Anda di halaman 1dari 9

Pengertian profesi

Secara spesifik Profesi dapat dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu :


1. Menurut kemampuannya (fisik dan intelektual),
2. Kelangsungan (sementara atau terus menerus),
3. Ruang lingkupnya (umum dan khusus),
4. Tujuannya (memperoleh pendapatan atau tidak memperoleh pendapatan).
Adapun pengertian profesi itu sendiri adalah pekerjaan tetap seseorang dalam bidang tertentu berdasarkan keahlian khusus yang
dilakukan secara bertanggung jawab dengan tujuan memperoleh penghasilan.
Nilai moral suatu profesi :
- Berani berbuat untuk tuntutan Profesi
- Menyadari kewajiban yang harus dipenuhi
- Idealisme sebagai perwujudan makna misi organisasi profesi
Pengertian profesional
Adapun pengertian profesional itu sendiri yaitu pekerja yang menjalankan profesi. Setiap profesional berpegang pada nilai moral yang
mengarahkan dan mendasari nilai luhur. Dalam melakukan tugasnya profesional haruslah objektif, dengan kata lain bebas dari rasa malu,
sentimen, benci, sikap malas, dan enggan bertindak.
Yang dimaksud kelompok profesional yaitu seuatu kelompok yang berkemahiran yang diperoleh melaui proses pendidikan dan pelatihan yang
berkualitas dan berstandart tinggi yang dalam menerapkan semua keahlian dan kemahirannya yang tinggi itu hanya dapat dikontrol dan dinilai
oleh rekan sesama profesi itu sendiri.
Seorang profesional memiliki tiga watak, yaitu antaranya :
1. Pekerjaan yang dilakukan seorang profesional itu semata mata untuk merealisasikan kebajikan demi tegaknya kehormatan profesi yang
digeluti.
2. Seorang profesional menjalankan pekerjaannya harus dilandasi oleh kemahiran teknis yang berkualitas tinggi.
3. Kerja seorang profesional diukur dengan kualitas teknis dan kualitas moral dan harus menundukan diri pada sebuah kode etik yang
dikembangkan dan disepakati.
Pengertian profesionalisme
Yang dimaksud dengan profesionalisme adalah suatu paham yang mencitakan dilakukannya kegiatan-kegiatan kerja tertentu dalam masyarkat,
berbekalkan keahlian yang tinggi dan berdasarkan rasa keterpanggilan serta ikrar untuk menerima panggilan tersebut.
Ada empat perspektif dalam mengukur profesionalisme :
1. Pendekatan berorientasi filosofis, pendekatan lambang profesional, pendekatan sikap Individu.
2. Pendekatan perkembangan bertahap individu (dengan minat bersama) berkumpul, kemudian mengidentifikasikan dan mengadopsi
ilmu, untuk membentuk organisasi profesi, dan membuat kesepakatan persyaratan profesi, serta menentukan kode etik untuk merevisi
persyaratan.
3. Pendekatan berorientasi karakteristik etika sebagai aturan langkah- langkah, pengetahuan yang terorganisasi, keahlian dan kopentensi
khusus, tinggkat pendidikan minimal, sertifikasi keahlian.
4. Pendekatan berorientasi non- tradisional mampu melihat dan merumuskan karakteristik unik dan kebutuhan sebuah profesi.
Adapun syarat profesionalisme yaitu :
1. Dasar ilmu yang dimiliki kuat dalam bidangnya
2. Penguasaan kiat-kiat profesi berdasarkan riset dan praktis
3. Pengembangn kemampuan profesional yang berkesinambungan
Hal- hal yang menyebabkan rendahnya profesionalisme diantaranya:
a) Tidak menekuni profesi tersebut
b) Belum adanya konsep yang jelas terhadap etika profesi IT
c) Belum adanya organisasi yang menangani para profesional dibidang yang bersangkutan
Secara umum pekerjaan bidang IT terbagi menjadi empat kelompok yaitu,
1. Bergelut bidang software (sistem analis, programmer, dll)
2. Bergelut dengan hardware (technical engineer dan networking engineer, dll)
3. Bergelut dengan operational sistem informasi (operator, system administration, dll)
4. Bergelut dalam pengembangan bisnis informasi
INSTRUKTUR
Instruktrur IT adalah seseorang yang memiliki kompetensi dan tanggung jawab proses belajar mengajar atau melatih dibidang teknologi
informasi.
Seorang instruktur haruslah mampu menguasai pengetahuan terutama dibidang software dan hardware.
SYSTEM DEVELOPER
System developer merupakan suatu keahlian dibidang pengembangan sistem informasi
System developer ini mencakupi tiga bidang, yaitu:
1. Programmer
2. System Analys
3. project Manager
PROGRAMMER
Programmer adalah seorang pengembang perangkat lunak atau orang yang menulis perangkat lunak komputer.
Programmer dapat juga dikatakan sebagai spesialis area komputer programming atau pada suatu generalist kode.
REAL PROGRAMMER
Real programmer atau hardcore adalah seorang programer yang menjauhkan diri dari hal yang modern atau tidak menggunakan grafical tools
seperti IDE dan lebih condong menggunakan bahasa assembler atau kode mesin , mereka cenderung ke perangkat keras.
SYSTEM ANALYS
Tugas seorang system analist secara umum sebagai berikut :
1. Meneliti kebutuhan management
2. Investigasi, merencanakan merealisasi, menguji sistem perangkat lunak
3. Merencanakan, mengkoordinir dan menjadwalkan investigasi
4. Mengambil bagian didalam perencanaan anggaran pembelian perangkat keras dan lunak
5. Menyediakan pelatihan dan instruksi
6. System analist bertugas melakukan pengumpulan keterangan dari para user serta manajement dalam rangka memperoleh bahan utama
dalam perancangan sistem yang ditugaskan padanya.
PROJECT MANAGER
Yang dimaksud dengan project manager yaitu seseorang yang mempunyai keseluruhan tangung jawab untuk pelaksanaan dan perencanaan dan
mensukseskan segala proyek.
Project manager harus mempunyai keahlian yang mencakup suatu kemampuan untuk menembus suatu pertanyaan, mendeteksi suatu asumsi,
tidak dinyatakan dan tekad konflik hubungan antar pribadi seperti halnya keterampilan manajement yang lebih sistematis.
Ada dua macam sertifikat project manager yaitu:
1. Certified project manager (CPM)
2. project management professional (PMP)
SPESIALISASI
Spesialisasi dalam dunia IT diantaranya :
1. Spesialisasi bidang system operasi dan networking
system engineer
system adminstrator
2. Spesialisasi bidang pengembangan aplikasi dan database
application developer
database administrator
3. Spesialisasi audit dan keamanan sistem informasi
informasi sistem\auditor
informasi security manager
Terdapat 4 Tinjauan Umum, Yakni :
1. Norma
2. Budaya
3. Etika
4. Moral
Norma (dalam ilmu sosiologi) adalah seluruh kaidah dan peraturan yang diterapkan melalui lingkungan sosialnya. Untuk memulihkan ketertiban
dan menciptakan kestabilan, diperlukan sarana pendukung yaitu organisasi masyarakat. Yang dalam pelaksanaanya dilandasi oleh kode etik
tertentu sesuai dengan tujuan dari organisasi tersebut. Aliran aliran yang digunakan untuk menyatakan perbuatan moral itu baik atau buruk
antara lain :
1. Aliran Hedonisme : Perbuatan manusia dikatakan baik apabila menghasilkan kenikmatan/kebahagiaan bagi dirinya sendiri atau orang
