Anda di halaman 1dari 26

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah profesi bagi pegawai negeri sipil dan pegawai pemerintah
dengan perjanjian kerja yang bekerja pada instansi pemerintah. Pegawai Negeri Sipil (PNS)
adalah warga negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu, diangkat sebagai Pegawai ASN
secara tetap oleh pejabat pembina kepegawaian untuk menduduki jabatan pemerintahan. PNS
merupakan unsur utama sumber daya manusia yang sangat menentukan keberhasilan di dalam
penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.

Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil
Negara disebutkan bahwa fungsi PNS adalah sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan
publik, serta perekat dan pemersatu bangsa.

Namun saat ini stigma, citra dan pandangan yang berkembang di masyarakat terhadap
PNS lebih banyak mengarah pada hal negatif dan dianggap bahwa PNS tidak bisa bekerja secara
profesional. Dalam kenyataannya, dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya PNS
masih mengalami hambatan yang kompleks, yang sering terkait dengan persoalan politik,
ekonomi, sosial budaya, pertahanan keamanan, serta geogfrafis. Namun tidak sedikit juga PNS
yang memang berperilaku negatif, sehingga tidak dapat disalahkan jika masyarakat
menggeneralisir hal tersebut terhadap seluruh PNS. Hal ini dikarenakan kurangnya kesadaran
dan kepedulian PNS terhadap tugas dan fungsinya.

Tidak terkecuali juga di dalam bidang pelayanan kesehatan. Pengetahuan masyarakat


akan kesehatan semakin meningkat seiring kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi
yang berbanding lurus juga dengan sikap kritis masyarakat. Untuk menghadapi hal tersebut PNS,
khususnya PNS di bidang kesehatan wajib mengembangkan serta mengaktualisasikan dirinya.
Sehingga PNS di bidang kesehatan mampu memenuhi standar kompetensi jabatannya dan
melaksanakan tugas jabatannya secara efektif dan efisien.

Untuk mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal diperlukan pelayanan


kesehatan yang cepat tepat dan bermutu yang berdasarkan ANEKA, Akuntabilitas, Nasionalisme,
Etika Publik, Komitmen Mutu serta Antikorupsi. Karena dengan memahami kelima nilai dasar

1
RANCANGAN AKTUALISASI
tersebut sangat berperan penting dalam menuntun PNS untuk menjadi pelayan masyarakat yang
profesional. Kelima nilai dasar inilah, selain perlu di internalisasikan ke dalam diri tiap-tiap
individu ASN perlu juga untuk diaktualisasikan. Aktualisasi ini dapat diartikan sebagai suatu
proses menjadikan kelima nilai dasar tersebut aktual/nyata/terjadi/sesungguhnya ada. Agar
aktualisasi nilai-nilai dasar dapat dilakukan dengan baik, maka perlu dibuat
perencanaan/rancangan untuk mengaktualisasikan kelima nilai dasar.

1.2 T ujuan

Sebagai pelayan masyarakat, penulis memiliki fungsi akuntabilitas untuk melayani


masyarakat dengan baik dan maksimal, dan memiliki nilai dasar Nasionalsme dalam
melaksanakan tugasnya. Aparatur Sipil Negara harus dapat menerapkan nilai-nilai Etika Publik
karena ASN menjadi contoh bagi masyarakat. ASN juga harus mengedepankan Komitmen Mutu
untuk menjaga kualitas pelayanan bagi masyarakat dan memiliki integritas yang tinggi untuk
menjadi pribadi yang Anti Korupsi berlandaskan Spiritual Accountability.

1.3 Lokus Kegiatan


Rencana kegiatan aktualisasi ini akan dilaksanakan di UPT Kesmas Payangan mulai
tanggal 29 April 2016 sampai 18 Mei 2016, yang merupakan tempat penulis bertugas sebagai
dokter umum di poliklinik.

2
RANCANGAN AKTUALISASI
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 NILAI-NILAI DASAR PROFESI ASN


Berdasarkan dari kelima nilainilai dasar ANEKA, yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme,
Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti korupsi yang harus ditanamkan kepada setiap ASN maka
perlu diketahui indikator-indikator dari kelima nilai-nilai tersebut yaitu:

A. Akuntabilitas
Akuntabilitas adalah kata yang seringkali di dengar tetapi tidak mudah dipahami.
Akuntabilitas sering disamakan dengan responsibilitas atau tanggung jawab. Namun pada
dasarnya, kedua konsep tersebut memiliki arti berbeda. Responsibilitas adalah kewajiban untuk
bertanggung jawab, sedangkan akuntabilitas adalah kewajiban pertanggungjawaban yang harus
dicapai.
Aspek-aspek akuntabilitas mencakup beberapa hal yaitu akuntabilitas adalah sebuah
hubungan, akuntabilitas berorientasi pada hasil, akuntabilitas membutuhkan adanya laporan,
akuntabilitas memerlukan konsekuensi, serta akuntabilitas memperbaiki kinerja. Akuntabilitas
juga memiliki 5 tingkatan yang berbeda yaitu akuntabilitas personal, akuntabilitas individu,
akuntabilitas kelompok, akuntabilitas organisasi dann akuntabilitas stakeholder.
PNS yang akuntabel adalah PNS yang mampu mengambil pilihan yang tepat ketika terjadi
konflik kepentingan, tidak terlibat dalam politik praktis, melayani warga secara adil dan
konsisten dalam menjalankan tugas dan fungsinya..

