Anda di halaman 1dari 39

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK OPTIKP1

KARAKTERISASI SPEKTRUM SUMBER CAHAYA

Arvia Lushiani ( 2416105004 )


M. Faiz Afif ( 2416105005 )
Sarah Maulida ( 2416105009 )
Dhirga Kurniawan ( 2416105016 )
Mohammad Haris M ( 2416105023 )
Gabriella P. Dienanta ( 2416105032 )
Amanda Septiana ( 2416105040 )

ASISTEN:
Marfuah ( 2413100007 )

Program Studi S-1 Teknik Fisika


Jurusan Teknik Fisika
Fakultas Teknologi Industri
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Surabaya
2016
LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK OPTIKP1

KARAKTERISASI SPEKTRUM SUMBER CAHAYA

PRAKTIKAN:

Arvia Lushiani ( 2416105004 )


M. Faiz Afif ( 2416105005 )
Sarah Maulida ( 2416105009 )
Dhirga Kurniawan ( 2416105016 )
Mohammad Haris M ( 2416105023 )
Gabriella P. Dienanta ( 2416105032 )
Amanda Septiana ( 2416105040 )

ASISTEN:
Marfuah ( 2413100007 )

Program Studi S-1 Teknik Fisika


Jurusan Teknik Fisika
Fakultas Teknologi Industri
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Surabaya
2016
ABSTRAK

Warna cahaya merupakan warna dari gelombang elektromagnetik


yang berasal dari sumber cahaya. Warna sebagai bagian dari
spektrum cahaya yang merujuk pada cahaya yang terdefraksi
dalam berbagai warna. Teori spektrum warna yang digagas Isaac
Newton menjelaskan bahwa cahaya terdiri bermacam gelombang.
Masing-masing gelombang memancarkan warna cahaya yang
berbeda. Spektrum cahaya yang tampak oleh mata adalah
berkisar 400 nm - 700 nm. Sumber cahaya yang berbeda
menghasilkan spektrum cahaya yang berbeda pula. Spektrum
cahaya yang dihasilkan dapat dihitung dengan menggunakan Full
Width at Half Maximum (FWHM). Laser He-Ne merupakan
sumber cahaya monokromatis pada range panjang gelombang
dengan warna merah. Sedangkan untuk sumber cahaya lain
merupakan polikromatik yaitu LED putih, LED hijau, lampu TL,
dan lampu pijar. LED putih memiliki spektrum warna biru hingga
hijau. Untuk sumber cahaya berupa LED selain warna putih yaitu
LED hijau menghasilkan spektrum warna biru pucat hingga
hijau. Lampu TL menghasilkan 3 spektrum yaitu spektrum warna
ungu hingga biru, warna hijau hingga kuning, dan spektrum
warna kuning hingga merah. Hal ini terjadi proses kimiawi
dimana terjadi radiasi ultraviolet disebabkan pada permukaan
yang dilapisi dengan serbuk fluorescent sehingga lampu ini
berpendar dan mengakibatkan munculnya beberapa warna.
Lampu pijar menghasilkan spektrum warna kuning.

Kata kunci : warna, sumber cahaya, spektrum cahaya, FWHM

i
ABSTRACT

Light color is the color of the electromagnetic waves emanating


from the light source. Color as part of the light spectrum which
refers diffracted light in various colors. Color spectrum theory
was initiated by Isaac Newton explained that light consists
various waves. Each wave emit light of different colors. The
spectrum of light visible to the eye is in the range 400 nm - 700
nm. Different light sources produce different light spectrum. The
resulting light spectrum can be calculated by using the Full
Width at Half Maximum (FWHM). He-Ne laser is
monochromatic light source in the wavelength range with red
color. As for the other is a polychromatic light source is a white
LED, green LED, fluorescent lights and incandescent lamps. The
white LED has a spectrum of blue to green. For LED light source
form other than white color is green LEDs produce a spectrum of
pale blue to green. Fluorescent lamp produces 3 spectrum is the
spectrum of purple to blue, green to yellow, and yellow to red
spectrum. This occurs where the chemical process occurs due to
ultraviolet radiation on the surface of which is coated with a
fluorescent powder that is a fluorescent lamp and led to the
emergence of several colors. Incandescent lamps produce a
yellow color spectrum.

Keywords: color, light source, the light spectrum, FWHM

ii
KATA PENGANTAR

Pertama-tama kami panjatkan puja dan puji syukur


kehadirat Allah SWT karena atas rahmat-Nya, kami mampu
menyelesaikan Laporan Resmi Praktikum Karakterisasi
Spektrum Sumber Cahaya ini dengan sebaik-baiknya. Tidak lupa
sholawat serta salam tetap tercurahkan kepada junjungan kita
Nabi Besar Muhammad SAW.
Dalam laporan ini kami membahas tentang spektrum
gelombang elektromagnetik dan sumber-sumber cahaya.
Penulis menyadari bahwa banyak kekurangan dalam
pembuatan laporan ini baik dari segi materi maupun
penyajian. Untuk itu penulis memohon maaf atas
kekurangan dalam laporan ini dan mengharapkan kritik
serta saran yang bersifat membangun demi perbaikan
laporan di masa yang akan datang. Kami berharap laporan
yang kami buat ini nantinya dapat bermanfaat bagi penulis
sendiri khususnya dan pembaca pada umumnya sehingga
dapat menambah pengetahuan dan wawasan bagi para
pembacanya.

