Anda di halaman 1dari 12

REVIEW JURNAL LOKAL DAN INTERNASIONAL BERKAITAN DENGAN LEMBAGA

KEUANGAN SYARIAH

:
Judul : Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan
Perbankan Syariah Dengan Perbankan
Konvensional
Penulis : Arie Firmansyah Saragih
Tema : Bank Konvensional vs Bank Syariah
Tahun Penulisan : 2010
Mata Kuliah : Bank dan Lembaga Keuangan Syariah
Judul : Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Perbankan Syariah
Dengan Perbankan Konvensional
Penulis : Arie Firmansyah Saragih
Tema : Bank Konvensional vs Bank Syariah
Tahun Penulisan : 2010

PENDAHULUAN

Sektor perbankan memiliki posisi strategis dalam suatu negara sebagai


lembaga intermediasi yang menjembatani pihak penabung dengan investor
dalam upaya menunjang perekonomian nasional. Bank mempunyai fungsi
menghimpun, menyalurkan dana kepada masyarakat dan menyediakan
pelayanan jasa perbankan lainnya. Melalui lembaga perbankan maka dana yang
menganggur di masyarakat dapat dihimpun dan kemudian disalurkan untuk
kegiatan investasi yang produktif sehingga perekonomian dapat berjalan secara
lebih efisien. Sebagai salah satu lembaga keuangan, bank perlu menjaga
kinerjanya agar dapat beroperasi secara optimal dan efisien. Dengan Tingkat
dominasi perbankan konvensional, maka bank syariah harus bersaing dengan
bank konvensional yang telah berkembang pesat di Indonesia. Tingkat kompetitif
yang semakin tajam ini haruslah dibarengi dengan konsep manajemen yang baik
untuk bisa bertahan lama dalam industri perbankan. Salah satu faktor yang harus
diperhatikan oleh bank agar tetap bertahan hidup adalah terkait dengan kinerja
(kondisi keuangan) bank.

Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini yakni untuk


membandingkan kinerja keuangan perbankan syariah dan perbankan
konvensional untuk masing-masing rasio keuangan secara keseluruhan dengan
menggunakan rasio keuangan yang meliputi capital adequacy ratio (mewakili
rasio permodalan), return on asset dan return on equity (mewakili rasio
rentabilitas), dan loan to deposit ratio (mewakili rasio likuiditas).

METODOLOGI PENELITIAN
1. Subjek Penelitian
Populasi penelitian ini adalah bank konvensional dan bank syariah yang
terdaftar di Bank Indonesia periode 2008-2010 dengan jumlah 119 bank.
2. Jenis dan Sumber Data
Penelitian ini menggunakan data sekunder. Data sekunder tersebut diperoleh
dengan cara diunduh dari situs Bank Indonesia www.bi.go.id , dan dari situs
bank yang bersangkutan atau dari sumber-sumber lainnya. Data dalam
Penelitian ini merupakan gabungan data antar perusahaan perbankan ( cross
section ) syariah dan konvensional dan data antar waktu ( time series )
selama periode 2008-2010 yang disebut polling data.
3. Metode Pengumpulan Data
Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data-data sekunder berupa
laporan keuangan tahunan publikasi bank periode 2008-2010. Adapun jenis
laporan keuangan yang diperlukan dalam penelitian ini, antara lain; Neraca
Keuangan, Laporan Laba-Rugi, Laporan Kualitas Aktiva Produktif,
Perhitungan Kewajiban Penyediaan Modal Minimum, dan Ikhtisar Keuangan.
4. Metode Analisis
Metode analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan
analisis statistik yang menggunakan software statistik spss ver.18.

