Anda di halaman 1dari 8

1

Pengamatan Berbagai Jamur dan Bakteri

A. Judul dan Tanggal Pratikum


a. Judul : Mikroorganisme Jamur dan Bakteri
b. Tanggal Pratikum : 29 Maret 2016

B. Tujuan
1. Untuk dapat mengetahui jamur yang ada pada nasi basi, tongkol jagung, roti,

dan air comberan


2. Untuk dapat mengetahui jenis bakteri yang ada pada nasi basi, tongkol jagung,

roti dan air comberan.

C. Dasar Teori
1. Jamur

Jamur atau fungi diklasifikasikan terpisah dari tumbuhan oleh Robert H.

Whittaker, karena jamur memiliki karakteristik yang berbeda dengan

tumbuhan. Karakteristik jamur, antara lain :

Eukariotik
Uniseluler atau multiseluler
Mikroskopis dan makroskopis
Tidak memiliki klorofil, sehingga hidupnya secara heterotrof

(saprofit atau parasit)


Dinding sel tersusun dari zat kitin.
Tubuhnya terdiri dari filamen yang menyusun menjadi hifa dan

misellium.
Habitatnya adalah di tempat yang lembap.
Klasifikasi jamur berdasarkan reproduksi seksualnya dibedakan

menjadi empat filum, yaitu :

Divisi Ciri-ciri
Zygomycota Hifa tak bersekat. Tubuh tersusun dari stolon,

rizoid, dan sporangiofor. Tidak memiliki tubuh

buah. Reproduksi aseksual dengan fragmentasi,


2

reproduksi seksual dengan zigospora. Sebagai

saprofit makanan sisa /tumbuhan sisa /hewan,

sebagai parasit pada manusia dan tumbuhan,

menguntungkan bagi lumut kerak.


Ascomycota Hifa bersekat. Sebagian membentuk tubuh buah

seperti mangkuk, bulat, atau lonjong, ada pula

yang tidak membentuk tubuh buah (Neurospora

crassa). Reproduksi aseksual dengan cara

konidiaspora, reproduksi seksual dengan cara

askospora. Habitat di tanah lembap, sisa-sisa

organisme, sebagai parasit tumbuhan dan hewan

laut, bersimbiosis dengan ganggang membentuk

lumut kerak.
Basidiomycota Hifa bersekat. Makroskopik. Memiliki tubuh buah

berbentuk payung atau kuping dan memiliki bilah-

bilah yang menghasilkan spora basidium. Ada

yang meimiliki struktur seperti batang. Reproduksi

aseksual dengan cara konidiaspora, reproduksi

seksual dengan cara basidiospora. Sebagai

saprofit pada sisa-sisa makhluk hidup,

bersimbiosis dengan akar tumbuhan tingkat tinggi

membentuk mikoriza.
Deuteromycota Hifa tak bersekat. Anggotanya belum diketahui

cara reproduksi seksualnya. Pengubahan

pengelompokan jamur tersebut akan mengubah


3

nama spesies. Contoh : jamur oncom sebelum

diketahui cara reproduksi seksualnya bernama

Monila sitophila, setelah diketahui bahwa jamur

oncom berreproduksi seksual dengan cara

menghasilkan askospora, maka dikelompokan

menjadi filum Ascomycota dan diubah namanya

menjadi Neurospora crassa.

2. Bakteri

Bakteri (dari kata Latin bacterium; jamak: bacteria) adalah

kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel. Organisme ini termasuk ke

dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik), serta memiliki

peran besar dalam kehidupan di bumi. Beberapa kelompok bakteri dikenal sebagai agen

penyebab infeksi dan penyakit, sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan

manfaat dibidang pangan, pengobatan, dan industri. Struktur sel bakteri relatif

sederhana: tanpa nukleus/inti sel, kerangka sel, dan organel-organel lain

seperti mitokondria dan kloroplas. Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan

antara selprokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks.

Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah, air, udara,

dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen), bahkan

dalam tubuh manusia. Pada umumnya, bakteri berukuran 0,5-5 m, tetapi ada bakteri

tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 m, yaitu Thiomargarita. Mereka umumnya

memiliki dinding sel, seperti sel tumbuhan dan jamur, tetapi dengan bahan pembentuk
4

sangat berbeda (peptidoglikan). Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak)

dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel.

