Anda di halaman 1dari 8

Makalah Seminar Kerja Praktek

Sistem Proteksi Generator Berbasis RCS-985 Pada PLTU Pacitan

Satrio Wibowo (21060110141099), Ir. Yuningtyastuti, MT (195209261983032001)

Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro,


Jalan Prof. H. Soedarto, S.H., Tembalang, Semarang Kode Pos 50275 Telp. (024) 7460053, 7460055
Fax. (024) 746055
E-mail: Satriotr12@yahoo.com

Abstrak

Kebutuhan listrik dari tahun ke tahun semakin meningkat seiring dengan laju pertumbuhan penduduk.
Maka dibangunlah pembangkit-pembangkit energi listrik sehingga terpenuhi kebutuhan listrik dalam negeri.
Keandalan dan keberlangsungan suatu pembangkit energi listrik dalam melayani konsumen sangat tergantung pada
sistem proteksi yang digunakan. Adanya gangguan pada suatu pembangkit dapat mengganggu operasi dari
pembangkit tersebut yang juga dapat membahayakan bagian-bagian penting didalamnya karena dapat
mengakibatkan kerusakan dan meluasnya daerah kerusakan ke bagian-bagian lain. Karena itu diperlukan suatu
sistem proteksi yang dapat melindungi setiap bagian dari pembangkit energi listrik.
PLTG Pacitan menggunakan sistem proteksi berbasis RCS-985. Sistem ini memiliki berbagai fungsi
proteksi yang salah satunya untuk proteksi generator. Terdiri dari bagian-bagian analog input unit, mikroprosesor,
modul proteksi CPU, manajemen / record modul (MON), modul sinyal dll.. RCS-985 terintegrasi dengan semua
perangkat proteksi dan memiliki interface berupa nyala lampu LED dan alarm untuk indikator gangguan. RCS-985
juga memiliki lock-out relay sebagai interlock untuk pengaman-pengaman atau breaker pada PLTU Pacitan.