HASIL PENELITIAN dan KESIMPULAN


Berdasarkan perhitungan statistik diperoleh nilai fhitung CAR sebesar 6.647
dengan probabilitas 0.015 < 0.05 yang artinya kedua populasi varians yang
berbeda. Nilai thitung -6.647< ttabel 2.048 dengan probabilitas signifikansi
0.000 < 0.05 maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima.
Artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara Capital Adequacy Ratio
(CAR) bank syariah dan bank konvensional. Kedua jenis bank tersebut telah
memenuhi standart minimal CAR yang ditetapkan BI sebesar 8 %, namun
CAR bank konvensional lebih baik dari CAR bank syariah.
Berdasarkan hasil perhitungan uji statistik memakai independent sample t-
test dengan nilai fhitung ROA sebesar 1.231 dengan probabilitas 0.277 > 0.05
yang artinya kedua populasi memiliki varians yang sama. Nilai thitung -1.745
< 2.048 didapatkan nilai signifikansi sebesar 0.092 > 0.05 maka dapat
disimpulkan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak yang artinya tidak terdapat
perbedaan yang signifikan antara Return On Asset (ROA)bank syariah dan
bank konvensional. Namun demikian, perbankan konvensional memiliki
kualitas ROA lebih rendah dibandingkan perbankan syariah dan menurut
ketentuan Bank Indonesia ROA perbankan konvensional berada pada kondisi
yang kurang ideal pada periode penelitian.
Berdasarkan hasil perhitungan statistik nilai fhitung ROA sebesar 111.857
dengan probabilitas 0.002 < 0.05 yang artinya kedua populasi memiliki
varians berbeda. Nilai thitung 2.463>2408 dengan probabilitas signifikansi
0.054 > 0.05 maka dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak.
Jadi artinya bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara Return
On Equity (ROE) bank syariah dan bank konvensional.
Berdasarkan hasil perhitungan statistik diperoleh nilai fhitung LDR sebesar
3.051 dengan probabilitas 0.092 > 0.05 yang artinya kedua populasi memiliki
varians sama. Nilai thitung 0.303< 2408 dengan probabilitas signifikansi
0.764 > 0.05 maka dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak.
Berdasarkan hasil statistik tidak dapat dibuktikan bahwa kedua rata-rata
(mean) LDR perbankan konvensional dengan perbankan syariah berbeda
yang artinya tidak terbukti bahwa kinerja perbankan syariah dan kinerja
perbankan konvensional ada perbedaan yang signifikan jika dilihat dari rasio
LDR.
Berdasarkan hasil perhitungan nilai fhitung Kinerja keseluruhan sebesar 1.381
dengan probabilitas 0.250 > 0.05 yang artinya kedua populasi memiliki
varians sama.. Nilai thitung 0.702< 2408 dengan probabilitas signifikansi 0.
489 > 0.05 maka dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak.
Secara statistik dapat dibuktikan bahwa kedua rata-rata (mean) Kinerja
perbankan konvensional dengan perbankan syariah berbeda yang artinya
terbukti bahwa kinerja perbankan syariah dan kinerja perbankan konvensional
ada perbedaan yang signifikan jika dilihat dari rasio Kinerja. Namun demikian
selama periode penelitian 2008-2010 secara keseluruhan perbankan syariah
memiliki memiliki kinerja (CAR, ROA, ROE, dan LDR) lebih baik dibanding
dengan perbankan konvensional.