D. Alat dan Bahan

Alat yang digunakan:

Mikroskop
Kaca benda
Kaca Penutup
Gelas ukur
Pipet tetes
Pinset

Bahan yang digunakan:


Nasi basi
Roti berjamur
Tongkol jagung
Air got
Korek
Air Aqua

E. Langkah Kerja
1. Menyiapkkan alat dan bahan yang akan digunakan.
2. Membersihkan alat-alat yang akan digunakan agar steril.
3. Mengatur posisi mikroskop menghadap ke sumber cahaya.
4. Mengambil jamur pada nasi basi,letakkan di kaca benda kemudian tetesi dengan

air menggunakan pipet tetes. Setelah itu tutup dengan tutup kaca benda.
5. Lalu amati objek,atur pembesarannya agar obyek terlihat jelas.
6. Lakukan hal yang sama pada roti, tongkol jagung dan air comberan.
5

F. Hasil dan Pembahasan


Hasil Pengamatan
1. Jamur pada Nasi Basi

2. Jamur pada Roti

3. Jamur pada Tongkol Jagung


6

4. Bakteri pada air comberan

Pembahasan
1. Jamur pada Nasi Basi
Berdasarkan hasil pengamatan pada nasi basi menunjukan bagian

mikroskopik yaitu berupa sporangium dan hifa.Jamur nasi basi hampir sama

dengan roti berjamur. Jenis cendawan pada roti berjamur yaitu Rhizopus

stolonifer.Jamur kelompok ini namanya Zygomycotinayang mempunyai ciri-

ciri hifa senositik, menghasilkan Zigosporangium, dinding sel tersusun atas zat

kitin dan mempunyai houstoria. Contoh jenis cendawan pada Zigosporangium:

Rhizopus stolonifer, Mucor hiemalis, Beauveria bassiana dan Metarrhisium

anisopliae.
2. Jamur pada Roti
Setelah dilakukan penelitian, diketahui bahwa jamur pada roti

merupakan jenis jamur divisi Zygomycota dengan nama latin Rhizopus

Stolonifer (Rhizopus Sp.) Jenis jamur ini memiliki hifa pendek bercabang-

cabang dan berfungsi sebagai akar (Rizoid) untuk melekatkan diri serta

menyerap zat-zat yang diperlukan dari substrat. Selain itu, terdapat pula

Sporangiofor (hifa yang mencuat ke udara dan mengandung banyak inti sel, di
7

bagian ujungnya terbentuk sporangium (sebagai penghasil spora), serta

terdapat Stolon (hifa yang berdiameter lebih besar daripada rizoid dan

sporangiofor).

3. Jamur pada Tongkol Jagung


Klasifikasi
Kingdom: Plantae
Divisio: Thallophyta
Classis: Mycomycetes
Ordo: Mycomycetales
Familia: Mycomycetaceae
Genus: Physarum
Spesies: Physarum polycephalum
Physarum polycephalum dapat kita temukan pada medium biakan tongkol

jagung. Biasanya berwarna putih dan berbentuk agak bulat-bulat dan ada yang

bersekat.Jamur ini mempunyai alat perkembang biakkan seperti fungus dengan

pembentukan sporangium dan spora. Pada lingkungan yang agak lembab spora

mudah membentuk kecambah. Perkecambahan spora menghasilkan sel

kembara bila ada air yang cukup atau micomoeba bila kurang lembab.
4. Bakteri pada Air Comberan
Pada air comberan ditemukan Bakteri dan Protista. Bakteri ini berbentuk

Bola, dengan penataan berkoloni. Protista yang mempunyai alat gerak berupa

ciliate yang ditandai dengan adanya bulu getar yang digunakan sebagai alat

gerak dan mencari makanan.

G. Kesimpulan
Jamur pada nasi basi dan roti sama yaitu jenis jamur divisi Zygomycota dengan

nama latin Rhizopus Stolonifer (Rhizopus Sp.). Sedangkan jamur pada tongkol jagung

yaitu Physarum polycephalum dapat kita temukan pada medium biakan tongkol jagung.
8

Pada air comberan terdapat bakteri dan Protista. Protista yang mempunyai alat gerak

berupa ciliate yang ditandai dengan adanya bulu getar yang digunakan sebagai alat

gerak dan mencari makanan.


H. Daftar Pustaka
Atlas, R.M. 1986. Basic and practical biology. MacMillan Publishing Company, New

York: xi + 741 hlm.


Black, J. G. 1999. Microbiology: Principles and explorations. 4th ed. John Willey &

Sons, Inc., New York: xxiv + 786 hlm Campbell 2008


Dwidjoseputro, D. 1982. Dasar-dasar mikrobiologi. Penerbit Djambatan, Jakarta: x +

182 hlm.
Gandjar, I., Isworo R. K., Wibowo M. & Lanita S. 1992. Pedoman praktikum

mikrobiologi dasar. Jurusan Biologi FMIPA-UI, Depok: vii + 87 hlm.


Hadioetomo, R.S. 1993. Mikrobiologi dasar dalam praktek: Teknik dan prosedur dasar

laboratorium. PT. Gramedia, Jakarta: xi + 163 hlm.


Harley, J. P., L. M. Prescott. 2002. Laboratory exercises in microbiology. 5th ed. The

McGraw-Hill Companies: xiv + 466 hlm.