Anda di halaman 1dari 8

http://irawiastuti7.blogspot.co.

id/2012/09/v-
behaviorurldefaultvmlo_20.html

Pendahuluan
Maag berasal dari bahasa Belanda yaitu Lambung, Seseorang yang di
katakan maag, Bila orang tersebut mengalami gejala-gejala seperti sakit dan
perut tidak nyaman. Gejala lainnya yang dirasakan adalah sendawa, perut
kembung, mual, muntah merasa penuh, atau merasa terbakar di perut
bagian atas dapat muncul secara tiba-tiba dalam waktu yang singkat (Akut),
waktu yang lama (Kronik), atau karena kondisi khusus seperti adanya
penyakit lain. Salah satu maag akut adalah rasa tidak nyaman ketika
mengkonsumsi alkohol maupun asetosal .
Sistem pencernaan makanan dimulai didalam mulut dimana makanan
dihaluskan sambil diaduk dengan ludah yang mengandung suatu enzim
emilase yaitu ptialin, yang berfungsi menguraikan karbohidrat. Setelah itu
ditelan dan adukan dilanjutkan dengan gerakan peristaltik ke lambung
dengan bantuan getah lambung yang terdiri dari asam lambung dan pepsin,
yaitu suatu enzim proteolitik yang disekresi oleh selaput lendir lambung
sehingga terbentuk chimus .
Di seluruh lambung usus inilah dapat timbul berbagai gangguan
penyakit baik yang disebabkan oleh terganggunya produksi enzim
pencernaan maupun yang disebabkan oleh infeksi-infeksi usus oleh kuman
4.1.1 Tinjauan Secara Farmakologi
Secara umum lambung memproduksi suatu asam yang disebut asam
klorida yang berfungsi membantu proses pencernaan protein. Lambung,
usus dan eshopagus sendiri (yang juga terdiri dari protein) dilindungi dari
kerja asam melalui beberapa mekanisme, dan apabila kadar asam yang
dihasilkan terlalu banyak maka mekanisme perlindungan ini tidak terlalu
kuat / kurang kuat dalam melindungi lambung, usus, dan esphagusterhadap
kerja asam lambung merusak pada organ-organ tersebut dan menghasilkan
gejala seperti rasa sakit pada perut ulu hati terasa seperti terbakar.
Penting diketahui bahwa ketika mengkonsumsi antasid ini pada saat
perut kosong hanya menghasilkan efek sekitar 20-40 menit, karena secara
cepat antasid akan di distribusikan keduodenum. Jika dikonsumsi sesudah
makan, antasid memberi efek sekitar 3 jam, hal ini dikarenakan adanya
makanan yang akan memperlambat penghilang antasid dari dalam
lambung. Sangat penting di ingat, ketika menggunakan antasid anda harus
berkonsultasi pada apoteker untuk menghindari adanya interaksi antara
antasid dengan obat-obat lain.
4.1.2 Penggolongan Secara Farmokologi :
1. Anti Hiperasiditas
Obat dengan kandungan alumunium dan atau magnesium ini bekerja
secara kimiawi dengan mengikat kelebihan HCL dalam lambung. Magnesium
atau alumunium tidak larut dalam air dan dapat bekerja lama di dalam
lambung sehingga tujuan pemberian antasid sebagian dapat tercapai.
Sediaan yang mengandung magnesium dapat menyebabkan diare
(bersifat pencahar) sedangkan sediaan yang mengandung alumunium dapat
menyebabkan konstipasi (sembelit) maka biasanya kedua senyawa ini
dikombinasikan. Persenyawan molekul antara Mg dan Al hidrotalsit.
2. Perintang Reseptor H2 (Antagonis Reseptor H2)
Semua antagonis reseptor H2 menyembuhkan tukak lambung dan
duodenum dengan cara mengurangi sekresi asam lambung sebagai akibat
hambatan reseptor H2.
