Anda di halaman 1dari 12

3.1.

Dasar Teori
Preparasi sampel adalah pengurangan massa dan ukuran dari sample
sampai pada massa dan ukuran yang cocok untuk analisa di Laboratorium.
Preparasi batubara merupakan salah satu kegiatan lanjutan untuk conto yang
telah disampling, dimana kegiatan ini adalah untuk mempersiapkan contoh
batubara yang akan dianalisa dengan melakukan pengadukan (homogenisasi),
penggilingan, pembagian, penghalusan (Anonim, 2015).
Teknik preparasi sampel adalah bagian dari proses analisis yang sangat
penting karena merupakan proses yang harus dilakukan untuk menyiapkan
sampel sehingga siap untuk dianalisis menggunakan instrumentasi yang sesuai.
Secara umum proses analisis minimal mempunyai 5 langkah, yaitu sampling
(pengambilan sampel), preservasi sampel (penyimpanan sampel), preparasi
sampel (penyiapan sampel), analisis (pengukuran), interpretasi data (analisis
data), dan pembuatan laporan analisis. Kesalahan pada salah satu tahap pada
proses analisis akan menyebabkan terjadinya kesalahan hasil analisis.
Akibatnya akan dihasilkan data hasil analisis yang tidak valid (Anonim, 2015).
Preparasi merupakan persiapan sebelum dilakukan proses konsentrasi,
dalam proses ini ada beberapa tahap, yaitu :
1. Kominusi
Proses mereduksi butiran sehingga menjadi lebih kecil dari ukuran
semula. Hal ini dapat dilakukan dengan crushing (peremukan) untuk
proses kering.
2. Sizing
Sizing adalah tindakan untuk mengelompokkan partikel menurut
besar kecilnya ukuran. Sizing merupakan aktivitas yang sangat penting
dalam upaya penyeragaman ukuran untuk mendapatkan kelompok partikel
dengan ukuran butir yang sesuai untuk tiap-tiap metode pemisahan atau
pengolahan mineral.
Selain itu pengayakan (screening dan classification) dipakai juga
dalam penanganan air atau pengolahan buangan limbah. Pengelompokan
mineral yang dapat dilakukan dengan cara screening dan classifying.
Classifying adalah pemisahan butir mineral yang berdasarkan kecepatan
jatuhnya material dalam suatu media cair atau udara. Alat yang digunakan
adalah classifier. Screening adalah kegiatan pengelompokkan partikel
dengan melewatkan melalui mata atau lubang ayakan, mata ayakan itu
sendiri dapat dibuat dari besi yang dilubangi dengan ukuran tertentu atau
dari kawat yang dianyam partikel yang lolos dari atau melewati mata
ayakan disebut bendersize product, akibat terlalu banyak partikel berukuran
kecil dalam jumlah yang cukup besar atau banyak dicampur dengan
partikel besar yang tinggal sebagai oversize product.
(Anonim, 2015)