lain.
2. Aliran Utilisme : Pebuatan itu baik apabila bermanfaat bagi manusia dan dikatakan buruk apabila menimbulkan mudharat bagi
manusia.
3. Aliran Naturalisme : Perbuatan Manusia dikatakan baik apabila bersifat
alami, tidak merusak alam.
4. Aliran Vitalisme : Perbuatan baik adalah perbuatan yang menambah
daya hidup, perbuatan buruk adalah perbuatanyang mengurangi/merusak daya hidup.
Kata kebudayaan berasal dari bahasa sansekerta yaitu budhayah jamak dari buddhi yang artinya budi atau akal
Kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa dan cipta masyarakat.
UNSUR UNSUR KEBUDAYAAN
Ada beberapa pendapat ahli yang mengemukakan mengenai unsur unsur kebudayaan , antara lain:
a. Alat alat Teknologi
b. Sistem Ekonomi
c. Keluarga
d. Kekuasaan Politik
Pendapat lain menyebutkan 4 unsur pokok, yaitu:
a) Sistem Norma yang memungkinkan kerjasama antara anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
b) Organisasi Ekonomi.
c) Alat alat atau lembaga lembaga pendidikan.
d) Organisasi Politik
Etika berasal dari bahasa Yunani ethos yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat kebiasaan.
Berdasarkan asal usul kata tersebut, maka Etika berarti Ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan.
Etika dapat mengantarkan manusia pada sifat kritis dan rasional. Etika juga memberikan bekal kepada manusia untuk mengambil sikap yang
rasional terhadap semua norma.
Berdasarka Nilai dan Norma yang terkandung didalamnya, etika dikelompokan menjadi 2 yaitu:
a) Etika Deskriptif : Etika yang berbicara tentang fakta (sesuai situasi dan realitas yang ada didalam masyarakat).
b) Etika Normatif : Etika yang memberikan penilaian serta himbauan kepada manusai tentang bagaimana harus bertindak sesuai norma
yang berlaku.
Sanksi yang timbul atas pelanggaran Etika:
a. Sanksi Sosial : Beruap teguran dari masyarakat hingga pengucilan.
b. Sanksi Hukum : Hukum pidana atau perdata
Moral adalah nilai nilai dan norma norma yang menjadi pegangan seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya.
Moralitas adalah system nilai tentang bagaimana kita harus hidup dengan baik sebagai manusia.
Klasifikasi Moralitas dapat dibedakan menjadi 2 macam yaitu:
a) Moralitas Obyektif : Moralitas yang melihat perbuatan sebagaimana adanya.
b) Moralitas Subyektif : Moralitas yang melihat perbuatan yang dipengaruhi
oleh pengetahuan dan perhatian pelakunya.
Dua Kaidah Dasar Moral antara lain:
a. Kaidah sikap baik (Bagiamana kita harus bersikap baik terhadap apa saja).
b. Kaidah keadilan (kesamaan yang masih tetap mempertimbangkan kebutuhan
orang lain.
Prisinp prinsip etika profesi
1. Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pekerjaan dan pencapaian hasilnya.
2. Bertanggung jawab terhadap dampak karya dari profesinya.
3. Menuntut kaum profesional untuk bersikap seadil mungkin dan tidak memihak dalam menjalankan profesinya.
4. Memiliki daerah kerja tertentu dan diberi kebebasan dalam menjalankan profesinya.
Persamaan dan perbedaan etika dan hukum
Persamaan Etika dan Hukum terdapat dalam tujuan sosialnya. Sama-sama menghendaki agar manusia melakukan perbuatan yang baik/benar.
Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa pelanggaran hukum merupakan perbuatan yang tidak etis.
Perbedaannya adalah bahwa Etika itu ditujukan pada sikap batin manusia, dan sanksinya dari kelompok masyarakat profesi itu sendiri.
Sedangkan hukum ditujukan pada sikap lahir manusia, membebani manusia dengan hak dan kewajiban, bersifat memaksa, sanksinya tegas dan
konkret yang dilaksanakan melalui wewenang penguasa/ pemerintah.
Pengertian Kode Etik dalam Profesi Hukum
Kata kode dari bahasa Latin "codex" yang berarti kumpulan. Kode berarti suatu kumpulan peraturan dari, oleh dan untuk suatu kelompok
orang yang bekerja (berprofesi) dalam bidang tertentu.
Kode etik, yaitu norma atau azas yang diterima oleh suatu kelompok tertentu sebagai landasan tingkah laku sehari-hari di masyarakat maupun di
tempat kerja.
Kode Etik Profesi menguraikan peraturan-peraturan dasar perilaku yang dianggap perlu bagi anggota profesinya untuk melaksanakan fungsinya
secara jujur dan menjaga kepercayaan masyarakat. Prinsip-prinsip itu dirumuskan dan suatu aparatur tata tertib mengenakan sanksi atas
pelanggaran yang terjadi.
Dihubungkan dengan etika suatu profesi dapat dikatakan bahwa kode etik mencakup usaha untuk menegakkan dan menjamin etika,
tetapi dimaksudkan pula sebagai alat penopang untuk melakukan kebaikan, misalnya dengan adanya suatu standard profesional. Kode etik
menimba kekuatan dari etika, tetapi juga memperkuatnya. Kode etik yang tertulis dapat menyumbang bagi pertumbuhan etika dan keyakinan
etis bersama. Kode etik menuntut usaha bersama untuk semakin mengerti dan semakin melindungi nilai-nilai manusiawi dan moral profesi.
Jenis-jenis pelanggaran terhadap kode etik bidang IT antara lain adalan sebagai berikut :
1. Hacker dan Cracker
2. Denial Of Service Attack
3. Piracy
4. Fraud
5. Gambling
6. Pornography dan Paedophilia
7. Data Forgery
HACKER DAN CRACKER
Terminologi hacker muncul pada awal tahun 1960an diantara para anggota organisasi mahasiswa Tech ModelRailroad Club di Laboratorium
Kecerdasan Artifisial Massachusetts Institute of Technology ( MIT ). Kelompok mahasiswa tersebut merupakan salah satu perintis
perkembangan tehnologi computer dan mereka berkutat dengan sejumlah computer mainframe.
Kata hacker pertama kalinya muncul dengan arti positif untuk menyebut seorang anggota yang memiliki keahlian dalam bidang computer yang
lebih baik ketimbang yang telah dirancang bersama.
Menurut Mansield, hacker didefinisikan sebagai seorang yang memiliki keinginan untuk melakukan eksplorasi dan penetrasi terhadap sebuah
system operasi dan kode computer pengaman lainya tetapi tidak melakukan tindakan pengrusakan apapun tidak mencuri uang atau informasi.
Sedangkan Cracker adalah sisi gelap dari hacker dan memiliki ketertarikan untuk mencuri informasi , melakukan berbagai macam kerusakan dan
sesekali waktu juga melumpuhkan seluruh system computer.
Penggolongan Hacker dan Cracker :
1. Recreational Hackers, kejahatan yang dilakukan oleh netter tingkat pemula untuk sekedar mencoba kekurang handalan system
sekuritas suatu perusahaan.
2. Crackers/Criminal Minded hackers, pelaku memiliki motifasi untuk mendapat keuntungan financial, sabotase dan pengrusakan data,
type kejahatan ini dapat dilakukan dengan bantuan orang dalam.
3. Political Hackers, aktifis politis (hactivist) melakukan pengrusakan terhadap ratusan situs web untuk mengkampanyekan programnya,
bahkan tidak jarang dipergunakan untuk menempelkan pesan untuk mendiskreditkan lawannya.