KELEBIHAN
Dalam konsep penelitiian ini terdapat beberapa kelebihan yang dihasilkan
dari hasil analisis perbandingan kinerja perbankan syariah dengan konvensional,
antara lain:
1. Penelitian ini telah memberikan deskripsi secara umum bagaimana proses
kinerja atau kondisi keuangan perbankan berdasarkan jenis laporan yang
digunakan antara lain Neraca Keuangan, Laporan Laba-Rugi, Laporan
Kualitas Aktiva produktif, Perhitungan Kewajiban Penyediaan Modal Minimum
dan Ikhtisar keuangan. dengan beberapa pendekatan macam-macam rasio
keuangan yang meliputi capital adequacy ratio (mewakili rasio permodalan),
return on asset dan return on equity (mewakili rasio rentabilitas), dan loan to
deposit ratio (mewakili rasio likuiditas).
2. Referensi pendukung proses penelitian ini cukup efektif dan terstruktur,
sehingga pemahaman materi akan penelitian ini dapat dengan mudah
ditelaah oleh pembaca akan maksud atau tujuan yang hendak dicapai dalam
penelitian ini.
3. Jika ditelaah pada artikel-artikel atau jurnal-jurnal yang telah terbit
sebelumnya yang juga menganalisis topik yang sama, penelitian oleh Arie
Firmansyah Saragih ini lebih kompleks dalam penyajian isinya dibanding
penelitian sebelumnya, baik itu dari segi periode draft laporan keuangan
untuk membandingkan kedua perbankan ini, sehingga dapat menjadi acuan
dalam proses pembelajaran pada mata kuliah bank dan lembaga keuangan
syariah yang dari sisi ruang lingkupnya lebih banyak menganalisis perbedaan
produk perbankan syariah dan konvensional.
Kekurangan
Dalam kajiannya terdapat beberapa kelemahan dalam penelitian ini, antara lain :

1. Dilihat dari segi telaah pustakanya, jurnal atau hasil penelitian ini tidak
mencantumkan secara lengkap dan jelas mengenai pokok-pokok materi yang
berkaitan secara langsung dengan penelitian ini, seperti definisi dan
implementasi daripada rasio keuangan secara keseluruhan yang meliputi
CAR, ROA, ROE, dan LDR.
2. Dalam beberapa studi empiris mengenai penelitian serupa telah dijelaskan
bahwa pengujian empiris yang sustainabel hasilnya masih belum meyakinkan,
menurut penulis secara khusus hal ini karena adanya perbedaan metodologi
statistika yang digunakan, dan rentang periode sampel yang digunakan
berbeda-beda dalam setiap penelitiannya, sehingga aplikasinya tentu saja
memberikan hasil yang berbeda pula pada pengembangan metodologi yang
baru untuk memberikan hasil yang lebih meyakinkan.
3. Jika dilihat dari subjek penelitiannya, menurut penulis sampel yang digunakan
terlalu sedikit, seharusnya pula periode rentang data sekunder yang di
observasi lebih diperpanjang lagi hingga lima tahunan, agar dapat lebih akurat
hasilnya dan mudah diketahui hal-hal yang menyebabkan tingkat perbedaan
tersebut dari konsep rasio keuangan tersebut.
The Title In English :Survey on Implementation of Internal Shariah
Compliance Function In Malaysian Islamic Banks and
Takaful Companies
Judul :Survei Pada Implementasi Fungsi Kepatuhan Internal
Syariah Dalam Bank Islam Malaysia dan Perusahaan
Asuransi (Takaful) Syariah
Penulis/Peneliti : R. HASSAN, M.Arrifin, A.A Othman, MDM Napiah, MN
Omar, A. Yusoff, Nuraini Khatimin, Azami Zaharinm

Tema : Penerapan SGF (Shariah Governance Framework)


Dalam Lembaga Keuangan Islam

Tahun Terbit : 2011

Mata Kuliah : Bank dan Lembaga Keuangan Syariah

The Title In English :Survey on Implementation of Internal Shariah


Compliance Function In Malaysian Islamic Banks and
Takaful Companies
Judul :Survei Pada Implementasi Fungsi Kepatuhan Internal
Syariah Dalam Bank Islam Malaysia dan Perusahaan
Asuransi (Takaful) Syariah
Penulis/Peneliti : R. HASSAN, M.Arrifin, A.A Othman, MDM Napiah, MN
Omar, A. Yusoff, Nuraini Khatimin, Azami Zaharinm

Tema : Penerapan SGF (Shariah Governance Framework)


