Anda di halaman 1dari 14

Teorema-Teorema Limit, Limit dititik Tak Hingga,

Kontinuitas, dan Turunan

MAKALAH
Untuk memenuhi tugas matakuliah
Fungsi Kompleks
yang dibina oleh Bapak Sukoriyanto

Oleh
Bella Mastna Sari (150312602023)
Deftara Satria Pratama (150312607061)
Yehezkiel Prasetyo Afhanto (150312605580)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN MATEMATIKA
Februari 2017
16. Teorema Limit
Untuk membuat hubungan antara limit dari fungsi variabel kompleks dan limit dari
fungsi nilai-real dari dua variabel real. Karena limit telah dipelajari di kalkulus, kita
dapat menggunakan definisi dan sifatnya secara bebas.

Teorema 1. Andaikan

f ( z )=u ( x , y ) +i v ( x , y ) ( z=x +iy)

Dan

z 0=x 0+ iy 0 , w0 =u0 +iv 0

Lalu

lim f ( z )=w0
zz0

Jika dan hanya jika

lim u ( x , y ) =u0 lim v ( x , y )=v 0


(x , y)( x0 , y 0) dan (x , y)( x0 , y 0)

Untuk membuktikan teorema tersebut, pertama kita asumsikan bahwa limit (2) dan
mendapatkan limit (1). Limit (2) menjelaskan bahwa setiap bilangan positif ,
terdapat bilangan positif
1 dan 2 sedemikian sehingga

0
xx

2 2
+( y y 0 )
)


|uu0|< 2 bilamana 0<

Dan
0
xx

2 2
+( y y 0 )
)


|vv 0|< 2 bilamana 0<

Misal sebarang bilangan positif lebih kecil dari


1 dan 2 . Sehingga

|( u+iv )( u0 +iv 0 )|=|( uu 0 ) +i ( vv 0 )||uu0|+ vv 0

Dan

( xx ) +( y y ) =|( x x ) + i ( y y )|= ( x +iy ) (x +iy )


0
2
0
2
0 0 0 0

Hal ini didapatkan dari pernyataan (3) dan (4) bahwa


|( u+iv )( u0 +iv 0 )|< 2 + 2 =

Bilamana

0<|( x +iy )( x 0+ iy0 )|<

Maka, limit (1) (terbukti)

Selanjutnya kita akan mengasumsikan bahwa limit (1) ada. Dengan asumsi
tersebut, untuk setiap bilangan positif , terdapat bilangan positif

sedemikian sehingga

(5) |( u+iv )( u0 +iv 0 )|<

Bilamana

0<|( x +iy )( x 0+ iy 0 )|<


(6)

Tetapi
|uu0||( uu 0 )+ i ( vv0 )|= ( u+iv )( u0 +iv 0 )

|vv 0||( uu0 ) +i ( vv 0 )|= ( u+iv )( u0 +iv0 )

Dan

|( x+ iy )( x0 +iy 0 )|=|( xx 0 ) +i ( y y 0 )|=( x x0 ) 2+( y y 0 )2

Karena itu, berdasarkan pertidaksamaan (5) dan (6) bahwa

|uu0|< dan|vv 0|<

Bilamana

0< (x x0 )2 +( y y 0)2 <

Hal ini membuktikan (2) dan teorema tersebut telah terbukti

Teorema 2. Andaikan bahwa

lim f ( z )=w0lim F ( z )=W 0


(7) zz0 z z0

Lalu

lim [ f ( z )+ F ( z ) ] =w 0+W 0
(8) zz0

lim [f ( z ) F ( z ) ]=w 0 W 0
(9) zz0

Dan, jika
W 0 0,

f (z) w0
(10) lim =
zz0 F (z) W 0

Teorema ini dapat dibuktikan secara langsung menggunakan definisi dari limit
fungsi variable kompleks. Tetapi, menggunakan teorema 1, diikuti dengan teorema
dari limit fungsi nilai-real dari dua variabel real.

