Anda di halaman 1dari 25

ELECTROCARDIOGRAM (ECG)

Electrocardiogram (ECG) adalah grafik pola konduksi listrik yang menggambarkan


depolarisasi dan repolarisasi miokardium. Aliran listrik ini dapat dideteksi pada
ujung-ujung yang berlawanan dan medan listrik. Perubahannya diperbesar dan dicatat
atau direfleksikan pada oscilloscope.

Elektroda atau penghantar diletakkan pada anggota gerak (atau bahu) dan berbagai
titik precordium. Cup pengisap atau jarum mungkin barguna untuk mengamankan
penghantar. Monitoring paling sering dikerjakan menggunakan tiga penghantar
anggota gerak. Standard yang diletakkan pada lengan (bahu kanan, lengan (bahu) kiri
dan kaki kiri atau titik di bawah tulang rusuk.

Sumber penghantar I dari elektroda negatif pada lengan kanan ke elektroda negatif
pada kaki kanan ke elektroda positif pada kaki kiri. Sumber pengjhantar III dari
elektroda negative pada lengan kiri ke elektroda positif pada kaki kiri. Data
electrocardiographie yang lebih lengkap (ECG 12 lead) dapat diperoleh dengan
menambah elektroda-elektroda ke titik di sekitar precardium.

Sebelum menempatkan elektroda, kulit harus dibersihkan dengan alkohol dan jika
perlu dicuci. Tergantung tipe elektroda yang digunakan, pasta elektroda dapat
digunakan pada kulit untuk mempermudah hantaran. Tujuan hantaran harus diubah
setiap 8-24 jam untuk mencegah iritasi kulit. Piringan yang dapat dibuang biasanya
diganti setiap 3-4 hari kecuali klien mengeluh iritasi kulit maka penggantian
dilakukan setiap hari dan tempat dirotasi. Elektroda tidak harus diletakkan pada
daerah di atas tulang, lipatan kulit atau tempat-tempat yang perlu defibrilasi.

Untuk memperoleh hantaran bipolar perlu menggunakan elektroda elektroda positif,


negatif dan elektroda dasar. Penempatan elektroda menentukan hantaran dan hantaran
yang digunakan adalah yang memberi gambaran gelombang P dan QRS terbaik.
Elektroda harus diletakkan pada tempat yang aktifitas ototnya akan memberi
perbedaan seminimal mungkin. Hantaran dada paling baik/cocok untuk memonitor
kerja jantung jangka panjang. Gambar di atas menunjukkan penempatan standar lead
II yang paling sering digunakan untuk memonitor, karena gambaran aktifitas
gelombang P terbaik.

ECG dicatat pada kertas grafik. Garis horizontal menunjukkan voltase dan vertikal
menunjukkan waktu. Huruf-huruf yang digunakan untuk menunjukkan
penyimpangan positif dan negatif dari garis isoelektri akibat depolarisasi dan
repolarisasi jantung.
ECG normal dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin dan ukuran pasien. Jika pasien
memperoleh digitalis atau preparat quinidine atau obat-obat yang serupa, mungkin
berubah dalam irama dan kecepatan.

Pasien perlu menerima penjelasan prosedur ini agar rileks dan kecepatan jantung
yang normal harus diperoleh. Alat-alat ini, tidak membahayakan pasien dan prosedur
ini tidak me nimbulkan rasa sakit. Mengetahui hal-hal tersebut akan mengurangi rasa
takut pasien.

INTERPRETASI ECG

Interpretasi ECG sangat kompleks dan tidak dibicarakan disini. Perawat harus
mengetahui dasar interpretasi ECG dan mengenal dysrhythmia yang terjadi.

KATETERISASI JANTUNG

Kateterisasi jantung merupakan suatu prosedur yang lebih kompleks, dimana kateter
dimasukkan dalam vena peripheral atau arteri-arteri peripheral dan terus menembus
masuk ruang jantung (Finesilver, 1980). Zat kontras bisa dimasukkan untuk melihat
struktur jantung, atau didapatkan contoh darah dan analisa untuk data fisiologi
mengenai aliran darah, oksigen dan kandungan karbondioksida dan berbagai tekanan
dalam 4 bilik jantung dan aorta, seperti juga kelainan dalam struktur jantung.

Kateterisasi jantung merupakan suatu prosedur diagnosi yang umum digunakan untuk
mendiagnosis berbagai kerusakan/ gangguan pada jantung. Pada umumnya digunakan
untuk mengidentifikasi dan mengetahui adanya aterosclerotis dalam arteri koronaria.
Dengan melihat ruang jantung dan mengambil sample pembedahan untuk memeriksa
kemampuan pembuluh-pembuluh darah.

Sebelum pemeriksaan, doktor menjelaskan prosedur kateterisasi yang akan dilakukan.


Prosedur ini mempunyai risiko yaitu terjadi dysrhytmia, perforasi, tamponade
pericardial, trombus, cardiac arrest, ketidakseimbangan elektrolit atau reaksi alergi
yang disebabkan oleh media kontras. Pasien harus diberi penjelasan oleh dokter
mengenai kemungkinan terjadinya komplikasi dan tanda-tanda yang akan terjadi.
Perawat bisa menambahkan penjelasan tentang yang harus dilakukan pasien. Buku
catatan, instruksi dokter dan media yang bisa digunakan untuk memperjelas
pemahaman pasien.

Sebelum prosedur dilakukan pasien tidak makan melalui mulut, bayi bisa diberikan
larutan dextrose dan air 23 jam sebelum dilakukan kateterisasi; bayi dan anak-anak
diberikan anestesi umum beberapa jam sebelumnya untuk mencegahl supaya tidak
menangis dan cukup istirahat selama prosedur dilakukan.

Pemeriksaan jantung sebelah kanan dilakukan dengan memasukkan kateter dari sisi
vena peripheral ke atrium kanan, ventrikel kanan dan arteri pulmonalis. Jantung
sebelah kiri dan ventrikel kiri. Kateter dapat dimasukkan ke arteri koronaria dan zat
kontras disuntikkan untuk melihat arteri. Cara yang lain kateter dimasukkan dengan
sebuah bronchoscope dengan melewati bronchus besar ke atrium kiri atau ventrikel
kiri.

Bila kateter melalui bilik jantung, dokter mengobservif kemajuan dengan fluoroscopy
dan bisa menggunakan cineradiography untuk memperoleh gambaran dalam
memasukkan kateter. Gambaran penekanan dan contoh darah bisa diambil dari bilik
jantung dan pembuluh-pembuluh darah. Jantung pasien dimonitor secara terus-
menerus dengan elektrocardiograra selama dilakukan katerisasi. Nitroglycerin bisa
diberikan untuf melebarkan arteri koronaria untuk melihat adanya angin. Atropin bisa
diberikan secara intravena selama ada bradysarhytmia.

