Anda di halaman 1dari 19

Spesifikasi Teknis

SPESIFIKASI TEKNIS

A1 Pendahuluan
Spesifikasi teknis ini merupakan ketentuan yang harus dibaca bersama-sama
dengan gambar-gambar yang keduanya menguraikan pekerjaan yang harus
dilaksanakan. Istilah pekerjaan mencakup suplai dan instalasi seluruh
peralatan dan material yang harus dipadukan dalam konstruksi-konstruksi,
yang diperlukan menurut dokumen-dokumen kontrak, serta semua tenaga
kerja yang dibutuhkan untuk memasang dan menjalankan peralatan dan
material tersebut. Spesifikasi untuk pekerjaan yang harus dilaksanakan dan
material yang harus disepakati, harus diterapkan baik pada bagian dimana
spesifikasi tersebut ditemukan maupun bagian-bagian lain dari pekerjaan
dimana pekerjaan atau materi tersebut dijumpai.

A2 Lokasi Pekerjaan
Lokasi pekerjaan akan ditunjukkan oleh direksi dan dapat dilihat pada
gambar-gambar rencana terlampir.

A3 Ruang Lingkup Pekerjaan


Ruang lingkup pekerjaan sesuai dengan yang setara pada daftar kuantitas
(form rencana anggaran biaya).

A4 Perijinan
Setelah penyedia barang / jasa ditunjuk, bila pekerjaan ini memerlukan ijin
dari instansi lain yang berwenang, maka penyedia barang / jasa yang
bersangkutan harus menyelesaikan perijinan tersebut. Direksi, dalam batas-
batas kewenangannya, akan membantu untuk menyiapkan surat-surat
resminya, tetapi segala biaya yang diperlukan untuk perijinan tersebut
merupakan tanggung jawab penyedia barang / jasa.
Pekerjaan di lapangan tidak diperkenankan dimulai apabila perijinan yang
diperlukan belum diperoleh.
Apabila pada saat melaksanakan pekerjaan terdapat suatu bangunan atau
material yang menghalangi pekerjaan, jika harus membongkar bangunan /
material tersebut akan memerlukan perijinan dan biaya tambahan, maka hal
tersebut terlebih dahulu harus didiskuasikan dengan direksi untuk mencari
jalan keluarnya.

A5 Pekerjaan-Pekerjaan Sementara
Jalan masuk ke lokasi, termasuk pada sarana perlengkapan lain seperti
jembatan darurat dan sebagainya, yang bersifat sementara harus disiapkan
oleh penyedia barang / jasa. Jika diperlukan jembatan-jembatan darurat, maka
penyedia barang / jasa harus merencanakannya dengan lebar minimal 3,50
meter dari kayu yang cukup kuat untuk menahan muatan gandar 5 ton atau
dengan perencanaan yang disetujui oleh pihak direksi. Penyedia barang / jasa
wajib memelihara sarana tersebut kalau tidak dipergunakan lagi harus
dibongkar, dirapihkan kembali seperti keadaan semula atau seperti yang
disyaratkan oleh direksi.

1
Spesifikasi Teknis

Penyedia barang / jasa harus membuat saluran-saluran untuk pembuangan


semua air bekas dan sisa buangan dari pekerjaan-pekerjaan, termasuk
pekerjaan sementara, yang ditimbulkan dimana saja. Cara pembuangan harus
tidak merusak lingkungan setempat dan tidak mengganggu pihak-pihak yang
mempunyai kepentingan terhadap tanah atau saluran / anak sungai dimana air
bekas sisa buangan akan dibuang.

A6 Penyediaan Air, Tenaga Listrik dan Lampu Penerangan


Alat yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan harus disediakan oleh
penyedia barang / jasa, termasuk penyediaan peralatan dan perpipaan
sementara untuk mengangkut air ke lokasi pekerjaan sehingga tidak akan
mempengaruhi kelancaran pekerjaan. Biaya untuk keperluan tersebut menjadi
tanggung jawab penyedia barang / jasa. Kualitas air yang diisyaratkan
ditentukan pada bagian lain dari spesifikasi teknis ini.
Tenaga listrik yang diperlukan bagi pelaksanaan pekerjaan harus disediakan
sendiri oleh penyedia barang / jasa dengan jenis dan kapasitas yangs sesuai
dengan pekerjaan yang akan dilaksanakan dan harus ada persetujuan dari
direksi. Penyediaan tenaga listrik tersebut termasuk pula kabel-kabel, alat-alat
pengukur serta fasilitas pengaman yang diperlukan dan lampu-lampu
penerangan untuk menjamin lancarnya pelaksanaan pekerjaan.

A7 Gambar-Gambar Kerja
Gambar-gambar rencana untuk pekerjaan ini akan diberikan kepada penyedia
barang / jasa dan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari dokumen
kontrak. Gambar-gambar tersebut adalah gambar-gambar yang paling akhir
setelah diadakan perubahan-perubahan dan merupakan patokan bagi
pelaksanaan pekerjaan. Penyedia barang / jasa wajib melaksanakan pekerjaan
sesuai dengan gambar atau perbedaan ketentuan antar gambar rencana dan
spesifikasi yang berhubungan dengan hal tersebut. Tidak dibenarkan untuk
menarik keuntungan dari kesalahan-kesalahan, kekurangan-kekurangan pada
gambar atau perbedaan ketentuan antar gambar rencana dan spesifikasi
teknis. Apabila ternyata terdapat kesalahan, kekurangan, perbedaan dan hal-
hal lain yang meragukan, penyedia barang / jasa harus mengajukannya
kepada direksi secara tertuls, penyedia barang / jasa harus mengoreksi atau
menjelaskan gambar-gambar tersebut untuk kelengkapan yang telah
diusebutkan dala spesifikasi teknis. Koreksi akibat penyimpangan keadaan
lapangan terhadap gambar rencana akan ditentukan oleh direksi dan
disampaikan secara tertulis kepada penyedia barang / jasa.
Paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum pelaksanaan pekerjaan, penyedia barang
/ jasa harus menyerahkan gambar kerja (shop drawing) kepada pihak direksi
sebanyak 3 (tiga) rangkap, termasuk perhitungan-perhitungan yang
berhubungan dengan gambar tersebut.
Gambar kerja untuk semua pekerjaan harus senantiasa disimpan di lapangan.
Gambar-gambar tersebut harus berada dalam kondisi baik, dapat dibaca dan
merupakan hasil revisi terakhir. Penyedia barang / jasa juga harus
menyiapkan gambar-gambar yang menunjukkan perbedaan antara gambar
rencana dan gambar kerja. Semua biaya untuk itu menjadi tanggung jawab
penyedia barang / jasa.

2
Spesifikasi Teknis

A8 Ukuran-Ukuran
Ukuran-ukuran yang tertera pada gambar adalah ukuran sebenarnya dan
gambar tersebut adalah gambar berskala. Jika terdapat perbedaan antara
ukuran dan gambaranya, maka penyedia barang / jasa harus segera meminta
pertimbangan dari para ahli untuk menetapkan mana yang benar.