DENIEL OF SERVICE ATTACK


Didalam keamanan computer, Denial of Service Attack (DoS Attack) adalah suatu usaha untuk membuat suatu sumber daya computer yang ada
tidak bisa digunakan oleh para pemakai.
Denial of Service Attack mempunyai dua format umum :
1. Memaksa computer korban untuk mereset atau korban tidak bisa lagi menggunakan perangkat komputernya seperti yang
diharapkannya.
2. Menghalangi media komunikasi antara para pemakai dan korba sehingga mereka tidak bisa lagi berkomunikasi.
Denial of Service Attack ditandai oleh suatu usaha eksplisit dengan penyerang untuk mencegah para pemakai memberi bantuan dari penggunaan
jasa tersebut.. Contoh :
a) Mencoba untuk membanjiri suatu jaringan, dengan demikian mencegah lalu lintas jaringan yang ada.
b) Berusaha untuk mengganggu koneksi antara dua mesin., dengan demikian mencegah akses kepada suatu service.
c) Berusaha untuk mencegah individu tertentu dari mengakses suatu service.
d) Berusaha untuk menggangu service kepada suatu orang atau system spesifik.
PIRACY
Piracy adalah pembajakan perangkat lunak (software), Contoh : pembajakan software aplikasi ( Microsoft, lagu MP3,MP4, dll)
Keuntungan : biaya yang harus dikeluarkan user relative murah.
Kerugian : merugikan pemilik hak cipta ( royalti)
Secara moral hal ini merupakan pencurian hak milik orang lain
Solusi : gunakan software aplikasi open source.
Undang undang yang melindungi HAKI : UU no 19 tahun 2002.
Lima macam bentuk pembajakan perangkat lunak :
1. Memasukan perangkat lunak illegal ke harddisk.
2. Softlifting, pemakaian lisensi melebihi kapasitas
3. Penjualan CDROM illegal
4. Penyewaal perangkat lunak illegal
5. Download illegal
Alasan pembajakan perangkat lunak :
1. Lebih murah ketimbang membeli lisensi asli
2. Format digiyal sehingga memudahkan untuk disalin kemedia lain
3. Manusia cenderung mencoba hal baru
4. Undang undang hak cipta belum dilaksanakan dengan tegas
5. Kurangnya kesadaran dari masyarakat untuk menghargai ciptaan orang lain
Fraud
Merupakan kejahatan manipulasi informasi dengan tujuan mengeruk keuntungan yang sebesar besarnya. Biasanya kejahatan yang dilakukan
adalah memanipulasi informasi keuangan.
Sebagai contoh adanya situs lelang fiktif.
Melibatkan berbagai macam aktifitas yang berkaitan dengan kartu kredit.
GAMBLING
Perjudian tidak hanya dilakukan secara konfensional, akan tetapi perjudian sudah marak didunia cyber yang berskala global.
Jenis- jenis online gambling antara lain :
1. Online Casinos, Pada online casinos ini orang dapat bermain rolet, blackjack dll
2. Online Poker, Online poker biasanya menawarkan texas holdem, Omaha dll
3. Mobil gambling, Merupakan perjudian dengan menggunakan wereless device, seperti PDAs, Wereless tabled PCs, berapa casini online
dan poker online menawarkan pilihan mobil. GPRS,GSM data, UMTS, I-Mode adalah semua teknologi lapisan data atas nama
perjudian gesit tergantung , jenis perjudian di Indonesia yaitu SDSB.com, jenis perjudian olah raga terlengkap di Indonesia dan Asia
Tenggara.

Pornography merupakan jenis kejahatan dengan menyajikan bentuk tubuh tanpa busana, erotis, dan kegiatan seksual lainnya dengan tujuan
merusak moral.
Paedophilia merupakan kejahatan penyimpangan seksual yang lebih condong kearah anak anak (child phornography)
DATA FORGERY : Kejahatan ini dilakukan dengan tujuan memalsukan data pada dokumen dokumen penting yang ada di internet.
Dokumen dokumen ini biasanya dimiliki oleh institusi atau lembaga yang memiliki situs berbasis web database. Dokumen tersebut disimpan
sebagai scriptless document dengan menggunakan media internet. Kejadian ini biasanya diajukan untuk cokumen e-commerce.
PENGERTIAN CYBERCRIME
Kejahatan dunia maya (Inggris: cybercrime) adalah istilah yang mengacu kepada aktivitas kejahatan dengan komputer atau jaringan komputer menjadi alat,
sasaran atau tempat terjadinya kejahatan. Termasuk ke dalam kejahatan dunia maya antara lain adalah penipuan lelang secara online, pemalsuan cek, penipuan
kartu kredit/carding, confidence fraud, penipuan identitas, pornografi anak, dll.
Cybercrime sebagai kejahatan di bidang komputer secara umum dapat diartikan sebagai penggunaan komputer secara ilegal.

Kejahatan Komputer adalah segala aktifitas tidak sah yang memanfaatkan komputer untuk tidak pidana . Sekecil apapun dampak atau akibat yang ditimbulkan dari
penggunaan komputer secara tidak sah atau ilegal merupakan suatu kejahatan.
Secara umum dapat disimpulkan sebagai perbuatan atau tindakan yang dilakukan dengan menggunakan komputer sebagai alat/sarana untuk melakukan tindak
pidana atau komputer itu sendiri sebagai objek tindak pidana. Dan dalam arti sempit kejahatan komputer adalah suatu perbuatan melawan hukum yang dilakukan
dengan teknologi komputer yang canggih.

