Anda di halaman 1dari 15

A.

Pengertian Agama
Secara etimologis kata agama berasal dari bahasa sanskerta. Kata ini tersusun dari kata A dan
Gama. A yang berarti tidak dan sedangkan Gama berarti berjalan atau berubah. Jadi agama berarti tidak
berubah. Demikian juga menurut H. Muh. Said. sejalan pendapat itu Harun Nasution juga
mengemukakan, bahwa agama berasal dari bahasa Sanskrit. Menurutnya, satu pendapay mengatakan
bahwa kata itu tersusun dari dua kata yaitu A = tidak, dan Gama = Pergi. Dengan demikian agama
berarti tidak pergi atau tetap di tempatnya.[1]

K.H. Taib Abdul Muin, juga memeberi pendapat bahwa kata agama berasal dari bahasa
sanskerta, yang mana A berarti tidak, dan Gama berarti kocar kacir. Jadi agama berarti tidak kocar kacir,
dalam artian agama itu teratur.

Sementara itu K.H. Zainal Arifin Abbas dan Sidi Gazalba , berpendapat bahwa istilah agama dan
religi serta Al Din itu berbeda-beda antara satu dan lainnya. Masing-masing mempunyai pengertian
sendiri. Lebih jauh lagi, Gazalba menjelaskan bahwa Al-din lebih luas pengertian nya dari pada
pengertian agama dan religi. Agama dan religi hanya berisi ajaran yang menyangkut aspek hubungan
antara manusia dan tuhan saja. Sedangkan al-din berisi dan memuat ajaran yang mencakup aspek
hubungan antara manusia dan tuhan dan hubungan sesama manusia. [2]

Sedangkan secara istilah pengertian agama, tidak ada pengertian agama itu yang benar benar
memuaskan, oleh karena keragama agama itu sendiri. Sehubungan dengan itu pengertian yang akan
dibentangakan berikut ini adalah beberapa pendapat dari pakar yang sudah barang tentu menurut sudut
pandang mereka masing-masing. Beberapa defenisi pengertian agama yang dimaksud adalah sebagai
berikut:

Frazer[3] berpendapat bahwa agama adalah sebagai perdamain atu tindakan mendamaikan dari
kuasa-kuasa atas kepada manusia yang mana dipercayai mengatur dan mengonrol alam raya dan
kehidupan manusia.

Kemudian Malfijt[4] mengemukakan bahwa agama adalah system interaksi kepercayaan dan
perbuatan yang didasarkan atas adapt-istiadat (kebudayaan) suatu masarakat yang secara bersama-
sama percaya kepada kuasa supernatural yang suci.

Sementara itu Taib Thahir Abdul Muin mengemukakan pengertian agama sebagai suatu peraturan
Tuhan yang mendorong jiwa seseorang yang memepunyai akal untuk dengan kehendak dan pilihannya
sendidri mengikuti peraturan tersebut, guna mencapai kebahagiaan hidup didunia dan di akhirat.

1. Teori Asal Mula Agama


Sejak dulu hingga sekarang banyak sudah para sarjana dan ilmuan yang mempelajari agama
menurut dari segi ilmu masing-masing. Terutama para ilmuan mencoba mengkaji agama dari berbagai
aspek.

Tylor menyebutkan mengkaji agama dengan sangat sederhana dan tanpa memberikan penelian
terhadap fungsi agama itu, kajian ini kemudian disebut menjadi sebuah teori tentang asal mula
agama. Menurutnya asal mula agama pada awalnya berangkat dari kesadaran manusia akan adanya
jiwa.

Selanjutnya Lang memunculkan teori baru yang ulasanya berbeda dengan Tylor terutama dalam hal
konsep jiwa dimana ia mengakatan bahwa di setiap jiwa manusia ada memiliki kemampuan gaib yang
dapat beraktivitas lebih kuat, akibat lemahnya aktivitas pikiran manusia yang rasional.

Selain itu Frezer membuat suatu teori tentang asal mula agama bagi manusia. Teori yang
dimaksudkan bias dinamakan teori batas akal. Masih berhubungan dengan ini, Muller menyatakan
bagwa agama berasal dari keperluan dasar manusia untuk mencari sesuatu yang berkenaan dengan
kekuatan hakiki yang ada diluar dirinya dan yang menguasai hidupnya dan alam lingkungan, maka dari
masalah itulah timbul gagasan tentang dewa, ruh-ruh, dan tuhan. [5]

Dari teori yang telah dikemukakan diatas jelas bahwa agama boleh dikatakan mengandung suatu
kecendrungan batin(rohani) manusia untuk berhubungan dengan kekuatan yang terdapat dalam alam
semesta guana mencari makna dari suatu yang berbeda sama sekali, dari apa yang dikenal dan dialami
manusia.

2. Komponen Dan Unsur Agama


dari memperhatikan dari berbagai pendapat dan teor yang dikemukakan oleh pari ahli dan ilmuan
dapat kita ketahui bahwa agama itu memiliki suatu komponen dan unsure yang menjadi karakteristik
suatu agama.

a. Komponen Agama
Menurut Koentjaraningrat komponen agama itu ada lima yaitu Emosi keagamaan, system keyakinan,
system ritus dan upacara, peralatan ritus dalam upacara dan penganut agama atau umat. [6]

Berikut ini akan diuraikan kelima komponen tersebut secara sepintas dan ringkas.

Emosi keagamaan, adalah sebuah getaran yang menggerakan jiwa manusia untuk menjalankan
kelakuan dan kegiatan keagamaan.

System kepercayaan adalah merupakan hal yang paling utama dalam setiap agama, karena
semua yang disebut agama biasanya melibatkan idea atau kepercayaan tertentu di suatu pihak dan
beberapa amalan tertentu pula, artinya tidak satu pun yang disebut agama jika tidak mempunyai
kepercayaan terhadap hal yang bersifat supernatural dan memiliki upacara agama sebagi manifestasi
dari kepercayaan.