A9 Peralatan
Semua peralatan yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan ini harus
disediakan oleh penyedia barang / jasa. Sebelum suatu tahapan pekerjaan
dimulai, penyedia barang / jasa harus mempersiapkan seluruh persiapan yang
dibutuhkan untuk pelaksanaan tahap pekerjaan tersebut. Penyediaan peralatan
ditempat pekerjaan dan persiapan peralatan pekerjaan harus terlebih dahulu
mendapat penelitian dan persetujuan dari direksi. Tanpa persetujuan direksi,
penyedia barang / jasa tidak diperbolehkan untuk memindahkan peralatan
yang diperlukan dari lokasi pekerjaan.
Kerusakan yang timbul pada sebagian atau keseluruhan peralatan yang akan
mengganggu kelancaran pelaksanaan pekerjaan harus segera diperbaiki atau
diganti hingga direksi menganggap pekerjaan dapat dimulai.

A10 Penyediaan Material


Penyedia barang jasa harus menyediakan sendiri semua material seperti yang
disebutkan dalam daftar kuantitas (daftar rencana anggaran biaya) kecuali
ditentukan lain dalam dokumen kontrak.
Untuk material-material yang disediakan oleh direksi, penyedia barang / jasa
harus mengusahakan transportasi dari gudang yang ditentukan ke lokasi
pekerjaan, penyedia barang / jasa harus memeriksa dahulu material-material
tersebut dan harus bertanggungan jawab atas pengangkutan sampai di lokasi
pekerjaan.
Penyedia barang / jasa harus mengganti material yang rusak atau kurang
akibat oleh cara pengangkutan yang salah atau hilang akibat kelalaian
penyedia barang / jasa.
Semua peralatan dan material yang harus disediakan dan pekerjaan yang
dilaksanakan harus sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditentukan dalam
dokumen kotrak. Nama produsen material dan peralatan yang digunakan,
termasuk cara kerja, kemampuan, laporan pengujian dan informasi penting
lainnya mengenai hal ini harus disediakan bila diminta untuk
dipertimbangkan oleh direksi. Bila menurut pedapat direksi hal-hal tersebut
tidak memuaskan atau tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditentukan
dalam dokumen kontrak, maka harus digamti oleh penyedia barang / jasa
tanpa biaya tambahan.
Semua peralatan dan material harus di suplai dengan urutan dan waktu
sedemikian rupa sehingga dapat menjamin kelancaran pelaksanaan pekerjaan
dengan memperhitungkan jadwal untuk pekerjaan lainnya.

A11 Contoh-Contoh Material


Contoh-contoh material harus segera ditentukan dan diambil dengan cara
pengambilan contoh menurut aturan normatif yang disetujui direksi. Contoh-

3
Spesifikasi Teknis

contoh harus menggambarkan secara nyata kualitas material yang akan


dipakai pada pelaksanaan pekerjaan.
Contoh-contoh yang telah disetujui direksi harus disimpan terpisah dan tidak
tercampur atau terkotori yang dapat mengurangi kualitas material tersebut.
Penawaran penyedia barang / jasa harus sudah termasuk biaya yang
diperlukan untuk pengujian material.
Jika dalam spesifikasi teknis ini tidak disebutkan harus menggunakan
material-material dari jenis atau merk tertentu, maka penyedia barang / jasa
harus meminta petunjuk direksi untuk menentukan jenis atau merk material
yang baik dan dapat diperbolehkan untuk digunakan dalam pelaksanaan
pekerjaan ini. Penyedia barang / jasa dapat mengganti dengan merk atau
produk material yang baik dan diperbolehkan untuk digunakan dalam
pelaksanaan pekerjaan ini. Penyedia barang / jasa dapat mengganti dengan
pokok atau merk lain yang sekurang-kurangnya mempunyai kualitas yang
sama dengan kualitas yang ditentukan oleh direksi.

A12 Perlindungan Terhadap Cuaca


Penyedia barang / jasa dengan tanggungan sendiri dan dengan persetujuan
direksi terlebih dahulu harus mengusahakan langkah-langkah dan peralatan
yang diperlukan untuk melindungi pekerjaan dan bahan-bahan serta peralatan
yang digunakan agar tidak rusak atau berkurang mutunya karena pengaruh
cuaca.

A13a Survei/Pengukuran
Maksud pekerjaan ini adalah untuk menentukan sumbu dan profil sungai
yang akan disempurnakan serta batasbatasnya untuk menentukan letak
bronjong.
Pengukuran prestasi untuk menentukan volume pekerjaan yang dikerjakan
yang merupakan hasil kemajuan pekerjaan yang dicapai. Dan pembuatan As
Built Drawing pada waktu selesainya pekerjaan yang ada.

A13b Pematokan
Penyedia barang / jasa harus mengerjakan pematokan untuk menentukan
kedudukan dan peil bangunan sesuai dengan gambar rencana. Pekerjaan ini
seluruhnya harus mendapat persetujuan direksi terlebih dahulu sebelum
memulai pekerjaan selanjutnya. Direksi dapat melakukan revisi pemasangan
patok tersebut bila dipandang perlu. Penyedia barang / jasa harus
mengerjakan revisi tersebut sesuai dengan petunjuk direksi.
Sebelum memulai pekerjaan pemasangan patok, penyedia barang / jasa harus
memberitahukan kepada direksi sekurang-kurangnya 2 (dua) hari
sebelumnya, sehingga direksi dapat mempersiapkan segala sesuatu yang
diperlukan untuk melakukan pengawasan.
Pekerjaan pematokan yang telah selesai, diukur oleh penyedia barang / jasa
untuk mendapat persetujuan direksi. Hanya hasil pengukuran yang telah
disetujui direksi yang dapat digunakan sebagai dasar untuk pembayaran
pekerjaan. Penyedia barang / jasa wajib menyediakan alat-alat ukur dengan
perlengkapannya, juru ukur serta pekerjaan lain yang diperlukan oleh direksi
untuk melakukan pemeriksaan / pengujian hasil pengukuran.

4
Spesifikasi Teknis

Semua tanda-tanda di lapangan yang diberikan oleh direksi atau dipasang


sendiri oleh penyedia barang / jasa harus tetap dipelihara dan dijaga dengan
baik oleh penyedia barang / jasa. Apabila ada yang rusak harus segera diganti
dengan yang baru dan meminta kembali persetujuan dari direksi. Bila
terdapat penyimpangan dari gambar rencana penyedia barang / jasa harus
mengajukan 3 (tiga) rangkap gambar penampang-penampang dari daerah
yang dipatok tersebut. Direksi akan membubuhkan tanda tangan persetujuan
dari pendapat / revisi pada satu copy gambar tersebut dan mengembalikannya
kepada penyedia barang / jasa. Setelah diperbaiki, penyedia barang / jasa
harus mengajukan kembali gambar hasil revisinya. Gambar-gambar tersebut
harus dibuat pada kertas kalkir agar memungkinkan untuk diproduksi. Semua
gambar-gambar yang telah disetujui harus diserahkan kepada direksi dalam
kalkir asli dan 2 (dua) copy hasil reproduksinya. Ukuran dan huruf yang
digunakan pada gambar tersebut harus sesuai dengan ketentuan direksi.