Berdasarkan Jenis Aktivitasnya


1. Unauthorized Access, Terjadi ketika seseorang memasuki atau menyusup ke dalam suatu system jaringan computer secara tidak sah, tanpa izin atau
tanpa sepengetahuan dari pemilik system jaringan computer yang dimasukinya.
2. Ilegal Contents, Merupakan kejahatan yang dilakukan dengan memasukkan data atau informasi ke internet tentang sesuatu hal yang tidak benar, tidak
etis, dan dapat dianggap melanggar hukum atau mengganggu ketertiban umum.
3. Penyebaran Virus Secara Sengaja, Penyebaran virus umumnya dilakukan dengan menggunakan email. Seringkali orang yang system emailnya terkena
virus tidak menyadari hal ini. Virus ini kemudian dikirimkan ke tempat lain melalui emailnya.
4. Data Forgery, Kejahatan jenis ini bertujuan untuk memalsukan data pada dokumen-dokumen penting yang ada di Internet.
5. Cyber Espionage, Sabotage and Extortion, Merupakan kejahatan yang memanfaatkan jaringan internet untuk melakukan kegiatan mata-mata terhadap
pihak lain dengan memasuki system jaringan computer pihak sasaran.
6. Sabotage and extortion merupakan jenis kejahatan yang dilakukan dengan membuat gangguan, perusakan atau penghancuran terhadap suatu data,
program computer atau system jaringan computer yang terhubung dengan internet.
7. Cyberstalking, Dilakukan untuk mengganggu atau melecehkan seseorang dengan memanfaatkan computer, misalnya menggunakan e-mail dan
dilakukan berulang-ulang. Kejahatan tersebut menyerupai terror yang ditujukan kepada seseorang dengan memanfaatkan media internet.
8. Carding, Merupakan kejahatan yang dilakukan untuk mencuri nomor kartu kredit milik orang lain dan digunakan dalam transaksi perdagangan di
internet.
9. Hacking dan Cracking, Istilah hacker biasanya mengacu pada seseorang yang mempunyai minat besar untuk mempelajari system computer secara
detail dan bagaimana meningkatkan kapabilitasnya. Besarnya minat yang dimiliki seorang hacker dapat mendorongnya untuk memiliki kemampuan
penguasaan system di atas rata-rata pengguna. Jadi, hacker memiliki konotasi yang netral. Aktivitas cracking di internet memiliki lingkungan yang
sangat luas, mulai dari pembajakan account milik orang lain, pembajakan situs web, probing, menyebarkan virus, hingga pelumpuhan target sasaran.

Berdasarkan Motif Kegiatannya


1. Sebagai tindakan murni kriminal, Kejahatan yang murni merupakan tindak criminal yang dilakukan karena motif kriminalitas. Kejahatan jenis ini
biasanya menggunakan internet hanya sebagai sarana kejahatan. Contoh kejahatan semacam ini adalah Carding.
2. Cybercrime sebagai kejahatan abu-abu, Pada jenis kejahatan di internet yang masuk dalam wilayah abu-abu cukup sulit menentukan apakah itu
merupakan tindakan criminal atau bukan, mengingat motif kegiatannya terkadang bukan untuk berbuat kejahatan.

Berdasarkan Sasaran Kejahatannya


1. Menyerang Individu (Against Person), Jenis kejahatan ini, sasaran serangannya ditujukan kepada perorangan atau individu yang memiliki sifat atau
criteria tertentu sesuai tujuan penyerangan tersebut. Beberapa contoh kejahatan ini antara lain : Pornografi, Cyberstalking, Cyber Tresspass.
2. Menyerang Hak Milik (Against Property), Cybercrime yang dilakukan untuk mengganggu atau menyerang hak milik orang lain. Contoh: carding,
cybersquatting, typosquatting, hijacking, data forgery.
3. Menyerang Pemerintah (Against Government), Cybercrime Against Government dilakukan dengan tujuan khusus penyerangan terhadap pemerintah

Upaya menangguangi cybercrime


Beberapa langkah penting yang harus dilakukan setiap negara dalam penanggulangan cybercrime adalah :
1. Melakukan modernisasi hukum pidana nasional beserta hukum acaranya, yang diselaraskan dengan konvensi internasional yang terkait dengan
kejahatan tersebut
2. Meningkatkan sistem pengamanan jaringan komputer nasional sesuai standar internasional.
3. Meningkatkan pemahaman serta keahlian aparatur penegak hukum mengenai upaya pencegahan, investigasi dan penuntutan perkara-perkara yang
berhubungan dengan cybercrime
4. Meningkatkan kesadaran warga negara mengenai masalah cybercrime serta pentingnya mencegah kejahatan tersebut terjadi
5. Meningkatkan kerjasama antar negara, baik bilateral, regional maupun multilateral, dalam upaya penanganan cybercrime, antara lain melalui perjanjian
ekstradisi dan mutual assistance treaties.

CONTOH BENTUK PENANGGULANGAN ANTARA LAIN :


