Anda di halaman 1dari 14

LO

1. Struktur dan fungsi sitem kardiovaskular


Sistem kardiovaskular terdiri dari 2 sistem, yaitu sistem kardio (jantung) dan vascular
(peredaran darah). Jantung merupakan organ utama dalam sistem kardiovaskular.

a. Struktur Jantung
Jantung terdiri atas empat ruang yaitu atrium dextra (serambi kanan), atrium
sinistra (kiri), ventrikel dextra (bilik kanan), dan ventrikel sinistra.
Atrium adalah ruangan sebelah atas jantung dan berdinding tipis, sedangkan
ventrikel adalah ruangan sebelah bawah jantung dan mempunyai dinding lebih tebal
karena harus memompa darah ke seluruh tubuh. Berikut ini fungsi masing-masing
ruang yang ada pada jantung:
Serambi (atrium) kanan berfungsi sebagai penampung darah rendah oksigen
(O2) dari seluruh tubuh.
Serambi (atrium) kiri berfungsi menerima darah yang kaya oksigen dari paru-
paru dan mengalirkan darah tersebut ke paru-paru.
Bilik (ventrikel) kanan berfungsi menerima darah dari atrium kanan dan
memompakannya ke paru-paru.
Bilik (ventrikel) kiri berfungsi untuk memompakan darah yang kaya oksigen
(O2) keseluruh tubuh.

Pada masing-masing bagian jantung, atrium dan ventrikel dipisahkan oleh suatu
sekat/septum. Kedua atrium dipisahkan oleh suatu sekat antar atrium (septum
interatriorum), sementara kedua ventrikel dipisahkan oleh sekat antar ventrikel
(septum inter ventrikulorum). Jantung terdiri dari empat katup, yaitu katup tricuspid
(antara atrium kanan dan ventrikel kanan), katup mitral (antara atrium kiri dan
ventrikel kiri), katup aorta (terletak antara ventrikel kiri dan aorta) dan katup
pulmonal (pada arteri pulmonalis dan ventrikel kanan).

Posisi jantung terletak diantara kedua paru (pulmo) dan berada ditengah rongga
dada (thoraks).

b. Lapisan Jantung
Jantung memiliki tiga lapisan dan masing-masing lapisan memiliki fungsi
yang berbeda, diantaranya yaitu:

1. Perikardium, merupakan selaput-selaput yang mengitari jantung yang terdiri atas


dua lapisan, yaitu:
Perikardium parietalis (lapisan luar yang melekat pada tulang dada dan
selaput paru).
Perikardium visceralis (lapisan permukaan dari jantung yang disebut
epikardium).
2. Miokardium, merupakan lapisan tengah (lapisan inti) dari jantung dan paling
tebal serta terdiri dari otot-otot jantung. Fungsinya ialah kontraksi jantung;

3. Endokardium, merupakan lapisan terluar yang terdiri dari jaringan endotel.

c. Fungsi Jantung
Fungsi utama jantung adalah menyediakan oksigen (O2) ke seluruh tubuh dan
membersihkan tubuh dari hasil metabolisme berupa karbondioksida (CO2). Jantung
melaksanakan fungsi tersebut dengan mengumpulkan darah yang kekurangan oksigen
dari seluruh tubuh dan memompanya ke dalam paru-paru, dimana darah akan
mengambil oksigen dan membuang karbondioksida (disebut sirkulasi pulmonal).
Kemudian jantung mengumpulkan darah yang kaya oksigen dari paru-paru dan
memompanya ke jaringan di seluruh tubuh (disebut sirkulasi sistemik).
Pada saat berdenyut, setiap ruang jantung melakukan relaksasi dan pengisian
darah pada jantung (periode diastol). Sebaliknya jantung berkontraksi untuk
mengosongkan isinya (disebut periode sistol). Kedua serambi (atrium) mengendur
dan berkontraksi secara bersamaan, dan kedua bilik (ventrikel) juga mengendur
dan berkontraksi secara bersamaan pula untuk melakukan mekanisme tersebut.