Kebanyakan pasien bangun selama prosedur dan kateter digerakkan dengan menarik
dan memasukkan zat kontras. Mereka bisa melihat ekstra denyut jantung sambil
kateter dimasukkan ke bilik jantung. Beberapa individu merasa panas ketika zat
kontras dimasukkan. Bisa dirasakan pada tempat pemasukkan kateter dari obstruksi
sirkulasi temporer. Ini merupakan hal yang normal dan pasien harus dipersiapkan
sebelumnya.

Setelah prosedur perawat harus mengkaji pasien dari adanya irama jantung dan
perdarahan, trombosis atau infeksi pada tempat dan bagian distal pada pemasukkan
kateter. Pasien biasa nya istirahat di tempat tidur selama 424 jam setelah prosedur,
tergantung pada bagian/tempat pemasukan dan jenis prosedur, biasanya lebih lama
bila kateter dimasukkan dengan melalui arteri femoralis. Tanda-tanda vital dimonitor
dengan teratur dan perawat harus mencatat kecepatan, irama dan karakter dari apical
dan nadi perifer. Nadi distal pada tempat pemasukan kateter harus diambil untuk
mengetahui sirkulasi yang adekuat. Ekstremitas harus terasa hangat. Jika terasa sakit
atau geli dan pucat atau dingin harus dilaporkan ke dokter. Pemberian kompres
dilakukan pada tempat pemasukan dan perawat harus memperhatikan adanya
perdarahan. Tromboplebitis bisa terjadi pada tempat penusukan dan dapat diberikan
tindakan dengan memberi kompres hangat, kompres steril.

Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan Departemen Kesehatan. 1993. Proses


Keperawatan Pada Pasien Dengan Gangguan Sistem Kardiovaskuler. Jakarta: EGC
Elektrokardiografi (elektrokardiogramEKG), vektorkardiografi
(vektorkardiogramVCG)

Temuan Normal

Defleksi elektrokardiogram normal (P, PR, QRS, ST, dan T)

Deskripsi

Elektrokardiogram (EKG) merekam impuls listrik jantung dengan menggunakan


elektroda atau galvanometer (mesin EKG). Elektroda tersebut / dipasang pada kaki,
lengan, dan dada. Kombinasi kedua elektroda disebut sadapan bipolar (mis., sadapan
I adalah kombinasi elektroda kedua lengan, sadapan II adalah kombinasi elektroda
lengan kanan dengan kaki kiri, dan s sadapan III adalah kombinasi elektroda lengan
kiri dengan kaki kiri.). < Sadapan yang termasuk dalam sadapan unipolar adalah AVF,
AVL, dan , AVR; A berarti augmented (memperbesar), V berarti voltase, dan F berarti
kaki kiri, L berarti lengan kiri, dan R berarti lengan kanan. Terdapat sedikitnya enam
sadapan unipolar dada atau sadapan prekordial. EKG 1 standar terdiri atas 12
sadapan: enam sadapan tungkai dan lengan (1, II, III, AVF, AVL, AVR) dan enam
sadapan dada (prekordial) (V,, V2, Vy Vv Vy VJ.

Pada setiap siklus jantung atau denyut jantung, nodus sinoatrial (SA atau nodus sinus)
mengirimkan impuls listrik melalui atrium, menyebabkan atrium berkontraksi atau
terjadi depolarisasi atrium- Nodus SA disebut juga pacemaker karena nodus SA
mengontrol denyut jantung. Impuls kemudian ditransmisikan ke nodus a trio
ventrikular (AV) dan berkas his, lalu melintas turun ke ventrikel, menyebabkan
kontraksi ventrikular atau depolarisasi ventrikular. Ketika atrium dan ventrikel
berelaksasi, timbul repolarisasi dan terjadi pemulihan.

Aktivitas kelistrikan yang direkam oleh EKG adalah dalam bentuk gelombang dan
kompleks: gelombang P (depolarisasi atrium); kompleks QRS (depolarisasi
ventrikel); dan segmen ST, gelombang T, dan gelombang U (repolarisasi ventrikel).
Hasil EKG yang abnormal mengindikasikan gangguan pada aktivitas listrik di
miokardium. Seseorang dapat mengidap penyakit jantung, tetapi tetap menghasilkan
EKG dalam batas normal selama masalah jantung tidak memengaruhi transmisi
impuls listrik.

VCG

Masalah Klinis
TEMUAN ABNORMAL: Disritmia jantung, hipertrofi jantung, iskemia miokardial,
ketidakseimbangan elektrolit (kalium. kalsium, dan magnesium), infark miokardial
perikarditis.

Prosedur

Pemberian makanan. cairan. dan pengobatan ttdak dibatasi kecuali


diindikasikan pada keadaan sebaliknya,

Pakaian harus dilepaskan sebatas pinggang, dan klien wanita harus


mengenakan jubah.

Stoking yang terbuat dari bahan nilon harus dilepaskan. dan celana panjang
bagian bawah harus ditinggikan

Klien harus dibaringkan dalam posisi terlentang.

Permukaan kulit harus disiapkan. Bulu yang berlebihan harus dcukur dari arah dada
jika perlu.

Elektroda dengan penggunaaan elektropasta atau bantalan dipasang pada


keempat ekstremitas. Kabel sadapan yang dikodekan berdasarkm warna. diinsersikan
ke dalam elektroda yang tepat. Elektroda dada dipasang. Sadapan yang terpilih
dinyalakan untuk merekam 12 sadapan standar, kecuali mesin EKG secara otomatis
merekam strip saciapan

Prosedur EKG memerlukan waktu kira-kira 15 menit

Faktor yang Memengaruhi Hasil Diagnostik

Gerakan tubuh dan gangguan elektromagnelik saal perekaman EKG dapat


mengubah pencatatan.

Pemasangan elektroda yang kurang menyentuh kulit akan mendistorsi


pencatatan.

IMPLlKASI KEPERAWATAN DAN RAAIONAL

Catat daflar obit yang diminum klien. Pamberi layanan kesehatan mungkin ingin
membandingkan hasil EKG unluk mameriksa perkembangan dan perubahan: untuk
itu, dangan mengatahui obat yang dikonsumsi klien pada saat EKG dilakukan akan
sangat membantu.
PENYULUHAN KLIEN

Jelaskan kepada klien untuk relaks dan bernapas normal aelama prosedur EKG. Berl
tahu klien untuk menghlndarl tindakan menegangkan otot, menggenggam sisi tempat
tidur atau benda lainnya, dan berbicara pada saat pencatatan EKG.

Beri tahu klien bahwa EKG tldak menyebabkan rasa nyeri atau kctidaknyamanan
yang berarti.

Jelaskan kepada klien untuk memberitahu pemberi layanan kesehatan jika la


merasakan nyeri dada pada saat pencatatan EKG. Tandai kertas EKG pada saat klien
mengalami nyeri dada.

Luangkan waktu untuk klien bertanya. Rujuk pertanyaan jika Anda tidak dapat
menjawab, ke pemberi layanan kesehatan lainnya, misalnya dokter atau ahli spesialia
jantung.

Informasikan kepada klien bahwa EKG memerlukan waktu kira-kira 15 menit.