1. IDCERT (Indonesia Computer Emergency Response Team), Salah satu cara untuk mempermudah penanganan masalah keamanan adalah dengan
membuat sebuah unit untuk melaporkan kasus keamanan. Masalah keamanan ini di luar negeri mulai dikenali dengan munculnya sendmail worm
(sekitar tahun 1988) yang menghentikan sistem email Internet kala itu. Kemudian dibentuk sebuah Computer Emergency Response Team (CERT)
Semenjak itu di negara lain mulai juga dibentuk CERT untuk menjadi point of contact bagi orang untuk melaporkan masalah kemanan. IDCERT
merupakan CERT Indonesia.
2. Sertifikasi perangkat security. Perangkat yang digunakan untuk menanggulangi keamanan semestinya memiliki peringkat berkualitas. Perangkat yang
digunakan untuk keperluan pribadi tentunya berbeda dengan perangkat yang digunakan untuk keperluan militer. Namun sampai saat ini belum ada
institusi yang menangani masalah evaluasi perangkat keamanan di Indonesia.
3. Tinjauan Hukum, Saat ini di Indonesia belum memiliki UU khusus/Cyber Law yang mengatur mengenai Cybercrime, walaupun UU tersebut sudah
ada sejak tahun 2000 namun belum disahkan oleh Pemerintah Dalam Upaya Menangani kasus-kasus yg terjadi khususnya yang ada kaitannya dengan
cyber crime, para Penyidik ( khususnya Polri ) melakukan analogi atau perumpamaan dan persamaan terhadap pasal-pasal yg ada dalam KUHP Pasal
yang dapat dikenakan dalam KUHP pada Cybercrime antara lain :
1. KUHP ( Kitab Undang-Undang Hukum Pidana )
1. Pasal 362 KUHP Tentang pencurian ( Kasus carding )
2. Pasal 378 KUHP tentang Penipuan ( Penipuan melalui website seolah-olah menjual barang)
3. Pasal 311 KUHP Pencemaran nama Baik ( melalui media internet dengan mengirim email kepada Korban maupun teman-teman
korban)
2. Undang-Undang No.19 Thn 2002 Tentang Hak Cipta, Khususnya tentang Program Komputer atau software.
3. Undang-Undang No.36 Thn 1999 tentang Telekomunikasi, ( penyalahgunaan Internet yang menggangu ketertiban umum
atau pribadi).
4. Undang-undang No.25 Thn 2003 Tentang Perubahan atas Undang-Undang No.15 Tahun 2002 Tentang Pencucian Uang.
Cyber Law adalah hukum yang digunakan di dunia cyber (dunia maya), yang umumnya diasosiasikan dengan Internet. Cyberlaw dibutuhkan
karena dasar atau fondasi dari hukum di banyak negara adalah "ruang dan waktu". Sementara itu, Internet dan jaringan komputer mendobrak
batas ruang dan waktu ini. yuridis, cyber law tidak sama lagi dengan ukuran dan kualifikasi hukum tradisional. Kegiatan cyber meskipun bersifat
virtual dapat dikategorikan sebagai tindakan dan perbuatan hukum yang nyata. Kegiatan cyber adalah kegiatan virtual yang berdampak sangat
nyata meskipun alat buktinya bersifat elektronik. Dengan demikian subjek pelakunya harus dikualifikasikan pula sebagai orang yang telah
melakukan perbuatan hukum secara nyata. Dari sini lahCyberlaw bukan saja keharusan, melainkan sudah merupakan kebutuhan untuk
menghadapi kenyataan yang ada sekarang ini, yaitu dengan banyaknya berlangsung kegiatan cybercrime.
Tujuan cyberlaw: Cyberlaw sangat dibutuhkan, kaitannya dengan upaya pencegahan tindak pidana, ataupun penanganan tindak pidana. Cyber
law akan menjadi dasar hukum dalam proses penegakan hukum terhadap kejahatan-kejahatan dengan sarana elektronik dan komputer, termasuk
kejahatan pencucian uang dan kejahatan terorisme.
Ruang lingkup cyber law :
1. Hak Cipta (Copy Right)
2. Hak Merk (Trademark)
3. Pencemaran nama baik (Defamation)
4. Hate Speech
5. Hacking, Viruses, Illegal Access
6. Regulation Internet Resource
7. Privacy
8. Criminal Liability
9. Procedural Issues (Jurisdiction, Investigation, Evidence, etc)
10. Electronic Contract
11. Pornography
12. Consumer Protection E-Commerce, E- Government

Topik-topik Cyber Law, Secara garis besar ada lima topic dari cyberlaw di setiap negara yaitu:
1. Information security, menyangkut masalah keotentikan pengirim atau penerima dan integritas dari pesan yang mengalir melalui
internet. Dalam hal ini diatur masalah kerahasiaan dan keabsahan tanda tangan elektronik.
2. On-line transaction, meliputi penawaran, jual-beli, pembayaran sampai pengiriman barang melalui internet.
3. Right in electronic information, soal hak cipta dan hak-hak yang muncul bagi pengguna maupun penyedia content.
4. Regulation information content, sejauh mana perangkat hukum mengatur content yang dialirkan melalui internet.
5. Regulation on-line contact, tata karma dalam berkomunikasi dan berbisnis melalui internet termasuk perpajakan, retriksi eksport-
import, kriminalitas dan yurisdiksi hukum.

Asas-asas Cyber Law, dalam kaitannya dengan penentuan hukum yang berlaku dikenal beberapa asas yang biasa digunakan, yaitu :
1. Subjective territoriality, yang menekankan bahwa keberlakuan hukum ditentukan berdasarkan tempat perbuatan dilakukan dan
penyelesaian tindak pidananya dilakukan di negara lain.
2. Objective territoriality, yang menyatakan bahwa hukum yang berlaku adalah hukum dimana akibat utama perbuatan itu terjadi dan
memberikan dampak yang sangat merugikan bagi negara yang bersangkutan.
3. Nationality yang menentukan bahwa negara mempunyai jurisdiksi untuk menentukan hukum berdasarkan kewarganegaraan pelaku.
4. Passive nationality yang menekankan jurisdiksi berdasarkan kewarganegaraan korban.
5. Protective principle yang menyatakan berlakunya hukum didasarkan atas keinginan negara untuk melindungi kepentingan negara dari
kejahatan yang dilakukan di luar wilayahnya, yang umumnya digunakan apabila korban adalah negara atau pemerintah,
Perkembangan Cyber Law di Indonesia sendiri belum bisa dikatakan maju. Hal ini diakibatkan oleh belum meratanya pengguna internet di
seluruh Indonesia. Berbeda dengan Amerika Serikat yang menggunakan internet untuk memfasilitasi seluruh aspek kehidupan mereka. Oleh
karena itu, perkembangan hukum dunia maya di Amerika Serikat pun sudah sangat maju.
Landasan fundamental di dalam aspek yuridis yang mengatur lalu lintas internet sebagai hukum khusus, di mana terdapat komponen utama yang
meng-cover persoalan yang ada di dalam dunai maya tersebut, yaitu :
1. Yurisdiksi hukum dan aspek-aspek terkait. Komponen ini menganalisa dan menentukan keberlakuan hukum yang berlaku dan diterapkan di dalam
dunia maya itu.
2. Landasan penggunaan internet sebagai sarana untuk melakukan kebebasan berpendapat yang berhubungan dengan tanggung jawab pihak yang
menyampaikan, aspek accountability, tangung jawab dalam memberikan jasa online dan penyedia jasa internet (internet provider), serta tanggung jawab
hukum bagi penyedia jasa pendidikan melalui jaringan internet.
3. Aspek hak milik intelektual di mana ada aspek tentang patent, merk dagang rahasia yang diterapkan, serta berlaku di dalam dunia cyber.
4. Aspek kerahasiaan yang dijamin oleh ketentuan hukum yang berlaku di masing-masing yurisdiksi negara asal dari pihak yang mempergunakan atau
memanfaatkan dunia maya sebagai bagian dari sistem atau mekanisme jasa yang mereka lakukan.
5. Ketentuan hukum yang memformulasikan aspek kepemilikan didalam internet sebagai bagian dari pada nilai investasi yang dapat dihitung sesuai
dengan prinisip-prinsip keuangan atau akuntansi.
6. Aspek hukum yang memberikan legalisasi atas internet sebagai bagian dari perdagangan atau bisnis usaha.
Berdasarkan faktor-faktor di atas, maka kita akan dapat melakukan penilaian untuk menjustifikasi sejauh mana perkembangan dari hukum yang mengatur sistem
dan mekanisme internet di Indonesia. Walaupun belum dapat dikatakan merata, namun perkembangan internet di Indonesia mengalami percepatan yang sangat
tinggi serta memiliki jumlah pelanggan atau pihak yang mempergunakan jaringan internet terus meningkat sejak paruh tahun 90an.

