Anda di halaman 1dari 6

TUGAS

AKUNTANSI KEUANGAN II
EKUITAS/ MODAL DISETOR

OLEH : MARLIA
KHAERANY

KELAS : III AE7

NIM : A1CO13079

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS MATARAM

2015

EKUITAS

1.Pengertian
Ekuitas merupakan bagian hak pemilik dalam perusahaan yaitu selisih antara aktiva dan
kewajiban yang ada, dan dengan demikian tidak merupakan ukuran nilai jual perusahaan
tersebut.pada dasarnya ekuitas berasal dari investasi pemilik dan hasil usaha perusahaan.

Komponen Ekuitas Pemegang Saham


Ekuitas pemilik tercermin dalam neraca terdiri dari :
1. Modal disetor, yaitu jumlah setoran pemilik ke perusahaan sebesar nilainominal saham.
Setoran ini akan dilaporkan dalam bentuk modal saham.
2. Tambahan modal disetor, yaitu selisih jumlah setoran yang melebihi nilai nominal saham.
Kelebihan jumlah setoran ini bisa juga disebut denganagio saham.
3. laba ditahan yaitu akumulasi perolehan laba (rugi) sejak perusahaanberdiri sampai
dengan periode terakhir.

Perbedaan Modal Setoran dan Laba Ditahan


Ditinjau dari sumbernya, ada beberapa komponen yang membentuk ekuitas pemegang
saham yaitu:
Laba ditahan pada dasarnya adalah terbentuk dari akumulasi laba yang dipindahkan
dari akun ikhtisar laba-rugi. Begitu saldo laba ditutup ke laba ditahan, sebenarnya saldo laba
tersebut telah lebur menjadi elemen modal pemegang saham yang sah. Seperti juga modal
setoran, laba ditahan menunjukan sejumlah hak atas seluruh jumlah rupiah aset bukan hak
atas jenis aset tertentu. Dengan demikian untuk mengukur seluruh hak pemegang saham atas
aset, laba ditahan harus digabungkan dengan modal setoran.
Perbedaan antara dua bagian elemen ekuitas pemegang sangat penting. Dari segi
administrasi keuangan, laba ditahan merupakan indikator daya melaba sehingga laba ditahan
harus selalu dipisahkan dengan modal setoran meskipun jumlah akhirnya ditotal untuk
membentuk ekuitas pemegang saham. Pembedaan ini juga penting secara yuridis karena
modal setoran merupakan dana besar yang harus tetap dipertahankan untuk menunjukan
perlindungan bagi pihak lain. Dana ini hanya dapat ditarik kembali dalam likuidasi rupiah
yang secara yuridis dapat digunakan untuk pembagian dividen.

BENTUK PERUSAHAAN
Terdapat beberapa bentuk perusahaan yaitu perusahaan perorangan, persekutuan dan
perseroan terbatas serta koperasi. Walaupun secara hukum perusahaan perseorangan tidak
diakui sebagai entitas yang terpisah dengan pemiliknya, namun menurut pandangan akuntansi
perusahaan perorangan terpisah dari pemiliknya. Perseroan terbatas menurut pandangan
hukum merupakan entitas yang dapat melakukan kegiatan seperti manusia sehingga dapat
dikatakan bahwa PT merupakan entitas buatan.

Karakteristik Perseroan Terbatas


PT merupakan suatu perusahaan yang kepemilikannya diwujudkan dengan saham. Perseroan
adalah bentuk perusahaan yang kepemilikannya terbagi atas sejumlah saham. Dengan
demikian pemilik dari usaha perseroan adalah lebih dari satu dengan jumlah kepemilikan
tercermin pada jumlah saham yang dipegangnya. Perseroan dapat diklasifikasikan dari segi
kepemilikannya sbb :
a) Perseroan sektor masyarakat/publikperseroan jenis ini saham-sahamnya dimiliki oleh
unit-unit pemerintahatau operasi bisnis yang dimiliki unit-unit pemerintah.
b) perseroan sektor swasta
i. Bukan saham
Perseroan jenis ini adalah perseroan yang bersifat nirlaba dan tidak menerbitkan saham.
ii. Saham
Merupakan perseroan yang menerbitkan saham untuk menunjukkankepemilikan. Jenis-jenis
perseroan bentuk ini terbagi menjadi dua yaitu :
Perseroan tertutup (non-publik): yaitu perseroan yang sahamnya dipegang oleh beberapa
pemegang saham (mungkin satu keluarga)dan tidak tersedia untuk pembelian umum.b)
Perseroan terbuka (perusahaan publik ): perseroan yangkepemilikannya berbentuk saham
dan saham perseroan inidiperdagangkan pada suatu pasar yang disebut dengan pasar
modal.pemilik atau pemegang saham jenis perseroan bentuk ini bisaberubah-ubah setiap saat,
tergantung penjualan dan pembeliansaham di bursa efek.untuk perusahaan yang berbentuk
perseroan,