PASCAUJI

Bersihkan elektropasta atau jeli jika digunakan, dari bagian perlekatan


elektroda jika EKG sudah selesai. Bantu klien berpakaian jika perlu.

Elektroensefalografi

(ElektroensefalogramEEG)

Temuan Normal

DEWASA DAN ANAK: Grafik normal, gelombang pendek yang teratur.

Deskripsi

Elektroensefalogram (EEG) mengukur impuls listrik yang dihasilkan oleh sel otak.
Elektroda, dipasang pada permukaan kulit kepala yang posisinya telah ditetapkan
sebelumnya, merekam aktivitas gelombang otak diatas kertas yang bergerak.
Gambaran EEG dapat mendeteksi karakteristik pola beberapa penyakit (mis.,
gangguan kejang, neoplasma, cerebral vascular accident, trauma kepala, dan infeksi
sistem saraf). Terkadang, rekaman gelombang otak mungkin masih didapati normal
ketika ada kelainan. Kegunaan lain EEG adalah menentukan kematian serebral. Jika
rekaman EEG memperlihatkan tampilan garis datar atau lurus untuk beberapa jam.
gambaran ini biasanya mengindikasikan hipoksia berat dan kematian otak. Fungsi
kardiovaskular biasanya dipertahankan melalui penggunaan sistem penunjang hidup
(misal, respirator, oksigen, dan pemberian cairan IV. Neurolog akan
menginterpretasikan rekaman EEG serta memberikan swam

Tujuan

Untuk mendeteksi gangguan kejang.

Untuk mengidentifikasi tumor otak, abses, atau perdarahan intrakranial.

Untuk membantu dalam menentukan kematian serebral.

Masalah Klinis

GAMBARAN ABNORMAL: Epilepsi, kejang (grand mal, petit mal, psikomotorj,


neoplasma otak (tumor), abses otak, cedera kepala, perdarahan intrakranial,
ensefalibs, ketidaksadaran, korna, "kematian otak".

Prosedur

Prosedur mungkin saja dilakukan pada keadaan klien yang (1) sadar, (2)

mengantuk, (3) tidur, atau (4) sedang diberikan stimulus (hiperventilasi atau

pancaran cahava lampu yang berirama), atau (5) kombinasi keadaan tersebut

Prauji

Rambut harus dikeramas pada malam hari sebelum pemeriksaan dilakukan.


Anjurkan klien tidak menggunakan minyak rambut atau semprotan rambut pada
rambutnya.

Pertimbangan untuk memutuskan obat yang sedang dikonsumsi sebelum EEG


dilakukan, dilakukan oleh pemberi layanan kesehatan. Obat dan obat sedatif lainnya
mungkin tidak diberikan pada malam hari sebelum pemeriksaan dilakukan karena
obat tersebut dapat memengaruhi perekaman EEG.

Asupan makanan dan minuman tidak dibatasi, kecuali tidak diperbolehkan


minum kopi, teh, kola, dan alkohol sebelum pemeriksaan.

Pengambilan gambar EEG biasanya dilakukan dengan posisi klien berbaring;


namun, klien dapat direbahkan pada kursi bersandar.
Untuk perekaman pada keadaan klien tidur, biarkan klien terjaga selama 2-3
jam saat tengah malam sebelum prosedur dilakukan dan bangunkan klien pada jam 6
pagi. Obat sedatif, seperti kloral hidrat, mungkin perlu diberikan.

Pemeriksaan EEG memerlukan waktu kira-kira 1,5 sampai 2 jam. Elektroda


datar akan dipasang pada kulit kepala.

Pascauji

Bersihkan collodion atau pasta dari rambut klien. Aseton mungkin dapat
digunakan untuk membersihkan pasta.

Klien seharusnya melanjutkan aktivitas seperti biasanya, kecuali ia masih


dibawah pengaruh sedatif.

Faktor yang mempengaruhi hasil diagnostik

Obat (mis; obat sedatif, barbiturat, anti konvulsan, dan obat penenang) dapat
mempengaruhi hasil pemeriksaan.

Alkohol dapat menurunkan impuls serebral

Rambut yang berminyak atau penggunaan penyemprot rambut dapat


memengaruhi hasil pemeriksaan

IMPLIKASI KEPERAWATAN DAN RASIONAL

Lembar persetujuan tindakan harus ditandatangani.

Jelaskan prosedur kepada klien, tahap demi tahap. Catat tahap yang penting di
di atas kertas, berikan kepada klien jika diperlukan.

Laporkan jika klien menggunakan obat yang dapat mengubah hasil EEG

Periksa dengan pemberi layanan kesehatan dan atau petugas EEG tentang tipe
atau jenis perekaman yang dipesan(mis; dalam keadaan sadar, tidur, atau
terstimulus)

Beri motivasi kepada klien. Jawab pertanyaan dan biarkan klien untuk
mengungkapkan kekhawatirannya

Laporkan ke pemberi layanan kesehatan serta informasikan kepada petugas


EEG jika klien sangat cemas, tidak dapat beristirahat, atau marah.
Pantau bila terdapat kejang dan gambarkan gerakan aktivitas kejang dan
berapa lama kejang tersebut berlangsung. Sediakan spatel lidah di samping
tempat tidur klien setiap saat. Catat semua aktivitas kejang serta waktu
terjadinya karena manfaat pencatatan ini sangat penting bagi para teknisi dan
elektroensefalografer untuk mengetahui kondisi tersebut

PENYULUHAN KLIEN

Informasikan kepada klien bahwa ia tidak akan mendapatkan semacam


kejutan listrik dari mesin (elektroensefalograf) dan mesin tidak dapat
menentukan intelejensi klien ataupun membaca pikiran klien. Banyak klien
kuatir dan ketakutan terhadap pemeriksaan ini.

Anjurkan klien makan sebelum pemeriksaan dilakukan. Kondisi hipoglikemia


harus dicegah karena dapat memengaruhi aktivitas normal otak. Kopi, teh
cola, dan zat stimulan lainnya harus dihindari. Alkoho merupakan suatu
depresan dan dapat memengaruhi hasil pemeriksaan.

Informasikan kepada klien bahwa pemeiksaan ini bahwa tidak akan


menyebabkan rasa nyeri

Anjurkan klien tenang dan santai pada saat pemeriksaan. Jika dipesankan
perekaman pada kondisi klien istirahat dan stimulus (pancaran cahaya lampu),
informasikan kepada klien bahwa akan ada jeda singkat ketika ada kilasan
cahaya. Persiapkan klien, tetapi jangan menambah kekhawatiran klien jika
mungkin.

Elektromiografi (elektromiogramEMG)

Temuan Normal

SAAT ISTIRAHAT: Aktivitas listrik minimal

KONTRAKSI OTOT VOLUNTER: Peningkatan yang khas pada aktvitas listrik.