Dalam Lembaga Keuangan Islam

Tahun Terbit : 2011

Pendahuluan
Kepatuhan syariah merupakan suatu aspek yang paling signifikan untuk
setiap bank syariah yang membedakan antara bank Islam dengan bukan Bank
Islam. Pada tahap awal industri perbankan syariah di Malaysia dimana untuk
memastikan kepatuhan syariah bank, pada umumnya fokus utama diarahkan
terhadap pembentukan komite syariah terhadap masing-masing bank syariah.
Pembentukan Komite syariah ini mengatur persyaratan untuk semua bank dan
operator Takaful baik yang menawarkan produk perbankan syariah hingga pada
produk Takaful. Dengan dibentuknya SGF 2010, maka aspek pengenaan syariah
dicanangkan pada internal syariah yang terfokus pada fungsi kepatuhan syariah
dalam bank Islam yang dibentuk dalam IFI.
Bank sentral Malaysia telah mengeluarkan Shariah Governance
Framework (SGF) untuk Lembaga Keuangan Islam sejak Januari 2011 yang
membawa dimensi dan era baru bagi Bank Islam di Malaysia. Penerapan SGF
menunjukkan komitmen pemangku aturan dalam memberikan pengaruh
pemerintahan yang syariah pada lembaga keuangan Islam. Salah satu syarat
yang perlu ditetapkan dalam SGF adalah syarat bagi LKS untuk memliki fungsi
ketaatan syariah yang kuat yang meliputi Shariah Secretariate, Review dan Audit
Syariah, Manajemen Risiko Syariah, dan Fungsi penelitian Syariah.
Kajian ini bertujuan untuk menguji pendekatan yang dilakukan Bank-bank
Islam Malaysia dalam penerapan fungsi-fungsi tersebut. Hasilnya, diharapakan
mampu memberikan kontribusi dalam menerapkan mekanisme yang efektif
dalam mengimplementasikan fungsi ketaatan syariah yang memberikan
keuntungan yang lebih baik bagi industri.

Metodologi
Dalam penelitian ini menggunakan data sekunder yang dikumpulkan dari
berbagai sumber dan dianalisis menggunakan paket statistik untuk ilmu sosial
(SPSS) software versi 16,0 dan microsoft excel.
Analisis deskriptif dalam penelitian ini digunakan untuk menetukan jumlah
frekuensi dan persentase, selain itu pula peneliti juga menggunakan analisis
respon beberapa pertanyaan terkait.
Penelitian ini dilakukan melalui pengumpulan data untuk memperoleh
persentase dari sampel, antara lain kelompok sasaran dari penelitian ini antara
lain :
Komite syariah (34,5%)
Manajemen (35,6%)
Petugas Syariah (20,9%)
Bank Syariah (79,5%)
Perusahaan Takaful (20,5%)

Hasil Penelitian dan Kesimpulan


Inti dari penelitian syariah ini untuk memastikan bahwa dalam setiap
keputusan yang dibuat oleh IFI , penelitian yang telah dilakukan selayaknya
mempelajari secara keseluruhan prinsip-prinsip shariah yang berlaku. Survei
menemukan bahwa IFI memiliki suatu kepuasan dalam mengadopsi persyaratan-
persyaratan daripada SGF sebagai kehormatan atas pemenuhan fungsi-fungsi
daripada internal shariah dan diharapkan untuk mempromosikan kepada
pemangku kepentingan dan integritas daripada lembaga keuangan Islam selain
untuk mengurangi resiko ketidakpatuhan syariah serta berkontribusi positif dalam
menjaga stabilitas keuangan di negara. IFI pula menyediakan sumber-sumber
dan fasilitas penelitian yang cukup memadai seperti pusat sumber daya (56,8%),
standar AAOIFI (82,4%), resolusi BNM syariah (94,6%), resolusi komisi
keamanan (83,8%), kompilasi dari berbagai fatwa lokal maupun internasional
(62,2%), dan yang lainnya fasilitas-fasilitas dan bahan-bahan (14,9%).