2. Struktur dan Fungsi Sistem Respirasi

Organ Struktur Fungsi


Dilapisi dengan kapiler; menghangatkan
udara sampai 37 C- mengeluarkan lendir; Menghangatkan, melembabkan dan
Rongga hidung melembabkan dan menyaring udara menyaring udara yang masuk ke sistem
Dilapisi dengan silia; menyaring kotoran di pernapasan
udara
Jalur yang menghubungkan rongga hidu
Faring
ke trakea
Mencegah makanan tidak memasuki trak
Epiglotis Flap kecil dari jaringan ikat saat menelan mencegah udara masuk
lambung saat bernapas di
Terdiri dari tulang rawan mengandung Untuk menghasilkan suara untuk
Laring
pita suara; dua lipatan sangat elastis komunikasi
Tabung hampa dikelilingi oleh tulang rawan Memungkinkan udara untuk melewati d
yang kuat, fleksibel berbentuk C dilapisi faring ke dalam paru-paru cincin tulang
Trakea
dengan silia rawan mencegah trakea tidak runtuh dan
Dilapisi dengan sel yang mensekresi lendir menyediakannya dengan dukungan
Paru-paru Terdiri dari bronkus, bronkiolus dan alveoli Organ utama dari sistem pernapasan
Cabang dari trakea tabung berongga
dikelilingi oleh cincin tulang rawan
Bronkus Untuk membawa udara ke paru-paru
Dilapisi dengan silia dan sel mensekresi
lendir
Cabang dari bronkus bronkiolus besar Untuk mengurangi ukuran dan membaw
Bronkiolus
mengeluarkan lendir dan dilapisi dengan silia udara ke alveoli
kumpulan kantung udara kecil berongga;
ujung bronkiolus terkecil dikelilingi oleh
Alveoli jaringan luas kapiler Adalah situs pertukaran gas
Struktur yang sangat kecil dengan luas
permukaan yang sangat tinggi

3. Struktur dan Fungsi Sistem Urogenital


Sistem urogenital terdiri atas 2 sistem yaitu sistem urinaria (perkemihan) dan sistem
genital (sistem reproduksi).

Sistem perkemihan atau urinari merupakan suatu sistem tempat terjadinya proses
penyaringan darah sehingga darah bebas dari zat-zat yang tidak dipergunakan oleh
tubuh dan menyerap zat-zat yang masih dipergunakan oleh tubuh. Zat-zat yang tidak
dipergunakan oleh tubuh larut dalam air dan dikeluarkan berupa urin (air kemih).

A. Organ Penyusun sistem Urinari


1. Ginjal/Renal
- Bentuknya seperti kacang merah
- Berjumlah sepasang dan terletak di daerah pinggang
Letak ginjal sebelah kiri lebih tinggi dari ginjal sebelah kanan, karena di atas
ginjal sebelah kanan terdapat hati yang berukuran besar.
Bagian-bagian ginjal:
a. Korteks (kulit ginjal), pada bagian korteks terdapat jutaan yang
disebut nefron. Setiap nefron terdiridari badan malphigi. Badan
malphigi tersusun atas glomerulus yang diselubungi kapsula Bowman
dan tubulus (saluran) yang terdiri dari tubulus kontortus proksimal,
tubulus kontortus distal, dan tubulus kolektivus.
b. Medula (sumsum ginjal), terdiri atas beberapa badan berbentuk
kerucut (piramida). Di sini terdapat lengkung henle yang
menghubungkan tubulus kontortus proksimal dan tubulus kontortus
distal.
c. Rongga ginjal (pelvis), merupakan tempat bermuaranya tubulus yaitu
tempat penampungan urin sementara yang akan dialirkan menuju
kandung kemih melalui ureter dan dikeluarkan dari tubuh melalui
uretra.
2. Ureter
-Ureter merupakan saluran terbentang dari ginjal sampai vesica urinaria.
-Fungsi ureter menyalurkan urine ke vesica urinaria.
3. Kandung Kemih (Vesika Urinaria)
- Vesica urinaria merupakan kantong berotot yang dapat mengempis
- Terletak dibelakang simfisis pubis.
- Fungsi vesica urinaria: 1) Sebagai tempat penyimpanan urine, dan 2)
mendorong urine keluar dari tubuh

4. Uretra
Pria : terbentang dari collum vesica urinaria sampai orificium urethra externum
pada glans penis.
Wanita: terbentang dari collum vesica urinaria sampai vestibulum.

