Anda di halaman 1dari 18

KATA PENGANNTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan segala rahmat,
taufik dan hidayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah Sistem Informasi
Akuntansi ini yang berjudul METODOLOGI PENGEMBANGAN SISTEM AKUNTANSI .
Kami berharap makalah ini dapat menambah wawasan dan pemahaman para pembaca
tentang mata kuliah ini khususnya materi tentang METODOLOGI PENGEMBANGAN SISTEM
AKUNTANSI di kalangan mahasiswa fakultas ekonomi dan bisnis terkhusus lagi untuk teman-teman
dari mahasiswa jurusan akuntansi sendiri.
Kami pada kesempatan ini Penyusun dari makala ini ingin mengucapkan terima kasih
kepada semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan penyusunan makalah ini
semoga dapat bermanfaat bagi kita semua khususnya bagi mahasiswa jurusan akuntansi.

Kendari, Oktober 2016

Kelompok 5
DAFTAR PUSTAKA

HALAMAN SAMPUL ...........................................................................................


KATA PENGANTAR .........................................................................................
DAFTAR ISI .......................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN..................................................................................
1.1 Latar Belakang .......................................................................................
1.2 Rumusan Masalah...................................................................................
1.3 Tujuan ...................................................................................................

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Metodologi pengembangan sistem..................................................................
2.2 Tahapan-tahapan dalam pengembangan sistem akuntansi...............................
2.3 Pihak yang bertanggung jawab dalam pengembangan sistem.........................
2.4 Simbol untuk pembuatan bagan alir data.........................................................
2.5 simbol untuk pembuatan bagan alir dokumen................................................

BAB III PENUTUP


3.1.1 KESIMPULAN
3.1.2 SARAN
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG

Perkembangan sistem informasi yang sedemikian pesatnya telah membawa dunia


memasuki era baru yang lebih cepat dari yang pernah dibayangkan sebelumnya. Lalu
perkembangan sistem informasi ini mempengaruhi hampir semua kegiatan manusia, mulai
dari kegiatan manusia sehari hari sampai dengan kegiatan bisnis. Tak terkecuali, bidang
perbankan juga memanfaatkan perkembangan dari sistem informasi yang sudah berkembang
sedemikian pesatnya ini. Lebih jauh lagi sistem informasi yang baik dapat mendukung
perusahaan dalam mengatasi permasalahan yang ada.
Dalam metodologi pengembangngan sistem akuntansi terdapat beberapa langkah-
langkah yang dilalui analisis sistem dalam mengembangkan sistem informasi.

1.2 RUMUSAN MASALAH

1. Menjelaskan apa itu metodologi pengembangan sistem akuntansi ?


2. Menjelaskan tentang tahapan-tahapan pengembangan sistem akuntansi ?
3. Menjelaskan tentang pihak yang bertanggung jawab dalam pengembangan sistem?
4. Menjelaskan bagaimana simbol pembuatan untuk bagan alir data ?
5. Menjelaskan bagaimana simbol untuk pembuatan bagan alir dokumen ?

1.2 TUJUAN

1. Mengetahui tentang metodologi pengembangan sistem akuntansi


2. Mengetahui tentang tahapan-tahapan pengembangan sistem akuntansi
3. Mengetahui tentang pihak yang bertanggungjawab dalam pengembangan sistem
akuntansi
4. Mengetahui simbol pembuatan bagan alir data
5. Mengetahui simbol pembuatan bagan alir dokumen

BAB II PEMBAHASAN
2.1 METODOLOGI PENGEMBANGAN SISTEM
Metodologo pengembangan sistem adalah langkah-langkah yang dilalui oleh analis
dan mengembangkan sistem informasi. Dalam setiap tahap pengembangan sistem tersebut,
analisis sistem menghasilkan dokumen tertulis yang menyajikan rencana pekerjaan yang akan
dilaksanakan dalam pengembangan sistem akuntansi atau hasil pekerjaan pelaksanaan tahap
pengembangan sistem. Dokumen tertulis tersebut diserahkan kepada pemakai informasi
sebagai media bagi analisis sistem untuk mengkomunikasikan pekerjaanya kepada pemakai
informasi. Adapun yang menjadi tujuan umum dari pengembangan sistem akuntansi adalah
sebagai berikut :

Untuk menyediakan informasi bagi pengelolaan kegiatan usaha baru.


