Anda di halaman 1dari 20

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Telah banyak dikatakan bahwa tujuan umum perusahaan adalah membuat suatu
produk atau jasa dengan biaya serendah rendahnya, menjual dengan harga yang
wajar guna mendapatkan keuntungan yang besar. Dari pernyataan tersebut dapat kita
analisa bahwa ada dua fungsi yang utama dalam perusahaan yaitu fungsi produksi dan
pemasaran. Fungsi produksi berkenaan dengan penawaran sedangkan fungsi
pemasaran berkenaan dengan permintaan.
Dalam memasarkan produk guna memenuhi permintaan konsumen, perusahaan
ataupun para manajer dihadapkan pada beberapa persoalan yang salah satunya adalah
bagaimana merancang sistem transportasi guna meminimalkan biaya. Persoalan
persoalan transportasi atau distribusi yang berkaitan dengan masalah pengiriman dari
suatu sumber ke suatu tujuan dengan ongkos transportasi minimum. Maka model
transportasi tersebut dapat diselesaikan sebagai suatu jaringan.
Jaringan muncul di berbagai tempat dan dalam banyak bentuk transportasi, listrik, dan
jaringan komunikasi adalah bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Seiring dengan
perkembangan era globalisasi yang semakin pesat, sebagian besar di berbagai bidang
seperti produksi, distribusi, perencanaan proyek, perencanaan tata letak, manajemen
sumber daya, dan perencanaan keuangan merasakan jaringan telah menjadi salah satu
kebutuhan pokok
Salah satu perkembangan yang paling menggairahkan di bidang penelitian operasional
pada beberapa tahun terkhir ini berlangsung pada bidang metodologi dan aplikasi model
optimalisasi jaringan. Banyak model optimalisasi jaringan yang dapat digunakan bagi
perusahan untuk mengoptimalkan penggunaan biaya salah satunya dalam hal transportasi.
Pada makalah ini, penulis mencoba untuk membahas model model jaringan yang dapat
digunakan untuk menjawab persoalan transportasi dan persoalan yang berkenaan dengan
masalah jaringan antara lain persoalan rute terpendek, persoalan rentang pohon
minimum, dan persoalan aliran maksimum.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa pengertian dari jaringan?
2. Apa saja permasalahan dalam menggunakan model arus jaringan?

C. TUJUAN
1. Mengetahui pengertian jaringan
2. Mengetahui permasalahan-permasalah dalam menggunakan model arus
jaringan.
BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN JARINGAN
Jaringan adalah suatu susunan garis edar (path) yang terhubung pada berbagai titik,
dimana satu atau beberapa barang bergerak dari satu titik ke titik lain (Taylor, 2005)
.Jaringan digambarkan sebagai diagram yang terdiri atas dua komponen utama, yaitu
noda dan cabang. Noda (nodes) mewakili titiik persimpanngan, sebagia contoh,
perpotongan dari beberapa jalan. Cabang (branches) menghunbungkan noda-noda dan
mencermikan arus dari satu titik dalam jaringan ke titik yang lain.Noda ditunjukkan
dalam diagram jaringan dengan lingkaran , dan cabang diwakili oleh garis yang
menghubungkan noda-noda tersebut.Noda biasanya diwakili lokalitas, seperti kota,
perpotongan, atau terminal udara atau kereta api, cabang adalah jalur yang
menghubungkan noda-noda tersebut seperti jalan yang menghubungkan kota-kota dan
perpotongan rel kereta api atau rute udara yang menghubungkan terminal-
terminal.Sebagai contoh, rute rel kereta yang berbeda antara Atlanta, Georgia, dan
St.Louis, Missouri, dan terminal-terminal perantara.

2 nashville
4

6 4 St.louis
1
3

atlanta 3 5

memphis
Gambar tersebut mempunyai empat noda dan empat cabang.Noda yang mewakili
Atlanta menunjukkan lokasi asal, dan ketiga noda yang lain merupakan tujuan,
tergantung pada apa yang akan diputuskan terkait jaringan tersebut.Nilai yang
ditentukan pada cabang biasanya mewakili jarak, waktu, biaya.Tujuan dari jaringan
adalah untuk menentukan jarak terdekat, waktu paling singkat, dan biaya palin rendah
antartitik di dalam jaringan.

