Anda di halaman 1dari 28

Tugas Kelompok

Pengantar Rekayasa Tambang


Pengenalan Terhadap Pertambangan

Oleh:

Nama NIM
Ariska Sonatta 1307873
Aprian Adwel 1308105
Nadira 14080055
Adlan Faridh 16080004
Eko Chandraleksmana 16080022
M. Hadi 16080044
Nila Rahmad Defita 16080060

FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2016
1.1 Kontribusi Pertambangan Terhadap Peradaban
Pertambangan mungkin sudah menjadi aktifitas usaha kedua yang dilakukan manusia
sejak zaman dahulu setelah sebelumnya berhasil mengembangkan usaha pertanian. Kedua
usaha ini telah menjadi industri dasar atau primer dalam peradaban manusia.
Cara lain untuk mengungkapkan pentingnya pertambangan dalam budaya kuno dan
moderen adalah untuk mengingat kembali bahwa alam hanya menyediakan sumber yang
terbatas dalam menghasilkan kekayaan baru (Beall, 1973). Selain keturunan, kekayaan
tersebut juga meliputi pertambangan dan pertanian (termasuk perkebunan, berburu,
memancing, peternakan, dan kehutanan).
Sejak zaman pra sejarah, pertambangan menjadi sangat penting bagi keberadaan
manusia (Madigan, 1981). Istilah pertambangan digunakan dalam konteks yang paling luas
meliputi ekstraksi semua mineral alami yaitu zat padat, cair, dan gas yang berasal dari bumi
untuk tujuan yang bermanfaat. Kebutuhan penting dan keinginan manusia tersebut telah
dipenuhi oleh mineral sepanjang masa: hal hal yang paling utama telah diidentifikasi
dalam tabel 1.1.
Tabel 1.1 Penggunaan Mineral oleh Manusia
Kebutuhan atau Kegunaan Tujuan Zaman
Alat dan Peralatan Makanan, tempat tinggal Pra sejarah
Senjata Berburu, pertahanan, peperangan Pra sejarah
Ornamen dan Dekorasi Perhiasan, kosmetik, pewarna Purba
Mata Uang Pertukaran moneter Awal
Struktur dan Perangkat Tempat tinggal, transportasi Awal
Energi Panas, kekuatan Pertengahan
Mesin-Mesin Industri Moderen
Fisi Nuklir Kekuasaan, peperangan Moderen

Faktanya, sebagian besar dari usia budaya manusia berhubungan dengan dan
diidentifikasi oleh mineral atau sejenisnya. Hal tersebut meliputi Zaman Batu (4000 tahun
SM), Zaman Perunggu (4000 1500 tahun SM), Zaman Besi (1500 tahun SM 1780 M),
Zaman Baja (1780 M tahun 1945), dan Zaman Nuklir (sejak tahun 1945). Juga bukan
kebetulan bahwa ada banyak tonggak sejarah perjalanan manusia seperti perjalanan Marco
Polo ke China, pelayaran Vasco da Gama ke Afrika dan India, Penemuan daerah baru oleh
Columbus, dan demam emas di zaman moderen yang memicu terjadinya sengketa di
California, Afrika Selatan, Australia, Clondike Kanada, dan Alaska, dengan emas sebagai
tujuan utamanya (Rickard, 1932).
Hal tersebut juga membuktikan bahwa mineral dan pertambangan telah dikaitkan
dengan kekuasaan dari peradaban besar dalam sejarah. Bahkan, perluasan wilayah
kekaisaran Romawi ke Spanyol dan Inggris, penaklukan Amerika Utara dan Amerika
Selatan oleh Spanyol, Perancis, dan Inggris, serta kolonisasi Afrika dan sebagian Asia oleh
berbagai kekuatan dari Eropa yang didorong oleh keinginan untuk menguasai kekayaan
mineral. Perbedaan dari kerajaan moderen yaitu kartel ekonomi, organisasi negara-negara
pengekspor minyak (OPEC) yang aktif mengendalikan harga minyak bumi dan
persediaannya.

1.2 Unsur Pertambangan


Ada berbagai istilah dan ekspresi unik untuk pertambangan yang menggolongkannya ke
dalam bidang teknik. Bagi para pemula disarankan untuk menguasai bahasa terlebih
dahulu, agar lebih terbiasa dengan istilahistilah tersebut tanpa perlu menghafalnya.
Kebanyakan istilah tersebut dikenalkan secara selektif dalam teks berikut, namun ada juga
beberapa istilah umum dan dapat langsung diartikan. Daftar istilah dalam pertambangan
yang lebih lengkap dapat dilihat pada referensi standar (contoh: Thrush, 1968; Gregory,
1983).

Berikut ada tiga definisi dasar yang saling berkaitan:


Tambang: pembuatan galian di permukaan bumi untuk mengambil mineral.
Pertambangan: aktifitas, pekerjaan, dan industri yang berhubungan dengan
pengambilan (ektraksi) mineral.
Teknik Pertambangan: seni dan ilmu yang diterapkan pada proses pertambangan dan
operasi tambang.

Berikut ini ada beberapa istilah yang membedakan berbagai jenis bahan tambang
secara geologi, yaitu:
Mineral: zat yang terbentuk secara alami, biasanya berbahan anorganik, memiliki
komposisi kimia tertentu dan karakteristik fisik yang khas.
Batuan: kumpulan beberapa mineral.

Berikut ini mineral yang dibedakan secara ekonomi:


Mineral Bijih: mineral yang memilki banyak kegunaan dan nilai yang diekstrak (diambil)
untuk mendapatkan keuntungan.
Gangue: mineral yang tidak memiliki kegunaan dan nilai ketika ditambang (gangue lebih
berkaitan erat dengan limbah pada bijih).

Berikut ini mineral yang dibedakan secara geologi dan ekonomi:


Mineral deposit (endapan): mineral yang terbentuk secara geologi dalam bentuk yang
relatif pekat.
Bijih deposit (endapan): mineral yang terbentuk secara ekonomi dan bisa diekstrak
untuk mendapatkan keuntungan.

