Anda di halaman 1dari 22

GLOBAL MARKETING

PRICING DECISION

Disusun Oleh :

Fahjiatul Munawaroh 021113568

Rima Mariska 021113561

Dwy Putri Carina R 021113543

Siti Anisa Isnaeni 021113550

JURUSAN MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS PAKUAN

2015/2016
Saluran Pemasaran Dalam Marketing Internasional

Menurut Warren J Keegen (2003) saluran pemasaran atau saluran distribusi (marketing
channels) adalah saluran yang digunakan oleh produsen untuk menyalurkan barang sampai ke
tangan konsumen atau pemakai industri.
Menurut Kottler , saluran pemasaran adalah sekelompok perusahaan atau perseorangan
yang memiliki hak pemilik atas produk atau membantu memindahkan hak pemilikan produk
ketka akan dipindahkan dari produsen ke konsumen.
Saluran pemasaran antara satu dengan bagian lainya merupakan merupakan satu kesatuan
yang saling bergantung sehingga membentuk sistem saluran pemasaran (marketing channel
system). Saluran pemasaran mempunyai andil dalam menyampaikan barang ke konsumen yaitu
sebagai agen, bagaimana perantara pemasaran bernegosiasi atas barang milik produsen dengan
konsumen.
Anggota Saluran Distribusi Internasional
- Distribusi Saluran Tidak Langsung Melalui Agen
a. Perusahaan Manajemen Ekspor (PME)
Adalah suatu perusahaan manajemen ekspor yang melayani berbagai
perusahaan dalam kegiatan ekspor. Perusahaan ini memandang pengekspor
sebagai klien mereka, dalam aktivitasnya perusahaan manajemen ekspor ini
bekerja sama dengan perusahaan pelayaran, selain itu mereka juga menggunakan
nama, material promosi, dan administrasi klienya. Perusahaan ini memiliki skala
operasi yang berbeda beda. Ada peruahaan yang menangani sepuluh produsen,
ada juga yang melayani ratusan produsen. Keberadaan perusahaan manjemen
ekspor ini sangat membantu khususnya bagi perusahaan kecil yang tidak mampu
menggaji manajer ekspor. Selain itu perusahaan ini juga memahami budaya dan
keadaan luar negeri termasuk didalamnya kondisi ekonomi, politik, hukum dan
perpajakanya.
Dalam pemilihan perusahaan manajemen ekspor, kita harus mampu
berupaya menemukan perusahaan manajemen ekspor yang mengkhususkan diri
pada produk tertentu, memiliki sistem distribusi global yang terorganisasi dengan
baik. Sementara perusahaan manajemen ekspor ini memperoleh pendapatan dari
diskon atas barang yang mereak beli untuk dijual kembali ke pasar luar negeri,
besar kecilnya tingkat diskon yang diambil bergantung pada layanan yang
diberikan,dan tingkat kesulitan distribusi.
b. Agen Ekspor Perusahaan
Agen ekspior perusahaan menyediakan layanan yang hanpir sama dengan
perusahaan manajemen ekspor namun dalam skala dan kontrak yang lebih kecil.
Agen ekspor perusahaan ini bekerja atau bertindak atas namanya sendiri dan
menerima untuk jasa yang mereka terima.
c. Asosiasi Webb-Pomere
Asosiasi ini didirikan oleh produsen produsen Amerika Serika. Anggota
asosiasi ini dapat menentukan harga, berbagi informasi, melakukan riset
pemasaran dan lain lain.
d. Agen Komisioner Da Agen Pembelian Yang Dikendalikan Oleh Negara
Agen komisioner ini bertindak mewakili pedangang luar negeri atas
pembelian produk produk tertentu. Agen komisioner ini menerima komisi dari
klien luar negeri untuk jasa pembelian produk tersebut. Sedangkan agen
pembelian yang dikendalikan negara adalah perwakilan pembelian resmi suatu
pemerintah untuk pembelian barang barang tertentu. Biasanya negara
berkembang mempertahankan misi untuk memasok barang dengan menempatkan
beberapa stafnya di luar negeri.
- Pedagang Perantara
a. Pedagang Ekspor
Pedagang ekspor adalah pedagang yang langsung membeli barang dari
produsen dan memiliki hal atas produk tersebut. Pedagang ekpor memiliki mitra
di luar negeri baik pengecer maupun pedagang besar. Dalam aktivitasnya
pedagang ekspor menggunakan nama sendiri dan menanggung semua resikonya.
b. Koperasi Pengekspor
Koperasi pengekspor adalah kumpulan dari perusahaan perusahaan yang
membentuk suatu koperasi untuk pendistribusian produk produk ke luar negeri.
Model kerjasama antara produsen dengan koperasi pengekspor ini disebut dengan
piggybacking dimana koperasi pengekpor ini dapat berperan sebagai perusahaan
manajemen ekspor ataupun hanya sebagai agen.
c. Pemasok Ekspor
Adalah perusahaan yang mengkhususkan diri dalam penjualan produk
dengan kualitas rendah atau yang jumlah produksinya berlebihan untuk dijual
kembali ke luar negeri.

