Anda di halaman 1dari 5

NAMA : ROSABIELA IRFA ANDINA

NIM : 140322602840

FISIKA OFFERING N 2014

TUGAS 1

SOAL

1. a) Apakah semua benda di alam dan buatan berbentuk kristal ?


b) Apakah semua kristal berbentuk padat ?
2. Bagaimana cara membuat kristal
3. Bagaimana mengubah nonkristal menjadi kristal ?
4. Mana yang lebih menguntungkan benda berbentuk kristal atau nonkristal ?
5. Berikan contoh dan gambar ( foto ) benda alam yang termasuk kristal dan non-
kristal ?
6. Berikan contoh beberapa diagram difraksi untuk kristal, polikristal, amorf, dan
glass
7. Berikan contoh beberapa diagram difraksi untuk kuasi kristal.
8. Dari jawaban no 6 dan 7 simpulkan definisi kristal yang menggabungkan kristal
konvensional dan kristal aperiodik.

JAWABAN

1. a) tidak semua benda di alam maupun buatan berbentuk kristal. Namun, banyak
dari bahan disekitar kita baik logam, semikonduktor, ataupun insulator memiliki
struktur kristal.
b) Kristal identik dengan suatu padatan, karena berdasarkan beberapa pengertian
sebagai contoh saya ambil dalam wikipedia menjelaskan bahwa kristal adalah
suatu padatan yang atom, molekul, atau ion penyusunnya terkemas secara teratur
dan polanya berulang melebar secara tiga dimensi . Secara umum kristal merujuk
pada zat padat/ padatan. Namun, tidak semua kristal berbentuk padatan, terdapat
zat cair yang memiliki struktur kristal yang disebut liquid crystal, Sebagai contoh
adalah Liquid Crystal Display. Dikutip dari wikipedia Liquid kristal adalah suatu
bahan pada keadaan tertentu dimana memiliki sifat di antara sifat zat cair dan sifat
kristal padatan.seperti contoh, pada gambar 1

Gambar 1 (www.reddit.com)
2. Ditinjau dari pengertiannya yaitu Kristal merupakan padatan yang
terbentuk akibat adanya cairan atau gas yang berdekomposisi
sehingga menjadi padatan yang memiliki komposisi struktur beraturan
(Janice VanCleave, 2003) maka kristal dapat di sintesis melalui suatu
ciran atu gas yang berdekomposisi sehingga menjadi padatan kristal.
Ada beberapa cara untuk mensintesis kristal, salah satunya adalah
dengan melartkan suatu padatan kristal pada suatu pelarut pelarut.
Hal ini disebut dengan rekristalisasi. Pengkristalan-kembali
(rekristalisasi) melibatkan pemurnian zat padat dengan jalan
melarutkan zat padat tersebut, mengurangi volume larutannya dengan
pemanasan dan kemudian mendinginkan larutan. Dengan
memanaskan larutan, pelarut akan menguap hingga larutan mencapai
titik lewat jenuh. Saat larutan mendingin, kelarutan akan berkurang
secara cepat dan senyawa mulai mengendap. ( Hadyana Pudjaatmaka,
1984)
Berikut adalah beberapa step mudah untuk membuat kristal dari
suatu kristal, yaitu :
Memasukkan kristal kalium aluminium sulfat dedokahidratsedikit demi
sedikit ke dalam air panas, mengaduk hingga kristal larut sempurna
dan terbentuk larutan jernih, mendinginkan campuran selama 15
menit, memanaskan kembali larutan hingga jernih, mendiamkan
selama sehari dan menutup dengan aluminium foil, melakukan
dekantasi dan memisahkan kristal diatas secarik kertas saring, memilih
kristal yang memiliki ukuran yang paling besar, mengukur dan
menimbang bobot awal kristal sebelum proses penumbuhan,
memanaskan pada suhu 50 C larutan jenuhnya, mengikat kristal
dengan benang, mendinginkan larutan jenuhnya hingga suhu kamar,
menggantung kristal ditengah larutan jenuhnya, menutup rapat wadah
sampel dan memasukkannya kedalam termos yang berisi bongkahan
es, mendiamkan selama beberapa menit, mengamati kristal dan
menimbang bobot kristal setelah pertumbuhan.
3. Zat pada kondisi nonkristal dapat dubah menjadi kristal dengan
beberapa metode, antara lain HPHT (High Pressure High Temperature)
dan CVD (Chemical Vapor Deposition). Sebagai contoh, Pembuatan
intan (kristal ) dari Karbon dengan metode HPHT yang dilakukan
dilakukan pertama kali oleh oleh James B. Hannay pada 1879 dan
Ferdinand F. H. Moissan pada 1893. Metode mereka memanaskan grafit
dan besi dalam wadah peleburan dengan suhu di atas 3500C pada
tungku pembakaran. Hannay memanaskannya dengan api, sedangkan
Moissan dengan pancaran listrik. Besi yang meleleh didinginkan secara
cepat oleh air. Reaksi pendinginan ini menghasilkan tekanan yang
tinggi, menciptakan suatu kondisi yang dibutuhkan oleh grafit untuk
berubah menjadi intan. Pada tahun 1950-an, penelitian dilakukan di Uni
Soviet dan USA membuat intan sintesis menggunakan metode CVD,
yaitu dengan pirolisis gas hidrokarbon pada suhu dan tekanan relatif
rendah (800C dan 27 kPa atau 0.266 atm). Metode CVD memberikan
keunggulan yang lebih, daripada HPHT, tetapi saat ini masih populer
dilakukan untuk skala laboratorium saja.
4. Benda berbentuk kristal dari segi ekonomis lebih berharga tinggi jika
dibandingkan dengan bahan amorf. Sebgai contoh intan dan grafit,
ketika dalam bentuk intan harganya menjadi sangat mahal. Di sisi lain
benda berstruktut kristal lebih kuat dibandingkan dengan benda
berstruktur amorf. Jika dilihat dari sisi ekonomis jauh lebih
menguntungkan kristal , namun semua relativ terhadap kebutuhan
pemakai.

5. A) Contoh Benda Alam Kristal :

Intan

Gula Dapur

Besi
B) Contoh Benda Alam Nonkristal :

Kayu

Plastik

Karet
6.