Anda di halaman 1dari 10

Strategi Proses Manajemen Operasional

1. Strategi proses (process strategy) atau strategi transformasi adalah sebuah pendekatan
organisasi untuk mengubah sumber daya menjadi barang dan jasa. Tujuan strategi proses
adalah untuk menemukan suatu cara memproduksi barang dan jasa yang memenuhi
persyaratan pelanggan dan spesifikasi produk yang berada dalam batasan biaya dan
manajerial lain.

2. EMPAT STRATEGI PROSES 1. Fokus pada Proses (Process Focus) Sebuah fasilitas
produksi yang diorganisasikan di sekitar proses- proses untuk memfasilitasi produksi
bervolume rendah, tetapi keragamannya tinggi. 2. Fokus Berulang (Repetitive Focus)
Fokus berulang adalah proses produksi yang berorientasi pada produk yang
menggunakan modul (bagian atau komponen yang telah dipersiapkan, yang sering berada
dalam proses yang kontinu).

3. Fokus pada Produk (Product Focus) Fokus pada produk yaitu proses yang memiliki
volume tinggi dan variasi yang rendah. Proses ini disebut juga proses kontinu, sebab
mempunyai lintasan produksi yang panjang, dan kontinu. 4. Fokus Kustomisasi Massal
(Mass Customization) Kustomisasi massal merupakan pembuatan produk dan jasa yang
dapat memenuhi keinginan pelanggan yang semakin unik secara cepat dan murah.
Namun, kustomisasi massal bukan hanya mengenai keragaman produk, tetapi juga
bagaimana secara ekonomis mengetahui apa yang diinginkan pelanggan dan kapan
pelanggan menginginkannya dengan tepat

4. Diagram Alir (Flow Diagram) Suatu skema atau gambaran dari perpindahan bahan,
produk atau orang. 2. Pemetaan Fungsi Waktu (Time Function Mapping) Merupakan
diagram alir, tetapi dengan ditambahkan waktu pada sumbu horizontalnya.
PERANGKAT DESAIN PROSES

5. Pemetaan Aliran Nilai (Value Stream Mapping) Satu variasi dari pemetaan fungsi waktu
adalah pemetaan aliran nilai. Namun, pemetaan aliran nilai mengambil bentuk yang lebih
lebar di mana nilai ditambahkan (dan tidak ditambahkan) pada keseluruhan proses
produksi, termasuk rantai pasokan. 4. Diagram Proses (Process Diagram) Diagram proses
menggunakan simbol, waktu, dan jarak untuk mendapatkan cara yang objektif dan
terstruktur untuk menganalisis dan mencatat berbagai aktivitas yang membentuk sebuah
proses. Diagram ini memusatkan perhatian pada aktivitas penambahan nilai.

6. Perencanaan Pelayanan (Service Planning) Produk dengan tingkat pelayanan tinggi


mungkin membutuhkan penggunaan teknik pemrosesan kelima. Perencanaan pelayanan
merupakan teknik analisis proses yang memusatkan perhatian kepada pelanggan dan
interaksi penyedia layanan dengan pelanggannya.

Untuk memahami bagaimana manajer operasional mendesain proses jasa maka digunakan
matriks proses desain dalam tabel berikut: DESAIN PROSES PADA SEKTOR JASA Degree
of Labour Degree of Customization Rendah Tinggi Tinggi Mass Service Profesional Service
Rendah Service Factory Service Shop

PEMILIHAN PERALATAN DAN TEKNOLOGI Hal paling penting yang dijadikan


patokan dalam pemilihan peralatan dan teknologi adalah konsep fleksibelitas yaitu
kemampuam untuk merespon dengan sedikit pengorbanan waktu, biaya, dan nilai
konsumen. Hal ini dapat diartikan peralatan yang digunakan bersifat moduler dapat
dipindahkan dan murah.

Keuntungan: a. Memberikan keunggulan kompetitif, misalnya mengembangan mesin


atau teknik yang unik dalam proses-proses yang sudah solid b. Dapat memenuhi
keinginan konsumen c. Dapat menghemat biaya dengan biaya yang lebih murah d. Dapat
meningkatkan mutu yang lebih baik e. Modifikasi mesin dan peralatan memungkinkan
lebih stabilnya proses produksi yang membutuhkan lebih sedikit penyesuaian,
pemeliharaan, dan pelatihan operator.

