Anda di halaman 1dari 14

http://nurirvan19.blogspot.my/2014/02/pengertian-aliran-struktural-dan.

html

Pengertian Aliran Struktural dan Linguistik Strukturalis

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Bahasa merupakan alat untuk berkomunikasi yang digunakan manusia dengan
sesama anggota masyarakat lain pemakai bahasa itu. Bahasa berisi pikiran,
keinginan, atau perasaan yang ada pada diri pembicara atau penyusun. Bahasa
yang digunakan hendaklah dapat mendukung maksud secara jelas agar apa yang
dipikirkan, diingainkan atau dirasakan dapat diterima oleh pendengar atau
pembaca.

Dalam makalah ini, penyusun akan membahas tentang Konsep Aliran Struktural
dan Analisis Unsur Langsung. Materi ini sangat penting bagi pembaca, karena
dalam menentukan struktur pembentukan bentuk bahasa yang baik dan benar
menurut Ejaan Yang Disempurnakan, harus diperlukan pemahaman tentang kriteria
pemenggalan dalam analisis langsung dan model analisis langsung. Banyak
ahli menyatakan pengertian tentang Konsep Aliran Struktural dan Unsur langsung.
Oleh karena itu, penyusun membuat makalah ini dengan dasar agar pembaca tahu
dan dapat memahami apa yang di maksud dengan Aliran Struktural serta Unsur
Langsung.

Analisis unsur langsung merupakan metode analisis yang dikembangkan oleh


gramatika struktural(ketatabahasaan) sebagai usaha untuk mengungkap urutan
pembentukan konstruksi kebahasaan dan menentukan struktur hierarki
pembentukan bentuk bahasa yang lebih besar. Untuk menganalisis konstruksi
sintaksis, terlebih dahulu kita memahami kriteria pemenggalan dalam
analisis langsung dan model analisis langsung.

B. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang tersebut, penyusun mencoba membahas hal-hal
sebagai berikut :
1. Apakah pengertian dari Aliran Struktural ?
2. Apa ciri-ciri dari Aliran Stuktural ?
3. Apa sajakah aliran dalam linguistik strukturalis ?
4. Apakah pengertian Analisis Unsur Langsung ?
5. Bagaimana penerapan dari Unsur Langsung ?

C. TUJUAN
Pembaca diharapkan mampu memahami yang dimaksud dengan aliran
struktural dan beberapa aliran dalam linguistik strukturalis serta analisis unsur
langsung dan dapat menerapkannya dalam menentukan suatu bentuk bahasa di
dalam aturan ketatabahasaaan.

BAB II
PEMBAHASAN

A. MODEL ANALISIS SINTAKSIS


1. Pengertian Aliran Struktural
Aliran struktural adalah sebutan yang diberikan pada paham bahasa yang
berlandaskan pada pemikiran Behavioristik, jadi dengan didasari kepada paham
behavioristik hakikat bahasa itu dipandang dari perwujudan lahiriahnya, jadi di
dalam taksonomi gramatika disusun dari tataran terendah berupa fonem, morfem,
frase, klausa, sampai tataran tertinggi yang berupa kalimat.[1]
Teori Behavioristik merupakan salah satu pendekatan untuk memahami
perilaku individu. Paham behaviorisme memandang individu hanya dari sisi
fenomena jasmaniah, mengabaikan aspek-aspek mental. Dengan kata lain paham
behaviorisme tidak mengakui adanya kecerdasan, bakat, minat, dan perasaan
individu dalam suatu kegiatan belajar. Peristiwa belajar semata-mata melatih
refleks-refleks sedemikian rupa sehingga menjadi suatu kebiasaan yang dikuasai
oleh individu.
Aliran ini lahir pada awal abad XX(dua puluh) yaitu pada tahun 1916. Aliran ini
lahir bersamaan dengan lahirnya buku Course de linguistique
Generale [2]karyaFerdinande Saussure yang juga merupakan pelopor
aliran stuktural. Ia dikenal sebagaiBapak Strukturalisme dan sekaligus Bapak
Linguistik Modern. Buku tersebut sudah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa,
ke dalam bahasa Inggris diterjemahkan oleh Wade Baskin pada tahun 1966 dan ke
dalam Bahasa Indonesia di terjemahkan oleh Rahayu Hidayat pada tahun 1988.
Ciri-Ciri Aliran Struktural:
a) Berlandaskan pada paham behaviourisme
Didasari kepada paham behavioristik, hakikat bahasa itu dipandang dari
perwujudan lahiriahnya, jadi di dalam taksonomi gramatika disusun dari tataran
terendah berupa fonem, morfem, frase, klausa, sampai tataran tertinggi yang
berupa kalimat

b). Bahasa berupa ujaran.