B. PERMASALAHAN-PERMASALAHAN MODEL ARUS JARINGAN

1. PERMASALAHAN RUTE TERPENDEK

Permasalahan rute terpendek adalah menentukan jarak terpendek antara satu


titik asal dan beberapa titik tujuan.Sebagai contoh, stagecoach shipping company
mengangkut jeruk dengan enam truk dari Los Angels dan kota-kota tujuan dan
lamanya waktu tempuh, dalam jam yang dibutuhkan oleh sebuah truk menempuh
setiap rute.Manajer dari perusahaan pengiriman tersebut ingin menentukan rute
terbaik(dalam arti waktu tempuh minimum) bagi truk-truk tersebut untuk mancapi
tujuan mereka.permasalahn ini dapat diseleseikan dengan menggunakan teknik solusi
rute terpendek.
PENDEKATAN SOLUSI RUTE TERPENDEK
Mulai teknik solusi rate terpendek dari noda 1 (asal) dan menentukan waktu
terpendek yang dibutuhkan untuk mencapai sebuah noda yang terhubung secara
langsung ( yaitu yang bersebelahan). Tiga noda yang secara langsung terhubung
adalah 2,3,4.Dari ketiga noda tersebut pendekatannya adalah 9 jam, yaitu noda
3.Kemudian, dimisalkan noda 1 dan 3 sebagai rangkaian permanen untuk memastikan
bahwa telah menemukan rute terpendek menuju noda-noda tersebut( karena tidak ada
rute yang menuju noda 1, noda ini secara otomatis berada dalam rangkain permanen).

Sebelumnya yang digunakan untuk menentukan rute terpendek menuju noda


3.Tentukan semua noda yang terhubung secara langsung dengan noda dalam
rangkaian permanen (1 dan 3). Noda 2,4,6 semuanya terhubung secara langsung ke
noda 1 dan 3.
Langkah

berikutnya adalah menentukan rute terpendek menuju tiga noda (2,4,dan 6) yang
terhubung secara langsung pada noda rangkain permanen.Terdapat dua cabang yang
berawal dari noda 2 (1-2 dan 1-4) dan dua cabang dari noda 3 (3-4 dan 3-6).Cabang
terpendek adalah yang menuju noda 2, dengan waktu 16 jam .Jadi noda dua menjadi
bagian dari rangkain permanen .Waktu menuju noda 6 (cabang3-6) adalah 31 jam,
yang ditentukan dengan menambhakna waktu 22 jam dari cabang 3-6 ke waktu rute
terpendek 9 jam di noda 3.

Langkah selanjutnya , rangkain permanen terdiri atas noda 1,2, dan 3.Tentukan noda
mana yang terhubung secara langsung dengan noda rangkain permanen. Noda 5
adalah satu-satunya noda yang bersebelahan yang sekarang tidak terhubung dengan
rangkaian permanen.Jadi noda tersebut dihubungkan secara langsung dengan noda 2.
Selain itu noda 4 sekarang terhubung secara langsung dengan noda 2 (karena noda 2
telah terhubung dengan rangkaian permanen).
Jadi, rute terpendek menuju noda 4, dan noda ini terhubung dengan rangkain
permanen.Perhatikan bahwa waktu terpendek menuju noda 4 (24jam) adalah rute dari
noda 1 melalui noda 3.Rute lain yang menuju noda 4 dari noda 1 melalui noda2
ternyata lebih panjang , oleh karena itu tidak akan mempertimbangkan lebih jauh
sebagai rute alternative menuju noda 4.

Kemudian, ulang kembali proses penentuan noda-noda yang terhubung secara


langsung dengan noda-noda rangkain permanen.Noda-noda yang terhubung secara
langsung adalah 5,6, dan 7.Cabang dari noda 1 dan 2 menuju noda 4 dihilangkan
karena telah ditentukan bahwa rute dengan waktu terpendek menuju noda 4 tidak
meliputi cabang tersebut.
Cabang-cabang yang menuju noda 5,6,7, cabang 3-6 mempunyai waktu kumulatif
trependek, yaitu 31 jam.Jadi noda 6 ditambahkan ke dalam rangkaian
permanen.Sehingga, telah menentukan rute terpendek menuju noda 1,2,3,4, dan
6.Noda-noda yang secara langsung terhubung(bersebelahan) dengan rangkaian
permanen adalah noda 5 dan 7.Cabang 4 dan 6 dihilangkan karena rute terbaik
menuju noda 6 adalah rute yang melalui noda 3 dan bukan melalui noda 4
Dari cabang-cabang yang mengarah dari rangkaian permanen menuju noda 5 dan 7,
cabang 4-5 mempunyai waktu kumulatif terpendek, yaitu 38 jam.Jadi noda 5
terhubung dengan rangkain permanen.Satu-satunya noda yang tersisa yang terhubung
secara langsung dengan rangkaian permanen adalah noda 7.Drai ketiga cabang yang
menghubungkan noda 7 pada rangkain permanen, cabang 4-7 mempunyai waktu
terpendek, yaitu 43 jam.Oleh karena itu noda 7 terhubung dengan rangkain permanen.
Rute dengan
waktu
terpendek
dari asal (noda 1) menuju ke-enam noda yang lain dan waktu tempuhnya, dapat
diringkas sebagai berikut:

Langkah-langkah metode solusi rute terpendek adalah:


1. Pilih noda dengan rute langsung terpendek dari asal
2. Tetapkan sebuah rangkaian permanen dengan noda asal dan noda yang dipilih
pada langkah 1
3. Tentukan semua noda yang erhubung secara langsung dengan noda rangkain
permanen.
4. Pilih noda dengan rute(cabang) terpendek dari kelompok noda yang terhubung
secara langsung dengan noda rangkaian permanen.
5. Ulangi langkah 3 dan 4 hingga semua noda terhubung dalam rangkaian
permanen.

2. PERMASALAHAN POHON RENTANG MINIMAL


Permasalahan pohon rentang minimal adalah serupa dengan permasalahan rute
terpendek kecuali bahwa tujuannya adalah untuk menghubungkan semua noda di
dalam jaringan sehingga total panjang cabangnya terminimalkan. Jaringan yang
dihasilkan merentang(menghubungkan) semua titik di dalam jaringan dengan total
jarak (atau panjang) minimum.

Contoh, Metro Cable Television Company akan memasang sistem kabel televisi di
komunitas yang terdiri atas tujuh kota satelit.Masing-masing kota satelit harus
dihubungkan dengan sistem kabel utama.Perusahaan televisi kabel tersebut ingin
meletakkan jaringan kabel utama dengan cara yang akan meminimalkan total panjang
kabel yang harus dipasang.Kemungkinan jalur yang tersedia untuk perusahaan
televise kabel tersebut(dengan persetujuandewan kota) dan jumlah kaki dari
kabel(dalam ribuan kaki) yang dibutuhkan untuk tiap-tiap jalur seperti gambar di
bawah ini.

Cabang dari noda 1 menuju noda 2 mewakili jalur kabel yang tersedia antara kota
satelit 1 dan 2.Cabang tersebut membutuhkan 16.000 kaki kabel.
PENDEKATAN SOLUSI POHON RENTANG MINIMAL
Mulai dengan noda manapun di dalam jaringan dan dipilih noda yang terdekat untuk
digabungkan dengan pohon rentang.Pilih noda yang terdekat dengan noda manapun
di dalam area rentang.Dimulai dari noda 1, pilih noda yang paling dekat untuk
bergabung dengan pohon rentang . Cabang terpendek dari noda 1 adalah menuju noda
3, dengan panjang 9 ( ribu kaki).

Langkah berikutnya adalah dengan memilih noda terdekat yang sekarang belum
berada dalam pohon rentang.Noda yang terdekat dengan noda 1 atau noda 3(noda-
noda dalam pohon rentang sekarang) adalah noda 4.Dengan panjang 15.000 kaki.

Berikutnya, mengulang proses memilih noda yang terdekat dengan pohon rentang
(noda 1, 2, dan 4).Noda terdekat yang sekarang belum terhubung dengan noda-noda
didalam pohon rentang adalah noda 2.Panjang cabang dari noda 4 menuju noda 2
adalah 12.000 kaki.
Pohon rentang sekarang terdiri atas noda 1, 2, 3, dan 4.Noda yang terletak dengan
pohon rentang ini adalah noda 5, dengan panjang cabang 14.000 kaki menuju
noda 4.Jadi, noda 5 bergabung dengan 25 rentang.

Pohon rentang tersebut sekarang terdiri atas noda 1,2,3,4,dan 5.Noda terdekat yang
belum terhubung dengan pohon rentang adalah noda 7.Cabang yang menghubungkan
noda 7 ke noda 5 mempunyai panjang 8.000 kaki.
Sekarang pohon rentang meliputi noda 1,2,3,4,5, dan 7.Satu-satunya noda yang
tersisa yang belum terhubung pada pohon rentang adalah noda 6.Noda di dalam
pohon rentang yang terdekat dengan noda 6 adalah noda 7, dengan panjang cabang
14.000 kaki.Pohon rentang tersebut membutuhkan jumlah kabel televise minimum
untuk menghubungkan ketujuh kota satelit tersebut -72.000 kaki.Pohon rentang
minimal yang sama didapatkan dengan memulai di enam noda manapun selain dari
noda 1.