Deskripsi

Elektromiografi (EMG) mengukur aktivitas listrik otot rangka pada saat istirahat dan
selama kontraksi otot volunter. Elektroda jarum diinsersikan ke dalam otot skeletal
untuk merekam aktivitas listrik, yang dapat didengar melalui pengeras suara, terlihat
pada sebuah osiloskop, dan direkam di atas kertas grafik pada saat bersamaan.
Normalnya, tidak terdapat aktivitas listrik pada saat otot dalam keadaan istirahat;
namun, pada gangguan motorik dapat muncul pola abnormal. Pada saat kontraksi otot
volunter, yang direkam adalah suara letupan keras dan peningkatan aktivitas
kelistrikan (gelombang).

Uji ini berguna dalam mendiagnosis gangguan neuromuskular. EMG dapat digunakan
untuk membedakan antara gangguan miopati dan neuropati

Tujuan

Untuk mendiagnosis gangguan neuromuskular, seperti distrofi muskular.

Masalah Klinis

TEMUAN ABNORMAL: Gangguan otot (distrofi muskular), gangguan neuro


muskular (neuropati perifer [mis., diabetes melitus, alkoholisme, miastenia gravis,
miotonia), degenerasi neuronal pusat (sklerosis amiotropik lateral [amyotrophic
lateral sclerosis, ALS], poliomielitis anterior).

Prosedur

Lembar persetujuan tindakan harus ditandatangani.

Tidak terdapat pembatasan asupan makanan dan minuman, kecuali tidak


diperkenankan minum kopi, teh, kola, atau minuman berkafein lainnya, dan
tidak boleh merokok sedikitnya 3 jam sebelum EMG dilakukan

Pengobatan, seperti relaksan otot, anti kolinergi, dan kolinergi harus ditunda
sebelum uji dilakukan, dengan prosedur persetujan pemberi layanan
kesehatan. Jika klien memmerlukan pengobatan khusus, waktu untuk uji perlu
diatur kembali.

Kiien berbarinng di atas meja atau brankar, atau duduk di kursi pada ruangan
yang tenang. Pemeriksaan EMG memerlukan waktu 1 jam, tetapi dapat lebih lama
jika terdapat sekelompok otot yang diperiksa.

jarum elektroda diinsersikan ke dalam otot yang diduga terdapat gangguan.


Jika klien mengalami nyeri, jarum harus dikeluarkan dan diinsersi ulang.

Jika pemeriksaan enzim serum diperlukan (mis., AST (SGOT, CPK, LDH),
sampel harua diambil sebelum EMG atau pada saat 5 sampai 10 hari setelah uji.

Pascauji
Jika nyeri sisa muncul, obat analgeSik dapat diberikan.

Faktor yang Memengaruhi Hasil Diagnostik

Nyeri dapat menyebabkan hasil yang palsu.

Usia klien: aktivitas listrik mungkin menurun pada beberapa orang tua.

Obat: relaksan otot, antikolinergik, dan kolinergik dapat memengaruhi hasil.

Cairan yang mengandung kafein dapat memengaruhi hasil.

IMPLIKASI KEPERAWATAN DAN RASIONAL

Tanyakan ke pemberi layanan kesehatan tentang penundaan pengobatan klien


yang dapat memengaruhi hasil EMG. Jika klien mengonsumi obat sebelum
pemeriksaan, yang dapat memengaruhi hasil, obat tersebut harus dicantumkan pada
formulir permintaan, serta dicatat pada tabel.

Periksa permintaan uji enzim serum. Darah diperlukan untuk penentuan


enzim serum (mis., AST [SGOT], CPK, LDH) harus diambil sebelum pemeriksaan
EMG.

Jelaskan prosedur pada klien. Berikan informasi kepada klien bahwa uji tidak
akan menyebabkan kematian karena listrik; namun, akan ada sedikit rasa tidak
nyaman sementara ketika jarum elektroda diinsersikan. Jika nyeri menetap
untuk beberapa menit, klien harus memberitahu teknisi.

Anjurkan klien mengikuti instruksi teknisi (mis., untuk mengendurkan otot


tertentu dan mengontraksikan otot ketika diminta). Analgesik mungkin
dipesan sebelum dan sesudah pemeriksaan dilakukan.

Informasikan kepada klien bahwa prosedur EMG biasanya mmerlukan waktu


1 jam, tetapi bisa lebih lama.

Endoscopic retrograde cholangiopancreatography

(ERCP)

Temuan Normal

Saluran empedu dan pankreas normal.


Deskripsi

Endoscopic retrogade cholangiopancreatography (ERCP) adalah teknik


penggambaran saat duktus pankreatikus bilier diperiksa melalui endoskopi, setelah
bahan medium kontras diinjeksikan ke dalam papila duodenanum. Tujuan prosedur
ini adalah mengidentifikasi penyebab obstruksi bilier, mungkin saja berupa striktur,
kista, batu, atau tumor. Biasanya timbul ikterik.

Pemeriksaan ERCP dilakukan setelah ultrasonografi abdomen, computet tomography,


scanning hati, dan atau pemeriksaan sinar X saluran bilier untuk mengonfirmasi atau
mendiagnosis gangguan hepatobilier atau pankreatik

Tujuan

Untuk mendeteksi batu, striktur, kista, atau tumor empedu.

Untuk mengidentifikasi obstruksi bilier, seperti batu, atau striktur

Untuk mengonfirmasi gangguan bilier atau pankreatik.

Masalah Klinis

INDIKASI: Batu, striktur, kista, atau tumor empedu; kolangitis primer; sirosis batu,
striktur, kista atau pseudokista, atau tumor pankreas; pankreatitis kronis, fibrosis
pankreas; atau tumor papila duodenum.

prosedur

Makanan dan minuman tidak dibatasi, paling tidak 8 jam sebelum uji.

Lembar persetujuan tindakan harus ditandatangani sebelum pra- medikasi.

Ukur tanda vital dasar. Minta klien berkemih dulu.

Berikan pramedikasi dengan obat narkotik atau sedatif ringan. Atropin


mungkin diberikan sebelum atau setelah endoskop diinsersikan. Atropin merelaksasi
motilitas gastrointestinal dan akan menyebabkan mulut kering.

Anestesia lokal disemprotkan dalam tenggorok (faring) untuk mengurangi


refleks batuk sebelum penginsersian endoskop serat optik.
Sekretin mungkin diberikan secara intravena untuk melumpuhkan duodenum.
Bahan kontras diinjeksikan setelah endoskop berada di papila duodenum dan kateter
berada di saluran pankreas.

Faktor yang Memengaruhi Hasil Diagnostik

Ketidakmampuan untuk menginsersikan kanul ke saluran empedu dan/ atau pankreas.

IMPLIKASI KEPERAWATAN DAN RASIONAL

Kaji riwayat alergi klien terhadap makanan laut, yodium, dan zat pewama
kontras. Laporkan temuan alergi.

Tentukan jika tingkat kecemasan mungkin mengganggu kemampuan klien


menerima informasi mengenai prosedur.

Pastikan formulir persetujuan tindakan telah ditandatangani sebelufll


pramedikasi diberikan.

