Anda di halaman 1dari 13

IDENTIFIKASI KEUNGGULAN KOMPARATIF SEKTOR

PERTANIAN KABUPATEN BANDUNG DENGAN


KABUPATEN BANDUNG BARAT

Disusun oleh:
Abhipraya Ekawana
10614033

PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER

UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA

2016
Ekonomi Wilayah dan Kota

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Keunggulan komparatif antar negara, akan tercapai jika suatu negara


mampu memproduksi barang dan jasa lebih banyak dengan biaya yg lebih murah
daripada negara lainnya. Sama hal seperti antar daerah. Dalam teori keunggulan
komparatif suatu negara ataupun daerah dapat meningkatkan standar kehidupan
dan pendapatannya jika negara atau daerah tersebut melakukan spesialisasi
produksi barang atau jasa yang memiliki produktivitas dan efisiensi tinggi.

Sektor pertanian adalah sektor yang banyak memanfaatkan keunggulan


komparatif. Kegiatan sektor pertanian diharapkan menjadi keunggulan komparatif
dibalik perkembangannya sektor industri di setiap daerah dan akan mampu
menjadi penggerak kegiatan ekonomi di masa depan.

Sektor pertanian adalah bagian penting untuk Kabupaten Bandung dan


Kabupaten Bandung Barat karena dilihat dari mata pencaharian masyarakatnya
sendiri mayoritas dalam sektor pertanian bahkan mungkin menjadi keunggulan
komparatif bagi daerahnya itu sendiri maka dari itu kedua kabupaten ini dibahas
dalam penulisan ini.

1.2 Tujuan

Mendeskripsikan keunggulan komparatif sektor pertanian Kabupaten


Bandung dengan Kabupaten Bandung Barat dan Perbandingan kontribusi.

BAB II
Ekonomi Wilayah dan Kota

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Keunggulan Komparatif

Keunggulan komparatif adalah suatu keunggulan yang dimiliki oleh suatu


daerah untuk dapat membandingkannya dengan yang lainnya. Menentukan
konsentrasi barang yang diproduksi maka dari itu akan menghasilkan produk yang
jauh lebih besar dengan biaya yang lebih murah dan pada akhirnya bisa mencapai
pertumbuhan ekonomi yang di harapkan di suatu negara ataupun wilayah.
Untuk mewujudkan kepentingan suatu negara ataupun wilayah harus
memanfaatkan keunggulan komparatif guna meminialisir kendala-kendala
perekonomian yang terjadi di negara ataupun wilayah tersebut (David Ricardo,
1817).
Keunggulan komparatif yang harus dimiliki suatu negara ataupun wilayah
untuk dapat memenangkan dan memperoleh manfaat dari perdagangan
internasional atau kuat dalam perdagangan antar wilayah regional antara lain

1. Jumlah tenaga kerja yang relatif banyak.


2. Sumber daya alam yang melimpah.
3. Sumber modal yang besar.
4. Kemampuan dan penguasaan ilmu pengetahuan teknologi yang tinggi
5. Letak geografis yang cukup strategis.
6. Potensi pasar domestic/ dalam negeri yang cukup besar.
7. Jumlah pengusaha kecil, menengah dan koperasi yang besar.
8. Sektor agrobisnis yang mengandalkan lahan produktif yang luas.

2.2 Sektor Pertanian


Ekonomi Wilayah dan Kota

Sektor pertanian adalah sektor yang banyak memanfaatkan keunggulan


komparatif. Kegiatan ekonomi di sektor pertanian diharapkan mampu
mendayagunakan keunggulan komparatif menjadi keunggulan kompetitif jika
disertai dengan pengembangan industri pertanian menggunakan teknoligi yang
mendukung. Pertanian dapat menjadi kekuatan yang besar apabila digabungkan
dengan agroindustri, perdagangan dan jasa-jasa penunjang.

Pertanian merupakan salah satu mata pencaharian yang paling dominan di


Indonesia sendiri, begitupula Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat.
Lahan pertanian di kedua daerah tersebut sangat bagus potensinya.

2.3 Metode Perhitungan

Hasil produksi suatu wilayah tahun tertentu / hasil produksi wilayah


pembanding tahun tertentu X 100% = %

BAB III
Ekonomi Wilayah dan Kota

GAMBARAN UMUM

3.1 Gambaran Umum Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat

3.1.1 Kabupaten Bandung

Kabupaten Bandung. adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Barat Indonesia,


Ibu kotanya adalah Soreang. Secara geografis letak Kabupaten Bandung berada
pada 6,41 7,19 Lintang Selatan dan diantara 10722 1085 Bujur Timur
dengan luas wilayah 176.239,67 Ha.

Adapun batas-batas wilayah Kabupaten Bandung adalah:

Sebelah Utara, berbatasan dengan Kabupaten Bandung Barat;

Sebelah Timur, berbatasan dengan Kabupaten Sumedang dan Garut;

Sebelah Selatan, berbatasan dengan Kabupaten bandung barat & Cianjur;

Sebelah Barat, berbatasan dengan Kabupaten Bandung Barat.

