Anda di halaman 1dari 26

USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

JUDUL PROGRAM

Rancang Bangun Pompa Air Bertenaga Matahari Dengan Menggunakan Panel Surya

BIDANG KEGIATAN:

PKM KARSA CIPTA

Diusulkan oleh:

FRANSISKUS XAVERIUS ENRICO 201411004 Tahun Angkatan 2014

(Untuk kalangan sendiri)

SEKOLAH TINGGI TEKNIK PLN

JAKARTA

2016
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI
RINGKASAN
HALAMAN PENGESAHAN

BAB I PENDAHULUAN
JUDUL PROGRAM
LATAR BELAKANG
PERUMUSAN MASALAH
TUJUAN PROGRAM
LUARAN YANG DIHARAPKAN
KEGUNAAN PROGRAM

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


Panel Surya
Solar Charge Controller
Inverter
Baterai (Aki)
Pompa Air

BAB III METODE PENELITIAN


TAHAP 1
TAHAP 2
TAHAP 3
TAHAP 4
TAHAP 5
TAHAP 6
Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan
Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Peneliti Dan Pembagian Tugas
Lampiran 4. Surat Pernyataan Ketua Peneliti
Lampiran 5. Gambaran Teknologi yang Hendak Diterapkembangkan
RINGKASAN

Sumber air umumnya letaknya lebih rendah dari tempat air tersebut digunakan, sehingga
diperlukan pompa air untuk mengalirkan air dari sumber ke tempat dimana air tersebut
digunakan. Dalam kehidupan sehari-hari banyak kita jumpai, pompa air yang dioperasikan
dengan menggunakan energi minyak bumi (dengan motor bakar) atau energi listrik (motor
listrik). Tetapi belum semua daerah di Indonesia, terdapat jaringan listrik atau belum memiliki
sarana transportasi yang baik. Selain bahan bakar minyak, sebenarnya ada energi alternatif lain
yang dapat digunakan untuk penggerak pompa air, salah satunya adalah dengan menggunakan
energi surya. Sebagai contoh energi surya dapat berasal dari alam. Tetapi informasi tentang
unjuk kerja pompa air energi surya di Indonesia belum banyak sehingga proposal ini dapat
membantu untuk menjajaki kemungkinan manfaatnya. Cara penggunaan energi surya disini
adalah dengan menggunakan panel surya. Cara kerjanya adalah dengan mengubah energi
elektromagnetik matahari menjadi energi listrik. Dengan teknologi fotovoltaik ini, energi
listrik yang dihasilkan dapat digunakan untuk mengisi ulang baterai. Rancang bangun ini
diharapkan menjadi suatu alternatif untuk mengurangi ketergantungan akan bahan bakar fosil
untuk menggerakkan pompa. Metode yang akan dilakukan adalah dengan melakukan tinjauan
pustaka, wawancara, perancangan, pembuatan project, uji coba dan akan menghasilkan suatu
prototipe. Diharapkan luaran dari prototipe proposal ini dapat digunakan secara massif yang
nantinya akan bisa digunakan masyarakat, terutama bagi masyarakat yang masih
menggunakan pompa air dengan menggunakan motor bakar ataupun motor listrik yang
kebutuhan listriknya tidak selalu menentu.
PENGESAHAN PKM GAGASAN TERTULIS
1. Judul Kegiatan : Rancang Bangun Pompa Air Bertenaga
Matahari Dengan Menggunakan Panel
Surya
2. Bidang Kegiatan : PKM-KC (Karsa Cipta)
3. Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama lengkap : Fransiskus Xaverius Enrico
b. NIM : 201411004
c. Jurusan : Elektro
d. Universitas/Institut/Politeknik : Sekolah Tinggi Teknik PLN
e. Alamat Rumah dan No Telp./HP :
f. Alamat email : fxenrico658@gmail.com

4. Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis :


5. Dosen Pendamping : Albert Gifson
a. Nama Lengkap Dan Gelar : Albert Gifson Hutajulu ST, MT
b. NIDN :
c. Alamat Rumah dan No Telp./HP :

Jakarta, 05 November 2016

Menyetujui Ketua Pelaksana


Kegiatan
Wakil Pembantu Dekan/atau
Ketua Jurusan/Departemen/Program Studi/
Pembimbing Unit Kegiatan Manusia