- Distribusi Secara Langsung


Dalam Pendistribusian langsung, perusahaan dapat bekerja sama dengan agen
perantara di luar negeri yang mana agen ini tidak memiliki hak atas barang tersebut.
Ada beberapa macam antara lain :
a. Distribusi Langsung Melalui Agen
1. Perwakilan Agen
Kegiatan sales representative ini merupakan perwakialan perusahaan di
negara asing untuk melakukan penjualan di negara tersebut dan komisi
didapat dari penjaualan. Perwakialan agen juga memantau dan
mengumpulkan informasi terkait penjualan dan preferensi konsumen di
negara tersebut. Namun mereka tidak memiliki hak atas barang tersebut.
2. Agen Pembelian
Agen pembelian ini kadang disebut juga dengan pembeli barang untuk
diekspor. Mereka aktif bergerak mencari produk dengan verifiakasi tertentu
untuk kepentingan luar negeri dengan standar produk dan harga dari laur
negeri. Agen ini jugalah yang mengurus semua urusan pengemasan dan
persyaratan pengapalan namun mereka tidak memiliki hak atas produk
tersebut.
3. Pialang Ekspor
Tugas dari pialang ekspor adalah mempertemukan pembeli luar negeri dengan
penjual lokal. Pialang ekspor ini tidak memiliki hak atas barang dan tidak ikut
serta dalam tanggung jawab atas transaksi yang dilakukan. Pialang ekspor
memperoleh komisi atas jasa yang diberikan.
b. Distribusi Langsung Melalui Pedagang Perantara
Pedagang perantara mengambil alih atas produk atas pembelian produk dan
kemudian menjualnya kembali dengan nama pribadi.
1. Pengecer Luar Negeri
Dalam pemasaran internasional pengecer luar negeri memiliki dua fungsi
yaitu selain menjual barang langsung ke konsumen melalui jaringan toko
yang dimiliki, mereka juga mendistribusikan barang ekspor ke pengecer lebih
kecil.
2. Pemborong Ekspor
Pemborong ekspor melakukan kegiatan bisnisnya dengan memborong semua
barang ekspor untuk memenuhi kebutuhan konsumen luar negerinya.
3. Distributor Ekspor
Distributor ekspor membeli barang dengan diskon yang besar kemudian
menjualnya kembali untuk mendapatkan laba, memberikan layanan servis
atas pembelian barang tersebut, serta mereka menggunakan nama mereka.
- Saluran Distribusi Langsung Milik Perusahaan
Salah satu alternatif untuk menditribusikan produk ke luar negeri adalah dengan
membuat saluran distribusi sendiri. Ada tiga alas an mengapa perusahaan leih
memilih untuk membuat saluran distribusi sendiri untuk memasarkan produknya ke
luar negeri antara lain untuk memperkuat cakupan wilayah dengan tujuan
meningkatkan penjualan, dapat mengontrol pendistribusian di laur negeri secara
penuh, dan tidak ada saluran distribusi lain tidak tersedia.
Namun pembanguan distribusi milik perusahaan sendiri ini membutuhkan banyak
waktu, biaya dan sulitnya menemukan individu individu yang cakap untuk
dijadikan tenaga penjual di luar negeri.

