Anda di halaman 1dari 5

3.

3 Intervensi

No Diagnosa Keperawatan Tujuan dan KH Intervensi Rasional


1 Gangguan Rasa Nyaman Setelah dilakukan tindakan 1. Observasi keluhan nyeri,
1. Dapat mengidentifikasi terjadinya
(Nyeri dan Gatal) keperawatan selama x24 jam perhatikan lokasi atau
komplikasi dan untuk intervensi
berhubungan dengan, diharapkan nyeri dan gatal karakter dan intensitas skala
selanjutnya.
respon peradangan berkurang dengan kriteria hasil : nyeri (0-10 )
2. Periksa daerah yang terlibat
,adanya eritema, edema, - Berkurangnya lecet akibat
3. Kendalikan factor factor 2. Deskripsi yang akurat tentang erupsi kulit
papul, vesikel, skuama garukan
iritan diperlukan untuk diagnosisi dan
- Klien tidur nyenyak tanpa
dan garukan berulang 4. Pertahankan kelembaban
pengobatan. Banyak kondisi kulit tampak
terganggu rasa gatal / nyeri
kira kira 60 % ; gunakan
- Klien mengungkapkan adanya serupa tetapi mempunyai etiologi yang
alat pelembab.
peningkatan rasa nyaman berbeda.
5. Gunakan tindakan
perawatan untuk 3. Rasa gatal diperburuk oleh panas, kimia,
kulit
meningkatkan kenyamanan dan fisik.

pasien. 4. Dengan kelembaban yang rendah, kulit


6. Lakukan kompres penyejuk
akan kehilangan air
dengan air suam suam
5. Penghisapan air yang bertahap dari kasa
kuku ataukompres dingin
kompres akan menyejukkan kulit dan
guna meredakan rasa gatal.
meredakan pruritus.
Kolaborasi :
6. Kulit yang kering dapat menimbulkan
7. Kolaborasi dengan dokter daerah dermatitis dengan kemerahan,

15
dalam pemberian obat anti gatal, deskuamasi dan pada bentuk yang
histamine dan salep kulit. lebih berat, pembengkakan, pembentukan
lepuh, keretakan dan eksudat.
7. Penggunaan anti histamine dapat
mengurangi respon gatal serta
mempercepat proses pemulihan
2. Resiko infeksi Setelah dilakukan tindakan Mandiri :
1. Mencuci tangan adalah satu-satunya cara
berhubungan dengan keperawatan selama x24 jam 1. Mencuci tangan sebelum
terbaik untuk mencegah penularan
kerusakan perlindungan diharapkan infeksi dapat dihindari dan setelah memberikan
pathogen.
kulit, penurunan dengan kriteria hasil : perawatan
2. Suhu yang terus meningkat setelah
2. Pantau suhu minimal
imunitas. - Tanda-tanda vital dalam batas
pembedahan dapat merupakan tanda
setiap 4 jam dan catat pada
normal.
awitan komplikasi pulmonal, infeksi luka
- Tidak adanya tanda-tanda kertas grafik. Laporkan
atau dehisens, infeksi saluran kemih atau
infeksi evaluasi segera
3. Berikan pengetahuan tromboflebitis.
3. Tindakan tersebut memungkinkan pasien
kepada klien tentang factor-
untuk berpartisipasi dalam perawatan dan
faktor yang meningkatkan
membantu pasien memodifikasi gaya
resiko infeksi
4. Laksanakan pemakaian hidup untuk mempertahankan tingkat
kompres basah seperti yang kesehatan ang optimum
4. Kompres basah akan menghasilkan
diprogramkan untuk
pendinginan lewat pengisatan yang
mengurangi intensitas
menimbulkan vasokontriksi pembuluh
inflamasi

16
5. Lakukan perawatan drah kulit dan dengan demikian
luka& Buat kondisi balutan mengurangi eritema serta produksi serum.
5. Perawatan luka sebaiknya dilakukan setiap
dalam keadaan bersih dan
hari untuk membersihkan debris dan
kering
menurunkan kontak kuman masuk ke
Kolaborasi :
dalam lesi. Kondisi bersih dan kering akan
6. Kolaborasi penggunaan
menghindari kontaminasi komensal, serta
antibiotik
akan menyebabkan respon inflamasi lokal
dan akan memperlambat penyembuhan
luka.
6. Antibiotik injeksi diberikan untuk
mencegah aktifitas kuman yang bisa
masuk. Peran perawat mengkaji adanya
reaksi dan riwayat alergi antibiotik, serta
memberikan antibiotik sesuai pesenan
dokter.
3. Gangguan citra tubuh Setelah dilakukan tindakan Mandiri :
berhubungan dengan keperawatan selama x24 jam 1. Kaji adanya gangguan pada 1. Untuk memvalidasi perasaannya
2. Untuk mendapat nilai dasar pada
penampakan kulit yang diharapkan citra diri klien citra diri pasien
pengukuran kemajuan psikologisnya
tidak baik meningkat dengan kriteria hasil: ( menghindari kontak mata, 3. Untuk meningkatkan rasa kemandirian dan
- Pasien berpartisipasi dalam ucapan yang merendahkan control
program rehabilitasi dan diri sendiri, ekpresi keadaan 4. Agar pasien dapat mengungkapkan

17
konseling muak terhadap kondisi keluhannya dan memperbaiki
- Pasien menyatakan perasaan
kulitnya ). kesalahpahaman
positif terhadap dirinya sendiri 2. Identifikasi stadium 5. Untuk mendukung adaptasi dan kemajuan
- Mengikuti dan turut
psikososial tahap yang berkelanjutan
berpartisipasi dalam tindakan 6. Menghindari resiko stress dan depresi
perkembangan.
perawatan diri. 3. Berikan kesempatan untuk pada klien, motivasi yang kuat akan
pengungkapan. Dengarkan meningkatkan kepercayaan diri klien
( dengan cara yang terbuka,
tidak menghakimi ) untuk
mengekspresikan berduka /
ansietas tentang perubahan
citra tubuh.
4. Nilai rasa keprihatinan dan
ketakutan pasien. Bantu
pasien yang cemas dalam
mengembangkan
kemampuan untuk menilai
diri dan mengenali serta
mengatasi masalah.
5. Dorong sosialisasi dengan
orang lain

Kolaborasi :
6. Kolaborasikan dengan

18
Psikiater dalam konseling
4. Gangguan persepsi Tujuan : penggunaan penglihatan 1. Pastikan derajat/tipe 1. sementara intervensi
sensori:penglihatan b/d yang optimal kehilangan penglihatan. dini mencegah kebutaan, pasien
Kriteria hasil : 2. Dorong mengekspresikan
gangguan penerimaan; menghadapi kemungkinan/mengalami
a. Pasien akan berpartisipasi
perasaan tentang
pengalaman kehilangan penglihatan
dalam program pengobatan
kehilangan/kemungkinan
b. Pasien akan mempertahankan sebagian/total
kehilangan penglihatan. 2. mempengaruhi harapan
lapang ketajaman penglihatan
3. Kolaborasi obat sesuai
masa depan pasien dan pilihan intervensi
tanpa kehilangan lebih lanjut.
dengan indikasi. 3. memisahkan badan
siliar dari sklera untuk memudahkan
aliran keluar akueus humor.

19