Salah satu indikator untuk melihat bagaimana aplikasi hukum tentang internet diperlukan di Indonesia adalah dengan banyak perusahaan yang menjadi provider
untuk pengguna jasa internet di Indonesia. Perusahaan-perusahaan yang memberikan jasa provider di Indonesian sadar atau tidak merupakan pihak yang
berperanan sangat penting dalam memajukan perkembangan Cyber Law di Indonesia dimana fungsi-fungsi yang mereka lakukan seperti :
1. Perjanjian aplikasi rekening pelanggan internet;
2. Perjanjian pembuatan desain home page komersial;
3. Perjanjian reseller penempatan data-data di internet server;
4. Penawaran-penawaran penjualan produk-produk komersial melalui internet;
5. Pemberian informasi yang di-update setiap hari oleh home page komersial;
6. Pemberian pendapat atau polling online melalui internet.
Fungsi-fungsi di atas merupakan faktor dan tindakan yang dapat digolongkan sebagai tindakan yang berhubungan dengan aplikasi hukum
tentang cyber di Indonesia. Oleh sebab itu ada baiknya di dalam perkembangan selanjutnya, setiap pemberi jasa atau pengguna internet dapat
terjamin. Maka hukum tentang internet perlu dikembangkan serta dikaji sebagai sebuah hukum yang memiliki displin tersendiri di Indonesia.
Cyberspace yaitu sebuah dunia komunikasi berbasis komputer yang menawarkan realitas yang baru berbentuk virtual (tidak langsung
dan tidak nyata). Walaupun dilakukan secara virtual, kita dapat merasa seolah-olah ada di tempat tersebut dan melakukan hal-hal yang
dilakukan secara nyata, misalnya bertransaksi, berdiskusi dan banyak lagi
Cyberspace adalah sebuah: halusinasi yang dialami oleh jutaan orang setiap hari (berupa) representasi grafis yang sangat compleks
dan data di dalam sistem pikiran manusia yang diabstraksikan melalui bank data setiap komputer.
Cyberspace adalah sebuah ruang imaiiner atau maya yang bersifat artifisial, dimana setiap orang melakukan apa saja yang biasa
dilakukan dalam kehidupan sosial sehari-hari dengan cara yang baru.
Kita saat ini berada dalam sebuah fase cyber di zaman ini. Dimana hampir semua kegiatan di seluruh dunia menggunakan cyber sources
dalam mencapai tujuannya. Komputer, jaringan internet, telepon genggam dengan fasilitas transfer data GPRS atau layanan pesan
singkat (SMS) menjadi sesuatu yang sangat akrab dalam keseharian kita.
Beberapa aktifitas yang dulunya dilakukan secara manual maupun dengan alat yang lebih sederhana, sekarang bisa dilakukan hanya
dengan memencet tombol di keyboard komputer. Dunia menjadi sebuah global village. Saya bisa berkomunikasi dengan seorang
freelance writer di Amerika dengan layanan e-mail, atau sebaliknya dengan biaya yang sangat murah, sangat cepat dan sangat mudah.
Apa yang kita dapatkan dengan semua ini? Dari sisi positif, manusia dapat berhubungan langsung dengan banyak sumber informasi,
searching ilmu pengetahuan mutakhir atau data yang urgent sekali. Tapi sisi negatifnya, dengan komputer juga manusia bisa terjebak
dalam selera yang sia-sia melalui games, junk e-mail maupun cyber porn.