- Pasar Kelabu
Grey market merupakan salah satu alternatif yang bisa digunakan untuk
memasarkan produk pesar internasional dimana distribusi barang disini dilakukan
melalui saluran yang tidak memiliki otoritas. Istilah grey market ini sendiri adlaah
istilah turunan dari black market yang memasarkan produk illegal, namun dalam grey
marketgaris batas antara illegal dan legal disini abu abu. Grey market biasanya
terjadi dalam perdagangan barang barang mewah dan barang barang berteknologi
tinggi.

PENGERTIAN GREY MARKET

Pasar abu-abu atau Grey Market (kadang-kadang dieja sebagai "pasar abu-abu") adalah
sistem kolektif penjualan tidak sah saluran untuk produk. Produk pasar abu-abu lebih murah
daripada yang dibeli melalui saluran distribusi resmi, tetapi kadang-kadang rendah. Produk
mungkin palsu atau memiliki bagian palsu, misalnya; mereka mungkin produk kedua tangan atau
mengandung komponen kedua tangan yang direpresentasikan sebagai baru. Dalam beberapa
kasus, produk pasar abu-abu yang otentik tapi didistribusikan secara ilegal, mungkin untuk
mengeksploitasi variasi dalam biaya dan harga di berbagai belahan dunia. Jaminan, update atau
dukungan lain yang biasanya tidak tersedia untuk produk pasar abu-abu.

Pada perdagangan pasar abu-abu, sedangkan perdagangan mengikat, itu tidak dapat
diselesaikan sampai perdagangan resmi dimulai. Hal ini dapat menyebabkan pihak yang tidak
bermoral untuk mengingkari perdagangan. Karena risiko ini, beberapa investor
institusi sepertidana pensiun dan reksa dana dapat menahan diri dari perdagangan pasar abu-abu.

Pasar abu-abu untuk barang tumbuh subur bila ada perbedaan harga yang signifikan
untuk produk yang populer di negara-negara yang berbeda. Di banyak negara, ada pasar abu-abu
yang cukup besar untuk elektronik konsumen dan kamera, karena ini dapat dengan mudah dibeli
secara online dan dikirim ke setiap lokasi. Tidak sah dealer dapat mengimpor barang-barang
tersebut dalam jumlah besar dan meskipun menambahkan sehat mark-up, menjualnya dengan
harga masih jauh di bawah biaya lokal.

KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN GREY MARKET


Keuntungan dari adanya Grey Market :
1. Harga Lebih murah 10% hingga 30% dari harga normal di distributor resmi
2. Barang di Grey Market lebih banyak diminati oleh pembeli
3. Perputaran barang produksi menjadi lebih cepat
4. Memberikan kesempatan bagi kelompok atau peroranga untuk ikut serta dalam
pendistribusian barang

Kekurangan dari adanya Grey Market :


1. Barang belum tentu asli biasanya ada kekurangan dari segi aksesoris ( Tidak ada garansi
resmi )
2. Merugikan pihak perusahaan aslinya karena belum tentu memiliki izin resmi dari
produsennya.
3. Pembeli tidak terlalu percaya akan kualitas barang yang dijual di Grey Market
4. Merusak harga barang yang ada di distributor resminya

BARRIERS FROM GREY MARKET


1. Tidak semua pabrikan memberikan izin untuk para reseller untuk menjual produknya
2. Konsumen lebih memilih membeli produk dari distributor resmi
3. Tingkat kepercayaan atas produk yang dijual dimasyarakat berkurang
4. Grey Market akan dikalahkan oleh Black Market karena menawarkan harga yang
lebih rendah dari Grey Market