Untuk memperbaiki informasi yang dihasilkan oleh sistem yang sudah ada, baik
mengenai mutu, ketepatan penyajian, maupun struktur informasinya.
Untuk memperbaiki pengendalian akuntansi dan pengecekan intern yaitu untuk
memperbaiki tingkat keandalan (Reliability) informasi akuntansi dan untuk
menyediakan catatan lengkap mengenai pertanggungjawaban dan perlindungan
kekayaan perusahaan.
Untuk mengurangi biaya klerikal dalam penyelenggaraan catatan akuntansi.

2.2 TAHAPAN-TAHAPAN DALAM PENGEMBANGAN SISTEM AKUNTANSI

Pengembangan sistem akuntansi di laksanakan melalui tiga tahap yakni :

1. Analisis sistem ( system analysis )

Dalam tahap ini, analisis sistem membantu pemakai informasi dalam mengidentifikasi
informasi yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaanya.sering kali pemakai informasi
tidak mampu mengemukakan informasi yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaanya,
sehingga ia mengajukan permintaan jenis informasi kepada analisis sistem, yang tidak sesuai
dengan yang diinginkan, bahkan sering kali tidak sama dengan yang diperlukan. Analisis
sistem harus memperoleh informasi yang sebenarnya diperlukan oleh pemakai informasi
dalam tahap analisis sistem ini, karena jenis informasi yang diperlukan inilah yang menjadi
dasar untuk melangkah ke tahap desain dan tahap impelemntasi sistem. Tahap-tahap desain
dan impelemntasi dalam pengembangan sistem akuntansi sangat ditentukan dalam
mengidentifikasi kebutuhan informasi pemakai informasi.

Kegagalan analisis sistem dalam mengendalikan dalam mengidentifikasi jenis


informasi yang diperlukan oleh pemakai informasi mengakibatkan desain sistem akan
mengakibatkan desain sistem yang tidak bermanfaat bagi pemakai informasi. Oleh karena itu,
tahap analisis sistem merupakan tahap yang paling menentukan dalam keseluruhan tahap
pengembangan sistem informasi.

Analisis sistem dapat dibagi menjadi 6 tahap yakni :

a. Analisis Pendahuluan

Dalam analisis pendahuluan sistem ini, analisis sistem mengumpulkan


informasi untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh mengenai
perusahaan kliennya. Untuk ini analis sistem membuat work sheet atau check
sheet untuk mengumpulkan informasi yang dikumpulkan dalam analisis
pendahuluan tersebut.

b. Penyusunan Usulan Pelaksanaan Analisis Sistem

Pelaksanaan analisis sistem direncanakan oleh analis sistem dalam suatu


dokumen tertulis yang disebut Usulan pelaksanaan analisis sistem..Digunakan
untuk mempertemukan pikiran pemakai informasi dengan analis sistem
mengenai pekerjaan pengembangan sistem akuntansi yang akan dilaksanakan
oleh analis sistem untuk memenuhi kebutuhan pemakai informasi. Dalam
dokumen usulan pelaksanaan analisis sistem analisis sistem menjelaskan :

Alasan ringkas dan jelas yang mendasari di lakukanya pengembangan sistem


akuntansi.
Pernyataan khusus tentang persyaratan kinerja yang diharapkan dari sistem akuntansi
yang diusulkan.
Batasan luas analisis sistem yang akan di lakukan.
Identifikasi informasi yang kemungkinan harus dikumpulkan dalam analisis sistem.
Identifikasi sumber-sumber potensial yang dapat menyediakan informasi yang
diperlukan dalam analisis sistem.
Daftar peristiwa besar atau titik-titik pengecekan yang digunakan untuk mengecek
perkembangan analisis sistem yang dilaksanakan oleh analisis sistem.