Perlakuan Akuntansi Dan Pelaporan Saham


Jenis-jenis saham terdapat dua bentuk saham sebagai tanda hak milik pada perusahaan yaitu
sbb :
Saham biasa merupakan saham dimana pemegangnya memiliki hak perseroan secara
umum dan pemegangnya menanggung risiko terbatasatas kerugian dan menerima manfaat
bila terjadi keuntungan.

Saham preferen merupakan saham dimana pemegangnya memiliki hak-hak istimewa di


perusahaan terutama berkaitan dengan pembagian dividen dan pembagian aset saat
perusahaan dilikuidasi. Pemegang saham preferen akan selalu mendapatkan dividen sebesar
prosentase tertentu (tercantum dalam lembar saham preferen) dari nilai pari atau nilai
nominalnya. Namun pemegang saham preferen ini tidak memiliki hak suara dalam hal
penentuan kebijakan operasi perusahaan.

Akuntansi Untuk Penerbitan Saham


a. akuntansi penerbitan saham
untuk memperlihatkan informasi penerbitan saham pada nilaipari/nilai nominal, akun-akun
berikut harus dipertahankan untuk masing-masing saham sebagai berikut :
1. Saham preferen atau saham biasa
Akun ini memperlihatkan jenis saham yang diterbitkan dengan nilai parinya.akun ini dikredit
ketika saham pertama kali diterbitkan, dan tidak adapenambahan ayat jurnal pada akun ini
kecuali ada penambahan sahamyang diterbitkan atau adanya penarikan saham.
2. Tambahan modal disetor akun ini menunjukkan kelebihan modal disetor di atas nilai pari
saham.tambahan modal disetor ini meliputi agio saham atau disagio saham
b. Akuntansi penerbitan saham atas dasar pesanan
Dua perkiraan baru digunakan apabila saham dijual atas dasar pesanan,yaitu :

1. saham biasa atau preferen yang dipesan menunjukkan kewajibanperseroan untuk


menerbitkan saham setelah pembayaran akhir saldo pesananoleh mereka yang telah memesan
saham,

2. piutang pesanan, menunjukkan jumlah yang harus ditagih sebelum saham pesanan akan
diterbitkan. kontroversial terjadi sehubungan dengan penyajian piutang pesanan saham
dineraca. Beberapa orang mengemukakan bahwa piutang pesanan sebaiknya dilaporkan pada
seksi aset lancar. Piutang dagang muncul dari transaksi penjualan pada kegiatan bisnis seperti
yang biasa sedangkan piutang pesanan berhubungan dengan penerbitan saham sendiri dan
merupakan kontribusi modal yang belum dibayarkan kepada perseroan

Akuntansi Ekuitas Untuk Badan Usaha Bukan PT


Akuntansi untuk ekuitas badan usaha bukan PT harus dilaporkan sesuai dengan peraturan
perundangan yang berlaku untuk badan usaha tersebut dan standarakuntansi keuangan yang
berlaku khusus untuk industri yang bersangkutan,misalnya koperasi.