System ritus atau upacara agama adalah komponen penting dalam suatu agama karena semua
kelakuan agama tampak tergambar dalam ritual keagamaan.

Peralatan ritus atau upacara adalah sarana untuk mengadakan hubungan dengan kuasa
supernatural yang membawa kesan pisikologis, yang bukan saja kpada manusia secara perorangan,
tetapi juga kepada seluruh anggota jamaah agama itu.

Penganut agama atau umat adalah orang yang mengikuti atau menjalankan suatu aktivitas
didalam keagamaan tersebut.

b. Unsur Agama
Unsur pertama yaitu kepercayaan terhadap kekuatan Gaib. Kekuatan gaib tersebut dapat mengambil
bentuk bermacam macam. Dalam agama primitif kekuatan gaib tersebut dapat mengambil bentu benda-
benda yang memiliki kekuatan mesterius (sakti), ruh, jiwa yang terdapat pada benda-benda yang memiliki
kekuatan gaib. Tuhan atau Allah dala istilah lebih khusus dala agama islam.

Unsur kedua yaitu bahwa kebahagiaan dan kesejahteraan hidup di dunia dan di akhirat nanti
tergantung pada adanya hubungan yang baik dengan kekuatan gaib yang dimaksud.

Unsur ketiga yaitu adanya rasa respons yang bersifa emosional dari manusia. Respons tersebut
dapat mengambil bentuk rasa takut, penyembahan dan pada akhirnya respons tersebut mengambil
bentuk dan cara hidup tertentu bagi masyarakat yang bersangkutan.
Unsur keempat yaitu, paham tentang adanya kudus dan suci dalam bentuk kekuatan gaib, dan dalam
bentuk kitab yang mengandunga jaran-ajaran agama yang bersangkutan, peralatan menyelenggarakan
upacara dan sebagainya.[7]

B Funsi Agama Bagi Manusia.


Berbicara fungsi agama bagi kehidupan manusia tidak terlepas dari tantangan-tantangan yang
dihadapinya, baik secara induvidu maupun masyarakat. Seperti diketahui melalui penjelasan tuhan,
manusia telah dilengkapi dengan seperangkat potensi anugerah Allah diantaranya alat indra dan akal.
untuk menjawab tantangan dan permasalahan yang muncul di tengah-tengah kehidupan,
manusia memerlukan pedoman baik secara global maupun secara rinci yang dapat dijadikan pedoman
dalam menyelsaikan permasalahan yang ada dalam kehidupan baik secara induvidu maupaun
masyarakat. Pedoman yang dimaksud adalah aturan, undang-undang dan hukum yang terhimpun dalam
Agama.

Menurut al-Thabathabai[8] menyebutkan peran agama yaitu:


1. Agama sebaga alat control, dalam hal ini agama berfungsi sebagai pengawas dan pengontrol
terhadap perbuatan-perbuatan lahir seperti yang dimiliki oleh hukum yang dibuat manusia.
2. Agama sebagai sarana yang mendorong kejiwaan melakukan amar maruf nahi munkar, yang
dapat membuat setiap induvidu saling mengawasi perbuatan masing-masing.
3. Agama mengikat bahwa semua perbuatan manusia diperhatiakn dan dicatat, dan diakhirat akan
diperikasa secara teliti.
4. Di dalam agama khususnya agama islam diungakap bahwa Allah adalah penguasa pemiliki alam
semesta, dan Dia mengetahuai serta melihat semua perbuatan yang dilakukan manusia.

Diamaping itu ada hukum akhirat yang telah di tentukan bagi semua orang yang melanggar dan
meninggalkan perintah Allah, yang sebagaimana di dunia ada hukum yang ditentukan oleh hukum yang
dibuat manusia.

Sedangkan Muhammad Syaltut[9] menjelaskan bahwa fungsi agama adalah sebagai wahana untuk :
mensucikan jiwa dan membersihkan hati
membentuk sikap patuh dan taat serta menimbulkan sikap dan perasaan mengagungkan Tuhan.
Memberi pedoman pedoman kepada manusia dalam menciptakan kebaikan hidup secara mantap
dengan cara mempererat hubungan dengan tuhan sbagai pencipta.

Sejalan dengan pendapat di atas, Al-Zuhayli mengemukakan bahwa fungsi agama itu setidaknya ada
enam yaitu:

a. Agama Sebagai Pemenuhan Kebutuhan Rohani


Manusia adalah makhluk rohani dan jasmani. Kebutuhan jasmani dipenuhi dengan mkan dan minum,
sedangkan kebutuhan rohani tidak dapt dipnuhi dengan makan dan minum, tetapai dengan iman dan
aqidah. Yang mana kebutuhan ini hanya akan diperoleh dari agama.

b. Agama Sebagai Motivasi Dalam Mencapai Kemajuan


Agama sebagai pemenuhan kebutuhan rohani berorientasi kepada pembebasan manusia dari
belenggu kehinaan, kecemasan, kebodohan, dan kebimbangan, kemudian mengangkatnya ketingkat
kesempurnaan, keagungan dan kemuliaan.

