Anda di halaman 1dari 41

KAWAT TANAH

KELOMPOK 5

Nama Anggota :
1. Juniar Anika P (09)
2. Praniatma Prambahan (15)
3. Yosefin Melati Imok P (21)
Gangguan-gangguan pada saluran
transmisi

Gangguan yang sering terjadi pada saluran transmisi adalah


gangguan karena sambaran petir, sedangkan pengamannya
yaitu dengan memasang kawat tanah dan arrester.
Gangguan-gangguan pada saluran
transmisi

No. Penyebab gangguan Prosentase

1 - kilat / petir 56 %

2 - hujan salju / angin 11 %

3 - kerusakan alat-alat 11 %

4 - faktor umur (ketuaan) 11 %

5 - lain-lain 11 %
Macam - Macam Gangguan
Gangguan hubung singkat (short circuit)
hubung singkat satu fasa ketanah
hubung singkat dua fasa ketanah
hubung singkat simetris tiga fasa
Gangguan putusnya kawat (open circuit)
putusnya kawat satu fasa
putusnya kawat dua fasa
putusnya kawat tiga fasa
Gangguan-gangguan yang sering terjadi
akan menyebabkan :
kontinuitas penyaluran daya terputus
penurunan tegangan yang cukup besar dapat mengakibatkan rendahnya
kualitas tenaga listrik.
peralatan-peralatan yang terdapat pada tempat terjadinya gangguan
akan rusak.
Pengaman terhadap sambaran petir

Tegangan lebih luar (External over voltage) yang


diakibatkan oleh sambaran petir adalah sangat
berbahaya terhadap saluran transmisi mengingat letak
saluran transmisi yang berada di daerah terbuka dan
sangat luas. Sehingga perlu dilindungi supaya
pengaruhnya tidak sampai mengganggu fungsi dari
saluran transmisi.
Tiga Jenis Sambaran Petir terhadap Saluran Transmisi :

Sambaran langsung pada kawat saluran,


sehingga lompatan pada titik topang atau pada
tempat-tempat tertentu dalam gawang tak dapat
dihindarkan.
Sambaran pada menara atau kawat tanah atas,
yang menyebabkan lompatan karena kenaikan
potensial oleh sebab tingginya tahanan kaki
menara.
Sambaran pada kawat tanah atas, yang
menyebabkan lompatan ke kawat konduktor
karena curamnya bentuk gelombang petir.
Untuk mencegah terjadinya hubung singkat karena flashover / lompatan
bunga api karena sambaran petir tadi, perlu diadakan usaha-usaha
pengamanan antara lain :

Memasang kawat tanah


Menurunkan tahanan kaki menara
Memperlebar jarak antara kawat tanah dengan kawat fasa
Pengertian Kawat Tanah

Kawat Tanah atau Earth wire (kawat petir / kawat tanah) adalah media
untuk melindungi kawat fasa dari sambaran petir. Kawat ini dipasang
di atas kawat fasa dengan sudut perlindungan yang sekecil mungkin,
karena dianggap petir menyambar dari atas kawat.
Namun jika petir menyambar dari samping maka dapat mengakibatkan
kawat fasa tersambar dan dapat mengakibatkan terjadinya gangguan.
Prinsip dari pemakaian kawat tanah ini adalah bahwa kawat tanah akan
menjadi sasaran sambaran petir sehingga melindungi kawat phasa
dengan daerah/zona tertentu.

Overhead groundwire yang digunakan untuk melindungi saluran tenaga


listrik, diletakkan pada ujung teratas saluran dan terbentang sejajar
dengan kawat phasa. Groundwire ini dapat ditanahkan secara langsung
atau secara tidak langsung dengan menggunakan sela yang pendek.
Dalam melindungi kawat phasa tersebut, daerah
proteksi groundwire dapat digambarkan seperti
pada Gambar 1.

Gambar 1. Daerah proteksi dengan menggunakan 1


buah groundwire
Dari gambar di atas, misalkan groundwire diletakkan setinggi h meter dari tanah.
Dengan menggunakan nilai-nilai yang terdapat pada gambar tersebut, titik b dapat
ditentukan sebesar 2/3 h. Sedangkan zona proteksi groundwire terletak di dalam
daerah yang diarsir. Di dalam zona tersebut, diharapkan tidak terjadi sambaran petir
langsung sehingga di daerah tersebut pula kawat phasa dibentangkan. Apabila hx
merupakan tinggi kawat phasa yang harus dilindungi, maka lebar bx dapat ditentukan
dalam 2 kondisi, yaitu :
Untuk hx > 2/3 h , bx = 0,6 h (1 hx/h)
Untuk hx < 2/3 h , bx = 1,2 h (1 hx/0,8h)
Dalam beberapa kasus, sebuah groundwire dirasa belum cukup untuk memproteksi
kawat phasa sepenuhnya. Untuk meningkatkan performa dalam perlindungan terhadap
sambaran petir langsung, digunakan lebih dari satu groundwire.
Bila digunakan 2 buah groundwire dengan tinggi h dari tanah dan
terpisah sejauh s, perhitungan untuk menetapkan zona proteksi
petir dilakukan seperti halnya menggunakan 1 buah groundwire.
Gambar 2 menunjukkan zona perlindungan dari penggunaan 2
buah groundwire.