Untuk menguji sifat (9), sebagai contoh


f ( z )=u ( x , y ) +iv ( x , y ) , F ( z )=U ( x , y ) +iV ( x , y ) ,

z 0=x 0+ iy 0 , w0 =u0 +iv 0 , W 0=U 0+iV 0

Lalu, berdasar hipotesis (7) dan teorema 1, limit (x,y) mendekati (x 0,y0) dari fungsi
u, v, U and V ada dan memiliki nilai u 0, v0, U0 dan V0, secara berurutan. Jadi
komponen real dan imajiner dari hasil perkalian

f ( z ) F ( z ) =( uU vV ) +i ( vU +uV )

Memiliki limit u0U0 v0V0 dan u0V0 + v0U0, secara berurutan, seperti (x,y) mendekati
(x0,y0). Sehingga, menggunakan teorema 1 lagi, f(z)F(z) memiliki limit

( u0 U 0v 0 V 0 )+ i( v 0 U 0 +u0 V 0)

Seperti z mendekati z0; sama dengan w0W0. Sifat (9) terbentuk. Sesuai pembuktian
dari sifat (8) dan (10) dapat diberikan.

dapat dapat dilihat di definisi (2), bagian 15, dari limit bahwa

lim z n=z n0 dan lim z=z 0


zz0 z z0

Dimana z0 dan c adalah sebarang bilangan kompleks, dengan menggunakan sifat


(9) dan induksi matematika, sehingga

n n
lim z =z 0 (n=1,2, )
zz0

Maka, dari sifat (8) dan (9), limit polinomialnya

P ( z )=a0 +a1 z+ a2 z2 ++ an zn

z mendekati sebuah titik z0 adalah nilai dari polynomial di titik tersebut

P ( z )= P( z0 )
(11) lim
z z0

17. Limit di Titik Tak Hingga


Terkadang cukup baik untuk memasukkan titik di tak hingga dalam bidang kompleks, yang
dinotasikan dengan , dan menggunakan limit yang memuatnya. Bidang kompleks bersama
dengan titik ini disebut perluasan bidang komples. Untuk memvisualisasikan titik di tak hingga,
dapat digambarkan bahwa bidang kompleks melewati ekuator dari sebuah bola yang berpusat
pada titik asalnya (gambar 26). Untuk setiap titik z pada bidang, berkoresponsi tepat satu pada
titik P yang berada di permukaan bola. Titik P adalah titik yang berada di garis yang melewati z
dan kutub utara N dan memotong permukaan bola. Begitu pula untuk setiap titik P pada
permukaan bola, kecuali kutub utara N, berkorespondensi tepat satu dengan titik z pada bidang.
Dengan memisalkan titik N pada bola berkorespondensi dengan titik di tak hingga, didapatkan
korespondensi satu-satu antara titik di bola dengan titik-titik pada perluasan bidang kompleks.
Bola ini dikenal sebagai Riemann sphere dan korespondensinya disebut stereographic
projection.

Perhatihan bahwa bagian luar dari lingkaran yang berpusat pada titik asalnya dalam bidang
kompleks berkorespondensi dengan belahan bola bagian atas yang ekuator dan titik N
dihilangkan. Selain itu, untuk setiap bilangan positif terkecil ,terdapat titik-titik di bidang

kompleks yang berada di luar lingkaran |z| = 1/ yang korespondensi dengan titik-titik pada

bola yang dekat ke N. Himpunan |z|>1/ disebut lingkungan dari tak hingga, atau daerah
tetangga dari .

Pernyataan itu sekarang mudah untuk diartikan sebagai

lim f ( z )=w0
zz0

Ketika z0 atau wo, atau mungkin keduanya diganti dengan titik yang takhingga. Dalam definisi
dari limit pada bagian 15, kita mengganti lingkungan dari z0 dan w0 dengan lingkungan dari .

Theorem Jika z0 dan w0 adalah titik-titik di bidang z dan w, maka


f ( z )= 1
lim lim =0
1. jika dan hanya jika zz0 f (z )
z z0

f ( z )= w0 1
lim lim f ( )=w0
2. jika dan hanya jika z0 z
z
f ( z )= 1
lim =0
3. lim jika dan hanya jika z0 1
f( )
z z