Teknologi Produksi a. Teknologi Mesin b. Automatic Identification Systems (AISs) dan


RFID c. Pengendalian Proses d. Sistem Visi e. Robot f. Automated Storage and Retrieval
Systems (ASRSs) g. Automated Guided Vehicle (AGVs) h. Flexible Manufacturing
Systems (FMSs) i. Computer Integrated Manufacturing (CIM)

Teknologi di Sektor Jasa Industri Jasa Contoh Jasa Keuangan Kartu debit, transfer via
ATM, transaksi saham via internet Pendidikan Majalah elektronik, jurnal online Layanan
umum Truk sampah otomatis, scanner bom, surat optikal Restoran Pesanan ke dapur via
nirkabel, robot penjaga Komunikasi TV interaktif, Penerbitan elektronik Hotel Sistem
penguncian elektronik, pendaftaran elektronik Perdagangan grosir/ Eceran Terminal POS,
e-commerce, data dengan barcode komunikasi elektronik antara took dengan suplier
Transportasi Loket tol otomatis, sistem navigasi dipandu satelit Kesehatan Sistem
informasi kesehatan online, sistem pengawasan pasien secara online Penerbangan
Perjalanan tanpa tiket, penjadwalan

Rekayasa ulang proses (Reengineering Process) adalah proses pemikiran kembali dan
mendesain ulang bisnis secara radikal untuk membawa peningkatan kinerja secara
dahsyat. Hal ini dilakukan karena kedinamisan yang ada dimana konsumen, teknologi,
maupun bauran produk berubah. REKAYASA ULANG PROSES

Banyak perusahaan menemukan kesempatan dalam proses produksi yang dapat


mengurangi dampak negatif pada lingkungan. Kesempatan tersebut sangat beragam,
mulai dari aktivitas yang dipandang oleh masyarakat sebagai suatu yang etis dan
merupakan tanggung jawab sosial, hingga tindakan yang diatur secara hukum, seperti
pencegahan polusi. Aktivitas-aktivitas ini meliputi pemusatan perhatian pada
permasalahan seperti penggunaan sumber daya yang efisien, pengurangan limbah produk
sampingan, pengendalian buangan kendaraan, dan daur ulang. ETIKA DAN PROSES-
PROSES RAMAH LINGKUNGAN
Manajemen Produksi dan Operasi

Latar Belakang dan Hakekat Manajemen Produksi dan Operasi

Adanya kebutuhan terhadap barang dan jasa (demand) sehingga melahirkan

ide untuk menciptakan atau memenuhi kebutuhan tersebut oleh suatu perusahaan,

pabrik atau manufacturing. Inilah yang disebut produksi yaitu penciptaan barang dan

jasa atau kegiatan menambah nilai guna suatu barang.

Mengapa kita perlu mempelajari sistem produksi? Alasan pertama mengapa

kita perlu kita mempelajari sistem produksi dan bagaimana cara memanajemeninya

secara efektif, adalah karena semua perusahaan swasta atau pemerintah,

manufaktur maupun jasa selalu melibatkan suatu sistem produksi. Selalu ada fungsi

operasi dalam semua bidang usaha. Dalam industri manufaktur, sistem produksi

bahkan menduduki posisi yang sangat penting dalam keseluruhan perusahaan.

Fungsi dan Sistem Produksi

Secara tradisional, organisasi sebuah perusahaan, baik perusahaan

manufaktur maupun perusahaan jasa, umumnya dibagi atas beberapa fungsi, yaitu

fungsi pemasaran, fungsi produksi, fungsi keuangan, dan fungsi administrasi umum.

