Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Otitis Media Supuratif Kronis (OMSK) adalah infeksi kronis mukosa


telinga tengah dengan perforasi membran timpani dan riwayat keluar sekret dari
telinga tengah lebih dari 2 bulan baik terus menerus maupun hilang timbul, sifat
sekretnya mungkin serous, mukus, atau mukopurulen. Jenis otitis media supuratif
kronis dapat terbagi 2 jenis, yaitu OMSK tipe benigna dan OMSK tipe maligna.1
OMSK tipe maligna ialah OMSK yang disertai dengan kolesteatoma.1
Kolesteatoma adalah suatu kista epitelial yang berisi deskuamasi epitel
(keratin)yang biasanya terjadi pada telinga tengah, mastoid, dan epitimpani.1,2
Berdasarkan terjadinya kolesteatoma dapat dibagi dua jenis yaitu kolesteatoma
kongenital dan kolesteatoma akuisital yang terbentuk setelah anak lahir.1
Insiden kolesteatoma dilaporkan 3: 100.000 pada anak dan 9,2: 100.000
pada dewasa. Laki-laki lebih dominan dari perempuan dengan perbandingan 1,4:
1. Insidens tertinggi kolesteatoma pada telinga tengah dijumpai pada usia kurang
dari 50 tahun, dan insidens kolesteatom pada telinga luar umumnya dijumpai pada
usia 40-70 tahun. Prevalensi tertinggi dijumpai pada ras kulit putih dan jarang
ditemukan pada ras Asia, Indian Amerika, dan populasi Eskimo di Alaska.3
Kolesteatoma pertama kali dijelaskan pada tahun 1829 oleh
Cruveilhier, tetapi dinamakan pertama kali oleh Muller pada tahun 1858.
Awal abad ke-20, kolesteatoma dikelola dengan eksteriorasi. Sel pneumatisasi
mastoid dieksenterasi, dinding posterior kanalis akustikus eksternus
dihilangkan, dan membuka saluran telinga sehingga menghasilkan rongga yang
diperbesar untuk menjamin pertukaran udara yang memadai dan untuk
memudahkan melakukan inspeksi visual.Kolesteatoma telah diakui selama
puluhan tahun sebagai lesi destruktif dasar tengkorak yang bisa mengikis dan
menghancurkan struktur penting dalam tulang temporal. Kolesteatoma berpotensi
untuk menyebabkan komplikasi pada sistem saraf pusat (misalnya, abses otak dan
meningitis) membuat lesi ini bersifat fatal.4