Pengobatan bertujuan untuk mengurangi rasa sakit, membuat
penderita lebih tenang dan beristirahat, juga penderita tidak mengalami
kembung. Antasida sering dikombinasikan :
Dimetikon (dimetilpoliksiloksan) berfungsi memperkecil gelembung gas yang
timbul sehingga mudah diserap dengan demikian dapat mencegah masuk
angin, kembung, dan sering buang angin (flatulensi).
3. Penghambat pompa proton (PPI)
Obat-obat ini mengurangi sekresi asam (yang normal dan yang dibuat)
dengan jalan menghambat enzim secara selektif dalam sel-sel parietal.
Kerjanya panjang akibat akumulasi di sel-sel tersebut. Kadar penghambatan
asam tergantung dari dosis dan pada umumnya lebih kuat dari pada
perintangan oleh H2-blokers.
4. Zat pelindumg ulcus.
Menutup tukak dengan suatu lapisan pelindung terhadap serangan asam
pepsin.
Kontra indikasi :
Antasid bekerja dengan cara menetralkan asam lambung yang belebih,
dan melindungi selaput lendir lambung. Antasid yang beredar di pasaran
biasanya terdiri dari campuran garam alumunium dan garam magnesium,
agar tidak menimbulkan rasa sembelit atau diare, kadang-kadang antasid
juga mengandung simetikon yang berfungsi untuk membantu pengeluaran
gas berlebih di dalam saluran cerna.
Semua obat antasid digunakan untuk mengurangi gejala-gejala yang
ditimbulkan oleh kelebihan asam lambung, tukak lambung, granitis, tukak
usus dua belas jari, mual, nyeri lambung, nyeri ulu hati dan kembung pada
lambung.
Hal yang harus diperhatikan :
Tidak dianjurkan penggunaan antasid pada penderita yang alergi pada
alumunium, kalsium, magnesium, simetikon, natrium bikarbonat dan bismut.
Tidak dianjurkan pemakaian antasid lebih dari 2 minggu, kecuali atas
petunjuk dokter.
Penggunaan terbaik adalah pada saat gejala timbul seperti ada saat
keadaan lambung kosong dan waktu menjelang tidur malam.
Dikonsultasikan dengan dokter apabila :
1. Penderita yang sedang diet rendah natrium, karena beberapa antasid
mengandung banyak natrium.
2. Wanita hamil dan menyusui serta anak dibawah 6 tahun atau lanjut usia.
3. Antasid dapat mengganggu absorpsi obat-obat tertentu hingga mengurangi
efektifitasnya antara lain isoniazid, ketokodinazol, metamin dan tetrasikin.
Oleh karena itu pemakaian antasid bersama dengan obat-obat tesebut
harus berselang waktu minimal 1-2 jam, antasid diibaratkan sebagai selimut
atau penutup bagi lambung, maka dari itu diminum 1 jam sebelum makan
agar efek dari antasid tersebut seperti isoniazid, ketokodinazol, metamin dan
tetrasiklin bekerja dengan baik setelah itu baru boleh dikonsumsi.
Jenis-jenis obat antasid :
1. Alumunium karbonat : dapat digunakan dalam
terapi hiperfosfatemi (abnormalitas fosfat dalam darah) dengan cara
mengikat senyawa fosfat disaluran cerna sehingga mudah mengabsorpsinya.
Karena kemampuan ini juga alumunium karbonat dapat digunakan untuk
mencegah pembentukan batu ginjal.
2. Kalsium karbonat : dapat digunakan pada kondisi kekurangan kalsium,
contohnya osteoporosis posmenopouse.
3. Magnesium karbonat : dapat digunakan pada kasus defesiensi magnesium.
Beberapa jenis antasid tersebut memiliki perbedaan terutama dalam
efek menetralkan asam lambung, istilah yang dipakai untuk menjelaskan hal
ini adalah ANC (Antasid Netralizing Capacity). ANCdisajikan dalam bentuk
perbandingan mEq dan FDA mengklarifikasikan perdosis. Antasid yang baik
harus mempunyai kemampuan penetralan yang baik dan juga cepat.
