Anda di halaman 1dari 9

1.

Model Dasar Komunikasi

Model Dasar Komunikasi Komunikasi data adalah pergerakan data dan informasi yang
dikodekan dari satu titik ke titik lain melalui peralatan listrik atau elektro magnetik, kabel
serat optik (fiber optic cables), atau sinyal gelombang mikro (microwave signals). Istilah
lain yang digunakan adalah teleprocessing, telekomunikasi, telecom dan datacom. Dalam
bentuk berbasis sederhana, komunikasi berbasis komputer memiliki 3 tingkatan. Suatu
contoh berdasarkan pengiriman pesan e-mail ke seseorang dapat menggambarkan
berbagai tingkatan ini. Tingkat tertinggi, tingkat yang terdekat ke pemakai, adalah tingkat
aplikasi. Ini bisa berupa perangkat lunak untuk mengirim e-mail melalui internet. Tingkat
selanjutnya adalah tingkat komputer, yang membawa pesan e-mail itu saluran
komunikasi. Tingkat terendah adalah saluran komunikasi kabel-kabel yang
mentransmisikan pesan ke komputer lain di internet. Adapun model model dasar
komunikasi :
Model S R
Model stimulus respon (S R) adalah model komunikasi paling dasar. Model
ini depengaruhi oleh disiplin psikologi, khususnya yang beraliran behavioristik.
Model tersebut menggambarkan stimulus respons. Model ini menunjukan
komunikasi sebagai aksi reaksi yang sederhana. Model Aristoteles
Model Aristoteles adalah model komunikasi paling klasik, yang sering juga
disebut model retoris. Komunikasi terjadi ketika seorang pembicara
menyampaikan pembicaraannya kepada khalayak dalam upaya mengubah sikap
mereka. Tepatnya, ia mengemukakan tiga unsur dasar dalam proses komunikasi,
yaitu pembicara (speaker), pesan (message), dan pendengar (listener).
Model Aristoteles
Model Aristoteles adalah model komunikasi paling klasik, yang sering juga
disebut model retoris. Komunikasi terjadi ketika seorang pembicara
menyampaikan pembicaraannya kepada khalayak dalam upaya mengubah sikap
mereka. Tepatnya, ia mengemukakan tiga unsur dasar dalam proses komunikasi,
yaitu pembicara (speaker), pesan (message), dan pendengar (listener).
Protokol Komunikasi Komputer
Komputer besar awal tidak berkomunikasi dengan komputer lain, hanya dengan terminal-
terminal. Terminal tidak memiliki penyimpanan atas prosesor, ia hanya menyediakan
sarana untuk memasukkan dan menampilkan data bagi komputer. IBM menyadari
keterbatasan komunikasi ini sebagai suatu masalah, terutama sejak IBM ingin menjual
lebih dari satu komputer ke satu perusahaan. Keuntungan dari transmisi komputer-ke-
komputer adalah hilangnya kebutuhan untuk mentransfer data melalui suatu medium
seperti punched card atas pita kertas. Menyalin data ke suatu medium (misalnya pita
komputer), membawa medium tersebut ke komputer lain, kemudian memasukkan data itu
ke komputer lain dinamakan sneaker net karena komputer-komputer tersebut tidak
berkomunikasi secara langsung. Mereka memerlukan seseorang untuk membawa data itu
dari satu komputer ke komputer lain. Sebagai jawaban atas keterbatasan sneaker net,
pembuat peralatan komputer dan komunikasi mengembangkan protokol seperti SNA,
Token Ring, dan Ethernet.
Paket
Untuk transfer data yang besar, pesan perlu dibagi menjadi beberapa potongan yang lebih
kecil sehingga pesan dari satu komputer tidak mendominasi medium komunikasi. Ini
dilakukan dengan paket. Suatu paket adalah sebagian dari keselurahan data yang akan
dikomunikasikan, dikombinasikan dengan alamat komputer tujuan data tersebut dan
informasi pengendali lainnya.
Alamat Jaringan
Alamat adalah empat rangkaian angka (masing-masing dari 0 sampai 225), dipisahkan
oleh titik, dimana bagian alamat menetukan jaringan, host, sub-jaringan, dan komputer
yang dituju. Sebagian besar pemakai komputer di kantor dihubungkan ke jaringan
melalui jaringan melalui suatu alamat yang ditentukan secara permanen.
Perkembangan Protokol untuk Sistem Telepon Publik
Kecepatan transmisi data melalui sistem telepon public lebih lambat dibandingkan bila
dua komputer komputer dihubungkan melalui kabel telepon. Karena protokol untuk
sistem telepon public dibuat sehingga berbagai macam media komunikasi yang mungkin
atau mungkin tidak dapat diandalkan.
Internet
Internet memiliki dampak yang lebih besar pada komunikasi berbasis komputer daripada
perkembangan yang lain, dan ia telah menghasilkan aplikasi khusus seperti intranet dan
ekstranet. Secara sederhana, internet hanyalah kumpulan jaringan yang dapat saling
berhubungan. Jika anda memiliki LAN di satu kantor dan LAN di kantor lain, anda dapat
menggabungkan keduanya dan itu akan menciptakan suatu Internet.
Intranet
Organisasi dapat membatasi akses ke jaringan mereka hanya bagi anggota
organisasinya dengan menggunakan intranet. Intranet menggunakan protokol
jaringan komputer yang sama dengan Internet tetapi membatasi akses ke sumber
daya komputer hanya bagi sekelompok orang pilihan di dalam organisasi.
Ekstranet
Beberapa pemakai jaringan yang sah mungkin berada di luar batas organisasi.
Misalnya, satu pemasok mungkin memerlukan akses ke catatan tingkat
persediaan. Saat intranet diperluas hingga menyertakan para pemakai di luar
organisasi ia dinamakan ekstranet.
2. Komunikasi Data Berbasis Komputer