A14 Rambu-Rambu
Di tempat-tempat yang dipandang perlu, penyedia barang / jasa harus
menyediakan rambu-rambu untuk keperluan kelancaran lalu lintas. Tanda-
tanda tersebut harus cukup jelas untuk menjamin keselamatan lalu lintas.
Apabila pekerjaan harus memotong / menyeberangi jalan dengan lalu lintas
padat, penyedia barang / jasa harus dilaksanakan pekerjaan secara bertahap
atau apabila dipandang perlu dilaksanakan pada malam hari. Segala biaya
untu keperluan tersebut harus sudah termasuk di dalam penawaran penyedia
barang / jasa.

A15 Program Kerja


Penyedia barang / jasa harus menyiapkan rencana kerja secara detail dan
harus diserahkan kepada direksi paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum
pelaksanaan suatu tahapan pekerjaan dimulai.
Rencana kerja tersebut harus mencakup :
a. Usulan waktu untuk pengadaan, pembuatan dan suplai berbagai-bagai
pekerjaan.
b. Usulan waktu untuk pengadaan dan pengangkutan bagian-bagian lain ke
lapangan.
c. Usulan waktu dimulainya serta rencana selesainya setiap bagian
pekerjaan dan / atau pemasangan berbagai bagian pekerjaan termasuk
pengujiannya.
d. Usulan jumlah jam kerja bagi tenaga-tenaga yang disediakan oleh
penyedia barang / jasa.
e. Jumlah tenaga kerja yang dipakai pada setiap tahapan pekerjaan dengan
disertai latar belakang pendidikan, pengalaman serta penugasannya.
f. Jenis serta jumlah mesin-mesin dan peralatan yang akan dipakai pada
pelaksanaan pekerjaan.
g. Cara pelaksanaan pekerjaan.

Program kerja tersebut antara lain dituangkan dalam bentuk Kurva-S beserta
lampiran penjelasan.

5
Spesifikasi Teknis

A16 Pemberitahuan Untuk Memulai Pekerjaan


Penyedia barang / jasa diharuskan untuk memberikan penjelasan tertulis
selengkapnya apabila direksi memerlukan penjelasan tentang tempat-tempat
asal mula material yang didatangkan untuk suatu tahap pekerjaan sebelum
mulai pelaksanaan tahapan tersebut. Dalam keadaan apapun, penyedia barang
/ jasa tidak dibenarkan untuk memulai pekerjaan yang sifatnya permanen
tanpa mendapat persetujuan terlebih dahulu dari direksi.
Pemberitahuan yang jelas dan lengkap harus terlebih dahulu disampaikan
kepada direksi sebelum memulai pekerjaan, agar direksi mempunyai waktu
yang cukup untuk mempertimbangkan persetujuannya.
Pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan yang menurut direksi penting, harus
dihadiri dan diawasi langsung oleh direksi atau wakilnya. Pemberitahuan
tentang akan dilaksanakannya pekerjaan-pekerjaan tersebut harus sudah
diterima oleh direksi selambat-lambatnya 2 (dua) hari sebelum pekerjaan
dilaksanakan.

A17 Penyerahan Lapangan


Segera setelah penyerahan lapangan kepada pemborong, Pemborong harus
bertanggung jawab sepenuhnya dan membiayai semua ongkos-ongkos yang
berhubungan dengan perlindungan, pemeliharaan dan perubahan-perubahan
akhir terhadap titik tetap, baik di luar maupun di dalam lokasi pekerjaan.
Pemborong harus mengadakan pengamanan dan pencegahan terhadap segala
kemungkinan yang tidak diinginkan, baik karena adanya segala macam
bahaya maupun mengadakan pencegahan yang diperlukan untuk melindungi
masyarakat dan pekerjaan.

A18 Daftar Biaya


Daftar harga upah dan biaya yang diserahkan Pemborong dengan dokumen
tendernya yang merupakan Kontrak, harus sudah meliputi semua yang
berhubungan penyelenggaraan : Pengadaan buruh, material, peralatan
instalasi, peralatan kerja, mesin-mesin, penyusutan overhead, keuntungan,
pengobatan, pajak, perijinan, pelayanan sosial, dan semua yang berhubungan
dengan pekerjaan tersebut.
Pemborong harus mengisi dalam harga satuan yang terpisah dari uraian /item
yang ia cantumkan tetapi tidak termasuk kedalam daftar harga dan biaya,
disamping itu harus juga membuat analisa harga satuan dari masing-masing
item / uraian dengan sejelas-jelasnya.
Semua ukuran-ukuran dalam gambar rencana dan jumlah dalam volume
pekerjaan/Bill of Quantities dan daftar upah harian dalam meter (matrik
sistem).

A19 Sistem Informasi


Kontraktor harus memberitahukan secara tertulis dengan lengkap dari semua
pelaksanaan yang dianggap penting oleh Engineer atau Direksi, agar
Engineer atau Direksi menganggap perlu untuk melakukan inspeksi atau
keperluan lain.

6
Spesifikasi Teknis

A20 Rapat-Rapat
Apabila dipandang perlu, direksi dan / atau penyedia barang / jasa dapat
mengadakan rapat-rapat dengan mengundang penyedia barang / jasa dan
konsultan serta pihak-pihak tertentu yang berkaitan dengan pembahasan dan
permasalahan pelaksanaan pekerjaan. Semua hasil / risalah rapat merupakan
ketentuan yang bersifat mengikat bagi penyedia barang / jasa.

A21 Prestasi Kemajuan Pekerjaan


Prestasi kemajuan pekerjaan ditentukan dengan jumlah prosentasi pekerjaan
yang telah diselesaikan penyedia barang / jasa dan disetujui oleh direksi.
Prosentase pekerjaan ini dihitung dengan membandingkan nilai volume
pekerjaan yang telah diselesaikan terhadap nilai kontrak keseluruhan.
Pembayaran akan dilakukan sesuai dengan prestasi kemajuan pekerjaan
berdasarkan harga satuan yang tercantum dalam kontrak.