Fungsi pemasaran merupakan fungsi yang diberi tugas dan tanggung jawab

Manajemen Produksi dan Operasi Latar Belakang dan Hakekat Manajemen Produksi dan
Operasi Adanya kebutuhan terhadap barang dan jasa (demand) sehingga melahirkan ide untuk
menciptakan atau memenuhi kebutuhan tersebut oleh suatu perusahaan, pabrik atau
manufacturing. Inilah yang disebut produksi yaitu penciptaan barang dan jasa atau kegiatan
menambah nilai guna suatu barang. Mengapa kita perlu mempelajari sistem produksi? Alasan
pertama mengapa kita perlu kita mempelajari sistem produksi dan bagaimana cara
memanajemeninya secara efektif, adalah karena semua perusahaan swasta atau pemerintah,
manufaktur maupun jasa selalu melibatkan suatu sistem produksi. Selalu ada fungsi operasi
dalam semua bidang usaha. Dalam industri manufaktur, sistem produksi bahkan menduduki
posisi yang sangat penting dalam keseluruhan perusahaan. Fungsi dan Sistem Produksi Secara
tradisional, organisasi sebuah perusahaan, baik perusahaan manufaktur maupun perusahaan jasa,
umumnya dibagi atas beberapa fungsi, yaitu fungsi pemasaran, fungsi produksi, fungsi
keuangan, dan fungsi administrasi umum. Fungsi pemasaran merupakan fungsi yang diberi tugas
dan tanggung jawab untuk menciptakan permintaan terhadap produk yang dihasilkan atau
disediakan oleh perusahaan melalui aktivitas penjualan dan pemasaran. Fungsi pemasaran ini
menciptakan kegunaan kepemilikan (possession utility) melalui aktivitas pertukaran dan
kegunaan tempat (place utility) melalui aktivitas penyampaian produk dari lokasi produsen ke
lokasi konsumen.

Fungsi produksi (atau lazim pula disebut fungsi operasi) dalah fungsi yang diserahi tugas dan
tanggung jawab umtuk melakukan aktivitas pengubahan dan pengolahan sumber daya produksi
(a set of input) menjadi keluaran (output), barang atau jasa, sesuai dengan yang direncanakan
sebelumnya. Fungsi produksi nilai dan kegunaan suatu benda meningkat akibat dilakukannya
penyempurnaan bentuk atas benda (input) yang bersangkutan. Fungsi keuangan adalah fungsi
yang diserahi tugas dan tanggung jawab untuk mencari dana yang dibutuhkan dan selanjutnya
mengatur penggunaan dana itu utuk membiayai kegiatan perusahaaan sehingga perusahaan itu
berjalan dengan baik. Selanjutnya fungsi adminstrasi umum dan personalia diserahi tugas dan
tanggung jawab untuk menjalankan segala aktivitas untuk menunjang kegiatan operasi
perusahaan (utilities function) serta melengkapi perusahaan dengan sumber daya manusia.
Produksi dan Operasi Dengan tujuan mencapai keuntungan dengan biaya seminimal mungkin,
namun tetap memberikan kualitas yang baik dan harga yang wajar. Adanya persaingan yang
semakin ketat dalam dunia usaha yang semakin maju, cara-cara yang dikembangkan untuk
mencapai suatu tujuan dan sasaran secara efektif dan efisien. Maka dalam hal ini, perlu
dikembangkan sebuah pemikiran, pengkajian-pengkajian untuk mendapatkan cara-cara yang
lebih baik guna menghasilkan output secara optimal sehingga mencapai sasaran tepat waktu,
tepat jumlah, dan tepat mutu dengan biaya yang lebih efisien. Maka dikembangkanlah
bagaimana cara-cara mengelola usaha yang mentransformasikan input menjadi output. Istilah
produksi dan operasi sering dipergunakan dalam suatu organisasi yang menghasilkan keluaran
atau output, baik yang berupa barang maupun jasa. Secara umum produksi diartikan sebagai
suatu kegiatan atau proses yang mentransformasikan masukan (input) menjadi hasil keluaran
(output). Dalam pengertian yang bersifat umum ini