c. Pelaksanaan Analisis Sistem

Pelaksanaan analisis sistem, didasarkan pada rencana kinerja yang dituangkan dalam
usulan pelaksanaan analisis sistem. Berikut ini langkah-langkah yang dilakukan oleh analisis
sistem dalam melaksanakan analisis sistem.
Analisis laporan yang dihasilkan sistem sekarang. Dalam tahap ini analisis ini
sistem mempelajari laporan yang sudah di hasilkan oleh sistem akuntansi yang
digunakan, untuk menemukan informasi yang diperlukan oleh manajemen, namun
tidak disediakan oleh sistem akuntansi sekarang.
Menganalisis transaksi. Analisis sistem kemudian melaksanakan analisis terhadap
setiap transaksi. Analisis transaksi ini meliputi analisis terhadap formulir, catatan, dan
produser yang digunakan di dalam melaksanakan setiap transaksi tersebut. Untuk
setiap transaksi yang di laksanakan perusahaan, analisis sistem mengumpulkan
informasi mengenai :
unit organisasi yang terkait dalam transaksi
formuliir yang digunakan
sistem otoritas dalam pelaksanaan transaksi
catatan akuntansi yang digunakan untuk mencatat transaksi
prosedur pelaksanaan transaksi
Mempelajari catatan pertama. Jurnal adalah catatan pertama (books of original
entry) dalam sistem akuntansi. Analisis sistem mempelajari jurnal yang digunakan
oleh perusahaan dengan tujuan untuk menemukan kelemahan yang melekat padanya
dan, mempertimbangkan kemungkinan perencanaan kembali jurnal yang sekarang di
gunakan, atau perancangan jurnal-jurnal baru.
Mempelajari jurnal terakhir. Buku besar dan buku pembantu merupakan catatan
terakhir ( books of final entry )dalam sistem akuntansi. Analis sistem mempelajari
buku pembesar dan berbagai buku pembantu yang digunakan oleh perusahaan dengan
tujuan untuk menemukan kelemahan yang melekat padanya dan mempertimbangkan
kemungkinan perencanaan buku pembantu yang baru.

d. Sumber Informasi Dalam Analisis Sistem

Dalam analisis sistem, sumber informasi untuk pengembangan sistem akuntansi


adalah:

Manusia
Sumber dari dalam perusahaan yang lain
Sistem akuntansi yang sekarang digunakan
Sumber-sumber luar
Pekerjaan tulis menulis ( paperwork ) dalam organisasi
e. Tehnik Pengumpulan Informasi Dalam Analisis Sistem

Dalam tahap analisis sistem, pengumpulan informasi di laksanakan analisis sistem


dengan cara:

Wawancara
Kuesioner
Metode analisis kelompok
Pengamatan
Pengambilan sampel dan pengumpulan dokumen

f. Penyusunan Laporan Hasil Analisis Sistem

Hasil akhir proses analis sistem disajikan oleh analis sistem dalam suatu laporan ayng
disebut Laporan hasil analisis sistem. Laporan ini merupakan dokumen tertulis yang dibuat
oleh analis sistem untuk diserahkan kepada pemakai informasi . Isi Laporan Hasil Analisis
Sistem meliputi :

Pernyataan kembali alasan yang mendasari dan luas analisis sistem


yang dilaksanakan oleh analis sistem.
Daftar masalah besar yang ditemukan analis sistem.
Surat pernyataan persyaratan informasi yang diperlukan oleh
pemakai informasi.
Suatu pernyataan tentang asumsi penting yang dibuat oleh analis
sistem selama melakukan analisis

Suatu proyeksi sumber daya yang diperlukan beserta biaya yang


dibutuhkan dalam perancangan sistem akuntansi yang baru, atau
pengubahan sistem yang sekarang digunakan oleh perusahaan.
Proyeksi ini mencakup kelaikan dilanjutkannya tahap-tahap
berikutnya pengembangan sistem akuntansi.
Rekomendasi yang bersangkutan dengan sistem yang diusulkan
atau persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi oleh sistem yang
diusulkan tersebut.