o Proses Pembentukan Urin


a. Filtrasi
Merupakan proses penyaringan darah yang dibantu oleh sel-sel endothelium yang
terjadi di dalam glomerulus. Hasil proses infiltrasi ini berupa urine primer (filtrate
glomerulus) yang komposisinya asam amino, glukosa, natrium, kalium, ion-ion,
dan garam-garam lainnya.
b. Reabsorpsi
Merupakan proses penyerapan yang terjadi di dalam pembuluh (tubulus)
proksimal. Proses ini terjadi setelah urine primer hasil proses infiltrasi mengalir
dalam pembuluh (tubulus) proksimal. Bahan-bahan yang diserap dalam proses
reabsorpsi ini adalah bahan-bahan yang masih berguna, antara lain glukosa, asam
amino, dan sejumlah besar ion-ion anorganik. Hasil proses reabsorpsi adalah
urine sekunder yang memiliki komposisi zat-zat penyusun yang sangat berbeda
dengan urine primer.
c. Augmentasi
Proses augmentasi terjadi di tubulus kontortus distal. Di dalam saluran ini terjadi
proses penambahan zat-zat sisa yang tidak bermanfaat bagi tubuh (sudah urine
sesungguhnya). Urin sesungguhnya mengandung urea, asam urine, amonia, dan
sisa-sisa pembongkaran protein. Selain itu, mengandung zat-zat yang berlebihan
dalam darah, seperti vitamin C, obat-obatan, dan hormon serta garam-garam.
Kemudian, urine yang sesungguhnya masuk ke kandung kemih (vesika urinaria)
melalui ureter. Selanjutnya, urine tersebut akan dikeluarkan dari tubuh melalui
uretra.

Organ Reproduksi Wanita


Terdiri dari organ reproduksi dalam dan organ reproduksi luar.
o Organ reproduksi dalam
Organ reproduksi dalam wanita terdiri dari ovarium dan saluran reproduksi
(saluran kelamin).
a. Ovarium
-Ovarium (indung telur) berjumlah sepasang,
- Berbentuk oval
- Ovarium berada di dalam rongga badan, di daerah pinggang.
- Umumnya setiap ovarium menghasilkan ovum setiap 28 hari.
- Fungsi ovarium yakni menghasilkan ovum (sel telur) serta hormon estrogen
dan progesteron.
Hormon estrogen berfungsi memperngaruhi timbulnya tanda-tanda kelamin
sekunder pada wanita, yaitu kulit semakin halus, tumbuhnya payudara dan
pinggul membesar. Seorang wanita mampu meproduksi sel telur setelah masa
puber samapi dewasa, yaitu sekitar umur 12 sampai 50 tahun. Setelah 50 tahun
wanita tidak produktif lagi yang ditandai dengan tidak mengalami menstruasi
lagi, msa tersebut dinamakan menopause.

b. Saluran reproduksi
Saluran reproduksi (saluran kelamin) terdiri dari oviduk, uterus dan vagina.
1. Oviduk
Oviduk (tuba falopii) atau saluran telur berjumlah sepasang (di kanan
dan kiri ovarium) dengan panjang sekitar 10 cm. Bagian pangkal
oviduk berbentuk corong yang disebut infundibulum. Pada
infundibulum terdapat jumbai-jumbai (fimbrae). Fimbrae berfungsi
menangkap ovum yang dilepaskan oleh ovarium. Ovum yang
ditangkap oleh infundibulum 1) akan masuk ke oviduk. Oviduk
berfungsi sebagai tempat terjadinya fertilisasi.
2. Uterus
Uterus (kantung peranakan) atau rahim merupakan rongga pertemuan
oviduk kanan dan kiri yang berbentuk seperti buah pir dan bagian
bawahnya mengecil yang disebut serviks (leher rahim). Uterus
manusia berfungsi sebagai tempat perkembangan zigot apabila
terjadi fertilisasi. Uterus terdiri dari dinding berupa lapisan jaringan
yang tersusun dari beberapa lapis otot polos dan lapisan
endometrium. Lapisan endometrium (dinding rahim) tersusun dari
sel-sel epitel dan membatasi uterus. Lapisan endometrium
menghasilkan banyak lendir dan pembuluh darah. Lapisan
endometrium akan menebal pada saat ovulasi (pelepasan ovum dari
ovarium) dan akan meluruh pada saat menstruasi.
3. Vagina
Vagina merupakan saluran akhir dari saluran reproduksi bagian
dalam pada wanita. Vagina bermuara pada vulva. Vagina memiliki
dinding yang berlipat-lipat dengan bagian terluar berupa selaput
berlendir, bagian tengah berupa lapisan otot dan bagian terdalam
berupa jaringan ikat berserat. Selaput berlendir (membran mukosa)
menghasilkan lendir pada saat terjadi rangsangan seksual. Lendir
tersebut dihasilkan oleh kelenjar Bartholin. Jaringan otot dan
jaringan ikat berserat bersifat elastis yang berperan untuk melebarkan
uterus saat janin akan dilahirkan dan akan kembali ke kondisi semula
setelah janin dikeluarkan.