Akuntansi Ekuitas Untuk Badan Usaha Berbentuk PT


Modal saham meliputi saham preferen, saham biasa dan akun tambahan moda disetor . Pos
modal lainnya seperti modal yang berasal dari sumbangan dapat disajikan sebagai bagian dari
tambahan modal disetor.
Unsur penambahan modal disetor PT
Akun tambahan modal disetor terdiri dari berbagai macam unsur penambah modal, seperti;
agio saham, tambahan modal dari perolehan kembali saham dengan harga yang lebih rendah
dari pada jumlah yang diterima pada saat pengeluaran, tambahan modal dari penjualan saham
yang diperoleh kembali dengan harga di atas jumlah yang dibayarkan pada saat perolehannya,
tambahan modal dari perbedaan kurs modal disetor dan lain sebagainya . Akun tambahan
modal disetor tidak boleh didebit atau dikredit dengan pos laba/rugi usaha maupun laba/rugi
luar biasa .
Pencatatan penambahan modal disetor PT
Penambahan modal disetor dicatat berdasarkan
a) Jumlah uang yang diterima.
b) Setoran saham dalam bentuk uang, sesuai transaksi nyata. Untuk jenissaham yang diatur
dalam bentuk rupiah dalam akta pendirian, setoransaham tunai dalam bentuk mata uang asing
dinilai dengan kurs berlakutanggal setoran.untuk jenis saham yang diatur dalam mata uang
asing dalam aktapendiriannya, setoran tunai baik rupiah atau mata uang asing lain
harusdikonversi ke mata uang asing dalam akta pendirian sesuai kurs resmi yangberlaku pada
tanggal setoran, kecuali akta pendirian atau keputusanpemerintah menentukan kurs tetap.
Selisih kurs mata uang asing yang timbulsehubungan dengan transaksi modal, harus
dibukukan sebagai bagian darimodal dalam akunselisih kurs atas modal disetordan bukan
merupakanunsur laba rugi.
c) besarnya tagihan yang timbul atau hutang yang dikonversi menjadi modal.
d) Setoran saham dalam dividen saham dilakukan dengan harga wajar saham,yaitu harga
pasar tanggal transaksi untuk PT yang sahamnya terdaftar dibursa efek, atau nilai wajar yang
disepakati rapat umum pemegang sahamuntuk saham yang tidak ada harga pasarnya.
e) Nilai wajar aktiva bukan kas yang diterima.
f) Setoran saham dalam bentuk barang (inbreng), menggunakan nilai wajaraktiva bukan kas
yang diserahkan, yaitu nilaiappraisaltanggal transaksi yangdisetujui dewan komisaris untuk
PT yang sahamnya terdaftar di bursa efek,atau nilai kesepakatan dewan komisaris dan
penyetor bentuk barang.
Pencatatan pengurangan modal disetor PT
Pengurangan modal disetor lazimnya dicatat berdasarkan
a) Jumlah uang yang dibayarkan; atau
b) Besarnya hutang yang timbul; atau
c) Nilai wajar aktiva bukan kas yang diserahkan.
Pengeluaran saham dicatat sebesar nilai nominal yang bersangkutan. Bila jumlahyang
diterima dari pengeluaran saham tersebut lebih besar dari pada nilainominalnya, selisih yang
terjadi dibukukan pada akun agio saham. Bila ketentuan hukum yang ada memungkinkan
penarikan kembali saham yangtelah dikeluarkan, maka pencatatan transaksi ini dilakukan
dengan mendebet akun modal saham dan mengkredit modal saham yang diperoleh kembali
sebesar jumlahyang dibukukan pada saat perolehan kembali saham yang bersangkutan.
Saham yang dikeluarkan sehubungan dengan penyertaan modal dalam bentukpenyerahan
aktiva bukan kas atau pemberian jasa umumnya dinilai sebesar nilaiwajar aktiva/jasa tersebut
atau nilai wajar saham yang bersangkutan, tergantungmana yang lebih jelas.

Modal Setoran Lain


Nominal saham sering dianggap bukan merupakan harga efektip saham sehingga
secara akuntansi penentuan nilai nominal saham sebenarnya tidak bermakna ekonomik.

Perubahan Modal Setoran


Tujuan utama perekayasaan akuntansi modal setoran ini adalah untuk membedakan
secara tegas antara perubahan akibat transaksi operasi dan perubahan akibat transaksi modal.
Berbagai sumber yang dapat mengubah modal setoran dengan berbagai masalah teoretisnya
adalah :

1. Pemesanan saham

2. obligasi terkonversi atau brhak tukar

3. saham istimewa terkonversi atau brhak tukar

4. dividen saham

5. hak beli saham, opsi, dan warna


6. saham treasuri

Deviden PT

Bentuk pembagian deviden

kewajiban perusahaan untuk membagi dividen timbul pada saat deklarasi dividen,
dan dengan demikian pada saat tersebut saldo laba akan dibebani dengan jumlah
dividen termaksud.kewajiban yang timbul lazimnya disajikan dalam kelompok
kewajiban lancar. Biladividen dibagikan dalam bentuk aktiva bukan kas, maka saldo
laba akan didebitsebesar nilai wajar aktiva yang diserahkan. Dasar pencatatan untuk
pembagiandividen dalam bentuk aktiva bukan kas dan saham harus diungkapkan
dalam catatan atas laporan keuangan.