Jelaskan kepada klien bahwa ketika bahan kontras diinjeksikan, biasanya akan
terasa sensasi pancaran sementara.

Motivasi klien sebelum dan selama prosedur.

Pantau tanda vital selama uji dan bandingkan dengan tanda vital dasar.
Peningkatan frekuensi nadi mungkin disebabkan atropin. Rupturnya saluran
gastrointestinal yang disebabkan oleh perforasi endoskop dapat menyebabkan
syok.

PENYULUHAN KLIEN

Informasikan kepada klien bahwa endoskop tidak akan mengobstruksi pernapasan.

Informasikan kepada klien bahwa atropin akan membuat mulut keri|H dan lidah
akan terasa besar atau membengkak.

Informasikan kepada klien bahwa uji memerlukan waktu kira-kira 1 jam dan
penting bagi klien untuk teteap mempertahankan posisi berbaring di atas meja
sinar X

Pasca Uji

Pantau tanda vital. Peningkatan suhu tubuh mungkin mengindikasikan


infeksi(bakteremia atau septikemia). Periksa karakteristik pernapasan bila
terdapat gawat pernapasan karena pemberian anestesia semprot dan atau
pemasangan endoskop

Periksa warna kulit. Peningkatan atau penurunan ikterik merupakan indikator


proses penyakit atau merupakan akibat dari penyakit. Periksa reflek batuk
sebelum menawarkna makana atau minuman.

Periksa tanda dan gejala retensi urin yang disebakna oleh atropin.

PENYULUHAN KLIEN

Anjurkan kumur dengan menggunakan air salin hangat dan atau obat isap untuk
menguragi ketidaknyamanan tenggorok

Jelaskan kepada klien bahwa mungkin ia akan mengalami sakit tenggorokan


selama beberapa hari setelah uji dilakukan. Rasa sakit ini mungkin
diakibatkan oleh pemeriksan endoskop.

Magnetic resonance imaging (MRI)

Gambaran Nuclear Magnetic Resonance (NMR)

Temuan Normal

Jaringan, struktur, dan aliran darah normal.

Deskripsi

Magnetic resonance imaging (MRI) menghasilkan gambaran yang seperti gambaran


yang dihasilkan oleh computed tomography (CT) tidak seperti CT, MRI tidak
menggunakan radiasi berionisasi sehingga dengan demikian bebas dari bahaya yang
ditimbulkan oleh pajanan sinar x. Biaya MRI kira-kira sepertiga kali biaya CT.

Radar MRI terdiri atas magnet yang ditempatkan dalam silinder berbentuk donat yang
besar. Klien berbaring di atas meja yang sempit dan dipandu dalam silinder, sampai
bagian tubuh yang akan digambarkan berada dalam medan magnetik. Anatomi dari
nukleus sel tubuh berespons seperti magnet terhadap medan dan garis magnet. Ketika
gelombang frekuensi radio diberikan, proton di dalam nukleus bergema, dan ketika
gelombang frekuensi radio dipindahkan, energi dilepaskan oleh proton ketika
berelaksasi, dideteksi sebagai sinyal radio. Sinyal ini diinterpretasi oleh komputer dan
diterjemahkan ke dalam gambaran potongan melintang.
Sejak pengenalan MRI pada tahun 1983, kualitas gambar yang dihasilkan dengan
teknik ini sangat berkembang, dan saat ini MRI adalah teknik yang paling sensitif
untuk mempertegas struktur organ internal, serta untuk mendeteksi edema, infark,
perdarahan, aliran darah, tumor, infeksi, dan plak pada serabut mielin, keadaan yang
menyebabkan Sklerosis Multipel. Banyak dari kondisi tersebut yang sulit dibedakan
dengan menggunakan CT atau sinar X yang konvensional. MRI dapat membedakan
antara edema dan tumor. MRI unggul dalam mendiagnosis masalah patologis yang
berasal dari penyebab sistem saraf pusat, seperti degenerasi piringan sendi, tumor,
perdarahan, edema, infark serebrum, serta hematoma subdural. Segera setelah
serangan stroke iskemik, gambaran dapat mendeteksi lokasi dan luasnya stroke, serta
dapat menentukan beratnya kerusakan jaringan otak. Selain itu, MRI dapat
memvisualisasikan cedera tulang, persendian, dan jaringan lunak. Artefak pada tulang
tidak dapat terjadi sehingga MRI dapat mengidentifikasi tumor yang berdekatan atau
yang berada di dalam struktur tulang (mis., tumor kelenjar hipofisis).

Pacemaker, kabel yang ditinggalkan dari alat pacemaker sebelumnya, aneurisma atau
alat penjepit pembedahan, alat bantu dengar tertentu, serta katup jantung metalik
merupakan keadaan kontraindikasi untuk prosedur MRI. Perhiasan, jam, kartu kredit,
dan penjepit rambut harus dilepas sebelum prosedur dilakukan. Ketika situasi
kegawatdaruratan timbul pada saat penggambaran, klien harus dipindahkan dari
ruang MRI sehingga peralatan resusitasi segera dapat digunakan. Alat MRI sulit
digunakan untuk memeriksa pasien yang mengalami penyakit kritis, yang
menggunakan sistem alat penunjang hidup karena terdapat pengaruh magnet pada
peralatan tersebut.

Alat MRI dan CT dapat digunakan untuk memeriksa jaringan yang sama. MRI
memerlukan penggunaan media kontras pada situasi tertentu, tetapi zat kontras IV
yang dipakai pada MRI secara kimiawi tidak berhubungan dengan kontras iodinasi
yang digunakan pada CT dan radiografi konvensional. Saat ini, satu-satunya zat
kontras komersial yang tersedia untuk MRI adalah gadolinium-DTPA. Gadolinium
(Magnavist) dan Ferodax kerap kali digunakan untuk mengevaluasi masalah pada
otak, dasar tengkorak, dan spinal. Agens konras perantara ini dapat melalui sawar
darah otak yang abnormal. Gambaran dapat terjadi selama 5 sampai 60 menit setelah
infus gadolinium dimulai.

Resonansi Magnetik Otak dan Spinal (MRI Intrakranial (IC)): M RI intrakranial


memberikan gambaran potongan melintang otak dan spinal. MRI intrakranial dapat
mendeteksi neuropatologi melalui tulang, seperti visualisasi cairan (edema) dalam
jaringan lunak. MRI-IC dapat mengidentifikasi trombosis serebral, yang disebabkan
oleh cerebral vascular accident (stroke), tumor, abses, atau aneurisma serebral,
perdarahan serebral, dan demielinasi serabut saraf (lapisan mielin), yang
menyebabkan sklerosis multipel. MRI-IC juga dapat merinci abnormalitas medula
spinalis.