c. Organ reproduksi luar


Organ reproduksi luar pada wanita berupa vulva. Vulva merupakan celah
paling luar dari organ kelamin wanita. Vulva terdiri dari mons pubis. Mons
pubis (mons veneris) merupakan daerah atas dan terluar dari vulva yang
banyak menandung jaringan lemak. Pada masa pubertas daerah ini mulai
ditumbuhi oleh rambut. Di bawah mons pubis terdapat lipatan labium mayor
(bibir besar) yang berjumlah sepasang. Di dalam labium mayor terdapat
lipatan labium minor (bibir kecil) yang juga berjumlah sepasang. Labium
mayor dan labium minor berfungsi untuk melindungi vagina. Gabungan
labium mayor dan labium minor pada bagian atas labium membentuk tonjolan
kecil yang disebut klitoris (klentit).
Klitoris merupakan organ erektil yang dapat disamakan dengan penis pada
pria. Meskipun klitoris secara struktural tidak sama persis dengan penis,
namun klitoris juga mengandung korpus kavernosa. Pada klitoris terdapat
banyak pembuluh darah dan ujung-ujung saraf perasa.
Pada vulva bermuara dua saluran, yaitu saluran uretra (saluran kencing) dan
saluran kelamin (vagina). Pada daerah dekat saluran ujung vagina terdapat
himen atau selaput dara. Himen merupakan selaput mukosa yang banyak
mengandung pembuluh darah.

Organ reproduksi pada Pria


Alat reproduksi pada laki-laki terdiri atas sepasang testis, saluran-saluran kelamin,
kelenjar-kelenjar tambahan, dan penis.
1. Testis (buah zakar)
- Jumlahnya sepasang,
- Terdapat dalam kantung yang disebut skrotum
- Terletak di luar dan di bawah rongga pelvis.

Testis berfungsi menghasilkan hormone testosterone dan sel kelamin jantan


(sperma). Hormon testosterone berfungsi untuk menimbulkan tanda-tsnda kelamin
sekunder pada pria, diantaranya tumbunya kumis, suar mmebmbeasar, dada
beratmab hbidang.

2. Skrotum
Skrotum (kantung pelir) merupakan kantung yang di dalamnya berisi testis.
Skrotum berjumlah sepasang, yaitu skrotum kanan dan skrotum kiri.

Saluran kelamin terdiri atas


1. Vasa eferentia merupakan bagian yang berfungsi menampung sperma untuk
disalurkan ke epididimis berjumlah antara 10-20 buah.
2. Epididimismerupakan tempat pematangan dan penyimpanan sperma.
Epididimis merupakan saluran yang berkelok-kelok yang terdapat dalam
skrotum. Panjang epididimis sekitar 600 cm. Saluran ini berawal dari puncak
testis (kepala epididimis) dan berjalan berliku-liku, kemudian berakhir pada
ekor epididimis yang kemudian menjadi vas deferens.
3. Vas deferens merupakan saluran lurus dengan panjang sekitar 40 cm. Saluran
ini berfungsi untuk menghubungkan epididimis dengan uretra pada penis. Di
bagian ujung saluran ini terdapat saluran ejakulasi.
Kelenjar tambahan meliputi
1. Vesika seminalis merupakan kantong semen (mani) yang dindingnya
menyekresi cairan lendir yang banyak mengandung fruktosa, sedikit asam
askorbat, dan asam amino. Bahan-bahan kimia tersebut berfungsi untuk
memberi makan dan melindungi sperma sebelum membuahi ovum. Semen
adalah cairan yang terdiri atas sperma dan cairan yang dihasilkan oleh
berbagai kelenjar tambahan
2. Kelenjar frostat merupakan kelenjar berbentuk bulat yang mengelilingi bagian
pangkal saluran uretra. Kelenjar ini menghasilkan cairan yang bersifat basa
dan berwarna putih seperti susu. Cairan tersebut berfungsi untuk menetralkan
sifat asam pada vasa eferentia dan cairan yang ada di dalam vagina sehingga
sprema dapat bergerak aktif.
3. Kelenjar cowperi (bulbouretralis), yaiitu kelenjar berukuran sebesar butir
kacang yang terletak di bagian proksimal (pangkal) uretra. Kelenjar ini
menghasilkan cairan mukosa yang berfungsi sebagai pelicin.
4. Penis merupakan alat kelamin luar laki-laki yang befungsi untuk memasukkan
sperma ke dalam tubuh perempuan.

Sistem reproduksi pada laki-laki berhubungan erat dengan sistem ekskresi


(pengeluaran), khususnya sistem urinaria. Uretra merupakan saluran yang
berfungsi untuk mengeluarkan urine sekaligus sperma. Testis memproduksi
jutaan setiap hari, sejak masa pubertas sampai seorang laki-laki meninggal
dunia. Jika tidak dikeluarkan, sel-sel sperma akan mati dan diserap kembali.