A22 Penyelesaian Pekerjaan


Pekerjaan harus mencakup seluruh elemen yang diperlukan walaupun tidak
diuraikan secara khusus dalam spesifikasi teknis dan gambar-gambar, namun
tetap diperlukan agar hasil pelaksanaan pekerjaan dapat berfungsi dengan
baik secara keseluruhan sesuai dengan kontrak.
Penyedia barang / jasa harus menguji hasil pekerjaan setiap tahap dan / atau
secara keseluruhan sesuai dengan ketentuan spesifikasi teknisnya. Apabila
dari hasil pengujian terdapat bagian pekerjaan yang tidak memenuhi syarat,
penyedia barang / jasa dengan biaya sendiri harus melaksanakan perbaikan
sampai dengan hasil pengujian ulang berhasil dan dapat diterima oleh direksi.

A23 Laporan-Laporan
Selama periode pekerjaan di lapangan, penyedia barang jasa harus membuat
laporan harian dan laporan mingguan yang menggambarkan kemajuan
pekerjaan. Laporan tersebut memuat sekurang-kurangnya informasi yang
mencakup :
a. Uraian mengenai kemajuan kerja yang sesungguhnya dicapai menjelang
akhir minggu.
b. Jumlah personil yang bertugas selama minggu tersebut.
c. Material dan barang-barang serta peralatan yang disediakan.
d. Kondisi cuaca.

B. STANDAR SPESIFIKASI
Kecuali ditentukan lain, semua bahan dan cara pelaksanaan harus memenuhi
persyaratan standar yang berlaku di Indonesia dan peraturan standar pelaksanaan
yang ditentukan oleh : Ketentuan-Ketentuan Standar Indonesia berlaku sehari
sebelum hari pertama yang ditentukan untuk penyerahan penawaran. Pemborong
harus menyediakan buku-buku standar yang sesuai dipakai sebagai Spesifikasi
dan menyimpannya di tempat pekerjaan.

7
Spesifikasi Teknis

B1 PEKERJAAN TANAH

B1.1 Umum
Sebelum pekerjaan di lapangan dimulai, lokasi dari tempat pekerjaan harus
ditinjau dahulu oleh tenaga ahli.
Kalau sekiranya tidak ada kesamaan antara kedua lapangan dan keadaan
seperti yang ditujukan dalam gambar, penyedia barang / jasa harus segera
menyampaikan kepada direksi secara tertulis untuk mendapatkan
penyelesaian lebih lanjut.

B1.2 Pembersihan dan Pengupasan


Seluruh pepohonan, semak belukar dan akar-akar pohon di dalam daerah
batas pekerjaan untuk seluruh panjang dari bangunan dan ditambah dengan
jarak 1 km pada kedua ujung dari bangunan harus dibersihkan dan ditebang,
termasuk setiap pohon di luar batas-batas ini yang diperkirakan dapat jatuh
dan menghalangi bangunan, kecuali ada pernyataan lain yang tertera di dalam
syarat-syarat khusus dan gambar rencana.
Bagian atas tanah tanaman harus tersedia digali sampai kira-kira kedalaman
20 cm dan ditimbun disuatu tempat yang layak, agar dapat digunakan lagi.
Pembersihan dan pengupasan di luar batas daerah pekerjaan tidak diberikan
pembayaran kepada penyedia barang / jasa, kecuali pekerjaan tersebut atas
permintaan dari direksi dan persetujuan dari pengguna barang / jasa.
Bila dinyatakan syarat-syarat khusus atau diperintahkan oleh direksi bahwa
pepohonan rindang dan tanaman omamen tertentu akan dipertahankan, maka
pepohonan / tanaman tersebut harus dijaga betul dari kerusakan atas biaya
penyedia barang / jasa.
Pepohonan yang harus disingkirkan, harus ditebang sedemikian rupa dengan
tidak merusak pepohonan / tanaman lain yang dipertahankan, semua pohon,
batang pohon, akar dan sebagainya harus dibongkar dengan kedalaman
dengan kedalaman minimal 20 cm di bawah pemukiman tanah asli dari
permukaan akhir (ditentukan oleh permukaan mana yang lebih rendah).
Bersama-sama dengan seluruh jenis sampah segala bentuknya harus dibuang
pada tempat yang bisa terlihat dari tempat pekerjaan menurut cara yang
praktis atau dikubur.
Seluruh kerusakan termasuk pagar, yang terjadi pada saat pembersihan, harus
diperbaiki oleh penyedia barang / jasa atas tanggungannya sendiri.
Bila akan dilakukan pembakaran hasil penebangan, penyedia barang / jasa
harus memberitahukan penghuni terhadap milik-milik yang berbatasan
dengan pekerjaan minimal 48 jam sebelumnya. Penyedia barang / jasa akan
selalu bertindak sesuai dengan peraturan pemerintah yang berlaku mengenai
pembakaran di tempat terbuka.
Pada pelaksanaan pembersihan, penyedia barang / jasa harus berhati-hati
untuk tidak mengganggu setiap patok-patok pengukuran, pipa-pipa atau
tanda-tanda lainnya. Perhitungan pembiayaan untuk pekerjaan ini mencakup
penyediaan peralatan, tenaga dan pembuangan bahan-bahan sisa dibebankan
kepada penyedia barang / jasa dan dikerjakan sesuai dengan petunjuk direksi.

8
Spesifikasi Teknis

Pelaksanaan

1. Pembersihan (Clearing)
Areal dimana ada kegiatan pekerjaan, harus dibebaskan dari seluruh
pohon-pohon, semak-semak, tonggaktonggak , akarakar, belukar,
sampah dan unsurunsur lain yang tidak berkenan menurut pihak Direksi.
Seluruh akarakar, harus digali dan dikeluarkan dari lokasi pekerjaan.
Pohon-pohon dan tumbuh-tumbuhan disekitar lokasi pekerjaan tidak boleh
diganggu atau dirusak tanpa ijin terlebih dahulu dari pemilik tanah atau
tanpa persetujuan dari Direksi. Bahan-bahan yang dipindahkan sewaktu
pembersihan harus dibakar, pembakaran disediakan di lokasi yang
disediakan khusus untuk itu tanpa persetujuan dari Direksi.

2. Pengupasan (Stripping)
Sebelum memulai penggalian dan penimbunan, seluruh lapisan atas dan
pekerjaanpekerjaan permanen lainnya dan jalanjalan masuk yang akan
dibuat harus dari permukaan tanah aslinya sampai kedalaman 20 cm.
Bahanbahan lepas lunak dan areal yang basah, tidak bisa digunakan untuk
konstruksi tanggul atau pekerjaanpekerjaan permanen lainnya harus
dibuang. Pengupasan harus dipelihara sampai 1 meter atas urugan tanggul,
kecuali ditentukan lain oleh Direksi.