Kata kunci : Sistem Proteksi Generator, RCS-985

I. PENDAHULUAN dapat melindungi setiap bagian dari sistem


pembangkit listrik , salah satunya adalah
1.1 Latar Belakang menggunakan RCS-985

Listrik sangat berguna baik dalam 1.2 Maksud dan Tujuan Kerja Praktek
pemenuhan kebutuhan rumah tangga ataupun
kebutuhan dunia industri. Kebutuhan listrik dari Tujuan Kerja Praktek ini adalah :
tahun ke tahun semakin meningkat seiring 1. Mahasiswa melalui kerja praktek ini dapat
dengan laju pertumbuhan penduduk. Maka menerapkan teori yang didapat di bangku
dibangunlah pembangkit-pembangkit energi kuliah.
listrik sehingga terpenuhi kebutuhan listrik 2. Mahasiswa dapat mengetahui sistem
dalam negeri. Tentu saja pembangkit listrik proteksi pada pembangkit tenaga listrik,
mempunyai peran yang sangat besar pada semua khususnya di PLTU Pacitan.
sektor kehidupan masyarakat sehingga 3. Mahasiswa dapat mengetahui secara
keberadaannya menjadi sangat penting. langsung alat-alat sistem proteksi yang
terdapat di pembangkit PLTU Pacitan.
Keandalan dan keberlangsungan suatu
sistem tenaga listrik dalam melayani konsumen 1.3 Batasan Masalah
sangat tergantung pada sistem proteksi yang Dalam Laporan Kerja Praktek ini, penulis
digunakan. Adanya gangguan pada suatu sistem membatasi masalah hanya pada prinsip kerja
pembangkit dapat mengganggu operasi dari dari sistem proteksi generator RCS-985 pada
sistem pembangkit tersebut yang dapat PLTU Pacitan.
membahayakan bagian-bagian penting
didalamnya karena dapat mengakibatkan
kerusakan dan penurunan umur pembangkit.
Karena itu diperlukan suatu sistem proteksi yang
II. DASAR TEORI mendatang waktu ini hendak dipersingkat
2.1 Sistem Proteksi Tenaga Listrik menjadi 80 ms sehingga memerlukan relay
Yang dimaksud dengan sistem proteksi dengan kecepatan yang sangat tinggi (very high
tenaga listrik adalah sistem pengaman pada speed relaying)
peralatan-peralatan yang terpasang pada sistem d). Sensitivitas (kepekaan)
tenaga listrik, seperti generator, bus bar, Yaitu besarnya arus gangguan agar alat
transformator, saluran udara tegangan tinggi, bekerja. Harga ini dapat dinyatakan dengan
saluran kabel bawah tanah, dan lain sebagainya besarnya arus dalam jaringan aktual (arus
terhadap kondisi abnormal operasi sistem tenaga primer) atau sebagai presentase dari arus
listrik tersebut. sekunder (trafo arus).
e). Reliabilitas (keandalan)
2.2 Fungsi dan Persyaratan Kualitas Proteksi Sifat ini jelas, penyebab utama dari outage
Proteksi itu diperlukan : rangkaian adalah tidak bekerjanya proteksi
1. Untuk menghindari ataupun untuk sebagaimana mestinya (mal operation).
mengurangi kerusakan peralatan-peralatan
akibat gangguan (kondisi abnormal operasi 2.3 Perangkat Sistem Proteksi
sistem). Semakin cepat reaksi perangkat Yang dimaksud dengan perangkat sistem
proteksi yang digunakan maka akan semakin proteksi,seperti terlihat pada gambar 2.1 adalah :
sedikitlah pengaruh gangguan kepada
kemungkinan kerusakan alat
2. Untuk cepat melokalisir luas daerah terganggu
menjadi sekecil mungkin
3. Untuk dapat memberikan pelayanan listrik
dengan keandalan yang tinggi kepada
konsumen dan juga mutu listrik yang baik.
4. Untuk mengamankan manusia terhadap
bahaya yang ditimbulkan oleh listrik

Ada beberapa persyaratan yang sangat perlu


diperhatikan dalam suatu perencanaan sistem
proteksi yang efektif yaitu :
Gambar 2.1 Hubungan antar perangkat proteksi
a). Selektivitas dan Diskrimanasi
Efektivitas suatu sistem proteksi dapat 1. Relai.
dilihat dari kesanggupan sistem dalam Sebagai elemen perasa /pengukur untuk
mengisolir bagian yang mengalami gangguan mendeteksi gangguan.
saja. 2. PMT/PMB (Pemutus Tenaga/ Pemutus Beban)
b). Stabilitas Sebagai pemutus arus dalam sirkuit tenaga
Sifat yang tetap inoperatif apabila untuk melepas bagian sistem yang terganggu.
gangguan-gangguan terjadi diluar zona yang 3. Trafo tegangan dan atau trafo arus.
melindungi (gangguan luar). Mengubah besarnya arus dan atau tegangan
c). Kecepatan Operasi dari sirkuit primer ke sirkuit sekunder (Relai)
Sifat ini lebih jelas, semakin lama arus 4. Battery.
gangguan terus mengalir, semakin besar Sebagai sumber tenaga untuk mentripkan PMT
kerusakan peralatan. Hal yang paling penting dan catu daya untuk relai statik dan relai bantu.
adalah perlunya membuka bagian-bagian yang 5. Pengawatan.
terganggu sebelum generator-generator yang Untuk mengubungkan komponen-komponen
dihubungkan sinkron kehilangan sinkronisasi proteksi sehingga menjadi satu sistem.
dengan sistem selebihnya. Waktu pembebasan
gangguan yang tipikal dalam sistem-sistem
tegangan tinggi adalah 140 ms. Dimana
2.4 Gangguan Pada Generator menjadikan masalah. Tetapi apabila sisi lainnya
Macam-macam gangguan pada generator kemudian terhubung ketanah, sementara sisi
dapat diklasifikasikan sebagai berikut : sebelumnya tidak terselesaikan maka akan
A. Gangguan listrik (electrical fault) terjadi kehilangan arus pada sebagian belitan
B. Gangguan mekanis/panas (mechanical or yang terhubung singkat melalui tanah.
thermal fault) Akibatnya terjadi ketidakseimbangan fluksi
C. Gangguan sistem (system fault) yang menimbulkan vibrasi yang berlebihan dan
kerusakan fatal pada rotor.