Ciri ini menunjukan bahwa hanya ujaran saja yang termasuk dalam bahasa
sedangkan tulisan statusnya sejajar dengan gersture.[3]

c). Bahasa merupakan sistem tanda signifie(makna) dan signifiant(ucapan) yang


arbitrer(semaunya) dan konvensional(kesepakatan umum).

d). Bahasa merupakan kebiasaan (habit)


Berdasarkan sistem habit, pengajaran bahasa diterapkan metode dril
and practice yakni suatu bentuk latihan yang terus menerus dan berulang-ulang
sehingga membentuk kebiasaan.

e). Level-level gramatikal(ketatabahasaan) ditegakkan secara rapi.


Level gramatikal mulai ditegakkan dari level terendah yaitu morfem sampai
level tertinggi berupa kalimat. Urutan tataran gramatikalnya adalah morfem, kata,
frase, klausa, dan kalimat.

2. Macam-macam Aliran Linguistik Strukturalis


Linguistik strukturalis berusaha mendiskripsikan suatu bahasa berdasarkan
ciri atau sifat khas yang dimiliki bahasa itu. Pandangan ini adalah sebagai akibat
dari konsep-konsep atau pandangan-pandangan baru terhadap bahasa dan studi
bahasa yang dikemukakan oleh Bapak Linguistik Modern, yaitu Ferdinand de
Saussure.
Linguistik strukturalis memiliki beberapa aliran, yaitu :[4]
a. Aliran Ferdinand de Saussure
b. Aliran Praha
c. Aliran Glosematik
d. Aliran Firthian
e. Aliran Linguistik Sistemik
f. Leonard Bloomfield dan Strukturalis Amerika
g. Aliran Tagmemik

a. Aliran Ferdinand de Saussure


Ferdinand de Saussure dianggap sebagai Bapak Linguistik Modern
berdasarkan pandangan-pandangan yang dimuat dalam bukunya Course de
Linguistique Generale yang disusun dan diterbitkan oleh Charles Bally dan Albert
Sechehay tahun 1915.
Pandangan yang dimuat dalam buku tersebut mengenai konsep :
1). Telaah Sinkronik dan Diakronik
2). Perbedaan La Langue dan La Parole
3). Perbedaan Signifiant dan Signifie
4). Hubungan Sintagmatik dan Paradigmatik

1). Telaah Sinkronik dan Diakronik


Ferdinand de Saussure membedakan telaah bahasa secara sinkronik dan telaah
bahasa secara diakronik.
a). Telaah bahasa secara sinkronik adalah mempelajari suatu bahasa pada suatu
kurun waktu tertentu saja.
Misalnya, mempelajari bahasa Indonesia pada tahun 50-an.
b). Telaah bahasa secara diakronik adalah telaah bahasa sepanjang masa, atau
sepanjang zaman bahasa itu digunakan oleh penuturnya.
Misalnya, mempelajari bahasa Indonesia sejak zaman dulu hingga sekarang ini.

2). Perbedaan La Langue dan La Parole


a). La Langue adalah Sistem bahasa yang berfungsi sebagai alat sebagai alat
komunikasi verbal antara para anggota suatu masyarakat bahasa, sifatnya abstrak.
b). La Parole adalah pemakaian langue oleh masing-masing anggota masyarakat
bahasa., sifatnya konkrit karena parole merupakan wujud bahasa yang dapat
diamati dan diteliti.

3). Perbedaan Signifiant dan Signifie


Ferdinand de Saussure mengemukakan teori bahwa setiap tanda atau tanda
linguistik dibentuk oleh dua buah komponen yang tidak terpisahkan, yaitu
komponen signifiant dan komponen signifie.
a). Signifiant(bentuk) adalah citra bunyi atau pesan psikologis bunyi yang timbul dalam
pikiran kita.
b). Signifie(makna) adalah pengertian atau kesan makna yang ada dalam pikiran kita.
Contoh: kata sirah dalam bahasa Jawa yang berarti kepala.
Signifie(makna)
(Kepala)
Tanda linguistik(Sirah) KEPALA
Signifiant(bentuk)
(S,I,R,A,H)

4). Hubungan Sintagmatik dan Hubungan Paradigmatik.


