Anda di halaman 1dari 12

1

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

MAKALAH

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI MANAJERIAL

OLEH : KELOMPOK 4

1. WILDA PRATIWI B1C1 14 011

2. FALDI SALIM B1C1 14 015

3. HASNI H. ABDULLAH B1C1 14 021

4. RAHARJO B1C1 14 045

5. NUR ANNISSAK B1C1 14 049

6. IRENE PETRUS PADANGARAN B1C1 14 055

7. WA RUWIATI B1C1 14 058

8. RYAN PURNAMA INDAH B1C1 14 061

9. BUBUNG B. B1C1 14 064

10. CHAIDIR MAULANA B1C1 14 065

JURUSAN AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS HALUOLEO

KENDARI

2016
2

Kata Pengantar

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan segala
rahmat, taufik dan hidayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah
Sistem Informasi Akuntansi dengan topik Sistem Informasi Akuntansi Manajerial.

Makalah ini diharapkan mampu memberikan wawasan pengetahuan dan pemahaman


bagi para pembaca dalam ruang lingkup kelas dengan rujukan dapat memahami Sistem
Informasi Akuntansi dalam lingkup Manajerial sehingga dapat memperkuat dasar teori dan
membangun kerangka penyajian yang koperatif. Terima kasih kami ucapkan atas bimbingan
Ibu Intihana, SE.M.Si atas bimbingannya dalam penyusunan makalah ini serta rekan rekan
mahasiswa yang telah membantu.

Akhir kata kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu dalam menyelesaikan dan penyempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini dapat
membantu dan bermanfaat. Amin.

Kendari, Oktober 2016

Kelompok 4
3

Daftar Isi

Halaman Judul............................................................................................................ i
Kata Pengantar........................................................................................................... ii
Daftar Isi..................................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang............................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah.......................................................................................... 1
1.3 Tujuan............................................................................................................ 1
BAB II PEMBAHASAN........................................................................................... 2
2.1 Pengertian SIA Manajerial & Laporan Manajerial........................ 2
2.2 Arus Informasi dalam SIA .................................................................... 3
2.2.1 Top Down............................................................................................ 3
2.2.2 Bottom Up..................................................................... 5
2.3 Sistem Pengumpulan Data................................................................... 6
BAB III PENUTUP................................................................................................... 7
3.1 Kesimpulan................................................................................................... 7
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................. 8
1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sistem informasi akuntansi adalah suatu sistem dalam sebuah organisasi yang
bertanggung jawab untuk penyiapan Informasi yang diperoleh dari pengumpulan dan
pengolahan data transaksi yang berguna bagi semua pemakai baik di dalam maupun di luar
perusahaan. Sistem ini menyiapkan informasi bagi manajemen dengan melaksanakan operasi-
operasi tertentu atas semua data sumber yang diterimanya dan juga mempengaruhi hubungan
organisasi perusahaan dengan lingkungan sekitarnya. Juga bertugas mengumpulkan data yang
menjelaskan kegiatan perusahaan, mengubah data tersebut menjadi informasi serta
menyediakan informasi bagi pemakai di dalam maupun di luar perusahaan. Informasi
Akuntansi yang dihasilka oleh sistem informasi akuntansi dibedakan menjadi dua yaitu
informasi akuntansi keuangan dan infromasi akuntansi manajemen. Sistem Informasi
Akuntansi bagi pihak manajemen berfungsi sebagai penyedia informasi yang berguna dalam
hal pengambilan keputusan. Informasi yang yang dihasilkan oleh SIA mempunya dua
kategori yaitu laporan keuangan dan laporan manajerial. Laporan manajerial terdiri dari dua
jenis laporan yaitu laporan anggaran dan laporan kinerja. Anggaran adalah alat perencanaan
keuangan, sedangkan laporan kinerja digunakan untuk pengendalian keuangan.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa Pengertian Sistem Informasi Manajerial dan Laporan Manajerial ?
2. Bagaimana Arus Informasi dalam organisasi ?
3. Bagaimana Sistem Pengambilan Data dalam Sistem Informasi Akuntansi?

