Anda di halaman 1dari 2

Dalam penelitian yang menggunakan data periode 1947-1974 di Amerika Serikat

(AS) yang dilakukan oleh Kraft dan Kraft (1978), menunjukkan adanya temuan hubungan

kausal antara Gross National Product (GNP) dan konsumsi energi. Temuan tersebut

membuktikan adanya hubungan kausal searah di mana pertumbuhan GNP mempengaruhi

konsumsi energi di AS. Jumbe (2004) menyatakan bahwa para ekonom dan analis kebijakan

memberikan perhatian pada hubungan kausal antara konsumsi listrik dan pertumbuhan

ekonomi, karena arah hubungan kausal memiliki implikasi kebijakan bagi pemerintah

terutama pada rancangan dan implementasi kebijakan ketenagalistrikan. Arah hubungan

kausal antara konsumsi listrik dan pertumbuhan ekonomi dapat dibagi menjadi 4 macam

hubungan, yang masing-masing memiliki implikasi pada kebijakan ketenagalistrikan.

Pertama, hubungan kausal searah dari konsumsi listrik ke pertumbuhan ekonomi

menunjukkan bahwa pembatasan terhadap penggunaan listrik dapat berpengaruh negatif

terhadap pertumbuhan ekonomi. Sebaliknya, peningkatan penggunaan listrik dapat

memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi (Altinay & Karagol, 2005; Shiu & Lam,

2004). Kedua, hubungan kausal searah dari pertumbuhan ekonomi ke konsumsi listrik

menunjukkan bahwa penerapan kebijakan konservasi akan menekan konsumsi listrik dan

pengaruh negatifnya kecil terhadap pertumbuhan ekonomi, khususnya pada perekonomian

yang tidak sangat tergantung pada energi. Ketiga, adanya hubungan kausal dua arah antara

konsumsi listrik dan pertumbuhan ekonomi menunjukkan bahwa konsumsi listrik dan

pertumbuhan ekonomi secara kesatuan saling menentukan dan mempengaruhi pada saat yang

sama. Keempat, ketiadaan hubungan kausal menunjukkan bahwa konsumsi listrik tidak saling

memiliki hubungan dengan pertumbuhan ekonomi, yang artinya kebijakan yang bersifat

konservatif ataupun ekspansif dalam hubungannya dengan konsumsi listrik tidak memiliki

pengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi.


Dalam penelitian yang dilakukan Yoo (2006) menemukan bahwa hubungan kausal

antara konsumsi listrik dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia (1971-2002) hanya bersifat

searah, yakni dari pertumbuhan ekonomi ke konsumsi listrik dan tidak berlaku bagi arah yang

sebaliknya. Hal tersebut diakibatkan oleh kecilnya proporsi pemakaian listrik untuk

aktivitas-aktivitas ekonomi yang berkaitan langsung dengan pembentukan PDB.

Murry & Nan (1996) yang menjelaskan bahwa arah hubungan kausal antara konsumsi

listrik dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia adalah dari pertumbuhan ekonomi ke

konsumsi listrik.

Chen, et al. (2006), melakukan uji kausalitas dengan periode penelitian yang hampir sama
yakni 1971-2001, yang kemudian dari hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan
kausalitas hanya terjadi dalam jangka panjang, tidak jangka pendek dan arah hubungannya
bergerak dari konsumsi listrik ke pertumbuhan ekonomi. Bahkan dalam studi yang dilakukan
Yang (2000) menunjukkan adanya hubungan duaarah antar kedua variabel tersebut. Hal ini
memberikan makna tentang adanya hubungan yang saling mempengaruhi antara variabel
konsumsi listrik dengan pertumbuhan ekonomi. Di Satu pihak konsumsi listrik akan
mendorong aktivitas ekonomi, sehingga mampu mempengaruhi tingkat output suatu negara,
dan di lain pihak petumbuhan output akan mendorong peningkatan permintaan energi listrik.