Selanjutnya, ada subdivisi lain dari mineral komersial yang dibagi ke dalam beberapa
kategori yang dibuat atas dasar unsur primer dan kegunaan. Bijih logam yang termasuk bijih
logam besi (besi, mangan, molybdenum, tungsten); logam dasar (tembaga, lead, seng, dan
timah); logam mulia (emas, perak, dan platinum); dan logam radioaktif (uranium, thorium,
dan radium).
Bijih non logam terdiri dari mineral industri seperti fosfat, kalium karbonat, batu, pasir,
kerikil, sulfur, garam, dan berlian industri. Bahan bakar mineral, kadang disebut bahan
bakar fosil, termasuk batubara, minyak bumi, gas alam, uranium, ada juga beberapa yang
jarang diketahui seperti sumber marginal (lignit, serpih minyak, pasir tar dan metana
batubara).
Perlu diingat bahwa aktifitas yang terkait dengan ekstraksi (pengambilan) minyak bumi
dan gas alam sekarang telah berkembang menjadi industri terpisah dengan teknologi
khusus. Inti dari pertambangan dalam hal pengambilan mineral dari bumi adalah untuk
mengarahkan atau membentuk sebuah galian, cara untuk masuk dari permukaan ke
endapan mineral. (Ketika kandungan mineral dibangun dengan mantap, penggunaan istilah
bijih dan endapan bijih disukai, kecuali batubara dan endapan batuan yang biasanya dipilih).
Jika galian terbuka secara keseluruhan atau dioperasikan dari permukaan, ini disebut
dengan tambang permukaan. Jika pada galian terdapat celah yang memungkinkan manusia
untuk masuk ke bawah permukaan, maka itu disebut dengan tambang bawah tanah.
Rincian spesifik dari prosedur, tata letak, dan peralatan yang digunakan membedakan
metode penambangan, uniknya hal itu ditentukan oleh fisik, geologi, lingkungan, ekonomi,
dan keadaan hukum yang berlaku.
Tambang tidak dilakukan dalam isolasi, juga bukan suatu kesatuan tersendiri. Ini
didahului dengan investigasi geologi yang menemukan endapan dan analisa ekonomi yang
membuktikan secara finansial. Berikutnya ekstraksi batubara, bebatuan atau bijih, bahan
tambang yang tidak bernilai umumnya disediakan dalam prosedur yang disebut dengan
pengolahan mineral. Produk dari pengolahan tersebut menjalani konsentrasi lebih lanjut,
refmement, atau pembuatan selama proses pengubahan (konversi), peleburan, dan
pemurnian untuk menyediakan produk bagi konsumen. Akhir langkah dalam mengkonversi
mineral yang berguna menjadi produk yang dapat digunakan adalah pemasaran.
Terkadang, penggalian dalam perut bumi dilakukan untuk tujuan selain dari ekstraksi
mineral. Ini termasuk pekerjaan sipil dan militer di mana targetnya adalah untuk
menghasilkan pembukaan stabil dari ukuran yang diinginkan, orientasi, dan permanen.
Seperti kendaraan terowongan, tempat penyimpanan, reservoir, ruang pembuangan limbah,
dan instalasi militer. Semua itu digali dengan menggunakan metode dari pertambangan.
Karena tujuannya hanyalah untuk penggalian bukan ekstraksi mineral, namun hal tersebut
juga dapat ditentukan oleh kondisi atau keadaan, seperti waktu, bentuk atau kehidupan.
Secara profesional, bidang usaha yang terkait dengan industri mineral saling
berhubungan dengan fase atau tahap di mana aktivitas itu terjadi. Mencari dan
mengeksplorasi endapan mineral termasuk ke dalam bidang umum geologi dan ilmu bumi.
Teknik pertambangan, sudah ditetapkan, meliputi pembuktian (bersama dengan geologi),
perencanaan pengembangan, dan eksploitasi endapan bijih. Bidang pengolahan,
pemurnian, dan fabrikasi berfungsi untuk metalurgi, meskipun ada tumpang tindih dalam
pengolahan mineral dan daerah ekstraktif dengan teknik pertambangan.

1.3 Perkembangan Teknologi Pertambangan


Sebagai salah satu dari awal usaha manusia dan pastinya pertama kali di
selenggarakan usaha pertambangan mempunyai sejarah kuno dan mulia (Gregory, 1983).
Untuk memahami praktek-praktek yang moderen di industri mineral, hal ini berguna untuk
melacak perubahan dari teknologi pertambangan, yang mana seperti yang ditunjukan pada
awal bab, sejajar dengan perubahan manusia itu sendiri dan kemajuan dari peradaban.
Penambangan dimulai dengan manusia pada zaman batu sekitar 450.000 tahun yang
lalu. Tentunya, sudah pasti tidak ada catatan untuk memperkuat fakta, tapi alat-alat
ditemukan dengan tulang-tulang dari manusia purba zaman batu (Lewis dan Clark, 1964).
Ia mengambil itu dari bumi dan mempelajari untuk membentuk mereka dengan teknik
pembuatan mentah. Pada awalnya ia merasa puas untuk memulihkan bahan baku batu
dari permukaan penggalian, tapi pada awal zaman batu baru ia telah berkembang ke
tambang bawah tanah dalam sistem bukaan 2-3 ft (0,6-0,9 m) tinggi atas dan lebih 30 ft (9
m) di kedalaman (Stoces, 1954). Namun, diketahui tambang bawah tanah tertua dari
zaman batu tua dipercayai sekitar 40.000 tahun; itu adalah sebuah tambang biji besi di
Bomvu Ridge, Swaziland (Gregory, 1981). Pada awalnya petugas penambang bekerja
dengan metode dari kontrol tanah, penyaringan udara, mengangkat, pencahayaan, dan
batu pecah. Tambang bawah tanah mencapai kedalaman 80.000 ft (250 m) oleh bangsa
Mesir.
Logam mineral menarik perhatian manusia purba. Pada awalnya, logam digunakan
dalam bentuk asli mungkin didapat dari mencuci kerikil sungai ditumpukkan pada
permukaan. Dengan munculnya zaman perunggu dan besi, namun orang mencari
peleburan dan belajar untuk mengurangi biji ke bentuk asli atau bentuk campuran logam.
Prestasi teknologi penting pertama yang menantang penambang dipenggalian batu atau
biji ditempat itu untuk memisahkan dari masa batas batuan. Sementara mereka bisa
dengan mudah menggali tanah atau batuan lepas, alat tradisional mereka dari tulang dan
batu tidak cocok untuk batuan keras, kecuali ada retakan atau celah dapat dibentuk dan
dibuka dengan baji. Segera mereka merencanakan sebuah teknik revolusi dengan panas
untuk memuaikan batu dan air untuk mendinginkan, kontrak dan memecahkannya, disebut
dengan fire setting. Diantara penemuan besar manusia dan terobosan teknologi pertama
dalam pertambangan, seni, dan ilmu dari kerusakan batuan merupakan kepentingan
mendasar. Tidak ada kemajuan teknologi dalam pertambangan yang memiliki dampak yang
sama, sampai bubuk hitam pertama digunakan untuk meledakan batuan di abad ke-17.
Sebagai sistem sosial dan perkembangan budaya, pertambangan menjadi lebih
terorganisir (Beall, 1973). Karena sifat pekerjaan sulit, berbahaya, budak dan nara pidana
sering berkomitmen untuk tambang. Pengawas dan insinyur, namun, memerintahkan
bayaran tinggi. Bangsa Mesir adalah penyelenggara pertama dan mencatat aktifitas
pertama, tapi operator pertambangan tersukses adalah bangsa Roma. Menggunakan
keterampilan menjajah mereka yang terkenal, Bangsa Roma mendirikan industri mineral
yang berkembang dan menjadi makmur diseluruh kekaisaran.
Teknologi pertambangan, seperti itu diseluruh industri, menderita selama masa gelap.
Terutama, pengembangan politik pada tahun 1185 meningkatkan berdirinya tambang dan
status penambang, ketika uskup tren memberikan piagam kepada para penambang di
daerahnya ini memberi penambang hukum hak-hak sosial, termasuk hak untuk klaim saham
mineral. Sebuah tonggak untuk industri, perintah itu adalah konsekuensi jangka panjang
yang bertahan sampai hari ini.
Dampak terbesar dari kebutuhan dan penggunaan dari mineral, meskipun didaftarkan
oleh industri revolusi, datang pada akhir abad ke 18. Seiring dengan melonjaknya tuntutan
karena mineral menjadi peningkatan yang luar biasa di teknologi pertambangan, terutama
dalam konsep ilmiah dan mekanisasi, yang terus berlanjut sampai hari ini. Mereka merubah
dasar dari metodologi yang kemudian akan kita sepakati.
Ini tidak mungkin untuk mengurutkan semua perkembangan teknologi pertambangan
tapi beberapa yang paling penting dari itu dan yang memiliki dampak pada industri atau
peradaban secara umum akan disebutkan dalam tabel 1.2. mereka mencapai puncak pada
peluncuran era pertambangan moderen pada awal abad ke-20, dengan munculnya
mekanisasi produksi masal, dan teknik pengurangan biaya lainnya (paling baru,
komputerisasi) itu membuat eksploitasi sekarang besar, tingkat rendah biji besi. Kronologi
peristiwa lebih lengkap muncum dalam grafik yang disiapkan oleh John Myers.
Tabel 1.2 Kronologi Perkembangan terhadap Teknologi Pertambangan
Tanggal Peristiwa
450.000 SM Pertambangan pertama (permukaan) oleh manusia purba untuk
alat-alat batu
40.000 SM Tambang permukaan berkembang jadi tambang bawah tanah, di
Swaziland, Afrika
30.000 SM Pot tanah liat berapi yang digunakan di Czechoslovakia
18.000 SM Kemungkinan penggunaan emas dan tembaga dalam bentuk asli
5.000 SM Pengaturan api, digunakan oleh bangsa Mesir untuk
menghancurkan batu
4.000 SM Awal pengunaan pabrikasi logam; permulaan zaman perunggu
3.400 SM Catatan pertama pertambangan, dari Turquoise oleh bangsa Mesir
di Sinai
3.000 SM Kemungkinan peleburan pertama, dari tembaga dengan batubara
oleh bangsa Cina; penggunaan pertama dari penerapan besi oleh
bangsa Mesir
2.000 SM Awalnya ditemukan artefak emas di dunia baru, di Peru
1.000 SM Penggunaan besi oleh Greeks A.D.
100 M Perkembangan industri pertambangan Roma
122 M Batubara digunakan oleh bangsa Roma di Britania Raya
1185 M Perintah oleh uskup tren memberikan hak kepada penambang
1524 M Catatan pertama penambangan di dunia baru, oleh bangsa
Spanyol di Cuba
1550 M Penggunaan pertama pompa angkat, di Joachinstal,
Czechoslovakia
1556 M Pertambangan pertama, de re metallic, dipublikasi di Jerman oleh
Georgius Agricola
1585 M Percarian biji besi di Amerika Utara, di Massachusetts
1716 M Sekolah pertambangan pertama didirikan, Joachinstal,
Czechoslovakia
1780 M Awal revolusi industri; mesin pompa moderen pertama digunakan
dipenambangan
18.000 S Pertambangan berkembang di Amerika Serikat; demam emas
membantu membuka bagian barat
1815 S Sir Humphrey Davy menciptakan lampu keselamatan penambang
di Inggris
1855 S Proses bessemer baja pertama digunakan, di Inggris
1867 S Peledak diciptakan oleh Nobel, digunakan untuk pertambangan
1903 S Era dari mekanisasi dan produksi masal dibuka di U.S.
pertambangan dengan perkembangan pertama kelas rendah porfiri
tembaga, di Utah; sementara tambang moderen pertama adalah
open pit, operasi berikutnya tambang bawah tanah.
Pemasaran (Anon., 1979a). Untuk kewenangan, referensi baru dalam sejarah
pertambangan, melihat hasil kerja dari Gregory (1981), (1982), dan Molloy (1986).