Ferdinand de Saussure membedakan adanya dua macam hubungan, yaitu
hubungan sintagmatik dan hubungan paradigmatik.
a). Hubungan Sintagmatik adalah hubungan antara unsur-unsur yang terdapat
dalam suatu tuturan, yang tersusun secara berurutan, bersifat linier atau sejajar
dalam satu garis lurus.
Ada beberapa hubungan sintagmatik, yaitu :
(1). Hubungan sintagmatik pada tataran fonologi.
(2). Hubungan sintagmatik pada tataran morfologi.
(3). Hubungan sintagmatik pada tataran sintaksis.

(1). Hubungan sintagmatik pada tataran fonologi.


Hubungan sintagmatik pada tataran fonologi tampak pada urutan fonem-
fonem pada sebuah kata yang tidak dapat diubah tanpa merusak makna kata itu.
Contoh : kata kita
Apabila urutan katanya diubah, maka maknanya akan berubah, atau tidak
bermakna sama sekali.
K i t a
K i a t
K a t i
K a i t
I k a t

(2). Hubungan sintagmatik pada tataran morfologi.


Hubungan sintagmatik pada tataran morfologi tampak pada urutan morfem-
morfem pada suatu kata, yang juga tidak dapat diubah tanpa merusak makna dari
kata tersebut.
Contoh
Segitiga dengan tigasegi
Barangkali dengan kalibarang
Tertua dengan teuter

(3). Hubungan sintagmatik pada tataran sintaksis.


Hubungan sintagmatik pada tataran sintaksis tampak pada urutan kata-kata
yang mungkin dapat diubah, tetapi mungkin juga tidak dapat diubah tanpa
mengubah makna kalimat tersebut, atau menyebabkan tak bermakna sama sekali.
Contoh : Diubah tanpa mengubah makna
Hari ini mungkin dia sakit
Mungkin dia sakit hari ini

Contoh : Diubah yang menyebabkan makna berubah


Nita melihat Dika Dika melihat Nita
b). Hubungan paradigmatik adalah hubungan antara unsur-unsur yang terdapat
dalam suatu tuturan dengan unsur-unsur sejenis yang tidak terdapat dalam tuturan
yang bersangkutan.
Ada beberapa hubungan paradigmatik, yaitu :
(1). Hubungan paradigmatik pada tataran fonologi
(2). Hubungan paradigmatik pada tataran morfologi
(3). Hubungan paradigmatik pada tataran sintaksis

(1). Hubungan paradigmatik pada tataran fonologi


Hubungan paradigmatik pada tataran fonologi yaitu tampak pada urutan fonem-
fonem pada sebuah kata.
Contoh : antara bunyi /r/, /k/, /b/, /m/, /d/ yang terdapat pada kata rata, kata, bata, mata,
dan data.

(2). Hubungan paradigmatik pada tataran morfologi


Hubungan paradigmatik pada tataran morfologi yaitu tampak pada prefiks-prefiks
dalam sebuah kata.[5]
Contoh : antara prefiks me-, di-, pe-, dan te- yang terdapat pada kata-katamerawat, dirawat,
perawat, dan terawat.
(3). Hubungan paradigmatik pada tataran sintaksis
Hubungan paradigmatik pada tataran sintaksis yaitu hubungan yang
menjelaskan tentang kedudukan fungsi subjek, predikat dan objek.
Contoh : Budi membaca koran
Anton memakai baju
Ani makan bolu

b. Aliran Praha
Aliran Praha terbentuk pada tahun 1926 atas prakarsa salah seorang
tokohnya, yaitu Vilem Mathesius(1882-1945). Tokoh-tokoh lainya adalah Nikolai S.
Trubetskoy, Roman Jakobson, dan Morris Halle. Pengaruh mereka sangat besar
disekitar tahun 30an, terutama dalam bidang fonologi.
Dalam bidang fonologi, Aliran Praha menjelaskan stuktur bunyi. Struktur
bunyi dalam aliran ini dijelaskan dengan cara :
a. Menentukan keoposisiannya
Ukuran untuk menentukan apakah bunyi-bunyi ujaran itu beroposisi atau
tidak adalah makna. Dalam bahasa Indonesia bunyi /l/ dan /r/ adalah dua buah
fonem yang berbeda, karena terdapat oposisi di antara keduanya.[6]
Contoh : lupa bermakna tidak ingat
rupa bermakna wajah