Dengan demikian nilai-nilai rohani yang diperoleh dari ajaran agama akan tercipta dalam diri manusia
sebagai motor penggerak. Tenaga penggerak ini menjadi motivasi dalam menciptakan perdamaian,
pembangunan, dan mengajarkan kesuksesan dalam segala aktivitas.

c. Agama Sebagai Pedoman Hidup


Di dalam hidup dan kehidupannya, manusia akan dihadapkan pada kesulitan dan tantangan, baik
berupa ancaman kekuatan jahat dan kezholiman ataupun oleh peristiwa alami.dalam hal ini ajaran agama
memberi tuntunan kepada manusia agar senantiasa mengadakan hubungan dengan Allah, mohon
pertolongan dan pentujuk dari-Nya melalui ikrar. Selain itu dengan sikap berserah diri dan tunduk kepada-
Nya tampa pamrih, secara bertahap akan terbentuk sikap menerima secara ikhlas untuk tunduk dan
patuh kepada hukum-hukum Allah. Dengan kata lain hukum-hukum Allah akan dijadikan rujukan dan
pedoman hidup dalam mengatasi tantangan dan rintangan.

d. Agama Sebagai Sarana Pendidika Rohani


Rohani manusia yang sarat dengan unsur agama, akan mngarahkan jiwanya untuk tunduk dan patuh
kepada Tuhan. Ketundukan dan kepatuhan ini akan membentuk dalam diri manusia sikap yang
mengutamakan pengajaran, menjauhkan siksa, dan takut kepada kemarahan-Nya serta menghindarkan
diri agar tidak melakukan kejahatan dan kerusakan.

e. Agama Sebagai Bentuk Keseimbangan


Agama meletakkan dasar-dasar keseimbangan antara jasmani, rohani, dan akal. Keseimbangan
ketiga unsur ini sangat penting dalam hidup manusia, sebab bila salah satu bagian dari unsur itu lebih
dominan, seperti hawa nafsu, misalnya, maka manusia akan cendrung berprilaku seperti hewan.
Sebaliknya jika unsur akal yang mendominasi dari unsur yang lainnya, maka ia akan terbawa pada cara
berfikir menyesatkan. Sedangkan bila unsur rohani semata yang mndominasi hingga unsur jasmani dan
materi terabaikan, maka manusia akan cendrung bersikap menyendiri yang mana dapat membekukan
akal.

f. Agama Sebagai Pembentuk Kemantangan Jiwa


Manusia pada dasarnya sangat membutuhkan agama agar ada jaminan bagi ketenangan jiwa dalam
dirinya. Sejalan denagan kebutuhan tersebut, agama menganjurkan manusia menjauhi segala bentuk
perbuatan yang menjurus pada pengrusakan fisik atau yang akan membahayakan diri seseorang.
Karenanya agama melarang semua tindakan yang dapat membahayakan tubuh, dan sebaliknya
menganjurkan kepada manusia gar dapat mengunakan segala sarana yang bermanfaat untuk memilihara
hidup dan menjaga keselamatan serta menghindari dari kemungkinan keburukan, melalui ini agama
menganjurkan untuk brtaubat.[10]

Setelah mengemukakan beberapa pendapat para ahli tentang funsi agama bagi manusia, baik
secara induvidu maupun masyarakat, maka berikut ini akan dikemukakan fungsi Agama menurut Al-
Quran dengan merujuk kepada ayat-ayat tentang agama.

Fungsi Agama menurut Al-Quran dapat dikemukakan sebagai berikiut:

1) Memberikan informasi kepada umat manusia, bahwa Tuhan itu Esa, karena itu beribadat dan taat hanya
ditunjukkan kepada-Nya.[11]
2) Untuk mengontrol prilaku manusia baik dalam hubungannya kepada Allah maupun kepada sesamanya.
Dengan adanya konrol diharapkan umat manusia akan menjadi hamba yang taat dan menjadi warga
masyarakat yang baik.
3) Mendidik manusia agar berlaku jujur dan bertindak adil dalam segala hal [12], karena dengan jujur dan
bertindak adil akan menciptakan kedamaian.
4) Mendidik manusia agar tidak bersikap sombong dan bersifat dendam. [13]
5) Menamkan sifat social kemasyarakatan yang tinggi terhadap sesamanya dengancara mengeluarkan
berupa zakat[14], infaq, dan shadekah.[15]
6) Mendidik dan memotivasi kepada pemeluk agama untuk menumbuh kembangkan siakp tolong menolong
antara sesama, sebagaiman yang telah dipraktikkan oleh kaum Anshar kepada kaum Muhajirin. [16]
7) Agama merupakan motivator, dinamisator, stabilator dalamdiri manusia, hingga dia senantiasa
melakukan kebaikan dan meningalkan keburukan dengan kesadaran bahwa segala yang dilakukan pasti
diketahui oleh Tuhan Maha Pencipta.[17]
8) Mendidik manusia agar dapat memilih dan menentukan akidah yang tepat dan benar-benar sesuai
dengan fitrah manusia[18], guna mendapatkan kebahagian di akhirat.[19]
9) Memberi motivasi agar manusia menuntut ilmu pengetahuan baik pengetahuan tentang agama maupun
umum.[20]
10) Untuk membina akhlak dan persaudaraan intern dan antar ummat. [21]

Pengertian dan Karakteristik Agama Islam

*Masa sebelum kedatangan agama Islam

Jazirah Arab sebelum kedatangan agama Islam merupakan sebuah kawasan


perlintasan perdagangan dalam Jalan Sutera yang menghubungkan antara Indo
Eropa dengan kawasan Asia di timur. Kebanyakan orang Arab merupakan
penyembah berhala dan ada sebagian yang merupakan pengikut agama-agama
Kristen dan Yahudi.Mekkah adalah tempat yang suci bagi bangsa Arab ketika itu,
karena di sana terdapat berhala-berhala agama mereka, telaga Zamzam, dan yang
terpenting adalah Ka'bah. Masyarakat ini disebut pula Jahiliyah atau dalam artian
lain bodoh.Bodoh disini bukan dalam intelegensianya namun dalam pemikiran
moral.Warga Quraisy terkenal dengan masyarakat yang suka berpuisi.Mereka
menjadikan puisi sebagai salah satu hiburan disaat berkumpul di tempat-tempat
ramai.*Masa awal kedatangan agama Islam

Islam bermula pada tahun 611 ketika wahyu pertama diturunkan kepada rasul yang
terakhir yaitu Muhammad bin Abdullah di Gua Hira, Arab Saudi.