Bukti

Pernyataan (1) berarti untuk setiap bilangan positif , maka akan ada bilangan positif

sehingga

1
( 4 )f (z) ketika 0<|z-z0|<

1
Titik w=f(z) berada di lingkungan |w|> dari ketika z berada di lingkungan 0<|z-

z0|< dari z0 yang terhapus, sehingga

| 1
f (z) |
0 <
ketika 0<|z-z0|<

Pernyataan (2) berarti untuk setiap bilangan positif , maka akan ada bilangan positif

sedemikian hingga

1
|f ( z )w0|ketikaz

1
z=
2

|( ) |
f
1
2
w0 ketika 0<|z 0|<
1

Limit pertama dari pernytaan (3) dapat ditafsirkan untuk setiap bilangan positif , maka akan

ada bilangan positif sedemikian hingga

1 1
|f ( z )|> ketika|z|>

1
z=
2

|( ) |
1 1
0 < ketika|z|>
1
f
2

Contoh. buktikan jika


iz+3 z+1
( 1 ) lim = saat lim =0
z 1 z+ 1 z 1 iz+3

z
2/+i

1

z
+1





2 z +i
( 2 ) lim =2 saat lim
z z+1 z0

z2
1/+1

2

z3
1





3
2 z 1
( 3 ) lim 2 = maka lim
z z +1 z 0

18.Kontinuitas
Syarat fungsi f kontinu di titik z0

( 1 ) lim f ( z ) ada
z z0

z
f ( 0)ada
(2)

( 3 ) lim f ( z )=f ( z 0)
z z0

Perhatikan bahwan pernyataan (3) sebenarnya mengandung pernyataan (1) dan (2). Dimana pada
pernytaan (3) berarti untuk setiap bilangan positif terdapat bilang positif sedemikian
hingga

|f ( z )f ( z 0 )|< ketikazz 0

Fungsi dari variabel kompleks dikatakan kontinu di daerah R jika fungsi itu kontinu pada setiap
titik di R.

Jika dua fungsi kontinu di satu titik, perjumlahan dan perkalian keduanya juga kontinu pada titik
itu; hasil bagi mereka kontinu di sebarang titik jika pembaginya tidak nol.

Penulisan suatu polynomial adalah kontinu di seluruh bagian karena dari

lim P(z)=P ( z 0)
zz0

Teorema 1. Komposisi dari fungsi kontinu juga kontinu.


Misal w= f(z) adalah fungsi yang didefinisikan untuk semua z yang berada di lingkungan
zz 0
dari titik z0.

misal W= g(w) adalah fungsi yang berdomain lingkungan dalam f.

zz 0
Komposisi W= g[f(z)] didefinisikan untuk semua z pada lingkungan ,

Andaikan f kontinu di z0 dan g kontinu di titik f(z0) pada bidang w.


Terlihat kekontinuan dari g di f(z0) dimana untuk setiap bilangan positif akan ada bilang

positif sehingga

|g [ f ( z ) ]g [ f ( z ) ]|< ketika|f ( z ) f ( z )|<


0 0

zz 0
Tapi, kekontinuan dari f di z0 memastikan bahwa lingkungan dapat dibuat cukup
kecil sehingga ketidaksamaan ini terpenuhi. Sehingga kekontinuan dari komposisi g[f(z)}
terbukti.

Teorema 2. Jika fungsi f(z) kontinu dan z 0 tdk sama dengan nol, maka f(z) tdk sama dengan
nol untuk beberapa titik pada lingkungan titik tersebut.

Asumsikan bahwa f(z0) 0 kontinu.

Dengan memasukan nilai positif |f(z0)|/2 pada bilangan dalam f (z )f ( z 0)

Ini berarti ada bilangan positif sehingga

f (z 0 ) , ketikazz 0
2
|f ( z )f ( z0 )|<

zz 0
Jika terdapat satu titik z di lingkungan dimana f(z)=0, diperoleh kontradiksi

f ( z 0 )
2
|f ( z 0 )|<

Maka, teroremapun terbukti.

Kekontinuan dari fungsi

f ( z )=u ( x , y ) + v ( x , y )

masih terkait dengan kekontinuan dari komponen fungsi u(x,y) dan v(x,y) yang kontinu di titik
z0(x0,y0) jika dan hanya jika komponen dari fungsi kontinu dimana-mana..
Teorema 3. Jika fungsi f kontinu di sepanjang daerah R yang keduanya tertutup dan terbatas,
maka ada bilangan riil tak negatif M sehingga

|f ( z )| M untuk semuatitik z di R

Dimana persamaan memiliki setidaknya satu z.

Untuk membuktikan ini, asumsikan bahwa fungsi

u(x , y ) 2+ v (x , y )2

Kontinu di semua R dan mencapai nilia maksimum M di suatu R.