A. Gangguan Listrik (electrical fault ) . 5. Kehilangan medan penguat (loss of


Jenis gangguan ini adalah gangguan yang excitation).
timbul dan terjadi pada bagian-bagian listrik dari Hilangnya medan penguat akan membuat
generator. Gangguan-gangguan tersebut antara putaran mesin naik dan berfungsi sebagai
lain : generator induksi. Kondisi ini akan berakibat
1. Hubung singkat 3 (tiga) fasa. pemanasan Iebih pada rotor dan pasak (slot
Terjadinya arus lebih pada stator yang wedges), akibat arus induksi yang bersirkulasi
dimaksud adalah arus lebih yang timbul akibat pada rotor.
terjadinya hubungan singkat tiga fasa (three Kehilangan medan penguat dapat
phase fault). Gangguan ini akan menimbulkan dimungkinkan oleh :
loncatan bunga api dengan suhu tinggi yang a. Jatuhnya (trip) saklar penguat .
akan melelehkan belitan dengan resiko b. Hubung Singkat pada belitan penguat.
terjadinya kebakaran jika isolasi tidak terbuat c. Kerusakan kontak-kontak sikat arang pada sisi
dari bahan yang anti api ( non flammable) penguat.
d. Kerusakan pada sistem AVR.
2. Hubung singkat 2 (dua) fasa.
Gangguan hubung singkat 2 fasa (unbalance 6.Tegangan lebih (over voltage).
fault) lebih berbahaya dibanding gangguan Tegangan yang berlebihan melampaui batas
hubung singkat tiga fasa (balance fault) karena maksimum yang diijinkan dapat berakibat
disamping akan terjadi kerusakan pada belitan, tembusnya (breakdown) desain isolasi yang
akan timbul pula vibrasi pada kumparan stator. akhirnya akan menimbulkan hubungan singkat
Kerusakan lain yang timbul adalah pada poros antara belitan. Tegangan lebih dapat dimung-
(shaft) dan kopling turbin akibat adanya momen kinkan oleh mesin putaran lebih (overspeed)
puntir yang besar. atau kerusakan pada pengatur tegangan otomatis
(AVR).
3. Stator hubung singkat satu fasa ketanah
(stator ground fault) B Ganguan Mekanis/Panas (mechanical or
Kerusakan akibat gangguan 2 fasa atau antara thermal fault)
konduktor kadang-kadang masih dapat
diperbaiki dengan menyambung (taping) atau Jenis-jenis gangguan mekanik atau panas
mengganti sebagian konduktor tetapi kerusakan antara lain:
laminasi besi (iron lamination) akibat gangguan 1. Generator berfungsi sebagai motor
1 fasa ketanah yang menimbulkan bunga api dan (motoring). Motoring adalah peristiwa berubah
merusak isolasi dan inti besi adalah kerusakan fungsinya generator menjadi motor akibat daya
serius yang perbaikannya dilakukan secara total. balik (reverse power).
Gangguan jenis ini meskipun kecil harus segera Daya balik terjadi disebabkan oleh turunnya
diproteksi. daya masukan dari penggerak utama (prime
mover). Dampak kerusakan akibat peristiwa
4. Rotor hubung tanah (field ground). motoring adalah lebih kepada penggerak utama
Pada rotor generator yang belitannya tidak itu sendiri.