Muhammad dilahirkan di Mekkah pada tanggal 12Rabiul AwalTahun Gajah (571


masehi).Ia dilahirkan di tengah-tengah suku Quraish pada zaman jahiliyah, dalam
kehidupan suku-suku padang pasir yang suka berperang dan menyembah berhala.

Muhammad dilahirkan dalam keadaan yatim, sebab ayahnya Abdullah wafat ketika
ia masih berada di dalam kandungan. Pada saat usianya masih 6 tahun, ibunya
Aminah meninggal dunia. Sepeninggalan ibunya,

Muhammad dibesarkan oleh kakeknya Abdul Muthalib dan dilanjutkan oleh


pamannya yaitu Abu Talib.Muhammad kemudian menikah dengan seorang janda
bernama Siti Khadijah dan menjalani kehidupan secara sederhana.

Ketika Muhammad berusia 40 tahun, ia mulai mendapatkan wahyu yang


disampaikan Malaikat Jibril, dan sesudahnya selama beberapa waktu mulai
mengajarkan ajaran Islam secara tertutup kepada para sahabatnya. Setelah tiga
tahun menyebarkan Islam secara sembunyi-sembunyi, ia akhirnya menyampaikan
ajaran Islam secara terbuka kepada seluruh penduduk Mekkah, yang mana
sebagian menerima dan sebagian lainnya menentangnya.
Pada tahun 622 Masehi, Muhammad dan pengikutnya berpindah ke
Madinah.Peristiwa ini disebut Hijrah, peristiwa itu menjadi dasar acuan permulaan
perhitungan kalender Islam.

Di Madinah, Muhammad dapat menyatukan orang-orang anshar (kaum muslimin


dari Madinah) dan muhajirin (kaum muslimin dari Mekkah), sehingga umat Islam
semakin menguat.

Dalam setiap peperangan yang dilakukan melawan orang-orang kafir, umat Islam
selalu mendapatkan kemenangan.Dalam fase awal ini, tak terhindarkan terjadinya
perang antara Mekkah dan Madinah.

Keunggulan diplomasi nabi Muhammad pada saat perjanjian Hudaibiyah,


menyebabkan umat Islam memasuki fase yang sangat menentukan.

Banyak penduduk Mekkah yang sebelumnya menjadi musuh kemudian berbalik


memeluk Islam, sehingga ketika penaklukan kota Mekkah oleh umat Islam tidak
terjadi pertumpahan darah. Ketika Muhammad wafat, hampir seluruh Jazirah Arab
telah memeluk agama Islam.

1.) Makna Agama Islam

Agama memiliki arti peraturan, tata cara, upacara hubungan manusia dengan raja.
Sedangkan agama Islam, yang dalam bahasa aslinya disebut din, merupakan kata
turunan (jadian) yang berarti ketundukan, ketaatan, kepatuhan (kepada kehendak
Allah SWT), berasal dari kata salama yang artinya patuh atau menerima.

Berakar dari huruf sin lam mim (s-l-m). Kata dasarnya adalah salima yang berarti
sejahtera, tidak tercela, dan tidak cacat.Dari uraian tersebut dapat disimpulkan
bahwa arti yang dikandung perkataan Islam adalah kedamaian, kesejahteraan,
keselamatan, dan penyerahan diri.

Dari segi termologis, Islam adalah cara hidup. Cara bagaimana manusia perlu
mengatur hidup mereka di atas dunia.

Komponen-komponen utama dalam Islam yang harus didefinisikan paling tidak ada
tiga, yaitu :

1) Umat Islam

2) Pemimpin Islam

3) Syariat Islam

Agama Islam adalah agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad shallallahu alaihi
wa sallam.Dengan agama inilah Allah menutup agama-agama sebelumnya.Allah
telah menyempurnakan agama ini bagi hamba-hambaNya.Dengan agama Islam ini
pula Allah menyempurnakan nikmat atas mereka.Allah hanya meridhoi Islam
sebagai agama yang harus mereka peluk.Oleh sebab itu tidak ada suatu agama pun
yang diterima selain Islam.

Allah taala berfirman,

Muhammad itu bukanlah seorang ayah dari salah seorang lelaki diantara kalian,
akan tetapi dia adalah utusan Allah dan penutup para Nabi. (QS. Al Ahzab: 40)

Allah taala juga berfirman,

Pada hari ini Aku telah sempurnakan bagi kalian agama kalian, dan Aku telah
cukupkan nikmat-Ku atas kalian dan Aku pun telah ridha Islam menjadi agama bagi
kalian. (QS. Al Maaidah: 3)

Allah taala juga berfirman,

Sesungguhnya agama yang benar di sisi Allah hanyalah Islam. (QS. Ali Imran: 19)

Allah taala berfirman,




Dan barang siapa yang mencari agama selain Islam maka tidak akan pernah
diterima darinya dan di akhirat nanti dia akan termasuk orang-orang yang merugi.
(QS. Ali Imran: 85)

Allah taala mewajibkan kepada seluruh umat manusia untuk beragama demi Allah
dengan memeluk agama ini. Allah berfirman kepada Rasulullah shallallahu alaihi
wa sallam,

Katakanlah: Wahai umat manusia, sesungguhnya aku ini adalah utusan Allah bagi
kalian semua, Dialah Dzat yang memiliki kekuasaan langit dan bumi, tidak ada
sesembahan yang haq selain Dia, Dia lah yang menghidupkan dan mematikan.
Maka berimanlah kalian kepada Allah dan Rasul-Nya seorang Nabi yang ummi (buta
huruf) yang telah beriman kepada Allah serta kalimat-kalimat-Nya, dan ikutilah dia
supaya kalian mendapatkan hidayah. (QS. Al Araaf: 158)
Di dalam Shahih Muslim terdapat sebuah hadits yang diriwayatkan dari jalur Abu
Hurairah radhiallahu anhu dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.Beliau
bersabda yang artinya, Demi Zat yang jiwa Muhammad berada di
tangannya.Tidaklah ada seorang manusia dari umat ini yang mendengar
kenabianku, baik yang beragama Yahudi maupun Nasrani lantas dia meninggal
dalam keadaan tidak mau beriman dengan ajaran yang aku bawa melainkan dia
pasti termasuk salah seorang penghuni neraka.