PRICE DIFFERENTIATION

Penetapan harga barang dan jasa merupakan suatu strategi kunci dalam berbagai
perushaaan sebagai konsentrasi. Harga mempengaruhi kinerja keuangan dan juga sangat
mempengaruhi persepsi pembeli dan penentuan posisi merek. Harga menjadi suatu ukuran
tentang mutu produk pembeli mengalami kesulitan dalam mengevaluasi produk-produk yang
kompleks.
Peran Strategis Harga
Biaya mempengaruhi kemampuan suatu organisasi untuk bersaing, persaingan yang ada
dan yang akan timbul dalam suatu segmen pasar yang ditargetkan oleh manajemen menghambat
kelenturan dalam pemilihan harga.
Harga Dalam Bauran Pemasaran
Pemilihan strategi mengenai produk dan distribusi menetapkan pedoman untuk strategi
harga maupun strategi promosi. Mutu dan ciri produk, tipe saluran distribusi, para pengguna
akhir yang dilayani, dan fungsi-fungsi perantara, semua membantu menetapkan tarif harga.
Eksekutif pemasaran bertanggung jawab terhadap strategi harga dalam banyak perusahaan.
Koordinasi antara keputusan penetapan harga yang bersifat strategis dan taktis dengan aspek-
aspek strategi pemasaran lainnya merupakan hal yang penting karena melibatkan antara
kesinambungan.
Strategi Produk
Mutu dan ciri produk mempengaruhi strategi harga. Sebuah produk bermutu tinggi
mungkin memerlukan harga yang tinggi untuk membangun prestise di pasar dan memenuhi
persyaratan kinerja lain bagi manajemen. Para eksekutif penetapan harga menganalisis bauran
produk, strategi pemberian merek, dan mutu serta ciri produk untuk menentukan dampak dari
factor-factor ini terhadap strategi harga.

Strategi Distribusi
Perusahaan memelukan laba untuk membayar fungsi-fungsi perantara dan menawarkan
insentif secukupnya untuk memperoleh kerjasama mereka. Distribusi yang insentif
kemungkinan memerlukan penetapan harga yang lebih kompetitif daripada distribusi selektif
atau eksekutif. Suatu perusahaan yang membangun saluran biasanya memainkan peran kunci
dalam penetapan harga untuk seluruh saluran, dan tunduk pada kendala dan batasan hukum.

Situasi Penetapan Harga


Situasi penetapan harga meliputi :
1. Menentukan bagaimana sebaiknya menetapkan suatu harga produk baru. Seringkali, terdapat
kelenturan dalam memilih suatu harga
2. Mengevaluasi kebutuhan untuk menyesuaikan harga karena adanya kekuatan eksternal dan
perubahan dalam daur hidup produk
3. Mengubah strategi penentuan posisi yang mensyaratkan modifikasi terhadap strategi harga
yang sekarang
4. Menanggapi tekanan-tekanan dari perang harga dan ancaman-ancaman persaingan lainnya

Keputusan mengenai harga untuk produk-produk yang ada mungkin mencakup kenaikan,
penurunan, dan mempertahankan harga pada tingkat sekarang.
Manfaat Strategi Penentuan Posisi Harga
Harga digunakan dalam berbagai cara dalam strategi penentuan posisi program
pemasaran sebagai isyarat bagi pembeli, suatu instrument persaingan, suatu cara untuk
memperbaiki kinerja keuangan, dan berbagai cara untuk melakukan fungsi-fungsi bauran
pemasaran lainnya ( misalnya, penetapan harga promosi )
Strategi Penetapan Harga
1. Menetapkan tujuan penetapan harga
2. Menganalisis situasi penetapan harga
3. Memilih strategi penetapan harga
4. Menentukan harga dan kebijakan khusus
Tujuan Penetapan Harga
1. Mendapatkan posisi pasar
2. Mencapai kinerja keuangan
3. Penentuan posisi produk
4. Merangsang permintaan harga
5. Mempengaruhi persaingan

