Anda di halaman 1dari 5

PROYEKSI STEREOGRAFI DAN PROYEKSI KUTUB

A. Proyeksi stereografi
Proyeksi stereografi merupakan suatu gambaran dua dimensi dari
sebuah keadaan tiga dimensi dimana proyeksi ini dapat memproyeksikan suatu
besaran arah dan sudut yang diorientasikan dari suatu struktur garis maupun
struktur bidang terhadap sebuah permukaan bola sebagai tempat orientasi.
Proyeksi ini mampu memecahkan suatu masalah mengenai geometri
yaitu besaran arah dan besaran sudut. Salah satu pengaplikasiannya adalah
dengan memproyeksikan arah penunjaman dari suatu perlapisan maupun sudut
yang dibentuknya dan arah kekar serta perlipatan.

Sumber : B N cruch, 1999


Gambar 1
Stereografi lipatan dan kekar

Proyeksi stereografi merupakan proyeksi yang didasari pada perpotongan


dari dua buah bidang mapun dua buah garis dengan suatu bidang proyeksi
horizontal pada sebuah bola. Bidang proyeksi tersebut disebut dengan lingkaran
primitif yang memiliki bentuk lingkaran. Pada lingkaran primitif ini kedudukan dari
suatu bidang yakni memiliki kemiringan 0, maka dari itu semakin menuju ke
tengah kemiringan akan memiliki sudut semakin besar, yaitu 90 pada pusat
lingkaran.
Sumber : kamil wojtanowski, 2013
Gambar 2
Lingkaran primitif

Proyeksi stereografi akan memproyeksikan suatu struktur terhadap suatu


bidang 2 dimensi yang disebut stereonet. Stereonet merupakan sebuah grafik
dari sebuah bola dimana berbagai data geologi dapat di plot terhadapnya.
Beberapa jenis stereonet diantaranya ialah wulfnet, schmidt net, polar projection
net, dan orthograpic net.

B. Macam macam proyeksi stereografi


1. Equal angle projection
Equal angle projection adalah suatu pemroyeksian titik tehadap bola yang
melewati pusat bola kepada sbuah sumbu vertikal, yang nantinya akan menjadi
sebuah stereonet yaitu wulfnet atau jaring sama sudut.

Sumber : khoirunnas, 2012


Gambar 3
Wulfnet
2. Equal area net
Equal area net atau jaring sama luas adalah suatu proyeksi yang
memeiliki hasil yang sebanding dengan suatu bidang yang diproyeksikannya.
Hasil dari proyeksi ini akan menghasilkan sebuah stereonet yaitu schmidtnet.

Sumber : khoirunnas, 2012


Gambar 4
Schmidt net

3. Orthogonal projection
Orthogonal projection yang akan menghaslikan suatu stereonet berupa
Orthographic net adalah suatu proyeksi yang memproyeksikan suatu titik dari
bidang tegak lurus.

Sumber : janus, 2016


Gambar 5
Orthographic net

4. Polar projection
Polar Projection atau Proyeksi kutub pada dasarnya sama dengan
proyeksi strereografi di mana unsur struktur bumi di gambar pada permukaan
bola bagian bawah dan akan dilihat nantinya pada bagian belahan tengan bola
(horizontalnya) bagian inilah yang memproyeksikan suatu bidang atau garis.
Dengan kata lain untuk memproyeksikan proyeksi kutub diperlukan schmidt net
untuk pemroyeksian terhadap bidang horizontalnya.

Sumber : khoirunnas, 2012


Gambar 6
Jaring proyeksi kutub

KESIMPULAN

Poyeksi stereografi merupakan suatu gambaran dua dimensi dari sebuah


keadaan tiga dimensi dimana proyeksi ini dapat memproyeksikan suatu besaran
arah dan sudut yang diorientasikan dari suatu struktur garis maupun struktur
bidang terhadap sebuah permukaan bola sebagai tempat orientasi.
Proyeksi stereografi akan menghasilkan suatu stereonet yang menjadi
biadang dari pemroyeksian. Stereonet dibedakan menjadi schmidt nte, wulfnet,
orthographic net, dan polar projection net.
Proyeksi stereografi dibagi menjadi 4, yaitu Equal angle projection, Equal
area net, Orthogonal projection, dan Polar projection. Keseluruhan proyeksi ini
bertujuan untuk menunjukan suatu arah kedudukan dengan proyeksi bulat bumi.

DAFTAR PUSTAKA

1. Egi, ramdhani, 2014. proyeksi setereografi. Scribd.com. diakses pada


tanggal 5 Maret 2017 pukul 16.08 WIB

2. Khoirunnas, 2012. stereographic projection. Geoenviron.blogspot.com


diakses pada tanggal 5 Maret 2017 pukul 16.08 WIB

3. Liandri, irfan, 2015. bab III stereonet. Petrografi.blogspot.co.id. diakses


pada tanggal 5 Maret 2017 pukul 16.08 WIB