Seiring meluasnya teknologi dan metodologi komunikasi data, berkembang tiga metode
pengendalian jaringan. Yang pertama adalah suatu komputer pusat yang dihubungkan ke
terminal-terminal. Metode ini diikuti oleh sistem terdistribusi, dan pemrosesan
client/Server adalah yang terkini. Masing-masing memiliki keunggulan yang cocok untuk
situasi yang berbeda.
Pengendalian Terpusat
Suatu terminal tidak memiliki penyimpanan atau prosesor. Terminal sekedar meyediakan
sarana untuk memasukkan dan menampilkan data untuk komputer. Pengendalian
peralatan dilakukan oleh komputer yang terhubung dengan terminal. Suatu komputer
mikro mungkin bertindak sebagai terminal saat melaksanakan suatu tugas untuk suatu
aplikasi, terutama jika aplikasi itu dikendalikan oleh komputer lain. Dalam hal itu,
komputer mikro tersebut bertindak sebagai terminal karena tidak menggunakan sumber
daya penyimpanan atau prosesornya sendiri untuk melaksanakan aplikasi tersebut.
Namun, jika komputer mikro tersebut memberikan lebih sekedar kemampuan input dan
output, secara teknis ia tidak berfungsi sebagai terminal.
Pemrosesan Terdistribusi
Pemrosesan terdistribusi, juga disebut pemrosesan data terditribusi, adalah istilah untuk
komunikasi data dari satu tempat ke tempat lain yang menggunakan data tersebut.
Pendekatan pemrosesan ini, memanfaatkan sumber daya komputer yang tersebar secara
lebih baik daripada model terminal.
Pemrosesan Client/Server
Pemrosesan client/Server menyadari perlunya gabungan dari strategi pemrosesan terpusat
dan terdistribusi untuk memanfaatkan sepenuhnya kemampuan pemrosesan komputer dan
komunikasi data.
3. Perangkat Keras dan Lunak Komunikasi

Peralatan yang digunakan untuk melakukan interaksi / komunikasi dibedakan atas


(peralatan inter aksi):
- Data Communication Equipment DCE, untuk menyalurkan informasi antar lokasi.
- Data Terminal Equipment DTE, merupakan peralatan tempat informasi masuk dan
keluar bagi pemakai maupun komputer.