3.2.1. Kegiatan Dalam Proses Preparasi


Adapun tahapan-tahapan preparasi sample yaitu sebagai berikut
:
a. Pengeringan Udara (Air Drying)
Pengeringan udara pada gross sample dilakukan jika
sample tersebut terlalu basah untuk diproses tanpa menghilangnya
moisture atau yang menyebabkan timbulnya kesulitan pada
crusher atau mill. Pengeringan udara dilakukan pada suhu ambient
sampai suhu maksimum yang dapat diterima yaitu 400C. Waktu
yang diperlukan untuk pengeringan ini bervariasi tergantung dari
tipe batubara yang akan di preparasi, hanya prinsipnya batubara
dijaga agar tidak mengalami oksidasi saat pengeringan.
Pengeringan udara dilakukan pada suhu ambient sampai suhu
maksimum yang dapat diterima yaitu 400oC.
b. Pengecilan Ukuran Butir (Crushing)
Pengecilan ukuran butir adalah proses pengurangan ukuran
atas sample tanpa menyebabkan perubahan apapun pada massa
sample. Umumnya conto batubara digiling berdasarkan ukuran
partikel yang diperlukan oleh pengujian tertentu.
Beberapa aturan dalam cara memperkecil ukuran partikel
antara lain:
1) Pengecilan ukuran harus dilakukan secara mekanis
2) Tidak diperbolehkan mengayak material yang tertahan ayakan
(oversize).
3) Semua penggerus harus selalu bersih. Misalnya pada
pemakaian hammer mill yang selalu menahan batubara
setelah penggerusan, sehingga pada penggerusan selanjutnya
dapat mengotori sample yang akan digerus.
4) Memperkecil ukuran dengan tangan tidak diperbolehkan,
kecuali untuk batubara lempengan.
c. Pencampuran (Mixing)
Pencampuran yaitu proses yang dilakukan setelah
pengecilan ukuran butir pengadukan sample agar diperoleh sample
yang homogen.
d. Pembagian (Dividing)
Proses untuk mendapatkan sample yang representatif dari
gross sample tanpa memperkecil ukuran butir dan alat yang
digunakan untuk batubara yaitu slotted belt.
e. Pengayakan (Screening)
Pengayakan (screening) adalah kegiatan pengelompokkan
partikel dengan melewatkan melalui mata atau lubang ayakan,
mata ayakan itu sendiri dapat dibuat dari besi yang dilubangi
dengan ukuran tertentu atau dari kawat yang dianyam partikel
yang lolos dari atau melewati mata ayakan disebut bendersize
product, akibat terlalu banyak partikel berukuran kecil dalam
jumlah yang cukup besar atau banyak dicampur dengan partikel
besar yang tinggal sebagai oversize product.
Akibat selalu adanya partikel yang berukuran kecil dalam
jumlah yang cukup besar bercampur dengan partikel besar yang
tinggal sebagai oversize produk hal ini diakibatkan mekanisme
pengayakan bekerja terhadap kelompok partikel yang tidak
bersinggungan langsung dengan lapisan yang ada diatas tidak
terkena mekanisme pengayakan untuk meningkatkan efektifitas
pengayakan atau pemisahan yakni dengan memberkan getaran
yang cukup pada permukaan ayakan. Selain itu besarnya
kandungan air dipengaruhi terhadap penggumpalan dan
kelengketan butiran partikel untuk mengatasi hal tersbut,
dilakukan pemanasan dan pengeringan terlebih dahulu atau
dengan mengaliri permukaan ayakan dengan listrik hingga panas
yang biasa disebut electric heated screen, selain metode tersebut
diatas dijumpai juga metode wet screening (pengayakan) basah
yakni dengan cara menyomprotkan air keatas batubara mentah
yang diayak atau dengan melewatkan udara ke permukaan ayakan.
Untuk menghitung efisiensi pengayakan salah satu cara
dengan membandingkan berat undersize produk hasil pengayakan
sebenarnya terhadap berat undersize prodak pada pengayakan
sempurna atau ideal kemudian dinyatakan dalam persen.
Pengayakan ideal adalah pengayakan dengan menggunakan
ayakan uji atau ayakan baku (standart sieve atau test sieve) dengan
lubang yang sama besarnya dan dalam waktu yang cukup lama.
Screen digunakan pada sieve analysis, sampel yang diayak adalah
sampel batubara yang telah dikering-anginkan (air dry) terlebih
dahulu di atas lantai yang kering dan rata. Adapun kegunaan
ayakan (screen) untuk mendapatkan fraksi ukuran sampel yang
telah ditentukan, umumnya ukuran screen yang digunakan dari
ukuran 50 mm - 0,5 mm. Dengan menggunkan ukuran tersebut
cukup mewakili untuk analisis yang dilakukan di laboratorium.
f. Penggerusan (milling)
Proses selanjutnya adalah milling atau penggerusan. Alat
yang digunakan adalah raymond mill. Raymond mill merupakan
alat yang digunakan untuk menggiling atau menghancurkan
sampel batubara sehingga didapatkan ukuran 0,212 mm (sampel
batubara yang telah siap dianalisa di laboratorium).
g. Penyimpanan Sampel (Storage)
Setelah dilakukannya berbagai macam proses preparasi,
maka selanjutnya dilakukanlah penyimpanan sampel yang
disimpan di dalam botol sampel. Sebagian sampel digunakan
analisa di laboratorium dan sebagian lagi disimpan pada storage.
(Anonim, 2015)
3.2.2. Alat Mekanis yang Digunakan
Dalam melakukan kegiatan preparasi, terdapat beberapa alat
mekanis yang digunakan yaitu :
a. Jaw Crusher
Jaw Crusher biasa digunakan untuk mengurangi ukuran
butir dari 50 mm sampai 11,2 mm dan merupakan mesin peremuk
yang umum dengan bentuk dan mekanisme yang sederhana untuk
melakukan peremukan batuan dengan cara menjepit diantara dua
buah plat atau swing jaw, lalu dihancurkan dengan gaya tekan
remuk. Alat ini mempunyai dua jaw yang satu dapat digerakkan
dan lainnya tidak dapat digerakkan atau diam.
Gambar 3.1
Sketsa Jaw Crusher
b. Swing Hammer Mills
Swing Hammer Mills digunakan untuk menggerus sampel
sampai ukuran 0,2 mm yang akan digunakan untuk sampel yang
akan dianalisis di laboratorium.

