Anda di halaman 1dari 18

JUDUL : Teka-Teki

KELOMPOK : 1 Kelas 7A

Pemain dan Karakter


1. Alfi Farkhati S sebagai Rabby (Pendekar)
Karakter Rabby : Grusa-grusu, panikan, bertanggung jawab, tidak mudah
menyerah
2. Adittya Hidayat sebagai Ayah Rabby dan Dukun
Karakter Ayah Rabby : Sayang anak, pesimis
Karakter Dukun : Kocak, sok pintar
3. Anggraini Febraningrum sebagai Ibu Rabby dan Owel (Rakyat)
Karakter Ibu Rabby : Pesimis, menenangkan
Karakter Owel : Suka mengeluh
4. Aliffah Fajarwati sebagai Shapy (juru masak)
Karakter Shapy : Kemayu
5. Ajeng Putri Wijayanti sebagai Gota (tukang bersih-bersih)
Karakter Gota : Pendiam, solutif
6. Affif Firdaus sebagai Buffa (tukang kebun) dan Beru (Rakyat)
Karakter Buffa : Ceplas Ceplos
Karakter Beru : Suka menenangkan
7. Adittya Bima Sakti sebagai Raja Leonel
Karakter Raja Leonel : Berwibawa, tegas
8. Aginia Ashari sebagai Kancilo (Penasehat kerajaan)
Karakter Kancilo : Tenang, solutif
9. Ahliyah Anis Yoga sebagai Wolfy (Pengawal Kerajaan)
Karakter Wolfy : Garang
10. Ade Rahma Damayati sebagai Daniel (Pengawal Kerajaan)
Karakter Daniel : Garang
11. Anggita Diah sebagai Bany (Pengawal Kerajaan)
Karakter Bany : Garang
12. Ana Rohmawati sebagai Tiky (Rakyat)
Karakter Tiky : Suka mengeluh
13. Ana Hidayatur sebagai Mona (Rakyat)
Karakter Mona : Suka menenangkan
Teka-Teki
Opening : Koreografi Pembukaan
ADEGAN 1
Setting : Depan gerbang SD
Properti panggung : Gapura SD, Kursi Panjang, Hiasan rumput&bunga,Jalan.
Properti Pemain :Tas Punggung
Lampu Mati Total
Alkisah, di sebuah desa di pinggir Kerajaan, tinggallah kelinci kecil bersama kedua orang
tuanya. Ia bernama Rabby. Rabby ialah kelinci kecil yang sangat pemberani. Ia ingin
selalu melindungi siapapun yang tidak bersalah. Ketika dewasa kelak ia bercita-cita
menjadi pendekar. Suatu hari saat Rabby pulang sekolah...
Lampu Nyala Penuh
(Suara: Bel sekolah ketika pulang + suara mobil sliweran di depan sekolah)
Ayah Rabby : Hai, Nak! (melambaikan tangan di seberang jalan)
Rabby : Ayaaaah! (berteriak gembira)
Ibu Rabby : (Tengok kanan-tengok kiri kemudian menyeberang jalan) Kamu terlihat
begitu gembira nak, memangnya tadi belajar apa?
(menggandeng anaknya)
Rabby : Hehehe, tadi aku bermain drama sama teman-teman
bu. Aku senaaang sekali karena aku berperan sebagai
pendekar. Kalau sudah besar nanti aku ingin sekali menjadi
seorang pendekar. (berlagak seperti pendekar).
Ayah Rabby : Apakah kamu yakin, Nak? (cemas)
Rabby : Emm.. iya ayah aku yakin.
Ibu Rabby : Iya, Nak. Sampai detik ini, dari bangsa kelinci seperti kita tidak ada yang
menjadi pendekar. Bukan apa-apa, Nak. Menjadi seorang pendekar haruslah
seorang yang kuat.
Rabby : Tapi, Ayah Ibu.... Emmm kalau begitu aku akan menjadi kelinci pendekar
yang pertama. (semangat)
Ayah Rabby : Sudahlah, Nak.... (cemas)
Lampu Mati Total
ADEGAN 2
Setting : Taman bunga
Properti Panggung: Tanaman Kamboja, Hiasan Bunga, Tikar Pandan, Gunting, Bunga
Asli, Cagak dispenser
Properti Pemain : Lap kaca, Nampan, Secangkir Kopi, Kacamata mata
Sayang sekali, kedua orang tua Rabby tidak mendukung cita-citanya sama sekali. Teman-
temannya pun mengejeknya karena cita-citanya tersebut. Namun, Rabby selalu berusaha
dan pantang menyerah. Akhirnya, ia berhasil lolos menjadi pendekar. Bahkan ia menjadi
lulusan terbaik. Impian menjadi kenyataan. Sekarang ia akan tinggal di dalam istana.