Jaringan rute terpendek mewakili jalur terpendek antara asal dan tiap-tiap noda
tujuan( yaitu, enam rute berbeda).Sebaliknya, jaringan pohon rentang minimal
memperlihatkan cara untuk menghubungkan seluruh dari tujuh noda sehingga total
jaraknya)panjangnya) terminimalkan.

Ringkasan, langkah-langkah dari metode solusi pohon rentang minimal:


1. Pilih noda awal mana pun(secara konvensional dipilih noda 1)
2. Pilih noda yang terdekat pada noda awal untuk bergabung dengan pohon
rentang.
3. Pilih noda yang terdekat yang belum berada dalam pohon rentang.
4. Ulangi langkah 3 hingga semua noda telah bergabung dengan pohon rentang.

3. PERMASALAHAN ARUS MAKSIMAL

Tujuan dari jaringan ini adalah untuk memaksimal total jumlah arus dari asal
ke tujuan. Permasalahan ini dirujuk sebagai permasalahan arus maksimal.
Permasalahan arus maksimal dapat melibatkan air dan minyak yang melalui jaringan
pipa atau arus lalu lintas yang melalui jalan raya. Masing-masing contoh tersebut
cabang dari jaringan kapasitas arus terbatas dan berbeda. Dengan kondisi ini,
pengambil keputusan dapat menentukan arus maksimum yang bisa didapatkan
melalui sistem ini.
Suatu contoh suatu jaringan kereta api antara antara Omaha dan St. Louis yang
tampak pada gambar. Scott Tractor Company mengirimkan bagian-bagian traktor
dari Omaha ke St. Louis dengan kereta api. Tetapi jumlah gerbong dibatasi setiap
cabang selama seminggu.

Dengan kondisi yang terbatas, perusahaan harus mengetahui jumlah maksimum


gerbong kereta api yang dapat dikirim dari Omaha ke St. Louis selama seminggu.
Jumlah gerbong kereta api yang tersedia untuk perusahaan tersebut diindikasikan
dengan angka yang berada di sebelah kanan setiap noda iap noda (yang mewakili
persimpangan rel). contoh, enam gerbong tersedia dari noda 1 menuju noda 2,
delapan gerbong tersedia dari noda 2 menuju noda 5, lima gerbong tersedia dari
noda 4 menuju noda 6 dan seterusnya. Angka yang berada di sebelah kiri adalah
gorbang yang tersedia untuk pengiriman ke arah sebaliknya. Contoh dari noda 2 ke
noda 1 tidak ada gerbong yang tersedia. Cabang dari noda 1 menuju noda 2 sebagai
cabang berarah karena hanya ada 1 arah. Tetapi arus dapat dimungkinkan menjadi
cabang tidak berarah contohnya cabang di antara noda 2 dan 4 serta noda 3 dan
noda 4.
PENDEKATAN SOLUSI ARUS MAKSIMAL
Langkah pertama dalam menentukan arus yang maksimum adalah dengan memilih
jalur manapun secara sembarang dari asal ke tujuan dan sebanyak mungkin pada
jalur tersebut. Misalnya kita akan memilih jalur 1-2-5-6. Jumlah maksimum
gerbong kereta api yang dapatdikirimkan melalui rute adalah empat.

Pada noda 1 menuju noda 2 dan dari noda 2 menuju noda 5 secara berturut-turut
adalah dua dan empat gerbong dan tidak tersedia di noda 5 menuju noda 6. Nilai ini
didapatkan dari mengurangkan arus empat gerbong dari jumlah awal yang tersedia.
Arus aktual sebanyak emapat gerbong di sepanjang cabang diperlihatkan dalam
kotak. Perhatikan bahwa masukan sekarang sebesar emapat gerbong menuju noda 1
dan hasil empat gerbongdari noda 6 juga ditentukan.
Penyesuaian trakhir pada jalur ini adalah dengan menambahkan yang telah arus yang
telah ditentukan sebesar empat gerbong pada nilai tepat disebelah kiri dari setiap noda
pada jalur kada jalur kita, 1-2-5-6. Ini adalah arus menuju ke arah sebaliknya. Jadi,
nilai 4 ditambahkan pada nol di noda-noda 2,5 dan 6. Mungkin tampak tidak pada
tempatnya untuk menetapkan arus ke arah yang tidak mungkin tetapi, ini adalaah cara
yang digunakan dalam pendekatan solusi untuk menghitung arus bersih sepanjang
sebuah cabang. (jika, sebagai contoh. Pengulangan di saat kemudian memperlihatkan
arus saut gerbong dari noda 5 menuju noda 2, arus bersih ke arah yang benar akan
dihitung dengan mengurangkan arus satu ke arah yang salah ini dari arus empat ke
arah yang benar sebelumnya. Hasilnya adalah arus bersih tiga ke arah yang benar).