Tujuan Penetapan Harga


Nitir, 2008 mengemukakan pada dasarnya ada empat jenis tujuan penetapan harga, yaitu :
1. Berorientasi pada Laba
Asumsi teori ekonomi klasik menyatakan bahwa setiap perusahaan selalu memilih harga
yang dapat menghasilkan laba paling tinggi. Tujuan ini dikenal dengan istilah maksimisasi laba.
Dalam era persaingan global, kondisi yang dihadapi semakin kompleks dan semakin banyak
variabel yang berpengaruh terhadap daya saing setiap perusahaan, sehingga tidak mungkin suatu
perusahaan dapat mengetahui secara pasti tingkat harga yang dapat menghasilkan laba
maksimum.
Oleh karena itu ada pula perusahaan yang menggunakan pendekatan target laba, yakni
tingkat laba yang sesuai atau pantas sebagai sasaran laba. Ada dua jenis target laba yang biasa
digunakan, yaitu target marjin dan target ROI (Return On Investment)
2. Berorientasi pada Volume
Selain tujuan berorientasi pada laba, ada pula perusahaan yang menetapkan harganya
berdasarkan tujuan yang berorientasi pada volume tertentu atau yang biasa dikenal dengan istilah
volume pricing objective. Harga ditetapkan sedemikian rupa agar dapat mencapai target volume
penjualan atau pangsa pasar. Tujuan ini banyak diterapkan oleh perusahaan-perusahaan
penerbangan.
3. Berorientasi pada Citra
Citra (image) suatu perusahaan dapat dibentuk melalui strategi penetapan harga.
Perusahaan dapat menetapkan harga tinggi untuk membentuk atau mempertahankan citra
prestisius. Sementara itu harga rendah dapat digunakan untuk membentuk citra nilai tertentu
(image of value), misalnya dengan memberikan jaminan bahwa harganya merupakan harga yang
terendah di suatu wilayah tertentu. Pada hakekatnya baik penetapan harga tinggi maupun rendah
bertujuan untuk meningkatkan persepsi konsumen terhadap keseluruhan bauran produk yang
ditawarkan perusahaan.
4. Stabilisasi Harga
Dalam pasar yang konsumennya sangat sensitif terhadap harga, bila suatu perusahaan
menurunkan harganya, maka para pesaingnya harus menurunkan pula harga mereka. Kondisi
seperti ini yang mendasari terbentuknya tujuan stabilisasi harga dalam industri-industri tertentu
(misalnya minyak bumi). Tujuan stabilisasi dilakukan dengan jalan menetapkan harga untuk
mempertahankan hubungan yang stabil antara harga suatu perusahaan dan harga pemimpin
industri (industry leader).
5. Tujuan-tujuan lainnya
Harga dapat pula ditetapkan dengan tujuan mencegah masuknya pesaing,
mempertahankan loyalitas pelanggan, mendukung penjualan ulang, atau menghindari campur
tangan pemerintah.
Tujuan-tujuan penetapan harga di atas memiliki implikasi penting terhadap strategi bersaing
perusahaan. Tujuan yang ditetapkan harus konsisten dengan cara yang ditempuh perusahaan
dalam menetapkan posisi relatifnya dalam persaingan. Misalnya, pemilihan tujuan laba
mengandung makna bahwa perusahaan akan mengabaikan harga para pesaing.
Pilihan ini dapat diterapkan dalam 3 kondisi, yaitu:
tidak ada pesaing;
perusahaan beroperasi pada kapasitas produksi maksimum;
harga bukanlah merupakan atribut yang penting bagi pembeli.

Berbeda dengan tujuan laba, pemilihan tujuan volume dilandaskan pada strategi
mengalahkan atau mengatasi persaingan. Sedangkan tujuan stabilisasi didasarkan pada strategi
menghadapi atau memenuhi tuntutan persaingan. Dalam tujuan volume dan stabilisasi,
perusahaan harus dapat menilai tindakan-tindakan pesaingnya. Dalam tujuan berorientasi pada
citra, perusahaan berusaha menghindari persaingan dengan jalan melakukan diferensiasi produk
atau dengan jalan melayani segmen pasar khusus.

Analisis situasi penetapan harga


Analisis penetapan harga meliputi ;
Estimasi mengenai kepekaan pasar produk terhadap harga atau elastisitas harga.
Elastisitas harga adalah presentase perubahan jumlah yang diminta bila harga berubah, dibagi
dengan presentase perubahan harga. Elastisitas diukur pada rentang harga yang sedang
dipertimbangkan. Faktor-factor lain selain harga yang mungkin juga penting adalah mutu,
ketersediaan, pelayanan, dan jaminan.
Peramalan penjualan itu penting untuk rentang harga yang sedang dipertimbangkan oleh
manajemen. Ramalan ini, bila dikombinasikan dengan estimasi biaya, memperlihatkan dampak
keuangan dan strategi harga yang berbeda. Tujuannya, adalah untuk mengestimasi penjualan
dalam unit-unit untuk setiap produk atau merek pada harga yang sedang dipertimbangkan
melalui :