penggunaannya cukup luas, sehingga mencakup keluaran (output) yang berupa barang atau jasa.
Jadi dalam pengertian produksi dan operasi tercakup setiap proses yang mengubah masukan-
masukan (inputs) dan menggunakan sumber-sumber daya untuk untuk menghasilkan
keluarankeluaran(outputs), yang berupa barang-barang dan jasa-jasa. Pengertian produksi dan
operasi dalam ekonomi merupakan kegiatan yang berhubungan dengan usaha untuk menciptakan
dan menambah kagunaan atau utilitas suatu barang atau jasa. Pengertian Manajemen Produksi
dan Operasi tidak terlepas dari pengertian Manajemen. Dengan istilah manajemen untuk
dimaksudkan mencapai adalah kegiatan atau usaha yang atau dilakukan tujuan dengan
menggunakan mengoordinasikan kegiatan-kegiatan orang lain. Dalam pengertian ini terdapat
tiga unsur yang penting, yaitu adanya orang yang lebih daripada satu, adanya tujuan yang ingin
dicapai dan orang yang bertanggung jawab akan tercapainya tujuan tersebut. Manajemen
Produksi dan Operasi merupakan keinginan untuk mengatur dan mengoordinasikan penggunaan
sumber-sumber daya yang berupa sumber daya manusia, sumber daya alat dan sumber daya dana
serta bahan, secara efektif dan efisien, untuk menciptakan dan menambah kegunaan (utiity)
sesuatu barang atau jasa. A. LATAR BELAKANG MANAJEMEN PRODUKSI / OPERASI
Manajemen operasi telah ada sejak orang mulai memproduksi barang-barang dan jasa-jasa.
Meskipun awal mula operasi-operasi dapat ditelusuri sampai peradaban permulaan, pembahasan
akan dipusatkan pada dua ratus tahun terakhir. Sejarah perkembangan manajemen operasi akan
diuraikan dalam aliran-aliran utama daripada dengan istilah-istilah teknologi yang kaku.
Pemikiran aliran manajemen ilmiah bertujuan untuk menemukan metoda kerja terbaik melalui
penggunaan pendekatan ilmiah berikut ini :