Sayangnnya, ketika sampai di markas pendekar, ia kembali diremehkan. Ya, ia hanya
ditugasi menjaga pohon kerajaan. Walaupun sedikit kecewa, tetapi ia tetap menjalankan
tugasnya dengan sebaik mungkin.
Lampu Menyorot Ke Pemain (Rabby)
(Buffa masuk motong-motong daun, Ajeng bersih-bersih kaca taman)
Rabby : Ahaa syukurlah. Akhirnya setelah melalui perjuangan yang sangat berat
aku berhasil menjadi seorang pendekar juga. Tidak apalah, meskipun aku
hanya di beri tugas untuk menjagamu wahai pohon kerajaan tapi aku akan
menjalankan tugas ini dengan penuh tanggung jawab. (penuh semangat)
(Suara: Jangkrik)
Lampu Nyala Penuh
(Musik: Kopi Biyunge | Ini talkshow) (Nari)
Shapy : Hai Rabby! Waah waah kok kayak kesepian begitu sih. Nih Aku bawakan
KOPI BIYUNGE spesial untukmu! (membawa nampan berisi kopi biyunge
dan berlagak genit)
Rabby : Ooh Shapy kamu baik bangeet, makasiih lhoo (mengambil kopi biyunge
dari nampan) Buffa, kamu mau kopi biyunge ini juga? (menawarkan)
Buffa : (gugup) Emmm tidak terima kasih, itu kan shapy buat special
untukmu Rabby.
Rabby : Okay, kalu begitu aku minum sendiri. (tertawa)
Shapy : Bagaimana Rabby, kamu suka?
Rabby : Hmmm Ya tentu, ini kopi ternikmat yang pernah aku minum.
Shapy : Syukurlah. Kalau begitu aku kembali ke dapur dulu ya.
Buffa : Ehh Shapy aku juga ikut ke dapur deh, minta makanannya
ya. Aku lapar nih. (Mengelus-elus perut)
Lampu Nyala Redup
Shapy dan Buffa berjalan menuju dapur meninggalkan Rabby sendiri. Tiba-tiba saja mata
Rabby terasa berat. Tidak pernah sebelumnya ia merasakan kantuk yang luar biasa.
(Suara: Ngorok) Ia pun tertidur pulas.
Lampu Mati Total
(Suara: Kaki lari-lari mengambil tanaman) Dan ketika terbangun....
Lampu Nyala Penuh
Rabby : (Suara: Krik Krik Jeng Jeeeng) (Kucek-kucek mata melihat pohon
kerajaan) Haduuh kok pohon kerajaan tidak ada? Kemana pohon kerajan
hilang? (panik) Oh oh oh, ini tidak bisa dibiarkan, Aku harus segera lapor
kepada Raja Leonel. (berjalan menuju ruangan Raja dengan tergopoh-
gopoh)
Lampu Mati Total
ADEGAN 3
Setting : Ruang Kerajaan
Properti Panggung: Kursi Raja
Lampu Nyala Penuh
Rabby : (mengetuk pintu) Permisi, apakah Baginda Raja ada di dalam?
Raja Leonel : Siapa di sana?
Rabby : Ini saya, Rabby, Baginda.
Raja Leonel : Silakan masuk, Rabby.
Rabby : Terima kasih, Baginda Raja. (membuka pintu)
Raja Leonel : Ada apa Rabby, tumben kamu datang kemari?
Rabby : Begini Baginda, Saya ingin meminta maaf kepada baginda (berjongkok di
depan kursi baginda sambil menundukkan kepala)
Raja Leonel : Memangnya ada apa kok minta maaf ? apa yang terjadi?
Rabby : Maafkan atas keteledoran saya baginda, saya telah teledor hingga
eemm..hingga (agak ragu)
Raja Leonel : Sebenarnya ada apa? Bicaralah dengan jelas apa yang
terjadi!!
Rabby : Pohon kerajaan hilang Baginda.
Raja Leonel : (kaget, berdiri dari singgasana) Apa? (suara jeng jeng jeng) Lampu
kelap kelip kemudian Lampu Nyala PenuhApa yang kamu lakukan
sampai pohon kerajaan yang kamu jaga bisa hilang!
Rabby : Maafkan saya, Baginda. Sepertinya saya mendapatkan mantra yang sangat
kuat sehingga tadi saya sangat mengantuk, padahal biasanya saya tidak
pernah tidur ketika sedang bertugas. Saya berjanji akan segera
menemukannya.
Raja Leonel : Tentu saja kau harus segera menemukanya! Ingat kamu harus
menemukan secepat mungkin, dalam waktu tiga hari pohon itu harus ketemu.
Kalau sampai dalam waktu tiga hari pohon itu tidak kunjung kembali, negeri
ini akan berangsur-angsur mati karena pohon itulah pondasi kesuburan negri
ini. Kamu paham!?
