Anda di halaman 1dari 7

A.

Perubahan yang terjadi pada PT Telkom


Perubahan struktural
Pada tanggal 11 mei 2012 di lakukan RUPS (Rapat umum pemegang saham)
yang salah satu agendanya adalah melakukan perombakan susunan direksi
PT.Telkom tbk perubahan atau pun perombakan yang di lakukan ini tentunya di
berlatar belakangi oleh menurunnya kinerja dari karyawan Telkom. Dengan direksi
yang baru tentunya akan membawa semangat baru yang mana direktur utamanya
dipimpin oleh Arief Yahya
Berikut adalah sususanan direksi yang baru:
Direktur Utama: Arief Yahya (CEO),
Direktur Keuangan: Honesti Basyir
Direktur Enterprise and Whole Sale: M Awaludin
Direktur Human Capital and General Affair: Priyantono Rudito
Direktur Information and Technology: Indra Utoyo
Direktur Compliance and Risk Management: Ririek Adriansyah
Direktur Network and Solution: Rizkan Chandra
Direktur Konsumer: Sukardi Silalahi

Sedangkan jajaran direksi Telkom yang lama:


Direktur Utama: Rinaldi Firmansyah
Direktur Keuangan: Sudiro Asno
Direktur Enterprise and Whole Sale: Arief Yahya
Direktur Human Capital and General Affair: Faisal Syam
Direktur Information and Technology: Indra utoyo
Direktur Compliance and Risk Management: Prasetio
Direktur Network and Solution: Ermady Dahlan
penyesuaian tugas dan fungsi pada beberapa unit strategis
Pada tahun 2011, Telkom telah melakukan penyesuaian tugas dan fungsi pada
beberapa unit strategis yaitu:
a. Mengubah nama Direktorat IT, Solution & Supply menjadi Direktorat IT, Solution
& Strategic Portfolio
b. Penambahan fungsi supply management pada Direktorat Compliance & Risk
Management
c. Perubahan struktur organisasi Internal Audit yang diselaraskan dengan kebutuhan
proses audit secara komprehensif (end to end).
d. Penggabungan Departemen Corporate Communication dan Departemen Corporate
Affair untuk memastikan proses kerja yang lebih efektif dan efisien.
Pada tahun 2012 Telkom telah melakukan beberapa perubahan menyangkut
pembagian tugas dan wewenang Direksi, sebagai berikut:
1. Mengalihkan tugas dan wewenang penanganan bisnis di segmen wholesale dan
internasional, dari semula di bawah Direktur Enterprise & Wholesale (EWS) menjadi
di bawah Direktur Compliance & Risk Management (CRM). Dengan demikian
Direktur EWS dapat lebih fokus pada pengembangan segmen bisnis enterprise.
2. Menambah tugas dan wewenang Direktur CRM untuk menangani segmen
bisnis wholesale dan internasional, selain tugas dan wewenangnya sebagai Direktur
CRM.
3. Menambah tugas dan wewenang Direktur NWS untuk menangani pengelolaan dan
pendayagunaan IT serta service operation & management, untuk mendukung
upaya pengembangan bisnis yang sudah berjalan (established)
Perubahan landscape bisnis
Tahun 2011 PT Telkom merubah landscape bisnisnya dari bisnis informasi dan
komunikasi menjadi Telecomunication, Information, Media and Edutaionment (TIME).
Perubahan budaya dan identitas brand.
1. Logo PERUMTEL (1974-23 Oktober 1991)

2. Logo Telkom (23 Oktober 1991-23 Oktober 2001)


3. Logo Telkom (23 Oktober 2001-23 Oktober 2009)

4. Logo Telkom (23 Oktober 2009-16 Agustus 2013)

5. Logo Telkom (16 Agustus 2013-sekarang)


o Expertise : makna dari lingkaran sebagai simbol dari kelengkapan produk dan layanan
dalam portofolio bisnis baru TELKOM yaitu TIME (Telecommunication, Information,
Media & Edutainment.
Empowering : makna dari tangan yang meraih ke luar. Simbol ini mencerminkan
pertumbuhan dan ekspansi ke luar.
Assured : makna dari jemari tangan. Simbol ini memaknai sebuah kecermatan,
perhatian, serta kepercayaan dan hubungan yang erat
Progressive : kombinasi tangan dan lingkaran. Simbol dari matahari terbit yang
maknanya adalah perubahan dan awal yang baru.
Heart : simbol dari telapak tangan yang mencerminkan kehidupan untuk menggapai
masa depan.
Perubahan tagline simbol pada logo baru yaitu The World in your hand. Perubahan
yang dilakukan PT. Telkom ini dikarenakan harus menyesuaikan dengan kondisi
lingkungan yang ada. Saat ini The Telkom Way merupakan budaya Perusahaan yang
memiliki harapan mampu memadukan seluruh elemen Perusahaan untuk dapat
memberikan value terbaik kepada setiap pemangku kepentingan.