Hakikat beriman kepada Nabi adalah dengan cara membenarkan apa yang beliau
bawa dengan disertai sikap menerima dan patuh, bukan sekedar pembenaran saja.
Oleh sebab itulah maka Abu Thalib tidak bisa dianggap sebagai orang yang beriman
terhadap Rasul shallallahu alaihi wa sallam walaupun dia membenarkan ajaran
yang beliau bawa, bahkan dia berani bersaksi bahwasanya Islam adalah agama
yang terbaik.

Agama Islam ini telah merangkum semua bentuk kemaslahatan yang diajarkan oleh
agama-agama sebelumnya.Agama Islam yang beliau bawa ini lebih istimewa
dibandingkan agama-agama terdahulu karena Islam adalah ajaran yang bisa
diterapkan di setiap masa, di setiap tempat dan di masyarakat manapun. Allah
taala berfirman kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam,

Dan Kami telah menurunkan kepadamu Al Kitab dengan benar sebagai pembenar
kitab-kitab yang terdahulu serta batu ujian atasnya. (QS. Al Maaidah: 48)

Maksud dari pernyataan Islam itu cocok diterapkan di setiap masa, tempat dan
masyarakat adalah dengan berpegang teguh dengannya tidak akan pernah
bertentangan dengan kebaikan umat tersebut di masa kapan pun dan di tempat
manapun. Bahkan dengan Islamlah keadaan umat itu akan menjadi baik. Akan
tetapi bukanlah yang dimaksud dengan pernyataan Islam itu cocok bagi setiap
masa, tempat dan masyarakat adalah Islam tunduk kepada kemauan setiap masa,
tempat dan masyarakat, sebagaimana yang diinginkan oleh sebagian orang.

Agama Islam adalah agama yang benar.Sebuah agama yang telah mendapatkan
jaminan pertolongan dan kemenangan dari Allah taala bagi siapa saja yang
berpegang teguh dengannya dengan sebenar-benarnya. Allah taala berfirman,

Dia lah Zat yang telah mengutus Rasul-Nya dengan membawa Petunjuk dan
Agama yang benar untuk dimenangkan di atas seluruh agama-agama yang ada,
meskipun orang-orang musyrik tidak menyukainya. (QS. Ash Shaff: 9)

Allah taala berfirman,




Allah benar-benar telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman serta


beramal salih diantara kalian untuk menjadikan mereka berkuasa di atas muka
bumi sebagaimana orang-orang sebelum mereka telah dijadikan berkuasa di
atasnya. Dan Allah pasti akan meneguhkan bagi mereka agama mereka, sebuah
agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka peluk. Dan Allah pasti akan
menggantikan rasa takut yang sebelumnya menghinggapi mereka dengan rasa
tenteram, mereka menyembah-Ku dan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu
apapun. Dan barangsiapa yang ingkar sesudah itu, maka mereka itulah orang-orang
yang fasik. (QS. An Nuur: 55)

Agama Islam adalah ajaran yang mencakup akidah/keyakinan dan syariat/hukum.


Islam adalah ajaran yang sempurna, baik ditinjau dari sisi aqidah maupun syariat-
syariat yang diajarkannya:

Islam memerintahkan untuk menauhidkan Allah taala dan melarang kesyirikan.

Islam memerintahkan untuk berbuat jujur dan melarang dusta.

Islam memerintahkan untuk berbuat adil dan melarang aniaya.

Islam memerintahkan untuk menunaikan amanat dan melarang berkhianat.

Islam memerintahkan untuk menepati janji dan melarang pelanggaran janji.

Islam memerintahkan untuk berbakti kepada kedua orang tua dan melarang
perbuatan durhaka kepada mereka.

Islam memerintahkan untuk menjalin silaturahim (hubungan kekerabatan yang


terputus) dengan sanak famili dan Islam melarang perbuatan memutuskan
silaturahim.

Islam memerintahkan untuk berhubungan baik dengan tetangga dan melarang


bersikap buruk kepada mereka.

Secara umum dapat dikatakan bahwasanya Islam memerintahkan semua akhlak


yang mulia dan melarang akhlak yang rendah dan hina.Islam memerintahkan
segala macam amal salih dan melarang segala amal yang jelek. Allah taala
berfirman,



Sesungguhnya Allah memerintahkan berbuat adil, ihsan dan memberikan nafkah
kepada sanak kerabat.Dan Allah melarang semua bentuk perbuatan keji dan
mungkar, serta tindakan melanggar batas.Allah mengingatkan kalian agar kalian
mau mengambil pelajaran. (QS. An Nahl: 90)
2.) Karakteristik Agama Islam

Agama yang Tauhid

Islam didasarkan pada tauhid (ke-esaan Tuhan. Kata tauhid adalah konsep dalam
Islam yang mempertegas keesaan Allah, atau mengakui bahwa tidak ada sesuatu
pun yang setara dengan Dzat, Sifat, dan Asma Allah. Tauhid dapat dipecah dalam 3
aspek, yakni bertauhid dalam kekuasaan Tuhan (rububiyyah), ibadah (uluhiyyah),
dan dalam nama dan sifat Allah (Asma wa Sifat).

Rububiyyah memiliki arti mempercayai dan mengakui bahwa hanya Allah dengan
menggunakan nama Rabb satu-satunya yang memiliki, merencanakan,
menciptakan, mengatur, memelihara serta menjaga seluruh Alam Semesta

Uluhiyyah memiliki pengertian bahwa hanya kepada Allah setiap ibadah


dialamatkan, dan hanya Allah semata yang layak disembah. Jadi, tauhid rububiyyah
adalah bukti wajibnya tauhid uluhiyyah.