Surabaya,13 November 2016

Penulis

iii
DAFTAR ISI

ABSTRAK.........................................................................i
ABSTRACT......................................................................ii
KATA PENGANTAR........................................................i
DAFTAR ISI..................................................................ivv
DAFTAR GAMBAR.......................................................vi
DAFTAR TABEL............................................................vi
BAB 1 PENDAHULUAN.................................................1
1.1 Latar Belakang..........................................................1
1.2 Perumusan Masalah..................................................1
1.3 Tujuan.......................................................................1
1.4 Sistematika Laporan...............................................2
BAB II DASAR TEORI...................................................3
2.1 Spektrum Gelombang Elektromegnetik....................3
2.2 Sumber Cahaya.........................................................3
2.2.1 Laser He-Ne...................................................4
2.2.2 Lampu LED.....................................................5
2.2.3 Lampu TL........................................................6
2.2.4 Lampu Pijar....................................................6
2.3 Monokromator dengan Difraksi Kisi........................7
2.4 Lebar Spektral..........................................................9
2.5 FWHM.....................................................................9
BAB III METODOLOGI PRAKTIKUM.....................12
3.1 Peralatan Praktikum................................................12
3. 2 Prosedur Praktikum...............................................12
BAB IV ANALISIS.........................................................14
4.1 Analisis...................................................................14
4.2 Pembahasan............................................................22
4.2.1 Arvia Lushiani (2416105004)................22
4.2.2 Sarah Maulida (2416105009)................23
4.2.3 Dhirga Kurniawan (2416105016).........24
4.2.4 Mohammad Haris M (2416105023).....24
4.2.5 Gabriella P.Dienanta (2416105032)....25
4.2.6 Amanda Septiana (2416105040).........27
4.2.7 M. Faiz Afif(2416105045)........................28
BAB V PENUTUP..........................................................29
5.1 Kesimpulan.............................................................29
5.2 Saran.......................................................................29
DAFTAR PUSTAKA......................................................30
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Spektrum Gelombang Elektromagnetik..........3


Gambar 2.2 Laser He Ne....................................................4
Gambar 2.3 Lampu LED....................................................5
Gambar 2.4 Lampu TL.......................................................6
Gambar 2.5 Lampu Pijar....................................................7
Gambar 2.6 Struktur dasar Monokromator.........................8
Gambar 2.7 Kisi Difraksi pada Monokromator..................8
Gambar 2.8 FWHM..........................................................10
Gambar 3.1 Susunan Peralatan Praktikum........................12
Gambar 4.1 Grafik Terhadap Pout Laser He-Ne............15
Gambar 4.2 Setengah gelombang Laser He-Ne................15
Gambar 4.3 Grafik Terhadap Pout Lampu LED.............17
Gambar 4.4 Setengah gelombang Lampu LED................17
Gambar 4.5 Grafik Terhadap Pout Lampu Neon............19
Gambar 4.6 Setengah gelombang Lampu Neon................19
Gambar 4.7 Grafik Terhadap Pout Lampu Pijar.............21

DAFTAR TABEL

Tabel 4.1 Daya keluaran Laser He-Ne..............................14


Tabel 4.2 Daya keluaran Lampu LED...............................16
Tabel 4.3 Daya keluaran Lampu Neon..............................18
Tabel 4.4 Daya keluaran Lampu Pijar...............................20
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Cahaya merupakan suatu gelombang yang sering kita jumpai
setiap hari. Dengan adanya cahaya ( cahaya tampak) maka
mata kita mampu mengamati suatu objek di sekeliling kita.
Karena cahaya tersebut memantul pada sebuah benda menuju
mata kita sehingga kita dapat melihat benda tersebut.
Gelombang cahaya tidak hanya gelombang cahaya yang dapat
kita amati saja (cahaya tampak) melainkan terdapat berbagai
jenis gelombang cahaya seperti gel infrared, sinar x, ultraviolet
dll. jenis jenis gelombang dapat di bedakan berdasarkan
spektrumnya. Dari spectrum ini kita dapat mempelajari
kharakteristik dari suatu gelombang cahaya. Pada P1 inilah
yang akan membahas mengenai kharakteristik spectrum
cahaya serta lebar spectral, dari data tersebut yang nantinya
kita dapat menganalisis kharakteristik gelombang cahaya
tersebut.

1.2 Perumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang di atas, berikut ini
rumusan masalah dari laporan praktikum :

a. Bagaimana menganalisis karakterisasi


spectrum cahaya?

b. Bagaimana menentukan lebar spectral


cahaya?
1.3 Tujuan

Berdasarkan rumusan masalah yang ada,


adapun tujuan dari praktikum ini adalah
sebagai berikut.

a. Memahami dan menganalisis


kharakterisasi spectrum cahaya

b. Menentukan lebar spectrum cahaya

1.4 Sistematika Laporan


Sistematika pada laporan kami yakni meliputi:
a. Bagian Awal yang meliputi halaman judul,
halaman pengesesahan, abstrak, kata
pengantar, daftar isi serta daftar gambar.
b. Bagian Inti terdiri dari pendahuluan,
tinjauan pustaka, metodologi penelitian,
hasil dan pembahasan selama mengikuti
praktikum, serta kesimpulan dan saran.
c. Bagian Akhir berisi daftar pustaka.
BAB II
DASAR TEORI

2.1 Spektrum Gelombang Elektromegnetik


Susunan rentang gelombang elektromagnetik
berdasarkan panjang gelombang dan
frekuensinya disebut dengan spektrum
gelombang elektromagnetik. Spektrum
gelombang elektromagnetik dipancarkan oleh
transisi elektron, yaitu ketika elektron berpindah
dari orbit satu ke orbit yang lain. Spektrum
elektromagnetik dapat dibagi dalam beberapa
daerah yang terentang dari gelombang radio
sampai dengan sinar gamma. Hal ini dapat dilihat
pada gambar spektrum gelombang
elektromanetik di bawah ini

Gambar 2.1 Spektrum Gelombang Elektromagnetik

Cahaya matahari yang tidak tampak


berwarna ternyata dapat dipecahkan menjadi
susunan cahaya berwarna yang tampak sebagai
cahaya merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila,
dan ungu. Artinya, cahaya putih merupakan
gabungan dari beberapa cahaya berwarna. Jika
spektrum cahaya tersebut dikumpulkan dan
diloloskan kembali melalui sebuah prisma, cahaya
tersebut kembali menjadi cahaya putih.

