbf

Contoh :
1. Bila 1 lbm dipercepat pada kecepatan gravitasi 32.174 ft/dt2, maka
1 ft
F= × 1 lb m × 32 . 174
(lbm )(ft ) dt 2
32. 174
(dt 2 )(lb f )
= 1 lbf
Perhatikan Þ 1 lbm = 1 lbf bila g = gc

2. 100 lbm air mengalir melalui pipa pada kecepatan 10.0 ft/dt.
Berapa energi kinetiknya dalam (ft)(lbf) ?
1
Ek = . m . v 2
2
1 10 ft 2 1
= × 100 lb m ×
2 dt ( )
×
(lb )(ft )
32. 174 m2
(dt )(lb f )
= 155 ( ft )(lbf )

3. Berapa energi potensial (dalam (ft)(lbf) sebuah drum dengan


massa 100 lbm yang tergantung 10 ft di atas permukaan bumi ?

E p = m. g . h
32 . 2 ft 1
= 100 lbm × 2
× 10 ft ×
dt (lb )( ft )
32. 174 m2
( dt )(lb f )
= 1000 ( ft )(lb f )
Mole
mass ( g )
g mol =
BM

mass (lb)
lb mol =
BM

Contoh : 2.00 lb NaOH = ? lb mol


= ? g mol
Jawab :
1 lb mol NaOH
2.00 lb NaOH × = 0.05 lb mol NaOH
40 lb NaOH

1 lb mol NaOH 454 g mol


2.00 lb NaOH × × = 22.7 g mol NaOH
40 lb NaOH 1 lb mol
DENSITY = MASSA JENIS = Perbandingan (ratio) antara massa per
satuan volume
3 3
Ex : kg/m , lb/ft

SPECIFIC VOLUME ® kebalikan dari density ® m3/kg


SPECIFIC GRAVITY = perbandingan 2 density, yaitu density suatu
zat dengan density zat reference (biasanya
air)
Pada system SI, nilai numerik density sama dengan specific gravity
karena density air pada 4oC (reference) = 1 g/cm3.
Pada American Engineering System, nilai numeric density ¹ specific
gravity karena density air = 62.4 lb/ft3.
Pada industri perminyakan, SG (Specific Gravity) dilaporkan sebagai
o
API dimana
o 141 .5
API = − 131. 5
60o
SG o
60
Contoh Soal :
Density dan Specific Gravity
Jika di-bromo-pentana mempunyai specific gravity 1.57, Berapa
density (massa jenis)nya dalam
a) g/cm3 b) lbm/ft3 c) kg/m3

Jawab :
a). Density = Specific Gravity x density air
g DBP
1. 57
cm3 g H2O g DBP
= × 1 . 00 3
= 1. 57
g H2O cm cm3
1. 00
cm3

lb m DBP
1 . 57
ft 3 lb H O lb DBP
× 62 . 4 m 3 2 = 97 . 9 m 3
lb m H 2 O ft ft
1. 00 3
b). ft

g DBP 100 cm 3 1 kg kg DBP


c).
1.57
cm 3
×
m
×(1000 g )
=1.57 × 103
m3
FRAKSI MOL DAN FRAKSI BERAT

Mol A
Fraksi Mol A =
Total Mol

Berat A
Fraksi Berat A =
Total Berat

Berat Molekul Udara Rata-rata

Komponen Moles (%) BM lb % Berat


O2 21 32 672 672/2900=23.17
N2 79 28.2 2228 2228/2900=76.83
Total 100 2900 100

lb 2900
BM Rata−Rata = = = 29
lb mol 100 lb mol

Analisa Orsat ® Analisa gas basis kering


Pada gas ideal, basis volume =basis mole
Ex : 21 % oxygen ® 21 % v/v » 21 % mol/mol
79 % Nitrogen ® 79 % v/v » 79 % mol/mol
100 % total

Untuk Cairan dan padatan ® % w/w

Contoh Soal :
Suatu bahan pembersih mengandung 5 kg air dan 5 kg NaOH.
Berapa fraksi berat dan fraksi mol masing-masing dalam satu botol ?