Di dalam sistem komunikasi data ada sistem yang mengatur hubungan dengan peralatan
komunikasi data. Peralatan ini disebut Data Communication Controller Unit DCCU.
Tugas dari DCCU antara lain :

- Membentuk antar muka antara sistem input/output bus dan modem;


- Mengendalikan sinyal antarmuka modem dan konversi level sinyal agar sesuai
dengan antarmuka;
- Mengubah data yang akan dikirimkan menjadi serial dan sebaliknya;
- Untuk peralatan sinkron terdapat buffer, dan kendali berita antara 2 stasiun dilakukan
oleh DCCU;
- Mengatur error recovery dengan mekanisme retry;
- Melakukan konversi sandi bilamana perlu;
- Melakukan sinkronisasi karakter baik dengan cara start/stop maupun dengan karakter
SYN;
- Melakukan bit sinkronisasi untuk controller asinkron. Kadang kala controller sinkron
juga dapat melakukannya dengan internal clock;
- Melakukan pengujian kesalahan (parity, longitudinal atau BCC);
- Mengendalikan prosedur dengan melacak karakter transmission control.

Beberapa macam terminal yang umum :

- Key board printer


- Key board video display
- Line printer
Input/Output Controller
I/O controller mengatur aliran informasi masuk dan keluar terminal. Terdapat 3 fungsi
I/O controller:
- Kendali masukan (input control)
- Kendali keluaran (output control)
- Pemeriksaan kesalahan (error checking) : validity checking, redundancy checking,
dan polynomial checking.
Pengendali Terminal
Melakukan semua hal yang dilakukan oleh I/O controller, dengan tugas utamanya adalah:
Sinkronisasi, Pengujian kesalahan, Kendali dan perintah I/O, Menyimpan karakter untuk
sementara, Multiplexing, Pemeriksaan status dan Pemeriksaan kecepatan, Perakitan dan
pembongkaran. Dalam sistem komunikasi data dikenal beberapa macam perangkat keras
yaiu terminal, komputer, tranmission lines, modem, multiplexer, concentrator
(pengumpul).
a. Terminal
Merupakan alat yang melayani proses I/O, jadi merupakan penghubung antara
manusia dengan mesin. Pemilihan terminal ditentukan oeh kebutuhan pada saat ini
dan melihat perkembangan di masa datang. Macam-macam Terminal Dasar adalah
Teletypewriter, Video Display Terminal/Unit VDT/VDU, Remote Job Entry
Terminal, Transaction Terminal, Intelligent Terminal (Terminal Cerdas).
b. Komputer
Komputer atau prosesor yang dibutuhkan untuk sistem komunikasi data aak berbeda
dengan prosesor untuk pengolah data. Banyak komputer dapat melayani kegiatan
komunikasi data, asal saja perangkat keras dapat mengambil alih tugas yang kurang
dapat dikerjakan secara efisien oleh prosesor tsb. Kebutuhan utama prosesor pada
komunikasi data ialah mengolah data yang datang secara cepat dalam sistem real-
time.
c. Transmission Lines
Agar data dapat diterima oleh penerima diperlukan suatu media untuk membawa data
tersebut. Medium tersebut dinamakan Saluran Transmisi (transmission lines). Pada
dasarnya sistem transmisi dapat membawa data secara listrik atau elektro optik dan
melalui satu kanal telekomunikasi. Kanal telekomunikasi merupakan saluran yang
dipergunakan untuk membawa data dari sumber ke penerima.
d. Modem
Singkatan dari Modulator DEModulator, sesuai dengan fungsinya yaitu melakukan
modulasi (merubah pulsa biner menjadi sinyal analog) dan demodulasi. Dalam
komunikasi data selalu diperlukan sepasang modem yang masing-masing dipasang di
pemancar dan penerima.
e. Multiplexer
Penggabungan 2 sinyal atau lebih untuk disalurkan ke satu saluran komunikasi,
sehingga terjadi efisiensi penggunaan saluran komunikasi. Macam-macam
Multiplexing :
- Ferquency Division Multiplexing FDM;akan menumpuk sinyal pada bidang
frekuensi. Data yang dikirim akan dicampur berdasarkan frekuensinya.
- Time Division Multiplexing TDM; pengiriman data dilakukan dengan mencampur
data berdasarkan waktu sinyal tersebut dikirimkan dan digunakan untuk transmisi
sinyak digital.
f. Concentrator
Merupakan antar muka sejumlah terminal dengan saluran ke komputer pusat.
Digunakan sebagai pengganti ataupun bersama-sama dengan multiplexer. Data yang
diterima dikumpulkan dalam jumlah tertentu, baru kemudian disalurkan secara
bersamaan ke tujuan. Sehingga Concentrator dapat membebaskan saluran komunikasi
dari lalu lintas yag tidak bermanfaat, dan membebaskan komputer dari semua
kegiatan yang berhubungan dengan penyaluran berita tanpa salah (error free
messages). Tugas Concentrator meliputi :Line servicing; Konversi kecepatan dan
kode; Meratakan traffic; Error control; Memungkin ekspansi sistem tanpa perlu
menggannggu pusat; Dapat mengganti jenis terminal dengan yang lebih efisien tanpa
modifikasi pada pusat.