dihubungkan ketanah (ungrounded system), bila 2. Pemanasan lebih setempat.
salah satu sisi terhubung ketanah belum Pemanasan lebih setempat pada sebagian
stator dapat dimungkinkan oleh : 4. Arus beban kumparan yang tidak seimbang
a. kerusakan laminasi (unbalance armature current).
b. kendornya bagian-bagian tertentu didalam Pembebanan yang tidak seimbang pada
generator seperti: pasak-pasak stator (stator sistem atau adanya gangguan satu fasa dan dua
wedges), terminal ujung-ujung belitan, dsb. fasa pada sistem yang menyebabkan beban
3. Kesalahan paralel. generator tidak seimbang dan menimbulkan arus
Kesalahan dalam memparalel generator urutan negatif. Arus urutan negatif yang
karena syarat-syarat sinkron tidak terpenuhi melebihi akan menginduksikan arus medan yang
dapat mengakibatkan kerusakan pada bagian berfrekuensi rangkap dengan arah berlawanan
poros dan kopling generator dan penggerak dengan putaran rotor dan akan menginduksikan
utamanya karena terjadinya momen puntir. arus pada rotor yang akan menyebabkan adanya
Kemungkinan kerusakan lain yang timbul pemanasan lebih dan kerusakan pada bagian-
kerusakan PMT dan kerusakan pada kumparan bagian konstruksi rotor.
stator akibat adanya kenaikan tegangan sesaat.
III. SISTEM PROTEKSI GENERATOR
C. Gangguan sistem (system fault) PLTU PACITAN
Generator dapat terganggu akibat adanya
gangguan yang datang atau terjadi pada sistem. Sistem Proteksi pada PLTU Pacitan
Gangguan-gangguan sistem yang umumnya mempunyai sub-sub sistem proteksi yaitu sistem
terjadi antara lain: proteksi turbin, sistem proteksi motor dan sistem
1. Frekuensi operasi yang tidak normal proteksi listrik. Sistem proteksi listrik sendiri
(abnormal frequency operation) melindungi 2 komponen utama yaitu generator
Perubahan frekuensi keluar dari batas-batas dan transformator. Sistem proteksi pada
normal di sistem dapat berakibat ketidakstabilan generator pembangkit menggunakan sistem
pada turbingenerator.Perubahan frekuensi sistem digital dengan nama produk RCS-985.
dapat dimungkinkan oleh tripnya unit-unit
pembangkit atau penghantar (transmisi). Berikut diagram blok sistem proteksi generator
turbin gas RCS-985
2. Lepas sinkron (loss of synchron).
Adanya gangguan di sistem akibat perubahan
beban mendadak, switching, hubung singkat dan
peristiwa yang cukup besar akan menimbulkan
ketidakstabilan sistem. Apabila peristiwa
inicukup lama dan melampaui batas-batas
ketidakstabilan generator, generator akan
kehilangan kondisi paralel.
Keadaan ini akan menghasilkan arus puncak
yang tinggi dan penyimpangan frekuensi operasi
keluar dan yang seharusnya sehingga akan
menyebabkan terjadinya stress pada belitan
generator, gaya puntir yang berfluktuasi dan
resonansi yang akan merusak turbin generator.
Pada kondisi ini generator harus dilepas dari
sistem.