3. Perlindungan terhadap areal lain


Pemborong harus menjamin bahwa pohon-pohon dan tumbuhan lainnya
diluar pekerjaanpekerjaan permanen lainnya diluar areal yang dipakai
untuk pekerjaan sementara termasuk jalanjalan masuk harus dilindungi
dan dipelihara terhadap kerusakan-kerusakan. Beberapa penambahan
pengupasan yang diperlukan oleh Pemborong untuk bangunan pekerjaan
pekerjaan sementara. Jalanjalan masuk, tempat pengembalian material,
lahan atau untuk maksudmaksud lain menjadi tanggungan Pemborong
dan tidak akan dilaksanakan tanpa adanya persetujuan dari Direksi.
Direksi memberi petunjuk Pemborong agar mengembalikan kondisi
semula, beberapa kerusakankerusakan pada tumbuhan dan permukaan
tanah diluar areal pekerjaan (termasuk pekerjaanpekerjaan sementara)
dengan tanggungan Pihak Pemborong.

4. Pembuangan bahan
Tonggaktonggak, akarakar, potonganpotongan kayu dan lain yang
dihasilkan dari pekerjaan agar dibuang menurut caracara yang disetujui
oleh Direksi. Jika dibutuhkan, pemotongan kayukayu yang bisa
digunakan akan menjadi milik pemilik dan ditumpuk rapi oleh Pihak
Pemborong pada lokasi yang disetujui oleh Direksi. Jika tidak maka
pemotongan kayu dan material lain dari pembersihan dan pengupasan bisa
menjadi milik Pemborong dan harus dipindahkan dari lokasi.
Dimana material dibakar, materialmaterial tersebut agar ditempatkan
dalam lapisan-lapisan mendatar, diselang seling dengan lapisanlapisan
tanah dengan kedalaman tidak kurang dari 50 cm.

9
Spesifikasi Teknis

Pembakaran hanya diijinkan pada saat kondisi dipandang baik untuk


pembakaran dan pada lokasi yang disetujui oleh Direksi. Materialmaterial
yang akan dibakar harus ditumpuk rapi dan apabila kondisi memungkinkan
supaya dibakar sampai habis.
Penumpukan untuk pembakaran dilakukan dengan resiko sekecilkecilnya
dengan adanya api tersebut, dan agar tidak mengganggu umum.
Pembakaran harus sempurna sehingga materialmaterial yang dibakar
menjadi abu, tidak ada potongan kayu, cabangcabang atau potongan
potongan arang diijinkan tersisa. Pemborong harus setiap kali mengambil
tindakan-tindakan khusus untuk mencegah agar jangan sampai api meluas
ke areal peralatan yang sesuai setiap saat dan perlengkapan untuk
mencegah dan menahan api.

B1.3 Galian Tanah

B1.3.1 Umum
Galian tanah dilaksanakan pada :
a. Semua bagian dari bangunan yang masuk dalam tanah.
b. Semua bagian dari tanah yang harus dibuang.
Galian tanah harus dilaksanakan seperti yang tertera dalam gambar, baik
mengenai lebar, panjang, dalam, kemiringan dan sebagainya, dan benar-benar
waterpass. Kalau ternyata akan menimbulkan kesulitan-kesulitan pelaksanaan
kalau dilaksanakan menurut gambar, penyedia barang / jasa boleh
mengajukan usul kepada direksi mengenai cara pelaksanaannya.

B1.3.2 Klasifikasi Galian


Galian akan diklasifikasikan dalam pengukuran dan pembiayaan sebagai
berikut :
a. Galian tanah biasa
b. Galian tanah sedang, misalnya : pasir, lempung, cadas muda, dan
sebagainya.
c. Galian batu terdiri dari galian material yang umumnya menurut direksi
perlu menggunakan bor dan atau bahan peledak atau alat-alat khusus
lainnya.
d. Galian dimana timbul persoalan air tanah pada kedalaman lebih dari 20
cm dari permukaan air konstan, dimana biasanya air tanah naik pada
penggalian podasi.

B1.3.3 Cara Pelaksanaan Pekerjaan


Penyedia barang / jasa harus memberitahukan kepada direksi sebelum mulai
mengerjakan pekerjaan galian sehingga penampang, dan pengukurannya
dapat dilakukan pada keadaan tanah yang belum diganggu. Penyedia barang /
jasa harus menyediakan fasilitas yang diperlukan untuk inspeksi semacam
itu, termasuk inspeksi untuk semua pekerjaan dalam air.
Permukaan tanah yang berdekatan dengan konstruksi ini tidak dibenarkan
untuk diganggu tanpa seijin dari direksi.

10
Spesifikasi Teknis

Galian dari pondasi yang dicantumkan pada gambar rencana atau atas
petunjuk direksi, galian tersebut harus mempunyai ukuran yang cukup, agar
penempatan konstruksi atau lantai pondasi dengan dimensi yang sesuai
dengan gambar rencana mudah dilaksanakan.
Dasar lantai pondasi seperti yang tercantum pada gambar tidak boleh
dianggap bersifat pasti. Direksi dapat menentukan perubahan dimensi dari
lantai pondasi jika dipandang perlu, agar pondasi tersebut dapat berfungsi
dengan sebaik-baiknya. Batu-batu besar, kayu serta rintangan-rintangan lain
yang mungkin ditemui dalam galian harus dibuang. Sesudah galian selesai,
penyedia barang / jasa harus memberitahukan direksi akan hal ini, dan tidak
diperkenankan untuk melaksanakan penaikan tanah dasar pondasi dan
melaksanakan lantai pondasi sebelum direksi setuju dengan ukuran dan
kedalaman galian material-material pondasi serta konstruksi-konstruksi yang
akan dipasang pada lubang galian tersebut. Semua retakan atau celah-celah
yang ada harus dibersihkan dan diisi dengan spesi (injeksi), serta semua
material lepas, batu-batuan lapuk, lapisan-lapisan yang tipis harus dibuang.

B1.3.5 Genangan Air Di Dalam Galian


Pada waktu pelaksanaan pekerjaan penyedia barang / jasa harus menjaga,
agar lubang galian tidak digenangi air yang ditimbulkan oleh air hujan
ataupun yang keluar dari mata air. Kalau lubang galian digenangi air, maka
penyedia barang / jasa harus mengeluarkan dengan jalan memompa,
menimba atau mengalirkan lewat parit-parit pembuang.

B1.3.6 Pemeriksaan Penggalian dan Pengisian


Penggalian dan pengisian harus diperiksa dan disetujui oleh direksi dan kalau
perlu oleh pengawas setempat sebelum dimulainya tahap konstruksi direksi
akan segera memberitahukan kalau pengisian selesai sehingga ia dapat
bersiap-siap untuk mengetes secara tepat kepadatannya.
Setelah penggalian disetujui, penyedia barang / jasa harus segera mulai
dengan tahap konstruksi berikutnya dan tidak boleh membiarkan parit
penggalian ditinggal terbuka dalam jangka waktu lama untuk hal-hal yang
tidak perlu.

B1.4 Urugan Tanah

B1.4.1 Umum
Urugan dilaksanakan pada :
a. Semua bekas lubang pondasi
b. Semua bagian yang harus ditinggikan dengan jalan menimbun dengan
urugan tanah harus dlaksanakan menurut gambar yang telah ditetapkan,
juga termasuk peralatan dan penyelesaian tanah halaman di sekitarnya.

