Anda di halaman 1dari 5

METODE PERENCANAAN &

PERANCANGAN DASAR
RESUME BENTUK DAN RUANG

Disusun oleh:
Fahry Triza Nugraha
I0213031

JURUSAN ARSITEKTUR
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
PENDEKATAN KONSEP BENTUK ARSITEKTUR

(ASPEK-ASPEK ARSTEKTUR)

Bentuk dan Ruang

PLANNING PROGRAMMINGG DESIGN

KONSEP TRANSFORMA
ARSITEKTURAL SI DESIGN

Konsep perencanaan
dan perancangan

Suatu Latar belakang


VISI DAN
perencanaan mencakup
planning

A. BENTUK
Pengertian Bentuk

Bentuk merupakan suatu wujud yang mengandung maksud atau suatu


media komunikasi untuk menyampaikan arti yang dimaksud oleh bentuk
itu sendiri.

Dalam arsitektur bentuk merupakan suatu media dalam menyampaikan


ungkapan arsitek kepada masyarakat yang kemudian disalurkan menjadi
bentuk bangunan (form dalam 3d). Bentuk dari bangunan itu sendiri
merupakan ruang yang dibangun di dalam, di atas tanah, yang diberi
penutup berupa atap dan dinding-dinding (shape dalam 2d).

Unsur Form
1. Volume/isi, yaitu merupakan suatu dimensi bentuk yang nyata terdiri
dari panjang, lenar, dan tinggi
2. Pola/system, yaitu merupakan karakteristik penunjuk bentuk yang
utama
3. Tekstur, merupakan karakteristik permukaan sebuah bentuk
4. Warna, yaitu intensitas dan nilai pada sebuah bentuk. Digunakan
sebagai atribut yang paling jelas membedakan sebuah bentuk dari
lingkungannya dengan memberikan bobot visual bagi sebuah bentuk.
Terpusat

Introvert

SHAPE Rasional
DASAR
Statis

Netral

SHAPE DASAR

Kritis Pada Satu Sudut

Faktor-Faktor yang Mewujudkan Bentuk


1. Fungsi, merupakan pemenuhan terhadap kebutuhan wadah untuk
aktivitas manusia. Kebutuhan manusia terdiri dari dua macam, yaitu :
a. Fisik, yaitu kebutuhan akan perlindungan dan keamanan,
kenyamanan, dan kenikmatan.
b. Psikologis, yaitu berupa kebahagiaan dan personal space yang
menyangkut tentang privacy
2. Simbol/karakter
3. Teknologi

Hunian manusia harus memiliki filter untuk memodifikasi iklim, mampu


memasukkan cahaya, udara, dan sinar matahari ke dalam, mampu
memberikan rasa hangat, dan mampu untuk melindungi dari hujan dan
kebisingan.

Bentuk memiliki symbol/karakter yang muncul dari dua hal, yaitu nilai-nilai
yang muncul pada masyarakat dan gagasan murni dari sang arsitek itu
sendiri.

Bentuk dari suatu bangunan dapat muncul akibat dari struktur bangunan
tersebut. Struktur dalam bangunan berfungsi sebagai pelindung suatu
ruang terhadap perubahan kondisi iklim dan alam. Struktur yang baik
harus memenuhi 3 syarat, yaitu pemakaiannya yang tepat, ekonomis, dan
juga indah. Hal ini juga menyangkut pada bahan yang dipakai. Kriteria
dalam penggunaan struktur yang tepat adalah :

1. Memperhatikan syarat-syarat, ,misalnya bahaya akibat pergantian


struktur
2. Pengaruh lingkungan
3. Faktor biaya
4. Metode konstruksi
5. Memperhatikan pemakaian bahan bangunan

B. RUANG
Ruang merupakan tempat (topos), yaitu suatu di mana, atau suatu place
of belonging yang menjadi lokasi yang tepat dimana setiap elemen fisik
cenderung berada. Dalam arsitektur, ruang merupakan suatu wadah
untuk melakukan aktivitas. Ruang di bagi dua macam yaitu:
1. Menurut sifatnya, ruang memiliki ruang nyata dan ruang maya
2. Menurut letaknya, ruang memiliki eksterior dan interior. Ruang dalam
atau interior akan menentukan bentuk dari suatu bangunan yang
sebelumnya diatur jumlah, ukuran, dan raut ruangnya. Dalam
pengolahan ruang, sang arsitek harus memperhatikan kegiatan yang
akan dikelompokkan menjadi satu ruang dan mencocokkan ruang
dengan kegiatan sehingga besaran ruangnya sesuai.

Terdapat dua pertimbangan dalam menentukan ruang, yaitu :

1. Kebutuhan luas pada denah yang menyangkut tentang jumlah orang,


jenis dan ukuran perabot, luas ruang gerak perabot, daerah lintasan
orang, jumlah, jenis, ukuran ruang gerak kendaraan, kebutuhan lahir
batin pengguna, dan privacy.
2. Kebutuhan tinggi pada potongan yang tergantung pada keadaan
khusus, suasana yang ingin diciptakan, luas denah dan kesebandingan
ruang, tinggi manusia, perabot, perlengkapan, kendaraan, dan
kebutuhan jiwani manusia.

Hubungan Antara Bentuk dan Ruang


HUBUNGAN ANTARA BENTUK DAN RUANG digambarkan sebagai hubungan
yang berkaitan dengan transformasi, yaitu :
1. Dimensional
Merubah satu atau lebih dimensinya (tinggi, panjang, lebar) dan masih
mempertahankan identitasnya;
2. Substractive
Mengurangi sebagian volumenya. Besarnya pengurangan mempengaruhi
identitasnya semula, dapat dipertahankan atau berubah total (misal, jadi
polihedron);
3. Additive
Menambah elemen lain pada volumenya. Sifat penambahan akan
mempengaruhi apakah identitasnya tetap seperti bentuk semula atau
dirubah menjadi bentuk baru.