2.2 Sumber Cahaya


Setiap sumber cahaya memiliki karakteristrik
spektrum yang berbeda-beda. Pada dasarnya
terdapat 2 jenis sumber cahaya, yaitu cahaya alami
dan cahaya buatan. Cahaya alami merupakan
cahaya yang berasal dari matahari, sedangkan
cahaya buatan berasal dari lilin, lampu gas, lampu
minyak, dan lain-lain. Kedua sumber cahaya ini
mempunyai kelebihan dan kekurangan. Sumber
cahaya alami memiliki sifat tidak menentu,
tergantung pada iklim, musim, dan cuaca.
Sedangkan cahaya buatan membutuhkan biaya
tertentu, namun peletakan dan kestabilan cahaya
dapat diatur. Berikut ini beberapa jenis sumber
cahaya buatan.

2.2.1 Laser He-Ne


LASER (Light Amplification by Stimulated Emission
of Radiation) merupakan mekanisme suatu alat
yang memancarkan radiasi elektromagnetik,
biasanya dalam bentuk cahaya yang tidak dapat
dilihat maupun dapat lihat dengan mata normal,
melalui proses pancaran terstimulasi. Pancaran
LASER biasanya tunggal, memancarkan foton dalam
pancaran koheren. Komponen yang diperlukan
adalah resonator untuk proses penguatan foton.
Salah satu jenis laser yang sering digunakan adalah
laser He-Ne.
Gambar 2.2 Laser He Ne

Laser He Ne merupakan salah satu tipe


laser dimana medium aktif dari laser ini adalah
gas helium neon. Mekanisme populasi inverse
pada laser He-Ne meliputi kombinasi dari
tumbukan electron He dengan taranfer electron
dari helium ke neon. Perbandingan campuran gas
ini berkisar 90% helium dan 10% neon. Senyawa
gabungan gas helium dan neon ditempatkan
pada rongga tertutup, resonant cavity, yang
diapit oleh dua buah cermin. Salah satu cermin
memantulkan berkas foton secara sempurna dan
yang lainya memantulkan sebagian. Pemantulan
dari cermin ini berfungsi untuk memperkuat
cahaya laser. Ketika terjadi proses penembakan
gas, electron akan terakslerasi turun dari tabung
yang kemudian akan menumbuk atom helium,
sehingga atom tersebut akan tereksitasi ke
tingkat energi yang lebih tinggi. Pada umumnya
laser He-Ne yang digunakan mampu
mengeluarkan cahaya monokromatik pada
kisaran panjang gelombang 600 nm, tetapi pada
kenyataannya terdapat pula laser he-ne yang
mempunyai rentang panjang gelombang yang
saling berdekatan sekitar 625,7 8,2 nm. Laser
He-ne biasanya dimanfaatkan sebagai scanner
barcode dan seringkali digunakan dalam dunia
medis sebagai sterilisasi alat kedokteran.
2.2.2 Lampu LED
Light Emitting Diode (LED) adalah suatu
semikonduktor yang memancarkan cahaya
monokromatik yang bekerja pada kondisi
tegangan maju (forward bias). Warna yang
dihasilkan tergantung pada bahan
semikonduktor yang dipakai. Berikut ini
spectrum dari LED putih dan LED berwarna.

Gambar 2.3 Lampu LED

2.2.3 Lampu TL
Lampu TL (Fluorescent Lamp) adalah
lampu listrik yang memanfaatkan gas Neon
dan lapisan fluorescent sebagai pemendar
cahaya pada saat dialiri arus listrik.

Gambar 2.4 Lampu TL

Tabung lampu TL ini diisi oleh gas yang pada


saat elektrodanya mendapat tegangan tinggi
gas ini akan terionisasi sehingga menyebabkan
elektron-elektron pada gas bergerak dan
memendarkan fluorescent pada tabung lampu
TL. Lampu TL memiliki spektrum panjang
gelombang dari 351,4 nm sampai dengan
698,2 nm.

2.2.4 Lampu Pijar


Saat bola lampu pijar dihidupkan, arus listrik
akan mengalir dari electrical contact menuju
filamen dengan melewati kawat penghubung.
Akibatnya akan terjadi pergerakan elektron bebas
dari kutub negatif ke kutub positif. Elektron di
sepanjang filamen ini secara konstan akan
menabrak atom pada filamen. Energinya akan
mengetarkan atom atau arus listrik memanaskan
atom. Ikatan elektron dalam atom-atom yang
bergetar ini akan mendorong atom pada tingkatan
tertinggi secara berkala. Saat energinya kembali ke
tingkat normal, elektron akan melepaskan energi
ekstra dalam bentuk foton. Atom-atom yang
dilepaskan ini dalam bentuk foton-foton sinar
infrared yang tidak mungkin dilihat oleh mata
manusia.
Gambar 2.5 Lampu Pijar

2.3 Monokromator dengan Difraksi Kisi


Monokromator adalah alat yang berfungsi
untuk menguraikan cahaya polikromatismenjadi
beberapa komponen panjang gelombang tertentu
(monokromatis) yang bebeda(terdispersi).
Penggunaan monokromator adalah menentukan
pengukuran spektrum frekuensisumber cahaya,
dan hasil cahaya yang didapatkan dapat
dimanfaatkan untuk pengolahancitra,
spektroskopi, penentuan quantum effeciency sel
surya, spektrum arbsobsi suatu bahan uji, dan
sebagainya.Komponen utama monokromator
terdiri dari sumber cahaya polikoromatik yang
dapat diganti-ganti jenisnya, beberapa cermin
sebagai pemanjang lintasan cahaya terdifraksi,
kisidifraksi dan pengendalinya.
Gambar 2.6 Struktur dasar Monokromator

Monokromator memerlukan pengendali kisi


difraksi yang sangat sensitif terhadap perubahan
gelombang (cahaya monokromatik) yang
dikeluarkan pada celah keluaran (exit slit).

Gambar 2.7 Kisi Difraksi pada Monokromator

Pengendali monokromator tersebut dapat


dikendalikan menggunakan mikrokontroler
yang merespon perubahan sudut putar kisi
difraksi. Pada prinsipnya, untuk mengubah
keluaran gelombang pada monokromator di
gunakan pemutaran sudut kisi difraksi karena
halini berkaitan dengan persamaan 1 di atas.
Pemutaran sudut pada kisi difraksi dilakukan
menggunakan motor yang diatur
menggunakan mikrokontroler dan terkalibrasi
hubungan antara putaran sudut dengan nilai
panjang gelombang yang dikeluarkan.