1.4 LangkahLangkah dalam Dunia Tambang


Urutan keseluruhan kegiatan yang terlibat dalam pertambangan moderen sering
dibandingkan dengan tahap-tahap dalam kehidupan tambang. Ada empat: prospeksi,
eksplorasi, pengembangan, dan eksploitasi. Prospeksi dan eksplorasi, pendahuluan
pertambangan yang sebenarnya, terkait dan kadang-kadang dikombinasikan; geologi dan
teknik pertambangan berbagi tanggung jawab untuk dua tahap ini, ahli geologi lebih memilih
untuk yang terakhir. Begitupun, pengembangan dan eksploitasi berkaitan erat; mereka
biasanya merupakan teknik pertambangan yang tepat.
Empat tahap dalam pertambangan dirangkum dalam Tabel 1.3 dan dibahas di bawah ini.
Ada cakupan yang lebih luas dalam Bab 2 dan 3, tapi kami memperkenalkan subjek. Selain
tahap dan langkah-langkah yang terlibat dalam memajukan deposit mineral untuk status
tambang, Tabel 1.3 menentukan rentang untuk waktu dan biaya dari setiap tahap.

Tabel 1.3 Langkah-Langkah dalam Dunia Tambang

Tahapan/ Prosedur Waktu Harga Perunit


(Nama Proyek)
Pendahuluan untuk
penambangan

1. Pencarian Pencarian bijih 1-3 tahun $0.1-5 miliion atau


(Endapan Mineral) a. Metode pencarian 2-50c/ton
Langsung: fisik, lapisan (1.8-45c/tonne)
tanah
Tidak langsung: geofisika,
geokimia
b. Lokasi yang bagus (peta,
literatur, pertambangan lama)
c. Gas: fotografi aerial, geofisik
udara, satelit
d. Permukaan: geofisik bumi,
geologi
e. Titik keanehan, analisis,
evaluasi

2. Explorasi Penjelasan dan nilai bijih 2-5 tahun $0.5-10 million atau
(Isi Bijih) (pemeriksaan/evaluasi) 10c-$1/ton
a. Sampel (Pengeboran atau (9c-90c/tonne)
penggalian), pengujian kadar
logam, tes
b. Perkiraan tonasi dan angka
c. Penilaian deposit (rumus
Hoskold atau metode
potongan)

Nilai sekarang = pemasukan


+ kerugian

Yang mungkin terjadi : membuat


keputusan untuk meninggalkan
atau menggembangkan

Penambangan yang
baik

3. Pengembangan Pembukaan endapan bijih untuk 2-5 tahun $10-250 million or


(kemungkinan) diproduksi 25c-$5/ton
a. Mendapat penambangan (23c-$4.50/tonne)
yang baik (pembelian atau
sewaan), jika tidak selesai
tahap 2
b. Arsip lingkungan
berpengaruh dalam
pernyataan, penilaian
teknologi, surat izin
c. Membangun akses jalan,
sistem transport
d. Lokasi permukaan pabrik,
membangun fasilitas
e. Menggali endapan (kepingan
atau sink shaft)

4. Eksploitasi Skala besar memproduksi bijih 10-30 tahun $5-50 million/tahun


(Tambang) a. Faktor memilih metode: atau $2-100/ton
geologi, geografi, ekonomi, ($1.80-90/tonne)
lingkungan, masyarakat,
keamanan
b. Tipe-tipe metode
pertambangan
Permukaan: buka lubang,
open cast, dll.
Bawah tanah: ruangan dan
pilar, block caving, dll.
c. Memonitor kerugian dan
payback ekonomi (3-10
tahun)
Pencarian
Pencarian, tahap pertama, adalah mencari bijih logam atau mineral berharga lainnya
(batubara atau non logam). Karena deposit mineral yang ditemukan pada atau di bawah
permukaan bumi, baik teknik prospeksi langsung dan tidak langsung bekerja.
Metode langsung dari penemuan, biasanya terbatas permukaan deposit, terdiri dari
pemeriksaan visual baik eksposur (singkapan) deposit atau fragmen longgar
(mengapung) yang telah lapuk jauh dari singkapan. Pembelajaran geologi suatu daerah
sederhana, dengan teknik langsung. Dengan cara fotografi udara dan dengan peta
topografi dan struktur suatu daerah, ahli geologi mengumpulkan bukti dengan metode
langsung untuk menemukan daerah pengendapan bijih. Pemetaan yang tepat dari
formasi batuan dan stuktur khas mereka di lapangan, ditambah dengan penelitian
analitik dan mikroskopis dari sampel di laboratorium, kadang-kadang memungkinkan ahli
geologi untuk menemukan permukaan badan bijih tersembunyi.
Sebuah alat ilmiah yang berharga dipekerjakan dalam pencarian tidak langsung bagi
tubuh bijih tersembunyi itu adalah geofisika, metode yang mendeteksi anomali yang
disebabkan oleh adanya deposit mineral melalui analisis pengukuran gravitasi, seismik,
magnetik, listrik, elegtromagnetik, dan radiometrik. Sangat cocok untuk udara,
permukaan, dan penggunaan bawah permukaan. Geofisika diterapkan dari udara atau
ruang melalui penginderaan jauh memungkinkan wilayah luas untuk berprospek dan
dieksplorasi. Di tanah dan di lubang bor logging, memberikan informasi yang lebih pasti.
Geokimia, analisis mikrokuantitatif sampel tanah dan air, dan geobotany, pembelajaran
tentang pola pertumbuhan vegetasi dan tanaman, juga digunakan sebagai alat
pencarian.