Gambar 2. Zona perlindungan dari penggunaan 2


buah groundwire
Dari gambar tersebut, apabila ho menyatakan
tinggi titik dari tanah di tengah-tengah 2
groundwire yang terlindungi dari sambaran
petir, maka ho dapat ditentukan : ho = h - s/4
Sedangkan daerah antara 2 groundwire
dibatasi oleh busur lingkaran dengan jari-jari
5/4 s dengan titik pusat terletak pada sumbu di
tengah-tengah 2 groundwire.
Seperti disebutkan sebelumnya bahwa hadirnya groundwire
dimaksudkan sebagai tempat sambaran petir langsung dan dapat
melindungi kawat phasa. Zona perlindungan groundwire dapat
dinyatakan dengan parameter sudut perlindungan, yaitu sudut antara
garis vertikal groundwire dengan garis hubung antara groundwire dan
kawat phasa. Jika sudut perlindungan tersebut dinyatakan dalam a dan
tinggi groundwire adalah h, maka probabilitas sambaran petir pada
groundwire (p) dapat ditentukan sebagai berikut :

log p = -4
Dari persamaan tersebut, terlihat bahwa makin tinggi groundwire dan sudut
perlindungan yang besar, akan mengakibatkan probabilitas tersebut meningkat.
Untuk itu diperlukan pemilihan tinggi groundwire dan sudut perlindungan yang
tepat untuk mendapatkan performa perlindungan yang baik dari sambaran
petir.

Gambar 3 Kurva ketinggian groundwire vs sudut perlindungan


Gambar 3 menunjukkan kurva antara ketinggian rata-rata
groundwire vs sudut perlindungan rata-rata. Dari gambar
tersebut terlihat daerah berwarna hitam merupakan daerah
kemungkinan gagal dalam perlindungan.
Kurva probabilitas kegagalan perlindungan vs
sudut perlindungan
Gambar 4 menunjukkan probabilitas kegagalan perlindungan
dari sambaran petir ke saluran sebagai fungsi dari ketinggian
groundwire dan sudut perlindungan.
o Untuk meningkatkan keandalan sistem ini, diperlukan pentanahan yang
baik pada setiap menara listrik. Jika petir menyambar pada groundwire
di dekat menara listrik, maka arus petir akan terbagi menjadi dua
bagian. Sebagian besar arus tersebut mengalir ke tanah melalui
pentanahan pada menara tersebut. Sedangkan sebagian kecil mengalir
melalui groundwire dan akhirnya menuju ke tanah melalui pentanahan
pada menara listrik berikutnya.
o Lain halnya jika petir menyambar pada tengah-tengah groundwire
antara 2 menara listrik. Gelombang petir ini akan mengalir ke menara-
menara listrik yang dekat dengan tempat sambaran tersebut.
Usaha Untuk Meningkatkan Performa
Perlindungan

Usaha yang paling mudah untuk meningkatkan performa


perlindungan adalah dengan menggunakan lebih dari satu
groundwire. Dengan cara ini diharapkan petir akan selalu menyambar
pada groundwire sehingga memperkecil probabilitas kegagalan
perlindungan. Cara ini dapat disertai dengan menggunakan
counterpoise, yaitu konduktor yang ditempatkan di bawah saluran
(lebih sering dibenamkan dalam tanah) dan dihubungkan dengan
sistem pentanahan dari menara listrik.
Usaha-usaha lainnya di antaranya :

Memasang couplingwire di bawah kawat phasa (konduktor yang


disertakan di bawah saluran transmisi dan dihubungkan dengan
sistem pentanahan menara listrik).
Mengurangi resistansi pentanahan menara listrik dengan
menggunakan elektroda pentanahan yang sesuai.
Menggunakan arester
Bahan Kawat Tanah
Bahan ground wire terbuat dari steel yang
sudah digalvanis, maupun sudah dilapisi
dengan alumunium. Pada SUTET yang
dibangun mulai tahun 1990an, didalam
ground wire difungsikan fibre optic untuk
keperluan telemetri, tele proteksi maupun
telekomunikasi yang dikenal dengan OPGW
(Optic Ground Wire), sehingga mempunyai
beberapa fungsi.
Jumlah dan posisi Kawat
Tanah
Jumlah Kawat Tanah paling tidak ada satu buah diatas
kawat fasa, namun umumnya di setiap tower dipasang dua
buah. Pemasangan yang hanya satu buah untuk dua
penghantar akan membuat sudut perlindungan menjadi
besar sehingga kawat fasa mudah tersambar petir. Jarak
antara ground wire dengan kawat fasa di tower adalah
sebesar jarak antar kawat fasa, namun pada daerah tengah
gawangan dapat mencapai 120% dari jarak tersebut.
Pemasangan kawat tanah (earth wire)

