Anda di halaman 1dari 13

MEDIAN RHOMBOID GLOSSITIS

NAMA LAIN

Median rhomboid glossitisdisebut juga glossal central papillary


atrophy(Scully 2013 p.260).

DEFINISI

Median rhomboid glossitis adalah depapilasi area rhomboidatau oval atau


jajaran genjang pada garis median dorsum lidah,di anterior sulcus
terminalis.Daerah eritema berasal dari atrofi papilla filiformis (Scully 2013
p.260;Greenberg et al 2008 p.81; Laskaris, 2013 p.48; Langlais et al 2013 p.108;
Field et al 2004 p.70).

EPIDEMIOLOGI

Terutama pada usia dewasa,jarang terjadi pada anak-anak. Pada semua


jenis kelamin. Tidak ada predileksi rasial,batasan wilayah Prevalensi sering lebih
tinggi pada pasien yang menderita diabetes, imunosupresi, atau mendapatkan
antibiotik spektrum luas(Scully 2013 p.260;Langlais et al 2013 p. 108).

ETIOLOGI

Kemungkinan infeksi candida albicans yang kronis terutama pada


dorsum posterior lidah (Scully 2013 p.260;Greenberg et al 2008 p.81;Field et al
2004 p.70).

FAKTOR PREDISPOSISI(Scully 2013 p.260; Greenberg et al 2008 p.81)

Faktor predisposisi cenderung pada :

- Perokok
- Pemakaian denture
- Spray/inhaler kortikosteroid

1
PATOGENESA

Pada median rhomboid glositistidak terdapat papilla oleh karena dahulu


dianggap cacat perkembangan dari turunan tuberkulum impar (kegagalan proses
embriosis). Teori ini tidak lagi dianggap shahih. Sekarang median rhomboid
glositis dianggap sebagai daerah berbentuk rhomboid atau oval yang berwarna
merah di lidah, yang berasal dari infeksi candida albicans yang kronis. (Langlais
et al 2013 p.108). Perubahan candida dari komensal menjadi patogen. Dengan
perubahan bentuk dari yeast menjadi hyphae. Hyphae candida menempel pada
epitel dan dengan kondisi tertentu dapat membentuk koloni pada lapisan
superfisial. Hyphae infiltrasi ke lapisan superfisial epitel parakeratotik dan
infiltrasi neutrophil pada epitel, dengan pemanjangan hiperplastik rete ridges
(pseudoepitelimatous hyperplasia) dan infiltrasi limfosit dalam corium (Scully
2013 p.260).

GAMBARAN KLINIS

Ukuran dan bentuk bervariasi,berupa makula, simptomatik, sering tampak


sebagai daerah eritema atau merah dan putihdengan ukuran 1-1,25 cm , tepi tidak
teratur, membulat., Permukaan lesi halus tidak mempunyai papilla
filiformis.berbentuk jajaran genjang di midline dorsum lidah, di depan papilla
circum vallata.Dengan berjalannya waktu, lesi menjadi granular dan
lobular(Langlais et al2013 p.108; Scully 2013 p.260;Field et al 2004 p.70).

Gb.1Median rhomboid glossitis (Sumber:Scully,2013)

2
Gb.2 Median rhomboid glossitis (Sumber: Greenberg,2008)

Gb.3 Median rhomboid glossitis (Sumber:Field,2004)

PEMERIKSAAN PENUNJANG(Scully 2013 p.261)

- Smears dan pewarnaan Gram ( untuk candida albicans) ,akan terlihat


adanya hyphae oral candidiasis (+)
- Culture pada Sabouraud dextrose agar (inkubasi 370c)
Koloni tumbuh identifikasi spesies
- Biopsi (jarang diperlukan, diindikasikan bila ada keraguan neoplasma)
Pada histopatologi menunjukan epitel iregular hyperplasia tetapi bukan
carcinoma (karena pseudoepitheliomatous hyperplasia)

3
Gb.4 Median rhomboid glossitis , menunjukkan
histopatologi pseudoepitheliomatoushiperplasia (Sumber:Scully,2013)

DIAGNOSA BANDING (Laskaris,2013)

- Geographic tongue
- Kandidiasis tipe acute atropic candidiasis

Gb. 5Geographic tongue Gb.6 Acute atropic candidiasis

(Sumber :Greenberg,2008) (Sumber: Greenberg,2008)

DIAGNOSA AKHIR

Dari hasil anamnesis, gambaran klinis dan pemeriksaan penunjang maka


didapatkan diagnose akhirnya adalah Median rhomboid glossitis.