Eksplorasi
Tahap kedua dalam pertambangan, eksplorasi menentukan seakurat mungkin
ukuran dan nilai deposit mineral, mirip memanfaatkan teknik tapi lebih halus daripada
yang digunakan dalam propesting. Garis demarkasi antara keduanya tidak tajam; pada
kenyataannya, perbedaan tidak dapat dibuat antara dua tahap. Eksplorasi lokal dari
udara lebih ke permukaan dan bawah permukaan. Selain itu, informasi yang lebih positif
dari tingkat dan kekayaan deposit diperoleh dengan menundukkan sampel representatif
untuk kimia, X-ray, spectrographic, atau radiometrik analisis. Sampel diperoleh dengan
memotong singkapan dan oleh trenching, tunneling, dan pengeboran; selain itu, log
sumur bor dapat diambil oleh geofisika. Ada beberapa metode pengeboran umum;
pengeboran berlian memberikan sampel inti dan dokumenter atau pengeboran
memproduksi kepingan atau potongan.
Sebuah evaluasi inti atau sampel inti atau log memungkinkan ahli geologi atau teknik
pertambangan untuk menghitung tonasi dan kelas, atau kekayaan dari deposit. Dia
menetapkan nilai keuangan dari bijih, memperkirakan biaya penambangan, dan menilai
semua faktor mendatang lainnya dalam upaya untuk mencapai suatu kesimpulan yang
akurat mengenai manfaat dari deposit yang diberikan. Seluruh prosedur ini disebut
estimasi cadangan atau pemeriksaan dan penilaian dari deposit bijih. Pada akhir tahap
ini, penelitian kelayakan menyeluruh dilakukan untuk menentukan potensi
pengembangan deposit mineral menjadi sebuah produksi tambang. Hasil dari penelitian
ini adalah presisi untuk meninggalkan atau mengembangkan deposit.

Pengembangan
Tahap ketiga, pengembangan, pembukaan sebuah deposit mineral untuk eksploitasi.
Dengan itu memulai pertambangan yang tepat. Akses untuk deposit harus diperoleh baik
(1) dengan pengupasan lapisan penutup, yang merupakan bumi dan / atau batuan
meliputi deposit mineral, untuk mengekspos bijih dekat permukaan untuk pertambangan
permukaan: atau (2) dengan menggali lubang dari permukaan ke lebih terkubur deposit
untuk mempersiapkan tambang bawah tanah.
Dalam kedua kasus, pekerjaan pembangunan awal, seperti perolehan bahan
tambang dan pembiayaan dan menyediakan akses jalan dan transportasi lainnya,
sumber daya, penanganan dan pengolahan bijih, dan bahan limbah yang melapisi tubuh
bijih kemudian dimulai jika menjadi satu permukaan. Siklus operasi untuk memecahkan
dan menangani kelimpahan yang sama dengan yang digunakan dalam eksploitasi bijih.
Pertimbangan ekonomi menentukan rasio pengupasan (rasio limbah dibuang ke bijih);
mungkin kisaran dari setinggi 45 ke 1 yd3 / ton (38 ke 1 m3/ton) di pertambangan
batubara ke level bawah 1 to 1 di logam dan pendekatan 0 ke 1 untuk non logam.
Pengembangan tambang bawah tanah umumnya lebih kompleks dan mahal. Hal ini
membutuhkan perencanaan yang matang dan tata letak bukaan akses untuk
kenyamanan, keamanan, dan permanen. Pembukaan pokok ke permukaan biasanya
sebuah poros, yang mungkin melingkar atau persegi panjang di bagian lintas, vertikal
atau cenderung (disebut lereng), dan ukuran yang cukup memungkinkan untuk laki-laki
dan mesin. Di daerah dataran tinggi, bukaan horisontal disebut adits atau terowongan
yang dapat digunakan untuk mencapai deposit. Pertambangan deposit bawah tanah
masif atau curam bernada mineral (biasanya logam) yang dilakukan dari cakrawala, atau
tingkat, terletak pada interval yang teratur pada bidang vertikal. Pembukaan pada setiap
tingkat terdiri dari arteri utama yang disebut drift dan banyak sekunder, menghubungkan
crosscuts. Bukaan vertikal (menimbulkan atau winzes) atau yang cenderung (landai)
memberikan akses antara tingkat. Semua bukaan pembangunan ini terhubung dengan
ruang eksploitasi besar yang disebut lombong, yang sebagian besar produksi mineral
tambang diperoleh.
Batubara dan yang bukan metal di negeri ini sering ditemukan dalam deposit datar
berbaring tempat tidur dan ditambang dari sistem bukaan horisontal yang terhubung
disebut entri dan kamar atau tembok panjang.

Eksploitasi
Eksploitasi, tahap keempat dan terakhir dari pertambangan, terkait dengan
pemulihan yang sebenarnya dari mineral dari jumlah di bumi. Sementara beberapa
pekerjaan pembangunan tentu berlanjut sepanjang pertambangan, penekanan pada
tahap eksploitasi adalah pada produksi. Hanya pengembangan cukup dilakukan
sebelum eksploitasi untuk memastikan produksi yang sekali dimulai dapat terus
terganggu selama pertambangan.
Metode penambangan yang dipilih untuk eksploitasi ditentukan terutama oleh
karakteristik deposit mineral dan batas yang dikenakan oleh keamanan, teknologi, dan
ekonomi. Kondisi geologi, seperti simpanan kekuatan dari bijih dan dinding batu,
memainkan kunci dalam memilih metode. Metode eksploitasi tradisional jatuh ke dalam
dua kategori besar berdasarkan lokal: permukaan atau bawah tanah. Pertambangan
permukaan termasuk metode penggalian mekanik seperti placer dan solusi
pertambangan. Penambangan bawah tanah biasanya diklasifikasikan menjadi tiga kelas
dari metode, termasuk yang tidak didukung (misalnya, ruang dan pilar, sublevel stoping),
didukung (misalnya, cut and fill, stoping stull), dan caving (misalnya longwall, blok
caving).
Kekhasan dari operasi skala besar dan pertukaran peralatan yang digunakan dalam
pertambangan moderen adegan dalam gambar 1.1. Sedangkan untuk lokal adalah
bawah tanah, peralatan diadaptasi dari permukaan pertambangan.
Permukaan pertambangan
Permukaan pertambangan adalah metode eksploitasi utama seluruh dunia,
memproduksi di Amerika Serikat hampir 85% dari semua mineral, termasuk minyak bumi
dan gas alam. Hampir semua mineral non logam (96%), 87% dari bijih logam, 60% dari
batubara di negara Amerika Serikat yang ditambang dari permukaan, dan sebagian
besar dengan lubang terbuka atau metode cor terbuka. Dalam penambangan terbuka,
metode ekstraksi mekanik, deposit tebal umumnya ditambang di bangku atau dengan
langkah-langkah, meskipun secara relatif dapat ditambang dari wajah tunggal, seperti
dalam penggalian, augerring, atau pertambangan terbuka. Apa overburden harus
dihilangkan dengan proses pengupasan sebelum atau selama pertambangan, kecuali di
pertambangan terbuka, di mana pelimpahan dihapus dan mineral (biasanya batubara)
pulih dalam operasi berturut-turut.
Pembukaan lubang atau pertambangan terbuka biasanya digunakan untuk
mengeksploitasi deposit dekat permukaan bumi atau dalam kasus-kasus di mana
deposit ada yang memiliki rasio pengupasan yang rendah, sebaiknya besar di mana,
dan cukup seragam dalam nilai. Ini membutuhkan investasi modal yang besar tetapi
umumnya menghasilkan produktivitas yang tinggi, biaya operasional yang rendah, dan
kondisi keamanan yang baik.