2. Desain Sistem ( system design )


Dalam tahap desain, analis sistem memberikan tiga macam dokumen tertulis yang
diserahkan kepada pemakai informasi :
usulan desain sistem secara garis besar
laporan final desain sistem secara garis besar
laporan final desain sistem secara rinci.
Desain adalah proses penerjemahan kebutuhan pemakai informasi ke dalam
alternative rancangan sistem informasi yang di ajukan kepada pemakai informasi untuk
dipertimbangkan. Tahap desain sistem in dibagi menjadi lima tahap :
desain sistem secara garis besar. Penyajian sistem secara garis besar member
kesempatan kepada pemakian informasi melihat dengan berbagai macam cara untuk
memenuhi kebutuhan informasi mereka, sehingga desain yang baiklah yang nantinya
yang akan diimplementasikan.
Penyusunan usulan desain sistem secara garis besar. Usulan desain sistem secara
garis besar disusun untuk mengomunikasikan secara tertulis kepada pemakai
informasi yang dirancang secara garis besar memenuhi kebutuhan mereka akan
informasi.
Evaluasi sistem. Dalam tahap evaluasi sistem, analis sistem menentukan persyaratan
yang harus dipenuhi oleh blok teknologi dalam menjalankan sistem informasi yang
dirancang dan memilih penjual teknologi yang memiliki kemampuan untuk
memenuhi persyaratan yang dituntut oleh sistem informasi.

Penyusunan laporan final desain secara garis besar. Berdasarkan hasil diskusi
antara pemakai informasi dengan analis sistem dalam penyajian usulan desain secara
garis besar dan evaluasi sistem, analis sistem kemudian membuat laporan final desain
secara garis besar.
Desain sistem secara rinci. Dalam tahap ini, analis sistem melakukan desain rinci
untuk masing-masing blok bangunan sistem informasi manjadi bangunan sistem
informasi yang mampu memenuhi kebutuhan para pemakai.
Penyusunan laporan final desain sistem secara rinci. Hasil desain rinci sistem
informasi ini disajikan oleh analis sistem dalam dokumen tertulis disebut : laporan
final desain sistem secara rinci .

3. Implementasi sistem ( system implementatation )


I9999oomplementasi adalah pendidikan dan pelatihan pemakai informasi, pelatihan
dan koordinasi teknisi yang akan menjalankan sistem, pengujian sistem yang baru, dan
pengubahan yang dilakukan untuk membuat sistem informasi yang telah dirancang menjadi
dapat dilaksanakan secara operasional. Perubahan dari sistem lama ke sistem baru
memerlukan pendekatan konversi tertentu. Terdapat empat pilihan utama pendekatan yang
digunakan untuk mengubah sistem lama ke sistem baru yakni :
Konversi langsung. Konversi langsung adalah implementasi sistem baru secara
langsung dan menghentikan dengan segera pemakaian sistem yang lama.
Konversi paralel. Konversi paralel adalah implementasi sistem baru secara
bersamaan dengan pemakaian sistem yang lama jangka waktu tertentu. Dalam
pendekatan ini, keluaran sistem baru, selama jangka waktu tertentu di bandingkan
dengan keluaran sistem lama dan perbedaan yang timbul direkonsiliasi.
Konversi modular. Konversi modular adalah sering kali disebut dengan pendekatan
pilot project adalah sistem baru ke dalam organisasi secara sebagian-sebagian.
Konversi phase-in. konversi phase-in dalah mirip dengan konversi modular. Beda
diantara keduanya adalah terletak pada konversi modular membagi untuk
implementasi yang baru, sedangkan pada konversi phase-in yang dibagi adalah
sistemnya sendiri.
n