1.3 Tujuan Penulisan


1. Dapat menjelaskan pengertian sistem informasi manajerial serta laporan manajerial
dan bagian bagiannya.
2. Dapat mendeskripsikan arus informasi dalam organisasi.
3. Dapat mendeskripsikan Sistem Pengambilan Dalam Sistem Informasi Akuntansi.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Manajerial
2

Sistem Informasi Akuntansi Manajerial adalah sistem informasi yang dirancang untuk
menghasilkan laporan manajerial. Laporan Manajerial adalah laporan yang khusus ditujukan
kepada manajemen untuk memenuhi kebutuhan informasi guna pengambilan keputusan dan
perencanaan bisnis. Laporan manajerial bersifat detil, deskriptif, dan analitis. Laporan
manajerial terdiri atas dua kategori, yaitu :
a. Laporan Anggaran
Anggaran adalah ungkapan formal tujuan dalam istilah keuangan. Salah satu jenis
yang paling umum dan penting dari anggaran adalah anggaran kas. Anggaran kas
memperlihatkan perkiraan arus masuk dan keluar kas. Informasi ini penting terutama untuk
perusahaan kecil, karena masalah dalam arus kas adalah penyebab utama kegagalan
perusahaan kecil. Anggaran kas dapat memberikan peringatan dini adanya masalah dalam
arus kas pada saat yang tepat, hingga memungkinkan diambilnya tindakan korektif.

Anggaran adalah alat perencanaan keuangan. Laporan kinerja, sebaliknya,


dipergunakan untuk pengendalian keuangan. Laporan kinerja merinci anggaran dan jumlah
sebenarnya pendapatan dan pengeluaran, serta menunjukkan pula penyimpangan atau
perbedaan di antara kedua jumlah tersebut.

Akan tetapi, jumlah yang dianggarkan adalah perkiraan; konsekuensinya, hampir


selalu dapat dipastikan akan ada penyimpangan dari tiap poin di laporan kinerja. Oleh karena
itu, prinsip manajemen dengan pengecualian (by exception) harus digunakan untuk
mengartikan penyimpangan tersebut.

b. Laporan Kinerja

Laporan kinerja menunjukkan bahwa kinerja yang aktual sesuai atau hampir sesuai
dengan jumlah yang dianggarkan, manajer dapat berasumsi bahwa situasi dapat dikendalikan
dan tidak perlu mengambil tindakan tertentu. Sebaliknya, penyimpangan yang signifikan dari
jumlah yang dianggarkan, baik negatif maupun positif arahnya, menandakan perlunya
penyelidikan penyebab ketidaksesuaian, serta perlunya mengambil langkah apa pun yang
tepat untuk mengatasi masalah tersebut.

2.2 Arus Informasi dalam Sistem Informasi Akuntansi

Dalam sistem informasi akuntansi manajerial, informasi mengalir menuju 2 arah, yaitu
mengalir dari atas ke bawah (top-down) dan dari bawah keatas (botton-up).
3

2.2.1 Top Down

Top-down flow adalah sistem yang mencatat dan meringkas transaksi dan kejadian
ekonomi yang terjadi di jenjang manajemen puncak dalam sebuah organisasi dan meneruskan
serta mendistribusikan informasi ke jenjang organisasi yang lebih rendah. Sistem
penganggaran sebuah organisasi merupakan sistem yang mengalirkan informasi dari atas ke
bawah. Sistem informasi ini menghasilkan anggaran periodic, yang memberikan informasi
kepada para manajer tentang rencana kuantitatif organisasi untuk periode mendatang. Dengan
menetapkan dan mengkoordinasikan tujuan yang terukur untuk setiap segmen dalam
organisasi, anggaran membantu mencapai tujuan organisasi keseluruhan. Beberapa bagian
yang penting dalam Aliran Informasi Top Down antara lain :

Struktur Organisasi

Sebuah struktur organisasi memberikan lingkungan bagi aliran informasi. Agar sistem
penganggaran dapat berfungsi secara tepat, lingkungan tersebut harus memiliki
karakteristik sebagai berikut :

1. Organisasi harus menetapkan sebuah struktur yang membedakan setiap segmen yang
terlibat.
2. Organisasi harus memiliki ketentuan yang jelas mengenai wewenang dan tanggung
jawab setiap manajer segmen.
3. Setiap karyawan harus memberikan laporan hanya kepada atasan langsungnya.
4. Manajemen puncak harus menetapkan secara jelas hubungan atasan bawahan antar
karyawan. Manajemen puncak mengkomunikasikan struktur organisasi dengan
menggunakan bagan organisasi dan uraian jabatan. Bagan organisasi mengidentifikasi
segmen-segmen yang ada dan mengkomunikasikan hubungan atasan bawahan.