2.4 Lebar Spektral


Lebar spektral adalah hasil interaksi antara
energy elektromagnetik dengan suatu objek. Objek
yang ada di permukaan bumi mempunyai
karakteristik yang berbeda satu dengan lainnya
(khas). Ada objek yang mempunyai sifat daya
serapnya terhadap elektromagnetik tinggi dan daya
pantulnya rendah, sebaliknya ada objek yang
mempunyai daya serap yang rendah dan daya
pantulnya tinggi. Pola pantulan dan absorpsi ini
berbeda tergantung pada panjang gelombang
(wavelength) cahaya sehingga kita mampu
membedakan suatu objek dengan objek yang lain.
Cahaya tampak baik monokromatik maupun
polikromatik memiliki spektral yang berbeda-beda[4].

2.5 FWHM
Full Width at Half Maximum (FWHM) adalah
ekspresi dari tingkat fungsi, yang diberikan oleh
perbedaan antara dua nilai ekstrim dari variabel
independen di mana variabel dependen adalah
sama dengan setengah dari nilai maksimum.
Setengah lebar setengah maksimum (HWHM)
adalah setengah dari FWHM. FWHM ditentukan
dengan menarik nilai maksimum dari variabel
terikat (sumbu y) dari data percobaan yang
kemudian ditentukan setengah dari nilai maksimum
tersebut terletak pada titik sumbu y tertentu. Dari
titik tersebut ditarik garis ke kanan dan ke kiri
sampai menyentuh kurva nilai. Panjang nilai yang di
tarik ke kanan dan ke kiri merupakan panjang nilai
variabel bebas (sumbu y) yang diinginkan.

Gambar 2.8 FWHM


Halaman ini sengaja dikosongkan
BAB III
METODOLOGI PRAKTIKUM

3.1 Peralatan Praktikum


Peralatan yang digunakan dalam
melaksanakan percobaan ini adalah sebagai
berikut:
a. Sumber Cahaya
Laser He-Ne 1 buah
Lampu LED 1 buah
Lampu TL 1 buah
Lampu Pijar 1 buah
b. Monokromator 1 buah
c. Adaptor DC 1 buah
d. Optical power meter Thorlabs PM100D 1
buah
e. Laptop yang sudah terinstall program
PMD100D Utility

3. 2 Prosedur Praktikum
Prosedur yang dilakukan dalam percobaan ini
adalah sebagai berikut :
1. Peralatan disusun seperti gambar
dibawah.

Gambar 3.1 Susunan Peralatan Praktikum

2. Optical power meter digabungkan


dengan laptop melalui kabel USB.
3. Optical power meter dinyalakan dan
dijalankan program PMD100D Utility
kemudian ditunggu sampai optical
power meter terhubung dengan laptop.
4. Sumber cahaya Laser He-Ne
ditempatkan sesuai gambar.
5. Sumber cahaya dinyalakan dengan
jarak 3 cm dari detektor.
6. Panjang gelombang diatur pada optical
power meter pada = 400 - 700 nm
dengan kenaikan tiap 10 nm.
7. Nilai daya optik yang terbaca diamati
dan disimpan.
8. Langkah ke-5 diulangi untuk sumber
cahaya lainnya seperti Lampu LED,
Lampu TL dan Lampu Pijar 1 buah.
9. Grafik daya optik dibuat sebagai fungsi
panjang gelombang untuk semua
sumber cahaya (Laser He-Ne, Lampu
LED, Lampu TL, dan Lampu Pijar).
10.Lebar spektral ditentukan untuk tiap
sumber cahaya (Laser He-Ne, Lampu
LED, Lampu TL, dan Lampu Pijar).
BAB IV
ANALISIS

Bab ini membahas tentang analisis data dari daya


keluaran detector optic yang berasal dari monokromator dan
melakukan karakterisasi spektrum dan menentukan lebar
spektral dari sumber cahaya yang berbeda.

4.1 Analisis
Pada percobaan P1 ini dilakukan karakterisasi spektrum
dari sumber sumber cahaya yang berbeda dengan metode
menggunakan monokromator yang diatur dari panjang
gelombang 400 700 nm dengan kenaikan panjang
gelombang 10 nm dan menggukur daya keluaran dari
monokromator tersebut menggunakan detektor yang
dihubungkan ke software PM100D yang diambil 10 data yang
dirata rata. Berikut merupakan data Laser He-Ne :
Tabel 4.1 Daya keluaran Laser He-Ne
Panjang Daya Panjang Daya
Gelombang Keluaran Gelombang Keluaran
() (Watt) () (Watt)
400 2,99E-06 560 1,95E-06
410 2,23E-06 570 2,35E-06
420 1,77E-06 580 2,52E-06
430 1,64E-06 590 3,79E-06
440 1,56E-06 600 6,42E-06
450 1,53E-06 610 2,61E-05
460 1,36E-06 620 1,63E-04
470 1,29E-06 630 6,50E-04
480 1,42E-06 640 2,39E-03
490 2,73E-06 650 2,22E-03
500 2,99E-06 660 1,98E-03
510 2,87E-06 670 2,12E-05
520 2,45E-06 680 4,28E-06
530 2,09E-06 690 3,10E-06
540 1,75E-06 700 2,20E-06
550 1,85E-06

Laser
3.00E-03

2.00E-03
Pout (Watt)
1.00E-03

0.00E+00
350 400 450 500 550 600 650 700 750
Panjang Gelombang (nm)

Dari hasil data ya g didapatkan dilakukan analisi spektrum dari


sumber cahaya menggunakan grafik terhadap Pout dari
monokromator sebagai berikut :

Nilai Pout tertinggi adalah 2,5x10-3 pada 640 nm dan nilai


untuk setengah gelombang adalah 1,19x10-3

Gambar 4.1 Grafik Terhadap Pout


Laser He-Ne

Gambar 4.2 Setengah gelombang Laser He-Ne


Dilakukan kembali eksperimen kembali dengan sumber
cahaya yang berbeda yakni menggunakan lampu LED
berwarna putih yang diambil Pout sebanyak 10 data yang
dirata rata. Berikut merupakan data Pout lampu LED :