Berikut ini adalah bagan tahap-tahap pengembangan sistem informasi dan dokumen tertulis
yang dihasilkan dalam setiap tahap.
Laporan hasil
analisis
sistem

Analisis sistem Usulan


pelaksanaan
analisis sistem

Laporan final
desain sistem
secara rinci
Desain sistem Laporan final
desain secara garis
besar
Usulan desain
Laporan final
Implementa sistem secara
impelementasi
si sistem garis besar
sistem
2.3 PIHAK YANG BERTANGGUNG JAWAB DALAM PENGEMBANGAN SISTEM

Analis sistem adalah seseorang yang bertanggung jawab atas penelitian, perencanaan,
pengkoordinasian, dan merekomendasikan pemilihan perangkat lunak dan sistem yang paling
sesuai dengan kebutuhan organisasi bisnis atau perusahaan. Analis sistem memegang peranan
yang sangat penting dalam proses pengembangan sistem. Seorang analis sistem harus
memiliki setidaknya empat keahlian: analisis, teknis, manajerial, dan interpersonal
(berkomunikasi dengan orang lain). Kemampuan analisis memungkinkan seorang analis
sistem untuk memahami perilaku organisasi beserta fungsi-fungsinya, pemahaman tersebut
akan membantu dalam mengidentifikasi kemungkinan terbaik serta menganalisis
penyelesaian permasalahan.
Keahlian teknis akan membantu seorang analis sistem untuk memahami potensi dan
keterbatasan dari teknologi informasi. Seorang analis sistem harus mampu untuk bekerja
dengan berbagai jenis bahasa pemrograman, sistem operasi, serta perangkat keras yang
digunakan. Keahlian manajerial akan membantu seorang analis sistem mengelola proyek,
sumber daya, risiko, dan perubahan. Keahlian interpersonal akan membantu analis sistem
dalam berinteraksi dengan pengguna akhir sebagaimana halnya dengan analis, programer,
dan profesi sistem lainnya. Analis sistem bisa pula menjadi perantara atau penghubung antara
perusahaan penjual perangkat lunak dengan organisasi tempat ia bekerja, dan bertanggung
jawab atas analisis biaya pengembangan, usulan desain dan pengembangan, serta menentukan
rentang waktu yang diperlukan. Analis sistem bertanggung jawab pula atas studi kelayakan
atas sistem komputer sebelum membuat satu usulan kepada pihak manajemen perusahaan.
2.4 SIMBOL UNTUK PEMBUATAN ALIR DATA ( DATA FLOW DIAGRAM )

Bagan alir data adalah suatu model yang mengambarkan aliran data dan proses untuk
mengolah data dalam suatu sistem. Symbol pengolaan digunakan untuk mrenunjukan tempat-
tempat dalam sistem informasi yang mengolah atau mengubah data yang diterima menjadi
data yang mengalir ke luar.

Berikut ini simbol-simbol pengolaan data :

Pengolahaan data
Proses

Aliran material

Aliran

Aliran data

Penghubung

Tempat penyimpanan Data


atau arsip

Sumber atau tujuan data


Dengan diagram diatas dapat menunjukan batas-batas sistem, hubungan sistem
dengan bagian luar, proses pengolahan data, dan aliran data. Bagan alir data merupakan
model logis yang menunjukan aliran data melalui sistem,oleh karena itu bagan tersebut tidak
menunjukan disk, pita mengetik, printer, computer,atau alat fisik lain. Pengolahan data dalam
sistem penjualan tunai terdiri dari 3 bagian yakni :