( ) ( )
NIP NIM

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan/ Dosen

Direktur Politeknik/

Ketua Sekolah Tinggi,

( ) ( )
NIP NIDN
BAB I
PENDAHULUAN

A. JUDUL
Rancang Bangun Pompa Air Bertenaga Matahari Dengan Menggunakan Panel
Surya

B. LATAR BELAKANG
Indonesia terkenal sebagai negara yang kaya dengan potensi
sumberdaya alamnya terutama energi, baik yang berasal dari hasil tambang,
air dan udara, maupun cahaya matahari. Berdasarkan jenisnya energi dapat
digolongkan menjadi dua, yaitu energi terbarukan (renewable energy) dan
energi tidak terbarukan (non-renewable energy). Sumber energi yang dapat
diperbarui misalnya energi matahari, biomassa, biogas, energi kayu.
Sedangkan sumber energi seperti minyak bumi, batubara, dan gas alam adalah
sumber energi yang bersifat tidak dapat diperbarui atau dapat habis.
Sumber energi tidak dapat diperbarui (non–renewable energy) seperti
sumber energi fosil khususnya bahan bakar minyak akan segera habis, paling
lambat akhir Abad XXI. Gas alam diprediksi para ahli akan habis lebih kurang
100 tahun lagi, sedangkan cadangan batubara akan habis lebih kurang 200
sampai 300 tahun yang akan datang. Kondisi ini sangat mengkhawatirkan
terutama bagi kelangsungan kehidupan manusia (Pudjanarsa dan Nursuhud,
2008).
Kelangkaan energi ini terjadi karena dipicu oleh tindakan eksploitasi
secara tidak bertanggungjawab baik oleh pihak pemerintah maupun swasta.
Pola hidup masyarakat pun menyumbangkan proporsi yang cukup besar
terhadap fenomena diatas. Manusia sangat bergantung kepada energi yang
bersumber dari bahan bakar fosil ini, mulai dari konsumsi pribadi hingga
kepada yang lebih luas cakupannya.
Pada satu sisi lainnya, tingkat ketergantungan manusia terhadap bahan
bakar fosil ini ternyata telah menyumbang peran yang cukup besar dalam
peningkatan suhu bumi (Global Warming). Kondisi ini akan semakin parah
jika tidak segera ditemukan solusi energi yang lebih baik. Aplikasi pompa air
menggunakan sumber energi matahari ini sasarannya adalah daerah terpencil
yang belum terjangkau listrik.
Beberapa studi memproyeksikan bahwa biaya pembangkit listrik
tenaga surya untuk masa depan akan semakin murah. Hal ini memberikan
harapan untuk membuat perencanaan penggunaan energi surya dalam skala
global. Meskipun secara ekonomis belum terbukti layak untuk saat ini tetapi
memberikan wawasan dalam penggunaan energi surya untuk masa depan.
Berdasarkan atas pemikiran dan pertimbangan di atas, dilakukan suatu
perancangan alat dengan penerapan sistem panel surya (photovoltaik) sebagai
penyedia daya dengan beban pompa air.

C. PERUMUSAN MASALAH
Dari latar belakang diatas, maka permasalahan tersebut dapat dirumuskan
sebagai berikut:
1. Bagaimanakah rancang bangun pompa air bertenaga matahari dengan
menggunakan panel surya ?
2. Komponen-komponen apa sajakah yang digunakan dalam rancang
bangun pompa air bertenaga matahari dengan menggunakan panel surya ?

D. TUJUAN PROGRAM
Tujuan dari penelitian ini adalah:
1. Untuk menjabarkan bahan yang digunakan untuk membuat pompa air
bertenaga matahari dengan menggunakan panel surya
2. Untuk mengetahui cara pembuatan pompa air bertenaga matahari dengan
menggunakan panel surya
3. Untuk mengetahui cara kerja dari pompa air bertenaga matahari dengan
menggunakan panel surya

E. LUARAN YANG DIHARAPKAN


Manfaat dari penelitian ini adalah:
1. Menghasilkan artikel yang bermanfaat bagi pembelajaran dari hasil
penelitian yang telah dilakukan.
2. Menghasilkan suatu penemuan pompa air bertenaga matahari dengan
menggunakan panel surya yang hasilnya dapat bermanfaat bagi
masyarakat, terutama bagi masyarakat yang masih menggunakan pompa
air dengan menggunakan motor bakar ataupun motor listrik yang
kebutuhan listriknya tidak selalu menentu.

F. KEGUNAAN PROGRAM
a. Dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan air, terutama bagi yang
masih menggunakan pompa air dengan menggunakan motor bakar ataupun
motor listrik yang kebutuhan listriknya tidak selalu menentu.
b. Dapat menambah pengetahuan.
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Panel Surya

Gambar 1. Panel Surya

2.2.1 Pengertian Panel Surya

Panel surya adalah alat yang terdiri dari sel surya yang mengubah
cahaya menjadi listrik. Mereka disebut surya atas Matahari atau "sol" karena
Matahari merupakan sumber cahaya terkuat yang dapat dimanfaatkan. Panel
surya sering kali disebut sel photovoltaic, photovoltaic dapat diartikan sebagai
"cahaya-listrik". Sel surya atau sel PV bergantung pada efek photovoltaic
untuk menyerap energi Matahari dan menyebabkan arus mengalir antara dua
lapisan bermuatan yang berlawanan.