B. Aplikasi perubahan yang terjadi pada PT Telkom berdasarkan


teori-teori perubahan? (keterkaitan dengan teori perubahan )

Perubahan organisasi dalam menghadapi persaingan bisnis, PT TELKOM melakukan


beberapa perubahan secara kontinu . Pergantian pemimpin / Direksi pada PT Telkom
ditujukan untuk memberikan semangat baru bagi bawahan dan untuk menciptakan ide-ide
baru, inovasi, melalui gaya kepemimpinan yang baru dari pemimpin tersebut.
Tahap perubahan dalam organisasi pada PT Telkom :
Pada tahap unfreezing
Dimana keadaan orang akan menjadi siap sedia untuk memperoleh atau mempelajari
perilaku baru. Pada perubahan direksi yang terjadi di PT Telkom, karyawan akan dituntut
untuk mempelajari hal baru, aturan yang baru, target-target yang telah ditetapan pemimpin
baru, serta mempelajari sikap dari pemimpin yang baru dalam mengarahkan bawahannya.
Tahap selanjutnya changing :
Terjadi jika orang mulai melakukan percobaan dengan perilaku baru. Setelah karyawan
PT Telkom melihat, mempelajari sikap pemimpin mereka yang baru, dan penyegaran
mengenai gaya kepemimpinan, mereka menjadi termotivasi untuk melakukan apa yang
ditargetkan pemimpin PT Telkom yakni meningkatkan pelayanan kepada pelanggan.
Tahap terakhir refreezing :
Dalam tahap ini berarti Perubahan yang terjadi pada PT Telkom membawa kembali
organisasi pada keseimbangan yang baru.
Pendekatan penanganan perubahan dalam PT Telkom yakni :
- program perubahan yang direncanakan.
Melalui RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) PT Telkom, yang agendanya
unntuk menggantikan direksi-direksi yang lama agar diharapkan mampu
- Pendekatan proses perubahan reaktif,
Manajemen PT Telkom bereaksi atas tanda-tanda bahwa perubahan dibutuhkan, yakn
menurunnya kinerja karyawan yang berdampak pada menurunnya pelayanan terhadap
pelanggan dan factor persaingan bisnis telekomunikasi yang semakin ketat dan berubah
dengan cepat. Manajemen PT Telkom melaksanaan modifikasi,, inovasi terhadap Brand
image (melalui perubahan logo), tagline baru The World in Your Hand dan budaya baru
yakni Telkom Way
Dorongan untuk Berubah
a. Dari aspek internal organisasi :
Serikat Karyawan (Sekar) PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) menuntut,
adanya perombakan direksi Telkom secara menyeluruh melalui Rapat Umum
Pemegang Saham (RUPS) yang akan digelar 11 Mei 2012 . Telkom membutuhkan
Direksi baru. Tentunya dengan harapan orang-orang baru ini dapat membawa
perusahaan ke arah yang lebih baik.
b. Dari aspek eksternal organisasi :
Dari dimensi teknologi dan pesaing bahwa harus ada inovasi dalam perusahaan
yang menjadikan acuan / semangat baru bagi karyawan untuk meningkatkan
pelayanan terhadap pelanggan. Perubagan logo warna dilakukan dalam upaya
merayakan HUT KE-68 RI dengan Persembahan Mahakarya Merah Putih dan
Penampilan Baru Logo TELKOM

C. Pentingnya Perubahan dilakukan


Perubahan structural pada PT Telkom dilakukan karena karyawan butuh penyegaran
ditandai dengan menurunnya kinerja karyawan, dan unntuk untuk meningkatan
kinerja, memotivasi para karyawan unntuk meningkatkan layanan kepada pelanggan.
Untuk mengantisipasi tantangan pada lingkungan bisnis dan menjaga keunggulan
kompetitif
upaya penyegaran yang akan menumbuhkan harapan baru dan motivasi tinggi
karyawan PT Telkom dengan perubahan logo baru Telkom untuk menciptakan image
baru.
Pada tahun 2012 Telkom telah melakukan beberapa perubahan menyangkut
pembagian tugas dan wewenang Direksi, adalah unntuk membangun sinergi yang
lebih efektif di lingkungan Telkom dan fokus pada pengembangan segmen bisnis

E. Dampak perubahan

Perubahan ini didasari PT.Telkom Indonesia ingin membangun brand image baru.
Brand image Indonesia yang ingin diusung Telkom dengan warna merah putih didalam
logo Telkom Indonesia. Perubahan logo ini berdampak pada citra Telkom semakin
positif karena diringi dengan perubahan layanan pada pelanggan lebih baik di
sesuaikan dengan tema perubahan logo Telkom Indonesia saat ini dengan tujuan
mempersiapkan generasi muda yang berkualitas. Telkom akan selalu mengutamakan
kepuasan pelanggan.

Peningkatan laba bersih tahun 2013 sebesar 10% dari tahun sebelumnya dan Dirut
Telkom mendapatkan penghargaan. (DetikNews (2013)) (diakses: 30 Oktober 2014).
Direktur Utama Telkom Arief Yahya Raih Penghargaan Marketeer of the Year 2013
Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) Arief Yahya meraih
penghargaan Marketeer of the Year 2013 pada hari Kamis, 12 Desember 2013 untuk
perannya dalam dunia pemasaran. Arief Yahya dinilai sebagai pelaku pemasaran yang
berhasil menunjukkan semangat pemasaran secara hebat ditambah dengan kinerja yang bagus
meskipun harus menghadapi persaingan yang sulit di era sekarang. Kerja keras jajaran
Telkom membuahkan hasil kinerja keuangan perusahaan yang selalu positif dan selalu
mencetak laba dan jumlah yang cukup berarti. Sebagai perbandingan pada laporan keuangan
ataupun kinerja keuangan Telkom kuartal III/2013 yang diumumkan Oktober lalu, Telkom
berhasil meraih laba bersih Rp 11.057 triliun. Perolehan itu naik 10,6 persen dibandingkan
periode yang sama tahun 2012 sebesar Rp 10.001 triliun.