Jawab :
Komponen Kg Fraksi Berat BM Kgmol Fraksi mol
Air 5.0 5/10 18 5/18=0.278 0.278/0.403
NaOH 5.0 5/10 40 5/40=0.125 0.125/0.403
Total 10.0 1.0 0.403 1.0
BASIS
Contoh Soal
1. Jika suatu bahan bakar mengandung 80 % C (w/w) dan 20 % H
(w/w), berapa perbandingan C/H dalam mol ?
Jawab :
Basis 100 kg atau 100 lb
Komponen % Berat BM Mol
C 80 12.0 80/12=6.67
H 20 1.008 20/1.008=19.84
100
Perbandingan C/Hdalam mol = 6.67/19.84 = 0.33

2. Komposisi suatu gas adalah 10 % H2, 40 % CH4, 30 % CO, dan 20


% CO2. Berapa BM rata-rata gas tersebut?
Jawab :
Basis 100 mol gas
Komponen Mol (kgmol) BM Massa (kg
C02 20 44 880
CO 30 28 840
CH4 40 16.04 642
H2 10 2.02 20
100 2382
Massa 2382 kg
BM Rata−Rata = = = 23.82
Mol 100 kg mol

3. Analisa komposisi suatu contoh batu bara adalah sebagai berikut :


2 % S, 1 % N, 6 % O, 11 % Abu dan 3 % air. Sisanya adalah C
dan H dengan perbandingan mol H/C = 9. Hitunglah komposisi
perbandingan batu bara tersebut bila abu dan air diabaikan ?
Jawab :
Basis = 100 kg batu bara
S + N + O + Abu + Air = 2 + 1 + 6 + 11 + 3 = 23 kg
C dan H = 100 – 23 = 77 kg
9
H= × 1.0 kg = 0.9 kg
1+9 0.9
H= × 77 kg = 33 kg
1 2.1
C= × 12 kg = 1.2 kg
1+9 1.2
C= × 77 kg = 44 kg
2.1 kg Jadi, 2.1
Komposisi :
Komponen Massa Fraksi
C 44 0.51
H 33 0.39
S 2 0.02
N 1 0.02
O 6 0.07
86 1.00
TEMPERATUR
Skala Temperatur ® kuantifikasi seberapa panas suatu bahan
Termometer ® alat untuk mengukur tingkat/derajat panas suatu
zat/bahan

Skala temperatur
1. Celcius (Celsius, 1742) skala relatif ® titik 0
2. Fahrenheit (1700-an) ditetapkan oleh penemunya
3. Kelvin skala absolut ® titik 0 adalah temperatur
4. Rankine terendah yang dipercaya ada
0
1. 8 F
T 0F =
( )
1 0C
T 0 C + 32

1K
( )
T K = 0 T 0 C + 273
1 C
o
1 R
( )
T 0 R = 0 T 0 F + 460
1 F

Contoh Soal (Konversi Temperatur) :


0
1. Konversikan 100 C ke
a) K b) 0F c) 0R
Jawab :
1K
a).
TK = ( )
0
1 C
0
× 100 C + 273 = 373 K

1 .8 0 F
b).
T 0F = 0
1 C( ) 0 0
× 100 C + 32 = 212 F

10R
c).
T 0F = ( )
0
1 F
0 0
× 212 F + 460 = 672 R

2. Konduktifitas panas Al pada 32 0F = 117 Btu/(hr)(ft2)(0F/ft). Berapa


nilainya pada 0 0C dalam unit Btu/(hr)(ft2)(K/ft)?
Jawab :
32 0F = 0 0C
117 ( Btu)(ft ) 1 .8 0 F 1o C Btu
2 0
× 0 × = 211
(hr)( ft )( F ) 1 C 1K ( hr)(ft 2 )( K /ft )
TEKANAN
Tekanan = gaya per satuan luas

Misalkan suatu kolom air raksa mempunyai


vacuum
area 1 cm2 dan tinggi 50 cm . Bila density
air raksa = 13.55 g/cm3 maka gaya =

50 cm 13.55 g 980 cm 1 kg 1m 1N
Hg F= × 50 cm × 1 cm2 × 2 × × ×
cm 3
dt 1000 g 100 cm 1 (kg)(m)
dt 2
= 6.64 N
2
Gaya 6.64 N 100 cm
plat Tekanan (P ) = =
Luas 1 cm2
×
1m ( )
= 6.64 × 10 4 N /m2

Dalam American Engineering System

846 lbm 1 in 1 ft 322 ft 1


P= 3
× 50 cm × × × 2 ×
1 ft 2. 54 cm 12 in dt 32 .174 (lb m )(ft )
(dt 2 )(lb f )
lb f
= 1387
ft 2

Tekanan relatif = bila reference-nya adalah tekanan atmosfir


Contohnya pada manometer dengan ujung terbuka.