Metode ekstraksi berair yang unik bergantung pada air atau cairan lain (misalnya,
besi sulfat, minyak antrasena) saat penambangan dan pengolahan. Tempat
pertambangan digunakan untuk mengeksploitasi deposit mineral yang longgar
konsolidasi, seperti pasir atau kerikil, dan mengandung mineral berat berharga dalam
keadaan bebas. Emas, berlian, platinum, dan tipis umumnya terjadi dalam bentuk
placer. Hydraulicking memanfaatkan uap tekanan tinggi air yang diarahkan terhadap
tempat penyimpanan, sehingga meremehkan dan menyebabkan ia runtuh. Pengerukkan
menyelesaikan ekstraksi mineral bijih mekanis atau hydralically dari kapal terapung.
Dalam kedua metode placer, konstituen mineral berharga, umumnya lebih berat, maka
bahan limbah dihapus dari bubur air base dengan konsentrasi. Solusi pertambangan
meliputi metode lubang bor, seperti sumur garam atau proses frasch sulfur mencair, dan
pencucian pelarut, atau tumpukan. Metode penambangan placer dan solusi yang paling
ekonomis dari semua metode eksploitasi tetapi dapat digunakan hanya untuk deposito
besar mineral yang mudah digali dan rentan terhadap air (solusi) serangan.
Penambangan bawah tanah
Metode bawah tanah, didukung, dan terowongan dibedakan oleh jenis dinding dan
atap, konfigurasi bukaan produksi, dan arah di mana kemajuan operasi pertambangan.
Metode yang tidak didukung pertambangan digunakan untuk menyuling mineral yang
kira-kira tersusun dalam tabel, datar atau curam, dan umumnya berhubungan dengan
batu dinding yang kuat. Ruang dan pilar pertambangan beradaptasi untuk reguler,
deposito datar berbaring, dengan muka horisontal; dukungan dari atap disediakan oleh
pilar alami dari batubara atau bijih yang dibiarkan berdiri dalam pola yang sistematis,
dan ruang yang dipotong dari entri akses untuk memberikan working faces. Bila perlu,
dukungan tambahan disediakan oleh atap baut atau kayu. Lombong dan pilar
pertambangan adalah metode yang sama digunakan di tambang bukan batubara yang
mana lebih tebal, bijih lebih teratur; spasi pilar biasanya terdiri dari bijih relatif kelas
rendah, karena bijih lebih kaya diekstrak dalam lombong. Dua akun metode beberapa
untuk 75% dari semua penambangan bawah tanah di Amerika Serikat.
Lubang ledak dibor kdi bijih dalam desain paralel atau seperti patahan batu.
Penyusutan stoping lebih cocok daripada stoping sublevel untuk bijih kuat dan lemah
dalam batu dinding.
Sejak mereka memberikan dukungan ke dinding batu, metode stoping sering
digunakan di pertambangan yang memiliki struktur yang lemah. Cut and fill stoping
digunakan untuk menetes deposito tabular. Pertambangan berlangsung ke atas, limbah
blackfill ditempatkan di lombong toprovided ke dinding. Bijih tersebut akan dipindahkan
ke tempat peluncuran atau ore passes mechanicaly, dan limbah yang biasanya
didistribusikan hidrolik. Square set stoping juga melibatkan blackfilling; bagaimanapun,
hal itu bergantung terutama pada kayu untuk mendukung dinding selama
pertambangan. Kayu ini dirakit dalam struktur pendukung pada berkesinambungan
untuk membentuk prisma berongga berikutnya yang diisi dengan bahan limbah. Karena
merupakan metode paling mahal, umumnya hanya digunakan di pertambangan kaya
struktur yang sangat lemah. Stull stoping adalah metode pendukung yang menggunakan
kayu atau batu baut, tabular, bijih.
Metode caving bervariasi dan serbaguna serta melibatkan caving bijih. Subsidence
dari permukaan akhirnya mengikuti. Tambang longwall adalah metode caving,
khususnya disesuaikan dengan jahitan tipis, biasanya batubara, di beberapa kedalaman.
Dalam metode ini, permukaan yang sangat panjang (sebuah longwall) dipertahankan,
dan pertambangan berlangsung, strata atasnya yang ambruk, sehingga membuat
kerusakan dari batubara itu sendiri. Sebuah metode yang berbeda, caving sublevel,
digunakan untuk tabular yang dicelupkan atau deposit masif. Pertambangan yang
menurun, irisan alternatif bijih yang ditambang dan lapisan intervensi bijih ditemukan
oleh caving. Blok caving adalah metode yang luar biasa, skala besar, produksi masal
yang sangat produktif, murah, dan konseptual yang ideal untuk deposito besar yang
harus ditambang bawah tanah. Sebuah blok besar bijih, beberapa ratus kaki (meter) ke
sisi, melemahkan dengan demikian ada gua. Sebagai fragmen blok dan runtuh, bijih
ditarik melalui peluncuran atau memuat poin ke drift pengangkutan. Blok caving, dengan
longwall, adalah yang paling ekonomis dari semua metode pertambangan bawah tanah
karena produksi tinggi, kecuali selama operasi undercuting kebutuhan tenaga rendah.
Hal ini disesuaikan dengan bijih dan batuan tubuh lemah atau cukup kuat dan juga untuk
besar atau mencelupkan deposito tabular yang cukup besar yang cavable.
Pada akhirnya selain metode-metode tradisional, metode novel baru pertambangan
terus berkembang. Mereka berlaku untuk deposito biasa yang mempekerjakan teknisi
tidak biasa atau peralatan. Contohnya adalah otomatisasi, penggalian cepat batu keras,
gasifikasi bawah tanah, dan pertambangan laut.