Analisis Biaya
1. Menentukan struktur biaya
2. Menganalisis hubungan antara biaya dan volume
3. Menganalisis keunggulan bersaing
4. Mengestimasi dampak pengalaman atas biaya
5. Menentukan rentang kendali atas biaya

Analisis pesaing
Setiap strategi harga pesaing dievaluasi untuk menentukan :
1. Perusahaan mana yang merupakan pesaing yang paling langsung ( actual dan potensial ) untuk
sasaran pasar yang sedang kita tempati
2. Bagaimana perusahaan-perusahaan yang bersaing diposisikan pada basis harga relative dan
sejauh mana harga digunakan sebagai suatu bagian aktif dari strategi pemasaran mereka
3. Sejauh mana keberhasilan strategi harga setiap pemasaran
4. Bagaiamana reaksi para pesaing mengubah strategi harga

Pemilihan strategi penetapan harga


Hal yang harus dipertimbangan dalam pemilihan strategi penetapan harga, antara lain :
1. Menentukan fleksibilitas harga
2. Memutuskan bagaimana memposisikan harga dikaitkan dengan biaya dan apakah hal itu dapat
digunakan sebagai dasar untuk menentukan harga
3. Memilih strategi bersaing dan penentuan posisi
Contoh Perusahaan

APPLE Inc.

A. Company Profile

Apple Inc. (sebelumnya bernama Apple Computer) adalah sebuah perusahaan


multinasional yang berpusat di Silicon Valley, Cupertino, California dan bergerak dalam bidang
perancangan, pengembangan, dan penjualan barang-barang yang meliputi elektronik konsumen,
perangkat lunak komputer, serta komputer pribadi.
VISI :
Apple is committed to bringing the best personal computing experience to students,
educators, creative professionals and consumers around the world through its innovative
hardware, software,and Internet offerings.

MISI :
Apple designs Macs, the best personal computers in the world, along with OS X, iLife,
iWork and professional software. Apple leads the digital music revolution with its iPods and
iTunes online store. Apple has reinvented the mobile phone with its revolutionary iPhone and
App Store, and is definingthe future of mobile media and computing devices with iPad.

B. Struktur Organisasi Perusahaan Apple


Di bawah ini merupakan struktur organisasi selama Steve Jobs menjadi CEO Apple Inc.

Steve Jobs dikenal dengan kepiawaiannya dalam memegang langsung banyak bagian di dalam
perusahaannya. Secara eksplisit dapat terlihat pada gambar di atas bahwa Steve Jobs merupakan
pusat dari segala pengambilan keputusan yang akan diambil karena tidak adanya jalur birokrasi
top-down. Berbeda dengan Apple yang berada di bawah kepemimpinan baru sejak tahun 2011,
Tim Cook akan mengubah bentuk struktur organisasi Apple darispoke-and-wheel organization
menjadi bentuk yang lebih tradisional yaitu top-down pyramid. Bentuk struktur organisasi juga
mengubah sistem pengambilan keputusan dalam perusahaan ini. Struktur organisasi yang dipakai
oleh Steve Jobs menyebabkan adanya sentralisasi pengambilan keputusan sehingga terkadang
terjadi bottle neck dalam pengambilan keputusan. Di sisi lain, pemakaian struktur sppokes and
wheel organization juga dapat mempercepat
pengambilan keputusan karena keputusan dapat diambil tanpa melalui sistem birokrasi yang
berlapis-lapis. Berbeda dengan bentuk struktur yang digunakan oleh Tim Cook yaitu top-down
pyramid, pengambilan keputusan dalam perusahaan didesentralisasi sehingga setiap kepala
bagian / divisi dapat turut andil dalam pengambilan keputusan. Desentralisasi tersebut dapat
mempercepat pengambilan keputusan di setiap bagian / divisi, tetapi terkadang dapat pula
memperlambat pengambilan keputusan perusahaan karena adanya level birokrasi yang jelas.