19. TURUNAN

z0
Misalkan f suatu fungsi dengan definisinya memuat lingkungan dari suatu titik .
'
z0
Turunan dari f di di tulis f ( z 0 ) , didefinisikan dengan

(1)
f ( z ) f ( z 0)
f ' ( z 0 )= lim
z z0 zz 0

asalkan limitnya ada. Fungsi f dikatakan dapat diturunkan di z0 jika turunannya di z0 ada.
Dengan mengubah z pada persamaan (1) dalam bentuk variabel kompleks yang baru
z=zz 0 ( z z 0 ) , ,

maka kita dapat menuliskan definisi di atas menjadi

f ( z 0+ z )f ( z 0)
(2) f ' ( z 0 )= lim
z 0 z

Sebagai catatan, karena f terdefinisi dari z0, bilangan f (z 0+ z) adalah selalu terdefinisi

untuk | z yang cukup kecil.


Ketika mengambil bentuk persamaan (2) dari definisi turunan, kita akan mengganti z0 dengan z,
kita misalkan bilangan

w=f ( z + z ) f (z )

Dengan menunjukkan perubahan pada nilai w=f (z) dari f yang berkaitan dengan

perubahan z pada titik yang dimana f dihitung. Maka persamaan (2) menjadi

dw w
= lim
(3) dz z 0 z

Contoh 1.
2
Misalkan bahwa f ( z )=z . Disetiap titik z ,

( z+ z)2z 2
= lim ( 2 z + z )=2 z
z z 0
w
= lim
z z0
lim
z 0

dw '
Karena 2z+ z adalah suatu polinom di z . jadi =2 z atau f ( z ) =2 z .
dz

Contoh 2.

Jika f ( z )=z , maka


w z + zz z+ zz z
= = =
z z z z

Contoh 3.
2
Dengan mempertimbangkan fungsi nilai real f ( z )=|z| . Jadi,

2 2
w |z + z| | z| ( z + z )( z + z ) z z z
(5) = = =z+ z+ z
z z z z .

w
Jika limit dari z=( x , y)
z ada, maka kita memisalkan titik mendekati titik asal dalam

bidang z dalam berbagai arah. Khususnya, jika z mendekati titik asal sepanjang horizontal

w
melalui titik ( x ,0 pada sumbu real maka kita dapatkan z= z . Jadi jika limit dari
z

ada, kita peroleh z+ z . Selanjutnya, jika z mendekati titik asal sepanjang vertikal melalui titik-

titik (0, y pada sumbu imajiner, juga diperoleh z= z , dan limitnya harus sama dengan

zz aslkan limitnya ada. Karena limit suatu fungsi tunggal, maka diperoleh bahwa z+ z =

dw
zz , atau z=0 asalkan ada.
dz

dw
Jadi, dz ada hanya dititik z = 0.

Contoh 3 menunjukkan bahwa suatu fungsi dapat terdiferensialkan di suatu titik tertentu tetapi
2
tidak dalam daerah tetangga titik itu. Karena bagian Real dan Imajiner dari f ( z )=|z| adalah
u ( x , y )=x 2 + y 2 dan v ( x , y )=0

hal ini menunjukkan bahwa komponen real dan imajiner dari fungsi bernilai kompleks
adalah mempunyai turunan parsial yang kontinu dari setiap pasang titik, tetapi fungsi
tersebut tidak terdiferensial.
2
Fungsi f ( z )=|z| adalah kontinu disetiap titik dalam bidang karena komponen (4)
adalah kontinu disetiap titik. Jadi kekontinuan dari suatu fungsi di suatu titik tidak
mengakibatkan fungsi tersebut mempunyai turunan di titik itu. Tetapi keberadaan turunan
suatu fungsi di suatu titik mengakibatkan fungsi kontinu disuatu titik tersebut. Untuk
'
membuktikan pernyataan ini, kita asumsikan bahwa f (z 0) ada dan kita tulis

z0
( zz 0 )=f ' ().0=0
|f ( z )f ( z 0)|= lim f z f ( z 0) = lim
( )
zz0 z z 0 zz0
lim
zz0

dari sini diperoleh bahwa

lim f ( z )=f ( z 0)
zz 0

Ini menunjukkan bahwa f kontinu di z0.