b. Menentukan kekontrasannya
Dalam bahasa Indonesia, misal kontras p dan b, dan antara t dan d dalam
sebuah kata dapat terjadi pada posisi awal dan tengah tetapi tidak terjadi pada
posisi akhir.
Contoh : terjadi pada posisi awal dan tengah :
paku X baku tari X dari
tepas X tebas petang X pedang
terjadi pada posisi akhir :
jawab X jawap
adad X adat

Dalam bidang sintaksis Vilem Mathesius mencoba menelaah kalimat melalui


pendekatan fungsional. Menurut pendekatan ini kalimat dapat dilihat dari struktur
formalnya, dan juga dari struktur informasinya yang terdapat dalam kalimat yang
bersangkutan. Struktur formal menyangkut unsur-unsur gramatikal kalimat
tersebut, yaitu subjek dan predikat. Sedangkan struktur informasi menyangkut
situasi faktual pada waktu kalimat itu dihasilkan. Struktur informasi menyangkut
unsur tema dan rema.
Tema adalah apa yang dibicarakan, sedangkan rema adalah apa yang
dikatakan mengenai tema. Setiap kalimat mengandung unsur tema dan rema.
Contoh : Budi melirik Sinta.
Sinta melirik Budi.
Pada kalimat Budi melirik Sinta,kata Budi adalah subjek gramatikal atau
tema, dan Sinta adalah objek gramatikal atau rema.

c. Aliran Glosemik
Aliran Glosemik lahir di Denmark. Aliran ini dikembangkan oleh, Louis
Hjemslev(1899-1965), yang meneruskan ajaran Ferdinand de Saussure. Namanya
menjadi terkenal karena usahanya untuk membuat ilmu bahasa menjadi ilmu yang
berdiri sendiri, bebas dari ilmu lain, dengan peralatan, metodologis dan terminologis
sendiri.
Analisis bahasa dimulai dari wacana, kemudian ujaran dianalisi atas
konstituen-konstituen yang mempunyai hubungan paradigmatik. Menurut Hjemslev
suatu teori bahasa itu harus tepat , maksudnya harus memenuhi syarat untuk
diterapkan pada data empiris tertentu, yaitu bahasa. Sedangkan teori itu agar
dapat dipakai secara empiris haruslah konsisten, tuntas, dan sederhana.
Menurut Hjemslev yang sejalan dengan pendapat de Saussure menganggap
bahasa itu mengandung dua segi yaitu segi ekspresi(menurut de Saussure;
signifiant) dan segi isi(menurut de Saussure; signifie). Segi ekspresi yaitu segi
dimana suatu bahasa dilihat dari proses pengungkapan atau pernyataan.
Sedangkan segi isi yaitu segi dimana bahasa dilihat dari apa yang dikandung
daripada bahasa itu sendiri.

d. Aliran Firthian
Aliran ini diprakarsai oleh John R. Firth(1890-1960). Beliau adalah guru besar
di Universitas London yang terkenal karena teorinya mengenai fonologi prosodi.
Karena itulah, aliran yang dikembangkannya dikenal dengan nama Aliran Prosodi;
tetapi disamping itu dikenal pula dengan nama Aliran Firth, atau Aliran
Firthian, atauAliran London.
Fonologi Prosodi adalah suatu cara untuk menentukan arti pada tataran
fonetis. Ada tiga macam pokok prosodi, yaitu:
1). Prosodi yang menyangkut gabungan fonem, seperti :
a). struktur kata,
b). struktur suku kata,
c). gabungan konsonan, dan
d). gabungan vokal.
2). Prosodi yang terbentuk oleh sendi atau jeda
3). Prosodi yang realisasinya melampaui satuan yang lebih besar daripada fonem-
fonem suprasegmental.
Selain mengungkapkan teori prosodi, Firth juga mengungkapkan pandangan
mengenai bahasa. Dalam bukunya yang berjudul The Tongues of Man and
Speech(1934) dan Papers in Linguistics (1951) Firth berpendapat bahwa telaah
bahasa harus memperhatikan komponen sosiologis yaitu komponen tentang
perkembangan masyarakat. Tiap tutur harus dikaji dalam konteks situasinya, yaitu
orang-orang yang berperan dalam masyarakat, kata-kata yang mereka ungkapkan,
dan hal-hal lain yang berhubungan dengan masyarakat.