Asma wa Sifat memiliki pengertian bahwa sesuai nama dan sifat (karakteristik)
Allah yang tercantum dalam Asmaul Husna adalah hanya berhak disandang oleh
Allah itu sendiri dan kita wajib untuk meyakininya.

Agama yang Amar Maruf Nahi Munkar

Agama Islam mempunyai empat sendi yang kokoh yaitu tauhid (keesaan Tuhan),
ibadah (shalat dan puasa serta haji), Muamalah (cinta sesama manusia, sosialis
yang merata), dan akhlak (budi luhur manusia). Selain keempat sendi tersebut,
Islam juga mewajibkan umatnya untuk Amar Maruf Nahi Munkar.Maksudnya,
Islam menyuruh (mengerjakan) yang maruf (baik) dan melarang dari yang munkar
(buruk).

Agama Rahmatan Lilalamin

Islam itu rahmatan lilalamin Maknanya ialah bahwa kehadiran Islam di dunia
membawa rahmat, berkah, kedamaian, dan keadilan bagi seluruh umat manusia di
dunia.

Ciri-ciri Islam sebagai rahmatan lilalamin adalah sebagai berikut:

3. Orang lain ikut menikmatinya,


4. Orang lain merasakan faedahnya,

5. Orang lain terangkat martabatnya,

6. Siapapun sangat membutuhkannya,

7. Tak satu pun orang merasa tidak terbantu olehnya.

Agama yang Sempurna

Agama Islam adalah agama yang sempurna. Hal itu dapat dilihat dari bagaimana
Islam mengatur segala aspek dari yang terkecil sampai yang terbesar dalam
kehidupan manusia sehari-harinya dalam menjalani kehidupanya.Aturan-aturan
yang Islam adakan bagi semua umatnya sangatlah mendetail, sehingga tidak
memungkinkan untuk semua umatnya untuk terjadi kesalah pahaman, dan
membuat umatnya berada di jalan yang diridhai oleh Allah SWT.Sesungguhnya
semua perintah dari Allah yang tertera di Al Quran tidak ada yang merugikan,
melainkan sangat membuat kita menjadi orang yang lebih baik dan mempertebal
keimanan kita yang sangat penting untuk kita semua di akhirat nanti.

Kita wajib meyakini yang ada di dalam Al Quran, karena Al Quran adalah Al Furqon
(pembeda), Al Huda (petunjuk), As Syifa (penawar), dan Adz Zikru (peringatan).

Rukun Islam & Rukun Iman

Islam memberikan banyak amalan keagamaan. Para penganut umumnya


digalakkan untuk memegang Lima Rukun Islam, yaitu lima pilar yang menyatukan
Muslim sebagai sebuah komunitas. Tambahan dari Lima Rukun, hukum Islam
(syariah) telah membangun tradisi perintah yang telah menyentuh pada hampir
semua aspek kehidupan dan kemasyarakatan.Tradisi ini meliputi segalanya dari hal
praktikal seperti kehalalan, perbankan, jihad dan zakat.

Isi dari kelima Rukun Islam itu adalah:

1. Mengucapkan dua kalimah syahadat dan meyakini bahwa tidak ada yang berhak
ditaati dan disembah dengan benar kecuali Allah saja dan meyakini bahwa
Muhammad adalah hamba dan rasul Allah.

2. Mendirikan salat wajib lima kali sehari.

3. Berpuasa pada bulan Ramadan.

4. Membayar zakat.

5. Menunaikan ibadah haji bagi mereka yang mampu.


Muslim juga mempercayai Rukun Iman yang terdiri atas 6 perkara yaitu:

1. Iman kepada Allah.

2. Iman kepada malaikat Allah.

3. Iman kepada Kitab Allh (Al-Qur'an, Injil, Taurat, Zabur dan suhuf).

4. Iman kepada nabi dan rasul Allah.

5. Iman kepada hari kiamat.

6. Iman kepada qada dan qadar.

Perbedaan Islam dengan agama lain sangat luas cakupannya. Berikut adalah beberapa ciri pembeda antara agama
Islam dengan Agama lain:

1.) Islam mempercayai Tuhan sebagai Maha Pencipta alam semeta ini dan menampilkan keesaanNya dengan kata-
kata yang amat bersahaja, komprehensif dan menarik. Minat seorang pedusunan ataupun seorang terpelajar. Islam
menyebut Tuhan sebagai Wujud Yang Paripurna, sumber segala keindahan dan bebas dari segal cacat. Dia Wujud
Yang Maha Hidup yang menjelmakan diriNya dimana-mana dan yang mencintai makhlukNya serta mendengar
permohonan-permohonan mereka. Tidak ada dari antara sifat-sifatnya yang telah ditangguhkan. Oleh karena itu Dia
berkomunikasi dengan makhluk manusia seperti halnya Dia berkomunikasi sebelum ini dan tidak menutup jalan
untuk mencapai Dia secara langsung.

2.) Islam percaya bahwa tidak ada kontradiksi antara perkataan Tuhan dengan perbuatanNya. Dengan demikian
Tuhan membebaskan kita dari permusuhan tradisional antara sains dan agama, dan tidak menghendaki kita
mempercayai sesuatu yang berada di luar kawasan hukum-hukum alam yang telah ditetapkan olah-Nya. Tuhan
mendorong kita untuk merenungkan perihal alam dan mengambil faedah daripadanya, sebab segala sesuatu telah
diciptakan demi kepentingan umat manusia.