Pemasangan kawat tanah pada saluran transmisi ditujukan untuk


melindungi kawat penghantar dari tegangan lebih luar (External over
voltage), kawat tanah tersebut menangkap kilat dan menghantarkan
arus kilat melalui kaki-kaki tower langsung ke tanah.
Pendapat tentang pemasangan kawat
tanah

Peek
Grunewald
Prowost
Menurut Peek

Dimana :
h - jarak vertikal antara kawat tanah dengan kawat konduktor
terdekat.
h jarak konduktor yang terdekat dengan kawat tanah terhadap
permukaan tanah .
H tinggi menara
x jarak horisontal antara kawat tanah dengan konduktor.
?

Untuk daerah yang tingginya lebih dari 200m dari


permukaan laut, dianjurkan untuk menambah h
diatas dengan 10 %.
Menurut Grunewald

Menurut grunewald pemasangan kawat tanah yang


baik haruslah memenuhi persyaratan sbb :
Menurut Prowost

Dengan beberapa pendapat tentang pemasangan kawat tanah maka


prowoost mengklasifikasikan baik buruknya pemasangan kawat tanah
tersebut berdasarkan sudut proteksinya.

Sudut proteksi 18 0 , perlindungan saluran transmisi baik


Sudut proteksi 30 0 , perlindungan saluran transmisi kurang begitu
baik.
Sudut proteksi 40 0
, perlindungan saluran transmisi jelek sekali.
Pentanahan Transmisi

Yang dimaksud pentanahan menara transmisi ialah penambahan suatu


alat pentanah / elektroda pentanah, untuk menurunkan tahanan kaki
menara.
Pentanahan menara transmisi ini dilakukan apabila tahanan kaki
menara masih dianggap terlalu tinggi, atau melebihi batas yang
diperbolehkan.
Pada saluran transmisi di Indonesia tahanan kaki menara yang
diperbolehkan maksimum adalah 10 ohm.
Untuk menentukan berapakah batas maksimum tahanan kaki menara
yang diperbolehkan agar tidak terjadi flashover, LV Dewley
memberikan suatu hubungan sbb :
V
ohm
I s 1 k
Rf =

Rf tahanan kaki menara


V batas tegangan flashover dari gandengan isolator yang digunakan
(impulee flashover level)
I - arus kilat maksimum pada menara
k faktor kopling antara kawat tanah dan kawat fasa (konduktor)

Is berkisar antara 160 220 KA, tetapi dalam perencanaannya biasanya


digunakan besaran antara 60 -100 KA.
Macam-macam pentanahan menara
transmisi

Driven Ground
Counterpoise
Driven ground
Pentanahan dengan menanamkan batang elektroda
tegak lurus ke dalam tanah.
Batang elektroda yang digunakan biasanya berdiameter
antara - 2 inchi, dan panjangnya antara 3 -15 m.
Besarnya tahanan terhadap tanah dari satu batang
elektroda yang ditanamkan ke dalam tanah adalah :
CounterPoise
Pentanahan dengan menanamkan kawat elektroda sejajar dan beberapa cm
di bawah permukaan tanah.
Kawat-kawat elektrode ditanam sedalam antara 30-90 cm dibawah
permukaan tanah.
Pentanahan ini dipergunakan apabila tahanan kaki menara masih terlalu
tinggi dan tidak dapat dikurangi dengan mempergunakan driver ground,
oleh karena tahanan jenis tanah yang terlalu tinggi.
Biasanya untuk daerah pegunungan yang mempunyai tahanan jenis tanah
tinggi.
Counterpoise radial
Besarnya tahanan counterpoise terhadap tanah :

2L 2L t
Rc ln ln 2
2L r t L

L panjang elektroda kawat (cm)


t dalamnya penanaman counterpoise (cm)
r jari-jari kawat elektroda (cm)
Counterpoise Parallel
Kesimpulan
1. Pemakaian overhead groundwire dalam saluran transmisi tenaga listrik
mempunyai harapan agar sambaran petir tidak mengenai kawat phasa. Luas
zona/daerah perlindungan groundwire tergantung dari ketinggian groundwire
itu sendiri. Probabilitas kegagalan dalam perlindungan akan naik dengan makin
tingginya groundwire dan besarnya sudut perlindungan. Untuk itu diperlukan
pemilihan ketinggian serta sudut perlindungan yang sesuai untuk mendapatkan
perlindungan yang baik.
2. Peningkatan performa perlindungan transmisi tenaga listrik dari sambaran petir
yang paling mudah dilakukan dengan menambah jumlah groundwire.
Kombinasi pemakaian groundwire dengan peralatan-peralatan lainnya sangat
diharapkan untuk memperoleh performa perlindungan yang lebih tinggi di
antaranya dengan pemakaian arester yang merupakan alat pelindung modern.
TERIMA KASIH