Kita sekarang telah menyelesaikan satu pengulangan dari proses solusi tersebut dan
harus mengulang langkah-langkah sebelumnya. Sekali lagi, kita secara sembarang
memilih suatu jalur. Kali ini kita akan emilih jalur 1-4-6, seperti yang tampak pada
gambar. Arus maksimum di sepanjang jalur ini adalah empat gerbang, yang dikurangi
di tiap-tiap noda. Hal ini meningkatkan total arus melalui jaringan tersebut menjadi
delapan gerbong (karena arus empat sepanjang jalur 1-4-6 ditambahkan ke arus
sebelumnya yang ditentukan dalam gambar)

Sebagai langkah akhir, arus empat gerbong ditambahkan pada arus d sepanjang jalur
yang menuju arah sebaliknya pada noda 4 dan 6

Sekarang, kita secara sembarang memilih jalur yang lain. Kali ini, kita akan
memilih jalur 1-3-6, dengan kemungkinan arus maksimum enam gerbong. Arus
enam ini dikurangkan dari cabang-cabang si sepanjang jalur 1-3-6 dan
ditambahkan pada cabang-cabang yan g menunju ke arah sebaliknya, seperti yang
ada di gambar.

Arus 6 untuk jalur ini ditambahkan pada arus 8 sebelumnya, yang menghasilkan total
arus sejumlah 14 gerbong kereta api.

Perhatikan bahwa pada titik ini jumlah jalur yang dapat kita ambil adalah terbatas.
Sebagai contoh, kita tidak dapat mengambil cabang dari noda 3 menuju noda 6
karena tersedia kapasitas arus nol. Demikian juga, tidak ada jalur yang meliputi
cabang dari noda 1 menuju noda 4 yang memungkinkan.
Kapasitas arus yang tersedia di sepanjang jalur 1-3-4-6 adalah satu gerbong, seperti
tampak pada gambar. Ini meningkatkan total arus dari 14 gerbong menjadi 15
gerbong. Jaringan hasilnya tampak pada gambar. Pengamatan yang lebih cermat
terhadap jaringan dalam gambar memperlihatkan bahwa tidak ada jalur dengan
kapasitas arus yang tersedia. Semua jalur yang keluar noda 3,4 dan 5 menunjukkan
kapasitas tersedia nol, yang membuat tidak ada jalur lain lagi yang dalat melalui
jaringan tersebut.

Dengan ini selsaikan solusi arus maksimalkan untuk permasalahan contuk


permasalahan contoh kita. Arus maksimumnya adalah 15 gerbong kereta api.
Arus yang akan terjadi di sepanjang tiap-tiap cabang muncul dalam kotak dalam
gambar
BAB III
KESIMPULAN

1. Jaringan adalah suatu pengaturan jalur yang menghubungkan berbagai titik


menggunakan kendaraan.
2. Model Rute Terpendek adalah salah satu model jaringan yang dapat digunakan
untuk menentukan jarak terpendek dari berbagai alternative rute yang tersedia
sehingga akan mengurangi biaya transportasi. Dalam model ini tidak semua
alternative pilihan jalur harus diambil karena jalur yang dipilih adalah jalur yang
paling pendek
3. Pohon rentang minimum (minimal spanning tree) adalah teknik mencari jalan
penghubung yang dapat menghubungkan semua titik dalam jaringan secara
bersamaan sampai diperoleh jarak minimum. Model ini mengharuskan semua titik
terhubung dengan prioritas adalah jarak terdekat dari titik awal atau titik
sebelumnya.
4. Model Aliran Maksimum ( Maximal Flow ), adalah sebuah model yang dapat
digunakan untuk mengetahui nilai maksimum seluruh arus di dalam sebuah
system jaringan. Dalam menggunakan model ini adalah dengan memperhatikan
aliran arus / kapasitas yang disesuaikan dengan persediaan yang ada. Iterasi dapat
dihentikan jika telah terjadi arus balik.
DAFTAR PUSTAKA

https://www.scribd.com/doc/316093506/Makalah-Model-Arus-Jaringan