Tabel 4.2 Daya keluaran Lampu LED

Panjang Daya Panjang Daya


Gelombang Keluaran Gelombang Keluaran
() (Watt) () (Watt)
400 5,08E-07 560 8,37E-06
410 9,54E-07 570 8,09E-06
420 2,91E-06 580 7,62E-06
430 8,36E-06 590 6,92E-06
440 1,68E-05 600 5,96E-06
450 2,50E-05 610 4,98E-06
460 2,01E-05 620 4,11E-06
470 2,01E-05 630 3,37E-06
480 1,52E-05 640 2,74E-06
490 9,93E-06 650 2,17E-06
500 7,45E-06 660 1,68E-06
510 7,23E-06 670 1,27E-06
520 7,88E-06 680 9,49E-07
530 8,47E-06 690 7,10E-07
540 8,59E-06 700 5,48E-07
550 8,56E-06

Dari hasil data yang didapatkan dilakukan analisi


spektrum dari sumber cahaya menggunakan grafik terhadap
Pout dari monokromator sebagai berikut :

LED Putih
3.00E-05
2.50E-05
2.00E-05

Pout (Watt) 1.50E-05


1.00E-05
5.00E-06
0.00E+00
350 400 450 500 550 600 650 700 750
Panjang Gelombang (nm)

Gambar 4.3 Grafik Terhadap Pout


Lampu LED

Nilai Pout tertinggi adalah 2,5x10-5 pada 450 nm dan nilai


untuk setengah gelombang adalah 1,25x10-5.
Dilakukan
Gambarkembali eksperimen
4.4 Setengah kembali
gelombang dengan
Lampu LED sumber
cahaya yang berbeda yakni menggunakan lampu Neon
berwarna putih yang diambil Pout sebanyak 10 data yang
dirata rata. Berikut merupakan data Pout lampu Neon :

Tabel 4.3 Daya keluaran Lampu Neon

Panjang Daya Panjang Daya


Gelombang Keluaran Gelombang Keluaran
() (Watt) () (Watt)
400 1,76E-06 560 1,12E-05
410 3,52E-06 570 8,28E-06
420 5,96E-06 580 6,07E-06
430 8,13E-06 590 6,35E-06
440 9,71E-06 600 8,09E-06
450 9,78E-06 610 9,42E-06
460 8,78E-06 620 8,41E-06
470 8,25E-06 630 6,39E-06
480 8,20E-06 640 4,09E-06
490 8,16E-06 650 2,09E-06
500 7,36E-06 660 1,23E-06
510 6,68E-06 670 8,79E-07
520 8,07E-06 680 7,88E-07
530 1,10E-05 690 8,07E-07
540 1,42E-05 700 8,40E-07
550 1,41E-05

Dari hasil data yang didapatkan dilakukan analisi


spektrum dari sumber cahaya menggunakan grafik terhadap
Pout dari monokromator sebagai berikut :

Lampu Neon

1.50E-05

1.00E-05
Pout (Watt)
5.00E-06

0.00E+00
350 400 450 500 550 600 650 700 750
Panjang Gelombang (nm)

Gambar 4.5 Grafik Terhadap Pout


Lampu Neon

Nilai Pout tertinggi adalah 1,42x10-5 pada 540 nm dan


nilai untuk setengah gelombang adalah 0,71x10-5
.
Dilakukan kembali eksperimen kembali dengan sumber
cahaya yang berbeda yakni menggunakan lampu Pijar
berwarna putih yang diambil Pout sebanyak 10 data yang
dirata rata. Berikut merupakan data Pout lampu Pijar :

Gambar 4.6 Setengah gelombang Lampu Neon


Tabel 4.4 Daya keluaran Lampu Pijar

Panjang Daya Panjang Daya


Gelombang Keluaran Gelombang Keluaran
() (Watt) () (Watt)
400 4,38E-08 560 2,53E-07
410 4,10E-08 570 2,77E-07
420 4,60E-08 580 3,00E-07
430 4,92E-08 590 3,18E-07
440 5,80E-08 600 3,31E-07
450 6,92E-08 610 3,40E-07
460 7,52E-08 620 3,46E-07
470 8,69E-08 630 3,56E-07
480 1,04E-07 640 3,71E-07
490 1,22E-07 650 3,90E-07
500 1,41E-07 660 4,04E-07
510 1,61E-07 670 4,14E-07
520 1,79E-07 680 4,18E-07
530 1,98E-07 690 4,16E-07
540 2,11E-07 700 4,58E-07
550 2,11E-07
Dari hasil data yang didapatkan dilakukan analisi
spektrum dari sumber cahaya menggunakan grafik terhadap
Pout dari monokromator sebagai berikut :

Lampu Pijar
5.00E-07

4.00E-07

3.00E-07
Pout (Watt)
2.00E-07

1.00E-07

0.00E+00
350 400 450 500 550 600 650 700 750
Panjang Gelombang (nm)

Gambar 4.7 Grafik Terhadap Pout


Lampu Pijar

Pada lampu Pijar dari panjang gelombang 400 700


nm dilihat dari grafik tidak terbentuk gelombang tetapi
semakin naik bila panjang gelombang bertambah. Ini
dikarenakan bahwa lampu pijar mempunyai spektrum kontinu
dari panjang gelombang 320 2500 nm

Berdasarkan hasil plot grafik didapatkan nilai FWHM


pada percobaan :
1. LASER He-Ne
Daya Maksimum : 2,5x10-3 W
Pada Panjang Gelombang : 640 nm
Lebar FWHM Kiri : (640-633) = 7 nm
Lebar FWHM Kanan : (664-640) = 24 nm
Lebar FWHM : 31 nm
2. LED Putih :
Daya Maksimum : 2,5x10-5 W
Pada Panjang Gelombang : 450 nm
Lebar FWHM Kiri : (450-435) = 15 nm
Lebar FWHM Kanan : (485-450) = 35 nm
Lebar FWHM : 50 nm
3. Lampu Neon :
Daya Maksimum : 1,42x10-5 W
Pada Panjang Gelombang : 540 nm
Lebar FWHM Kiri : (540-526) = 14 nm
Lebar FWHM Kanan : (565-540) = 25 nm
Lebar FWHM : 39 nm
4. Lampu Pijar
Daya Maksimum : 2,11x10-7 W