Komunikasi virtual
Substansi cyberspace sebenarnya adalah keberadaan informasi dan komunikasi yang dalam konteks ini dilakukan secara elektronik dalam bentuk
visualisasi tatap muka interaktif.
Komunikasi virtual (virtual communication) tersebut - yang dipahami sebagai virtual reality - sering disalah pahami sebagai (alam maya), padahal
keberadaan sistem elektronik itu sendiri adalah konkrit dimana komunikasi virtual sebenarnya dilakukan dengan cara representasi informasi digital
yang bersifat diskrit.
Cyberspace menghasilkan manusia yang nyaris tidak perlu berhubungan dalam bentuk tradisional: tatap muka dan bersalaman. Bahkan dapat
melakukan hubungan yang sangat akrab tanpa pernah bertemu langsung. Dalam cyberspace, manusia tak perlu lagi menunjukkan identitas diri, wajah,
ukuran tubuh, tatapan, nada bicara atau airmata. Dia cukup membubuhkan tanda-tanda itu lewat lambang-lambang yang disepakati dalam dunia maya.
Manusia melakukan interaksi semakin lama semakin tidak pribadi sifatnya. Tanggung jawab juga mulai luntur karena interaksi tidak perlu dengan
kontak secara langsung. Bahkan dalam sebuah milis-pun, ada banyak orang yang tidak mau menunjukkan identitasnya sama sekali dengan alasan tidak
ingin merusak budaya komunikasi di alam maya itu. Hal ini tragis karena mereka telah menjadi "the other self" dalam cyberspace. Cyberspace-pun
menciptakan budaya instan yang adiktif dalam kehidupan manusia. Banyak hal yang bisa kita peroleh dengan sangat mudah dalam cyberspace
Potensi Public Cyberspace
Pemecahan persoalan materialisme, dan konsumenisme. Masyarakat pos-industri menciptakan budaya konsumenisme yang berbasis materialisme,
bahwa kebahagiaan hidup manusia dicapai lewal dunia materi.
Cyberspace menciptakan kebahagian hidup bukan lewat benda-benda materi tetapi lewat benda-benda virtual.
cyberspace dapat memecahkan persoalan eksplorasi yang ditimbulkan oleh budaya materialisme dan konsumenisme, oleh karena landasan produksi
cyberspace bukanlah eksplorasi sumber daya (materi), melainkan eksplorasi fantasi.
Cyberspace menciptakan semacam gaya hidup artifisial dan egalitanan yang tidak dikungkung oleh kepemilikan ruang, benda materi, sebab apa
yang disebut place, ruang dan gaya hidup di dalam dunia materi tidak lagi bermakna di dalam cyberspace.
Mengurangi persoalan AIDIHIV. Hubungan seksual lewat jaringan internet mengurangi dampak klinis dan hubungan seksual bebas yang berbasis fisik,
meskipun muncul persoalan baru psikis dan reproduksi.
Mengurangi konflik sosial, ekonorni dan politik. Perebutan terhadap space den teritorial di dalam dunia fisik seringkali menimbulkan konflik sosial
bahkan perang. Di dalam cyberspace tidak ada perebutan teritorial dalam pengertian fisik, sehingga dampak konflik akibat perebutan ruang fisik dapat
dikurangi.
Terbebas dan urban decay dan social disintegration. Persoalan kemacetan, kepadatan penduduk, sampah, merupakan persoalan kota besar yang dapat
dikurangi bila sebagian kehidupan fisik dialihkan ke dalam kehidupan virtual.
Memecahkan persoalan kebebasan dan demokrasi. Cyberspace menjadi sebuah public share vana ideal, yang tidak dapat ditemukan di dalam
kehidupan nyata.
Alasan Orang Menyenangi Dunia Cyberspace
Cyberspace melepaskan manusia dari keadaan tubuh. Tubuh tidak Iagi dibatasi oleh keterbatasan arsitektural. Di dalamnya Orang bisa terbang,
berubah wujud, mengalir seperti air, menguap seperti udara, hidup di dalam berbagai ruang yang berbeda waktu
Cyberspace dapat menggantikan semacam tempat di mana anggota masyarakat berkumpul untuk mendiskusikan ide -ide untuk memecahkan persoalan
bersama. Ia merupakan sebuah great collective mind, yang di dalamnya orang dapat memperbincangkan nasibnya dengan jutaan orang sekaligus.
Ia adalah tempat penjelajahan psicososial (self, peran, identitas, status). Di dalamnya orang dapat mengekspresikan diri vano iamak (multiple set). Di
dalamnya, orang bahkan dapat berperan sebagai binatang, segumpal awan atau sebuah kursi.
(authority) dan kekuasaan (power) bagi dirinya sendiri, yang tidak diperoleh di dunia kehidupan nyata: kebebasan informasi, kebebasan berbincang,
kebebasan mengkritik.
Di dalamnya, seseorang tidak hanya dapat mengekspresikan ego individualnya, tetapi ia dapat bermain di dalam collectiv drama
Ia adalah sebuah ruang baru tempat bermain dengan berbagai aspek immaterial manusia, yang tidak diberi tempat di dalam dunia fisik (arsitektur).
Di dalam cyberspace berbagai pikiran saling bertemu tanpa tubuh (atau dengan tubuh, diri, identitas artifisial)
Ia sebagai pelepasan gejolak hasrat (desire), yang dibatasi di dalam kehidupan nyata.
Cyberspace menciptakan semacam komunitas ideal, yang melampaui keterbatasan jarak dan terbebas dari berbagai gender, ras dan warna kulit, agama.
Berbagai public space telah diambil alih (sebagian) oleh public cyberspace kantor pos (e-mail), public square (MUD), bookstore (bitstone), department
store (online shopping mall), perpustakaan (online library), universitas (virtual campus), kantor (teleconference), galeni seni (virtual museum), rumah
sakit (tele-medicine)
Bahaya Public Cyberspace
Bahaya utama cyberspace adalah bila orang memasuki batas (border) yang seharusnya tidak ia lewati (batas hasrat, fantasi, kesenangan, gairah).
Melewati batas berarti menjadi over, menjadi hyper atau menjadi ekstrim. Sayangnya, justru tiga sifat inilah yang menjadi sifat utama cyberspace.
Ia menciptakan cyber selfishness, seorang yang tidak bertanggung jawab secara sosial.
Eksklusivitas tetap menjadi sifat cyberspace, sebab akses tetap terbatas untuk orang orang tertentu.
Kebaruan (newness) menjadi obsesi utama cyberspace, sehingga terjadi semacam pemuiaan terhadap masa depan (future worship), dan sebaliknya
pelecehan terhadap masa lalu, tradisi, nilai moral, dan kearifan budaya, yang dianggap sebagai nonsense.
CYBER ETHICS
Etika Komputer (Cyber Ethics)
Etika komputer adalah seperangkat asas atau nilai yang berkenaan dengan penggunaan komputer. Etika komputer berasal dari 2 suku kata yaitu etika (bahasa
Yunani: ethos) adalah adat istiadat atau kebiasaan yang baik dalam individu, kelompok maupun masyarakat dan komputer (bahasa Inggris: to compute) merupakan
alat yang digunakan untuk menghitung dan mengolah data. Jumlah interaksi manusia dengan komputer yang terus meningkat dari waktu ke waktu membuat etika
komputer menjadi suatu peraturan dasar yang harus dipahami oleh masyarakat luas.
Bagaimana Terjadinya pelanggaran Cyberethics ?

Perkembangan Internet dan umumnya dunia cyber tidak selamanya menghasilkan hal postif. Satu hal negatif yang merupakan efek samping
antara lain munculnya kejahatan di dunia cyber (cybercrime). Hilangnya batas ruang dan waktu di Internet mengubah banyak hal. Seseorang
mahasiswa jurusan ilmu komputer dari Makassar dapat masuk ke sebuah server di PT Telkom tanpa ijin, dan membobol server isi ulang pulsa?
Lalu bagaimana tentang penyebar virus? Apa batasan dari sebuah cybercrime?

Kehidupan masyarakat, dilingkari apa yang disebut norma. Norma yang terbangun itulah, yang menjaga keteraturan manusia dalam menjalani
kodratnya sebagai makhluk sosial ( makhluk yang tak mampu hidup sendiri ). Norma yang dianut masyarakat terbagi empat, pertama, norma
agama. Dimana nilai-nilai bersumber dari ajaran agama. Kedua, norma kesopanan. Norma ini mengatur tentang nilai tata cara yang bersumber
dari masyarakat. Ketiga, norma kesusilaan. Dimana hubungan manusia yang bersumber dalam dirinya. Keempat norma hukum, norma yang
bersumber dari perundang-undangan.
Dalam kontek cyber ethics, pelanggaran yang terjadi dalam penggunaan internet, bisa bercermin dari norma yang telah diatur masyarakat
didunia nyata. Artinya, pemanfaatan internet dan penggunaan komputer tidak menimbulkan isu etika, Sehingga adanya teknologi cyber serta isu
etika yang ditimbulkan teknologi komputer dapat dipahami sebagai hal baru dari masalah moral pada umumnya.

Salah satunya kasus, munculnya Situs-situs Pornografi . Dimana remaja belum cukup matang memahami dampak dari informasi, misalnya yang
dimunculkan dalam jejaring sosial. Sehingga banyak terjadi kasus perubahan sikap pribadi dari remaja yang seharusnya belum masanya. Hal itu
bisa terjadi, ketika orang memasuki batas ( border ) yang seharusnya tidak ia lewati. Melewati tapal batas berarti over, menjadi hyper atau
menjadi ekstrim. Inilah konsekuensi keleluasaan yang ditawarkan dunia cyber. Memang menggiurkan, tetapi terkadang tidak berhadapan
langsung dengan lawan bicara, membuat kita tidak bisa mengetahui apakah sang lawan bicara memiliki maksud benar. karena umpan balik dari
lingkungan virtual dapat diatur sesuai kehendak individu.