Pernyataan Kebijakan
Pernyataan kebijakan yang dimiliki oleh sebuah perusahaan menjelaskan tentang
harapan manajemen puncak tentang perilaku karyawan. Pernyataan kebijakan itu
memberikan araha bagi karyawan untuk melaksanakan pekerjaan sesuai dengan
jabatan. Agar dapat berjalan secara efektif, pernyataan kebijakan harus lengkap dan
4

memiliki daya paksa. Salah satu jenis pernyataan kebijakan adalah standar perilaku
sebagai berikut :
1. Kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku
2. Hubungan dengan aparat pemerintah
3. Pencatatan yang benar terhadap dana, aktiva dan pengeluaran kas
4. Kegiatan diluar tugas yang bertentangan dengan kepentingan perusahaan.
5. Perusahaan anak dan perusahaan afiliasi
6. Laporan-laporan dan jaminan

Tujuan Kerja
Sistem penganggaran yang efektif mensyaratkan bahwa manajemen menetapkan
tujuan kinerja untuk setiap segmen dalam organisasi. Selanjutnya manajemen puncak
mengkomunikasikan tujuan ini ke setiap manajer segmen dengan mengeluarkan
anggaran periodic. Sistem ini disebut sistem penganggaran kinerja.

Tujuan Organisasi dan Tujuan Departemen


Sistem penganggaran kinerja menjabarkan tujuan perusahaan yang menggunakan
ukuran return on invested capital ke dalam tujuan yang lebih rinci dan spesifik untuk
jenjang yang lebih bawah seperti departemen, devisi, biro, bagian dan lain-lain.

Metode-metode Penyusunan Tujuan Departemental


Jika manajemen puncak menetapkan tujuan departemental untuk jenjang manajer
yang lebih bawah, maka sebuah sistem penganggaran kinerja disebut sistem otoritatif.
Sitem ini berarti sistem penganggaran bergantung pada otoritas manajemen puncak
untuk memotivasi karyawan guna mencapai tujuannya. Alternative lain yang dapat
digunakan adalah perusahaan member kesempatan kepada para manajer jenjang
organisasi yang lebih bawah untuk berpartisipasi dalam menyusun tujuan kinerjanya
sendiri. Sistem penganggaran ini disebut sistem penganggaran partisifatif. Proses
informasi yang mengalir ke jenjang yang lebih bawah, dinamakan amplikasi
informasi.

2.2.2. Bottom Up
Informasi jenis ini berasal dari kejadian atau transaksi yang terjadi pada jenjang yang
paling bawah dalam struktur organisasi. Sitem yang mencatat transaksi,
memprosesnya dan melaporkan kepada manajer yang lebih atas disebut Sistem
Pelaporan PertanggungJawaban. Sistem pelaporan pertanggungjawaban mencatat
realisasi kegiatan yang telah dilaksanakan oleh setiap segmen organisasi. Realisasi
5

kegiatan ini dapat berupa satuan moneter pendapatan dan biaya, atau data statistik jam
kerja dan unit diproduksi.

a. Pusat PertanggungJawaban
Sistem akuntansi pertanggungjawaban mengakumulasi ukuran kinerja dan tujuan
kinerja pada tingkat yang paling rendah dalam hierarki organisasi. Para akuntan
mengacu pada unit organisasi itu sebagai pusat pertanggungjawaban.
Pusat pertanggungjawaban juga ada pada setiap tingkat yang lebih tinggi di dalam
struktur organisasi. Pusat pertanggungjawaban tingkat yang lebih tinggi terdiri atas
seorang manajer dan semua pusat pertanggungjawaban yang melapor kepada manajer
tersebut. Organisai memberikan kepada manajer ini otoritas dan tanggung jawab atas
semua pusat pertanggungjawaban tingkat yang lebih rendah di bawah manajer
bersangkutan dalam bagan organisasi. Jenis jenis Pusat PertanggungJawaban antara
lain :
1. Pusat Biaya (Cost Center)

Suatu pusat pertanggungjawaban yang manajernya bertanggung jawab hanya terhadap


biaya. Misalnya, departemen produksi (pabrik) yang mengendalikan biaya manufaktur
tetapi tidak mengatur harga atau membuat kepututsan pemasaran. Ukuran kinerjanya
adalah dievaluasi seberapa baik biaya produksi dikendalikan

2. Pusat Pendapatan (Revenue Center)

Suatu pusat pertanggungjawaban yang manajernya hanya bertanggung jawab terhadap


penjualan. Misalnya departemen pemasaran atau penjualan. Departemen ini mengatur
harga dan memproyeksi penjualan. Karena itu departemen ini dievaluasi sebagai pusat
pendapatan. Ukuran kinerjanya adalah pada omset penjualan yang dihasilkan.