1.5 Operasi Unit Pertambangan


Hal yang dilakukan pada saat pengembangan dan tahapan eksploitasi kegiatan
penambangan yaitu mengekstrak batuan, endapan, bijih, dari dalam bumi. Operasi unit
dalam pertambangan merupakan dasar pekerjaan untuk menghasilkan mineral dan
endapan yang ada didalam bumi.
Siklus produksi operasi unit terbagi 2 fungsi pengerjaan yaitu penghancuran batuan dan
penanganan mineral. Penghancuran menggunakan alat atau mesin sedangkan
pengahancuran pada batuan dilakukan dengan cara pengeboran dan peledakan.
Penanganan umum pada mineral yaitu dilakukan pemuatan atau penggalian dan
pengangkutan menggunakan transportasi (horisontal) dan cara menggerek/mengangkat
(vertikal atau miring). Sehingga siklus produksi dasar pada pertambangan terdiri dari unit
operasi berikut.
Siklus produksi = pemboran + peledakan + pemuatan + pengangkutan
Pertambangan pada saat ini, dilakukan pembuatan terowongan untuk memudahkan
dalam bekerja sebagai contoh tanah yang digali oleh mesin tidak perlu melakukan
pengeboran dan peledakan, mesin alat juga dapat digunakan pada endapan batuan yang
medium-keras.
Siklus operasi tambang terbuka dan tambang bawah tanah dibedakan pada peralatan
yang digunakan dalam menambang. Mesin yang digunakan sesuai dengan kebutuhan
masing-masing tempat metoda penambangan.
Pada metode tambang terbuka, cara kerja perlu dilakukan peledakan dan pengeboran,
peledakan dilakukan untuk batuan yang keras dan pengeboran dilakukan dengan cara
memasukan mata bor ke dalam tanah, lalu alat akan bekerja dengan efek yang ditimbulkan
pada tanah hanya membuat lubang berdiameter beberapa cm dengan kedalaman yang
ditentukan.
Material yang telah diolah akan diangkut oleh eksavator. Tanah dan batubara di gali
dengan cara yang sama. Akan tetapi peledakan tidak perlu dilakukan pada tambang
batubara, penggalian batubara dalam skala besar dapat dilakukan tanpa menggunakan
peledakan akan tetapi menggunakan mesin penyaliran.
Pada tambang bawah tanah ada sedikit perbedaan alat yang digunakan untuk bekerja,
yaitu mata bor yang kecil, tidak melakukan peledakan, mesin pemuat bahan galian, kereta
berukuran kecil, truk, mobil shuttle dan penyekop yang digunakan untuk menggali bijih dan
batubara dari dalam tambang. Untuk penghancuran batubara dan tambang kalium jika di
tambang bawah tanah memerlukan peledakan maka harus bisa meminimalisirkan terjadinya
kebakaran yang disebabkan oleh gas metan dan degradai yang berlebihan, proses
pemotongan pada sebuah garitan pada pembentukan mineral dengan menggunakan mesin
yang khusus.
Tambahan dalam fase produktif biasanya pada siklus operasi pertambangan harus
dilakukan pada tambang bawah tanah, operasi pembantu atau tambahan terdiri dari
penggandaan/penyediaan peralatan yang memadai, ventilasi serta udara yang segar,
pemompaan udara, penerangan cahaya, serta komunikasi yang lancar dari tambang bawah
tanah hingga kepermukaan dan juga pengiriman persediaan ke dalam tambang bawah
tanah.
Pada tambang terbuka ada 2 hal yang tidak diperlukan yaitu pengontrolan lereng tanah
dan pembuangan limbah.
1.6 Ekonomi Industri Mineral
Produksi Mineral
Diperkirakan bahwa hanya sebagian kecil dari 1% dari permukaan tanah dilengkapi
dengan deposit mineral nilai komersial. Namun, produksi mineral pada tahun 1984 Amerika
Serikat berjumlah lebih dari 2 miliar ton senilai $23 miliar (Fig. 1.2); termasuk bahan bakar,
total nilai produksi mineral mentah melebihi $200 miliar (Anon, 1984b). Perhatikan bahwa
nilai tambah dalam pengolahan, angka untuk bebas bahan bakar meningkatkan sepuluh kali
lipat menjadi $253 miliar, sekitar 7% dari produk Nasional Bruto US $3,7 triliun (ess
dikembangkan negara, LDCs, gambar dapat mencapai 25%). Konsumsi per kapita mineral
adalah sama-sama mengesankan (Fig. 1,3); untuk bahan bakar bebas pada tahun 1983, itu
dijaga 9 ton, dan untuk semua mineral, hampir 20 ton (Anon, 1979b).
Dunia konsumsi mineral meningkat sampai sedemikian jauh di zaman moderen mineral
lain yang telah digunakan dalam abad kedua puluh dari pada yang digunakan dalam abad-
abad sebelumnya yang kombinasikan. Sejak awal revolusi industri, tingkat tahunan
peningkatan konsumsi mineral memiliki rata-rata 5%, dan sejak tahun 1950 penggunaan
mineral telah meningkat dua kali lebih cepat sebagai jumlah konsumsi semua bahan baku
lainnya. Produksi domestik mineral hampir dua kali lipat dalam dua dekade setelah Perang
Dunia II dan diharapkan untuk mempertahankan tentang setengah tingkat pertumbuhan
yang pada tahun 1980. Saat ini Amerika Serikat memimpin dunia dalam produksi tambang
batubara bituminus, tembaga, timbal, molibdenum, gasalam, fosfat, garam, dan belerang.
Meskipun Amerika Serikat menghasilkan porsi yang signifikan dari total dunia luar letak,
namun telah menjadi sebuah importir yang besar dan tumbuh mineral (Fig. 1,4). Amerika
Serikat sekarang impor jumlah besar (50-70%) antimon, asbes, barium, kadmium, perak,
vanadium, dan seng dan hampir semua (lebih dari 70%) industri bijih seperti: alumunium,
kromium, kobalt, berlian, mangan, nikel, kalium karbonat, dan timah. Semua mineral ini
kemudian adalah kritis yang diperlukan untuk produksi makanan atau pertahanan nasional.
Selanjutnya, itu telah berhenti menjadi eksportir komoditas mineral mentah mengharapkan
untuk batubara dan beberapa elektornik: impor sekarang melebihi ekspor dengan margin 2
ke 1, berdasarkan nilai (Fig. 1,2).
Tumbuh US ketergantungan pada sumber sumber asing untuk mineral yang
membutuhkan yang menciptakan kekhawatiran mengganggu pertahanan dan berkontribusi
bahan untuk memperburuk bangsa defisit perdagangan internasional. Isu-isu yang
melibatkan konservasi sumber daya mineral sering banyak diperdebatkan. Pejabat
perusahaan pertambangan yang paling bertanggung jawab mendukung langkah-langkah
ekstraksi yang melestarikan sumber daya mereka sambil memaksimalkan keuntungan.
Kontroversi muncul kadang-kadang antara orang-orang di industri dan dalam gerakan
konservasi atas posisi ekstrimis ''preservationist'', advokasi perlindungan sumber daya
mineral. Alasan menang di kedua belah pihak, sehingga kompromi dicapai tanpa mahal
litigasi ketika proyek baru menjalani tinjauan lingkungan.

Ekonomi Mineral
Keunikan ikon mineral deposit dalam ukuran besar untuk kompleksitas mineral ekonomi
dan bisnis pertambangan (Vogelv, 1985: Strauss, 1986). Mineral bergerak, tidak seperti
pertanian atau produk hutan, tidak dapat mereproduksi atau diganti. Mineral deposit dapat
dipandang sebagai depleting atau wasting aset produksi yang dibatasi yang terjadi ke
daerah. Faktor-faktor ini memaksakan pembatasan pada sebuah perusahaan
pertambangan di daerah praktek bisnis dan pembiayaan serta dalam operasional produksi.
Karena asetnya mineral ini terus-menerus dikuras habis, sebuah perusahaan pertambangan
harus menemukan tambahan cadangan atau mendapatkan mereka dengan membeli untuk
bertahan dalam bisnis.
Fitur khas lainnya yang beroperasi. Biaya produksi cenderung meningkat dengan
kedalaman tambang dan menurun di nilai bijih, menciptakan masalah dengan mana setiap
tambang akhirnya dihadapkan. Finansia bahaya besar sejak perkiraan pasokan bijih, harga
pasar, atau faktor-faktor lain mungkin terbukti salah.
Hukum penawaran dan permintaan juga merumitkan ekonomi industri pertambangan,
karena harga dan produksi mineral lebih sangat tajam daripada harga dan produksi
komoditas yang diproduksi oleh konsumen bahan baku. Output dari mineral oleh produk
produsen dan sumber-sumber asing dapat membuat kelebihan pasokan yang akan
menekan pasar. Beberapa mineral, logam mulia, besi, dan logam dasar tertentu, daur ulang
dalam arti yang pernah dikeluarkan karena mereka utilitas sebagai memo. Reservoir
memimpin memo adalah kasus ekstrem di 50% konsumsi dapat menekan pasar. Mineral
tertentu adalah pengecualian terhadap hukum ekonomi karena harga mereka tetap dengan
keputusan pemerintah atau kartel. Harga emas, perak, dan uranium telah diatur oleh
dispesifikasikan (walaupun harga pasar emas dan perak sekarang turun naik dipasar
dunia), dan kartel mempengaruhi harga industri berlian, mercuri, minyak, dan timah.
Pengganti mineral tertentu dapat dikembangkan, terutama jika harga bahan tetap pada
tingkat tinggi (misalnya aluminium, tembaga, plastik logam). Spekulasi pasar mempengaruhi
harga mineral seperti apakah kebanyakan komoditas lainnya.
Negara mengikuti pola yang cukup bisa diprediksi dalam perkembangan ekonomi dan
sosial, mencerminkan periode penemuan, eksploitasi, dan kelemahan dari sumber daya
mineral dan kenaikan dan penurunan perkembangannya industri mineral; masing-masing
dijelaskan di bawah ini.
1. Periode Pembangunan
Eksploitasi, penemuan daerah baru, bekerja kecil berkali-kali; pengakuan pertama dari
deposito besar dan pengembangan tambang besar; meningkat pesat pada produksi
logam.
2. Periode Perkembangan Peleburan
Beberapa penemuan-penemuan baru; tambang-tambang kecil yang menjadi lelah, tetapi
peningkatan keluar menempatkan dari tambang-tambang yang besar; banyak smelter
bersaing untuk bijih.
3. Periode Perkembangan Industri
Pengurangan biaya, meningkatkan standar hidup; meningkat akumulasi kekayaan,
memperluas internal dan eksternal pasar; mendekati puncak kejayaan bagi listrik
komersial.