3. Pengaman cadangan (back up protection)


Gambar 3.1 Diagram blok sistem proteksi generator
Kegagalan fungsi proteksi didepan generator RCS-985
pada saat terjadi gangguan di sistem akan
Pada gambar 3.1, terlihat bagian-bagian
dari sistem proteksi generator PLTU Pacitan.
Komponen-komponen dari RCS-985 sendiri 5. High sensitive transverse 87G
ditandai oleh garis merah. differential protection
6. Longitudinal zero sequence 59N/60
overvoltage protection for
Analog Input turn-to-turn fault
Bagian ini berfungsi untuk menerima variabel- 7. DPFC directional protection 7/67
variabel ukur analog lalu merubahnya ke bentuk for turn-to-turn fault
digital untuk diproses lebih lanjut di CPU. 8. Two stages phase-to-phase 21G
impedance protection
9. Voltage controlled overcurrent 51V
CPU protection
Semua proteksi yang tersedia dan fungsi-fungsi 10. Terminal high-current
logika disimpan sebagai modul library software blocking function
didalam CPU 11. Fundamental zero sequence 64G1
overvoltage protection for
MON Modul stator earth fault
12. Third harmonic protection for 27/59TN,
Berfungsi sebagai fault detector and fault stator earth fault 64G2
recorder. 13. Two stages of one-point-earth 64R
fault protection of rotor
Modul Sinyal 14. Rotor two-point earth fault 64R
protection (Optional)
Modul sinyal terdiri dari lima modul yang yaitu, 15. Definite and inverse time 49S
SIG1 , SIG2 , SIG3 dan SIG4 yang berfungsi stator thermal overload
memproses Output biner perintah trip, sinyal protection
output trip dan status input biner. 16. Definite and inverse time 46/50,
negative sequence overload 46/51,
Modul DC protection of rotor 49R
17. Loss-of-excitation protection 40
Power supply terletak di modul DC . 18. Out-of-step protection 68/78
mengkonversi DC 250/220/125/110 V ke DC 19. Two stages phase-to-phase 59G
yang berbeda tingkat tegangan yang dibutuhkan overvoltage protection
oleh berbagai modul peralatan. 20. Accidental energization 50/27
protection
Output kontak trip (rly) 21. Pole disagreement function 92PD
22. Voltage balance function 60
Sebagai interlock untuk pengaman-pengaman
23. Voltage transformer 47,60G
atau breaker pada komponen sistem tenaga. supervision
24. Current transformer 50/74
3.1 Fungsi-Fungsi Proteksi Yang Digunakan. supervision
Beberapa fungsi proteksi tersedia pada
software yang secara permanen tersimpan dalam
sistem. Fungsi-fungsi proteksi yang digunakan
pada generator disajikan dalam tabel 4.1
Tabel 3.1 Fungsi-fungsi proteksi pada generator
No. Fungsi Proteksi Kode
IEEE
1. Current differential protection 87G
2. Unrestrained instantaneous 87UG
differential protection
3. DPFC current differential 87G
protection
4. Spilt-phase transverse 87G
differential protection
Berikut adalah diagram kerja dari RCS-985 dibandingkan dengan unit CPU dengan setting
yang telah dibuat pada fungsi proteksi.

Untuk mendapat inputtan biner CPU


mengirim sinyal tsb ke Modul Sinyal. Di dalam
Modul Sinyal terdapat Output biner perintah
trip, sinyal output trip dan status input biner.
Semua proses perintah biner terproses di modul
ini. Jika sebuah fungsi proteksi terpilih maka
sinyal dari fungsi tersebut atau perintah trip
dikirim ke unit binary output juga ke unit
Input/Tripping.

Binary input yang di dapat dari


serangkaian pemrosesan di Modul Sinyal lalu
dikirim ke unit CP dan Modul MON. Di dalam
CPU dan Modul MON sinyal tersebut dapat
diartikan menjadi bermacam-macam fungsi
proteksi misal kombinasi logika ( interlocking
dan blocking ).
(a)
Modul CPU melakukan fungsi algoritma
proteksi, logika tripping . Modul MON
melakukan fault detector and fault recorder.
Kedua modul tersebut bekerja menggunakan
logika And. Apabila fault detector MON
berlogik 1 maka saklar akan menutup, lalu
menghubungkan kutub positif power supply dari
output relay, sumber DC tripping relay pun
disalurkan. Dan disisi lain fungsi gerbang G1
adalah untuk menerima perintah tripping yang
dikirim dari modul CPU apabila perintah
tripping yang dikirim dari modul CPU ke Gate1
berlogik 1, maka transistor akan diaktifkan
(b) (disini transistor berguna sebagai saklar), dan
relay trip akan menutup lalu breaker pun trip.
Gambar 3.2 (a) Prinsip kerja proteksi
Interface kondisi operasi untuk indikator
(b) Prinsip kerja saklar gangguan dapat dilihat pada panel RCS-985,
Gambar 3.3 menunjukan tampilan lampu LED
Bagian primer sistem CT dan PT
pada panel RCS-985
terhubung langsung ke unit transformer input.
Sinyal-sinyal dari variabel input ukur CT dan PT Bagian bagian panel :
diturunkan ke level yang sesuai untuk
pemrosesan oleh rangkaian elektronika dan 1. LCD.
dikirim via sistem kabel ke unit analog input lalu
merubahnya ke bentuk digital dan mengirim ke 2. Indikator LED.
sistem CPU dan MON Modul.
3. 9 tombol key yang terdiri dari 4 tombol panah
Variabel ukur digital yang didapat dari ( , , dan ), tombol plus ( + ), tombol
bagian primer sistem secara kontinyu ( - ), kunci escape ( ESC ) untuk mensetting
relay.
relay sebagai interlock untuk pengaman-
pengaman atau breaker pada PLTU Pacitan.