Rabby : (gugup) Baiklah Raja. Saya akan segera menemukan pohon
itu kembali, Permisi Baginda. (Meninggalkan ruangan)
Lampu Mati Total
ADEGAN 4
Setting : Dapur Kerajaan
Properti Panggung : Meja, Kompor gas kecil, Wajan, Susruk, Solet, Botol kecap, Botol
Saus, Pernak-pernik bumbu masak
Lampu Nyala Penuh
Di dapur, si Juru masak sedang membuat resep-resep baru. Ya, ia sangat suka
bereksperimen dengan bahan-bahan makanan. Rabby sangat yakin betul, ia mengantuk
karena minum minuman yang diberi si Juru masak tadi. Rabby terus mengawasi gerak-
gerik si Juru masak dengan begitu cermat. Ketika Rabby sedang konsentrasi penuh
mengamati gerak-gerik Shapy sang juru masak, tiba-tiba...
(Suara: Tongseng tongseng tongseng)
Buffa : (masuk ke dapur) Hai Shapy! Kamu sedang memasak apa??
Shapy : Biasa lah bikin resep baru nih. Kang Buffa kenapa kesini? Bagaimana kalau
nanti ketahuan kang?
Buffa : Tidak mungkin ketahuan lah, semua orang di istana sedang sibuk. Lagi pula
pekerjaanku sudah selesai kok. (Bersedekap sambil mengintip masakan
yang sedang diaduk Shapy)
Shapy : Ooh gituu jadi, apa tujuan sampeyan kesini?
Buffa : Aku ingin menanyakan tanaman yang aku berikan kemarin? Apakah sudah
kamu gunakan?
Rabby : (mengitip dan curiga)
Shapy : Ya belumlah kang. Aku masih sibuk dengan resepku kali ini. Biarlah
tanaman itu aku simpan dulu. Nanti, kalau waktunya sudah tepat aku akan
menggunakannya segera dan sampeyan serta Raja Leonel akan menjadi
orang pertama yang akan mencicipi. (tertawa)
Buffa : Benarkah? Aku sangat senang dan tidak sabar. (menggosok-gosokan
tangan sambil tertawa)
Shapy : Tentu. Kalian berdua sangatlah berjasa untuk mewujudkan impianku me---
Tiba-tiba, Sang Penasehat datang....
Kancilo : Lho kok ada Bufa? Apa yang kamu lakukan di sini Buffa? (curiga)
Buffa : Iya, Kancilo. Maafkan saya. Saya permisi dulu. (berbisik kepada Shapy)
Shapy nanti aku kembali lagi yaa.
Shapy : Oke.
Kancilo : Sang Juru masak, kamu dipanggil Baginda Raja. Cepat ke ruangannya. Ada
hal penting yang ingin dibicarakan denganmu.
Shapy : Baik Pak Penasehat. Saya segera ke sana. (bergegas menuju ruangan Raja)
Lampu Mati Total
ADEGAN 5
Setting: Ruang Raja
Properti Panggung : Kursi Raja
Properti Pemain : Alat rekam
Lampu Nyala Redup
Apa yang ada dipikiran Rabby? Ya, ia sangat yakin bahwa Raja juga terlibat atas
hilangnya pohon kerajaan. Ia harus terus memata-matai si Juru masak, tukang kebun,
dan Raja. Tunggu, masih pantaskah, ia dipanggil Raja?
Diam-diam, Rabby meyelinap masuk ke ruangan Raja. Bersembunyi mencari tempat yang
aman untuk mendengarkan percakapan Raja dan si Juru masak.
Lampu Nyala Penuh
Raja Leonel : (masuk ke ruangan dan duduk di singgasana)
Shapy : (mengetuk pintu) Permisi. Ini saya Shapy, Baginda memanggil saya?
Raja Leonel : Yaa, silakan masuk Shapy.
Shapy : Terima kasih, Baginda.
Raja Leonel : Bagaimana dengan rencanamu? Apakah sudah berhasil?
Shapy : Bahan utamanya sudah saya dapatkan Baginda, Buffa yang membantu saya
mendapatkan tanaman itu.
Raja Leonel : Bagus-bagus. Kalau begitu secepatnya selesaikan rencanamu itu
Shapy : Baik Baginda.
Raja Leonel : Oh ya, malam nanti kita harus diskusi lagi untuk mematangkan rencana itu.
Ajak sekalian Buffa, sedikit banyak dia sudah membantu mendapatkan
tanaman itu.
Shapy : Baik Baginda. Dimana nanti kita berkumpul?
Raja Leonel : Di tempat biasa.
Rabby : (komat-kamit curiga)
Lampu Mati Total
ADEGAN 6
Lampu Nyala Penuh
Ketika Rabby keluar dari ruangan Raja, dia bertemu dengan Sang Penasehat...
Rabby : (kaget) Penasehat. Ayo ikut aku.