4.2 Pembahasan

4.2.1 Arvia Lushiani (2416105004)


Pada percobaan ini bertujuan untuk mengetahui
karakteristik spectrum dari sumber-sumber cahaya yang
berbeda dengan menggunakan 4 sumber cahaya, yaitu
Laser He-Ne, Lampu Pijar, LED, dan Lampu TL (Neon).
Monokromator diatur dari panjang geombang 400-700
nm dengan kenaikan panjang gelombang 10 nm. Dari
data tersebut dapat diketahui daya keluaran detector optic
dari monokromator dan lebar spectra dari sumber cahaya
dengan menggunakan teknik Full Width at Half
Maximum (FWHM).
Pada sumber cahaya Laser, Pout tertinggi pada 640 nm
adalah 2,5x10-3 dengan lebar spectra 31 nm. Pada sumber
cahaya Led, Pout tertinggi pada 450 nm adalah 2,5x10-5
dengan lebar spectra 50 nm. Pada sumber Lampu neon
Pout tertinggi pada 540 nm adalah 1,42x10-5 dengan lebar
spectra 39 nm. Pada sumber lampu pijar dapat dilihat
pada grafik bahwa Pout semakin tinggi, maka panjang
gelombang akan bertambah pula. Lampu pijar
mempunyai spectrum panjang gelombang 320-2500 nm
sehingga melebihi batas monokromator pada praktikum
ini. Secara umum lebar spectra menunjukkan apakah
sumber cahaya tersebut monokromatis atau polikoromatis
dan menunjukkan perbedaan intensitas pada setiap
panjang gelombang. Semakin sempit spectra maka
sumber cahaya semakin monokromatis. Sumber cahaya
Laser memiliki panjang gelombang besar dan intensitas
cahaya yang besar pula. Hal ini menunjukkan bahwa
sumber cahaya Laser bersifat monokromatis. Selain itu,
panjang geombang sumber cahaya Laser yang paling
besar menunjukkan sifat koheren yang dimilikinya
sehingga frekuensi yang dihasilkan kecil dan
menyebabkan sumber cahaya laser sangat lurus.

4.2.2 Sarah Maulida (2416105009)


Percobaan yang dilakukan untuk mengetahui karakterisasi
spektrum berbagai sumber cahaya. Untuk menentukan lebar
spektral dari masing masing sumber cahaya dihitung dengan
menggunakan FWHM (Full Width at Half Maximum).
Berdasarkan data hasil percobaan Laser He-Ne menghasilkan
daya maksimum 2,5x10-3 W, spektrum warna merah dengan
panjang gelombang 633-664 nm serta lebar FWHM sebesar 31
nm. Pada LED Putih menghasilkan daya maksimum 2,5x10 5
W, spektrum warna ungu dan biru dengan panjang gelombang
435-485 nm serta lebar FWHM sebesar 50 nm. Pada Lampu
Neon menghasilkan daya maksimum 1,42x10-5 W, spektrum
warna hijau dengan panjang gelombang 526-565 nm serta
lebar FWHM sebesar 39 nm. Untuk lampu pijar menghasilkan
daya maksimum 2,11x10-7 W namun tidak bisa diketahui nilai
FWHM dan lebal spektral karena keterbatasan alat
Monokromator dengan rentang panjang gelombang hanya 400
nm - 700 nm.
Semakin kecil lebar FWHM maka semakin monokromatis
sumber cahaya pada rentang panjang gelombang tertentu. Dari
4 sumber cahaya yang digunakan terlihat bahwa laser He Ne
memiliki lebar FWHM paling kecil yaitu sebesar 31 nm. Hal
ini menunjukkan bahwa laser He-Ne merupakan sumber
cahaya monokromatis pada range panjang gelombang
spektrum warna merah.

4.2.3 Dhirga Kurniawan (2416105016)


Pada praktikum modul P1 kali ini dilakukan
karakterisasi spektrum dari sumber-sumber cahaya yang
berbeda dengan menggunakan monokromator dengan rentang
panjang gelombang 400 700 nm dengan kenaikan panjang
gelombang sebesar 10 nm dan menggukur daya keluaran dari
monokromator tersebut menggunakan detektor yang
dihubungkan ke software PM100D yang diambil 10 data yang
dirata rata dengan pengambilan data setiap 1 detik. Sumber
cahaya terdiri dari 4 sumber yaitu Laser He-Ne , lampu LED ,
lampu Neon, dan lampu pijar.
Dari percobaan yang telah dilakukan, pada laser He-Ne nilai
Pout tertinggi adalah 2,5x10-3 pada 640 nm dan nilai untuk
setengah gelombang adalah 1,19x10-3 dengan lebar FWHM :
31 nm, lampu LED nilai Pout tertinggi adalah 2,5x10-5 pada
450 nm dan nilai untuk setengah gelombang adalah 1,25x10 -5
dengan lebar FWHM : 50 nm, pada lampu Neon nilai Pout
tertinggi adalah 1,42x10-5 pada 540 nm dan nilai untuk
setengah gelombang adalah 0,71x10-5 dengan lebar FWHM :
39 nm, pada lampu Pijar dari panjang gelombang 400 700
nm memiliki lebar FWHM : 10 nm dilihat dari grafik tidak
terbentuk gelombang tetapi semakin naik bila panjang
gelombang bertambah. Ini dikarenakan bahwa lampu pijar
mempunyai spektrum kontinu dari panjang gelombang 320
2500nm.