e. Aliran Linguistik Sistemik


Aliran ini diperkenalkan oleh salah seorang murid Firth yang mengembangkan
teori Firth mengenai bahasa, khususnya yang berkenaan dangan segi masyarakat
bahasa, yaitu M.A.K. Halliday. Sebagai penerus Firth dan berdasarkan
karangannyaCategories of the Theory of Grammar, maka teori yang dikembangkan
oleh Halliday dikenal dengan nama Neo-Firthian Linguistics atau Scale and Category
Linguistics.Namun, kemudian ada nama baru, yaitu Systemic Linguistics atau
Linguistik Sistemik.
Pokok-pokok pandangan Linguistik Sistemik , yaitu :
1). Linguistik Sistemik memberikan perhatian penuh pada segi kemasyarakatan
bahasa, terutama mengenai fungsi masyarakat bahasa dan bagaimana fungsi
tersebut terlaksanakan dalam bahasa.
2). Linguistik sistemik memandang bahasa sebagai pelaksana. Linguistik
sistemik mengakui pentingnya perbedaan langue dan parole (seperti yang
dikemukakan Ferdinand de Saussure)
3). Linguistik sistemik lebih mengutamakan pemerian atau penjelasan ciri-ciri bahasa
daripada semestaan atau keseluruhan bahasa.
4). Linguistik sistemik menggambarkan tiga tataran utama bahasa, yaitu :
SUBSTANSI FORMA SITUASI
Substansi fonik fonologi leksis konteks Tesis
Substansi grafis grafologi gramatikal Situasi
langsung
Situasi luas

Substansi adalah bunyi yang kita ucapkan waktu kita berbicara, dan lambang
yang kita gunakan waktu kita menulis. Substansi bahasa lisan disebutsubstansi
fonis, sedangkan substansi bahasa tulis disebut substansi grafis.Forma adalah
susunan substansi dalam pola yang bermakna. Forma ini terbagi dua, yaitu :
a). leksis , yakni yang memberi keterangan terhadap forma.
b). gramatikal, yakni yang memberi aturan penulisan terhadap forma.
Situasi meliputi tesis, situasi langsung, dan situasi luas. Yang dimaksud
dengan tesis adalah apa yang sedang dibicarakan, situasi langsung adalah situasi
pada waktu suatu tuturan benar-benar diucapkan orang, sedangkan situasi
luas adalah situasi yang menyangkut semua pengalama pembicara atau
penulisuntuk memakai tuturan yang diucapkan atau ditulisnya.
Selain ketiga tataran utama tersebut, ada dua tataran lain yang
menghubungkan tataran-tataran utama. Yang menghubungkan substansi fonik
dengan forma adalah fonologi[7] , dan yang menghubungkan substansi grafik
dengan forma adalah grafologi.[8] Sedangkan yang menghubungkan forma dengan
situasi adalah konteks.[9]

f. Leonard Bloomfield dan Strukturalis Amerika


Nama Leonard Bloomfield(1877-1949) sangat terkenal karena bukunya yang
berjudul Language (terbit pertama tahun 1933), dan selalu dikaitkan dengan aliran
struktural Amerika. Nama stukturalisme lebih dikenal dan menyatu kepada nama
aliran linguistik yang dikembangkan oleh Bloomfield dan kawan-kawannya di
Amerika. Aliran ini berkembang pesat di Amerika pada tahun 30-an sampai akhir
tahun 50-an.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan berkembangnya aliran ini, antara
lain :
1). Pada masa itu para linguis di Amerika menghadapi masalah yang sama, yaitu
banyak sekali bahasa Indian di Amerika yang belum diperikan atau dijelaskan.oleh
karena itu, Bloomfield dan kawan-kawan ingin memerikan bahasa-bahasa Indian itu.
2). Oleh karena adanya iklim filsafat yang berkembang pada masa itu di Amerika,
yaitu filsafat behaviorisme Bloomfield dalam memerikan bahasa aliran struturalisme
ini selalu mendasarkan penjelasannya pada fakta-fakta objektif yang dapat
dicocokkan dengan kenyataan-kenyataan yang dapat diamati.
3). Adanya hubungan yang baik antara para linguis-linguis itu, karena adanya The
Linguistics Society of America, yang menerbitkan majalah Language, yaitu tempat
melaporkan hasil kerja mereka.
Salah satu yang menarik dan merupakan ciri aliran strukturalis Amerika ini
adalah cara kerja mereka yang sangat menekankan pentingnya data yang objektif
untuk menjelaskan atau memerikan suatu bahasa. Pendekatannya bersifat empirik,
yaitu sesuai dengan apa yang dialami oleh para linguis.
Aliran strukturalis yang dikembangkan Bloomfield dengan para pengikutnya
sering juga disebut aliran taksonomi, atau aliran Bloomfieldian atau post-
Bloomfieldian, karena bermula atau bersumber pada gagasan Bloomfield. Disebut
aliran taksonomi karena aliran ini menganalisis dan mengklasifikasikan unsur-unsur
bahasa berdasarkan hubungan hierarkinya.