Resonansi Magnetik Jantung dan Arteri Koroner: MRI cine, atau MRI ultrafast,
merupakan prosedur MRI bergerak cepat yang dapat menggambarkan jantung dalam
gerakan yang terus-menerus. MRI ultrafast sangat berguna untuk menggambarkan
perfusi, juga dapat menentukan kepatenan arteri koroner setelah prosedur coronary-
graft. Selain itu pula, MRI ultrafast digunakan dalam mendeteksi viabilitas
miokardium serta untuk mengkaji volume jantung. MRI echo-planar (EPI), seperti
MRI cine, digunakan untuk penggambaran yang cepat dari jantung dan arteri koroner.

Resonansi Magnetik Angiografi: Resonansi magnetik angiografi merupakan prosedur


noninvasif yang bertujuan untuk memperlihatkan pembuluh darah, dengan cara
penggambaran. MRA memaksimalkan sinyal di dalam struktur, yang berisi aliran
darah, serta hanya merekonstruksi struktur yang memiliki aliran. MRA berguna untuk
mengevaluasi lesi pada pembuluh darah. Struktur gambar lainnya yang kurang
diminati dikeluarkan dari gambaran, dengan cara kerja komputer.

Resonansi Magnetik Spektroskopi: MRI ini adalah pemindai yang dapat


mengevaluasi dan dapat mendeteksi penyakit iskemi jantung, serta pengaruh
pengobatan kanker pada tumor. MRI ini digunakan untuk mengonfirmasi penyakit
Alzheimer, untuk menentukan luas cedera kepala yang disebabkan oleh trauma dan
stroke, serta untuk mengidentifikasi penyebab koma.

Tujuan

Untuk mendeteksi lesi sistem saraf pusat, masalah pembuluh darah (aliran darah,
perdarahan), masalah perfusi jantung, cedera, tumor, atau edema.

Masalah Klinis

Temuan Abnormal: Tumor, bekuan darah, kista, edema, perdarahan, abses, infark,
aneurisma, penyakit demielinasi (sklerosis multipel), demensia termasuk penyakit
Alzheimer, penyakit muskular, abnormalitas skeletal, penyakit jantung kongenital,
abnormalitas diskus intervertebra, kompresi medula spinalis, nekrosis tubular ginjal
akut, abnormalitas aliran darah.

Prosedur

Formulir persetujuan tindakan harus ditandatangani.


Berikan informasi kepada klien bahwa ia tidak akan mendapatkan pajanan
radiasi.

Kosongkan kandung kemih sebelum uji dilakukan.

Lepaskan semua perhiasan, termasuk jam, kacamata, penjepit rambut, bahan


kosmetik yang mungkin mengandung kepingan logam, dan semua bahan
logam. Medan magnet dapat merusak jam. Individu yang menggunakan
pacemaker bukanlah calon yang tepat untuk menjalani MRI; individu yang
terpasang prostetik logam dalam tubuhnya, terutama katup jantung buatan,
dan individu yang terpasang peralatan penstimulasi saraf merupakan
kelompok yang tidak mutlak menjadi calon untuk MRI. Lepaskan gigi palsu
dan alat bantu dengar seperti yang disarankan.

Pengkajian riwayat pekerjaan calon merupakan hal yang penting. Logam di


tubuh, seperti pecahan peluru atau bintik logam besi di mata, dapat
menyebabkan cedera kritis, seperti perdarahan retina.Kontraindikasi
dilakukannya tindakan ini, termasuk kehamilan serta klien yang mengalami
epilepsi. MRI dapat menyebabkan panas yang berlebih pada cairan amnion.

Dengan metode MRI yang tertutup, klien harus benar-benar tetap berbaring di
atas meja yang sempit, dengan posisi alat pemindai tipe silinder mengelilingi
tubuh yang sedang dipindai.

Sedasi mungkin diperlukan jika klien penderita klaustrofobia berat sedang


menerima MRI tertutup. Klien yang menerima sedatif seharusnya tidak
mengemudi kendaraan ke rumah, untuk itu, anggota keluarga atau teman
disarankan menggantikannya mengemudi.

MRI metode terbuka mungkin dilakukan pada klien penderita klaustrofobia,


obesitas, bingung, atau anak; kehadiran anggota keluarga atau teman mungkin
diperlukan. Sebuah cermin tersedia untuk memudahkan orang lain melihat
klien dari luar pada saat prosedur dilakukan. Klien perlu tenang selama
prosedur MRI terbuka dilaksanakan. Prosedur MRI terbuka menggunakan
kekuatan medan magnet yang rendah, sebaliknya metode MRI tertutup
menggunakan kekuatan medan magnet yang lebih tinggi.

Pemeriksaan MRI tertentu memerlukan zat media kontras noniodinasi


(gadolinium Magnevist) yang mungkin diinjeksikan secara intravena.
Penggunaan zat media kontras MR mungkin dikontraindikasikan bagi mereka
penderita disfungsi ginjal; zat media kontras diekskresikan oleh ginjal.
Tidak ada pembatasan asupan makanan dan cairan bagi dewasa. Status puasa
selama 4 jam berlaku untuk diterapkan pada anak.

Prosedur memerlukan waktu kira-kira 45 menit sampai dengan 1,5 jam.

Aliran Darah: Ekstremitas

Tungkai dan lengan yang akan diperiksa diistirahatkan dengan cara disokong
seperti posisi menggendong. Area tubuh yang dipilih untuk penggambaran
ditandai di kaki atau di lengan, dan ekstremitas digerakkan ke dalam silinder
yang bergerak.

Prosedur ini memerlukan waktu kira-kira 15 menit untuk penggambaran


lengan dan 15 menit untuk penggambaran kaki.

Faktor yang Memengaruhi Hasil Diagnostik

Pergerakan selama prosedur akan mengubah gambaran.

Logam besi di dalam tubuh dapat menyebabkan cedera kritis pada klien.

Logam nonbesi mungkin menghasilkan artefak yang menurunkan hasil


penggambaran jika letak logam tersebut sangat dekat dengan daerah yang
akan dipindai.

IMPLIKASI KEPERAWATAN DAN RASIONAL

Kaji lebih jauh apakah klien seorang klaustrofobia. Bila benar, penggunaan
teknik relaksasi atau sedatif mungkin digunakan.

Kaji bila klien menggunakan alat pacemaker, kabel yang ditinggalkan dalam
tubuh dari alat pacemaker sebelumnya, katup jantung, prostetik logam apa
pun, atau pecahan peluru yang tertinggal di badan, yang dapat menyebabkan
cedera jaringan serius akibat daya tarik magnetik.

Beri tahukan kepada dokter atau pemberi layanan kesehatan jika klien
menggunakan infus pompa IV. MRI dapat mengganggu aliran IV.

Beri motivasi emosional.

Penyuluhan Klien
Jelaskan prosedur. Informasikan kepada klien bahwa bermacam bunyi (bunyi
klik, bunyi gedebuk) dari alat pindai akan terdengar. Sediakan alat penutup
telinga. Informasikan kepada klien bahwa petugas MRI akan berada di
ruangan lain, tetapi tetap dapat berkomunikasi melalui sistem interkom.
Dengan metode MRI terbuka, anggota keluarga atau teman boleh berada di
ruangan menemani klien, sementara radar MRI dilakukan.