4. Struktur dan Fungsi Sistem Hematolimfoid


1. Sistem Limfoid adalah sel-sel sistem imun ditemukan dalam jaringan dan
organ.Organ Limfoid primer atau sentral diperlukan untuk pematangan,
diferensiasi dan proliferasi sel T dan B sehingga menjadi limfosit yang mengenal
antigen.Ada 2 organ yaitu kelenjar timus danBursa Fabricius (sumsum tulang).

Organ Limfoid sekunder untuk menangkap dan mempresentasikan antigen dengan


efektif, proliferasi dan diferensiasi limfosit yang disensitasi oleh antigen spesifik,
dan produksi utama antibody. Organ utama adalah MALT yang meliputi jaringan
limfoid ekstranodul yang berhubungan dengan mukosa diberbagai lokasi seperti
SALT (kulit), BALT (bronkus), GALT (saluran cerna, mukosa hidung, mamae dan
serviks uterus)

Organ Limfoid Primer


Organ yang terlibat dalam sintesis/ produksi sel imun, yaitu kelenjar timus dan
susmsum tulang.Jaringan limfoid primer berfungsi sebagai tempat diferensiasi
limfosit yang berasal dari jaringan myeloid. Terdapat dua jaringan limfoid primer ,
yaitu kelenjarthymus yang merupakan diferensiasi limfosit T dan sumsum tulang
yang merupakan diferensiasi limfosit B. Pada aves, limfosit B berdiferensiasi
dalam bursa fabricius. Jaringan limfoid primer mengandung banyak sel-sel
limfoid diantara sedikit sel makrofag dalam anyaman sel stelat yang berfungsi
sebagai stroma dan jarang ditemukan serabut retikuler.
Thymus merupakan organ yang terletak dalam mediastinum di depan
pembuluh-pembuluh darah besar yang meninggalkan jantung, yang termasuk
dalam organ limfoid primer. Thymus merupakan satu-satunya organ limfoid
primer pada mamalia yang tampak dan merupakan jaringan limfoid pertama
pada embrio sesudah mendapat sel induk dari saccus vitellinus. Limfosit
yang terbentuk mengalami proliferasi tetapi sebagian akan mengalami
kematian, yang hidup akan masuk ke dalam peredaran darah sampai ke organ
limfoid sekunder dan mengalami diferensiasi menjadi limfosit T. Limfosit ini
akan mampu mengadakan reaksi imunologis humoral. Thymus mengalami
involusi secara fisiologis dengan perlahan-lahan. Cortex menipis, produksi
limfosit menurun sedang parenkim mengkerut diganti oleh jaringan lemak
yang berasal dari jaringan pengikat interlobuler.
Sumsum Tulangterdapat pada sternum, vertebra, tulang iliaka, dan tulang
iga. Sel stem hematopoetik akan membentuk sel-sel darah. Proliferasi dan
diferensiasi dirangsang sitokin. Terdapat juga sel lemak, fibroblas dan sel
plasma. Sel stem hematopoetik akan menjadi progenitor limfoid yang
kemudian mejadi prolimfosit B dan menjadi prelimfosit B yang
selanjutnyamenjadi limfosit B dengan imunoglobulin D dan imunoglobulin
M (B Cell Receptor) yang kemudian mengalami seleksi negatif sehingga
menjadi sel B naive yang kemudiankeluar dan mengikuti aliran darah menuju
ke organ limfoid sekunder. Sel stemhematopoetik menjadi progenitor limfoid
juga berubah menjadi prolimfosit T danselanjutnya menjadi prelimfosit T
yang akhirnya menuju timus.
source img : slideshare.ner