g. Aliran Tagmemik
Aliran ini dipelopori oleh Kenneth L. Pike, seorang tokoh dari summer Institute
of Linguistics, yang mewarisi pandangan-pandangan Bloomfield, sehingga aliran ini
juga bersifat strukturalis. Menurut aliran ini satuan dasar dari sintaksis
adalahtagmem ( kata ini berasal dari bahasa Yunani yang berarti susunan).
Tagmem adalah korelasi atau hubungan timbal balik antara fungsi gramatikal
atau slot dengan sekelompok bentuk-bentuk kata yang dapat saling dipertukarkan
untuk mengisi slot tersebut.

B. ANALISIS UNSUR LANGSUNG


1. Pengertian Unsur Langsung

Analisis unsur langsung merupakan metode analisis yang dikembangkan oleh

gramatika struktural(ketatabahasaan) sebagai usaha untuk mengungkap urutan

pembentukan konstruksi kebahasaan. Sedangkan unsur-unsur yang secara

langsung membentuk satuan yang lebih besar disebut dengan unsur langsung

(immidiate constituents). Untuk menganalisis konstruksi sintaksis, terlebih dahulu

kita memahamikriteria pemenggalan dalam analisis langsung dan model analisis

langsung.

Ada beberapa kriteria pemenggalan, tiga diantaranya sebagai kriteria yang


penting[10], yaitu :

1. Kriteria kohesi internal


Kriteria kohesi internal adalah derajat- derajat konsituen-konsituen yang
berfungsi sebagai satu-kesatuan. Misalnya awal masa kanak-kanak atau masa
awal kanak-kanak.

2. Kriteria makna
Kriteria makna yaitu kriteria pemenggalan unsur langsung dengan dasar makna
yang diacu. Misalnya, buku sejarah baru. Frase tersebut dapat dipenggal menjadi
buku sejarah//baru atau buku//sejarah baru.

3. Kriteria diversitas internal


Misalnya frase di atas lemari. Frase ini mungkin akan dipenggal menjadi di//atas
lemari atau di atas//lemari.