Kancilo : Ada apa, Rab? (penasaran)
Rabby : (memastikan situasi aman) Ternyata, yang mencuri pohon kerajaan adalah
Buffa si tukang kebun, yang bersekongkol dengan Shapy dan ....... Raja.
Kancilo : Jangan asal menuduh kamu. Apakah kamu punya buktinya.
Rabby : (mules dan kentut)
Kancilo : Suara apa itu?
Rabby : Emmmm... Sepertinya aku harus segera pergi. Simpan ini baik-baik!
(memberikan rekaman kepada Kancilo)
Kancilo : Tapi ini apaa?
Rabby : (berlari) Bukti, Cil, bukti!
Kancilo : (Muka licik) Oh, ini buktinya. Ha ha ha. Dengarkan dulu ah.
(mendengarkan rekaman) Aku punya ide, agar aku bisa menjadi Raja, toh
juga Si Leonel juga sudah terbukti bersalah. Ha ha ha. (sambil berjalan)
Lampu Mati Total
ADEGAN 7
Setting : Taman Kerajaan
Properti Panggung : Tanaman
Lampu Nyala Redup
Waktu yang ditunggu pun tiba. Kancilo telah bersiap untuk menangkap mereka bertiga di
TKP. Satu per satu target operasi datang, Buffa, Shapy, dan Raja tentunya.
Shapy : Baginda.
Raja Leonel : Bagaimana semua berjalan lancar?
Buffa : Aman Baginda.
Raja Leonel : Tanamannya apakah sudah aman?
Shapy : Aman baginda.
Raja Leonel : Bagus.
Tiba-tiba...
Lampu Kelap Kelip
Sound: sirine
Kancilo : (mengendap-endap mendekati tempat berkumpul Raja Leonel, Shapy, dan
Buffa kemudian berteriak) Tangkap mereka!! Mereka adalah orang yang
bersalah! Ternyata mereka telah bersekongkol mencuri pohon kerajaan.
Raja Leonel : Hai Kancilo Apa-apaan ini! (meronta-ronta)
Kancilo : (memutar rekaman) Berdasarkan rekaman ini. Anda, Raja Leonel,
dinyatakan terlibat atas kasus hilangnya pohon kerajaan.:
Raja Leonel : Apa maksudmu Kancilo? Bukan, bukan aku yang mengambil
tanaman itu. Kamu salah duga! hei lihat dulu tanamannya. Itu
tanamannya berbeda dengan yang kamu maksud
Kancilo : Jelaskan saja nanti di pengadilan kerajaan. Pendekar tangkap tersangka-
tersangka itu!
Sound: lagu tom n jerry kejar-kejaran
Pendekar : (menyeret tersangka ke penjara)
Kancilo : Pendekar Daniel, cepat kemari!
Daniel : Ada apa penasehat?
Kancilo : Umumkan kepada seluruh rakyat di negeri ini, bahwa aku
sekarang adalah raja kalian! Hahaha...
Daniel : Tapi... bagaimana bisa?
Kancilo : Bukankah seharusnya begitu? Cepat umumkan. Aku adalah Raja baru
kalian.
Daniel : Baiklah Raja.
Lampu Mati Total
ADEGAN 8
Setting : ruang interogasi
Properti Panggung : 3 kursi lipat
Properti Pemain :3 tongkat pengawal
Lampu Nyala Redup
Sang penasehat mengangkat dirinya sendiri menjadi Raja pengganti. Ia segera meminta
para pengawal menginterogasi para pelaku pencurian pohon kerajaan.
Lampu Nyala Penuh
Ruangan 1
Wolfy :Atas nama hukum saya mau bertanya, jadi selama ini kamu bekerja sama
dengan Raja dan tukang kebun itu untuk menguasai kerajaan ini?
Shapy : Aku benar-benar tidak tahu kemana tanaman itu pergi. Kan sampeyan tahu
sendiri kalo saya setiap hari di dapur kerjaannya.
Wolfy : Sudahlah, mana ada pencuri mengaku salah? Dimana kamu sembunyikan
tanaman itu? (sambil mendobrak meja)
Shapy : Percayalah...
Ruangan 2
Daniel : Tidak ku sangka kamu berkhianat kepada negeri ini Buffa.
Buffa : Bukan aku Daniel, kamu salah sangka.
Daniel : Sekarang kamu jujur dimana kamu menyembunyikan tanaman itu!?
Buffa : Aku tidak tau.
Ruangan 3
Bany : Maaf, apakah benar anda yang mengutus Buffa dan Shapy untuk mencuri
tanaman kerajaan? Lalu untuk apa tuan? Untuk melancarkan rencana kalian,
kalianmengorbankan negeri ini? (gemetar)
Raja Leonel : Kamu salah sangka, kami bukan merencanakan pencurian pohon kerajaan.
Bany : Lalu, tanaman yang kalian maksud itu tanaman apa raja? (gemetar)
Raja Leonel : Itu hanya tanaman biasa.
