Anda di halaman 1dari 12

GASIFIKASI

Dwi Devi V (131910101005)


Arif Setia P (131910101006)
Carlo Rahut R (131910101074)
Bambang Sugianto (131910101010)
achmad hasan A (141910101004)
Gasifikasi

Gasifikasi merupakan proses yang


menggunakan panas untuk merubah
biomassa padat atau padatan berkarbon
lainnya menjadi gas sintetik seperti gas
alam yang mudah terbakar. Melalui proses
gasifikasi, kita bisa merubah hampir semua
bahan organik padat menjadi gas bakar yang
bersih dan netral.
Tahapan Gasifikasi

Didalam proses gasifikasi terdapat beberapa


tahapan. Menurut Putri (2009), proses
gasifikasi terdiri dari empat tahapan dasar
yaitu pengeringan (Preheating and drying),
pyrolisis, Oksidasi, dan reduksi.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi
Kandungan syn-gas

Di dalam proses gasifikasi terdapat faktor-faktor


yang dapat mempengaruhi proses dan kandungan
syn-gas yang dihasilkan. Faktor tersebut meliputi
Sifat-sifat Biomasa yang digunakan sebagai bahan
gasifikasi. Tetapi tidak semua jenis biomasa dapat
digunakan sebagai bahan bakar dalam proses
gasifikasi. Hal ini karena ada beberapa klarifikasi
biomasa berdasarkan sifat dan kandungannya.
Terdapat beberapa parameter untuk menentukan
biomasa yang baik untuk bahan baku gasifikasi
yaitu:
a. Kandungan energi
Setiap biomasa memiliki kandungan energi yang berbeda-beda. Kandungan energi
yang semakin tinggi maka akan dapat menghasilkan syn-gas dengan energi yang tinggi
pula karena energi tersebut akan dikonversikan menjadi energi yang lebih tinggi pula.

b. Kelembaban (Moisture)
Setiap biomasa yang digunakan sebagai bahan baku gasifikasi memiliki kelembapan
yang berbeda-beda. Kandungan kelembaban yang tinggi menyebabkan heat loss yang
semakin tinggi Apabila heat loss semakin tinggi maka akan mengurangi efisiensi dari
gasifikasi tersebut. Oleh karena itu kadar moisture yang digunakan sebagai bahan baku
gasifikasi sebaiknya tidak melebihi 20%.
c. Debu (Dust)
Setiap bahan baku gasifikasi mengandung debu (dust) yang
berpotensi menyumbat saluran. Hal ini menyebabkan
perawatan yang lebih terhadap gasifiernya. Desain gasifier
yang baik menghasilkan debu tidak lebih dari 2-6 g/ m3 .

d. Tar
Tar adalah kandungan pada proses gasifikasi yang bersifat
korosif dan sifatnya sangat merugikan. Tar mempunyai sifat
fisik berbentuk cairan hitam kental yang terbentuk dari destilasi
destruktif pada material organik. Tar juga mempunyai bau
tajam yang dapat mengganggu pernafasan.
Desain Reaktor Gasifikasi

Semua proses dalam gasifikasi terjadi didalam


reaktor yang biasa disebut gasifier. Terdapat
bermacam-macam tipe gasifier pada gasifikasi.
Secara umun gasifier pada gasifikasi dibedakan
berdasarkan:
a. Gas yang diperlukan Untuk Proses Gasifikasi
b. Metode Gasifikasi
c. Arah Aliran
Berdasarkan arah alirannya gasifier dibedakan menjadi tiga
jenis gasifier yaitu, gasifikasi aliran searah (downdraft
gasification), gasifikasi aliran berlawanan (updraft
gasification), dan gasifikasi aliran menyilang (crossdraft
gasification).
Berdasarkan gas yang diperlukan untuk proses
gasifikasinya, terdapat dua cara yang dapat digunakan
yaitu udara dan uap/oksigen.
a. Aliran udara, dimana udara sebagai medium
gasifikasinya
b.Aliran oksigen, dimana oksigen murni sebagai
medium gasifikasinya
Produk Gasifikasi
Gasifikasi udara menghasilkan gas dengan nilai
panas yang rendah (50006000 kJ/kg atau 36
MJ/m3, LHV), yang terdiri dari sekitar 50%
nitrogen dan dapat digunakan sebagai bahan bakar
mesin dan furnace.
Oksigen yang dialirkan bebas dari pencampur
seperti nitrogen akan menghasilkan LHV yang
lebih tinggi (15000 kJ/kg atau 10-12 MJ/m3).
Gas alam mempunyai LHV sekitar 50000 kJ/kg
atau 40 MJ/m3.
Proses Proses Pada Reaktor Gasifikasi
TERIMA KASIH