Panel surya biasanya memiliki umur 20+ tahun yang biasanya dalam
jangka waktu tersebut pemilik panel surya tidak akan mengalami penurunan
efisiensi yang signifikan. Namun, meskipun dengan kemajuan teknologi
mutahir, sebagian besar panel surya komersial saat ini hanya mencapai
efisiensi 15% dan hal ini tentunya merupakan salah satu alasan utama
mengapa industri energi surya masih tidak dapat bersaing dengan bahan bakar
fosil. Panel surya komersial sangat jarang yang melampaui efisiensi 20%.

Karena peralatan rumah saat ini berjalan di alternating current (AC),


panel surya harus memiliki power inverter yang mengubah arus direct current
(DC) dari sel surya menjadi alternating current (AC).

Posisi ideal panel surya adalah menghadap langsung ke sinar matahari


(untuk memastikan efisiensi maksimum). Panel surya modern memiliki
perlindungan overheating yang baik dalam bentuk semen konduktif termal.
Perlindungan overheating penting dikarenakan panel surya mengkonversi
kurang dari 20% dari energi surya yang ada menjadi listrik, sementara sisanya
akan terbuang sebagai panas, dan tanpa perlindungan yang memadai kejadian
overheating dapat menurunkan efisiensi panel surya secara signifikan.

Panel surya sangat mudah dalam hal pemeliharaan karena tidak ada
bagian yang bergerak. Satu-satunya hal yang harus dikhawatirkan adalah
memastikan untuk menyingkirkan segala hal yang dapat menghalangi sinar
matahari ke panel surya tersebut.

2.2.2 Sistem Panel Surya


Sebuah sel surya mengubah energi cahaya menjadi energi listrik.
Konversi ini didasarkan pada fenomena efek photovoltaik. Sinar matahari
teridiri dari foton dengan tingkat energi yang berbeda tergantung spektrum
dar mana mereka berasal. Ketika sinar matahari menyerang permukaan
bahan photovoltaik itu menyemburkan elektron yang menghasilkan generasi
listrik. Fenomena ini dikenal sebaga efek photovoltaik. Secara teori, sel
surya dapat mengkonversi sekitar 30 persen dari energi radiasi matahari
menjadi listrik insiden.

2.2.3 Perkembangan Panel Surya di Indonesia


Pada sejarahnya indonesia telah mengenal dan mengembangkan
solar energy utilization dengan photovoltaic technology sejak tahun 1970
terutama untuk memenuhi kebutuhan listrik didaerah terpencil namun juga
merambah pada daerah perkotaan.
Pada 2003 urban photovoltaic technology program secara resmi
diluncurkan oleh Menteri Energi dan Sumber daya Mineral.
Tujuan daripada program ini yaitu untuk memenuhi kebutuhan listrik
rumah kalangan menengah dan atas, real estate, gedung perkantoran dan
komersial, hotel dan resort, industry dan lainnya.
Perkembangan photovoltaic technology di Indonesia memang
sangat signifikan untuk Solar Home System saja, pada 2005 baru 2390 unit
(119.5 kWp) sedangkan di 2009 sudah 77.433 unit (3.871 kWp).
Namun perkembangan bukannya tampa halangan dan tantangan
seperti tidak ada investasi swasta dalam pengembangan listrik tenaga
surya, tidak ada insentif untuk mengembangkan industri yang berorientasi
pada pemanfaatan energi matahari, pengembangan listrik tenaga surya
masih merupakan investasi awal yang tinggi karena tidak dapat bersaing
dengan pembangkit listrik konvensional.
Untuk mendorong pengembangan dan penggunaan energi surya,
Pemerintah Indonesia telah meluncurkan berbagai program pembangunan.
Potensi energi surya di Indonesia berlimpah meskipun sampai saat ini
potensi ini belum banyak digunakan.
2.2.4 Jenis Panel Surya

Gambar 2. Jenis Panel Surya

2.2 Solar Charge Controller

Gambar 3. Solar Charge Controller

2.3.1 Pengertian Solar Charge Controller


Solar charge controller adalah salah satu bagian komponen dari
pembangkit listrik tenaga surya. Solar charge controller berfungsi untuk
mengatur tegangan dari panel surya agar baterai tidak over charge.
Secara garis besar Solar charge controller memiliki dua jenis yaitu
1. PWMsolar charge Controller
2. MPPT Solar charge controller
Pada perangkat pembangkit listrik tenaga matahari solar charger controller
bekerja melindungi baterai karena listrik yang dihasilkan oleh panel surya
berada dikisaran 16-17 volt sedangkan baterai hanya memerlukan 13,8 VDC
untuk melakukan pengisian. Jika lebih dari itu maka baterai akan rusak
sehingga di butuhkan perangkat ini.
Solar charge controller juga memiliki input tergantung dari yang dibutuhkan
dari sistem panel suryanya. Misal sistem listrik panel surya 12VDC maka
membutuhkan solar charge controller dengan input 12VDC. dan memiliki
output DC dengan arus ampere yang berbeda beda tergantung dari
kebutuhan sistem panel surya yang akan digunakan.