Lampu Nyala Redup
Hasil interogasi nihil. Ketiganya menyangkal mencuri pohon kerajaan. Mereka Berkata,
tanaman-tanaman yang mereka bicarakan bukanlah pohon kerajaan. Namun, mereka
enggan menyebutkannya. Hal itu semakin membuat kecurigaan membesar. Siapakah
yang sebenarnya mencuri Pohon kerajaan?
Lampu Mati Total
ADEGAN 9
Setting : Kebun Kerajaan
Properti Panggung : Tanaman layu, rumput layu
Lampu Nyala Penuh
Rabby berjalan menuju kebun kerajaan...
Rabby : (berpikir) Jadi, sebenarnya siapa yang mencuri pohon itu? (melihat tanaman
di sekitar kerajaan) Oh, tidak, pohon-pohon sudah mulai layu. Bagimana ini?
Aku harus segera menemukan pohon itu.
Gota : (bersih-bersih kemudian menghampiri) Ada apa Rabby? kamu tampak
bingung sekali?
Rabby : Gota, aku bingung sekali nih. Sebenarnya siapa yang mencuri pohon
kerajaan itu? (Sedih)
Gota : Bukankah Raja, tukang kebun, dan juru masak?
Rabby : Aku terlalu terburu-buru. Sepertinya aku salah tangkap orang.
Gota : Lalu, siapa yang kamu curigai? (kepo)
Rabby : Uhhh kepo.
Gota : Raja pengganti ya? Kenapa bisa?
Rabby : Panjang ceritanya. Dan aku tidak mungkin menceritakannya di sini. Semua
yang ada di istana ini tidak ada yang dapat aku percaya lagi.
Gota : Ahh kamu jangan begitu, kan masih ada aku yang siap membantumu. Kamu
cari bukti saja, untuk membuktikan kalau Sang Penasehat lah yang benar-
benar salah.
Rabby : Terima kasih, Gota.
Lampu Mati Total
ADEGAN 10
Setting: sawah
Properti Panggung : Tanaman, rumput-rumput, jalan
Properti Pemain : caping, arit, sepeda onta, tenggok, sawi yang sudah menguning, lombok
garing, melon menguning
Sound: suara gareng ponk, kicau burung, garingkong
Lampu Nyala Penuh
Di luar istana, masyarakat mulai gelisah dengan hasil panen mereka...
Tika : Duh gusti gimana ini?? Melon saya yang sudah mau panen 3 hektar
kering semua. (duduk di bawah pohon sambil kipas-kipas caping)
Beru : Mending punya bu tika melonnya saja yang kering. Lha ini mbok
sampeyan lihat badan saya juga ikutan kurus kering begini.
Mona : (Berjalan menggendong tenggok lewat depan Tika kemudian melihat tika
yang sedang murung, ia pun menghampiri). Tik, Pak Beru ayo pulang,
sudah mau zuhur kok masih leyeh-leyeh di sawah to?? Mana muka kalian
murung gitu, ada apa to Pak, Bu?
Tika : Ini lho Buu.. sampeyan bisa lihat sendiri to? Semua tanaman melon saya
sudah hampir kering. Pusing pala saya.
Mona : Lha ini mbok sampeyan lihat Bu. Cabai saya juga kini jadi coklat Bu. Tapi
ya sudahlah Bu. Memang baru begini nasibnya
Owel : (Lewat di depan Tika, Mona dan Beru yang sedang mengobrol, tapi ia tidak
menyapa. Ia terus berjalan menuntun onthel kebo sambil menundukkan
kepala terlihat sedih)
Mona : Bu Oweel kok sampeyan kelihatan sedih gitu napa e?
Owel : (nengok) Eh Bu Tik Bu Mon maaf saya tidak lihat e.
Tika : Iya ndak papa Bu . Bu Owel sini kita ngobrol-ngobrol dulu.
Beru : Iya Buuu sini curhat-curhat dulu.
Owel : Emmhh yasudah. (Membelokkan sepedanya lalu ikut beristirahat)
Mona : Bu, sebenarnya ada apa dengan sampeyan?
Owel : Saya tidak tahu apa yang tengan terjadi dengan negeri kita Bu. Sawi saya
berubah jadi emas semua Bu. Kalau emas beneran kan seneng, lha ini
(mengeluarkan sawi yang telah menguning ) duh sedih saya bu. kuniiing
semuaa.
Beru : Waaahh lha malah lumayan itu bu. Jadi sugih dong bu owel.