Organ Limfoid Sekunder


Organ yang berfungsi sebagai tempat berlangsungnya proses-proses reaksi imun.
Misalnya : , MALT (Mucosa Assosiated Lymphoid Tissue). Jaringan limfoid sekunder
berfungsi sebagai tempat menampung sel-sel limfosit yang telah mengalami
diferensiasi dalam jaringan sentral menjadi sel-sel yang imunokompeten yang
berfungsi sebagai komponen imunitas tubuh. Dalam jaringan limfoid sekunder,
sebagai stroma terdapat sel retikuler yang berasal dari mesenkim dengan banyak
serabut-serabut retikuler. Jaringan limfoid yang terdapat dalam tubuh sebagian besar
tergolong dalam jaringan ini, contohnya limfa,tonsil, limfonodus.
1. Limfa merupakan organ limfoid yang terletak di cavum abdominal di sebelah kiri
atas di bawah diafragma dan sebagian besar dibungkus oleh peritoneum. Lien
merupakan organ penyaring yang kompleks yaitu dengan membersihkan darah
terhadap bahan-bahan asing dan sel-sel mati disamping sebagai pertahanan
imunologis terhadap antigen. Lien berfungsi pula untuk degradasi hemoglobin,
metabolisme Fe, tempat persediaan trombosit, dan tempat limfosit T dan B. Pada
beberapa binatang, lien berfungsi pula untuk pembentukan eritrosit, granulosit
dan trombosit.
2. Tonsil disebut juga amandel. Tonsil terletak di bagian kiri dan kanan pangkal
tenggorokan. Tonsil mensekresikan kelenjar yang banyak mengandung limfosit,
sehingga tonsil dapat berfungsi untuk membunuh bibit penyakit dan melawan
infeksi pada saluran pernapasan bagian atas dan faring. Lubang penghubung
antara cavum oris dan pharynx disebut faucia. Di daerah ini membran mukosa
tractus digestivus banyak mengandung kumpulan jaringan limfoid dan terdapat
infiltrasi kecil-kecil diseluruh bagian di daerah tersebut. Selain itu diyemukan
juga organ limfoid dengan batas-batas nyata.
3. LimfonodusNodus limfa terbagi menjadi ruangan yang lebih kecil yang disebut
nodulus. Nodulus terbagi menjadi ruangan yang lebih kecil lagi yang disebut
sinus. Di dalam sinus terdapat limfosit dan makrofag. Fungsi nodus limfa adalah
untuk menyaring mikroorganisme yang ada di dalam limfa. Nodus lymphaticus
merupakan organ kecil yang terletak berderet-deret sepanjang pembuluh limfe.
Jaringan parenkimnya merupakan kumpulan yang mampu mengenal antigen yang
masuk dan memberi reaksi imunologis secara spesifik. Organ ini berbentuk
seperti ginjal atau oval dengan ukuran 1-2,5 mm. Bagian yang melekuk ke dalam
disebut hillus, yang merupakan tempat keluar masuknya pembuluh darah.
Pembuluh limfe aferen masuk melalui permukaan konveks dan pembuluh limfe
eferen keluar melalui hillus. Nodus lymphaticus tersebar pada ekstrimitas, leher,
ruang retroperitoneal di pelvis dan abdomen dan daerah mediastinum.
4. Jaringan Limfoid Mukosal (MALT)terletak di tunika mukosa terutama lamina
propria, traktus digestivus, respiratorius dangenitourinarius. Terdiri dari sel T
terutama CD8, sel B dan APC. Pada traktus digestivusterdiri dari limfosit difus,
limfonoduli soliter dan berkelompok (tonsila, plaque Peyeri). Sedangkan pada
traktus respiratorius dan genitourinarius terdiri dari limfosit difus,limfonoduli
soliter. Sistem imun mukosa pada jaringan limfoid mukosa merupakankomponen
terbesar sistem limfoid melebihi lien dan limfonodus

Sistem Hematologi
Ada 3 tipe sel darah :
1. Sel darah merah (eritrosit)
2. Sel darah putih (leukosit)
3. Keping darah (trombosit)

Sel darah merah


Eritrosit ( erythro = merah, cyto = sel)
Tidak memiliki inti sel
Bentuk bikonkaf
Jumlah pada pria 5 juta/mm3, wanita 4,5 juta/mm3
Mengandung Hemoglobin (Hb), suatu molekul komplek dari protein dan molekul besi
(Fe)
Tiap molekul Hb dapat berikatan dengan 4 molekul Oksigen
Hb + O2 = warna merah cerah
Dibentuk dalam sumsum tulang
Tidak punya inti sel hidup tidak lama
Di peredaran 120 hari
Tiap detik 2 juta SDM mati dan diganti
Yang rusak / mati dibongkar di organ limpa / hati
Zat besi dipakai ulang

Sel darah putih


= leukosit (bahasa Inggris: white blood cell, WBC, leukocyte)
membantu tubuh melawan berbagai penyakit infeksi sebagai bagian dari sistem
kekebalan tubuh.
Sel darah putih tidak berwarna, memiliki inti, dapat bergerak secara amoebeid, dan
dapat menembus dinding kapiler / diapedesis.
Dalam keadaan normalnya terkandung 4109 hingga 11109 sel darah putih
Dalam setiap milimeter kubik darah terdapat 6000 sampai 10000(rata-rata 8000) sel
darah putih
Di dalam tubuh, leukosit tidak berasosiasi secara ketat
dengan organ atau jaringan tertentu, mereka bekerja secara independen
seperti organisme Sel tunggal. Leukosit mampu bergerak secara bebas dan
berinteraksi dan menangkap serpihan seluler, partikel asing, atau mikroorganisme
penyusup. Selain itu, leukosit tidak bisa membelah diri atau bereproduksi dengan cara
mereka sendiri, melainkan mereka adalah produk dari sel punca hematopoietic
pluripotent yang ada pada sumsumtulang.