Gambar 3.2
Sketsa Swing Hammer Mill
d. Rotary Sampel Divider
Alat ini ter diri atas sejumlah kontiner misalnya 12 atau 8
yang dibentuk seperti segmen-segmen pada pelat berputar sekitar
60 rpm. Digunakan pada tahapan pembagian sampel.
Gambar 3.3
Sketsa Rotary Sampel Divider
e. Slotted belt
Slotted belt merupakan suatu belt conveyor yang tidak
berakhir, mempunyai slot dengan ruang pitch-nya diperalati oleh
alat berbentuk bibir yang bertindak sebagai pagar pemotong.

Gambar 3.4
Sketsa Slotted Belt
f. Screen
Screen merupakan alat untuk menyaring suatu material
dengan ukuran yang seragam. partikel yang lolos dari atau
melewati mata ayakan disebut bendersize product, akibat terlalu
banyak partikel berukuran kecil dalam jumlah yang besar.
Gambar 3.6
Sketsa Screen
g. Roll Crusher
Roll crusher adalah tipe crusher dengan sistem gilas rotary
dengan kecepatan rpm yang realatif lebih rendah dari impact
crusher yaitu sekitar 300 rpm dan memiliki kapasitas produksi
yang jauh lebih besar. Roll crusher digunakan sebagai crusher
sekunder atau crusher tersier setelah batuan melewati crusher tipe
lain yang berfungsi sebagai crusher primer.
Roll crusher terbagi menjadi dua jenis, yaitu sebagai
berikut :
1) Single Roll Crusher
Single roll crusher adalah roll crusher yang didesain
mempunyai satu roller saja dengan tujuan untuk
meningkatkan kapasitas pengolahan batubara dengan satuan
luas. Pada single roll crusher memiliki satu buah roda. Bagian
utamanya adalah bagian roda silinder yang dapat berputar
yang berfungsi sebagai penghancur batuan.
Gambar 3.7
Sketsa Single Roll Crusher
2) Double Roll Crusher
Double roll crusher adalah roll crusher yang
mempunyai 2 buah roller, dengan sumbu yang sejajar pada
bidang horizontal yang sama. Double roll crusher sangat
cocok digunakan untuk batuan dan mineral dengan jenis
seperti batubara, limestone, dan kaolin.