4. Periode penyusutan bahan baku murah di rumah


Meningkatkan biaya pertambangan dan mineral yang diproduksi; energi yang lebih
diperlukan untuk mendapatkan jumlah yang sama untuk mineral mentah.
Mengusahakan lombong dan pelebur terus menurun. Beberapa pasar luar negeri hilang;
impor asing, bahan baku dan produk-produk yang diproduksi, menyerang pasar.
5. Periode penurunan internal dan eksternal pasar
Meningkatkan ketergantungan dari sumber-sumber asing bahan baku membawa biaya
peningkatan untuk produsen. Periode ini ditandai dengan pengurangan standar hidup
dengan masalah-masalah sosial yang menyertainya dan kerusuhan politik; kuota, tarif,
reda, kartel, dan pengeluaran lainnya yang digunakan dalam upaya untuk menjaga
kompetitif harga di pasar dalam negeri dan dunia. Ini adalah periode penurunan listrik
yang komersial. Kendaraan umum dibuat untuk mendapatkan sumber-sumber asing dan
bahan baku yang murah ketika sumber domestik menjadi rendah.
Sebagaimana hari saat ini contoh dari siklus, banyak LDCs jatuh dalam periode 1,
Australia dalam periode 2, Uni Soviet pada periode 3, Amerika Serikat dalam periode 4,
dan Kerajaan Inggris dalam periode 5. Beberapa ekonomi mempertahankan bahwa siklus
dapat diubah jika tidak terbalik.
Untuk latihan manajemen atas adanya mineral, sebuah negara bijaksana untuk
memberlakukan kebijakan mineral nasional. Sementara pendukung menganjurkan adopsi
kebijakan seperti di Amerika Serikat, ada hanya satu secara de facto pada saat ini (Dorr,
1984). Manifestasi dari kebijakan jelas di bagian 1.8.
Aspek terakhir mineral ekonomi mengenai pembiayaan dan pemasaran pertambangan
dan mineral properti. Perusahaan pertambangan yang dibiayai dengan cara yang sama
seperti bisnis lain (Wanless, 1984: Tinsley et al, 1985). Karena risiko keuangan yang lebih
besar. Namun, pengembalian yang diharapkan pada investasi yang lebih tinggi dan upah
kembali pada periode pendek di perusahaan pertambangan. Mineral properti serta tambang
yang dipasarkan. Harga jual umumnya ditentukan oleh penilaian berdasarkan laporan dari
teknisi yang berkualitas; nilai masa depan penghasilan biasanya dengan potongan harga
untuk tanggal pembelian dalam komputasi nilai sekarang dari properti. Mineral deposit dapat
menentukan layak karena mereka sangat kaya, sangat besar, mudah diakses, dalam
permintaan besar, murah, dan dapat ditambang.

1.7 Pertambangan dan Dampaknya


Dampak pertambangan tidak semua menguntungkan. Beberapa usaha industri manusia
produktif menghasilkan kontroversi pertambangan. Manfaat dari pertambangan telah
didokumentasikan dengan baik; kita sekarang perlu meneliti efek yang merugikan dan
penahanan aspek mereka yang kurang menguntungkan dan lebih kontroversial dari
pertambangan umumnya efek samping sekunder atau ketiga, sementara yang sulit untuk
mengukur dan memprediksi. Mereka mungkin mengelompokkan dalam kategori berikut.
1. Lingkungan dan dampak guna.
2. Kecelakaan dan bahaya kesehatan.
3. Ekonomi, politik, social, dampak psikologis.
Perubahan fisik, kimia, dan biologi dalam lingkungan merupakan hasil dari
pertambangan. Diantaranya adalah yang paling jelas dan serius efek samping
pertambangan. Contoh adalah gangguan pencemaran permukaan, penurunan tanah, air,
dan udara, konsumsi sumber daya tak tergantikan, ancaman spesies yang hampir punah
dan penggunaan tanah (Parr dan Ely 1973; Brooks dan Williams 1973; Parr, 1982). Undang-
Undang pemerintah (e, g, tindakan air bersih dan udara bersih 1977, spesies act 1973)
sekarang memerlukan penahanan atau koreksi dari salah satu efek yang melanggar standar
lingkungan. Konflik atas penggunaan lahan semakin diselesaikan dengan cara yang teratur,
beberapa penggunaan tanah; peraturan hukum yang berlaku adalah berisi dalam beberapa
tindakan permukaan 1955). Perbaikan permukaan pertambangan batubara berikut adalah di
bawah kendali pertambangan permukaan federal dan reklamasi tindakan 1977.
Bahaya kecelakaan dan kesehatan di pertambangan adalah perhatian penting industri
serta untuk badan pemerintah dan praktek-praktek umum pertambangan besar diatur oleh
keselamatan tambang dan administrasi kesehatan (MSHA) di bawah judul 30 kode dari
peraturan pemerintah (CFR) berdasarkan undang-undang yang disahkan dalam tambang
batubara kesehatan dan keselamatan tindakan 1969 dan keselamatan tambang dan
undang-undang kesehatan 1977 (Anonim 1984) sementara catatan keamanan
pertambangan antara termiskin dari semua industri, karena lingkungan secara tak terpisah
lebih berbahaya, itu telah meningkat secara signifikan sejak 1960. Lebih besar industri
ketekunan, intervensi pemerintah dan kecaman berbagai dikreditkan untuk perbaikan.
Konsekuensi dari kesehatan yang buruk dan praktik keamanan dalam industri mahal, baik
dalam hal kehilangan atau kerugian bagi kehidupan dan kerusakan properti, dan untuk
melaksanakan pertambangan yang inisiatif diperlukan meningkatkan rekor (Hansen, 1973).
Akhirnya, ada berbagai efek tidak langsung, sering lebih halus dan kurang rentan dari
ukuran, yang mungkin terkait dengan pertambangan. Mereka dikelompokkan menjadi tiga
kumpulan karangan Vaccine kategori ekonomi, politik social, efek psikologis (Weinreach dan
Fagan, 1975). Seiring hasil dari inisiasi atau penghentian operasi penambangan, ketika
terjadi perubahan drastis dalam tingkat pekerjaan sumber daya manusia di komunitas
dekatnya. Efek utama membuka tambang sebagian besar menguntungkan, tentu saja, tapi
mungkin ada yang merugikan yaitu menciptakan strain ekonomi dan politik yang relatin. Ini
dikaitkan ketika dekat sebuah tambang.
Antisipasi konsekuensi yang tidak diinginkan, tidak langsung adalah paling penting dan
sulit tantangan yang dihadapi dalam mengelola pertambangan ini. Dua prosedur yang
dipekerjakan oleh perusahaan pertambangan untuk membantu mereka; pemasangan
teknologi (Ts) (1) dan pernyataan dampak lingkungan (2) (EISs). Agen-agen pemerintah
dalam kongres melopori TAs, yang meneliti efek dari perubahan terutama teknologi dan
mencoba untuk memperkirakan semua efek samping; mereka sekarang digunakan secara
internal oleh sejumlah organisasi yang terlibat dalam pengembangan industri, tindakan
kebijakan nasional environmental (NEPA) pada 1969, dokumen dan EIS pada setiap proyek
mineral yang melibatkan "federal aksi", persetujuan sewa, izin, jalan, atau rencana
pertambangan (Parr, 1982) .Kedua TAs dan EISs berusaha untuk mengukur dampak proyek
dengan biaya/manfaat analisis atau prosedur yang sama; umumnya, insinyur pertambangan
bertanggung jawab untuk mempersiapkan kedua pernyataan.