B. Nasionalisme
Nasionalisme merupakan pandangan tentang rasa cinta yang wajar terhadap bangsa dan
negara, dan sekaligus menghormati bangsa lain. Nasionalisme sangat penting dimiliki oleh setiap
pegawai ASN. Diharapkan dengan nasionalisme yang kuat, maka setiap pegawai ASN memiliki
orientasi berpikir mementingkan kepentingan publik, bangsa dan negara.
Nasionalisme Pancasila adalah pandangan atau paham kecintaan manusia Indonesia
terhadap bangsa dan tanah airnya yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila. Sebagai pelaksana
kebijakan publik tentu setiap pegawai ASN harus memiliki nilai-nilai kepublikan, berorientasi

3
RANCANGAN AKTUALISASI
pada kepentingan publik dan senantiasa menempatkan kepentingan publik, bangsa dan negara di
atas kepentingan lainnya. Sebagai pelayan publik, setiap pegawai ASN senantiasa bersikap adil
dan tidak diskriminatif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sebagai perekat dan
pemersatu bangsa, setiap pegawai ASN harus memiliki jiwa nasionalisme yang kuat, memiliki
kesadaran sebagai penjaga kedaulatan negara, menjadi pemersatu bangsa mengupayakan situasi
damai di seluruh wilayah Indonesia, dan menjaga keutuhan NKRI.
Adapun indikator nasionalisme yang harus dimiliki pegawai ASN adalah
1. Memahami peranan Pancasila dalam menumbuhkan nasionalisme ASN
2. Memahami fungsi dan peran ASN sebagai pembuat dan pelaksana kebijakan publik
3. Memahami peran ASN sebagai pelayan publik
4. Memahami fungsi ASN sebagai pemersatu bangsa

C. Etika Publik
Etika Publik adalah refleksi tentang standar/norma yang menentukan baik/buruk, benar/salah
perilaku, tindakan dan keputusan untuk mengarahkan kebijkan publik dalam rangka menjalankan
tanggung jawab pelayanan publik. Etika merupakan sistem penilaian perilaku serta keyakinan
untuk menentukan perbuatan yang pantas guna menjamin adanya perlindungan hak-hak individu,
mencakup cara-cara dalam pengambilan keputusan untuk membantu membedakan hal-hal yang
baik dan yang buruk serta mengarahkan apa yang seharusnya dilakukan sesuai nilai-nilai yang
dianut. Kode etik adalah aturan-aturan yang mengatur tingkah laku dalam suatu kelompok
khusus, sudut pandangnya hanya ditujukan pada hal-hal prinsip dalam bentuk ketentuan-
ketentuan tertulis.
Pada prinsipnya terdapat 3 (tiga) dimensi etika publik yaitu dimensi tujuan, tindakan dan
modalitas. Dimensi tujuan merujuk pada pelayanan publik yang relevan dan berkualitas, dimensi
tindakan merujuk pada integritas publik dan dimensi modalitas terdiri dari unsur-unsur
akuntabilitas, transparansi dan netralitas.
Nilai-nilai dasar etika publik sebagaimana tercantum dalam Undang-undang ASN, yakni
sebagai berikut:
1. Memegang teguh nilai-nilai dalam ideologi Negara Pancasila
2. Setia dan mempertahankan Undang-undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia
1945

4
RANCANGAN AKTUALISASI
3. Menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak
4. Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian
5. Menciptakan lingkungan kerja yang non diskriminatif
6. Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika luhur
7. Mempertanggung jawabkan tindakan dan kinerjanya kepada publik
8. Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan program pemerintah
9. Memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap, cepat, tepat, akurat, berdaya guna,
berhasil guna, dan santun
10. Mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi
11. Menghargai komunikasi, konsultasi, dan kerjasama
12. Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja pegawai
13. Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan
14. Meningkatkan efektivitas sistem pemerintahan yang demokratis sebagai perangkat sistem
karir.