Jelaskan pada klien bahwa ia tidak akan terpapar radiasi. Zat media kontras
yang mungkin digunakan bukanlah tergolong zat kontras iodinasi.

Anjurkan klien melepas jam, kartu kredit, penjepit rambut, perhiasan, dan rias
wajah. Medan magnet dapat merusak jam.

Informasikan kepada klien bahwa prosedur MRI tidak menimbulkan rasa


sakit. Beri motivasi kepada klien agar dapat relaks selama uji berlangsung.

Peringatkan klien yang mengenakan alat pacemaker jantung, untuk tidak


mendekati ruang MRI.

Informasikan pada klien yang menggunakan penambal gigi logam bahwa


"sensasi getar" akan dirasakan selama penggambaran berlangsung.

kateterisasi jantung

Angiografi Jantung (Angiokardiografi), Arteriografi Koroner

Temuan Normal

Arteri koronaria paten; ukuran, struktur, dan katup jantung normal; tekanan jantung
dan paru normal.

Deskripsi

Kateterisasi jantung pertama kali dilakukan terhadap kuda pada tahun 1844. Pada
tahun 1929, kateterisasi jantung-kanan pertama kali dilakukan pada manusia oleh
seorang dokter muda, Dr. Wemer Forssmann terhadap dirinya sendiri. Selama tahun
1930-an dan 1940-an, sudah dilakukan beberapa kateterisasi jantung-kanan, tetapi
kateterisasi jantung-kiri pertama kali tidak dilakukan sampai di awal tahun 1950-an.
Pada akhir 1960-an dan selama 1970-an, prosedur dan peralatan kateterisasi jantung
sudah jauh lebih baik.

Kateterisasi jantung merupakan suatu prosedur saat kateter yang panjang diinsersikan
ke dalam vena dan arteri pada lengan atau tungkai. Kateter ini disusupkan ke ruang
jantung dan/atau arteri koroner dengan panduan fluoroskopi. Zat pewarna kontras
diinjeksikan untuk memvisualisasi struktur jantung. Selama injeksi zat pewarna,
sineangiografi digunakan untuk mengambil gambar aktivitas jantung. Istilah
angiokardiografi dan arteriografi koroner digunakan secara bergantian dengan istilah
kateterisasi jantung; namun demikian, istilah arteriografi koroner, zat pewarna
diinjeksikan secara langsung ke dalam arteri koronaria, sedangkan untuk istilah
angiokardiografi, zat pewarna diinjeksikan ke dalam pembuluh darah jantung,
koroner, dan/atau pulmonar.

Pada kateterisasi jantung-kanan, kateter diinsersikan ke dalam vena femoralis atau


vena antekubital, dan disusupkan melalui vena kava inferior masuk ke atrium kanan
menuju arteri pulmonar. Tekanan atrium kanan, ventrikel kanan, dan arteri pulmonar
diukur, dan diambil sampel darah dari sisi kanan jantung. Sementara zat pewarna
diinjeksikan, fungsi trikuspid dan katup pulmonar dipantau.

Unluk kateterisasi jantung-kiri, kateter diinsersikan ke dalam a braklalls atau arteri


femoralis, dan diarahkan mundur melalui aorta ke arteri koronaria, dan/atau ventrikel
kiri. Zat pewarna diinjeksikan. Bila telah sinp, kepatenan arteri koronaria dan/atau
fungsi katup aorta, katup mitrai serta ventrikel kiri dapat dipantau. Prosedur ini
diindikasikan sebelunl dilakukan pembedahan jantung.

Frekuensi komplikasi yang muncul dari kateterisasi jantung telah menurun hingga
<2%. Komplikasi yang dapat terjadi, meskipun insidensinya jarang adalah infark
miokardial, disritmia jantung, tamponade jantung, embolisme pulmonar, dan
embolisme serebri (CVA).

Tujuan

Untuk mengidentifikasi penyakit arteri koroner (CAD).

Untuk menentukan keberadaan penyakit katup jantung.

Masalah Kllnfs

Temuan Abnormal: Kateterisasi Jantung-Kanan: Stenosis trikuspid, stenosis


pulmonar, hipertensi pulmonar, defek septum. Kateterisasi Jantung-Kiri: Penyakit
arteri koronaria, oklusi koronaria parsial atau komplet, stenosis mitrai, regurgitasi
mitrai, regurgitasi aortik, stenosis aortik, hipertrofi ventrikel kiri, aneurisme ventrikel.

Prosedur
Ambil surat persetujuan tindakan yang sudah ditandatangani. Tanyakan
apakah pemberi layanan kesehatan sudah mendiskusikan kemungkinan faktor
risiko yang akan terjadi sebelum surat persetujuan tersebut ditandangani.

Makanan dan cairan dibatasi selama 6 sampai 8 jam sebelum uji dilakukan,
sesuai dengan kebijakan rumah sakit. Beberapa institusi memperbolehkan
pemberian cairan jernih sampai 4 jam sebelum uji dilakukan.

Obat antihistamin mis., difenhidramin [Benadryl] dan steroid dapat diberikan


semalam dan di pagi hari sebelum uji dilakukan jika dicurigai terdapat reaksi
alergi, seperti alergi terhadap produk iodium.

Tunda pemberian obat selama 6 sampai 8 jam sebelum uji dilakukan, kecuali
jika diinstruksikan hal sebaliknya oleh pemberi layanan kesehatan. Pemberian
obat antikoagulan per oral dihentikan, atau dosis dikurangi untuk mencegah
perdarahan berlebihan. Pemberian obat heparih dapat diinstruksikan untuk
mencegah trombus.

Sisi injeksi, yaitu area lengan atau paha, dicukur dan dibersihkan dengan
menggunakan antiseptik.

Berat badan dan tinggi badan klien harus dicatat. Data ini diperlukan untuk
menghitung jumlah zat pewarna yang dibutuhkan (mis., 1 ml/kg berat badan).

klien harus berkemih sebelum menerima pramedikasi. Gigi palsu harus

dilepas. kecuali jika tidak diindikasikan.

Catat tanda vital. Catat intesitas volume nadi. Tanda vital harus dipantau
selama uji berlangsung.

pramedikasi diberikan sampai 1 jam sebelum kateterisasi jantung.

Klien berada di meja yang berpelapis. Anestesia kulit diberikan di sisi insersi
kateter. Klien berbaring tenang selama insersi kateter dan pembuatan film.

Infus dekstrosa 5% dalam air (D5W) dimulai dengan laju yang lambat keep-
vein-open, KVO) untuk pemberian obat kedaruratan jika perlu.

Elektroda elektrokardiografi (EKG) dipasang pada permukaan kulit dada


untuk memantau aktivitas jantung.
Anestesia kulit lokal diinjeksikan pada sisi insersi kateter. Pemotongan antuk
mencari letak pembuluh darah mungkin perlu dilakukan. Klien dapat merasa
panas, sensasi semburan panas selama beberapa detik sampai satu menit
ketika zat pewarna diinjeksikan.