Mona : Ealaah buu nasib kita sama semua. Sudahlah tidak perlu bersedih roda
pasti berputar, semua ini kehendaknya kita harus menerima dengan lapang
dada. (lagu berlapang dada + tari)
Lampu Mati Total
ADEGAN 11
Setting : Hutan
Properti : Tanaman
Properti Pemain: sempritan, tongkat pramuka kuning (ada lancip-lancipnya), teken,
tempat dupa+obat nyamuk
Lampu Nyala Penuh
Rabby bingung bagaimana ia membuktikanya, Ia akhirnya mengutus para pengawal
mencari wangsit keluar istana untuk mengetahui siapa yang sebenarnya mencuri pohon
kerajaan. Para pengawal berjalan keluar masuk hutan rimba. Dan akhirnya mereka
bertemu dengan seorang dukun sakti. (visualisasi: Rabby memerintahkan para pengawal)
Para pengawal: (adengan jalan tentara agak lamamereka rumpi)
Dukun : (masuk ke panggung) (Lagu . )
Wolfy : Kakek ini siapa? Kenapa di hutan sendirian?
Dukun : Kenalkan, aku dukun paling sakti di negeri ini. Aku bisa menyelesaikan
semua masalah yang ada di muka bumi ini. (tertawa)
Bany : (tidak percaya tapi ingin mencoba) Iyakah? Sebesar apapun masalahnya?
Dukun : Tentu bisa. Saya kan hebat. (tertawa)
Daniel : Hokee. Kebetulan kami sedang butuh bantuan kek
Dukun : Baik saya akan membantu kalian. Masuklah ke gubug saya.
Lampu Mati Total
ADEGAN 12
Setting : Di dalam rumah ki dukun
Properti Pemain: Kaca rias
Lampu Nyala Redup
Para pengawal: (mengikuti Dukun masuk ke rumah)
Dukun : Duduklah. Jadi apa permasalahan kalian!
Wolfy : Jadi gini Kek. Naaahh giiiituuuu. (bercanda)
Daniel : Kamu itu yang serius dong Wolf! Jadi begini kek, kami ingin mengetahui
siapa orang yang bersalah dalam kasus yang sedang saya tangani.
Dukun : Coba saya lihat dulu. Kira-kira kita butuh apa untuk meyelesaikan
masalahmu itu. (beradegan layaknya dukun sakti)
Para pengawal: (memperhatikan)
Dukun : Saya punya ini. Ini adalah ranting ajaib. Ia akan menunjukkan siapa yang
bersalah.
Daniel : Bagaimana caranya?
Dukun : Aku sudah memasukkan jin ke dalam ranting ini. Letakkan ranting ini di
depan istana, keesokan harinya ranting ini akan mengarah ke arah rumah
pencuri itu.
Bany : Baiklah Ki Dukun. Kami permisi. Terima kasih.
Dukun : Mana pulusnya?
Wolfy : Ini Kek Tapi inget, kalau tak berhasil nanti uang kembali
lho kek! (menyerahkan beberapa koin)
Lampu Mati Total

ADEGAN 13
Setting : Kerajaan
Properti Panggung: Meja
Lampu Nyala Penuh
Para pengawal akhirnya sampai ke kerajaan. Mereka langsung menghadap Rabby.
Kemudian, Rabby segera menemui Gota karena Gota lah satu satunya orang di istana
yang ia percayai sekarang.
Gota : (mengelap meja)
Rabby : Gota-Gota. Aku sudah menemukan cara untuk mengetahui siapa yang
bersalah, apakah Raja dengan komplotanya atau Sang Penasehat itu.
Gota : Syukurlah. Bagaimana caranya?
Rabby : (menjelaskan caranya)
Di sisi lain, Sang Penasehat mendengar pembicaraan mereka...
Rabby : Aku akan meletakkan ranting ajaib ini dulu di sana. Aku pergi dulu.
Gota : Oh, iyaa.
Rabby meletakkan ranting ajaib itu di tempat yang sangat strategis di dalam istana.
Lampu Mati Total
ADEGAN 14
Setting : Kerajaan
Properti Panggung: Tempat meletakkan ranting
Malam pun tiba, suasana di dalam istana sedikit mencekam. Rabby sangat tidak sabar
menunggu pagi datang untuk segera mengetahui siapa yang sebenarnya bersalah. Ketiba
pagi tiba, apa yang terjadi?
Lampu Nyala Redup
Rabby : Oh, tidak kenapa rantinya patah? Dasar dukun palsu. Aku harus segera
menemuinya lagi. Waktuku hanya tinggal satu hari lagi. Aku harus menyuruh
Bany kembali ke Dukun itu.
Lampu Mati Total
ADEGAN 15
Setting : Rumah Ki dukun
Properti Panggung: Ubarampe Perdukunan
Lampu Nyala Redup
Setelah mengetahui apa yang telah terjadi, Bany segera berlari menemui Ki dukun. Ia
berlari dengan sepenuh tenaga agar bisa sampai di rumah ki dukun di dalam hutan.