B1.4.2 Penggunaan Material Bekas Galian


Penyedia barang / jasa harus menjamin bahwa semua material bekas galian
yang akan dipergunakan kembali ditempatkan scara terpisah dan dilindungi

11
Spesifikasi Teknis

dari segala pengotoran-pengotoran seperti bahan-bahan yang dapat merusak


beton, akar dari pohon, kayu dan sebagainya.
Berbagai jenis material sebaiknya diletakkan terpisah, misalnya material yang
sifatnya keras dipisahkan dari yang sifatnya lembek, seperti lempung dan
sebagainya. Penggunaan jenis-jenis material yang akan dipakai untuk
keperluan penggunaan harus ada persetujuan dari direksi.

B1.4.3 Urugan Tanah


Semua pekerjaan pengurugan harus dilaksanakan lapis demi lapis secara
horizontal dan dipadatkan.
Tebal dari tiap lapis diambil 15 cm dan selama proses pemadatan, harus
dibasahi dengan air untuk mendapatkan hasil pemadatan yang maksimum.
Pemadatan harus dilakukan dengan alat pemadat mekanis (compactor) dan
untuk pekerjaan yang besar sifatnya, dapat dipakai roller dan sebagainya,
dengan kapasitas yang sesuai.
Tanah harus dipisahkan terlebih dahulu dari bahan-bahan yang dapat
membahayakan, misalnya dapat merusak permukaan beton ataupun lapisan
finishing yang lain.
Pengurugan dilaksanakan sampai mencapai peil yang ditetapkan dan
diratakan sampai nantinya tidak akan timbul cacat-cacat seperti turunnya
permukaan, bergelombang, dan sebagainya.

B1.5 Urugan Pasir


Pada prinsipnya, pekerjaan pengurugan dengan pasir dilaksanakan sama
seperti pada pengurugan dengan tanah timbunan.

B1.6 Lain-Lain
Pegurugan dengan bahan-bahan lain, misalnya dengan gravel, pecahan batu
merah, dan sebagainya harus dilaksanakan menurut gambar rencana.
Bahan-bahan tersebut harus bersih, bebas dari kotoran-kotoran, serta
mempunyai gradasi yang sesuai dengan yang diperuntukkan.

B1.7 Cara Pengukuran Hasil Kerja dan Dasar Pembiayaan


Jumlah yang akan dibayar, adalah jumlah kubikasi dalam m3 dari tanah
galian yang diukur dalam keadaan asli dengan cara luas ujung rata-rata atau
kubikasi dalam m3 dari tanah yang dipadatkan pada pekerjaan urugan.
Volume tanah atau batu-batuan yang diukur adalah volume dari prisma yang
dibatasi bidang-bidang, sebagai berikut :
a. Bidang atas, adalah bidang horizontal-horizontal seluas bidang pondasi
yang melewati titik terendah dari pertokoan tanah asli. Di atas bidang
horizontal ini galian tanah diperhitungkan sebagai galian tanah biasa yang
sesuai dengan sifatnya.
b. Bidang bawah, adalah bidang yang sesuai dengan sifatnya.
c. Bidang tegak, adalah bidang vertikal keliling.
Pengukuran volume tidak diperhitungkan untuk galian yang dilakukan di
bawah bidang dasar pondasi atau di bawah bidang batas bawah yang
ditentukan oleh direksi. Juga tidak diperhitungkan untuk galian yang

12
Spesifikasi Teknis

diakibatkan oleh pengembangan tanah, pemancangan, longsor, bergeser,


runtuh atau karena sebab-sebab lain.
Kedudukan dasar pondasi yang tercantum pada gambar rencana, hanya
bersifat pendekatan dan perubahan-perubahan sesuai dengan ketentuan
direksi dapat diadakan tanpa tambahan pembiayaan.
Volume galian konstruksi untuk tanah-tanah di bawah muka air tanah, akan
dibayar tersendiri yaitu untuk tanah galian yang terletak minimum 20 cm di
bawah muka air tanah konstan pada lubang galian.
Jumlah yang diukur dengan cara seperti tersebut di atas tanpa
mempertimbangkan cara di mana material tersebut akan dibuang, dibayar
menurut harga satuan sesuai dengan mata pembiayaan yang akan disebut di
bawah ini.
Harga tersebut harus telah mencakup semua pekerjaan yang perlu dan hal-hal
lain yang umum dikerjakan untuk menyelesaikan pekerjaan dengan sebaik-
baiknya.

B2 PEKERJAAN KONTRUKSI

B2.1 Bronjong

B2.1.1 Umum
Pekerjaan ini harus mencakup penyediaan baik batu yang diisikan ke dalam
bronjong kawat (gabion) maupun pasangan batu kosong pada landasan yang
disetujui sesuai dengan detil yang ditunjukkan dalam pada Gambar dan
memenuhi Spesifikasi ini.

Pemasangan harus dilakukan pada tebing sungai, lereng timbunan, lereng


galian, dan permukaan lain yang terdiri dari bahan yang mudah tererosi di
mana perlindungan terhadap erosi dikehendaki.

B2.1.2 Bahan

1) Kawat Bronjong
a) Haruslah baja berlapis seng yang memenuhi SNI 03-0090-1999.
Lapisan galvanisasi minimum haruslah 0,26 kg/m2.
b) Karakteristik kawat bronjong adalah :
Tulangan tepi, diameter : 5,0 mm, 6 SWG
Jaringan, diameter : 4,0 mm, 8 SWG
Pengikat, diameter : 2,1 mm, 14 SWG
Kuat Tarik : 4200 kg/cm2
Perpanjangan diameter : 10% (minimum)
c) Anyaman : Anyaman haruslah merata berbentuk segi enam yang
teranyam dengan tiga lilitan dengan lubang kira-kira 80 mm x 60 mm
yang dibuat sedemikian rupa hingga tidak lepas-lepas dan dirancang
untuk diperoleh kelenturan dan kekuatan yang diperlukan. Keliling tepi
dari anyaman kawat harus diikat pada kerangka bronjong sehingga
sambungan-sambungan yang diikatkan pada kerangka harus sama
kuatnya seperti pada badan anyaman.

13
Spesifikasi Teknis

d) Keranjang haruslah merupakan unit tunggal dan disediakan dengan


dimensi yang disyaratkan dalam Gambar atau sesuai petunjuk Direksi
dan dibuat sedemikian sehingga dapat dikirim ke lapangan sebelum diisi
dengan batu.

2) Batu
Batu untuk pasangan bronjong harus terdiri dari batu yang keras dan awet
dengan sifat sebagai berikut :
a) Keausan agregat dengan mesin Los Angeles harus kurang dari 35 %.
b) Berat isi kering oven lebih besar dari 2,3.
c) Peyerapan Air tidak lebih besar dari 4 %.
d) Kekekalan bentuk agregat terhadap natrium sulfat atau magnesium
sulfat dalam pengujian 5 siklus (daur) kehilangannya harus kurang dari
10 %.