D. Komitmen Mutu
Kinerja aparatur dalam memberikan layanan publik yang bermutu harus berlandaskan
prinsip efektivitas, efisiensi dan inovasi. Richard L. Daft dalam Tita Maria Kanita (2010:8)
mendefinisikan efektivitas organisasi berarti sejauh mana organisasi dapat mencapai tujuan yang
ditetapkan, atau berhasil mencapai apapun yang coba dikerjakan. Efektivitas organisasi berarti
memberikan barang atau jasa yang dihargai oleh pelanggan. Sedangkan efisiensi organisasi
adalah jumlah sumber daya yang digunakan untuk mencapai tujuan organisasional. Efisiensi
organisasi ditentukan oleh berapa banyak bahan baku, uang dan manusia yang dibutuhkan untuk
menghasilkan jumlah keluaran tertentu. Efisiensi dapat dihitung sebagai jumlah sumber daya
yang digunakan untuk menghasilkan barang atau jasa. Komitmen mutu mengacu kepada ukuran
baik buruk yang dipersepsikan oleh individu terhadap nilai suatu produk atau jasa.
Dalam penyelenggaraan pemerintahan, mutu sering dikaitkan dengan pelayanan kepada
masyarakat. Adapun indikator komitmen mutu dapat dijabarkan sebagai berikut:
1. Mampu memahami tindakan yang menghargai efektivitas, efisiensi, inovasi dan kinerja
berorientasi mutu dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik

5
RANCANGAN AKTUALISASI
2. Menunjukkan sikap perilaku kinerja kreatif dan inovatif yang berorientasi mutu dalam
penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.

E. Anti Korupsi
Korupsi berasal dari bahasa Latin corruptio yang berarti kerusakan, kebobrokan dan
kebusukan. Selaras dengan kata asalnya, korupsi sering dikatakan sebagai kejahatan yang luar
biasa, salah satu alasannya adalah karena dampaknya yang luar biasa menyebabkan kerusakan
yang tidak hanya terjadi dalam kurun waktu pendek, namun dapat berdampak secara jangka
panjang.
KPK bersama dengan para pakar telah melakukan identifikasi nilai-nilai dasar anti korupsi,
dan dihasilkan sebanyak sembilan nilai anti korupsi sebagai berikut: 1) jujur, 2) peduli, 3)
mandiri, 4) disiplin, 5) tanggung jawab, 6) kerja keras, 7) sederhana, 8) berani, 9) adil.
Adapun indikator anti korupsi adalah:
1. Menyadari dampak perilaku dan tindak pidana korupsi bagi kehidupan diri pribadi, keluarga,
masyarakat dan bangsa
2. Mampu menghindari perilaku tindak pidana korupsi
3. Membangun sistem integritas untuk mencegah terjadinya korupsi di lingkungannya
4. Mengaktualisasikan nilai dasar anti korupsi bagi kehidupan diri pribadi, keluarga,
masyarakat dan bangsa.

2.2 Deskripsi Tempat Tugas


Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan
kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang
optimal. Keberhasilan pembangunan kesehatan sangat menentukan kualitas sumber daya
manusia yang sangat berperan dalam pembangunan nasional.
Untuk mewujudkan pembangunan kesehatan tersebut maka UPT Kesmas Payangan
memiliki tolak ukur kegiatan yang dijabarkan ke dalam visi dan misi.

A. Visi UPT Kesmas Payangan


Adapun Visi dari UPT Kesmas Payangan adalah Terdepan dalam pelayanan menuju
terwujudnya masyarakat Kecamatan Payangan Sehat berdasarkan Tri Hita Karana.

6
RANCANGAN AKTUALISASI
Gambaran keadaan masyarakat yang ingin dicapai pembangunan kesehatan adalah
masyarakat yang individunya hidup dalam :
- Lingkungan bersih dan sehat.
- Berprilaku hidup bersih dan sehat.
- Memiliki kemampuan menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata.
- Memiliki derajat kesehatan yang setinggi - tingginya.
Keadaan masyarakat seperti tersebut diatas merupakan visi kesehatan dan dinyatakan
dalam moto Indonesia Sehat 2010 dan Bali Sehat 2005 . Dalam Bali Sehat 2005 Lingkungan
yang diharapkan adalah lingkungan yang kondusif bagi terwujudnya keadaan sehat yaitu
Lingkungan yang bebas dari polusi, tersedianya air bersih,sanitasi perencanaan kawasan yang
berwawasan kesehatan, serta terwujudnyakehidupan masyarakat yang saling tolong - menolong
dengan memelihara nilai nilai budaya bangsa. Prilaku masyarakat Bali Sehat 2005 yang
meningkatkan kesehatan, mencegah risiko terjadinyapenyakit serta partisipasi aktif dalam
gerakan kesehatan masyarakat.
Kemampuan masyarakat yang bermutu tanpa hambatan sangat menunjang dan
pelaksanaan program ini. Pelayanan kesehatan yang bermutu dimaksudkan disini adalah
pelaksanaan kesehatan yang diselenggarakan sesuai dengan standar dan etika pelayanan profesi.
Diharapkan dengan terwujudnya linggkungan dan prilaku hidup sehat serta meningkatnya
kemampuan masyarakat menjangkau pelayanan kesehatan maka derajat kesehatan individu,
keluarga dan masyarakat akan dapat ditingkatkan secara optimal.

