Anda di halaman 1dari 4

Nama : Desti Diana Putri

NPM : 1214121050 kelompok 1


Jurusan : Agroteknologi

PARASITOID PENGGEREK PUCUK TEBU (Trichogramma chilonis)

A. Klasifikasi dan Biologi T.chilonis

Menurut Kalshoven (1981) sebagai berikut:

Kerajaan : Animalia
Phylum : Arthropoda
Kelas : Insecta
Bangsa : Hymenoptera
Suku : Trichogrammatidae
Marga : Trichogramma
Jenis : Trichogramma chilonis
Trichogramma chilonis merupakan salah satu parasitoid telur serangga dari ordo
lepidoptera yang menggerek batang tebu. Sangat efektif sebagai parasit telur
penggerek batang tebu karena hama penggerek batang terletak pada batang tanaman,
selain itu dengan menggunakan musuh alami ini produk pertanian tidak tercemari
oleh residu-residu pestisida. Umumnya berupa serangga yang memiliki ukuran sangat
kecil 0,4 0,69 mm. Tubuhnya berwarna hitam dan mata merah yang khas serta
sayap depan sangat lebar dengan rambut-rambut yang membentuk garis, vena
marginal dan stignal membentuk kurva tunggal. Sayap belakang sempit dan berambut
apabila dipelihara pada suhu 30o C dan kelembapan 80% tubuh berwarna cokelat
kehitaman, rambut-rambut pada sayap depan panjang, ovipositor keluar di ujung
abdomen. Imago jantan mempunyai antenna berbentuk clavus dengan 30-40 rambut,
tiap rambut panjangnya 3 kali lebar antena. Tarsus dengan tiga ruas. Ovipositor pada
betina hampir satu setengah kali lebih panjang daripada tibia belakang yang
memungkinkan betina untuk meletakkan telur ke dalam telur yang tertutup bulu.
Ukuran telur sekitar 0,31mm. rasio jenis kelamin dewasa jantan dan betina adalah
1:2,3. Parasitoid ini merupakan parasitoid yang hidup berkelompok.

B. Daur hidup

Larva Trichogramma terdiri dari tiga instar. Setelah mencapai instar 3 (3-4 hari
setelah telur terparasit), telur penggerek batang berubah warnanya menjadi gelap atau
hitam. Larva kemudian berkembang menjadi pupa. Setelah 4-5 hari, pupa berubah
menjadi imago, dan keluar dari telur inang dengan membuat lubang bulat pada kulit
telur. Daur hidup sejak telur diletakkan hingga imago muncul sekitar 8 hari. Setiap
betina biasa menghasilkan telur sebanyak 50 butir. Perkembangbiakan dengan
perkawinan atau parthenogenesis. Parasitoid betina yang kawin menghasilkan
keturunan betina dan jantan, sedangkan yang tidak kawin akan menghasilkan jantan
saja (Pracaya, 2007).

Pada saat pemarasitan, parasitoid Trichogramma chilonis betina akan menguji telur
dengan memukulnya menggunakan antenna, menggerek masuk ke dalam telur inang
dengan ovipositornya dan meletakkan satu atau lebih telur tergantung ukuran telur
inang. Pada saat Trichogramma chilonis betina menemukan inangnya, biasanya akan
tinggal dekat atau menetap pada inangnya untuk periode yang panjang selama
terjadinya pemarasitan.

Populasi parasitoid dipengaruhi oleh keberadaan inang dan kondisi lingkungan.


Populasi inang yang rendah menyebabkan parasitoid tidak berkembang, parasitoid
dewasa aktif pada siang hari dan terbang menuju ke arah sumber cahaya. Tingkat
pemarasitan di lapangan berkisar antara 40%.

C. Mekanisme

Mekanise serangga T.chilonis dalam memparasit inangnya adalah dengan


menyuntikkan telur ke larva inang melalui ovipositornya. Seekor betina mampu
menghasilkan telur sebanyak 20-50 butir. Larva yang terparasit akan berubah warna
menjadi gelap tidak seperti pada umumnya.

D. Inang Trichogramma chilonis


Parasitoid telur Trichogramma chilonis bersifat polifag. Jenis inang parasitoid ini
meliputi telur Chilo suppressalis(WLK), Chrysodeixis chalsites(Esper), dan
Chilotraea infuscatellaSn (Alba 1988). T. chilonis dapat memparasit telur penggerek
polong Etiella spp., telur ulat buah kedelai Helicoverpa armigera, dan telur ulat
jengkal Chrysodeixis chalsites (Herlinda 1995).

E. Perbanyakan massal Trichogramma chilonis


Parasitoid telur penggerek batang padi (Trichogramma sp) dapat dibiakkan secara
masal dengan menggunakan serangga inang alternatif telur ngengat beras Corcyra
cephalonica.
DOI The Trichogramma (Hymenoptera: Trichogrammatidae) of Taiwan

DAFTAR PUSTAKA

Herlinda, S. 1995. Ekologi Ulat Daun Kubis, Plutella xylostella L. (Lepidoptera:


Plutellidae) pada Tanaman Kubis (Brassica oleracea L.). H. 97-107.Prosiding
Seminar dan Lokakarya Nasional: Palembang.
Kalshoven, L. G. E. 1981. Pest of Crops in Indonesia. Direvisi dan ditranslate oleh P.
A. Vand der Lann. Ikhtiar Baru, Van Haeve Jakarta.
Pracaya, 2007. Hama dan Penyakit Tanaman. Sumber Swadaya, Jakarta. Hal 216-
118.