Anda di halaman 1dari 50

TOWER

MENARA

LT 2D
2016
IRFAN AZIZ A. MIFTAHUL HUDA P. TESSAMONICA L. TRIALITA S. A.
10 12 22 23
1. JENIS PENOPANG

MENARA BAJA
TRANSMISI
TIANG
TRANSMISI BAJA
TIANG BETON
BERTULANG
TIANG KAYU
MENARA BAJA

Bangunan tinggi terbuat


dari baja yang bagian-
bagian kakinya
mempunyai pondasi
sendiri-sendiri
Menara baja menurut bentuk & sifat kontruksinya

1. Menara persegi 3. Menara jenis korset

Menara dan tiang jenis Bagian tengah sempit


ini memiliki bentuk dan untuk saluran tegangan
kekuatan yang sama tinggi rangkaian tunggal
untuk saluran transmisi dan untuk gawang yang
ganda (Double) lebar

2. Menara persegi panjang

Bagian atas dan bawah


sama
untuk saluran tunggal
dan saluran banyak
Menara baja menurut bentuk & sifat kontruksinya

4. Menara Gantry 6. Menara MC


Digunakan bila saluran terbuat dari pipa-pipa
menyebrangi jalan kereta api, baja yang diisi beton.
jalan raya, dan kanal-kanal air 7. Menara Bertali
5. Menara Rotasi konstruksi berengsel yang
bagian atasnya diputar menunjang beban
45 di atas bagian bawahnya mekanisnya dengan kawat-
kawat penahan.
Menara transmisi menurut karakteristiknya

1. Menara baja kaku/rigid


Biasanya untuk menahan beban yang diperkirakan
oleh menara itu sendiri

2. Menara baja lentur/flexible


Direncanakan tanpa atau sedikit sekali beban pada
arah kawat

3. Menara baja setengah lentur/semi flexibel


Direncanakan tanpa atau sedikit sekali beban pada
arah kawat
Menara transmisi menurut objek atau tujuan
penggunaan

1. Menara baja standar


a. Menara singgung bila sudut mendatar kurang dari 3
b. Menara sudut
Sudut kecil (<20 )
Sudut besar (<30 )
c. Menara ujung (dead end tower) merentang kawat diujung
d. Menara penegang (tension tower) memperkuat tegangan
kawat
e. Section tower
f. Suspension tower
g. Transposision tower
h. Gantry tower
i. Combine tower
2. Menara khusus bila menara standar tidak dapat digunakkan
Dead end tower Section tower
Section tower, yaitu tiang
penyekat antara sejumlah
tower penyangga dengan
sejumlah tower penyangga
lainnya karena alasan
kemudahan saat
pembangunan (penarikan
kawat),
Tiang akhir yang berlokasi umumnya mempunyai
di dekat Gardu induk, sudut belokan yang kecil.
Tower ini hampir
sepenuhnya menanggung
gaya tarik.
Suspension tower Tension tower

tower penyangga, tower tower penegang, tower ini


ini hampir sepenuhnya menanggung gaya tarik yang
menanggung gaya lebih besar daripada gaya
berat, umumnya tidak berat, umumnya mempunyai
mempunyai sudut sudut belokan.
belokan.
Transposision tower Gantry tower

tower tension yang Tower berbentuk portal


digunakan sebagai digunakan pada
tempat melakukan persilangan antara dua
Saluran transmisi.
perubahan posisi kawat
fasa guna memperbaiki Tiang ini dibangun di
bawah Saluran transmisi
impendansi transmisi. existing.
1. Rencana menara baja transmisi

Penentuan gawang (span) standar dan lebar kaki merupakan kunci


dalam perencanaan (design) menara dan saluran transmisi secara
keseluruhan.

Tegangan Nominal Gawang standar (m)

> 77 kV 200-250 Gawang


154 kV 250-300 standar

275 kV 300-350

Jenis menara Lebar kaki

Menara singgung / menara sudut 1/7 - 1/4,5 dari tinggi menara


Lebar kaki kecil
Meanra sudut besar / menara ujung 1/5,5 dari tinggi menara
1. Pondasi menara

Kuat-pikul tekanan (compression bearing strength)


dari pondasi adalah kuat-pikul tekanan pada tanah di
dasar pondasi.
Kuat-pikul angkatan (uplift bearing strength) dari
pondasi adalah jumlah berat pondasi, berat tanah
pada dasar pondasi serta gaya tahanan pada
permukaan sorong (sliding surface).
Kuat-pikul mendatar dari pondasi (horizontal bearing
strength) terdiri dari :
1. kuat pikul dari tanah di sisi pondasi
2. gaya bergeseran pada dasarnya
Perhitungan perencanaan pondasi
TIANG TRANSMISI BAJA

Tiang baja bangunan


tinggi terbuat dari baja
yang bagian-bagian
kakinya mempunyai satu
pondasi untuk semua
kakinya
Jenis jenis tiang baja

1. Tiang baja persegi 3. Tiang panzer

2. Tiang baja segitiga terbuat dari plat-plat baja tipis


dipasang pada tempat dengan
penompang tiang
konstruksi yang terdiri dari tiga
kaki yang mempunyai bagian-
bagian segitiga sama sisi
diagonal-diagonalnya seperti
tiang persegi
Dipakai pada kawat transmisi
yang beban ringan.