Di bawah kepemimpinan CEO baru, perusahaan Apple juga mengambil orang-orang baru
untuk menjalankan usahanya. Berikut beberapa orang yang dipercaya oleh Tim Cook untuk
mendukung keberjaanan Apple:

C. Gambar Produk Apple


THE BODY SHOP

Produk-produk The Body Shop mungkin lebih terkenal daripada seorang Anita Lucia
Perilli, nama kecil Anita Roddick. Sang pendiri yang dilahir tahun 1942 di Littlehampton,
Sussex, England. Sebenarnya memiliki nama yang juga fenomenal. Ia adalah jiwa dan DNA dari
The Body Shop produsen Body Butter, Pepermint Foot Lotion, atau Wild Cerry Body
Shower yang menggunakan bahan alami dan ramah lingkungan.

Kisah fenomenal Anita RoddickdanThe Body Shop kini banyak mengilhami


perusahaan-perusahaan global dalam menerapkan Corporate Social Responsibility (CSR). Anita
menjual produk Body Shop dengan pendekatan berbeda dengan strategi bisnis pada umumnya. Ia
mengutamakan keseimbangan antara perkembangan dan keuntungan perusahaan
dengan program pro lingkungan dan keadilan sosial. The Body Shop menghasilkan produk
tanpa uji coba pada hewan dan membeli bahan baku dari para petani pribumi dari negara
berkembang dengan perdagangan yang adil (fair trade).
Cerita legendarisThe Body Shopsebenarnya bisa dikatakan mulai tanpa sebuah
kesengajaan. Alasan agar lebih dekat dengan kedua putrinya dan keinginan menciptakan
penghasilan yang mandiri. The Body Shop pertama dibuka dari hasil pinjaman bank senilai
4.000 pada 26 Maret 1976 saat Anita Roddick berusia 33. Sesuai tujuan awalnya, toko pertama
tersebut berdiri di Brighton-England yang terletak hanya sepuluh menit dari kediamannya.

Di saat yang sama, sang suami Gordon Roddick sedang melakukan perjalanan keliling
Amerika dari Boenos Aires menuju New York . Tanpa pengalaman bisnis retail yang memadai,
Anita hanya mengandalkan insting dan motivasi tinggi bahwa kewiraswastaan dapat memberi
kelangsungan hidup dengan selalu memelihara pikiran positif yang kreatif.
Anita mengawali produksi Body Shophanya terbatas 15 jenis produk kosmetik alami. Ia
memproduksi di garasi sendiri yang dikemas dalam botol-botol kecil daur ulang dengan label
tulisan tangan. Setiap orang yang mengembalikan botol kosmetik akan mendapat potongan harga
tertentu. Cara ini secara tidak langsung justru menarik pelanggan yang merasakan pengalaman
unik saat membeli kosmetik. Toko kosmetik unik berwarna hijau tua pun dirasakan oleh para
pengunjung mampu menciptakan nuansa alam menjadi pembicaraan banyak orang.

Sebenarnya, jujur dikatakan bahwa apa yang dilakukan bukanlah sebagai sebuah
kesadaran terhadap lingkungan hidup. Pemakaian botol daur ulang hanyalah untuk efisiensi
biaya. Warna hijau yang dominan sekedar menutupi noda-noda lembab di dinding toko dengan
cat hijau. Namun, hati nuraninya yang peka segera menangkap bahwa banyak
orang sebenarnya memiliki peduli terhadap keberlangsungan ekologi. Ia mulai menyadari bahwa
Body Shopbisa menjadi sebuah kekuatan yang berdampak positif bagi dunia, jika menjadi entiti
bisnis global dan memiliki basis pelanggan loyal.