Natrium bikarbonat dan kalium bikarbonat memiliki kemampuan
menetralkan yang terbesar tapi penggunaan jangka panjang sebaiknya
dihindari karena akan mengakibatkan efek samping yang mungkin dapat
terjadi.
Kemampuan melarutkan antasid dalam asam lambung berbeda-beda.
Natrium bikarbonat dan magnesium oksida mempunyai kemampuan
melarutkan dengan cepat dan menghasilkan efek buffer yang relatif cepat,
sedangkan alumunium hidroksida dan kalsium karbonat memiliki
kemampuan melarutkan yang agak lambat. Antasid dalam bentuk sediaan
suspensi umumnya mempunyai kemampuan larut yang lebih cepat dari
sediaan tablet maupun serbuk/puyer. Untuk tablet antasid sangat penting
dikunyah dahulu sebelum dikonsumsi.
Meskipun relatif aman, antasid juga memiliki efek samping itu antara
lain, adanya Hiperasiditas Rebound dan memiliki alkali syindrome, untuk
alumunium hidroksida efek samping kontipasi dapat muncul. Sedangkan
antasid magnesium memiliki efek laxative (pencahar) dan dapat
meningkatkan kadar magnesium dalam darah pada pasien gagal ginjal.
Terapi Farmakologi
Terapi bagi penderita maag yaitu dengan antasid, antihistamin,
antikolinergik, demulcenth. Pylorypengobatannya menggunakan antibiotik
(dapat mengurangi iritasi lokal pada lambung, secara fisik melindungi sel-sel
dibawahnya terhadap kontak dengan iritan dari luar). Khusus untuk sakit
maag kronis.
4.2 Tinjauan secara Perundang-undangan
Berdasarkan undang-undang yang dikeluarkan oleh departemen
kesehatan RI Obat Gangguan Lambung termasuk kedalam golongan obat
bebas, penandaan obat bebas diatur berdasarkan SK. Menkes RI Nomor
2380/SK/VI/1983 tentang tanda khusus untuk obat bebas terbatas yaitu
bulatan berwarna hijau dengan garis tepi berwarna hijau.
OBAT GANGGUAN LAMBUNG

4.1 Pendahuluan
Maag berasal dari bahasa Belanda yaitu Lambung, Seseorang yang di katakan
maag, Bila orang tersebut mengalami gejala-gejala seperti sakit dan perut tidak
nyaman. Gejala lainnya yang dirasakan adalah sendawa, perut kembung, mual, muntah
merasa penuh, atau merasa terbakar di perut bagian atas dapat muncul secara tiba-tiba
dalam waktu yang singkat (Akut), waktu yang lama (Kronik), atau karena kondisi khusus
seperti adanya penyakit lain. Salah satu maag akut adalah rasa tidak nyaman ketika
mengkonsumsi alkohol maupun asetosal .
Sistem pencernaan makanan dimulai didalam mulut dimana makanan dihaluskan
sambil diaduk dengan ludah yang mengandung suatu enzim emilaseyaitu ptialin, yang
berfungsi menguraikan karbohidrat. Setelah itu ditelan dan adukan dilanjutkan dengan
gerakan peristaltik ke lambung dengan bantuan getah lambung yang terdiri dari asam
lambung dan pepsin, yaitu suatu enzim proteolitik yang disekresi oleh selaput lendir
lambung sehingga terbentuk chimus .
Di seluruh lambung usus inilah dapat timbul berbagai gangguan penyakit baik
yang disebabkan oleh terganggunya produksi enzim pencernaan maupun yang
disebabkan oleh infeksi-infeksi usus oleh kuman
4.1.1 Tinjauan Secara Farmakologi
Secara umum lambung memproduksi suatu asam yang disebut asam klorida
yang berfungsi membantu proses pencernaan protein. Lambung, usus
dan eshopagus sendiri (yang juga terdiri dari protein) dilindungi dari kerja asam melalui
beberapa mekanisme, dan apabila kadar asam yang dihasilkan terlalu banyak maka
mekanisme perlindungan ini tidak terlalu kuat / kurang kuat dalam melindungi lambung,
usus, dan esphagus terhadap kerja asam lambung merusak pada organ-organ tersebut
dan menghasilkan gejala seperti rasa sakit pada perut ulu hati terasa seperti terbakar.