Batuk dan napas dalam kerap kali dianjurkan oleh pemberi layanan kesehatan.
Batuk dapat mengurangi mual dan pusing serta kemungkinan disritmia.

Prosedur ini memerlukan waktu 1,5 sampai 3 jam.

Faktor yang Memengaruhi Hasil Diagnostik

Jumlah zat pewarna kontras yang tidak cukup dapat memengaruhi hasil.

Gerakan klien dapat menyebabkan komplikasi dan memengaruhi pembuatan


film.

IMPLIKASI KEPERAWATAN DAN RASIONAL

jelaskan kepada klien bahwa tujuan uji ini adalah memeriksa arteri koronaria
apakah terdapat sumbatan atau untuk memeriksa apakah terdapat defek katup
jantung. Uji ini kebanyakan dilakukan sebelum pembedahan jantung, sebagian
besar untuk menentukan apakah bedah jantung perlu dilakukan atau tidak.

Jelaskan prosedur kepada klien. Seorang kardiolog atau ahli bedah jantung
harus menjelaskan faktor risiko uji ini kepada klien.

Kaji riwayat reaksi alergi klien terhadap makanan laut, yodium, atau zat
pewarna kontras yodium yang digunakan pada uji sinar X lainnya (mis.,
pielografi infra vena). Uji kulit dapat dilakukan untuk menentukan tingkat
keparahan alergi. Obat antihistamin mis., difenhidramin (Benadry) dapat
diberikan satu hari sebelumnya dan/atau pada hari uji tersebut dilakukan
sebagai tindakan profilaktik.

Catat tanda vital dasar, dan pantau tanda vital tersebut selama prosedur.

Minta klien berkemih dan melepas gigi palsu sebelum uji dilakukan. Periksa
apakah sisi insersi kateter sudah disiapkan (dicukur dan dibersihkan dengan
antiseptik).
Anjurkan klien mengajukan pertanyaan, dan beri kesempatan pada klien dan
keluarga untuk mengekspresikan kekhawatiran. Rujuk pertanyaan yang tidak
bisa Anda jawab ke profesi kesehatan lainnya atau ke seorang kardiolog.

Berikan pramedikasi 1/2 sampai 1 jam sebelum uji dilakukan. Pastikan klien
sudah berkemih dan surat persetujuan tindakan sudah ditandatangani sebelum
pramedikasi diberikan.

Penyuluhan Klien

Beri tahu klien bahwa ia akan berada di ruang khusus kateterisasi jantung. Jelaskan
pula tentang meja yang berpelapis, elektroda EKG untuk memantau aktivitas jantung,
cairan IV, yang akan mengalir secara perlahan, anestesia kulit lokal, dan penyuluhan
yang mungkin akan diterimanya (seperti batuk dan napas dalam).

Beri tahu klien bahwa tidak akan ada rasa nyeri, kecuali sedikit rasa tidak
nyaman saat insersi kateter dan saat berbaring telentang. Jelaskan kepada
klien untuk mengajukan pertanyaan yang muncul selama uji dilakukan.
Jelaskan kepada klien untuk memberi tahu kepada pemberi layanan kesehatan
jika terdapat nyeri dada atau kesulitan bernapas selama prosedur. Pemeriksaan
EKG dan tanda vital klien terus dipantau.

Beri tahu klien bahwa rasa panas, semburan panas yang mencuat akan terasa
selama satu atau dua menit akibat zat pewarna yang sedang diberikan. Gejala
ini terjadi karena vasodilatasi singkat yang disebabkan oleh zat pewarna.

Beri tahu klien bahwa uji tersebut menghabiskan waktu kira-kira 1,5 sampai 3
jam.

PASCAUJI

Pantau tanda vital (tekanan darah, frekuensi nadi, frekuensi pemapasan) setiap
15 menit selama satu jam pertama, setiap 30 menit sampai nilainya stabil, atau
sesuai instruksi. Suhu tubuh dipantau selama beberapa hari.

Pantau sisi insersi kateter terhadap adanya perdarahan atau hematoma. Ganti
balutan jika perlu.

Periksa karakteristik nadi perifer di bawah sisi insersi; jika yang digunakan
adalah arteri femoralis, kemudian periksa nadi popliteal dan dorsalis pedis,
jika yang digunakan adalah arteri brakialis, periksa nadi radialis. Catat
kekuatan denyutnya.
Kaji warna kulit dan suhu klien.

Beri motivasi pada klien dan keluarga, jawab pertanyaan klien atau rujuk ke
profesi kesehatan yang tepat. Komunikasikan dengan klien tentang asuhan
keperawatan yang diberikan.

Berikan obat analgesik narkotik atau analgesik sesuai instruksi untuk


mengatasi rasa tidak nyaman. Berikan obat antibiotik jika dipesankan.

penyuluhan klien

jelaskan kepada klien bahwa ia harus tirah baring selama 8 sampai 12 jam.
Klien dapat berbaring miring, dan tempat tidur ditinggikan sebesar 30 derajat.
Tungkai harus diekstensikan jika yang digunakan adalah arteri femoralis. Jika
arteri brakialis yang digunakan untuk uji tersebut, bagian kepala tempat tidur
perlu sedikit ditinggikan; namun, lengan harus diimobilisasi selama 3 jam.
Kebijakan yang berkaitan dengan posisi, dapat berbeda satu institusi ke
institusi lainnya.

Anjurkan asupan cairan setelah uji dilakukan, kecuali jika dikontraindikasikan


(mis., pada kasus gagal jantung kongestif).

Kee, JoyceLeFever. 2007. Pedoman Pemeriksaan Laboratorium dan Diasnogtik.


Jakarta: EGC.

EMG

Pemeriksaan ini memberi informasi mengenai potensi listrik otot dan sarafnya.
Tujuan prosedur ini adalah menentukan setiap abnormalitas fungsi unit. Pasien perlu
dijelaskan bahwa prosedur ini dapat menimbulkan rasa tidak nyaman karena jarum
elektrode masuk ke otot.

Perawatan setelah pemeriksaan :

Beri kompres hangat, dapat membantu mengatasi rasa nyeri.

Jika terjadi hematoma pada bekas tusukan jarum, beri kompres dingin.
MRI

MRI adalah teknik pencitraan khusus yang non-invasif, menggunakan medan magnet,
gelombang radio, dan komputer untuk melihat abnormalitas berupa tumor atau
penyempitan jalur jaringan lunak, seperti otot, tendon, dan tulang rawan. Oleh karena
yang digunakan elektromagnet, pasien yang mengenakan implan organ , brace, atau
pacemaker tidak dapat menjalani pemeriksaan ini. Perhiasan harus dilepas. Pasien
yang menderita klaustrofobia biasanya tidak mampu menghadapi ruangan tertutup
pada peralatan MRI tanpa penerangan.

Suratun. 2008. Klien Gangguan Sistem Muskuloskeletal: Seri Asuhan Keperawatan.


Jakarta: EGC