2.3 Inverter

Gambar 4. Inverter

2.3.1 Pengertian Inverter


Inverter adalah sebuah konverter listrik yang berfungsi
mengubah arus DC menjadi AC. AC yang dihasilkan olehnya bisa
memiliki voltase dan frekuensi tertentu sesuai kebutuhan, selama
dihasilkan menggunakan transformer dan sirkuit kontrol yang tepat.
Inverter banyak digunakan di berbagai peralatan elektronik, mulai
dari yang kecil seperti komputer hingga aplikasi arus bertegangan
tegangan tinggi. Kebanyakan inverter ditemukan di panel tenaga
surya atau baterai.

2.3.2 Jenis-jenis Inverter

Seiring perkembangannya, saat ini ada banyak jenis inverter yang


bisa Anda temui. Semua jenis inverter tersebut memiliki karakteristik dan
fungsi masing-masing. Berikut adalah beberapa jenis inverter yang lazim
digunakan.
1. Inverter square wave, yakni inverter yang hasil arusnya memiliki konten
yang sangat harmonis. Inverter jenis ini tidak cocok digunakan untuk
beberapa jenis mesin, seperti motor atau transformer. Inverter square
wave adalah salah satu inverter pelopor dalam sejarah perkembangan
inverter.
2. Inverter modified sine wave atau quasi square menghasilkan arus yang
kurang lebih sama dengan arus hasil inverter square wave. Hanya saja
inverter ini menghasilkan arus yang akan menghilang (nol voltasi)
beberapa saat sebelum berubah menjadi arus positif atau negatif.
Inverter jenis ini sangat sederhana dan ekonomis, serta cocok
digunakan untuk segala jenis alat elektronik; kecuali peralatan khusus
yang sensitif seperti printer laser, peralatan audio, dan lampu pijar.
3. Inverter multilevel, yakni inverter yang mempersatukan tegangan dari
berbagai tingkat arus langsung sebagai inputnya; jumlah tegangan dapat
diatur sesuai keinginan. Keuntungan menggunakan inverter multilevel
adalah menurunnya nilai daya dari alat elektronik tersebut sehingga
lebih ekonomis. Ada tiga jenis inverter ini, yakni inverter clamped,
flying capacitor, dan cascaded
4. Inverter pure sine wave, yakni inverter yang menghasilkan gelombang
sinus yang nyaris sempurna. Desainnya lebih rumit sehingga
memerlukan lebih banyak biaya untuk memasangnya.
5. Inverter resonant, yang berdasarkan pada osilasi arus resonan.
6. Inverter grid tie, serupa pure sine wave tetapi didesain untuk
menyuntikkan listrik ke sistem pendistribusian tenaga listrik.
Inverter seperti ini harus sinkron dengan frekuensi jaringan listrik.
7. Inverter synchronous, yakni inverter yang terhubungkan dengan
jaringan serta memudahkan jalan keluar masuk jaringan; tergantung
kebutuhan pemakai.
8. Inverter stand-alone, yakni inverter yang sering kali digunakan untuk
mengubah arus langsung dari sumber energi yang dapat diperbarui,
seperti panel tenaga surya atau kincir angin kecil yang biasa digunakan
untuk memenuhi daya di rumah-rumah atau industri kecil.
9. Inverter solar, yang memiliki fungsi khusus yakni dapat
beradaptasi dengan antena photovoltaic.
10. Inverter solar micro, yang mengubah arus langsung hanya dari
sebuah panel tenaga surya.

2.4 Baterai

2.4.1 Pengertian Baterai

Gambar 5. Baterai (Aki)

Baterai adalah salah satu alat penting untuk penyimpan dan konversi
energi yang bekerja berdasarkan prinsip elektrokimia. Jadi, baterai sebenarnya
merupakan sebuah sel elektrokimia. Berdasarkan cara kerjanya, sel
elektrokimia dapat dibagi menjadi dua, yaitu: sel galvanis dan sel elektrolisa.
Sel galvanis, yang juga disebut sel volta, merubah energi kimia menjadi kerja
listrik sedangkan sel elektrolisa merubah kerja listrik untuk menggerakkan
reaksi kimia tak spontan.
Komponen utama sebuah baterai terdiri dari dua bahan konduktor tak
sejenis (elektroda) yang dicelupkan dalam larutan yang mampu
menghantarkan listrik (elektrolit). Salah satu elektroda akan bermuatan listrik
positif dan yang lain negatif. Ujung elektroda yang menonjol diatas elektrolit
dikenal sebagai terminal positif dan terminal negatif. Ketika kedua terminal
dihubungkan dengan kawat konduktor (mis.: tembaga), arus listrik akan
mengalir melalui kawat dari terminal negatif ke positif. Beda potensial atau
tekanan listrik antar terminal tergantung pada bahan elektroda dan elektrolit
dan diukur dalam volt.