3) Landasan
Landasan haruslah dari bahan drainase porous (dalam hal ini digunakan
geotekstil non woven) seperti yang disyaratkan dengan gradasi yang dipilih
sedemikian hingga tanah pondasi tidak dapat hanyut melewati bahan
landasan dan juga bahan landasan tidak hanyut melewati bronjong.

B2.1.3 Pelaksanaan
1) Umum
Galian harus memenuhi ketentuan dari Seksi Galian, termasuk kunci pada
tumit yang diperlukan untuk pasangan bronjong. Landasan harus dipasang
sesuai dengan Spesifikasi ini. Seluruh permukaan yang disiapkan harus
disetujui oleh Direksi Pekerjaan sebelum penempatan pasangan batu kosong
atau bronjong.
Pemborong harus membuat bronjong dan matras serta memasang di
tempatnya termasuk penyiapan permukaan tanahnya, seperti diuraikan
di bawah.
Batu bronjong harus seperti yang ditentukan dengan ukuran tidak kurang
dari 100 mm dan tidak lebih dari 250 mm. Batu yang dipakai berbentuk
bulat. Pabrik harus mengikuti Pasal 79 Standard Nasional Indonesia,
PUBI.
Bronjong dan matras harus mempunyai diafragma di sebelah dalam
dibuat dari anyaman dari pabrik yang sama.
Batas pemisah itu ditempatkan sedemikian sehingga berjarak tidak lebih
dari 1,0 m dan membentuk matras berukuran 2,00 m x 0,60 m.
Hubungan antar bronjong atau matras harus diikat erat dengan kawat
menjadi satu kesatuan. Semua bronjong harus ditempatkan pada filter
kerikil, geotextile atau lapisan ijuk.

2) Penempatan Bronjong
a) Keranjang bronjong harus dibentangkan dengan kuat untuk memperoleh
bentuk serta posisi yang benar dengan menggunakan batang penarik
atau ulir penarik kecil sebelum pengisian batu ke dalam kawat bronjong.

14
Spesifikasi Teknis

Sambungan antara keranjang haruslah sekuat seperti anyaman itu


sendiri. Setiap segi enam harus menerima paling sedikit dua lilitan
kawat pengikat dan kerangka bronjong antara segi enam tepi paling
sedikit satu lilitan. Paling sedikit 15 cm kawat pengikat harus
ditinggalkan sesudah pengikatan terakhir dan dibengkokkan ke dalam
keranjang.
b) Batu harus dimasukkan satu demi satu sehingga diperoleh kepadatan
maksimum dan rongga seminimal mungkin. Bilamana tiap bronjong
telah diisi setengah dari tingginya, dua kawat pengaku horinsontal dari
muka ke belakang harus dipasang. Keranjang selanjutnya diisi sedikit
berlebihan agar terjadi penurunan (settlement). Sisi luar batu yang
berhadapan dengan kawat harus mempunyai permukaan yang rata dan
bertumpu pada anyaman.
c) Setelah pengisian, tepi dari tutup harus dibentangkan dengan batang
penarik atau ulir penarik pada permukaan atasnya dan diikat.
d) Bilamana keranjang dipasang satu di atas yang lainnya, sambungan
vertikal harus dibuat berselang seling.

3) Penimbunan Kembali
Seperti ketentuan dari Seksi B1.3, Timbunan.

B2.1.4 Pengukuran Dan Pembayaran


1) Pengukuran untuk Pembayaran
Kuantitas yang diukur untuk pembayaran haruslah jumlah meter kubik dari
bronjong lengkap di tempat dan diterima. Dimensi yang digunakan untuk
menghitung kuantitas ini haruslah dimensi nominal dari masing-masing
keranjang bronjong seperti yang diuraikan dalam Gambar atau sebagaimana
yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan.

2) Dasar Pembayaran
Kuantitas, yang ditentukan seperti diuraikan di atas, harus dibayar pada
Harga Kontrak per satuan pengukuran, untuk Mata Pembayaran yang
terdaftar di bawah dan ditunjukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga
dimana harga dan pembayaran tersebut haruslah merupakan kompensasi
penuh untuk seluruh galian dan penimbunan kembali, untuk pemasokan,
pembuatan, penempatan semua bahan, termasuk semua pekerja, peralatan,
perkakas, pengujian dan pekerjaan lain yang diperlukan untuk penyelesaian
yang memenuhi ketentuan dari pekerjaan seperti yang diuraikan dalam
Gambar dan Spesifikasi ini.

B3.1 Pondasi Cerucuk


1) Uraian
a) Yang dimaksud dengan Pondasi Tiang adalah komponen struktur
berupa tiang yang berinteraksi langsung dengan tanah, yang berfungsi
sebagai penopang akhir dan menyalurkan beban dari struktur ke tanah

15
Spesifikasi Teknis

b) Pekerjaan yang diatur dalam Seksi ini harus mencakup tiang pancang
yang disediakan dan dipancang atau ditempatkan sesuai dengan
Spesifikasi ini, dan sedapat mungkin mendekati Gambar menurut
penetrasi atau kedalamannya sebagaimana yang diperintahkan oleh
Direksi Pekerjaan. Pekerjaan ini mencakup jenis-jenis tiang pancang
berikut ini :
- Tiang Kayu (galam)
c) Jenis tiang pancang yang akan digunakan harus seperti yang ditunjukkan
dalam Gambar

2) Pengajuan Kesiapan Kerja


Sebelum memulai suatu pekerjaan pemancangan, Penyedia Jasa harus
mengajukan kepada Direksi Pekerjaan hal-hal sebagai berikut :
a) Program yang terinci untuk pekerjaan pemancangan
b) Rincian metode yang diusulkan untuk pemancangan atau penurunan
tiang bersama dengan peralatan yang akan digunakan
c) Perhitungan rancangan, termasuk rumus penumbukan, yang
menunjukkan kapasitas tiang pancang bilamana penumbukan
menggunakan peralatan yang diusulkan oleh Penyedia Jasa
d) Usulan untuk pengujian pembebanan tiang pancang. Usulan ini
mencakup metode pemberian beban, pengukuran beban dan penurunan
serta penyajian data yang diusulkan
e) Persetujuan tertulis dari Direksi Pekerjaan untuk pengajuan tersebut di
atas harus diperoleh terlebih dahulu sebelum memulai setiap pekerjaan
pemancangan

B3.1.1 Bahan

1) Kayu
Kayu untuk tiang pancang penahan beban (bukan cerucuk) dapat
diawetkan atau tidak diawetkan, dan dapat dipangkas sampai membentuk
penampang yang tegak lurus terhadap panjangnya atau berupa batang
pohon lurus sesuai bentuk aslinya. Selanjutnya semua kulit kayu harus
dibuang.
Tiang pancang kayu harus seluruhnya keras dan bebas dari kerusakan,
mata kayu, bagian yang tidak keras atau akibat serangan serangga.
Pengawetan harus sesuai dengan AASHTO M133 - 04.
Cerucuk kayu harus terbuat dari jenis, diameter dan mutu yang
ditunjukkan dalam Gambar