1.8 Pengaruh Pemerintah dan Peraturan


Selain undang-undang lingkungan dan keselamatan, pemerintah dan badan-badan
mereka mengeluarkan banyak pengaruh terhadap industri pertambangan. Di Amerika
Serikat, pemerintah dan badan-badan tersebut mengambil berbagai bentuk undang-undang
dan peraturan yang berkaitan dengan penggunaan tanah, hak mineral, perpajakan, kuota,
tarif, insentif keuangan, kendala yang menetang, penimbunan, dan dinyatakan atau tersirat
dalam kebijakan mineral.
Hukum yang berhubungan dengan perolehan hak mineral di Amerika Serikat telah
dikembangkan dari hukum umum Inggris, hukum dan undang-undang pemerintah federal,
dan undang-undang di berbagai negara. Meskipun undang-undang pertambangan federal
dari tahun 1872 telah agak dimodifikasi oleh undang-undang berikutnya, tetapi masih diakui
dan masih diberlakukan. Pemerintah menyediakan lokasi yang di klaim untuk deposit
mineral yang terletak dalam domain publik, kinerja penilaian tahunan untuk
mempertahankan hak untuk klaim, dan akuisisi judul untuk klaim. Mineral elektronik tertentu
seperti batubara, gas, oli, pospat, deposito, sodium dan belerang dibebaskan dari undang-
undang ini dan diatur oleh hukum sewa, tindakan sewa mineral tahun 1920. Uranium juga
diatur dalam pengaturan penyewaan, dibawah tindakan energi atom tahun 1954. Banyak
negara yang juga telah memberlakukan undang-undang tentang pemberian hak-hak mineral
dalam wilayah mereka. Peraturan yang mengatur pelaksanaan kegiatan pertambangan,
langkah-langkah keamanan khususnya, telah diberlakukan oleh pemerintah federal dan
negara bagian.
Sebuah perusahaan pertambangan tergantung pada bentuk yang sama dari perpajakan
atas penghasilan seperti bisnis-bisnis lain, dan dinegara-negara tertentu, untuk produksi,
royalti, serta pemutusan pajak (Anon,. 1983 c) dalam hukum pendapatan perusahaan pajak
federal. Namun, layanan pendapatan internal menulis ada 2 ketentuan menguntungkan
untuk perusahaan tambang, yang pertama deplesi diperbolehkan, berlaku mirip dengan
penyusutan biaya, yang diijinkan pengurangan dari penghasilan kena pajak atas proses
penimbunan bertahap. Kedua memungkinkan pengurangan biaya eksplorasi dan
pengembangan sebagai biaya saat ini (penipisan tarif ditangguhkan jika eksplorasi
berhasil).
Banyak olahan logam dan mineral impor dikenakan tarif. Industri-industri mineral, seperti
pabrik, telah secara konsisten berupaya mengimpor kuota atau perlindungan tarif dari
produsen asing, dan pemerintah AS telah mengakui pentingnya mendorong industri
pertambangan domestik yang kuat, meskipun kebijakan perdagangan lainnya umumnya
mendukung perdagangan bebas international.
Penimbunan mineral-mineral strategis oleh pemerintah menjadi praktek umum setelah
1939, dan praktek meningkat tajam setelah 1946. Lembaga manajemen darurat federal
bertanggung jawab untuk pengadaan mineral tertentu sebagai bagian dari program
kesiapsiagaan nasional dan memasuki perjanjian pembelian dengan masing-masing
produsen, negosiasi harga, untuk memenuhi tujuan penimbunan mineral. Beberapa tahun
yang lalu pemerintah AS menurunkan harga penimbunan mineral di bawah ketentuan UU
revisi penimbun material strategis dan kritis tahun 1979 (Dorr, 1984). Industri mineral kritis
terhadap kebijakan pemerintah, karena pembelian tiba-tiba besar atau penjualan dari
penimbunan mineral dapat menyebabkan efek buatan yang drastis pada permintaan
komoditas dan harga. Ekonomi cenderung untuk mendukung persediaan disektor
manajemen swasta.

1.9 Topik Spesial: Analisis Ekonomi pada Komoditas Mineral


Masalah
Mempersiapkan sebuah analisis ringkasan terkait produksi dan data ekonomi untuk
beberapa komoditi mineral penting. Memperoleh statistik untuk produksi tambang (dunia
dan dalam negeri) dan domestik impor, ekspor, memo, perubahan stockpile (swasta dan
pemerintah) dan konsumsi bersih (total dan dengan menggunakan). Menentukan untuk
tahun terbaru data yang tersedia. Harga rata-rata komoditas, sebaiknya pada ditambang
sebagai dasar negara ($/ ton, atau $/ ton, mineral, tambang F.O.B.). (Catatan: komoditas
yang dipilih mungkin sesuai dalam studi-studi kasus metode pertambangan, dan analisis
dilakukan dengan studi kasus).
Tabel 1.4 Analisis Ekonomi dari Komoditi Mineral

Tabel 1.5 Analisis Ekonomi dari Komoditi Mineral: Batubara


Mineral batubara bituminous, lignit Umur 1962 Harga rata-rata $27.25/ton F.OB Tambang

Produksi Tambang
Dunia Negara Tonase Persen Nilai
United States 836 miliyar ton 19% N/A
Soviet Union 791 18
China 734 17
East Germany 294 7
Poland 250 6
Total 4382 miliar ton 100%
Pengguna (P) Negara Bagian
Kentucky 150 miliar ton 18% N/A
West Virginia 129 16
Wyoming 106 13
Pennsylvania 72 9
Lllinois 64 8
Total 829 miliar ton 100% $22.544 mt
Daerah
Eastern 556 miliar ton 67% N/A
Western 273 33
Total 829 miliar ton 100% $22.544 mt
Perusahaan Tambang Tambang
Peabody Coal 57.7 milar ton 7.0% Black Thunder, WY 16.8 mt
Consolidation 47.0 5.7 Belle Ayr, WY 15.2
Amax Coal 38.8 4.5 Montecello, TX 11.7
Texas Utilities 26.9 3.3 Martin Lake, TX 10.6
A.T Massey 21.2 2.6 Jacob Ranch, WX 10.5
Total

Pengguna Pelayanan
Impor (I) Ekspor (E) Sisa (S)
Negara, TonaseNegara Tonase Tonase 0
Canada, 1 miliar ton Canada, France 105 miliar ton Stockpile (SP)
Columbia, Italy, japan, Pribadi
Poland, Netherlands, tonase-21 mt
So.Africa, etc. etc
Total 1 miliar ton total 105 miliar ton pemerintah
tonase N/A
Keuntungan Konsumsi (C) Pemakai
Tonase Industri dari Pengguna Tonase dari Persen
Sebernarnya 704 miliar ton keperluan listrik 593 miliar ton 84%
Tonase industri kecil 70 10
Nyata 704 miliar ton memasak 41 6%

C = P + S + I E = SP 704 miliar ton 100%


= 829 + 0 + 1 105 21 = 704 miliar ton
Sumber : Anon., 1983a, Produksi Batubara1982, U.S. Dept, of Energy, Washington, DC.
Anon., 1983b, Tinjau Tahunan Energi, U.S, Dept, of Energy, Washington, DC.

Prosedur
Pemilihan komoditi yang dipilih dalam teks ini untuk studi kasus. Konsul tahunan referensi
statistik untuk setiap komoditas mineral beberapa mengikuti yang umum.

BUKAN BAHAN BAKAR


1. Mineral Yeabook, jilid 3, US Bureau of Mines, percetakan pemerintah US, Washington, DC
(tahunan).
2. Mineral Ringkasan Komoditi, US Bureau of Mines, percetakan pemerintah US, Washington,
DC (tahunan).
3. Mineral dan bahan-bahan, US Bureau of Mines, kantor percetakan pemerintah AS,
Washington, DC (dua bulan sekali).
4. '' Pasar EMJ,'' Eng. Mng. J., McGraw-Hill (bulanan).

BATUBARA
1. Produksi batubara, Departemen Energi AS, administrasi informasi energi, US Bureau of
Mines, kantor percetakan pemerintah AS, Washington, DC (tahunan).
2. Inspeksi tinjauan energi tahunan, Amerika Serikat Departemen Energi, administrasi informasi
energi, US Bureau of Mines, kantor percetakkan pemerintah AS, Washington, DC (tahunan).

Untuk menyajikan data dalam bentuk ringkas, menggunakan tabel 1.4 atau format yang
serupa. Ini merangkum semua statistik yang relevan tentang komoditi mineral dan dibagian
bawah menunjukkan perhitungan jelas konsumsi (konsumsi sebenarnya juga dimasukkan, jika
dilaporkan). Perhatikan bahwa perubahan dalam stok, mana + mewakili penarikan dari dan
tambahan untuk saham, yang dimasukkan. Terutama produsen dan konsumen juga
diidentifikasi, seperti sumber-sumber informasi.