Dalam pemakaiannya, baterai ada yang tidak bisa diisi ulang dan ada
yang bisa diisi ulang. Jenis baterai yang tidak bisa diisi ulang disebut baterai
primer dan yang bisa diisi ulang disebut baterai sekunder.

2.5 Pompa Air

Gambar 6. Pompa Air

2.5.1 Pengertian Pompa Air

Pompa adalah suatu alat untuk memindahkan fluida cair dari suatu
tempat ke tempat lain dengan memberikan gaya tekan terhadap zat yang akan
dipindahkan. Contohnya, pemindahan minyak mentah dari tangki
penampungan bahan baku ke dalam kolom distilasi untuk diolah, contoh
lainnya yaitu pengangkatan air dari dalam sumur untuk dialirkan ke rumah
warga.

Pada dasarnya, prinsip kerja pompa dalam melakukan pengaliran yakni


dengan cara memberikan gaya tekan terhadap fluida. Tujuan dari gaya tekanan
tersebut ialah untuk mengatasi friksi atau hambatan yang timbul di dalam pipa
saluran ketika proses pengaliran sedang berlangsung. Friksi tersebut umumnya
disebabkan oleh adanya beda elevasi (ketinggian) antara saluran masuk dan
saluran keluar, dan juga karena adanya tekanan balik yang harus dilawan.
Tanpa adanya tekanan pada cairan maka cairan tersebut tidak mungkin untuk
dialirkan/dipindahkan.

Perpindahan fluida cair dapat terjadi secara horizontal maupun


vertikal, seperti zat cair yang berpindah secara mendatar akan mendapatkan
hambatan berupa gesekan dan turbulensi Sedangkan zat cair dengan
perpindahan ke arah vertikal, hambatan yang timbul dapat berupa hambatan-
hambatan yang diakibatkan karena adanya perbedaan tinggi antara permukaan
isap (suction) dan permukaan tekan/buang (discharge).

2.5.2 Jenis-Jenis Pompa Air

Pada bagian ini akan dijelaskan tentang jenis-jenis pompa, karena


seperti yang telah disebutkan di atas bahwa pompa hadir dengan berbagai jenis
berdasarkan cara kerjanya masing-masing. Secara garis besar, alat ini hanya
digolongkan dalam dua jenis, yakni pompa perpindahan positif (positive
displacement pump) dan pompa dinamik (dynamic pump).

Pada dasarnya, cairan apapun dapat ditangani oleh hampir semua jenis
pompa, namun pemilihannya harus disesuaikan dengan vikositas cairan dan
perbedaan elevasi. Dalam pengaplikasiannya di lapangan, pompa sentrifugal
dianggap lebih ekonomis dan lebih banyak digunakan bila dibandingkan
dengan pompa rotary dan reciprocating.

Gambar 7. Jenis-Jenis Pompa

1. Pompa Perpindahan Positif

Pompa ini dikenal sesuai dengan caranya beroperasi yaitu, cairan


diambil dari sisi suction, kemudian diberi gaya tekan di dalam rumah pompa
dan dipindahkan ke sisi discharge, perpindahan fluida di dalam rumah pompa
berlangsung secara positif. Pompa ini digunakan di berbagai macam sektor
industri, terutama untuk memindahkan air maupun fluida berviskositas tinggi.
Pompa perpindahan positif masih digolongkan menjadi 2 jenis berdasarkan
cara pemindahannya, yaitu:

-Pompa Reciprocating

Cara kerja pada pompa reciprocating saat mengalirkan fluida yaitu,


mengkonversikan atau mengubah energi mekanis dari penggerak pompa
menjadi energi dinamis/potensial terhadap cairan yang dipindahkan,
perpindahan energi ke cairan terjadi melalui elemen berupa gear atau sering
juga disebut crank/cam yang bergerak secara memutar dan memberikan
dorongan terhadap piston. Piston inilah yang selanjutnya akan menekan fluida
ke arah discharge sehingga dapat mengalir. Jadi dapat disimpulkan bahwa,
prinsip kerja dari pompa reciprocating yakni memberikan tekanan terhadap
cairan melalui jarum piston. Dalam penggunaannya di lapangan, pompa ini
dominan digunakan untuk pemompaan cairan kental, contohnya untuk
keperluan pengaliran minyak mentah.