Gambar 3.8
Sketsa Double Roll Crusher
(Anonim, 2015)
Pembagi Sampel Putar (Rotary Sample Dividing)
Pembagi Sampel Putar (Rotary Sample Divider atau RSD) Preiser bisa membagi batu
bara, mineral, abu dan sampel butiran lainnya menjadi subbagian-subbagian secara
cepat dan akurat. Laju keluaran, ukuran maksimum sampel, dan rasio pembagian
RSD bisa disesuaikan dengan permintaan pelanggan. RSD bisa digunakan untuk
mencampur sampel sebelum dibagi-bagi dengan mengolah sampel beberapa kali
melalui RSD.
Semua komponen yang menyentuh sampel seperti hoper, nampan pengisian
bergetar, penutup berbentuk U, segmen pembagi dan penampung tumpahan dibuat
dari baja tahan karat.
Bisa digunakan untuk menghasilkan 1 hingga 16 pecahan sampel dalam
berbagai kombinasi. Pilih segmen pembagi berdasarkan ukuran maksimum nominal,
kapasitas dan rasio pembagian sampel. Tersedia segmen-segmen untuk menghasilkan
pecahan berukuran 1/16 sampel, 1/8 sampel, dan 1/4 sampel.
Hoper berukuran 1,8 kaki kubik atau 0,05 m3 (51 liter) dengan pintu
berukuran 4 x 6 inci (10,16 x 15,24 cm) untuk memungkinkan pecahan sampel yang
akurat hingga ukuran maksimum 1 1/3 inci (3,378 cm)
Laju pengisian bisa disesuaikan untuk memungkinkan tingkat ketepatan
pengambilan sampel yang terbesar.
Bagian hoper pengisian bisa digunakan secara terpisah untuk pengisian alat
peremuk rahang dan alat pembuat serbuk.
Penutup berbentuk U berfungsi sebagai pemotong aliran sampel dan
mencegah hilangnya sampel. Jumlah penutup harus sama dengan jumlah segmen
pembagi.
Dimensi: 44 inci (111 cm) T x 56 inci (142 cm) L x 33 inci (83,8 cm) D;
Berat: 650 lb (295 kg); Voltase: 230V / 1PH / 50Hz
4. Divison/ Mengurangi berat sampel
Cara umum yang dipakai untuk membagi sampel
Riffle digunakan untuk membagi sampel menjadi dua bagian sama banyak,
kemudian membagi setengahnya lagi dan demikian seterusnya hingga diperoleh berat
yang diinginkan (sama dengan cara kerja coning and quartering)
Peralatan pembagi sampel yang bekerja secara mekanis antara lain rotary sample
divider (RSD) dan slotted belt Rotary Sample Divider. Alat ini terdiri atas sejumlah
continer misalnya 12 atau 8 yang dibentuk seperti segmen-segmen pada pelat
berputar sekitar 60 rpm
Rotary Sample Divider. Alat ini terdiri atas sejumlah continer misalnya 12 atau 8
yang dibentuk seperti segmen-segmen pada pelat berputar sekitar 60 rpm
Slotted belt. Suatu belt conveyor yang tidak berakhir mempunyai slot dengan ruang
pitch-nya diperalati oleh alat berbentuk bibir yang bertindak sebagai pagar pemotong

sampel divider rotary untuk divisi akurat sampel laboratorium massal. Untuk
pembagian perwakilan dari sampel pakan samples.Working PrincipleThe massal
diumpankan pada tingkat yang terkendali sebagai aliran jatuh yang terbagi baik
menjadi satu bagian atau ke segmen yang sama dengan aksi dari "lingkaran"
ember segmental yang diputar di bawah sungai. unit beroperasi sesuai dengan
protokol pengambilan sampel yang diakui secara internasional.
3 Modul dalam satu mesin
Modul 1: proses berkelanjutan
Modul 2: modul Bucket
Modul 3: modul Botol
operasi ergonomis
gunting hidrolik angkat
Elektromagnetik pengumpan getaran
Untuk memilih unit yang paling tepat untuk aplikasi Anda, kami perlu tahu:
sampel Volume
Jumlah sampel individu
Persentase yang akan diambil
Total jumlah yang akan dibagi
Ukuran pakan maksimum
Karakter fisik
The Preiser / Frico Rotary Sample Divider (RSD) menyediakan cepat, akurat, dan
nyaman sub-divisi dari batubara, mineral, abu, dan sampel granular lain dan
memungkinkan kebutuhan individu untuk tingkat throughput, ukuran atas sampel
nominal, dan rasio pembagian yang harus dipenuhi .
The Preiser / Frico Rotary Sample Divider (RSD) menyediakan cepat, akurat, dan
nyaman sub-divisi dari batubara, mineral, abu, dan sampel granular lain dan
memungkinkan kebutuhan individu untuk tingkat throughput, ukuran atas sampel
nominal, dan rasio pembagian yang harus dipenuhi . pembagi sampel Rotary juga
cocok untuk pencampuran sampel sebelum sub-divisi, dengan menempatkan
sampel melalui Sample Divider Rotary beberapa kali sampai campuran diperlukan
diperoleh