B. Misi UPT Kesmas Payangan


a. Melaksanakan dan meningkatkan pelayanan kesehatan perorangan,keluarga dan
masyarakat beserta lingkungan secara paripurna.
b. Menggerakkan dan mendorong peran serta masyarakat
c. menuju kemandirian hidup sehat.
d. Memelihara dan meningkatkan mutu keterjangkauan pelayanan kesehatan.
e. Meningkatkan managemen dan pembinaan tenaga kesehatan profesional dengan
memanfaatkan teknologi tepat guna.

7
RANCANGAN AKTUALISASI
C. Tugas dan Fungsi Puskesmas

Puskesmas adalah suatu kesatuan organisasi kesehatan fungsional yang merupakan pusat
pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina peran serta masyarakat disamping
memberikan pelayanan secara meneyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerja
dalam bentuk kegiatan pokok. Puskesmas mempunyai wewenang dan tanggung jawab atas
pemeliharaan kesehatan masyarakat dalam wilayah kerja .
Kegiatan pokok Puskesmas dilaksanakan disesuaikan dengan kemampuan dan fasilitas
yang berbeda beda. Namun demikian kegiatan pokok Puskesmas yang terdiri dari 6 kegiatan
pokok :
1 Kesehatan ibu dan anak KB.
2 Usaha peningkatan Gizi.
3 Kesehatan Lingkungan.
4 Pemberantasan dan Pencegahan Penyakit Menular.
5 Pengobatan.
6 Penyuluhan Kesehatan Masyarakat (Promosi Kesehatan )
Melihat definisi dan tugas pokok Puskesmas, maka fungsi Puskesmas Payangan Kabupaten
Gianyaradalah :
1 Sebagai pusat pembangunan kesehatan masyarakat .
2 Membina peran serta masyarakat dalam rangka meningkatkan kemampuan untuk hidup
sehat.
3 Memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat.
Kedudukan Puskesmas Payangan dapat dilihat dari dua segi yaitu :
1 Kedudukan secara administratif.
Puskesmas Payangan di Kabupaten Gianyar, merupakan perangkat daerahdanbertanggungjawab
langsung baik teknis maupun administratif kepada Bupati Gianyar melalui Kepala Dinas
Kesehatan Kabupaten Gianyar.
2 Kedudukan dalam hirarki Pelayanan Kesehatan.
Sesuai dengan Sistem Kesehatan Nasional (SKN) maka PuskesmasPayangan berkedudukan pada
tingkat pelayanan kesehatan pertama, struktur organisasi dan tata kerja Puskesmas . Berdasarkan
keputusan Bupati Nomor : 17 Tahun 2005 sebagai berikut :

8
RANCANGAN AKTUALISASI
D. Motto UPT Kesmas Payangan
UPT Kes Mas Payangan untuk tahun 2015 mempunyai Motto :
PASTI
Peduli, Akurat, Sejuk, Transparan, Inovatif.

9
RANCANGAN AKTUALISASI
STRUKTUR ORGANISASI UPT KESMAS
KEPALA UPT KES MAS
PAYANGAN PAYANGAN KABUPATEN GIANYAR

E. Struktur Organisasi
KEPALA SUB BAG
TATA USAHA

KOORDINATOR UPAYA KOORDINATOR UPAYA KOORDINATOR UPAYA KOORDINATOR

KESEHATAN WAJIB KESEHATAN KESEHATAN JEJARING PELAYANAN


PENGEMBANGAN PENUNJANG

1. PROMOSI KESEHATAN 1. UKS 1. LABORATORIUM


2. PENGOBATAN 2. KES. KHUSUS 2. SP2TP
3. KES. LINGKUNGAN 3. PERKESMAS 3. FARMASI
4. KIA DAN KB 4. GIGI MULUT
5. GIZI 5. RAWAT INAP
6. P2M

10
RANCANGAN AKTUALISASI
F. Data Dasar Keadaan Umum UPT Kesmas Payangan

Puskesmas Payangan didirikan tahun 1976 adalah Puskesmas yang berada di wilayah
Kecamatan Payangan dengan luas wilayah kerja adalah 75,88 Km2 yang meliputi 9 Desa dan 59
Dusun yaitu :
1. Desa Melinggih Kelod : 6 Dusun.
2. Desa Melinggih : 5 Dusun.
3. Desa Kelusa : 6 Dusun.
4. Desa Bukian : 11 Dusun.
5. Desa Puhu : 7 Dusun.
6. Desa Kerta : 8 Duaun.
7.Desa Buahan : 5 Dusun.
8. Desa Buahan Kaja : 8 Dusun.
9. Desa Beresela : 3 Dusun.
Dimana jarak Puskesmas ke Kabupaten Gianyar adalah 25 Km. Transportasi cukup.
Semua Desa dan Dusun bisa dilalui roda empat dengan waktu tempuh dari desa desa ke
Puskesmas rata rata 20 menit .
Batas batas wilayah kerja Puskesmas adalah :
~ Sebelah utara : Kabupaten Bangli.
~ Sebelah selatan : Kecamatan Ubud.
~ Sebelah Timur : Kecamatan Tegallalang.
~ Sebelah Barat : Kabupaten Badung.
Jumlah penduduk di wilayah kerja Puskesmas Payangan berjumlah 42.898 jiwa, dan
peserta Jamkesmas 18. 753 jiwa,
Sumber Daya
a Tenaga Kesehatan di UPT Kesmas Payangan :
~ Dokter umum : 8 orang
~ Doter gigi : 4 orang
~ Apoteker : 1 orang
~ TU : 1 orang.
~ Kesmas S1 : 1 orang.
~ Gizi : 3 orang.

