Anda di halaman 1dari 3

1. Penggabungan transkripsi dan translasi pada prokaryot.

Di prokariota, translasi dari molekul mRNA sering dimulai sebelum sintesis selesai. ini dimungkinkan karena
molekul mRNA keduanya disintesis dan diterjemahkan dalam 5 'ke 3' arah, dan karena tidak ada membran inti
memisahkan transkripsi dari translasi seperti pada eukariota. coupling antara transkripsi dan translasi fasilitas yang
sangat cepat dan efisien "turn-on" dan "turn-off" dari ekspresi gen yang diamati pada prokariota.
2. Transkripsi, Transport dan Pengolahan RNA, dan Translasi di prokariot.
Pada eukariota, transkripsi dan translasi tidak dapat digabungkan, karena transkripsi terjadi di inti dan terjemahan
terjadi dalam sitoplasma. kita tahu bahwa transkripsi dan translasi proses pada eukariota yang lebih kompleks daripada
yang di prokariota, yang melibatkan beberapa langkah pengolahan mRNA menengah, serta transportasi dari inti ke
sitoplasma.
(1)
mRNA eukariota berasal dari transkrip gen primer dengan beberapa jenis pengolahan, termasuk perpecahan dari
(2)
besar prekursor mRNA (pre-mRNA) ke molekul mRNA yang lebih kecil, penambahan 7-metil kelompok guanosin
(3).
(mRNA "topi") ke ujung 5 'dari molekul, penambahan sekitar 200-nukleotida panjang-rantai nukleotida adenylate
(4).
(poly-A ekor) ke ujung 3 'dari molekul, dan pembentukan kompleks dengan protein tertentu. Perpecahan yang
terlibat dalam konversi pra-mRNA untuk mRNA sering melibatkan penghapusan urutan pemimpin dari ujung 5 'ke
inisiasi translasi kodon, dan rantai noncoding (disebut "intervensi rantai' atau intron) yang terletak rantai tween
coding.
Sebagian besar RNA nonribosomal disintesis dalam inti sel eukariotik terdiri dari molekul yang sangat besar yang
sangat bervariasi. RNA ini telah disebut RNA nuklir heterogen, disingkat BRNA. sekarang tampak jelas bahwa banyak
dari hnRNA ini adalah pra-mRNA. Proses yang cepat dari hnRNA raksasa ini atau molekul pra-mRNA dalam inti
setelah transkripsi. (1) sebagian besar RNA non-ribosom disintesis dalam inti yang terdegradasi, dan (2) pembentukan
molekul mRNA yang lebih kecil yang diangkut ke sitoplasma.
Di samping itu, mRNA dari beberapa virus eukariotik diketahui mengandung urutan pemimpin (rantai dari ujung 5'
ke translasi-inisiasi mRNA) yang ditranskripsi dari rantai DNA yang tidak berdekatan dengan gen struktural. Urutan
pemimpin ini ternyata disambung ke ujung 5' dari transkrip gen selama pemrosesan. diyakini bahwa urutan pemimpin
ini harus terlibat dalam regulasi translasi.
Translasi pada eukariota tampaknya analog dengan translasi pada prokariota kecuali grub amino dari methionyl-
tRNA bukan formylated dan mRNA paling eukariotik dipelajari untuk saat ini tampaknya monogenik, sehingga hanya
satu polipetida yang ditranslasi dari mRNA. Di prokariot, banyak mRNA adalah poligenik, yaitu dua atau lebih
polipeptida berbeda yang disintesis dari segmen nonoverlapping dari mRNA tunggal.
3. Penghapusan Rantai Intron oleh Splicing RNA
Sebagian besar gene eukariot tingat tinggi berisi rantai non-coding intervensi atau intron memisahkan rantai
coding atau ekson,contoh yeasts. Transkrip primer berisi seluruh rantai dari gen dan rantai noncoding yang disambung
selama processing.
Proses splicing RNA sangat akurat, akurasi proses pemotongan dan penyambungan ditentukan oleh urutan
nukleotida yang dikenal sebagai splicing signals. Urutan nukleotida yang ditemukan pada beberapa intron yang
berbeda diketahui adalah dua nukleotida pada ujung intron yaitu ekson-GU dan AG-ekson. Selain urutan tersebut ada
urutan consensus pada bagian pertemuan antar ekson dan intron. Angka-angka pada urutan consensus menunjukan
presentasi frekuensi nukleotida pada tiap posisi. N dan Py menyatkan nukleotida apa pun atau basa pirimidin yang
mungkin ada pada posisi ersebut. Urutan nukleotida pada bagian pertemuan ekson-intron berbeda untuk gen tRNA dan
gen structural pada mitokondria dan kloroplas. Intron gen dari mitokondria dan kloroplas berisi urutan yang berbeda
dari yang jika inti gen dilestarikan.