4.2.4 Mohammad Haris M (2416105023)


Pada Percobaan P1 ini membahas tentang karakteristik
spektrum dari sumber cahaya yang berbeda, dimana sumber
cahaya yang digunakan akan memalui devais monokromator
yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana spektrum dari
panjang gelombang 400 700 nm dengan mengukur daya
keluaran dari monokromator oleh detektor optis dengan range
mW nW. Dan dari data yang didapatkan dilakukan analisi
grafik panjang gelombang terhadap daya keluaran, sehingga
dapat diketahui Full Width at Half Maximum (FWHM).
Terdapat 4 sumber cahaya berbeda yang digunakan, yakni
Laser He-Ne, Senter LED, Lampu neon dan lampu pijar.
Untuk Laser He-Ne data yang didapat dilakukan analisis
dengan grafik, diketahui spektrum laser He-Ne yang sempit
yakni pada warna merah. Pout tertinggi adalah sebesar adalah
2,5x10-3 pada 640 nm, yang menunjukan bahwa panjang
gelombang tersebut mempunyai intensitas terbesar serta
memiliki lebar spektrum dari FWHM sebesar 31 nm.
Sumber cahaya kedua dan ketiga adalah Senter LED dan
Lampu Neon yang cahayanya sama sama berwarna putih.
Dari grafik pada LED terbentuk hanya 1 bukit dengan Pout
tertinggi adalah 2,5x10-5 pada 450 nm yakni pada sekitar
warna biru dengan intensitas tertinggi. Dan lebar spektrum
dari nilai FWHM yang didapat adalah 50 nm. Berbeda dengan
lampu neon yang mempunyai 2 bukit kecil dan 1 bukit besar
pada grafiknya, dimana mempunyai Pout tertinggi adalah
1,42x10-5 pada 540 nm yakni sekitar warna hijau. Dan lebar
spektrum dari nilai FWHM yang di dapat adalah 39 nm.
Untuk sumber cahaya pada lampu pijar, dari data yang
didapatkan dan dianalisis dengan grafik memiliki nilai Pout
yang semakin tinggi jika panjang gelombang berambah besar
pula. Sehingga tidak terbentuk gelombang atau bukit, dari
literatur sisebutkan bahwa lampu pijar mempunyai spektrum
kontinu dari panjang gelombang 320 2500 nm, sehingga
melebihi kemampuan monokromator dan sensor optis.
Dari hasil diketahui bahwa Laser He-Ne dan LED mempunyai
1 bukit dan laser He-Ne adalah paling monokromatis dengan
lebar 31 nm, sedangkan untuk lampu neon masih memiliki 3
bukit dengan tingkat energi yang berbeda, sedangkan lampu
pijar tidak dapat dihitung karena mempunyai rentan panjang
gelombang yang besar.
4.2.5 Gabriella P.Dienanta (2416105032)
Dalam praktikum teknik optik ini membahas tentang
karakterisasi spektrum sumber cahaya dan lebar spektral
sumber cahaya, dimana pada percobaan ini menggunakan
empat buah sumber cahaya berupa Laser He-Ne , Lampu LED
putih, lampu neon, dan lampu pijar. Dari setiap sumber cahaya
tersebut, pada rentang panjang gelombang 400-700 nm
dihitung daya optisnya pada setiap kenaikan 10 nm dengan
menggunakan optical power modulator. Sehingga didapatkan
data dengan rata-rata daya keluaran sehingga dapat ditarik
grafik berupa daya optik terhadap panjang gelombang
kemudian ditentukan lebar spektral pada setiap sumber
cahaya. Lebar spektum dapat ditentukan menggunakan metode
FWHM (Full Width at Half Maximum) dengan cara
50%*daya maksimum. Sehingga didapatkan data hasil untuk
Laser he-ne; daya maksimum : 2,5x10-3 W, panjang
gelombang:640 nm, lebar FWHM kiri: (640-633) = 7 nm,
lebar FWHM kanan: (664-640) = 24 nm, lebar FWHM : 31
nm, Lampu LED putih; daya maksimum : 2,5x10-5 W, panjang
gelombang : 450 nm, lebar FWHM kiri : (450-435) = 15 nm,
lebar FWHM kanan : (485-450) = 35 nm, lebar FWHM : 50
nm, Lampu Neon; daya maksimum : 1,42x10-5 W, panjang
gelombang : 540 nm, lebar FWHM kiri : (540-526) = 14 nm,
lebar FWHM kanan : (565-540) = 25 nm, lebar FWHM : 39
nm, Lampu Pijar; daya maksimum : 2,11x10-7 W, panjang
gelombang : 540 nm, lebar FWHM kanan : (550-540) = 10
nm, lebar FWHM : 10 nm. Dalam teorinya lebar spektrum dari
laser He-Ne, lampu neon/pijar dan lampu LED yaitu 625,7
8,2 nm; 351,4-698,2 nm dan untuk LED belum ditemukan
sumber yang jelas. Adanya ketidaktepatan hasil dengan teori
yang ada dikarenakan keterbatasan alat dan akurasi pembacaan
alat dikarenakan pemutaran angka masih manual sehingga
dapat menghasilkan sebuah hasil yang kurang tepat karena
daya yang keluar belum tentu tepat daya yang akan diukur
akibat adanya pembacaan skala yang tidak sejajar. Dari data
yang ada dapat disimpulkan bahwa besar panjang gelombang
berbanding terbalik dengan daya optik sehingga semakin besar
nilai panjang gelombang maka semakin kecil daya optik yang
dihasilkan. Kendala pada saat praktikum yaitu adanya loss
cahaya atau ketidaktepatan pembacaan yang dikhawatirkan
dapat mempengaruhi hasil pengujian.