Tekanan absolut = pengukuran terhadap tekanan vacuum.


Contohnya pada manometer dengan ujung tertutup.

Titik 0 pada tekanan relatif = tekanan udara sekeliling


Titik 0 pada tekanan absolut = tekanan vacuum

Tekanan absolut = tekanan gauge + tekanan barometer


Tekanan atmosfir = tekanan barometric = tekanan udara/atmosfir
sekeliling kita yang bisa berubah-ubah.
Tekanan atmosfir standar » 1 atm atau 760 mmHg pada 0 0C.
 33.91 ft H2O
 14.969 » 14.7 psia (pound per square inch absolute)
 29.921 » 29.92 inHg
 760 mmHg
 1.013 x 105 Pa (1 Pascal = 1N/m2)
 101.3 kPa (1 bar = 100 kPa)
Contoh Soal :
1. Konversikan 35 psia ke inHg!
Jawab :

29.92 inHg
35 psia × = 71.25 inHg
14.7 psia

2. Bila tekanan 340 mmHg, berapa tekanan tsb dalam inH2O dan kPa?
Jawab :

33 .91 ftH 2 O 12 in
340 mmHg × × = 182 inH 2 O
760 mmHg 1 ft

5
1.013 × 10 Pa 1 kPa
340 mmHg × × = 45 .4 kPa
760 mmHg 1000 Pa

3. Tekanan gauge pada satu tank CO2 yang digunakan untuk mengisi botol air soda = 51.0 psia.
Pada waktu yang sama, tekanan baromatrik = 28.0 inHg. Berapa tekanan absolut dalam tank
(dalam psia)?
Jawab :

Tekanan Baromatrik = tekanan atmosfir =


14.7 psia
28 inHg × = 13.78 psia
29.92 inHg

Tekanan absolut = tekanan atm + tekanan gauge =


13.78 psia + 51 psia = 64.78 psia

4. Udara mengalir pada suatu pipa seperti pada gambar di sebelah. Bila tekanan atmosfir = 730
mmHg, berapa tekanan dalam pipa dalam inHg?

Jawab :

1 in 1 ft 29. 92 inHg
4 cm H 2 O × × × = 0.12 inHg
2.54 cm 12 in 33. 91 ftH 2 O
29.92 inHg
Tekanan atm = 730 mmHg × = 28.9 inHg
760 mmHg
Tekanan dalam pipa = 28.9 inHg – 0.12inHg = 28.8 inHg absolut

5. Binatang kecil seperti tikus dapat hidup pada tekanan udara


yang diturunkan sampai 20 kPa. Dalam suatu tes, satu
monometer air raksa dihubungkan ke suatu tangki seperti
pada gambar dan menunjukkan angka 64.5 cmHg.
Pembacaan barometer menunjukkan 100 kPa. Apakah
tikus-tikus tsb dapat hidup dalam tangki tsb?
Jawab :
Tekanan barometrik = 100 kPa
Tekanan dalam tangki = 64.5 cmHg di bawah atm
101.3 kPa
[
= 100 kPa − 64.5 cmHg ×
76 .0 cmHg ]
= 14 kPa absolut
Karena tekanan dalam tangki < 20 kPa, maka tikus tersebut kemungkinan besar tidak akan dapat
bertahan untuk hidup.
PERSAMAAN KIMIA DAN STOIKIOMETRI
Basis dalam persamaan reaksi ® mol
Contoh :
Dalam pembakaran heptan, dihasilkan CO2. Asumsikan anda ingin
menghasilkan 500 kg es kering per jam, dan 50 % CO2 dapat
dikonversi menjadi es kering. Berapa kg heptan yang harus dibakar
per jam ?
Jawab :

C7H16 + 11 O2 ® 7 CO2 + 8 H2O


Basis = 500 kg es kering /jam

1 kg CO 2 1 kg mol CO 2 1 kg mol C7 H 16 100 kg C 7 H 16


500 kg es ker ing × × × × = 325 kg C7 H 16
0 . 5 kg es ker ing 44 kg CO 2 7 kg mol CO 2 1 kg mol C 7 H 16
Perhatikan !!
Pertama, kg dikonversikan ke dalam mol, kemudian persamaan reaksi
diterapkan, kemudian mol dikonversikan kembali ke kg untuk mendapatkan
jawaban akhir.
Beberapa Definisi dalam Industri :

a. Reaktan Pembatas = reaktan yang ada/tersedia dalam jumlah


stoikiometri terkecil.