-Pompa Rotary

Pompa jenis ini memiliki prinsip kerja yang tidak jauh berbeda dengan
pompa reciprocating, tetapi elemen pemindahnya tidak bergerak secara
translasi melainkan bergerak secara rotasi di dalam casing (rumah pompa).
Perpindahan dilakukan oleh gaya putaran sebuah gear dan baling-baling di
dalam sebuah ruang bersekat, namun masih pada casing yang sama.
Komponen utama pompa rotary sendiri terdiri dari: gear dalam, gear luar, lobe
dan baling-baling dorong. Pompa ini umumnya digunakan untu layanan
khusus dengan kondisi khusus di lokasi industri.

2. Pompa Dinamik

Pompa dinamik juga dikarakteristikkan oleh caranya beroperasi, yaitu;


impeler yang berputar akan mengubah energi kinetik menjadi tekanan maupun
kecepatan yang diperlukan untuk mengalirkan fluida. Sama halnya dengan
pompa perpindahan positif, pompa dinamik juga masih digolongkan ke dalam
dua jenis, yaitu:

-Pompa Sentrifugal

Pompa ini merupakan pompa yang sangat umum digunakan, biasanya


sekitar 70% pompa yang digunakan pada kilang minyak merupakan jenis
pompa sentrifugal. Cara kerja pompa ini ialah dengan mengubah energi
kinetik (kecepatan) cairan menjadi energi potensial (tekanan) melalui suatu
impeller yang berputar di dalam casing. Impeller tersebut berupa piringan
berongga yang memiliki sudu-sudu melengkung dan diputar oleh motor
penggerak. Puataran dari impeller akan memberikan gaya sentrifugal terhadap
cairan dan diarahkan kes sisi discharge. Sebelum cairan tersebut keluar
melalui discharge, sebelumnya akan ditahan oleh casing sehingga
menimbulkan tekanan alir. Untuk menjaga agar didalam casing selalu terisi
cairan, maka pada saluran isap harus dilengkapi dengan katup kaki (foot
valve). Kosongnya cairan di dalam impeller dapat menyebabkan masuknya
udara dan menimbulkan kavitasi.

-Pompa Desain khusus

Pompa jenis ini dirancang untuk suatu kondisi khusus di dalam


berbagai bidang sesuai dengan kebutuhannya. Contohnya jet pump atau
ejector, pompa jenis ini terdiri dari sebuah tabung pancar, nozzle konvergen
dan venturi berbentuk diffuser. Cara kerjanya ialah, pada bagian konvergen
dihubungkan dengan pipa yang berfungsi sebagai penghisap cairan. Fluida
dapat terhisap oleh pompa karena adanya daya penggerak dalam bentuk energi
tekanan, selanjutnya fluida akan dialirkan melalui nozzle dan masuk kedalam
tabung dengan kecepatan tinggi sehingga menyebabkan kevakuman di dalam
tabung pompa. Fluida yang terhisap tadi akan menyatu dengan fluida
penggerak dan kemudian ikut mengalir. Pompa desain khusus seperti jet pump
umumnya digunakan di sumur-sumur minyak, selain itu, model lainnya juga
banyak digunakan oleh pemadam kebakaran untuk memompakan busa
bersama dengan air.

2.5.3 Bagian-Bagian Pompa Air

Gambar 8. Bagian-Bagian Pompa Air

A. Stuffing Box

Stuffing Box berfungsi untuk mencegah kebocoran pada daerah dimana poros
pompa menembus casing.

B. Packing

Digunakan untuk mencegah dan mengurangi bocoran cairan dari casing


pompa melalui poros. Biasanya terbuat dari asbes atau teflon.

C. Shaft (poros)
Poros berfungsi untuk meneruskan momen puntir dari penggerak selama
beroperasi dan tempat kedudukan impeller dan bagian-bagian berputar
lainnya.

D. Shaft sleeve

Shaft sleeve berfungsi untuk melindungi poros dari erosi, korosi dan keausan
pada stuffing box. Pada pompa multi stage dapat sebagai leakage joint,
internal bearing dan interstage atau distance sleever.

E. Vane

Sudut dari impeller sebagai tempat berlalunya cairan pada impeller.

F. Casing

Merupakan bagian paling luar dari pompa yang berfungsi sebagai pelindung
elemen yang berputar, tempat kedudukan diffusor (guide vane), inlet dan
outlet nozel serta tempat memberikan arah aliran dari impeller dan
mengkonversikan energi kecepatan cairan menjadi energi dinamis (single
stage).

G. Eye of Impeller

Bagian sisi masuk pada arah isap impeller.