11
RANCANGAN AKTUALISASI
~ Bidan : 20 orang.
~ Bidan di Desa/Poskesdes : 12 orang.
~ Perawat : 18 orang.
~ Perawat Gigi : 1 orang.
~ Sanitarian : 4 orang.
~ Asisten Apoteker : 1 orang
~ Analis Kesehatan : 2 orang.
~ Fisiotherapi : 1 orang.
~ Pekarya : 5 orang.
~ Sopir : 3 orang.
~ Keuangan : -orang.
~ SMA : 3 orang.
~ Tenaga Harian : 2 orang
~ Tenaga Komputer : 1 orang

b. Sarana Kesehatan yang terdiri dari :


1. Sarana Pemerintah
~ Puskesmas Induk : 1 Unit
~ Rawat Inap : 1 Unit
~ Puskesmas Pembantu : 8 unit
~Polindes : 1 Unit
~ Poskesdes : 2 Unit
~ Puskesmas Keliling : 2 unit

2. Sarana Swasta
~ Dokter Praktek Swasta : 13 Orang.
~ Bidan Praktek Swasta : 16 Orang.

3. Peran serta masyarakat


~ Posyandu : 60 Posyandu.
~ Kader Posyandu : 300 Orang.

12
RANCANGAN AKTUALISASI
2.3 Tugas Pokok / Penugasan Atasan
Adapun tugas-tugas pokok jabatan selaku dokter umum di Puskesmas Kubu II, yang sesuai
dengan Sasaran Kerja Pegawai (SKP) adalah sebagai berikut:
1. Melakukan pelayanan medik umum rawat jalan tingkat pertama
2. Melakukan tindakan khusus tingkat sederhana oleh dokter umum
3. Melakukan tindakan khusus tingkat sedang oleh dokter umum
4. Melakulan tindakan darurat medik / pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) tingkat
sederhana
5. Melakukan pemulihan mental tingkat sederhana
6. Melakukan pemulihan fisik tingkat sederhana
7. Melakukan pemeliharaan kesehatan ibu
8. Melakukan pemeliharaan kesehatan bayi dan balita
9. Melakukan pemeliharaan kesehatan anak
10. Melakukan pelayanan pemasangan IUD
11. Melakukan pelayanan imunisasi
12. Melakukan pelayanan gizi
13. Melakukan penyuluhan medik
14. Melakukan pencatatan medik rawat jalan
15. Melayani atau menerima konsultasi dari luar atau keluar
16. Melayani atau menerima konsultasi dari dalam
17. Menguji kesehatan individu
18. Melakukan visum et repertum tingkat sederhana
19. Melakukan kaderisasi masyarakat dalam bidang kesehatan tingkat sederhana

2.4 Kendala yang Mungkin Timbul Saat Kegiatan dan Pemecahan


a Kurangnya partisipasi pegawai UPT kesmas Payangan saat dilakukan acara kegiatan
pelatihan tanggap bencana. Pemecahan meningkatkan kerjasama dengan pimpinan dan
pegawai terkait dalam pelaksanaan tersebut
b Dokumentasi yang kurang baik. Pemecahan mempersiapkan alat-alat yang akan digunakan
untuk dokumentasi dengan lebih cermat,

13
RANCANGAN AKTUALISASI
BAB III
RANCANGAN AKTUALISASI

3.1 Jadwal Kegiatan

Mei
April
No Rencana Kegiatan
14 15 16 17 18 1
29 30 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
9
Pelayanan medik umum rawat jalan di
1
poli umum
2 Perawatan luka
Pemberian KIE yang baik untuk
3
pasien
Pencatatan rekam medik rawat jalan
4
di poli umum
Pelayanan konsultasi pasien TBC dari
5
pemegang program TBC
6 Pelatihan Tim Tanggap Bencana
7 Melakukan pelayanan imunisasi