4.2.6 Amanda Septiana (2416105040)


Pengujian mengenai lebar spektrum cahaya menunjukan tentang
karakteristik dispersi dan distorsi pulsa dari suatu sumber cahaya
dengan menganalisa FWHM. Semakin kecil lebar FWHM maka
semakin monokromatis sumber cahaya pada rentang panjang
gelombang tertentu. Terdapat 4 sumber cahaya yang digunakan yaitu
Laser He-Ne, LED putih, lampu neon, dan lampu pijar.
Laser He-Ne memancarkan cahaya monokromatis dan koheren.
Laser umumnya memiliki lebar spektrum 1-2 nm. Pada hasil
percobaan menunjukkan hasil yang koheren. Hasil percobaan
didapatkan pada panjang gelombang 640 nm laser He-Ne memiliki
puncak dan dari hasil perhitungan diperoleh lebar spektrum cahaya
sebesar 31 nm terhadap intensitas dayanya. Lebar spektrum laser
menunjukkan lebar yang paling kecil diantara yang lebar spectrum
yang lain, ini menandakan bahwa spektrum laser sangat kecil dan
bersifat monokromatis.
LED (Light Emitting Diode) memancarkan cahaya monokromatis
yang tidak koheren. LED umumnya memiliki lebar spectral (spectral
width) 3050 nm pada panjang gelombang 850 nm dan 50150 nm
pada panjang gelombang 1310 nm. Pada hasil percobaan diperoleh
lebar spectrum cahaya untuk LED putih adalah 50 nm, sehingga
hasil percobaan sudah sesuai dengan teori karena spektrum cahaya
LED putih terletak pada rentang 30-50 nm.
Lampu neon menunjukan bentuk grafik yang memiliki puncak
sebanyak 3 buah tetapi yang digunakan sebagai daya maksimum
yaitu puncak tertinggi dari grafik. Terdapat 3 buah FWHM untuk
rentang panjang gelombang tertentu atau sinar tertentu. Hal ini
menunjukkan terdapat 3 spektrum pada rentang panjang gelombang
yang digunakan pada percobaan. Penyebab dari munculnya 3
spektrum warna tersebut karena pada lampu neon terjadi radiasi
ultraviolet dimana elektronelektron bebas hasil dari emisi elektron
pada elektroda bertumbukan dengan atomatom gas yang terdapat
dalam tabung pelepas muatan. Radiasi ultraviolet disebabkan pada
permukaan yang dilapisi dengan serbuk fluorescent misalnya jenis
phosphor sehingga lampu ini berpendar dan mengakibatkan
munculnya beberapa warna tersebut.
Lampu Pijar menunjukan bentuk grafik dari panjang gelombang 400
700 nm yang memiliki kecenderungan semakin menaik atau
bertambah dari waktu ke waktu yang mengakibatkan grafik tidak
membentuk gelombang seperti sinusoidal sehingga tidak terlihat
secara jelas bila dianalisis dengan FWHM. Hal ini disebabkan lampu
pijar mempunyai spektrum kontinu dari panjang gelombang 320
2500 nm dan alat ukur yang digunakan tidak dapat mengukur sampai
rentang panjang gelombang yang dibutuhkan untuk menganalisis
FWHM dari lampu pijar.

4.2.7 M. Faiz Afif(2416105045)


Pada praktikum kali ini membahas tentang pengukuran
frekuensi dari beberapa lampu. Percobaan kali ini
dilakukan untuk mengukur lebar spektrum dari beberapa
sumber cahaya antara lain : laser HeNe, lampu LED putih,
lampu Neon, lampu pijar. Praktikum dilakukan dengan
pengambilan data daya sumber cahaya, serta panjang
gelombang cahaya menggunakan monokromator dan optical
power meter (OPM) yang disambungkan dengan komputer
dan diletakkan di depan sumber cahaya. Daya sumber
cahaya diukur dari panjang gelombang 400 700 nm.
Untuk mengetahui lebar spektral dengan ketelitian yang
bagus maka rentang pengambilan data yaitu dengan jarak 10
nm untuk tiap pengambilan data pada 400 700 nm, jadi
setiap sumber cahaya mengambil data panjang gelombang
sebanyak 30 dataper sumber cahaya dan untuk keseluruhan
terambil 200 data. Berdasarkan data yang didapatkan
diketahui bahwa Lser He-Ne memiliki daya maksimum
2,5x10-3 W pada panjang gelombang 640 nm, Lampu LED
putih memiliki daya maksimum 2,5x10-5 W pada panjang
gelombang 450 nm, Lampu Neon memiliki daya maksimum
1,42x10-5 W pada panjang gelombang 540 nm, dan Lampu
pijar memiliki daya maksimum 2,11x10-7 W pada pajang
gelombang 540 nm. Perhitungan data FWHM diatas bahwa
laser He-Ne memiliki lebar spektral sempit sehingga disebut
monokromatik. Lampu LED putih itu polikromatik karena
LED putih tersusun atas beberapa panjang gelombang. Lampu
Neon memiliki lebar sempit sehingga disebut monokromatik.
Hasil perhitungan FWHM serta datasheet lampu pijar
memiliki lebar spektral yang luas sehingga lampu pijar disebut
cahaya polikromatik.

BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Dari percobaan yang telah dilakukan, maka
dapat disimpulkan bahwa:
1. Setiap sumber cahaya memiliki karakteristik
sektrum cahaya masing masing. Laser He-
Ne merupakan sumber cahaya monokromatis
pada range panjang gelombang dengan
spektrum warna merah. Sedangkan untuk
sumber cahaya lain merupakan polikromatik
yaitu LED putih, lampu Neon, dan lampu pijar.
LED putih memiliki spektrum warna ungu
hingga biru. Lampu Neon menghasilkan
spektrum warna hijau. Sedangkan Lampu
Pijar tidak bisa diketahui nilai FWHM dan lebal spektral
karena keterbatasan alat Monokromator dengan rentang
panjang gelombang hanya 400 nm - 700 nm.

5.2 Saran
Saran yang dapat diberikan untuk praktikum
karakakterisasi spektrum sumber cahaya ini
adalah:
1. Peralatan dipersiapkan dengan baik sehingga
tidak menjadi kendala dalam praktikum.
DAFTAR PUSTAKA
[1] Anonim. 2015. Modul Praktikum Teknik Optik.
Surabaya
Laboratorium Fotonika.
[2] Yoshizawa, Toru. Handbook of Optical
Metrology
Chapter 1. USA : CRC Press. 2009
[3] Pengertian Lampu TL. 2011.
http://id.shvoong.com/exact
sciences/physics/2120372-pengertian-lampu-
tl/#ixzz2F5Zm9Zkc

Anda mungkin juga menyukai