1. Pengolahan data pesanan


2. Pengolahan data pengiriman
3. Pengolahan data faktur penjualan

Pengolahan data pesanan dilakukan untuk menentukan status pesanan dan penentuan
harga jual barang yang dipesan. Status pesanan dipengaruhi oleh tersedianya barang yang
dipesan di gudang. Jika pesanan tersedia, pengiriman barang dapat dilaksanakan, namun jika
persediaan tidak ada, status pesanan diproses sebagai pesanan yang memerlukan pemesanan
kembali (back order).

berikut ini bagan mengolah pesanan :


1.3

Penentuan
harga jaul

Persediaan ada

1.1 1.2
Pesanan pesanan data harga jual
Mencatat Mengece
Pembeli
pesanan k
persedia Persediaan habis
an

1.4

Pemesana
n kembali
Data persediaan
data pemesanan
kembali

2.5 SIMBOL UNTUK PEMBUATAN BAGAN ALIR DOKUMEN

Sistem akuntansi dapat dijelaskan menggunakan bagan alir dokumen. Berikut ini
adalah symbol-simbol standar yang digunakan oleh analisis sistem untuk membuat bagan alir
dokumen yang menggambarkan sistem tertentu :

Dokumen. Simbol ini digunakan untuk menggambarkan semua jenis


dokumen yang merupakan formulir yang digunakan untuk merekam
data terjadinya suatu transaksi. Nama dokumen dicantumkan di
tengah symbol. Contoh dokumen yang digambarkan dengan symbol
ini adalah faktur penjualan, surat order pembelian, cek, bukti
memorial, bukti kas keluar, dan bukti kas masuk.

Dokumen dan tembusanya. Simbol ini digunakan untuk


1
mengambarkan dokumen asli dan tembusanya. Nomor lembar
Faktur
2 dokumen dicantumkan disudut kanan atas.

Surat muat Berbagi dokumen. Simbol ini digunakan untuk menggambarkan


2
SOP berbagai jenis dokumen yang digabungkan bersama didalam satu
2 paket. Nama dokumen dituliskan didalam setiap symbol dan
Faktur
penjualan nomor lembar dokumen dicantumkan di sudut kanan atas symbol
2 dokumen yang bersangkutan.
Catatan. Simbol ini digunakan untuk menggambarkan catatan
akuntansi yang digunakan untuk mencatat data yang direkam
sebelumnya di dalam dokumen atau formulir. Catatan akuntansi
yang di gambarkan dengan symbol-simbol ini adalah :jurnal,
buku pembantu, dan buku besar.

Penghubung pada halaman yang sama ( on-page connector).


Dalam menggambarkan bagan alir, arus dokumen dibuat mengalir
dari atas ke bawah dan dari kiri ke kanan.karena keterbatasan
ruang halaman kertas untuk menggambar, maka diperlukan
symbol penghubung untuk memungkinkan aliran dokumen
berhenti disuatu lokasi pada halaman tertentu dan kembali
berjalan dilokasi lain pada halaman yang sama.

Akhir arus dokumen dan mengarahkan pembaca ke simbol


penghubung halaman yang sama bernomor seperti yang tercantum
di dalam simbol tersebut.

1
Awal arus dokumen harus berasal dari simbol penghubung halaman
yang sama, yang bernomor seperti yang tercantum di dalam simbol
tersebut.

Penghubung halaman yang berbeda ( off- page connector ).jika


untuk menggambarkan bagan allir suatu sistem akuntansi diperlukan
lebih dari satu halaman, simbol ini harus digunakan untuk menunjukan
ke mana dan bagaimana bagan alir terkait satu dengan yang lainya.

Kegiatan manual. Simbol ini digunakan untuk menggambarkan


kegiatan manual seperti; menerima order dari pembeli, mengisi
formulir, membandingkan dan memeriksa berbagai jenis kegiatan
klerikal lain.

Keterangan computer. simbol ini memungkinkan ahli sistem


menambahkan keterangan untuk memperjelas pesan yang disampaikan
dalam bagan alir.