2. Tiang pipa baja

pipa baja dengan


pemasangan bulat.
1. Perencanaan tiang

Dalam pemasangan tiang baja harus diperhatikan


bagaimana perawatan tiang
jarak-bebas (clearance) dengan penghantar dan kawat
penahan (guy wire).
Lebar kaki tiang persegi adalah 1/10 1/15 dari
tinggi tiang untuk tiang singgung dan tingan sudut serta
1/6 1/8 dari tinggi tiang untuk tiang sudur besar dan
tiang ujung.
Untuk tiang penegang (tension) kuat tarik beban
yang tidak seimbang sebesar 1/3 dari gaya kerja
maksimum diterapkan.
Tabel Kombinasi beban pada Tiang Baja
Perhitungan tegangan (stress) pada tiang baja dilakukan dengan cara komputasi
Gaya tarik pada kawat penahan adalah
jumlah dari kali tekanan udara terhadap tiang
dan kawat, beban sudut mendatar serta kuat
tarik tak seimbang. Perhitungan dilakukan
dengan beban beban tadi pada arah kawat
penahan.
Beban tarik yang diperbolehkan kurang
dari 1/2,5 dari kuat tarik maksimum dari kawat
penahan dengan harga maksimum 440 kg.
Dua pondasi pada tiang baja :
Pondasi beton
Pondasi kerangka baja
Untuk pondasi kerangka baja dasarnya diberi kerikil atau beton
untuk menguatkan kuat pikulnya. Di sisi pondasi dipasang anker.
Tiang beton bertulang
Tiang beton bertulang dapat diklasifikasikan menurut:

Berdasarkan cara pembuatan :


a. Pembuatan di pabrik
b. Pembuatan setempat

Berdasarkan cara menghimpunnya :


a. Tunggal
b. Jenis H
c. Jenis A
d. Jenis Gerbang
Kuil
1. Perencanaan tiang

Tegangan standar yang


Beban yang boleh diterapkan
diperbolehkan adalah 1/4 dari
serupa dengan tiang baja.
gaya tekanan sesudah 4 minggu.
Tegangan-tarik dan tegangan-
Tegangan geser yang
tekan yang diperbolehkan untuk
diperbolehkan adalah 4,5
tulang baja SS 41 : 1800 kg/cm2.
kg/cm2.
Tegangan tekan sesudah 4
Tegangan adhesi yang
minggu untuk betonnya adalah
diperbolehkan sebesar 5,5
200 240 kg/cm2.
kg/cm2.
Kekuatan tiang beton bertulang
jenis bulat dinyatakan oleh
persamaan-persamaan :
TIANG KAYU

Penanganan tiang kayu sederhana


dan harganya yang jauh lebih murah
dibandingkan dengan tiang baja atau
menara. kayu merupakan isolasi yang baik
terhadap petir. Namun berumur lebih
pendek. Pada umumnya konstruksi baja
direncanakan untuk dapat menampung
secara aman putusnya satu atau dua
kawat, sedangkan konstruksi kayu tidak.
Jenis H dipakai untuk saluran dengan kelas tegangan 110 kV,
132 kV, 154 kV, 230 kV, dan 345 kV.

Jenis tunggal untuk saluran dengan kelas tegangan 66 kV


1. Perhitungan tegangan

Faktor keamanan untuk tiang


Perhitungan tegangan yang kayu adalah 3 dan perhitungan
gaya dilakukan sesuai dengan
akan diaplikasikan, dilakukan persamaan-persamaan sebagai
atas dasar tekanan angin berikut :
1) Untuk tiang tunggal tanpa kawat penguat :
terhadap kawat dan tiang.
Bila ada sudut mendatar dan
tegangan tidak-seimbang pada
gawang yang lebar, tiang harus
dilengkapi dengan kawat-kawat
penahan.
Empat persamaan tadi,
Ruas kanan = beban yang harus dipikul.
Ruas kiri = persyaratan yang harus dipenuhi oleh tiang kayu untuk
memikul beban tadi.

Untuk keperluan syarat yang harus dipenuhi, tiang kayu harus diuji.

Misalnya, kemampuan tiang kayu dapat diketahui dari hasil pengujian


(dengan Cantilever Method), yaitu dengan menghitung tegangan serat
maksimum (maximum fibre stress) pada permukaan tanah:
Bila tegangan serat maksimum di tempat patahnya tiang ingin
diketahui, maka rumus yang digunakan adalah :

Tegangan serat menyatakan kekuatan tiang kayu


Tegangan adalah gaya dalam yang melawan gaya luar, per satuan
luas. Oleh karena gaya luar ini, tiang melentur sehingga tegangan
serat maksimum sama dengan tegangan lentur maksimum (tegangan
lentur patah atau tegangan patah).