Sumber: Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bandung Tahun 2007-2027

Gambar 3.1
Wilayah Administratif Kabupaten Bandung
Ekonomi Wilayah dan Kota

Nilai PDRB atas dasar harga berlaku Kabupaten Bandung tahun 2012 sektor
pertanian sebesar Rp. 4.518.784 dan nilai PDRB atas dasar harga konstan tahun
2012 adalah sebesar Rp. 1.787.255. sedangkan nilai PDRB atas dasar harga
berlaku Kabupaten Bandung tahun 2013 sektor pertanian sebesar Rp. 5.171.118
dan nilai PDRB atas dasar harga konstan tahun 2013 adalah sebesar Rp.
1.873.631. Laju pertumbuhan PDRB Kabupaten Bandung pada tahun 2012
sebesar 13,57% dan di tahun 2013 naik menjadi 14,44%. (BPS Kabupaten
Bandung, 2015)

3.1.2 Kabupaten Bandung Barat

Berdasarkan data, luas wilayah Kabupaten Bandung Barat yaitu 1.305,77


KM, terletak antara 60 41 s/d 70 19 lintang Selatan dan 107 22 s/d 108 05
Bujur Timur. Dilihat dari sisi penggunaan lahan di wilayah Kabupaten Bandung
Barat, penggunaan lahan untuk budidaya pertanian merupakan penggunaan lahan
terbesar yaitu 66.500,294 HA, sedangkan yang termasuk kawasan lindung seluas
50.150,928 HA, budidaya non pertanian seluas 12.159,151 HA dan lainnya seluas
1.768,654 HA. Secara geografis Kabupaten Bandug Barat berdekatan dengan
Kota Bandung sebagai ibu kota Jawa Barat yang sekaligus menjadi pusatnya
perekonomian di Jawa Barat.

Sebelah barat : berbatasan dengan kabupaten Cianjur


Sebelah Utara : berbatasan dengan Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten
Subang
Sebelah Timur : berbatasan dengan Kabupaten Bandung dan Kota Cimahi
Sebelah Selatan : berbatasan dengan Kabupaten Bandung dan Kabupaten
Cianjur

Cakupan wilayah Kabupaten Bandung Barat, meliputi 15 kecamatan yang


terdiri dari Padalarng, Cikalongwetan, Cililin, Parongpong, Cipatat, Cisarua,
Batujajar, Ngamprah, Gununghalu, Cipongkor, Cipeundeuy, Lembang,
Sindangkerta, Cihampelas dan Rongga.
Ekonomi Wilayah dan Kota

Luas wilayah lindung di daerah Kabupaten Bandung Barat terkait dengan


isu kawasan Bandung Utara, disamping itu dilihat dari kondisi fisik geografis
posisi wilayah Kabupaten Bandung Barat dinilai kurang menguntungkan, hal ini
dikarenakan terdiri dari banyak cekungan yang berbukit-bukit dan di daerah-
daerah tertentu sangat rawan dengan bencana alam.

Nilai PDRB atas dasar harga berlaku Kabupaten Bandung Barat tahun 2012
sektor pertanian sebesar Rp. 2.579.026 dan nilai PDRB atas dasar harga konstan
tahun 2012 adalah sebesar Rp. 1.007.265. sedangkan nilai PDRB atas dasar harga
berlaku Kabupaten Bandung Barat tahun 2013 sektor pertanian sebesar Rp.
2.954.773 dan nilai PDRB atas dasar harga konstan tahun 2013 adalah sebesar Rp.
1.059.294. Laju pertumbuhan PDRB Kabupaten Bandung Barat pada tahun 2012
sebesar 11,83% dan di tahun 2013 naik menjadi 14,57%. (BPS Kabupaten
Bandung Barat, 2015)
Ekonomi Wilayah dan Kota

BAB IV

PEMBAHASAN

3.2 Jumlah Pendapatan Dalam Juta Rupiah Sektor Pertanian

Berikut adalah tabel pendapatan Kabupaten Bandung sektor Pertanian:

Tabel 1 jumlah pendapatan Kabupaten Bandung dalam juta rupiah Pertanian:

KABUPATEN BANDUNG
BERLAKU KONSTAN
2012 2013 2012 2013
Rp. 4.518.784 Rp. 5.171.118 Rp. 1.787.255 Rp. 1.873.631
Sumber : BPS Kabupaten Bandung, 2015

Berikut adalah tabel pendapatan Kabupaten Bandung Barat sektor Pertanian:

Tabel 2 jumlah pendapatan Kabupaten Bandung Barat dalam juta rupiah Pertanian :

KABUPATEN BANDUNG BARAT


BERLAKU KONSTAN
2012 2013 2012 2013
Rp. 2.579.026 Rp. 2.954.773 Rp. 1.007.265 Rp. 1.059.294
Sumber : BPS Kabupaten Bandung Barat, 2015

3.3 Perhitungan Keunggulan Komparatif


Ekonomi Wilayah dan Kota

3.3.1 Kabupaten Bandung

Pertanian Kabupaten Bandung tahun 2012 menurut harga berlaku :