1. Observasi metoda-metoda kerja sekarang dan pengembangan metode-metode kerja yang


lebih baik melalui pengukuran dan analisis ilmiah. 2. Seleksi ilmiah untuk karyawan,
agar setiap karyawan dapat diberikan tanggung jawab atas suatu sesuai
dengankemampuannya. 3. Latihan dan pengembangan para karyawan. 4. Kerja sama
yang baik antara manajemen dan tenaga kerja. Beberapa Konsep Dasar Untuk
mendalamkan pemahaman terhadap Manajemen Produksi dan Operasi, maka terdapat
beberapa konsep dasar terkait yang perlu dipahami terlebih dahulu. Konsep yang
dimaksud menurut Dervitsiotis (1984), yaitu sebagai berikut : 1. Proses manajemen
Istilah proses manajemen berkaitan dengan sejumlah aktivitas yang perlu diambil dalam
usaha menentukan : Sistem nilai dan tujuan Struktur organisasi Desain
Perencanaan Dan pengendalian atas operasi sebuah organisasi, baik organisasi bisnis
maupun organisasi nirlaba. 2. Misi pokok organisasi atau perusahaan a. Pada umunya
setiap organisasi atau perusahaan yang didirikan, berusaha untuk memberi kepuasan
kepada segenap pihak yang berkepentingan (stakeholder) dari organisasi dan pada
umumnya mencakup : Pemilik perusahaan (shareholder), dalam hal ini manajemen
harus mampu memberikan kembalian atas investasinya (return on investment) yang
wajar, ataupun manfaat langsung dan tidak langsung seperti pengaruh, kekuasaan dan
sebagainya. Manajemen dan karyawan perusahaan, dalam hal ini ialah mereka yang
menerima hak pengelolaan perusahaan dari pemilik. Manajemen selain berkewajiban
memuaskan shareholder perusahaan, perlu pula memuaskan diri mereka sendiri dan para
karyawan perusahaan dalam bentuk pemberian gaji atau penghaislan yang memadai serta
berbagai jaminan social lainnya. Pelanggan perusahaan, manajemen perusahaan harus
mampu menyediakan produk atau jasa kepada segenap pelanggan yang memenuhi
pengharapan mutu mereka, tetapi pada harga yang bersaing. Masyarakat, dalam hal ini
segenap penduduk yang ada disekitar lokasi perusahaan. dari Pemerintah, dalam hal ini
perusahaan harus memenuhi penyediaan jasa umum, perizinan, dan jaminan kewajiban
membayar pajak dan retribusi sebagai imbalan keamanan. Lembaga keuangan, kreditor,
dan pemodal adalah dipinjam atau dipakai oleh perusahaan dalam pihak eksternal
perusahaan yang menyediakan dana modal untuk memperbesar kapasitas modalnya. 3.
Tujuan Di dalam usaha sebuah organisasi atau perusahaan menjalankan misi pokoknya,
maka organisasi atau perusahaan yang bersangkutan harus pula merumuskan tujuan yang
hendak dicapai. Perusahaan swasta misalnya, pada umunya mempunyai tujuan untuk
merealisasikan sejumlah tertentu kembalian atas investasi atau modal yang diinvestasikan
(return of investment or on invested capital), pertumbuhan, kelangsungan hidup, reputasi,
serta pelanggan yang loyal. Tetapi organisasi nirlaba, misalnya pendidikan tinggi,
umumnya memiliki rumusan tujuan seperti menelorkan keluaran yang berkualitas yang
memiliki pengetahuan dan keterampilan siap terap atau siap latih, dapat mengakses dunia
kerja paling tidak dua tahun sesudah tamat, menjadi perguruan tinggi terkemuka, dan
turut serta dalam pencerdasan kehidupan bangsa. Semua organisasi, baik perusahaan
berorientasi laba ataupun nirlaba setelah menetapkan tujuannya, lebih lanjut mereka akan
menyadari bahwa sumber daya yang mereka miliki sangat terbatas jumlah dan
kapasitasnya. Tetapi disisi lain, sumber daya itu harus dapat dimanfaatkan untuk
mewujudkan tujuan yang telah dirumuskan secara optimal. 4. Target Penentuan target
selama beberapa tahun mendatang yang didasarkan atas tujuan organisasi atau
perusahaan yang telah ditentukan adalah ekuivalen dengan rencana strategis jangka
panjang atau arah pertumbuhan dan pengembangan di masa yang akan datang. Target
selalu dinyatakan dalam satuan yang terukur sehingga mudah dievaluasi dan diukur
derajat pencapaiannya. B. HAKEKAT MANAJEMEN PRODUKSI DAN OPERASI