4. Pemindahan Urutan Intron dari Penyambungan RNA
Sebagian besar gen pada sel eukariot mengandung lebih banyak daerah nonkodon (intron) yang memisahkan
daerah kodon (exons). Tidak banyak gen pada sel prokariot yang mengandung daerah intron. Proses penyambungan
RNA harus dilakukan secara hati-hati. Daerah exon harus bergabung dengan nukleotida tunggal dan kodon tersebut
harus bisa diterjemahkan dengan tepat.
Pada struktur gen mitokondria dan kloroplas, struktur penghubung exon-intron berbeda dengan gen pada umumnya
sehingga proses penyambungan RNA juga berbeda. Hanya ada satu urutan pendek yang mengandung intron, yang
biasa disebut TACTAAC box. Sisa adeninpada urutan ke-6 pada TACTAAC box mempunyai peranan yang
penting dalam proses penyambungan RNA. Ada 3 tipe pemotongan intron pada proses transkripsi RNA, yaitu:
1) Intron precursor tRNA dipotong tepat pada saat pembelahan inti dan reaksi ligasi yang dikatalisis oleh
enzim endonuklease.
2) Intron pada Tetrahymena precursor rRNA dipindah ke reaksi khusus dan molekul RNA itu sendiri
yang berfungsi sebagai medianya.
3) Intron dari hnRNA digabungkan melalui dua tahap reaksi yang dipengaruhi kompleks partikel
ribonukleoprotein yang disebut spliceosomes.
5. Penyambungan Precursor tRNA
Proses penyambungan precursor tRNA telah bekerja secara efektif pada jamur ragi (Saccaromyces sp.). System
penyambungan secara invitro maupun penyambungan mutan telah digunakan pada proses penyambungan tRNA pada
jamur ragi. Proses pemotongan precursor tRNA terjadi dalam dua tahap. Pertama-tama ikatan membran nuclear
menggabungkan endonuklease dan membuat pemotongan tersebut terjadi tepat pada ujung intron. Kemudian dengan
adanya suatu reaksi kompleks, ligase digabungkan dengan tujuan untuk menggabungkan 2 bagian tRNA sehingga
dihasilkan molekul tRNA yang utuh. Kekhususan dari reaksi ini terletak pada proses pengkonversian 3 pola struktur
precursor tRNA.
Pemotongan precursor menghasilkan ujung 5-OH dan kelompok 2-3 phospat yang siklik pada ujung 3. Tahap
kedua pada proses ligasi melibatkan 4 reaksi yang terpisah, yaitu:
1) Penambahan kelompok phospat pada ujung 5-OH. Reaksi ini membutuhkan aktifitas enzim kinase
dan donor phospat.
2) Kelompok 5 phospat diaktifkan dengan memindahkan AMP ke ujung molekul.
3) ikatan siklik 2-3 phospat terbuka karena aktivitas enzim cyclic phosphodiesteraseyang menghasilkan
2 phospat dan gugus 3 hidroksil.
4) Reaksi ligasi yang terakhir adalah proses pemecahan gugus 3-OH dengan melepaskan AMP.
Hampir seluruh organisme memiliki mekanisme pemotongan intron yang sama. Mekanisme tersebut juga terjadi
pada sel-sel tumbuhan. Akan tetapi mekanisme pemotongan intron pada sel mamalia sedikit berbeda dengan sel-sel
yang lain.
6. Penyambungan Autokatalisis Pada Precursor Tetrahymena tRNA
Pada ilmu biologi umum dijelaskan bahwa proses metabolisme terjadi karena reaksi katalisis enzim. Enzim-enzim
tersebut merupakan polypeptida tunggal dan ezim tersebut membutuhkan kofaktor yang mempunyai struktur bukan
protein agar enzim tersebut bisa berfungsi dengan baik. Jadi, intron pada precursor tRNA dari Tetrahymena dipotong
tanpa menggunakan protein dan proses pemotongan ini sangat penting bagi tRNA itu sendiri. Beberapa proses
autokatalisis tersebut terjadi pada precursor rRNA beberapa eukariot dan precursor rRNA, tRNA, dan mRNA
mitokondria.