Sebagian besar perangkat lunak berada dalam host dan front end processor, dan
sebagian dapat berada pada cluster control unit dan terminal. Perangkat lunak yang
berada pada host, berfungsi :
- Menempatkan pesan dalam suatu urutan tertentu berdasarkan prioritas.
- Mengamankan catatan (log) dari setiap terminal dan memeriksa apakah suatu
terminal berwenang untuk mengerjakan tugas yang diminta.
- Menghubungkan jaringan datacom dengan sistem manajemen database
- Mengamankan gangguan sewaktu listrik pada dengan menyimpan status
penyimpanan primer secara periodik.

Perangkat lunak dalam front end processor, berfungsi :

- Menanyai dan menentukan terminal secara berurutan apakah terminal tersebut ingin
menggunakan saluran.
- Memelihara catatan dengan memberikan waktu dan tanggal pada tiap pesan dan
penomorannya.
- Mengubah kode dari satu jenis peralatan (misalnya IBM ) kejenis lain (misal DEC).
Menyunting data Menambah dan menghapus kode routing.
- Memelihara file historis, termasuk memulihkan dari gangguan. Memelihara statistik
atas penggunaan jaringan.
4. Pendekatan dasar Jaringan Pada Pemrosesan
Terdapat dua pendekatan pada jaringan komunikasi data yaitu Timesharing, Pemrosesan
Terdistribusi, dan Client/Server computing. Jaringan Timesharing terdiri dari satu
komputer yang dipakai bersama oleh beberapa pemakai yang memperoleh akses melalui
terminal-terminal. Pemrosesan terdistribusi adalah suatu pendekatan dengan cara
mendistribusikan komputer mini dan komputer mikro ke seluruh jaringan organisasi,
pendekatan ini menggantikan Timesharing sebagai strategi jaringan. Sedangkan
Client/Server Computing adalah suatu pendekatan bagi penggunaan jaringan yang
didasarkan pada konsep bahwa sebagian fungsi paling baik ditangani secara lokal dan
sebagian paling baik ditangani secara terpusat. Oleh karenanya merupakan gabungan
pendekatan Timesharing dangan Pemrosesan Terdistribusi.
5. Jaringan Setempat
Jaringan Setempat (Local Area Network)
Jaringan Setempat atau LAN adalah sekumpulan computer dan peralatan lain (seperti
printer) yang saling berhubungan melalui suatu medium yang sama. LAN
menghubungkan komputer-komputer yang dekat secara fisik, misalnya di ruang atau
gedung yang sama. Jumlah computer dan peralatan lain yang dapat dihubungkan ke satu
LAN terbatas. Batasan tersebut bervariasi tergantung medium yang menghubungkan
computer tersebut dan perangkat lunak LAN yang digunakan.
Jaringan setempat menggunakan tiga konfigurasi terpisah untuk menghubungkan
computer dan perangkat lain. Konfigurasi jaringan itu dinamakan topologi. Jaringan
Token-Ring dari IBM menggunakan topologi, jaringan Ethernet umumnya menggunakan
topologi bus (juga dinamakan backbone). Bus adalah suatu kabel tunggal dengan panjang
terbatas. Topologi ketiga adalah star dan memerlukan suatu hub. Hub adalah suatu alat
yang menerima paket dari data dari suatu computer di salah satu ujung bintang (star) dan
menyalin isinya ke sluruh alat lain. Topologi star dan hub penting karena kesederhanaan
dan kemudahan penerapannya. Topologi star dan hub bagi sebagian besar professional
bisnis lebih berkaitan dengan komunikasi daripada teknologi.
LAN juga memungkinkan kelompok-kelompok kerja berbagi data berbasis computer
menggunakan sumber daya computer yang tidak berada di meja si pekerja tetapi dalam
jaringan, sertra mengirimkan pesan elektronik ke rekan kerja.
Jaringan Metropolitan (Metropolitan Area Network)
Adalah jaringan dengan cara yang cukup luas untuk mencakup suatu kota secara
keseluruhan atau beberapa kota kecil yang berdekatan. Jarak fisiknya sekitar 30 mil.
MAN muncul ketika kebutuhan untuk menghubungkan beberapa computer melampui
batas jarak LAN. Menghubungkan beberapa gedung dalam suatu organisasi seperti
berada gedung di suatu kampus, merupakan aplikasi MAN paling umum.
Jaringan Luas (Wide Area Network)
Adalah jaringan digunakan untuk menghubungkan berbagai computer dan peralatan lain
bila jaraknya melampui batasan LAN dan MAN. Sistem telepon public atau common
carrier menggunakan, digunakan untuk jaringan luas. Kelemahan utama penggunaan
system telepon public adalah penurunan kecepatan transmisi.
6. Manajemen Jaringan
Manajemen jaringan ditujukan untuk mengurangi peluang kegagalan jaringan terutama
melalui perencanaan dan pengendalian.
Perencanaan Jaringan
Terdiri dari semua kegiatan yang diarahkan untuk mengantisipasi kebutuhan jaringan
perusahaan. Ini mencakup tiga komponen utama yaitu:
Perencanaan Kapasitas : menganalisis dan merencanakan volume lalu lintas
yang dapat ditangani jaringan.
Perencanaan Staf : membantu menentukan jumlah orang yang diperlukan
untuk mengelola suatu jaringan dan tingkat keahlian yang diperlukan.
Pemantauan Kinerja: menganalisis waktu respon pada suatu tingkat lalu lintas
tertentu untuk mengantisipasi efek dari kemungkinan perubahan kinerja
jaringan.