Manajemen produksi dan operasi merupakan usaha-usaha pengelolaan secara optimal
penggunaan sumber daya (atau sering disebut factor-faktor produksi) seperti tenaga kerja,
mesin-mesin, peralatan, bahan mentah, dan sebagainya. Dalam proses transformasi bahan
mentah dan tenaga kerja menjadi berbagai produk atau jasa. Para manajer produksi dan
operasi mengarah berbagai keluaran (output dalam jumlah, kualitas, harga, waktu, dan
temapat tertentu sesuai dengan permintaan konsumen. Perusahaan-perusahaan yang
sukses hendaknya mempunyai juga sistem pelaporan yang memberikan informasi umpan
balik (feed back) agar kelangsungan hidup perusahaan tejaga. Manajer harus selalu
memperhatikan dan menanggapi dari lingkungan eksternal. Manajemen produksi dapat
juga didefinisikan sebagai pelaksanaan kegiatan-kegiatan manajerial, yaitu : a.
Pemilihan : keputusan strategic yang menyangkut pemilihan proses melalui berbagai
barang atau jasa akan produksi atau disediakan. b. Perencanaan : keputusan-keputusan
taktikal yang menyangkut kreasi matoda-metoda pelaksanaan suatu operasi produktif. c.
Pengoperasian : keputusan-keputusan perencanaan tingkat keluaran jangka panjang atau
dasar forecast permintaan dan keputusankeputusan scheduling pekerjaan dan
pengalokasian karyawan jangka pendek. d. Pengawasan : prosedur-prosedur yang
menyangkut pengambilan tindakan korektif penyediaan jasa. dalam operasi-operasi
produksi barang atau e. Pembaharuan : implementasi perbaikan-perbaikan yang
diperlukan dalam sistem produktif berdasarkan perubahan-perubahan permintaan, tujuan-
tujuan organisasional, teknologi dan manajemen. C. KEDUDUKAN DAN DEFINISI
MANAJEMEN PRODUKSI/OPERASI Secara umum produksi diartikan sebagai suatu
kegiatan atau proses yang mengtransformasikan masukan (input) menjadi hasil keluaran
(output). Jadi dalam pengertian produksi tercakup setiap proses mengubah masukan-
masukan (input) dan menggunakan sumber-sumber daya untuk menghasilkan keluaran-
keluaran (output), yang berupa barang-barang dan jasa-jasa. Manajemen produksi
serbagai bagian produksi dan operasi yang memiliki peranan cukup penting dalam
melaksanakan proses produksi. Manajemen Produksi dapat diartikan sebagai kegiatan
pengaturan secara maksimal dari factor-faktor produksi (alam, tenaga kerja, modal, dan
skill) agar dapat menciptakan atau menambah kegunaan suatu barang atau jasa. Kegiatan-
kegiatan dalam pengaturan faktor-faktor produksi tersebut tidak terlepas dari pelaksanaan
fungsi-fungsi manajemen yang meliputi : pengorganisasian, penggerakan, dan
pengawasan. Fungsi-fungsi manajemen tersebut sangat menentukan keberhasilan
produksi. Adapun tujuan manajemen produksi adalah untuk mengatur produksi barang
dan jasa dalam jumlah, kualitas, harga, waktu, serta tempat tertentu sesuai dengan
kebutuhan konsumen. Tujuan lain dari manajemen produksi adalah agar konsumen
maupun produsen atau perusahaan merasa puas atau memperoleh keuntungan. Konsumen
puas dengan barang atau jasa yang dibelinya. Produsen atau perusahaan puas dengan laba
tau keuntungan yang didapatnya. Inefisiensi dan ketidakterpaduan dalam proses produksi
atau operasi memerlukan adanya kesiapan sistem dan kerangka dasar untuk
meningkatkan efisiensi dan efektifitasnya. Manfaat yang diperoleh adalah : Mampu
menjalankan fungsi manajemen operasi secara efektif dan terpadu Mampu merencanakan
dan mengendalikan sumber daya serta proses operasi Mampu mengendalikan biaya
operasi Memahami teknik-teknik peningkatan produktivitas operasi Ruang lingkup
manajemen produksi dan operasi mencakup : Perancangan dan penyiapan system
produksi dan operasi 1. Seleksi dan rancangan atau desain hasil produksi (produk) 2.
Seleksi dan perancangan proses dan peralatan 3. Pemilihan lokasi dan site perusahaan
dan unit produksi 4. Rancangan tata letak (layout) dan arus kerja atau proses 5.