Pemotongan secara autokatalisis pada intron dalam precursor rRNA Tetrahymena tidak membutuhkan tenaga
eksternal dan juga protein. Akan tetapi proses tersebut membutuhkan transfer phospphodiester untuk memotong
intron. Dua bagian intron yang telah dipotong akan dipindah ke ikatan phosphodiuester yang lain. Aktivitas
autokatalisis ini tergantung pada struktur intron atau struktur sekunder dari precursor tRNA
7. Penyambungan Pre-mRNA: snRNAs, snRNPs, dan Spliceosome
Intron precursor pada inti sel dipotong melalui dua tahap seperti yang terjadi pada jamur ragi. Akan tetapi pada
precursor inti intronnya tidak dipotong oleh enzim nuklease atau ligase. Intron tersebut dipotong oleh struktur protein
yang disebut Spliceosome. Spliceosome mengandung suatu molekul RNA yang disebut snRNA.
Tahap awal pemotongan terjadi pada ujung 5 intron dan 2-5 phosphodiester dibentuk diantara posisi 5-G yang
ditempatkan dekat ujung3 intron. Pada tahap kedua gen digabungkan oleh ikatan 3-5 phosphodiester dan intron yang
telah dibentuk akan dilepaskan. Tahap-tahap ini terjadi pada Spliceosome dan membutuhkan hidrolisis ATP. Molekul
lain yang terkandung pada spliceosome adalah molekul RNA yang disebut snRNP. Molekul snRNP akan ditambahkan
pada proses pemotongan adar prosesnya berlangsung secara sempurna. Molekul snRNP U2 diikat pada suatu jaringan
yang khusus dan membentuk percabangan. Kemudian snRNP U5 dan U4 atau U6 ditambahkan untuk menghasilkan
spliceosome yang sempurna. Pada pembelahan ujung 5 intron, snRNA U4 dilepaskan dari spliceosome. Setelah intron
dipotong, dua bagian exon digabungkan dengan menyambungan 5-3 phosphodiester sehingga mRNA yang sudah
dipotong siap dipindah ke sitoplasma dan melanjutkan proses transkripsi selanjutnya.

PERTANYAAN DAN JAWABAN


1. Bagaimana membedakan antara Intron dan Ekson?
Jawab: 1. Keduanya urutan nukleotida gen, tetapi ekson yang paling sering diekspresikan saat intron diam.
2. Ekson ditemukan di kedua ujung gen sementara intron selalu ditemukan di dalam gen.
3. Ketika mutasi terjadi, intron kadang-kadang memberikan kontribusi nukleotida tetapi biasanya tidak
sebaliknya.
4. Baik DNA dan RNA mengandung intron dan ekson, tetapi RNA matang hanya mengandung ekson dan
intron tidak.
5. Fungsi segera ekson adalah untuk mengekspresikan gen sementara tidak jelas untuk intron.
2. Bagaimana mekanisme singkat mengenai penyingkiran hasil transkripsi intron?
Jawab: Penyingkiran hasil transkripsi intron setelah terlebih dahulu urut-urutan tersebut melengkung keluar, dan
lengkungan keluar itu terputus oleh enzim nuclease lebih lanjut hasil-hasil transkripsi exon bergabung satu sama lain
membentuk molekul RNA-d yang lebih pendek.
3. Mengapa diperlukan proses ligasi pada rRNA splicing?
Jawab: proses ligasi diperlukan dalam rRNA splicing dengan tujuan untuk menggabungkan 2 bagian tRNA ekson
sehingga dihasilkan molekul tRNA yang utuh dan memiliki kode asam amino untuk ditranslasikan.
4. Bagaimana cara splicing autokatalitik pada Tetrahymenatanpa menggunakan bantuan enzim ataupun tenaga
eksternal?
5. Jawab: Pemotongan secara autokatalisis pada intron dalam precursor rRNA Tetrahymena tidak membutuhkan
tenaga eksternal dan juga protein. Akan tetapi proses tersebut membutuhkan transfer phospphodiester untuk
memotong intron. Dua bagian intron yang telah dipotong akan dipindah ke ikatan phosphodiuester yang lain.
Aktivitas autokatalisis ini tergantung pada struktur intron atau struktur sekunder dari precursor tRNA