4.2 Saran

1. Untuk menghindari masalah-masalah


kerusakan sistem proteksi dan menjaga
keandalan dari fungsi sistem proteksi maka
seharusnya dilakukan pemeliharaan secara
berkala terhadap semua komponen dari sistem
proteksi.
Gambar 3.3 Panel RCS-985
2. Karna menggunakan software dalam
Healthy ( Hijau ) menunjukkan bahwa relay pengoperasiaannya, sebaiknya harus lebih teliti
adalah dalam rangka kerja yang benar, dan harus dan cermat dalam pengoperasiannya. Lalu
pada setiap saat. Indikator ini akan padam ketika pemeriksaan komponen hardware juga harus di
beberapa kesalahan internal dalam perangkat lakukan secara berkala untuk memperoleh
keras atau perangkat lunak telah terdeteksi oleh kinerja alat yang maksimal nantinya.
self-diagnosing facilities, seperti kesalahan
pengaturan, kegagalan power supply, kegagalan DAFTAR PUSTAKA
sirkuit dan sebagainya. [1] Christian Mamesah, Proteksi Sistem Tenaga
Listrik 1, Electrical Department TEDC
" VT Alarm " ( Yellow ) menunjukkan bahwa Bandung, 1998.
relay telah menemukan kegagalan sirkuit VT [2] Materi Pelatihan Pemeliharaan Proteksi
Pembangkit PT PLN (PERSERO)
" CT Alarm " ( Yellow ) menunjukkan bahwa UDIKLAT, Semarang
relay telah menemukan kegagalan sirkuit CT [3] Modul Pembelajaran Proteksi Sistem Tenaga
Listrik Depdiknas 2003
" Alarm " ( Yellow ) menunjukkan bahwa relay [4] Materi Pelatihan O&M Relai Proteksi
sudah mengeluarkan alarm. Jaringan PT PLN Persero P3B

( RED ) menunjukkan bahwa relay telah


mengeluarkan sinyal pengaktifannya.

IV. PENUTUP
4.1 Kesimpulan
1. Dengan berbasis sebuah mikroprosesor
Motorola MC68332, dalam pengidentifikasian
dan penanganan kegagalan/kesalahan RCS-985
bisa lebih cepat dan tepat.

2. Detektor kesalahan yang dikalkulasi dalam


MON modul dan elemen operasi yang dihitung
dalam CPU modul menggunakan data sampel
yang mereka miliki, sehingga peralatan tidak
akan beroperasi dengan kesalahan karena salah
satu kegagalan data modul.

3. RCS-985 merupakan sistem proteksi yang


terintegrasi yang memiliki sistem peringatan
adanya gangguan berupa nyala lampu LED pada
panelnya. RCS-985 juga dilengkapi lock-out
BIODATA
Satrio Wibowo

Dilahirkan di Pemalang
pada tanggal 12 Maret
1993. Riwayat pendidikan:
SD Negeri 3 Banjaran
Pemalang, SMP Negeri 2
Pemalang, SMA Negeri 1
Pemalang, dan sekarang
sedang melanjutkan studi S-
1 di Jurusan Teknik Elektro Universitas
Diponegoro, Semarang.

Semarang, Desember 2013

Mengetahui,

Dosen Pembimbing

Ir. Yuningtyastuti, MT.

NIP. 195209261983032001

Anda mungkin juga menyukai