Keping darah (trombosit)


Merupakan fragmen besar sel = megakariosit
Tidak berinti
Hidup pendek : 10 12 hari
Berperan dalam proses penghentian perdarahan

Tempat terjadinya hematopoesis


Sel pembentuk darah adalah hemositoblas yaitu sel batang myeloid yang terdapat di
sumsum tulang. Sel ini akan membentuk berbagai jenis leukosit, eritrosit,
megakariosit (pembentuk keping darah).
Eritrosit (sel darah merah) dihasilkan pertama kali di dalam kantong kuning telah saat
embrio pada minggu-minggu pertama.
Proses pembentukan eritrosit disebut eritropoisis.
Setelah beberapa bulan kemudian, eritrosit terbentuk di dalam hati, limfa, dan kelenjar
sumsum tulang.
Produksi eritrosit ini dirangsang oleh hormon eritropoietin.
Setelah dewasa eritrosit dibentuk di sumsum tulang membranosa.
Semakin bertambah usia seseorang, maka produktivitas sumsum tulang semakin
turun.
Fungsi Umum Darah
1. Transportasi
Mengambil oksigen/ zat pembakaran dari paru-paru untuk diedarkan keseluruh
jaringan tubuh.
Mengangkut karbon dioksida dari jaringan untuk dikeluarkan melalui paru-paru.
Mengambil zat-zat makanan dari usus halus untuk diedarkan dan dibagikan ke
seluruh jaringan/ alat tubuh.
Mengangkat / mengeluarkan zat-zat yang tidak berguna bagi tubuh untuk
dikeluarkan melalui ginjal dan kulit.
2. Termoregulasi (pengatur suhu tubuh)
3. Imunologi (mengandung antibodi tubuh)
4. Homeostatis (mengatur keseimbangan zat, pH regulator)

Fungsi sel darah merah


mengikat oksigen (O2) dari paruparu untuk diedarkan ke seluruh jaringan tubuh dan
mengikat karbon dioksida (CO2) dari jaringan tubuh untuk dikeluarkan melalui
paruparu.
Pengikatan oksigen dan karbon dioksida ini dikerjakan oleh hemoglobin yang telah
bersenyawa dengan oksigen yang disebut oksihemoglobin (Hb + oksigen 4 Hb-
oksigen) jadi oksigen diangkut dari seluruh tubuh sebagai oksihemoglobin yang
nantinya setelah tiba di jaringan akan dilepaskan: Hb-oksigen Hb + oksigen, dan
seterusnya.
Hb tadi akan bersenyawa dengan karbon dioksida dan disebut karbon dioksida
hemoglobin (Hb + karbon dioksida Hb-karbon dioksida) yang mana karbon dioksida
tersebut akan dikeluarkan di paru-paru.

Fungsi Sel Darah Putih


sebagai pertahanan tubuh yaitu membunuh dan memakan bibit penyakit / bakteri
yang masuk ke dalam jaringan RES (sistem retikuloendotel),
sebagai pengangkut yaitu mengangkut / membawa zat lemak dari dinding usus
melalui limpa terus ke pembuluh darah.

Fungsi Sel Pembeku / trombosit


Fungsinya memegang peranan penting dalam pembekuan darah.
Jika banyaknya kurang dari normal, maka kalau ada luka darah tidak lekas membeku
sehingga timbul perdarahan yang terus- menerus.
Trombosit > 300.000 disebut trombositosis. Trombosit < 200.000 disebut
trombositopenia.

Proses Pembekuan Darah


Trombosit yang menyentuh permukaan yang kasar akan pecah dan mengeluarkan enzim
Trombokinase (Tromboplastin). Prosesnya adalah sebagai berikut:
Plasma Darah
Sekitar 90 % plasma darah terdiri atas air.
Selebihnya adalah zat terlarut yang terdiri dari :
protein plasma (albumin, protrombin, fibrinogen, dan antibodi). Fibrinogen
yang ada dalam plasma darah merupakan bahan penting untuk pembekuan
darah jika terjadi luka.
garam mineral,
dan zat-zat yang diangkut darah (zat makanan, sisa metabolisme gas-gas, dan
hormon).