Pengendalian Jaringan

Meliputi pemantauan jaringan setiap hari untuk memastikan bahwa jaringan tetap pada
tingkat operasi yang diinginkan. Pengendalian jaringan meliputi prosedur-prosedur
seperti deteksi kegagalan, isolasi kegagalan, dan pemulihan jaringan. Kegagalan adalah
tiap kesalahan dalam data yang dikomunikasikan seperti sambungan komunkasi yang
tidak berfungsi atau kondisi lain yang membuat data tidak tiba secara tepat. Untuk
mencapai dan memlihara pengendalian jaringan, perusahaan memerlukan standar operasi,
strategi rancangan, prosedur pengendalian kegagalan, dan metodologi pemecahan
masalah.

7. Peran Datacom Dalam Pemecahan Masalah


a. Memungkinkan beberapa sistem komputer saling berbagi (sharing) sumber daya
secara bersama. Sehingga bersifat ekonomis.
b. Menambah manfaat komputer karena jaringan memperluas kegunaan dan daya guna
sistem komputer yang saling dihubungkan dengan jaringan tersebut sehingga terminal
dengan terminal dapat berkomunikasi, tukar menukar data, dan dapat menggantikan
fungsi surat menyurat.
c. Memungkinkan berbagai macam merk komputer saling berhubungan, dengan
demikian pemakai tidak tergantung pada satu vendor/penjual.
d. Memungkinkan pengembangan sistem komputer secara relatif lebih mudah dan
menyebabkan sistem komputer menjadi lebih fleksibel.
e. Pengolahan terdistribusi, sehingga dapat mencegah ketergantungan kepada pusat atau
central processor atau tidak tergantung pada satu sistem komputer saja.
f. Memungkinkan integrasi berbagai macam aplikasi yang dijalankan pada berbagai
macam sistem komputer. Data yang dihasilkan oleh satu bagian dapat segera
digunakan oleh departemen lain dan sebaliknya.