TERAPI

Menghilangkan faktor predisposisi, seperti kebiasaan merokok harus


dihentikan Terapi Antijamur diindikasikan dengan memberikan obat antifungal
polyene, seperti nystatin pastilles.Bila respon kurang baik dapat diberikanazole
secara sistemik, seperti fluconazole. (Scully 2013 p.261;Greenberg et al 2008
p.81; Field et al 2004 p.70). Median rhomboid glossitis tahap akhir biasanya

4
tidak bergejala dan tidak bias disembuhkan dengan pengobatan antijamur karena
lesi sudah menjadi fibrotik dan hipovaskular (Langlais et al 2013 p.108).

PROGNOSIS

Prognosis baik, lesi tidak akan berkembang menjadi keganasan


(Greenberg2008 p.81).

DAFTAR PUSTAKA

5
Greenberg, Martin S; Glick, Michael; Ship, Jonathan A.2008. Burkets Oral
Medicine. 8th ed. BC Decker Inc.Hamilton. p 81

Laskaris, George. 2013.Atlas Saku Penyakit Mulut. Ed.2.Jakarta:EGC.hal. 48

Langlais, Robert P; Miller, Craig S; Gehrig, Jill SN; 2013. Atlas Berwarna lesi
Mulut Yang Sering Ditemukan.Ed.4; Jakarta:EGC. hal.108-109

Scully, Crispian. 2013. Oral & Maxillofacial Medicine. 3thed.Churchill


Livingstone Elsevier Ltd. p 260-261

Field, Anne; Longman, Lesley; Tyldesley, William.2004.Tyldesleys Oral


Medicine.5thed.Oxford University Press Inc.p 70-71

GEOGRAPHIC TONGUE

6
NAMA LAIN

Geographic tongue atau erythema migrans atau benign


migratory glossitis.

DEFINISI

Geographic tongue merupakan lesi jinak yang berupa bercak


merah yang menyerupai peta yang terletak pada dorsum dan margin
lidah, letaknya berpindah pindah,jarang terjadi pada bagian mukosa
mulut lainnya.(Langlais 2013, p.106 ; Scully 2013, p.268; Greenberg
2008, p.103; Laskaris 2013, p.22; Field 2004, p.64)

EPIDEMIOLOGI

Terjadi pada 1-2% dewasa muda, seimbang pada semua jenis


kelamin.(Scully 2013, p. 268; Greenberg 2008, p.103)

ETIOLOGI dan FAKTOR PREDISPOSISI

Etiologi sebenarnya masih belum diketahui, kemungkinan


ada faktor genetik yang berperan.Sedangkan faktor predisposisinya
adalah stres, defisiensi nutrisi,dan faktor hormonal. Alergi atopik ,
seperti demam , dan beberapa yang berkaitan dengan
ketidaknyamanan pada mulut karena variasi makanan (misalnya
keju), diabetes melitus serta down sindrom memiliki prevalensi lebih
tinggi terhadap geographic tongue. Pasien dengan lidah pecah-pecah
atau fissured tongue juga sering memiliki geographic tongue,
biasanya bukan perokok dan psoriasis mungkin sekitar 4 % kasus.
(Scully 2013, p.268)

7
PATOGENESA

Berkaitan dengan peningkatan HLA - Cw6 , HLA-B15,


antigen DR5 dan DRW6 serta penurunan antigen B51 . Juga
berkaitan dengan IL - 1B polimorfisme 3954. (Scully 2013, p.224)

GAMBARAN KLINIS

Lesi terlihat sebagai bercak depapilasi eritematosa,dikelilingi


oleh tepi lesi yang berwarna putih dan lebih tinggi sedikit
dibandingkan sekitarnya, multipel,asimptomatik, berbatas
jelas,biasanya ditemukan pada dorsum lidah. Lesi ini memiliki ciri
khas berada di satu area untuk waktu tertentu, kemudian menghilang
sama sekali dan muncul kembali di area lain. Lesi dapat muncul
bersamaan dengan fissured tongue.(Greenberg 2008, p.104)
Umumnya mengenai dorsum lidah,jarang pada mukosa mulut
sekitarnya.Sering tidak menimbulkan gejala, kadang terasa nyeri
terutama pada penggunaan makanan asam (misal,
tomat,strawberi,nanas dll).