Penting diketahui bahwa ketika mengkonsumsi antasid ini pada saat perut
kosong hanya menghasilkan efek sekitar 20-40 menit, karena secara cepat antasid
akan di distribusikan ke duodenum. Jika dikonsumsi sesudah makan, antasid memberi
efek sekitar 3 jam, hal ini dikarenakan adanya makanan yang akan memperlambat
penghilang antasid daridalam lambung. Sangat penting di ingat, ketika menggunakan
antasid anda harus berkonsultasi pada apoteker untuk menghindari adanya interaksi
antara antasid dengan obat-obat lain.
4.1.2 Penggolongan Secara Farmokologi :
1. Anti Hiperasiditas
Obat dengan kandungan alumunium dan atau magnesium ini bekerja secara
kimiawi dengan mengikat kelebihan HCL dalam lambung. Magnesium atau alumunium
tidak larut dalam air dan dapat bekerja lama di dalam lambung sehingga tujuan
pemberian antasid sebagian dapat tercapai.
Sediaan yang mengandung magnesium dapat menyebabkan diare (bersifat
pencahar) sedangkan sediaan yang mengandung alumunium dapat
menyebabkan konstipasi (sembelit) maka biasanya kedua senyawa ini dikombinasikan.
Persenyawan molekul antara Mg dan Al hidrotalsit.
2. Perintang Reseptor H2 (Antagonis Reseptor H2)
Semua antagonis reseptor H2 menyembuhkan tukak lambung dan duodenum
dengan cara mengurangi sekresi asam lambung sebagai akibat hambatan reseptor H2.
Pengobatan bertujuan untuk mengurangi rasa sakit, membuat penderita lebih
tenang dan beristirahat, juga penderita tidak mengalami kembung. Antasida sering
dikombinasikan :
Dimetikon (dimetilpoliksiloksan) berfungsi memperkecil gelembung gas yang timbul
sehingga mudah diserap dengan demikian dapat mencegah masuk angin, kembung,
dan sering buang angin (flatulensi).
3. Penghambat pompa proton (PPI)
Obat-obat ini mengurangi sekresi asam (yang normal dan yang dibuat) dengan jalan
menghambat enzim secara selektif dalam sel-sel parietal. Kerjanya panjang
akibat akumulasi di sel-sel tersebut. Kadar penghambatan asam tergantung dari dosis
dan pada umumnya lebih kuat dari pada perintangan oleh H2-blokers.
4. Zat pelindumg ulcus.
Menutup tukak dengan suatu lapisan pelindung terhadap serangan asam pepsin.
Kontra indikasi :
Antasid bekerja dengan cara menetralkan asam lambung yang belebih, dan
melindungi selaput lendir lambung. Antasid yang beredar di pasaran biasanya terdiri
dari campuran garam alumunium dan garam magnesium, agar tidak menimbulkan rasa
sembelit atau diare, kadang-kadang antasid juga mengandung simetikon yang
berfungsi untuk membantu pengeluaran gas berlebih di dalam saluran cerna.
Semua obat antasid digunakan untuk mengurangi gejala-gejala yang ditimbulkan
oleh kelebihan asam lambung, tukak lambung, granitis, tukak usus dua belas jari, mual,
nyeri lambung, nyeri ulu hati dan kembung pada lambung.
Hal yang harus diperhatikan :
Tidak dianjurkan penggunaan antasid pada penderita yang alergi pada alumunium,
kalsium, magnesium, simetikon, natrium bikarbonat dan bismut.
Tidak dianjurkan pemakaian antasid lebih dari 2 minggu, kecuali atas petunjuk dokter.
Penggunaan terbaik adalah pada saat gejala timbul seperti ada saat keadaan lambung
kosong dan waktu menjelang tidur malam.