3.) Islam tidak mengemukakan pengakuan yang kosong melompong ataupun memaksa kita mempercayai sesuatu
yang kita tidak mengerti. Islam mendukung ajaran-ajarannya dengan alasan dan keterangan yang memberi
kepuasan kepada pikiran kita dan kepada dasar jiwa kita yang sedalam-dalamnya. Islam tidak berlandaskan pada
mitos-mitos atau hikayat-hikayat. Islam mengundang setiap orang untuk bereksperimen bagi dirinya sendiri dan
berpendirian bahwa kebenaran selamanya dapat dibuktikan dalam satu atau lain bentuk.

4.) Kitab wahyu Islam (Alquran) itu unik dan membedakan wajah agama ini dari agama-agama lainnya. Kendati
musuh-musuh Islam berupaya secara terpadu selama berabad-abad, mereka tidak mampu menyamai bagian kecil
sekalipun daripada kitab yag ajaib ini. Kelebihannya tidak hanya terletak hanya di dalam keunikan dan keindahan
susasteranya, melainkan juga di dalam kebersahajaannya dan keluasan wawasan serta kepepakan ajarannya.
Alquran memproklamasikan bahwa ajarannya adalah yang terbaik-suatu pengkuan yang tidak dibuat oleh kitab-kitab
wahyu lainnya.

Alquran mangaku telah mengkombinasikan unsur-unsur ajaran samawi yang terbaik yang terdapat di dalam kitab-
kitab suci terdahulu dan telah menempatkan di dalamnya semua ajaran yang abadi dan luas rangkumannya. Alquran
mengingatkan:
Sesungguhnya inilah yang diajarkan dalam kitab-kitab terdahulu, kitab-kitab suci Ibrahim dan musa (87:19)

Sebuah ciri khas Islam yang distingtif ialah kitab sucinya itu berbahasa yang hidup. apakah tidak menimbulkan tanda
tanya kalau bahasa-bahasa semua Kitab Suci lainnya itu mati atau tidak lagi dipakai secara umum? Sebuah kitab
suci seharusnya mempunyai bahasa yang hidup dan berlaku abadi.
5.) Sebuah ciri pembeda lainnya dari Islam adalah nabinya telah melampaui segala tahapan pangalaman hidup
manusia semenjak selaku seorang anak yang keadaannya terlantar lagi yatim piatu hingga akhirnya menjadi seorang
penguasa kaumnya. Peri kehidupannya di dokumentasikan sampai sekecil-kecilnya, merefleksikan keimanan yang
tiada taranya kepada Tuhan dan menggambarkan pengorbanan yang tiada hentinya pada jalanNya. Beliau menjalani
hidup yang sarat dengan peristiwa dan tindakan serta meninggalkan teladan amal perbuatan yang sempurna di
dalam setiap medan sepak terjang manusia. Hal demikian sangat cocok dan tepat untuk dikatakan, sebab beliau
adalah tafsiran hidup Alquran dan dengan teladan pribadinya menerangi jalan tempuhan manusia untuk segala
zaman mendatang-suatu peran yang tidak dipenuhi secara memadai oleh nabi lain manapun.

6.) Sebuah ciri pembeda lainnya dari Islam adalah nubuatan-nubuatannya telah menjadi kenyataan dari abad ke
abad, itu telah memperkuat iman para pengikutnya kepada Tuhan Yang Maha menngetahui lagi Maha Hidup. Proses
ini terus berlanjut sampai masa kini, sebagaimana dibuktikan dengan penemuan-penemuan baru-baru ini, mumi
Firaun yang telah mengusir Nabi Musa dan kaumnya dari negeri Mesir. Contoh segar lainnya adalah adalah
mengenai perkembangan sarana baru untuk menciptkan kehancuran, dimana api terkunci didalam partikel-paartikel
kecil yang akan mengembang yang bisa menyebabkan gunung-gunung hancur lebur.

7.) Sebuah ciri khas Islam lainnya ialah bilamana Islam membahas akhirat dan kehidupan sesudah mati Islam pun
meramalkan peristiwa-peristiwa yang akan terjadi di masa yang akan datang di dunia ini, penyempurnaan ramalan ini
memperteguh keimanan pengikut-pengikutnya terhadap kehidupan sesudah mati.

8.) Islam berbeda dari agama-agama lainnya dalam menyediakan hukum muamalah yang komprehensif mengenai
perilaku manusia secara individual, kolektif dan internasional. Perintah-perintah ini meliputi segala situasi dan
mencakup hubungan antara kawan-kawan dan mitra-mitra serta bahkan antara lawan-lawan. Peraturan-pertauran
dan prinsip-prinsip yang dinyatakan secara tegas itu benar-benara bersifat universal dan teruji ketegarannya
sepanjang waktu.

9.) Islam memproklamirkan persamaan yang lengkap diantara umat manusia tanpa mengindahkan perbedaan kasta,
kepercayaan, dan warna kulit. Satu-satunya tolak ukur kehormatan yang diakuinya ialah ketakwaan, bukan
keturunan, kekayaan, ras dan warna kulit. Alquran mengatakan:
Sesungguhnya yang paling mulia diantara kalian di sisi Allah ialah yang paling bertakwa diantara kalian (49:140)

dan lagi:
Barangsiapa beramal saleh, baik laki-laki ataupun perempuan, sedang ia orang yang beriman-mereka akan
memasuki surga, mereka akan diberi rezeki di dalamnya tanpa perhitungan. (40:41)

10.) Islam mengemukakan definisi tentang baik dan jahat yang membedakan nya dari agama-agama lainnya. Islam
tidak mempercayai nafsu alami manusia sebagai jahat. Islam hanya menyebut pemuasan hawa nafsu yang tak
terkendali dan tidak pada tempatnyalah sebagai jahat. Islam mengajarkan bahwa kecenderungan-kecenderungan
alami kita harus diatur dan disalurkan agar membuatnya konstruktif lagi bermanfaat bagi masyarakat.