Hari Minggu/Libur nasional


Rencana pelaksanaan kegiatan
Bimbingan couch

14
RANCANGAN AKTUALISASI
3.2 Keterkaitan Nilai-Nilai Dasar Profesi ANS dengan Kegiatan
Kontribusi
N terhadap
Kegiatan Tahapan Kegiatan Output Nilai-Nilai
o Visi Misi
Organisasi
1 2 3 4 5 6
1 Rencana 1. Memanggil pasien , 1. Rekam Medis 1. Akuntabilitas Meningkatkan
Pelayanan menyapa dan 2. Resep Pada anamnesis, pemeriksaan fisik, pelayanan
mempersilahkan pasien 3. Pasien terlayani
medik mendiagnosis dan menterapi, terdapat kesehatan yang
duduk dengan baik
umum 2. Melakukan anamnesis hubungan antara dokter dan pasien, efektif dan
rawat jalan 3. Melakukan pemeriksaan dimana dokter bertanggung jawab atas efesien sesuai
di poli fisik segala tindakan medis yang dilakukan, dengan standar
4. Menyimpulkan diagnosis
umum sehingga dokter bisa selalu bekerja kesehatan
dan memberi terapi yang
sesui dengan berorientasi pada hasil yang
5. Menulis hasil anamnesis, cepat, tepat dan berkualitas.
pemeriksaan fisik,
diagnosis dan terapi di
2. Nasionalisme
rekam medis
6. Menulis resep Dalam melayani pasien, dokter
7. Memberikan resep obat senantiasa adil dan tidak diskriminatif.
8. Mempersilahkan pasien
mengambil obat
3. Etika Publik
9. Memberi salam
Dokter berempati terhadap keadaan
pasien, sehingga dokter bisa lebih
peduli dengan yang dirasakan pasien.
Dokter mengkomunikasikan segala
sesuatu yang berhubungan dengan
pelayanan medis pasien dengan sopan,

15
RANCANGAN AKTUALISASI
Kontribusi
N terhadap
Kegiatan Tahapan Kegiatan Output Nilai-Nilai
o Visi Misi
Organisasi
saling menghormati, transparan.

4. Komitmen Mutu
Dengan pencatatan yang lengkap dan
baik pada rekam medis, maka pelayanan
kepada pasien menjadi efektif dan
efisien.

5. Anti Korupsi
Dokter meresepkan obat yang rasional dan
menggunakan obat yang tersedia di apotik
puskesmas
2 Rencana 1. Menyapa pasien dan 1. Rekam Medis 1. Akuntabilitas Meningkatkan
Perawatan mempersilahkan pasien 2. Resep Pada anamnesis, pemeriksaan fisik, pelayanan
berbaring di bed
Luka mendiagnosis dan menterapi, terdapat kesehatan yang
periksa
2. Melakukan Anamnesis hubungan antara dokter dan pasien, efektif dan
3. Melakukan dimana dokter bertanggung jawab atas efesien sesuai
Pemeriksaan fisik segala tindakan medis yang dilakukan, dengan standar
4. Persiapan tindakan
sehingga dokter bisa selalu bekerja kesehatan
perawatan luka (cuci
tangan, memakai APD, dengan berorientasi pada hasil yang
cek instrumen) cepat, tepat dan berkualitas.
5. Melakukan perawatan
luka
2. Nasionalisme
6. Menulis hasil
16
RANCANGAN AKTUALISASI
Kontribusi
N terhadap
Kegiatan Tahapan Kegiatan Output Nilai-Nilai
o Visi Misi
Organisasi
anamnesis, Dalam melayani pasien, dokter
pemeriksaan fisik, senantiasa adil dan tidak diskriminatif.
diagnosis, tindakan dan
Pasien dalam keadaan luka didahulukan
terapi di rekam medis
7. Memberikan resep obat dari pada pasien rawat jalan.
8. Memberi salam 3. Etika Publik
Dokter berempati terhadap keadaan
pasien, sehingga dokter bisa lebih
peduli dengan yang dirasakan pasien.
Dokter mengkomunikasikan segala
sesuatu yang berhubungan dengan
pelayanan medis pasien dengan sopan,
saling menghormati, transparan.
4. Komitmen Mutu
Dengan tindakan medis yang
berdasarkan SOP serta pencatatan yang
lengkap dan baik pada rekam medis,
maka pelayanan kepada pasien menjadi
efektif dan efisien.
5. Anti Korupsi
Dokter meresepkan obat dan alat
kesehatan yang rasional dan
menggunakan obat dan alat kesehatan
yang tersedia di apotik puskesmas.

17
RANCANGAN AKTUALISASI
Kontribusi
N terhadap
Kegiatan Tahapan Kegiatan Output Nilai-Nilai
o Visi Misi
Organisasi
Tidak memungut pembayaran diluar
karcis.