Rancangan tugas pekerjaan 6. Strategi produksi dan operasi serta pemilihan kapasitas.
Pengoperasian dari sistem produksi dan operasi 1. Penyusunan rencana operasi 2.
Perencanaan dan pengendalian persediaan dan pengadaan bahan 3. Pemeliharaan atau
perawatan (maintance) mesin dan peralatan 4. Pengendalian mutu 5. Manajemen tenaga
kerja (sumber daya manusia) Hubungan Fungsi Produksi dan Lingkungannya Dalam
hampir semua organisasi, produksi adalah suatu fungsi internal yang berhubungan dengan
lingkungan eksternal melalui penyangga (buffer) fungsi-fungsi organisasi lainnya.
Penyangga fungsi produksi dari pengaruh lingkungan secara langsung diperlukan untuk
beberapa alasan: Interaksi dengan unsur-unsur lingkungan (yaitu, langganan dan tenaga
penjualan ditempat produksi) dapat mengganggu proses tarnsformasi. Proses
transformasi teknologi sering lebih efisien dari pada proses yang diperlukan dalam
pengadaan masukan-masukan dan penjualan produk-produk akhir. Keterampilan-
keterampilan manajerial yang diperlukan untuk keberhasilan operasi proses transformasi
sering berbeda dengan yang diperlukan untuk keberhasilan operasi pemasaran,
personalia, atau keuangan. D. PERKEMBANGAN MANAJEMEN PRODUKSI
Perkembangan Manajemen Produksi dan Operasi demikian pesatnya berkat dorongan
dari beberapa factor yang menunjang, yaitu : 1. Adanya pembagian kerja dan spesialisasi.
2. Revolusi industry. 3. Perkembangan alat dan teknologi yang mencakup standarisasi
parts dan komponen serta penggunaan computer. 4. Perkembangan ilmu dan Metode
kerja, yang mencakup metode ilmiah, hubungan antar-manusia dan model keputusan. E.
MANAJEMEN OPERASIONAL : PENANAMAN DAN PERKEMBANGANNYA
Manajemen (Production Operasional memiliki beberapa penanaman, yaitu Manajemen
Pabrik (Manufacturing Management), Manajemen Produksi Management), dan
Manajemen Operasional (Operations Management) Menurut adam dan Ebert (1992)
Manajemen Pabrik lahir bersamaan dengan lahirnya revolusi di Inggris sekitar tahun
1785. Manajemen Pabrik diperlukan karena revolusi industri telah menggeser teknik
pengolahan manual atau kerja tangan (hand-making production system) menjadi kerja
mesin (machine-made production system). Selanjutnya Manajemen Produksi (Production
Management) juga melulu mengkaji tata produksi barang dan belum menaruh perhatian
pada produksi jasa. Namun demikian orientasi Manajemen Produksi sudah lebih luas
daripada Manajemen Pabrik. Manajemen Produksi sudah memperhatikan soal kualitas
keluaran di samping pada tekanan biaya atau efisiensi ekonomi. Sehubungan dengan itu,
maka orientasi Manajemen Produksi lazim disebut Q and C oriented (Quality and Cost
Orientation). Manajemen Operasional (Operations Management) lahir sejak 1970an
hingga sekarang. Sasaran yang hendak dicapai Manajemen Operasional ialah
mewujudkan efisiensi ekonomi (cost minimization) dalam proses produksi, baik barang
maupun jasa, kualitas yang tinggi (high quality), dapat diserahkan ke pasar dalam waktu
yang cepat (speed of delivery), dan peralatan produksi dapat segera dialihkan untuk
mengerjakan produk lainnya (flexibility). Dengan demikian, Manajemen Operasional
sudah berbeda mendasar dengan Manajemen Produksi Pabrik melulu dan Manajemen
Produksi. Manajemen tetapi Operasional mengakaji produksi barang dan jasa,
Manajemen Pabrik dan Manajemen membicarakan produksi barang, Manajemen
Operasional sudah mengkaji produksi barang dan jasa. Di samping itu, orientasi
Manajemen Operasional sudah semakin luas dan lazim disebut memiliki orientasi pada
biaya, mutu, kecepatan penyerahan, dan keluwesan proses (QCDF Orientation).
DAFTAR PUSTAKA Buffa. 1994. Manajemen Produksi/Operasi Modern. Jakarta:
Erlangga. Haming, Murdifin,S.E, M.Si. Mahfud, Nurnajamauddin,S.E. 2007. Manajemen
Produksi Modern Operasi Manufaktur dan Jasa. Jakarta: Bumi Aksara. Assauri,
Sofjan.1969. Manajemen Produksi dan Operasi. Jakarta: Fakultas Ekonomi Universitas
Indonesia.
X