Bany : Ki dukun-ki dukun! Keluarlah kamu! (berteriak-teriak sambil menggedor-
gedor pintu rumah ki dukun)
Ki dukun : Eh, Bany Bagaimana, kamu sudah jalankan perintahku? (sedikit cemas)
Bany : Sukses apanya? Lihat ranting yang kamu bilang ajaib patah!
Ki dukun : Bagaimana bisa?
Bany : Tidak usah banyak bicara. Kamu menipuku kan? kembalikan uang
emasku!
Ki dukun : Ooo tidak bisa, sini saya jelaskan sesuatu!. Sebenarnya...
ehmm..
Bany : Ngomong apa kamu ini? Yang jelas kalau mau ngomong!
Ki dukun : Sebenarnya aku hanyalah pura-pura sakti. Aku sebenarnya bukanlah dukun
sakti hahaha
Bany : Jadi kamu benar seorang penipu? Oke kalau begitu aku akan membawamu
ke bui kerajaan. Karena ternyata kamu adalah orang jahat di negeri ini. Kamu
tahu?? Orang jahat pantas mendapatkan hukuman!
Ki dukun : Jangan lah, hehehe (meringis)
Bany : Tapi di alam bebas ini kamu berbuat jahat. Orang-orang macam kamu akan
mengganggu keamanan negeri ini!
Ki dukun : Bany aku akan menjelaskan kepadamu!
Bany : Apa lagi yang ingin kamu jelaskan? Kamu jelas-jelas penipu, aku tidak akan
bisa percaya kepadamu!
Ki dukun : Tentang ranting itu cobalah kamu fikir secara rasional, dengan patahnya
ranting itu seharusnya kamu bisa mendapatkan sedikit titik terang. Kamu
seharusnya bisa berfikir kalau ranting itu patah berarti ada yang mematahkan,
mungkin ia tahu tujuan kamu meletakkan ranting itu. Siapa lagi yang
mematahkan ranting itu kalau bukan orang dalam, berarti tidak perlu kamu
ragukan lagi orang yang mengambil pohon kerajaan adalah orang dalam.
Bany : Ahh benar juga kamu ki dukun!
Ki dukun : Nah makanya dengarkan aku dulu. Meskipun aku tidak sakti tapi logikaku
jalan! (membanggakan diri)
Bany : Oke baguslah. Waah kini aku benar-benar mendapatkan titik terang.
Ki dukun : Semua yang berada di dalam istana patut kamu curigai.
Rabby : Oke jadi bagaimana ini ki dukun? Apakah logika ki dukun sudah
menelurkan ide lagi?
Ki dukun : Tenang, aku telah menyiapkan rencana selanjutnya. Ranting kemarin
silahkan gantilah dengan ini (menyerahkan batang kayu yang lebih besar).
Batang ajaib ini akan memakan waktu jika ada yang ingin memotongnya. Kita
jebak dia!
Bany : Baik Ki!
Ki dukun : Jangan lupa, intai terus saat malam menjelang!
Bany : Siap ki kalau begitu saya pamit dulu.
Ki dukun : Enak saja pamit mana fhulusnya, kamu harus membeli ideku itu.
Bany : (merogoh kantong lalu menyerahkan uang 500 perak dan langsung berlari)
Ini ki terimakasih banyak.
Ki dukun : Apa 500 perak?
Lampu Mati Total
ADEGAN 16
Setting : Taman kerajaan
Properti Panggung : Tanaman, tempat menancapkan ranting
Properti Pemain: Jubah hitam, gergaji, Batang yang hampir patah
Proses penjebakan pun dimulai. Batang ajaib ditancapkan di tempat dimana ranting
kemarin ditancapkan.
Saat malam tiba
Gota : (Berjalan mengendap-endap menyembunyikan pohon kerajaan di dalam
jubah hitamnya sambil tangannya membawa gergaji)
Di sisi lain
Lampu menyorot ke Rabby baru kemudian meyorot ke Gota
Rabby : (di sudut pengintaian) Sepertinya ada bayangan hitam mengendap-endap?
Waah pasti itu si penjahatnya! (berbisik)
Gota : (memotong batang ajaib itu dengan cepat)
Rabby : Hei pencuri! Akhirnya kamu tertangkap juga mau lari kemana lagi kamu
sekarang? (sambil mengacungkan pedang di depan pencuri)
Gota : (panik dan mau lari)
Rabby : (menarik jubah pencuri) Kamu penasehat kan? Wah ternyata bagus juga
sandiwaramu. Jadi apa tujuanmu melakukan semua ini? (melepas jubah
pencuri) Gotaa??? (kaget, setengah tidak percaya) Jadi ternyata kamu
pelakunya? Ooh tidaak.
Rabby berteriak memanggil seluruh penghuni kerajaan untuk berkumpul di tempat ia
menangkap pencuri.