Terdapat tiga pola :

1. Daerah bercak karena papilla filiformis mengalami deskuamasi


2. Daerah bercak deskuamasi yang dikelilingi oleh tepi berwarna putih,
menonjol dan berbentuk seperti cincin.
3. Daerah bercak papilla filiformis yang mengalami deskuamasi,
dibatasi oleh pita eritema akibat peradangan.

Dapat juga dijumpai gabungan dari pola-pola tersebut dan pola pada
permukaan lidah dapat berubah ukuran serta lokasinya. Gejala tidak
umum ditemukan pada dua pola yang pertama, tetapi adanya pita
peradangan merah sering dihubungkan dengan iritasi karena makanan

8
berbumbu dan rasa terbakar. Remisi spontan dan rekurensi
merupakan hal yang umum terjadi.Diagnosis dibuat berdasarkan
gambaran klinis yang ditemukan.(Langlais 2013, p.22; Scully 2013,
p.269)

Gb.1 Erythema migrans /geographic tongue (Scully, 2013)

9
Gb.2 Geographic tongue dengan daerah eritema yang baru
mulai pulih dari lesi sebelumnya (Greenberg,2008)
PEMERIKSAAN PENUNJANG

Jika biopsi, harus melibatkan zona periferuntuk melihat


gambaran khas pada histopatologi. Ini termasuk parakeratosis ,
akantosis , peradangan subepitel limfosit T , dan transepitelial migrasi
neutrophil granulosit. (Greenberg 2008, p.104)

Gambaran histopatologitampak adanya epitelmenipis di


tengah lesi dengan inflamasi terutama adanya leukosit
polimorfonuklear( PMNL ) , seperti pada pustular psoriasis. (Scully
2013, p.269)

Gb.3 Migrans eritema ( geographic tongue) ) , menunjukkan


gambaran histopatologi yang khas adanya leukosit pada intra epitel,
menyerupai psoriasis (Scully ,2013)

DIAGNOSA BANDING (Laskaris,2013)

10
Gb.4 Kandidiasis tipe acute atropic Gb.5Lichen planus tipe erosive

Candidiasis (Sumber:Greenberg,2008) (Sumber:Habif,2015)

Gb.6. Sindrom Reiter (Sumber: imgkid.com,2015)

DIAGNOSA AKHIR

Berdasarkan anamnesis, gambaran klinis dan pemeriksaan


penunjang, maka didapatkan diagnose akhirnya adalah Geographic
Tongue atau Erythema migrans atau benign migratory glossitis.

TERAPI

Tidak diperlukan perawatan dan meyakinkan pasien bahwa


kelainan tersebut tidak berbahaya. Pada lesi simtomatik umumnya
dapat dihilangkan dengan anastesi topical atau steroid topikal, yang
dikombinasikan dengan penurunan stress, pemberian antihistamin,
obat anxiolytic. (Langlais 2013, p.107 ; Greenberg 2008, p. 104).

11
Gb.7Sumber : Scully C,2013

PROGNOSIS

Prognosis baik. Prevalensi penyakit menurun seiring


dengan usia, kekambuhan spontan berkurang dari waktu ke waktu.
(Greenberg 2008,p. 104)

DAFTAR PUSTAKA

Greenberg, Martin S; Glick, Michael; Ship, Jonathan A.2008. Burkets Oral


Medicine. 8th ed. BC Decker Inc.Hamilton. p 103-104

Laskaris, George. 2013.Atlas Saku Penyakit Mulut. Ed.2.Jakarta:EGC.hal. 22-23

12
Langlais, Robert P; Miller, Craig S; Gehrig, Jill SN; 2013. Atlas Berwarna lesi
Mulut Yang Sering Ditemukan.Ed.4; Jakarta:EGC. hal.106-107

Scully, Crispian. 2013. Oral & Maxillofacial Medicine. 3thed.Churchill


Livingstone Elsevier Ltd. p 268-270

Field, Anne; Longman, Lesley; Tyldesley, William.2004.Tyldesleys Oral


Medicine.5thed.Oxford University Press Inc.p 70-71 press Inc.p 70-71

13

Anda mungkin juga menyukai