3 Rencana 1. Tanyakan Pengetahuan Rekam medis 1. Akuntabilitas Meningkatkan


Pemberian pasien mengenai Dimana dokter bertanggung jawab pelayanan
penyakitnya tentang segala informasi yang
KIE yang kesehatan yang
2. Memberikan informasi diberikan secara tepat dan
baik untuk pasien mengenai efektif dan
berkualitas.
pasien penyakitnya dalam jumlah efesien sesuai
informasi yang tepat 2. Nasionalisme dengan standar
dengan menggunakan Menggunakan bahasa yang mudah
bahasa yang sederhana dan kesehatan
dimengerti dan jelas.
mudah dimengerti
3. Mengecek apakah pasien 3. Etika Publik
mengerti tentang informasi Mengkomunikasikan dengan sopan.
yang telah diberikan
4. Memberi saran tentang 4. Komitmen mutu
perawatan luka yang bisa Dengan KIE yang jelas dan
dilakukan sendiri dirumah, dimengerti akan meningkatkan
menghindari resiko yang
efektivitas pengobatan
bisa menyebabkan
terjadinya infeksi, 5. Antikorupsi
meberikan informasi Menjelaskan mengenai penyakit
makanan yang dapat denagn tidak terburu-buru. Tidak
mempercepat memungut biaya tambahan
penyembuhan luka seperti
putih telor.
5. Menanyakan apakah pasien

18
RANCANGAN AKTUALISASI
Kontribusi
N terhadap
Kegiatan Tahapan Kegiatan Output Nilai-Nilai
o Visi Misi
Organisasi
sudah mengerti tentang apa
yang kita paparkan
6. Meningatkan pasien datang
kembali untuk kontrol
4 Rencana 1. Menerima rekam medis Rekam medis 1. Akuntabilitas Meningkatkan
Pencatatan pasien. Menulis hasil anamnesis, pemeriksaan, pelayanan
2. Mencocokkan rekam medis
rekam diagnosis, dan terapi pasien dengan kesehatan yang
dengan identitas pasien.
medik 3. Menulis hasil anamnesis, jelas, jujur, dan bertanggung jawab. efektif dan
rawat jalan pemeriksaan fisik, efesien sesuai
diagnosis, tindakan dan 2. Nasionalisme
di poli dengan standar
terapi di rekam medis. Menulis rekam medis menggunakan
umum kesehatan
4. Menulis tanda tangan dan bahasa yang jelas dan mudah di
nama di akhir penulisan
mengerti
rekam medis.
5. Mengembalikan rekam 3. Komitmen Mutu
medis pasien Dengan pencatatan yang lengkap dan
baik pada rekam medis, maka pelayanan
kepada pasien menjadi efektif dan
efisien.
4. Etika Publik
Tidak memberitahu isi rekam medis ke
orang lain

5. Anti Korupsi
Menulis dengan jujur

19
RANCANGAN AKTUALISASI
Kontribusi
N terhadap
Kegiatan Tahapan Kegiatan Output Nilai-Nilai
o Visi Misi
Organisasi
5 Rencana 1. Menerima konsultasi dari 1. Rekam 1. Akuntabilitas Meningkatkan
pelayanan pemegang program TBC Medis Pada saat menerima konsultasi terdapat pelayanan
konsultasi 2. Salam dan mempersilakan 1. Resep hubungan antara dokter dan pemegang kesehatan yang
pasien TBC pasien duduk 2. Form TBC program dimana dokter bertanggung efektif dan
dari 3. Melakukan anamnesis jawab pada hasil konsultasi tersebut. efesien sesuai
pemegang 4. Melakukan pemeriksaan Terdapat juga hubungan antara dokter dengan standar
program fisik dan pasien sehingga dokter bisa selalu kesehatan
TBC 5. Menyimpulkan diagnosis bekerja dengan berorientasi pada hasil
dan terapi yang sesuai yang cepat, tepat dan berkualitas.
dengan algoritma diagnosa 2. Nasionalisme
TBC Dalam melayani pasien, dokter
6. Melakukan informed senantiasa adil dan tidak diskriminatif.
consent / persetujuan 3. Etika Publik
tindakan medis dan Dokter menerima konsultasi dengan
menulis hasil inform sopan, saling menghormati, transparan.
consent 4. Komitmen Mutu
7. Menulis hasil anamnesis, Dengan adanya konsultasi, tindakan
pemeriksaan fisik, medis sesuai SOP, serta pencatatan
diagnosis, dan terapi di yang lengkap dan baik, maka pelayanan
rekam medis pasien menjadi efektif dan efisien
8. Mengisi form TBC
9. Memberikan resep obat 5. Anti Korupsi
10. Merujuk balik pasien Dokter meresepkan obat yang rasional