Golongan Darah dan Tipe Darah


Sebelum lahir, molekul protein yang ditentukan secara genetic disebut antigen muncul di
permukaan membran sel darah merah. Antigen ini, tipe A dan tipe B bereaksi dengan antibodi
pasangannya, yang mulai terlihat sekitar 2 sampai 8 bulan setelah lahir. Karena reaksi
antigen-antibodi menyebabkan aglutinasi (penggumpalan) sel darah merah, maka antigen
disebut aglutinogen dan antibodi pasangannya disebut agglutinin. Seseorang mungkin saja
tidak mewarisi tipe A, maupun B, atau hanya mewarisi salah satunya, atau bahkan keduanya
sekaligus.
Klasifikasi golongan darah ABO ditentukan berdasarkan ada tidaknya aglutinogen (antigen
tipe A dan tipe B) yang ditentukan pada permukaan eritrosit dan aglutinin (antibodi), anti-A
dan anti-B yang ditemukan dalam plasma darah.
Darah golongan A mengandung aglutinogen tipe A dan aglutinin anti-B
Darah golongan B mengandung aglutinogen tipe B dan aglutinin anti-A
Darah golongan AB mengandung aglutinogen tipe A dan tipe B, tetapi tidak
mengandung agglutinin anti-A dan anti-B
Darah golongan O tidak mengandung aglutinogen, tetapi mengandung aglutinin anti-
A dan anti-B

Konsep donor universal dan resipien universal


Donor universal. Darah golongan O tidak memiliki aglutinogen untuk diaglutinasi
sehingga dapat diberikan pada resipien manapun, asalkan volume transfusinya sedikit.
Golongan O disebut donor universal.
Resipien universal. Individudengan golongan darah AB tidak memiliki aglutinin
dalam plasmanya sehingga dapat menerima eritrosit donor apapun. Darah golongan
AB disebut resipien universal.
Sistem Rh adalah kelompok antigen lain yang diwariskan dalam tubuh manusia. Sistem ini
ditemukan dan diberi nama berdasarkan Rhesus monyet. Antigen RhD adalah antigen
terpenting dalam reaksi imunitas tubuh.
Jika faktor RhD ditemukan, individu yang memiliknya disebut Rh positif. Jika faktor
tersebut tidak ditemukan maka individunya disebut Rh negative. Individu dengan Rh
positif lebih banyak dibandingkan yang ber-Rh negative.s
Sistem ini berbeda dengan golongan ABO di mana individu ber-Rh negative tidak
memiliki aglutinin anti-Rh dalam plasmanya.
Jika seseorang dengan Rh negative diberikan darah ber-Rh positif maka agglutinin anti-Rh
akan diproduksi. Walaupun transfuse awal biasanya tidak membahayakan, pemberian darah
Rh positif selanjutnya akan mengakibatkan aglutinasi sel darah merah donor.

5. Struktur dan Fungsi Sistem Homeostasis


Homeostasis merujuk pada ketahanan atau mekanisme pengaturan lingkungan
kesetimbangan dinamis dalam (badan organisme) yang konstan. Homeostasis yang
terdapat dalam tubuh manusia dapat dikendalikan oleh suatu system endokrin dan
saraf otonom. Secara alamiah proses homeostasis dapat terjadi dalam tubuh manusia.
Homeostasis juga mengatur keseimbangan asam dan basa. Cairan tubuh diatur
agar suhunya selalu konstan 37C dengan cara mekanisme produksi dan pelepasan
panas. Contoh homeostasis yang ringkas ialah: apabila cuaca panas, sistem kulit akan
merespon dengan mengeluarkan peluh melalui kelenjar keringat pada epidermis kulit
untuk mencegah suhu darahnya meningkat, pembuluh darah akan mengembang untuk
mengeluarkan panas ke sekitarnya, hal ini juga menyebabkan kulit berwarna merah.
Apabila kadar glukosa dalam darah telah habis atau berkurang dari jumlah tertentu,
hati akan dirangsang oleh insulin untuk mengubah glikogen menjadi glukosa supaya
dapat digunakan sebagai tenaga untuk kontraksi otot.

a. Organ-organ yang terlibat dalam pengaturan homeostasis antara lain:


a. Hati
b. Ginjal
c. Kulit

b. Hormon-hormon yang terlibat dalam pengaturan homeostasis:


a. Hormon melatonin : warna/pigmen kulit melanin. Hormon ini dapat juga
mengatur rasa kantuk pada diri seseorang. Pada remaja hormon ini dihasilkan
lebih banyak bila dibandingkan dengan orang dewasa.
b. Hormon vasotocin (Mammalia) : mirip fungsinya dengan vasopresin dan
oksitosin.

Anda mungkin juga menyukai