Faktor keamanan (F) dalam persamaan-persamaan tadi digunakan


sebagai jaminan keandalan dan keamanan.
Di beberapa negara yang sudah lama menggunakan tiang kayu,
spesifikasi dan ukuran tiang ditetapkan dalam standar.
2. Pondasi dan kawat penguat

Atas dasar pemikiran ini


1. Kedalaman tiang kayu ditanam serta pengalaman beberapa
ditentukan dalam standar-standar.
puluh tahun, maka di Amerika
Jika kondisi tanah kurang baik, maka
dipakai angker-angker penguat. Serikat kedalaman tiang kayu
2. Kawat-kawat penahan dipasang ditetapkan sebagai berikut:
sesuai dengan ketentuan yang
berlaku untuk tiang baja dan tiang
Panjang tiang (m) : 9.15 10,65
beton bertulang.
3. Kekuatan pondasi tiang kayu sukar 12,20 13,7A 15,25 16,75 18,30
dinyatakan dalam angka-angka dan 19,80
tidak begitu penting dilihat dari segi
keamanan konstruksi seperti pada
Kedalaman tanam (m) : 1,68 1,63
menara baja.
4. Kegagalan pondasi tiang kayu tidak 1,83 1,98 2,12 2,12 2,28 2,43
besar akibatnya, kecuali bahwa tiang
harus ditegakkan dan kawatnya
harus direntang kembali.
Data tadi sebenarnya kurang masuk akal karena
kekuatan tiang atau kondisi tanah tidak diperhatikan.
Namun bisa diterima jika tujuan penanaman adalah
untuk mencegah terangkatnya tiang dari tanah
timbunannya, bukan untuk mendapatkan pondasi
yang kuat (rigid).
Di Swedia, dibedakan antara dua jenis tanah,
yaitu : tanah friksi dan tanah kohesi.
Untuk kedua jenis tanah ini digunakan pondasi
normal dan pondasi khusus.

Pondasi normal : pondasi dari batu dan penimbunan


kembali dengan tanah.
Pondasi khusus digunakan bila kondisi tanah kurang
baik.
Beban pada
konstruksi penopang

Tekanan Tegangan
angin pada
Kuat tarik
bagian
penghantar
baja
1. Tekanan angin

Nilai kecepatan angin di dapatkan dengan cara mengukur


kecepaan angin maksimum rata-rata selama 10 menit .Apabila
kecepatan maksimumnya besar, misalnya pada penyeberangan
sungai atau untuk ketinggian yang lebih besar, kecepatan
perencanaannya disesuaikan dengan hasil pengukuran.
Kecepatan naiknya kecepatan angin tergantung dari kondisi
permukaan tanah dan skala kecepatan angin.
Naiknya kecepatan angin di udara dapat ditulis dengan
persamaan :
Beban yang disebabkan karena tekanan angin
terhadap konstruksi penopang, kawat-kawat dan
gandengan isolator dinyatakan oleh persamaan:
1. Kuat tarik penghantar

Kuat tarik kerja maksimum untuk kawat yang direntang diandaikan


sebagai berikut :
1. Kurang dari , 2 kali kuat tarik maksimumnya (ultimate tensile
strenght), untuk penghantar tembaga hard drawn
2. Kurang dari , 5 kali kuat tarik maksimumnya , untuk penghantar
lilit
Bila ada sudut mendatar pada saluran transmisi , maka
terdapat komponen gaya mendatar karena tarikan kawat. Dan
dinya takan dalam rumus
Beban tegak terhadap titik topang adalah jumlah berat kawat dan
gandengan isolator ditambah dengan komponen tegak dari tarikan
penghantar. Beban tegak pada titik B ,dinyatakan oleh persamaan.
S1, S2 : lebar gawang sebelah menyebelah (m)
1, 2,: sudut tegak terhadap tiang-tiang sebelah menyebelah

Kecuali beban-beban di atas, beban-beban lain seperti beban


eksentrik tegak dan beban-beban tak-seimbang perlu
diperhitungkan bila ada.
3. Tegangan pada bagian bagian baja

Tegangan yang diperbolehkan terhadap bagian-bagian menara


transmisi ditetapkan dalam standar-standar sebagai berikut :
Perbandingan kerampingan (Ik/r) dari bagian bagian yang
tertekan dibatasi oleh hal-hal sebagai berikut :
1. Tidak lebih dari 200 untuk bagian-bagian utama (termasuk
lengan/palang)
2. Tidak lebih dari 220 untuk bagian-bagian yang tertekan,
kecuali bagian-bagian utama
Pada tabel 20 nomer 3 digunakan persamaan :
Thanks!

ANY
QUESTIONS?