Rabby : Wahai seluruh penghuni istana. Kemarilah aku telah menangkap si
pencuri pohon kerajaan! (berteriak)
Lampu Nyala Redup
Semua penghuni kerajaan berkumpul di TKP. Mereka saling berbisik satu dengan yang
lain karena tidak percaya dengan apa yang ada di hadapan mereka. Raja tampak tenang.
Gota : (Langsung menyembunyikan tanaman yang dibawanya di belakang
tubuhnya) Tidak Rabby Bukan aku pelakunya.
Rabby : Sudah tertangkap masih mengelak? Sungguh aku tidak mengira Jika
kamu bilang tidak, lalu apa itu yang kamu sembunyikan.
Gota : Ini bukan apa-apa.
Rabby : Sikapmu ini telah menjelaskan semuanya Gota! Ditambah barang bukti
yang kamu bawa itu semuanya sudah jelas!!
Gota : (menunduk dan menangis) Maaf Rabby sebenarnya aku juga tidak berniat
melakukan ini, aku tidak tega melihat negeri ini gersang . Aku terpaksa
melakukan ini demi anakku dia adalah segalanya buatku. Kini dia tengah
sakit keras dan dia sangat memerlukan pohon itu. Tidak ada yang mampu
menjadi obat buatnya selain pohon kerajaan itu.
Rabby : Kesejahteraan negeri adalah lebih dari segalanya. Kerajaan bertanggung
jawab atas itu. Kamu tahu kan!? Coba kamu lihat masyarakat di luar sana!
Mereka saat ini sedang menanggung akibat dari perbuatan yang kamu
lakukan mereka sedang menderita!
Gota : Tapi bagaimana dengan anakku? Anakku segala-galanya juga buatku.
Raja Leonel : (Maju mendekati Gota dan Rabby) Gota, sebenarnya anakmu hanya butuh
tiga pucuk daun saja. Kemarikan pohonnya aku akan memberimu daunnya.
Kamu tidak perlu membuat seluruh negeri ini menderita demi 3 pucuk pohon
ini Gota.
Gota : (Menyerahkan pohon kepada raja sambil terus menunduk) Saya mohon
ampun Baginda Raja.
Raja Leonel : (Menerima kembali pohon kerajaan lalu tersenyum. Ia segera meminta Buffa
menanam pohon itu kembali) Buffa segera sebelum semuanya terlambat
tanam kembali pohon ini
Buffa : Baik Baginda
Wolfy : (Tergopoh-gopoh datang ke tempat semuanya berkumpul) Permisi baginda,
ada yang ingin bertemu Gota.
Raja Leonel : Silahkan, suruh dia kemari
Tika : Gota mohon maaf aku menerima kabar ini dari tetanggamu yang baru
saja datang kemari. Tetanggamu bilang kalau anakmu telah meninggal tadi
siang.
Gota : Ooohh tidaakk anakku. (Terkejut setengah tidak percaya)
Rabby : Gota, maafkan kami karena kamu telah melanggar, atas nama hukum di
negeri ini kamu harus kami bawa ke penjara.
Gota : Baiklah tapi saya mohon diberi kesempatan untuk menghadiri
pemakaman anak saya dulu baginda.
Raja Leonel : Baik.
Pendekar : (membawa Gota pergi)
Rabby : (berjongkok memberi hormat kepada raja) Baginda saya mohon ampun.
Saya telah ceroboh dan terlalu tergesa-gesa dalam mengambil keputusan.
Raja Leonel : Tak apa Rabby! Lain kali kalau mengambil keputusan jangan tergesa-gesa,
kamu harus mempertimbang matang-matang. Karena apa yang kamu lakukan
bisa merugikan orang lain. Tampaknya kamu harus mengasah kembali
kemampuanmu menjadi seorang pendekar Buffa.
Rabby : Baik lah Raja, saya sungguh minta maaf. Saya sungguh merasa bersalah,
karena telah ceroboh
Raja Leonel : Sudaah yang penting sekarang pohon kerajaan sudah ketemu.
Rabby : Tapi baginda, apakah saya boleh tahu rencana apa yang baginda susun
bersama Shappy dan Buffa? Dan tentang tanaman yang kalian maksud itu???
Raja leonel : (memberikan klarifikasi)
Lampu Mati Total
Setelah tanaman-tanaman itu dikembalikan, pohon-pohon di negeri itu kembali
menghijau. Raja Leonel kembali memimpin kerajaan dan kini Rabby menjadi pendekar
yang sesungguhnya.
ADEGAN 17
Setting : Sawah
Properti Panggung: Tanaman
Properti Pemain : Caping, Tenggok, Selendang, Cangkul.
Sementara itu, di luar kerajaan semua penduduk mengungkapkan rasa syukur atas
pulihnya kondisi wilayah kerajaan mereka.
Lampu Nyala Penuh
Ke-empat petani : (masuk ke panggung sambil tersenyum gembira, mengucap syukur)
Closing : Koreografi Penutup (ost. Zootopia)