Dikonsultasikan dengan dokter apabila :
1. Penderita yang sedang diet rendah natrium, karena beberapa antasid mengandung
banyak natrium.
2. Wanita hamil dan menyusui serta anak dibawah 6 tahun atau lanjut usia.
3. Antasid dapat mengganggu absorpsi obat-obat tertentu hingga mengurangi
efektifitasnya antara lain isoniazid, ketokodinazol, metamin dan tetrasikin.
Oleh karena itu pemakaian antasid bersama dengan obat-obat tesebut harus
berselang waktu minimal 1-2 jam, antasid diibaratkan sebagai selimut atau penutup
bagi lambung, maka dari itu diminum 1 jam sebelum makan agar efek dari antasid
tersebut seperti isoniazid, ketokodinazol, metamin dan tetrasiklin bekerja dengan baik
setelah itu baru boleh dikonsumsi.
Jenis-jenis obat antasid :
1. Alumunium karbonat : dapat digunakan dalam terapihiperfosfatemi (abnormalitas fosfat
dalam darah) dengan cara mengikat senyawa fosfat disaluran cerna
sehingga mudah mengabsorpsinya. Karena kemampuan ini juga alumunium karbonat
dapat digunakan untuk mencegah pembentukan batu ginjal.
2. Kalsium karbonat : dapat digunakan pada kondisi kekurangan kalsium,
contohnya osteoporosis posmenopouse.
3. Magnesium karbonat : dapat digunakan pada kasus defesiensi magnesium.
Beberapa jenis antasid tersebut memiliki perbedaan terutama dalam efek
menetralkan asam lambung, istilah yang dipakai untuk menjelaskan hal ini
adalah ANC (Antasid Netralizing Capacity). ANCdisajikan dalam bentuk perbandingan
mEq dan FDA mengklarifikasikan perdosis. Antasid yang baik harus mempunyai
kemampuan penetralan yang baik dan juga cepat. Natrium bikarbonat dan kalium
bikarbonat memiliki kemampuan menetralkan yang terbesar tapi penggunaan jangka
panjang sebaiknya dihindari karena akan mengakibatkan efek samping yang mungkin
dapat terjadi.
Kemampuan melarutkan antasid dalam asam lambung berbeda-beda. Natrium
bikarbonat dan magnesium oksida mempunyai kemampuan melarutkan dengan cepat
dan menghasilkan efek buffer yang relatif cepat, sedangkan alumunium hidroksida dan
kalsium karbonat memiliki kemampuan melarutkan yang agak lambat. Antasid dalam
bentuk sediaan suspensi umumnya mempunyai kemampuan larut yang lebih cepat dari
sediaan tablet maupun serbuk/puyer. Untuk tablet antasid sangat penting dikunyah
dahulu sebelum dikonsumsi.
Meskipun relatif aman, antasid juga memiliki efek samping itu antara lain,
adanya Hiperasiditas Rebound dan memiliki alkali syindrome, untuk alumunium
hidroksida efek samping kontipasi dapat muncul. Sedangkan antasid magnesium
memiliki efeklaxative (pencahar) dan dapat meningkatkan kadar magnesium dalam
darah pada pasien gagal ginjal.
Terapi Farmakologi
Terapi bagi penderita maag yaitu dengan antasid, antihistamin,
antikolinergik, demulcenth. Pylorypengobatannya menggunakan antibiotik (dapat
mengurangi iritasi lokal pada lambung, secara fisik melindungi sel-sel dibawahnya
terhadap kontak dengan iritan dari luar). Khusus untuk sakit maag kronis.
4.2 Tinjauan secara Perundang-undangan
Berdasarkan undang-undang yang dikeluarkan oleh departemen kesehatan RI
Obat Gangguan Lambung termasuk kedalam golongan obat bebas, penandaan obat
bebas diatur berdasarkan SK. Menkes RI Nomor 2380/SK/VI/1983 tentang tanda
khusus untuk obat bebas terbatas yaitu bulatan berwarna hijau dengan garis tepi
berwarna hijau.