4.518.784/2.579.026 X 100% = 175,21%
Pertanian Kabupaten Bandung tahun 2012 menurut harga konstan :
1.787.255/1.007.265 X 100% = 177,43%
Pertanian Kabupaten Bandung tahun 2013 menurut harga berlaku :
5.171.118/2.954.773 X 100% = 175,00%
Pertanian Kabupaten Bandung tahun 2013 menurut harga konstan :
1.873.631/1.059.294 X 100% = 176,87%

3.3.2 Kabupaten Bandung Barat

Pertanian Kabupaten Bandung Barat tahun 2012 menurut harga


berlaku :
2.579.026/4.518.784 X 100% = 57,07%
Pertanian Kabupaten Bandung Barat tahun 2012 menurut harga
konstan :
1.007.265/1.787.255 X 100% = 56,35%
Pertanian Kabupaten Bandung Barat tahun 2013 menurut harga
berlaku :
2.954.773/5.171.118 X 100% = 57,13%
Pertanian Kabupaten Bandung Barat tahun 2013 menurut harga
konstan :
1.059.294/1.873.631 X 100% = 56,53%

Berikut adalah grafik perbandingan keunggulan komparatif sektor Pertanian :

Grafik 1 keunggulan komparatif Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat


Ekonomi Wilayah dan Kota

Harga Berlaku
Harga Konstan

3.3.3 Perbandingan kontribusi Kabupaten Bandung dengan kabupaten


Bandung Barat

Berikut adalah tabel kontribusi Kabupaten Bandung sektor Pertanian:

Tabel 1 jumlah Kontribusi Kabupaten Bandung dalam Persen pertanian:

KABUPATEN BANDUNG
BERLAKU KONSTAN
2012 2013 2012 2013
7,91 7,99 3,13 1,63
Sumber : BPS Kabupaten Bandung, 2015.

Berikut adalah tabel Kontribusi Kabupaten Bandung Barat sektor Pertanian:

Tabel 2 jumlah Kontribusi Kabupaten Bandung Barat dalam persen Pertanian :


Ekonomi Wilayah dan Kota

KABUPATEN BANDUNG BARAT


BERLAKU KONSTAN
2012 2013 2012 2013
11,87 11,97 11,17 11,08
Sumber : BPS Kabupaten Bandung Barat, 2015

Berikut adalah Grafik kontribusi sektor Pertanian:

Grafik 2 jumlah Kontribusi Kabupaten Bandung dan Bandung barat dalam Persen:

Harga Berlaku
Harga Konstan

BAB V
KESIMPULAN
Ekonomi Wilayah dan Kota

Keunggulan komparatif merupakan cara untuk membandingkan keunggulan


suatu daerah dengan daerah lainnya. Berdasarkan hasil perhitungan keunggulan
komparatif Kabupaten Bandung dengan Kabupaten Bandung Barat dapat
disimpulkan bahwa sektor pertanian di Kabupaten Bandung lebih unggul dari
Kabupaten Bandung Barat pada Tahun 2012 menurut harga berlaku sebesar
175,21 % dan harga konstan sebesar 177,43%, sedangkan pada Tahun 2013
menurut harga berlaku keunggulan Kabupaten Bandung Barat sebesar 175,00%
dan harga konstan sebesar 176,87%.
Dilihat dari kontribusi PDRB Kabupaten Bandung Tahun 2012 atas harga
berlaku untuk sektor pertanian sebesar 7,91% dan Tahun 2013 sebesar 7,99%,
sedangkan harga konstan tahun 2012 kontribusi sektor pertanian sebesar 3,13%
dan pada Tahun 2013 menurun menjadi 1,63%. Untuk kontribusi PDRB
Kabupaten Bandung Barat Tahun 2012 atas harga berlaku untuk sektor pertanian
sebesar 11,87% dan Tahun 2013 sebesar 11,97%, sedangkan harga konstan tahun
2012 kontribusi sektor pertanian sebesar 11,17% dan pada Tahun 2013 menurun
menjadi 11,08%. Bisa di simpulkan bahwa Kabupaten Bandung Barat lebih
berkontribusi sektor pertanian dari pada Kabupaten Bandung Untuk PDRB Tahun
2012-2013 atas harga berlaku dan konstan.

DAFTAR PUSTAKA

BUKU:
BPS. 2012-2013. Kabupaten Bandung dalam angka. Kabupaten Bandung: Badan
Pusat Statistik Kabupaten Bandung.
BPS. 2012-2013. Kabupaten Bandung Barat dalam angka. Kabupaten Bandung
Barat: Badan Pusat Statistik Kabupaten Bandung Barat.
Tarigan, R. 2012. Ekonomi Regional. Jakarta: Bumi Aksara.
Ekonomi Wilayah dan Kota

INTERNET:

Kabupaten Bandung. Draf Bab II BPS 2011.


http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/451/jbptunikompp-gdl-rhikaratin-
22532-9-babiii.pdf. Diakses Pada tanggal 12 Desember 2016.

PEMDA Kabupaten Bandung Barat. Geografi KBB.


http://www.bandungbaratkab.go.id/content/geografis-kbb. Diakses Pada
tanggal 12 Desember 2016