Kelebihan
1. Jadi menurut penulis secara umum penelitian ini telah memberikan kontribusi
positif untuk dijadikan pembanding terhadap implementasi internal konsep
syariah yang berlangsung di Indonesia, mengingat inti dari penelitian ini
bertujuan untuk menguji pendekatan yang dilakukan Bank-bank Islam Malaysia
dalam penerapan fungsi-fungsi kepatuhan syariah. Dan hal ini dapat dijadikan
acuan untuk menganalisa penerapan fungsi kepatuhan syariah dalam produk
perbankan syariah di Indonesia.
2. Metode analisis yang digunakan cukup sederhana karena melakukan
pendekatan metode statistika pada penelitian sosial pada umumnya yakni
menggunakan metode SPSS yang memudahkan dalam menganalisa secara
subyektif
3. Penelitian ini didukung oleh adanya diagram dalam penyajian isinya sehingga
memudahkan penulis dalam memahami kerangka konseptual yang dijelaskan
dalam penelitian ini yang secara umum membahas fungsi ketaatan syariah yang
kuat yang meliputi Shariah Secretariate, Review dan Audit Syariah, Manajemen
Risiko Syariah, dan Fungsi penelitian Syariah.
Kelemahan
1. Dilihat dari segi referensi yang digunakan dengan jumlah peneliti yang
berkelompok dalam melakukan penelitian ini, menurut penulis cukup rancu
jika penelitian yang penting ini hanya beralaskan sumber yang sangat sedikit.
Hal ini tentunya berpengaruh pada konsep penyajian pembahasannya yang
disajikan pada aplikasinya tidak terlalu sistematis.
2. Penyajian makalah ini meskipun cukup membantu memahami karena adanya
tabel dan diagram yang disajikan namun dari segi klausa kalimatnya susah
untuk dipahami oleh penulis mengingat ini penyajian bahasanya agak rumit
dipahami maksudnya, dikarenakan idiologi bahasa yang digunakan sangat
formal yang berbeda dari jurnal internasional pada umumnya.
3. Dalam penelitian ini, dari segi model metodologinya tidak dicantumkan teknik
penarikan sampelnya, bagaimana jenis penelitiannya hingga pada hasil
penelitiannya yang tidak dicantumkan secara spesifik hasil perhitungan
numeriknya.

Tinjauan Penulis Terhadap Kecocokon Penerapannya Di Indonesia


Jadi menurut penulis penerapan SGF menunjukkan adanya suatu
komitmen dari pemangku aturan dalam memberikan pengaruh pemerintahan
yang syariah pada lembaga keuangan Islam. Salah satu syarat yang ditetapkan
dalam SGF adalah syarat bagi LKS untuk memliki fungsi ketaatan syariah yang
kuat yang meliputi Shariah Secretariate, Review dan Audit Syariah, Manajemen
Risiko Syariah, dan Fungsi penelitian Syariah. Menurut Penulis implementasi
daripada fungsi kepatuhan dalam SGF di Indonesia ini sangat tepat untuk
diterapkan di Indonesia mengingat hal ini berkaitan erat terhadap peningkatan
efisiensi perbankan syariah di Indonesia yaang secara umum banyak
mengadopsi konsep syariah dari lembaga keuangan syariah Malaysia. Jadi
regulasi tentang kepatuhan syariah serta isu tentang kepatuhan syariah nampak
semakin penting dalam situasi di mana perbankan Islam selalu ditantang dengan
permintaan dari nasabah agar bersifat inovatif dan berorientasi pada bisnis
(misalnya dalam menawarkan instrumen dan produkbaru), sebagaimana
perbankan konvensional juga melakukan hal tersebut. Fakta ini dapat mendorong
posisi bank Islam ke tengah dari dua kekuatan pendorong. Disatu sisi mereka
harus mengakomodasi tuntutan dari nasabah sebagaimana tersebut diatas yang
boleh jadi bertentangan dengan prinsip syariah, tetapi disisi lain bank Islam itu
secara ketat terikat oleh apa yang dinamakan dengan kepatuhan syariah