Merek dan produk The Body Shop menjadi fenomenal karena didasarkan pada filosofi
bisnis yang unik dan berbeda. Tujuan bisnisnya tidak terbatas pada keuntungan semata,
namun juga mencakup prinsip-prinsip kesetaraan dan tanggung jawab sosial. Anita Roddick
menggunakan teknik iklan yang berbeda. Ia melapisi trotoar menuju tokonya dengan parfum
Body Shopdan memasang bunga-bunga rampai gantung yang alami. The Body Shop ikut
berkampanye menyelamatkan hutan tropis Brasil dan berjuang untuk aturan perdagangan yang
lebih adil. Iabenar-benar telah mendedikasikan segenap jiwa dan perusahaannya untuk aktivitas
sosial di dalam maupun luar negeri.
The Body Shop menjadi satu dari sedikit perusahaan di dunia yang memiliki dedikasi
luar biasa terhadap lingkungan hidup secara berkelanjutan. Tahun 1990, Anita Roddick
membantu pendirian majalah The Big Issue yang keuntungan penjualannya digunakan untuk
membantu tunawisma. Ia juga mendirikan yayasan amal Children On The Edgeuntuk membantu
anak-anak yang kurang beruntung di beberapa negara Asia dan Eropa Timur.

Program-program The Body Shop yang terkenal dalam menyampaikan pesan sosial
yang positif dan mengkampanyekan perubahan, antara lain : Against Animal Testing, Active Self
Esteem, Defend Human Rights, Protect Our Planet dan Support Community Trade.
Bersama organisasi nirlaba pro lingkungan Green Peace, Amnesty International dan Friend of
the Earth melakukan upaya-upaya melindungi kelestarian alam secara jangka panjang.

Anita Roddick telah bekerja keras demi mimpi dan visinya untuk memastikan bahwa
perusahaannya, The Body Shop lebih dari sekedar mencari keuntungan finansial belaka. Ini
tentang pelayanan, melayani yang lemah dan rapuh, membawa konsep-konsep keadilan sosial ke
dalam bisnis. Benar-benar menempatkan mereka dalam praktek (bisnis) adalah kuncinya.
Mereka tidak hanya mendapat retorika belaka, tetapi keadilan yang nyata, kata Anita suatu
ketika.

Pada tahun 2004 ada lebih dari 1.980 toko The Body Shop di lebih dari 40 negara di
seluruh dunia. Kini, The Body Shop telah memiliki lebih dari 2.400 toko di 61 negara. Menurut
O Boticario (Brasil) menyebutkan The Body Shop merupakan perusahaan frinchisekosemetik
terbesar kedua di dunia. Ia telah terpilih sebagai merek kepercayaan para pelanggan dan
masyarakat dunia.

Atas dedikasinya, lusinan penghargaan telah ia terima dari berbagai institusi ternama.
Annual Business Leadership Award, First Annual Woman power Award, Womans Centers
Leadership Award, adalah sebagian penghargaan tersebut. VocalisThe Police,
StingdanmendiangPrinces Diana adalah sebagian orang yang mengidolakannya. Tahun 2003
Anita Roddick mendapat gelar kehormatan Dame Commander of the Order of the British
Empiredari Ratu Elizabeth II. Dan secara resmi ia menyandang nama Dame Anita Roddick
DBE.
Beberapa waktu lalu (2006), The Body Shop dibeli oleh LOreal dengan nilai setara $
1,2 milyar. Nilai yang sangat pantas untuk sebuah merek dan dedikasi luar biasa seorang
Anita Roddick yang telah mengubah perspektif industri kosmetik seluruh dunia. Ia melepas The
Body Shop ke LOreal sebuah perusahaan raksasa Perancis dengan harapan visi-visinya tentang
penyelamatan lingkungan hidup dapat lebih luas menyebar ke seluruh dunia.

Februari 2007, Anita mengumumkan bahwa dirinya menderita Hepatitis C akibat


transfusi darah yang dilakukan saat melahirkan putribungsunya. Dalam kondisi tersebut ia
sempat mempromosikan yayasan Hepatitis C Trust dalam upayanya ikut serta melakukan
kampanye penanggulangan hepatitis di seluruh dunia.

Anita Roddick, sang founder dan inovator The Body Shop meninggal secara mendadak
pada 10 September 2007 pada usia 64 tahun karena pendarahan otak di St Richards Hospital,
Chichester, England. Tetapi, mimpi dan visinya terhadap lingkungan hidup dan keadilan sosial
bagi kehidupan dunia tidaklah pernah terkubur bersama jasadnya.
DAFTAR PUSTAKA
www.apple.com
www.thebodyshop.com
Global Marketing Management; Wareen J.Keegan, Fifth Edition, Prentice Hall International
Inc,1996