b. Reaktan Berlebih = reaktan yang jumlahnya melebihi reaktan


pembatas
Persen kelebihan = jumlah kelebihan di atas jumlah yang
dibutuhkan untuk bereaksi dengan reaktan
pembatas menurut persamaan reaksi
mol kelebihan
% kelebihan = × 100 %
mol yg dibutuhkan utk bereaksi dg reak tan pembatas

Dalam reaksi pembakaran dikenal istilah udara kelebihan, yaitu


kelebihan udara di atas kebutuhan teoritis untuk pembakaran
sempurna suatu bahan. Dalam praktek, kelebihan udara biasanya
5 – 20 %
Meskipun hanya sebagian reaktan pembatas yang bereaksi,
penghitungan jumlah reaktan yang dibutuhkan dan reaktan
berlebih tetap berdasarkan jumlah keseluruhan reaktan pembatas.

c. Konversi = fraksi unpan atau bahan dalam umpan yang dikonversi


menjadi produk-produk.
Derajat kesempurnaan reaksi = persen atau fraksi reaktan
pembatas yang dikonversi
menjadi produk-produk.

d. Selektifitas = perbandingan mol produk yang diinginkan dengan


mol produk lain yang dihasilkan dalam suatu set
reaksi

e. Yield = berat atau mol produk akhir dibagi dengan berat atau mol
reaktan awal.
Contoh :

Sb2S3 + 3 Fe ® 2 Sb + 3 FeS
0.6 kg 0.25 kg 0.2 kg

Hitunglah :
a. reaktan pembatas
b. % reaktan berlebih
c. derajat kesempurnaan reaksi
d. % konversi
e. yield

Jawab :
Komponen kg BM g mol
Sb2S3 0.6 339.7 1.77
Fe 0.25 55.8 4.48
Sb 0.2 121.8 1.64
FeS 87.9

a. 1.77 g mol Sb2S3 membutuhkan (3 x 1.77) mol Fe = 5.31 g mol Fe (tdk


mencukupi)
4.48 g mol Fe membutuhkan (1/3 x 4.48) mol Sb 2S3 = 1.49 g mol Sb2S3
\ Fe ® reaktan pembatas
Sb2S3 ® reaktan berlebih

1. 77 − 1. 49
% kelebihan = × 100 % = 18 . 8 %
b. 1. 49
c. Meskipun Fe adalah reaktan pembatas, tidak seluruh reaktan pembatas
bereaksi.
1.64 g mol Sb membutuhkan Fe sejumlah :
3 g mol Fe
1.64 g mol Sb × = 2.46 g mol Fe
2 g mol Sb
2 . 46
Derajat kesempurnaan = = 0. 55
4 . 48

1 g mol Sb 2 S3
% konversi = 1. 64 g mol Sb × = 0 . 82 g mol Sb 2 S 3
d. 2 g mol Sb
0 .82
% konversi Sb 2 S3 ke Sb = × 100 % = 46 . 3 %
1 .77

0 .2 kg Sb 1 kg Sb
Yield = =
e. 0 .6 kg Sb 2 S 3 3 kg Sb 2 S3
Selektifitas dan Yield
Contoh Soal :
Dua reaksi terjadi dalam dehidrogenasi etana :

C2H6 ® C2H4 + H2
C2H6 + H2 ® 2 CH4

Distribusi produk adalah sebagai berikut :


Komponen %
C2H6 35
C2H4 30
H2 28
CH4 7
Total 100

Pertanyaan :
a. Selektifitas C2H4 terhadap CH4
b. Yield C2H4 dalam kgmol C2H4 per kgmol C2H6

Jawab :
a. Selektifitas C2H4 terhadap CH4
30 kg mol C 2 H 4 kg mol C 2 H 4
= 4 .29
7 kg mol CH 4 kg mol CH 4

1 kg mol C 2 H 6
30 kg mol C 2 H 4 × = 30 kg mol C 2 H 6
b. 1 kg mol C 2 H 4
1 kg mol C2 H 6
7 kg mol CH 4 × = 3 . 5 kg mol C 2 H 6
2 kg mol CH 4
33 .5 kg mol C 2 H 6

30 kg mol C2 H 4 kg mol C 2 H 4
Yield = = 0.9
33 .5 kg mol C 2 H 6 kg mol C 2 H 6

Anda mungkin juga menyukai