2. Penerapan Analisis Langsung.

Teknik analisis unsur langsung dapat digunakan baik untuk menganalisis


frase maupun kalimat. Dalam tataran frase, bila frase tersebut hanya terdiri dari
dua kata, kita tidak akan mengalami kesulitan untuk mengetahui unsur
langsungnya, tetapi apabila lebih dari dua kata, kita harus menentukan dengan
ketiga kriteria di atas. Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh penerapan analisis
langsung pada tataran frase dan kalimat:
1). Kakak saya
2). Sedang membaca
3). Sepeda baru adik
4). Ke rumah kakak
Frase kakak saya (1) dan sedang membaca (2) hanya dibentuk oleh dua kata.
Dengan demikian, kita tidak akan kesulitan untuk menganalisisnya atas konstituen
yang lebih kecil.[11] Wujud analisis konstituen tersebut adalah sebagai berikut :
Kakak saya Sedang membaca
Kedua frase di atas berbeda dengan frase sepeda baru adik (3) dan ke rumah
kakak (4). Kedua frase terbentuk atas tiga kata. Kita akan menganalisis kedua frase
tersebut menjadi sepeda baru/adik dan ke/rumah kakak. Dengan kata lain unsur
langsung frase sepeda baru adik adalah sepeda baru dan adik, sedangkan
konstruksi sepeda baru terdiri atas dua konstituen unsur langsung, yaitu sepeda
dan baru. Demikian juga halnya dengan analisis unsur langsung pada frase ke
rumah kakak adalah ke dan rumah kakak. Konstruksi rumah kakak juga terdiri atas
dua konstituen sebagai unsur langsungnya, yaitu rumah dan kakak. [12]Untuk itu
wujud analisis langsungnya dapat dilihat di bawah ini:
Ke rumah kakak
Sepeda baru adik
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan diatas, penyusun mengambil kesimpulan bahwa :
1. Aliran Struktural adalah suatu paham bahasa dimana hakikat bahasa dalam
taksonomi gramatikal(ketatabahasaan) disusun dari tataran terendah berupa
fonem, morfem, kata, frase, klausa, sampai tataran tertinggi yang berupa kalimat.
2. Banyak macam-macam dari aliran linguistik strukturalis yang mengungkapkan
konse-konsep dan pandangan-pandangan baru terhadap bahasa dan studi bahasa.
3. Analisis unsur langsung merupakan metode analisis yang dikembangkan oleh
gramatika struktural(ketatabahasaan) sebagai usaha untuk mengungkap urutan
pembentukan konstruksi kebahasaan.
4. Teknik analisis unsur langsung dapat digunakan baik untuk menganalisis frase
maupun kalimat. Dalam tataran frase, bila frase tersebut hanya terdiri dari dua
kata, kita tidak akan mengalami kesulitan untuk mengetahui unsur langsungnya,
tetapi apabila lebih dari dua kata, kita harus menentukan dengan ketiga kriteria di
atas.
B. Saran
Dalam makalah ini penyusun memberi saran kepada pembaca bahwa untuk
memperluas wawasan pembaca dalam memahami pengertian aliran struktural dan
berbagai macam aliran linguistik serta pemahaman tentang unsur langsung
tidaklah hanya berpedoman pada makalah ini, karena masih banyak dari sumber-
sumber lain yang menjelaskan tentang berbagai materi di atas. Kunci daripada
orang sukses adalah membaca, karena dengan membaca kita bisa tahu yang
mungkin tidak kita ketahui.

DAFTAR PUSTAKA

Abdul Chaer, Linguistik Umum, Jakarta : Rineka Cipta, 2012


Rizal Muntansyir dkk, Filsafat Ilmu, Pustaka Pelajar, Yogyakarta : 2004
Prof.Dr. Sutardjo A. W, Pengantar Filsafat, PT Refika Aditama, Bandung : 2006
http://www.ut.ac.id/html/suplemen/epna2101/modul8.html
http://tugaskuliah-ilham.blogspot.com/2011/03/sintaksis_21.html.

[1] Pengertian aliran stuktural oleh Bapak Strukturalisme dan sekaligus Bapak
Linguistik Modern ferdinandde Saussure
[2] Buku karya Saussure yang disusun dan diterbitkan oleh Charless Bally dan
Albert Schehay tahun 1915 berdasarkan catatan kuliah selama dia kuliah di
Universitas Jenewa tahun 1906-1911.
[3] Gersture adalah sikap atau pose tubuh yang mengandung makna yang dapat
digunakan untuk berkomunikasi.
[4] Abdul Chaer, Linguistik Umum, Rineka Cipta, Jakarta, 2012, hlm 346.
[5] Prefiks merupakan imbuhan yang ditambahkan pada bagian awal sebuah kata
dasar atau bentuk dasar.
[6] Oposisi adalah pertentangan antara dua unsur bahasa untuk memperlihatkan
perbedaan arti.
[7] Fonologi adalah bidang linguistik yang menyelidiki bunyi-bunyi bahasa menurut
fungsinya.
[8] Grafologi adalah ilmu tentang aksara atau sistem tulisan.
[9] Konteks adalah bagian suatu uraian yang dapat mendukung atau menambah
kejelasan makna.
[10] Pemenggalan unsur langsung Menurut Parera (1993) dalam bukunya
sintaksis.
[11] Konstituen yaitu unsur bahasa yang merupakan bagian dari satuan yang lebih
besar atau bagian terpanting dari konstruksi.
[12] Konstruksi merupakan susunan dan hubungan kata dalam kalimat atau
kelompok kata.