H. Impeller

Impeller berfungsi untuk mengubah energi mekanis dari pompa menjadi


energi kecepatan pada cairan yang dipompakan secara kontinyu, sehingga
cairan pada sisi isap secara terus menerus akan masuk mengisi kekosongan
akibat perpindahan dari cairan yang masuk sebelumnya.

I. Wearing Ring

Wearing ring berfungsi untuk memperkecil kebocoran cairan yang melewati


bagian depan impeller maupun bagian belakang impeller, dengan cara
memperkecil celah antara casing dengan impeller.

J. Bearing

Beraing (bantalan) berfungsi untuk menumpu dan menahan beban dari poros
agar dapat berputar, baik berupa beban radial maupun beban axial. Bearing
juga memungkinkan poros untuk dapat berputar dengan lancar dan tetap pada
tempatnya, sehingga kerugian gesek menjadi kecil.

K. Casing

Merupakan bagian paling luar dari pompa yang berfungsi sebagai pelindung
elemen yang berputar, tempat kedudukan diffusor (guide vane), inlet dan
outlet nozel serta tempat memberikan arah aliran dari impeller dan
mengkonversikan energi kecepatan cairan menjadi energi dinamis (single
stage).
BAB III
METODE PENELITIAN

Gambar 9. Alur kegiatan dalam penelitian

-Tahap I. Mulai

Tahap untuk memulai kegiatan penelitian dalam membuat pompa air


bertenaga matahari dengan menggunakan panel surya

-Tahap II. Pengumpulan data dan informasi

Tahap perencanaan terdapat dua kegiatan yaitu studi pustaka dan juga
wawancara.

a.Studi Pustaka

Mencari, membaca, dan memahami kinerja Panel Surya, Solar Charger


Controller, Inverter, Baterai, dan Pompa Air kepada pakar elektronika.dari
buku, literatur maupun internet.
b.Wawancara

Melakukan diskusi, tanya jawab dan wawancara seputar Panel Surya,


Solar Charger Controller, Inverter, Baterai, dan Pompa Air kepada pakar
elektronika.

-Tahap III. Tinjauan Pustaka

Pada tahap ini, penulis mencoba mempelajari dan memahami teori dan data
yang diambil dari buku referensi dan diunduh dari internet untuk persiapan dalam
pembahasan serta penulis melakukan wawancara ke senior-senior dan dosen yang ahli
dalam elektronika.

-Tahap IV. Pembahasan

Pembahasan merupakan bagian utama dari penelitian ini yang dimulai dari
perancangan, pembuatan proyek dan yang terakhir adalah uji coba. Jika pada tahap uji
coba hasil yang diperoleh tidak sukses maka penelitian kembali pada tahap
pembuatan proyek dengan melakukan konsultasi sebelumnya apabila proyek berhasil
maka akan lanjut pada seminar.

-Tahap V. Seminar

Disini penulis melakukan seminar terhadap apa yang berhasil diujicobakan.

-Tahap VI. Selesai

Kegiatan telah selesai.


BAB IV
BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN

1. BIAYA

Spesifikasi Biaya
Peralatan penunjang PKM Rp. 4.890.000
Bahan habis pakai Rp. 5.260.000
Perjalanan Rp. 900.000
Lain-lain Rp. 1.450.000
Total Rp. 12.500.000

2. JADWAL KEGIATAN

Bulan
No Kegiatan
1 2 3 4 5
Mengadakan observasi
1 terhadap peralatan yang
akan dipergunakan
Pengumpulan data dan
2
informasi berupa materi
3 Persiapan alat dan bahan
Mengadakan
4
perancangan
5 Pembuatan project
6 Uji Coba
7 Persiapan laporan
8 Pembuatan Laporan
9 Seminar
Pengiriman Laporan dan
10
dokumentasi
DAFTAR PUSTAKA

[1]. Sularso, Tahara, H., 2004, Pompa dan Kompresor : Pemilihan, Pemakaian dan
Pemeliharaan, PT. Pradnya Paramita, Jakarta.

[2]. Thomas, M.G., 1987, Water Pumping The Solar Alternative, SNL, United States of
America.

[3]. S. M. Hussam, “Design and Implementation of a Solar Power System in Rural Haiti,”
B.S. Thesis, Mech. Eng., MIT, Cambridge, MA, 2004.

[4]. Pudjanarsa, A., Nursuhud, D., 2006, Mesin Konversi Energi, Penerbit Andi,
Yogyakarta.

[5]. Rhazio, 2007, Pembangkit Listrik Tenaga Surya, Institut Sains & Teknologi Al-
Kamal, Jakarta. http://rhazio. word press.com.