DAFTAR PERTANYAAN MENGENAI PROSES DAN SISTEM PRODUKSI DAN


OPERASI

DAFTAR PERTANYAAN TERBUKA


1. Apakah dalam menjalankan proses produksi membutuhkan perencanan yang matang?
2. Berapa besar pengaruh perencanaan terhadap keberhasilan dalam proses produksi?
3. Siapakah yang bertanggungjawab dalam menjalankan sistem produksi dan operasi dalam
perusahaan?
4. Adakah hambatan dalam menjalankan proses tersebut dan bagaimana cara untuk
mengatasinya?
5. Bagian manakah dalam perusahaan yang berpengaruh dalam tercapainya sistem produksi
dan operasi?
6. Apa saja tahapan tahapan yang dilakukan dalam penyususan sistem produksi?
7. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk pencapaian sistem produksi?
8. Apa fungsi dari sistem produksi itu sendiri dan berapa besar pengaruhnya dalam
perusahaan?
9. Apabila dalam menjalankan proses produksi dan operasi terjadi kegagalan, tindakan apa
yang dilakukan oleh perusahaan?
10. Apakaah perusahaan memiliki aktivitas prosedur operasi?
11. Strategi apa yang biasa dilakukan dalam sistem operasi?
12. Teknologi apa yang diterapkan dalam sistem operasi sehingga sistem tersebut dapat
berjalan lancar
. Menurut anda, apakah system produksi dan operasi pada perusahaan anda telah berjalan
sesuai rencana?
14. Apakah perusahaan anda memiliki prosedur aktivitas dalam produksi dan operasi?
15. Apakah sampai saat penyusunan system produksi dan operasi yang perusahaan anda
susun telah mengalami revisi?
16. Jika iya, mengapa anda melakukan revisi tersebut?
17. Apakah input yang keluar dari kegiatan perusahaan anda, telah mencapai target ke para
konsumen?
18. Apa kendala yang perusahaan anda alami akibat hasil output sampingan?
19. Pada dasarnya system produksi yang sering digunakan ada 3 yakni proses produksi
kontinyu, terputus-putus, dan berbasis proyek, manakah yang perusahaan anda pilih/
gunakan?
20. Mengapa anda memilih system tersebut?
21. Dari system produksi dan operasi yang anda pakai, apakah dapat mengorganisir susunan
organisasi di perusahaan anda secara tepat?
22. Umumnya system produksi terdiri dari 3 bagan utama, yakni input transformasidan
output, apakah input yang anda peroleh, selalu tersedia?
DAFTAR PERTANYAAN TERTUTUP
1. Apakah dalam proses produksi adanya kendala dan hambatan yang sekiranya sulit untuk
dicari solusinya dalam hal pencarian bahan baku?
a. Sering b. jarang c. tidak ada d. lainnya :
Alas an:
2. Aakah dalam proses system operasi usaha yang dilakukan sudah optimal dalam hal
penggunaan sumber daya manusia?
a. Sudah b. kurang c. sangat kurang d. lainnya :
Alasan :
3. Dalam melakukan system produksi untuk menambah kapasitas produksi apakah adanya
penambahan jumlah fasilitas dan alat2 pabrik?
a. Ya b. tidak perlu c. sedikit d. lainnya :
Alasan :
4. Proses produksi selalu berkaitan erat dengan ketersediaan bahan baku apabila
ketersediaan menurun jumlah nya apakah akan dilakukan penjarangan produksi?
a. Ya b. kurang setuju c. selalu d. lainnya :
Alasan :
5. Didalam system produksi apakah pernah mengalami penurunan target produksi?
a. Ya b. tidak pernah c. sering d. lainnya;
Alasan :
6. Apa yang anda prioritaskan terlebih dahulu dalam system produksi?
a. Bahan baku b. SDA c. Produk d. lainnya :
Alasan :
7. Dalam proses tranformasi bahan-bahan mentah apakah sudah maksimal untuk menjadi
produk dan jasa yang berkualitas?
a. Ya b. kurang c. tidak d. lainnya :
Alasan :
8. Apakah system operasi sudah mengarah ke input agar dapat memproduksi berbagai
output dalam jumlah, dan waktu yang tepat?
a. Ya b. belum c. tidak ada d. lainnya :
Alasan :
9. Dalam prosesnya suatu produksi apakah selalu berkelanjutan?
a. Ya b. tidak c. jarang d. lainnya :
Alasan :
Alasan :
7. Dalam proses tranformasi bahan-bahan mentah apakah sudah maksimal untuk menjadi
produk dan jasa yang berkualitas?
a. Ya b. kurang c. tidak d. lainnya :
Alasan :
8. Apakah system operasi sudah mengarah ke input agar dapat memproduksi berbagai
output dalam jumlah, dan waktu yang tepat?
a. Ya b. belum c. tidak ada d. lainnya :
Alasan :
9. Dalam prosesnya suatu produksi apakah selalu berkelanjutan?
a. Ya b. tidak c. jarang d. lainnya :
Alasan :