Contoh Kasus Cyberethics Di Indonesia

Heboh iklan jual orok diInternet. Iklan penjualan bayi sempat terpampang dalam situs jual beli online Tokobagus.com 31 desember 2012.
Pihak tokobagus.com sendiri telah mencabut iklan itu. Nomor telpon Farhan yang tertera diiklan, yang sempat dihubungi membenarkan itu
nomor telponnya. Namun dirinya membantah telah memasang iklan jual bayi. Farhan mengaku tidak tahu menahu soal penjualan bayi disitus
tokobagus. Secara hukum, pemasangan iklan dan pemilik toko dapat diancam pidana dengan UU perlindungan anak dan UU tindak pidana
perdagangan orang.

Namun berbeda kondisi dengan di Brasil. Lagi, gadis melelang keperawanan melalui media youtube pada november 2012 lalu. Dalam video itu,
gadis 18 tahun bernama Rebecca Bernardo akan melelang keperawanannya untuk pengobatan ibunya yang sedang menderita stroke. Lelang
Rebecca mengikuti jejak Catarina Mogliorino, gadis brasil 20 tahun, yang melelang keperawanannya senilai 7,5 miliar rupiah, untuk membantu
warga miskin dinegaranya. Tawaran Catarina dimenangkan pria jepang, Natsu melalui bursa lelang diinternet.

ASPEK HUKUM

Hukum untuk mengatur aktifitas di internet terutama yang berhubungan dengan kejahatan di dunia maya antara lain masih menjadi perdebatan.
Ada dua pandangan mengenai hal tersebut antara lain:

1. Karakteristik aktifitas di internet yang bersifat lintas batas sehingga tidak lagi tunduk pada batasan-batasan teritorial

2. System hukum tradisiomal (The Existing Law) yang justru bertumpu pada batasan-batasan teritorial dianggap tidak cukup memadai
untuk menjawab persoalan-persoalan hukum yang muncul akibat aktifitas internet.

3. Dilema yang dihadapi oleh hukum tradisional dalam menghadapi fenomena-fenomena cyberspace ini merupakan alasan utama
perlunya membentuk satu regulasi yang cukup akomodatif terhadap fenomena-fenomena baru yang muncul akibat pemanfaatan
internet. Aturan hukum yang akan dibentuk itu harus diarahkan untuk memenuhi kebutuhan hukum (the legal needs) para pihak yang
terlibat di dalam transaksi-transaksi lewat internet.

4. Hukum harus diakui bahwa yang ada di Indonesia sering kali belum dapat menjangkau penyelesaian kasus kejahatan computer. Untuk
itu diperlukan jaksa yang memiliki wawasan dan cara pandang yang luas mengenai cakupan teknologi yang melatar belakangi kasus
tersebut. Sementara hukum di Indonesia itu masih memiliki kemampuan yang terbatas didalam penguasaan terhadap teknologi
informasi.
Security (keamanan )
1. Tujuannya untuk mencegah akses yang tidak sah
2. Terdiri dari :
1) Menjaga kerahasiaan data informasi dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
2) Menjaga keaslian dan keutuhan data informasi.
3) Menjaga ketersediaan data informasi.
3. Perlunya adanya keamanan secara fisik, dan dapat dilakukan dengan cara :
1) Pencegahan
2) Pengawasan
3) Deteksi
4) Sosialisasi
4. Parameter kemanan dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain :
1) Memasang anti virus
2) Firewall
3) Proxy
4) dll

PRIVACY (MASALAH YANG SANGAT PRIBADI) :


Semua Individu Manusia mempunyai hak untuk :
1. Mencegah gangguan dari luar terhadap data informasi yang dimilikinya.
2. Mempunyai data yang mandiri tidak tergantung dan terpengaruh dari pihak luar.
3. Menyembunyikan identitas
4. Bebas menyimpan data dengan tidak dipantau atau dikendalikan dari pihak lain.
5. Dapat mengontrol data pribadinya, termasuk data identitas pribadinya.
6. Secara otonom dapat merubah kapan dan dimana saja tanpa dikendalikan oleh pihak lain.
7. dll
Information Gathering, Data base, and Privacy
1. Dalam proses pengumpulan data informasi, harus jelas peruntukan dan penggunaannya untuk apa :
1) Apakah untuk kepentingan perusahaan tempat anda bekerja ?
2) Data pribadi
3) Untuk kepentingan pemerintah
4) Dll
2. Untuk lembaga yang bergerak dalam jasa keuangan, harus dipenuhi syarat-syarat yang antara lain sebagai berikut :
1) Kebijakan Privasi, artinya pelanggan harus diberi hak privasi untuk menggunakan data-data dimaksud.
2) Lembaga harus dapat menjamin keterbukaan teknologi metodologi sistem informasi data.
3) Lambaga harus menjamin terhadap perlindungan kerahasiaan data informasi dari pelanggannya.

PERMASALAHAN PRIVACY :
1. Salah Entry
2. Salah dalam menggunakan informasi
1) Tanpa sadar salah mengirimkan data informasi
2) Salah dalam mengumpulkan data, yang mustinya untuk kepentingan pribadi tapi dimasukkan dalam kepentingan yang lain (untuk
kepentingan perusahaan misalnya).
3. Interception of information, dengan cara menguping misalnya
4. Tidak ketat dalam Surveillance (pengawasan)
5. Information matching using unrelated databases, misalnya membuat pasword dengan tanggal kelahiran, ini akan mudah dilacak.

Privacy Protection

Dengan memperhatikan percepatan perkembangan teknologi sistem informasi dan komputer khususnya melalui media internet, maka hal ini menjadi sangat
mempermudah dan murah untuk melakukan apa saja, sehingga usaha proteksi terhadap privacy juga sangat sulit, namun ada beberapa hal yang dapat dilakukan
yang antara lain adalah :

1. Adanya mekanisme pedoman dan struktur yang harus dilalui untuk menjaga hak privasi individu.

2. Secara teknis harus menggunakan perangkat lunak yang legal dan terlindungi dengan undang-undang.

3. Melalui kontrak dengan pihak terkait yang sah dan dilindungi undang-undang.

4. Jalur hukum

5. Hati-hati

ETIKA DAN MASALAH SOSIAL :

1. ETIKA PRIVACY, dengan munculnya perkembangan teknologi internet yang semakin pesat dan komplek didukung dengan perkembangan pesan
melaui media elektronik, maka masalah kerahasiaan privacy data informasi menjadi sangat memprihatinkan.

2. ETIKA KEAMANAN, Internet adalah saluran yang tidak 100 % jaminan aman, apalagi bila digunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung
jawab.