3. Pusat Laba (Profit Centre)

Suatu pusat pertanggungjawaban yang manajernya bertanggung jawab terhadap


pendapatan maupun biaya. Misalnya divisi pabrik yang mana manajernya
bertanggung jawab untuk membuat dan memasarkan produk mereka. Oleh karena itu,
laba operasi akan menjadi ukuran kinerja yang penting bagi para manajer pusat laba.

4. Pusat Investasi (Investasi Center)


6

Suatu pusat pertanggungjawaban yang manajernya bertanggung jawab terhadap


pendapatan, biaya, dan investasi. Misalnya divisi-divisi. Selain memiliki kendali
terhadap biaya dan keputusan penetapan harga, manajer divisi juga memiliki
kekuasaan untuk membuat keputusan-keputusan investasi seperti penutupan dan
pendirian suatu pabrik, menghentikan atau meneruskan suatu lini produk. Ukuran
kinerjanya adalah laba operasi dan pengembalian atas investasi.

3.1 Sistem Pengumpulan Data

Data keuangan dikumpulkan berdasarkan divisi atau bagian yang bertanggungjawab


atas data keuangan Data keuangan per divisi selanjutkan diringkas sesuai dengan
klasifikasi rekening laporan keuangan.Konsekuensi dari pola pengumpulan data untuk
kebutuhan laporan manajerial, maka kode rekening paling tidak harus dikembangkan
menjadi tiga peringkat, yaitu:

Kode anggaran, terdiri dari kode anggaran dan kode realisasi anggaran.

Kode divisi/bagian, disebut juga dengan kode pertanggung-jawaban.

Kode rekening laporan keuangan.

Dengan struktur rekening akuntansi pertanggungjawaban, maka Anggaran ,Laporan


pertanggungjawaban dan Laporan keuangan , Dapat disusun dengan lebih efektif dan efisien,
karena sejak awal data sudah diklasifikasi sesuai dengan laporan yang akan dihasilkan.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

1. Sistem Informasi Akuntansi Manajerial adalah Sistem Informasi yang dirancang khusus
untuk menyusun laporan manajerial. Laporan manajerial adalah laporan yang khusus
ditujukan kepada manajemen untuk memenuhi kebutuhan informasi guna pengambilan
keputusan dan perencanaan bisnis.
7

2. Ada dua aliran informasi dalam sistem informasi akuntansi manajerial yaitu top down dan
bottom up. Top-down flow adalah sistem yang mencatat dan meringkas transaksi dan kejadian
ekonomi yang terjadi di jenjang manajemen puncak dalam sebuah organisasi dan meneruskan
serta mendistribusikan informasi ke jenjang organisasi yang lebih rendah. Bottom up adalah
Informasi yang berasal dari kejadian atau transaksi yang terjadi pada jenjang yang paling
bawah dalam struktur organisasi.

3. Ada 4 Pusat Pertanggungjawaban dalam Sistem Akuntansi Pertanggungjawaban yaitu


Pusat Laba, Pusat Investasi, Pusat Biaya, dan Pusat Pendapatan.

Daftar Pustaka

Soeparlan, Soetojo. 1996 . Sistem Informasi Akuntansi . Gunadarma. Jakarta [ online ].


Tersedia dalam:https://ricojacson.wordpress.com/[diakses tanggal 12 Oktober ]
Jurnal Belajar Universitas Gunadarma. Sitem Akuntansi Pertanggungjawaban. [ online ].
Tersedia dalam :
http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/sistem_informasi_akuntansi/bagian1_bab
2_sistem_akuntansi_pertanggungjawaban.pdf [ diakses 11 Oktober 2016 ]

Putri, Rahma Deny. 2015. SIA Manajerial. [ online ] Tersedia dalam :


http://documents.tips/documents/sia-manajerial.html. [ diakses tanggal 11 Oktober
2016 ]
8
9