16
Spesifikasi Teknis

B3.1.2 Tiang Pancang Kayu

1) Umum
Semua tiang pancang kayu harus diperiksa terlebih dahulu sebelum
dipancang untuk memastikan bahwa tiang pancang kayu tersebut
memenuhi ketentuan dari bahan dan toleransi yang diijinkan
2) Pengawetan (Tiang Pancang Kayu)
Semua kayu lunak yang digunakan untuk tiang pancang memerlukan
pengawetan, yang harus dilaksanakan sesuai dengan AASHTO M133-04
dengan menggunakan instalasi peresapan bertekanan. Bilamana instalasi
semacam ini tidak tersedia, pengawetan dengan tangki terbuka secara
panas dan dingin, harus digunakan. Beberapa kayu keras dapat digunakan
tanpa pengawetan, tetapi pada umumnya, kebutuhan untuk mengawetkan
kayu keras tergantung pada jenis kayu dan beratnya kondisi pelayanan.
Persetujuan dari Direksi Pekerjaan secara tertulis harus diperoleh sebelum
pemancangan tiang pancang yang tidak diawetkan
3) Pemancangan
Pemancangan berat yang mungkin merusak kepala tiang pancang,
memecah ujung dan menyebabkan retak tiang pancang harus dihindari
dengan membatasi tinggi jatuh palu dan jumlah penumbukan pada tiang
pancang. Umumnya, berat palu harus sama dengan beratnya tiang untuk
memudahkan pemancangan. Perhatian khusus harus diberikan selama
pemancangan untuk memastikan bahwa kepala tiang pancang harus selalu
berada sesumbu dengan palu dan tegak lurus terhadap panjang tiang
pancang dan bahwa tiang pancang dalam posisi yang relatif pada
tempatnya

B3.1.3 Pemancangan Tiang

1) Umum
Penyedia Jasa harus menyediakan alat untuk memancang tiang yang
sesuai dengan jenis tanah dan jenis tiang pancang sehingga tiang pancang
tersebut dapat menembus masuk pada kedalaman yang telah ditentukan
atau mencapai daya dukung yang telah ditentukan, tanpa kerusakan.
Bilamana diperlukan, Penyedia Jasa dapat melakukan penyelidikan tanah
dengan tanggungan biaya sendiri.
Bilamana elevasi akhir kepala tiang pancang berada di bawah permukaan
tanah asli, maka galian harus dilaksanakan terlebih dahulu sebelum
pemancangan. Perhatian khusus harus diberikan agar dasar fondasi tidak
terganggu oleh penggalian diluar batas-batas yang ditunjukkan dalam
Gambar.
Tiang pancang harus dipancang sampai penetrasi maksimum atau
penetrasi tertentu, sebagaimana yang diperintahkan oleh Direksi
Pekerjaan, atau ditentukan dengan pengujian pembebanan sampai

17
Spesifikasi Teknis

mencapai kedalaman penetrasi akibat beban pengujian tidak kurang dari


dua kali beban yang dirancang, yang diberikan menerus untuk penurunan
sekurang-kurangnya 60 mm.
Setiap perubahan yang mendadak dari kecepatan penetrasi yang tidak
dapat dianggap sebagai perubahan biasa dari sifat alamiah tanah harus
dicatat dan penyebabnya harus dapat diketahui sebelum pemancangan
dilanjutkan.
2) Penghantar Tiang Pancang (Leads)
Penghantar tiang pancang harus dibuat sedemikian hingga dapat
memberikan kebebasan bergerak untuk palu dan penghantar ini harus
diperkaku dengan tali atau palang yang kaku agar dapat memegang tiang
pancang selama pemancangan. Kecuali jika tiang pancang dipancang
dalam air, penghantar tiang pancang, sebaiknya mempunyai panjang
yang cukup sehingga penggunaan bantalan topi tiang pancang panjang
tidak diperlukan. Penghantar tiang pancang miring sebaiknya digunakan
untuk pemancangan tiang pancang miring
3) Bantalan Topi Tiang Pancang Panjang (Followers)
Pemancangan tiang pancang dengan bantalan topi tiang pancang panjang
sedapat mungkin harus dihindari, dan hanya akan dilakukan dengan
persetujuan tertulis dari Direksi Pekerjaan
4) Tiang Pancang Yang Naik
Bilamana tiang pancang mungkin naik akibat naiknya dasar tanah, maka
elevasi kepala tiang pancang harus diukur dalam interval waktu dimana
tiang pancang yang berdekatan sedang dipancang. Tiang pancang yang
naik sebagai akibat pemancangan tiang pancang yang berdekatan, harus
dipancang kembali sampai kedalaman atau ketahanan semula, kecuali jika
pengujian pemancangan kembali pada tiang pancang yang berdekatan
menunjukkan bahwa pemancangan ulang ini tidak diperlukan

B3.1.4 Pengukuran Dan Pembayaran

1) Pengukuran untuk Pembayaran


a) Cerucuk
Cerucuk harus diukur untuk pembayaran dalam jumlah meter panjang
untuk penyediaan dan pemancangan cerucuk memenuhi garis dan
elevasi yang ditunjukkan dalam Gambar atau sebagaimana yang
diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan
b) Pengadaan Tiang Pancang
Satuan pengukuran untuk pembayaran tiang pancang kayu harus
diukur dalam meter panjang dari tiang pancang yang disediakan
dalam berbagai panjang dari setiap ukuran dan jenisnya

18
Spesifikasi Teknis

c) Pemancangan Tiang Pancang


Tiang pancang akan diukur untuk pemancangan sebagai jumlah meter
panjang dari tiang pancang yang diterima dan tertinggal dalam
struktur yang telah selesai.

B4 PEKERJAAN DOKUMENTASI
Sesuai dengan SyaratSyarat Umum dan Spesifikasi Umum (photophoto
pekerjaan) maka photophoto visual merupakan bagian yang harus dilampirkan
pada berita acara kemajuan pekerjaan fisik dan waktu permintaan Pembayaran
Termyn.

Kontraktor harus menyerahkan photophoto visual :


* Sebelum memulai pelaksanaan pekerjaan (0%)
* Selama berlangsungnya pelaksanaan pekerjaan ( 50%)
* Setelah selesai pelaksanaan pekerjaan (100%)

Beserta 3 ( tiga ) rangkap hasil cetakan masingmasing photo beserta negatif


filmnya, yang merupakan bagian yang harus dilampirkan pada Berita Acara
Pembayaran Termyn terakhir (Penyerahan Pertama Pekerjaan).

19