Arsip sementara. Arsip sementara adalah tempat penyimpanan


dokumen yang dokumenya akan diambil kembali ke arsip tersebut di
masa yang akan datang untuk keperluan lebih lanjut terhadap dokumen
tersebut. Untuk menunjukan ururtan pearsipan dokumen digunakan
simbol berikut ini :

A = menurut abjad

B = menurut nomor urut

C = kronilogis, menurut tanggal

Arsip permanen. Simbol ini digunakan untuk menggambarkan


arsip permanen yang merupakan tempat penyimpanan dokumen
yang tidak akan dip roses lagi dalam sistem akuntansi yang
bersangkutan.

On-line computer process. Simbol ini menggambarkan


pengolahan data dengan computer secara on-line. Nama program
ditulis di dalam simbol.

Keying ( typing verifying). Simbol ini menggambarkan


pengolahan data ke dalam computer melalui on-line terminal.
Pita mengetik ( magnrtic tape ). Simbol ini menggambarkan
arsip computer berbentuk pita mengetik. Nama arsip ditulis di
dalam simbol.

On-line storage. Simbol ini menggambarkan arsip komputre yang


berbentuk on-line di dalam memori computer.

ya Keputusan. Simbol ini menggambarkan keputusan yang harus


dibuat dalam proses pengolahan data. Keputusan yang dibuat
ditulis di dalam simbol.

tidak

garis alir ( flowline ). Simbol ini menggambarkan arah proses


pengolahan data.

Pertemuan garis alir. Simbol ini digunakan jika dua garis alir
bertemu dan salah satu garis mengikuti garis yang lainya.

Mulai / berakhir (terminal).simbol ini menggambarkan awal


dan akhir suatu sistem akuntansi.

Dari pemasok Masuk kesistem. Karena kegiatan ke luar sistem tidak perlu
digambarkan dalam bagan alir, maka diperlukan simbol untuk
menggambarkan masuk ke sistem yang digambarkan ke dalam
bagan alir.
Keluar ke sistem lain. Karena kegiatan di luar sistem tidak perlu
digambarkan dalam bagan alir, maka diperlukan simbol untuk
menggambarkan keluar kesistem lain.

Ke sistem penjualan

BAB 3 PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

1. Metodologi pengembangan sistem adalah langkah-langkah yang dilalui analisis sistem


dalam mengembangkan sistem informasi
2. Analis sistem adalah seorang yang ahli yang mampu menyajikan berbagai alternatif
desain sistem informasi yang memungkinkan pemakai informasi memilih antara
berbagai desain yang ditawarkan oleh analis sistem.
3. Dalam tahap desain, analis sistem memberikan tiga macam dokumen tertulis yang
diserahkan kepada pemakai informasi yakni usulan desain sistem secara garis
besar,laporan final desain sistem secara garis besar,laporan final desain sistem secara
rinci
4. Dalam tahap implementasi sistem, analis sistem membuat dokumen tertulis yang
disebut Laporan Final Implementasi Sistem. Laporan ini berisi dua bagian: rencana
implementasi sistem dan hasil implementasi sistem.
5. Bagan alir (flowchart) adalah bagan (chart) yang menunjukan alir (fow) di dalam
program atau prosedur sistem secar logika. Digunakan terutama untuk alat bantu
komunikasi dan untuk dokumentasi.

3.2 SARAN
Di akhir pembahasan makalah ini dan sebelum kami tutup, kami mengharapkan saran
dan kritik yang membangun baik itu dari ibu dosen sekaligus pembibing dari mata kuliah ini
serta dari teman-teman sekalian yang tentunya tetap memprioritaskan asas kontruktif atau
membangun sebagai orientasi fundamental dari lahirnya kritikan dan sebagainya itu

DAFTAR PUSTAKA

Mulyadi. 2016 . sistem Akuntansi. Cetakan 2. Jakarta: Salemba Empat

Sutabri, Tata. 2004. Sistem Informasi Akuntansi Edisi 1. Yogyakarta