11.) Islam tidak hanya membuat kaum wanita ahli waris, namun juga telah memebrikan kepada mereka hak yang
sama dengan kaum pria dan bukan dengan cara yang tidak menghargai ciri-ciri khas anatomi mereka serta tugas-
kewajiban khas mereka dalam nengandung dan mengurus anak.

***

Kutipan ceramah Mirza Tahir Ahmad (Khalifah Ahmadiyah ke IV) yang disampaikan di University of canberra,
Ausralia.

Islam adalah agama yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad1 untuk mengatur
interaksi manusia dengan Tuhannya, dirinya dan sesamanya.2 Karena itu Islam adalah agama yang
sempurna dan mengatur seluruh aspek kehidupan umat manusia. Kita pun diperintahkan oleh Allah
SWT agar memeluk Islam secara kffah, tidak setengah-setengah:



Hai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah
kalian mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagi kalian (QS al-
Baqarah [2]: 208).

Sebagai agama yang diturunkan oleh Allah SWT, Zat Yang Maha Sempurna, Islam diturunkan untuk
menjadi rahmat bagi alam semesta. Allah SWT menegaskan dalam Kitab Suci-Nya:

Kami tidak mengutus kamu [Muhammad], kecuali untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam (QS al-
Anbiya [21]: 107).

Ayat ini, menurut Al-Allamah Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani, rahimahu-Llh menjelaskan, bahwa
tujuan Rasulullah saw. diutus adalah agar risalahnya menjadi rahmat bagi manusia. Rasul saw.
menjadi rahmat bagi manusia bermakna bahwa risalahnya diturunkan untuk mewujudkan
kemaslahatan [jalb al-mashlih] bagi mereka dan mencegah kemafsadatan [daru al-mafsid] dari
mereka.3

Memang tampak ayat ini menjelaskan bahwa menjadi rahmat [rahmat[an]] adalah tujuan [ghyah].
Namun, tujuan syariah Islam untuk mewujudkan kemaslahatan [jalb al-mashlih] bagi manusia dan
mencegah kemafsadatan [daru al-mafsid] dari diri mereka, dalam konteks ayat ini, tidak terletak
pada satu-persatu hukum, melainkan syariah Islam sebagai satu kesatuan. Karena itu, perwujudan
kemaslahatan [jalb al-mashlih] dan pencegahan kemafsadatan [daru al-mafsid], dalam konteks ini,
tidak bisa disebut sebagai illat [alasan hukum] pensyariatan hukum syariah.

Dengan kata lain, perwujudan kemaslahatan [jalb al-mashlih] dan pencegahan kemafsadatan [daru
al-mafsid] merupakan hasil dari penerapan syariah Islam secara kffah, bukan illat [alasan hukum]
pensyariatan hukum syariah. Hasil [natjah] jelas berbeda dengan alasan [sabab] pensyariatan
hukum. Sebab, hasil merupakan konsekuensi dari penerapan syariah. Adapun alasan pensyariatan
hukum ada sebelum hukum tersebut disyariatkan dan menyertainya setelah hukum itu ada, bukan
hasil yang menjadi konsekuensi dari penerapannya.4

Pemeliharaan agama [hifzh ad-dn], jiwa [hifzh an-nafs], akal [hifzh al-aql], harta [hifzh al-ml],
keturunan [hifzh an-nasl], kehormatan [hifzh al-karmah], keamanan [hifzh al-amn] dan negara [hifzh
ad-dawlah] yang notabene merupakan kemaslahatan bagi individu dan publik, misalnya, bisa disebut
sebagai hasil penerapan syariah. Semua itu juga tidak bisa diwujudkan sendiri-sendiri, tetapi harus
diwujudkan dalam sistem syariah secara kaffah. Sebagai contoh, agar harta terjaga, hukum potong
tangan tidak bisa diterapkan sendiri, sementara problem kemiskinan dan ketimpangan ekonomi
tidak diselesaikan dengan sistem ekonomi syariah. Padahal sistem ekonomi syariah dan hukum
potong tangan tidak bisa dijalankan kecuali di dalam Negara Khilafah.
Karena itu kerahmatan Islam bagi alam semesta [Islm rahmat[an] li al-lamn] merupakan
konsekuensi logis dari penerapan Islam secara kffah dalam seluruh aspek kehidupan manusia.
Kerahmatan Islam tidak akan terwujud jika Islam hanya diambil sebagai simbol, slogan, asesoris dan
pelengkap penderita yang lain. Kerahmatan Islam tidak akan ada jika Islam hanya diambil ajaran
spiritual dan ritualnya saja, sementara ajaran politiknya ditinggalkan. Pada saat yang sama, paham
politiknya diambil dari Kapitalisme maupun Sosialisme, yang notabene bertentangan dengan Islam.

Inilah Islm rahmat[an] li al-lamn yang sesungguhnya. Inilah Islam sebagaimana yang diturunkan
oleh Allah SWT kepada Nabi-Nya, Muhammad saw. Inilah Islam yang benar-benar pernah diterapkan
selama 14 abad di seluruh dunia; yang pernah memimpin umat manusia, dari Barat hingga Timur,
Utara hingga Selatan. Di bawah naungannya, dunia pun aman, damai dan sentosa, dipenuhi
keadilan. Muslim, Kristen, Yahudi dan penganut agama lain pun bisa hidup berdampingan dengan
aman dan damai selama berabad-abad lamanya.

Begitulah Islm rahmat[an] li al-lamn, yang telah terbukti membawa kerahmatan bagi seluruh
alam. Inilah Islam yang dirindukan oleh umat manusia untuk kembali memimpin dunia;
membebaskan umat manusia dari perbudakan dan penjajahan oleh sesama manusia; serta
menebarkan kebaikan, keadilan dan kemakmuran di seluruh penjuru dunia. Itulah Islam yang hidup
sebagai peradaban di tengah umat manusia, diterapkan, dipertahankan dan diemban oleh umat
manusia di bawah naungan Khilafah Rasyidah. []