20
RANCANGAN AKTUALISASI
Kontribusi
N terhadap
Kegiatan Tahapan Kegiatan Output Nilai-Nilai
o Visi Misi
Organisasi
kepada pemegang program dan menggunakan obat yang tersedia di
TBC apotik puskesmas. Tidak memungut
11. Memberi salam pembayaran diluar karcis.
6 Rencana 1. Meminta ijin kepada 1. Daftar hadir 1. Akuntabilitas Menyelenggarak
Pelatihan kepala UPT Kesmas pegawai Terbangun hubungan antara dokter an sistem
2. Koordinasi dengan 2. Peningkatan dan kepala puskesmas
tanggap informasi
pegawai puskesmas ilmu & skill
Bencana (perawat, bidan, driver, 2. Nasionalisme kesehatan yang
pegawai
adminitrasi). Tidak membeda-bedakan dalam bermutu
3. Menyiapkan materi dan memberikan pelatihan
alat peraga yang
digunakan dalam 3. Komitmen Mutu
pelatihan seperti Dengan menggunakan alat peraga,
bandage, spalk, collar pelatihan akan menjadi lebih efisien
brace yang akan dan efektif
menunjang dalam
praktek. 4. Etika Publik
4. Menyapa dengan sopan Menggunakan bahasa yang sopan
peserta tim tanggap
bencana. 5. Anti Korupsi
5. Memberi pelatihan Tidak memungut biaya kepada pesarta
dengan praktek pelatihan
langsung dengan alat
yang telah disiapkan.
6. Memberi kesempatan
kepada para peserta
untuk mempraktekan
materi atau peragaan

21
RANCANGAN AKTUALISASI
Kontribusi
N terhadap
Kegiatan Tahapan Kegiatan Output Nilai-Nilai
o Visi Misi
Organisasi
yang telah diterima.
7. Mengevaluasi kegiatan
dan melaporkan hasil
kepada kepala
Puskesmas

7 Rencana 1. Menyapa dan 1. 1. Akuntabilitas Meningkatkan


pelayanan mempersilakan R pelayanan
imunisasi + keluarga pasien duduk Pada anamnesis, pemeriksaan fisik, kesehatan yang
Penayangan 2. Melakukan inform mendiagnosis dan menterapi, terdapat efektif dan
KIA
video Pijat consent persetujuan hubungan antara dokter dan pasien, efesien sesuai
bayi tindakan medis dan dengan standar
dimana dokter bertanggung jawab atas
menulis hasil inform kesehatan
segala tindakan medis yang dilakukan,
consent
3. Menayangkan video sehingga dokter bisa selalu bekerja
terapi pijat bayi dengan berorientasi pada hasil yang
diruang tunggu cepat, tepat dan berkualitas.
4. Persiapan imunisasi
5. Melakukan tindakan
2. Nasionalisme
imunisasi
6. Menulis hasil
Dalam melayani pasien, dokter

22
RANCANGAN AKTUALISASI
Kontribusi
N terhadap
Kegiatan Tahapan Kegiatan Output Nilai-Nilai
o Visi Misi
Organisasi
anamnesis, senantiasa adil dan tidak diskriminatif.
pemeriksaan fisik, 3. Etika Publik
diagnosis, tindakan dan
terapi di rekam medis Dokter mengkomunikasikan segala
7. Menulis jadwal sesuatu yang berhubungan dengan
imunisasi di buku KIA
pelayanan medis pasien dengan sopan,
8. Melakukan KIE
saling menghormati, transparan.
9. Memberikan resep obat
4. Komitmen Mutu

Dengan tindakan medis yang


berdasarkan SOP serta pencatatan yang
lengkap dan baik pada rekam medis dan
buku KIA, maka pelayanan kepada
pasien menjadi efektif, efisien dan
inovasi
5. Anti Korupsi

Dokter meresepkan obat yang rasional


dan menggunakan obat yang tersedia di
apotik puskesmas. Tidak memungut
pembayaran diluar karcis.

23
RANCANGAN AKTUALISASI
24
RANCANGAN AKTUALISASI
BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Demikianlah rancangan aktualisasi yang berisi rancangan kegiatan yang akan dilakukan di
instansi tempat kerja penulis dan dapat digunakan dalam mengaktualisasikan nilai-nilai dasar
ANEKA, yaitu akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, dan anti korupsi.
Rancangan aktualisasi ini diharapkan mampu meningkatkan kinerja penulis dalam menjalankan
tugas dan fungsinya di instansi tempat bekerja.

25
RANCANGAN AKTUALISASI
Daftar Pustaka

Lembaga Administrasi Negara-Republik Indonesia.2015.Akuntabilitas:Modul Pendidikan dan


Pelatihan Prajabatan Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan III.

Lembaga Administrasi Negara-Republik Indonesia.2015.Nasionalisme:Modul Pendidikan dan


Pelatihan Prajabatan Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan III.

Lembaga Administrasi Negara-Republik Indonesia.2015.Etika Publik:Modul Pendidikan dan


Pelatihan Prajabatan Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan III.

Lembaga Administrasi Negara-Republik Indonesia.2015.Komitmen Mutu:Modul Pendidikan dan


Pelatihan Prajabatan Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan III.

Lembaga Administrasi Negara-Republik Indonesia.2015.Anti Korupsi:Modul Pendidikan dan


Pelatihan Prajabatan Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan III.

26
RANCANGAN AKTUALISASI