[6]. Sigalingging, Karmon. 1995. Pembangkit Listrik Tenaga Surya. Bandung: Tarsito.
Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan

1. Bahan Habis Pakai

Harga
Justifikasi
Material Kuantitas Satuan Jumlah (Rp)
Pemakaian
(Rp)
Pengubah energi
Modul Surya
matahari
1 3.300.000 3.300.000
50 Wp menjadi energi
listrik
Baterai (Aki) 1
Penyimpan
100 AH energi 1.400.000 1.400.000

Menyerap air
Pompa Air 1 560.000 560.000
Sanyo PH 137A
SUBTOTAL (Rp) 5.260.000

2. Peralatan Penunjang PKM


Harga
Justifikasi
Material Kuantitas Satuan Jumlah (Rp)
Pemakaian
(Rp)
Sebagai alat
Perkakas dan
bantu dalam
Alat Ukur 1 Paket 2.000.000 2.000.000
pembuatan
komponen
Kabel dan
Kabel
konektor panel
penghubung 6m 40.000 240.000
surya
Ubah
Inverter 1500
DC ke
Watt
AC 1 2.000.000 2.000.000
Sebagai
Charge
pengatur
Controller 12V
charger 1 650.000 650.000
20A
SUBTOTAL (Rp) 4.890.000
3. Perjalanan
Harga
Justifikasi
Material Kuantitas Satuan Jumlah (Rp)
Pemakaian
(Rp)
Transportasi
Transportasi
dalam
3 Orang 250.000 750.000
pengumpulan
data observasi

Keperluan
Observasi 3 Orang 50.000 150.000
yang
digunakan
dalam
observasi
SUBTOTAL (Rp) 900.000

4. Lain-lain
Harga
Justifikasi
Material Kuantitas Satuan Jumlah (Rp)
Pemakaian
(Rp)
Untuk kampus,
Penyusunan dan
dosen
Perbanyakan 5 40.000 200.000
pendamping,
Laporan
tim dll
Menganalisis
Analisis Data 1 250.000 250.000
data
Tinjauan
Referensi 10 25.000 250.000
pustaka
Poster,
Publikasi 1 Paket 500.000 500.000
pamflet, sticker
Seminar 1 750.000 250.000
SUBTOTAL (Rp) 1.450.000
TOTAL (Keseluruhan) 12.500.000
Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Penyusun dan Pembagian Tugas

No Nama/NIM Program Bidang Ilmu Alokasi Uraian


Studi Waktu Tugas
1 Fransiskus Teknik Teknik 10 Mencari
Xaverius Elektro Elektro jam/minggu sumber
Enrico pustaka
pendukung
gagasan,
pembuatan
gambaran
dan
koordinator
tim

3
Lampiran 4. Surat Pernyataan Ketua Tim

SURAT PERNYATAAN KETUA PENELITI/PELAKSANA

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Fransiskus Xaverius Enrico

NIM : 201411004

Program Studi : Teknik Elektro

Jurusan : Teknik Elektro

Dengan ini menyatakan bahwa proposal (Isi sesuai dengan bidang PKM) saya dengan judul:

.............................................................................................................................................

....................................................................................................................................

yang diusulkan untuk tahun anggaran ................ bersifat original dan belum pernah dibiayai

oleh lembaga atau sumber dana lain.

Bilamana di kemudian hari ditemukan ketidaksesuaian dengan pernyataan ini, maka

saya bersedia dituntut dan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan

mengembalikan seluruh biaya penelitian yang sudah diterima ke kas negara.

Demikian pernyataan ini dibuat dengan sesungguhnya dan dengan sebenar-benarnya.

Jakarta, 05 November 2016

Mengetahui
Pembantu Rektor/Ketua Yang menyatakan,
Bidang kemahasiswaan,

( ) (Fransiskus Xaverius Enrico)

NPK/NIK NIM 201411004


Lampiran 5. Gambaran Teknologi yang Hendak Diterapkembangkan

Berikut adalah gambar blok diagram beserta penjelasannya:

Gambar 10. Blok Diagram Sistem

Penjelasan dan cara kerja masing-masing bagian:


1. Pada panel surya dihubungkan dengan charge controller yang
kemudian dari charge controller ini dihubungkan ke inverter dan
baterai.
2. Panel surya akan memperoleh energi dari energi cahaya matahari
yang menyinari panel.
3. Charge controller ini berfungsi untuk mengatur charge dan dis-
charge yang berasal dari panel surya untuk masuk ke baterai dan
mengatur masuknya arus ke inverter.
4. Inverter akan mengubah arus DC yang diterima dari charge
controller menjadi arus AC agar dapat digunakan pompa air untuk
bekerja.
5. Energi yang didapat dari panel surya juga digunakan baterai untuk
mengisi tenaga sampai penuh agar dapat mensuplai energi yang
masuk ke pompa air.